Equityworld Futures | Waspada Harga Emas Jatuh ke Level Ini di Tengah Penantian Hasil Pilpres

Equityworld Futures | Waspada Harga Emas Jatuh ke Level Ini di Tengah Penantian Hasil Pilpres

Equityworld Futures | Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas jatuh ke level US$ 2.700 pada pekan ini. Di tengah pasar menantikan hasil pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (5/11/2024) waktu setempat.

Equityworld Futures | Emas Hadapi Guncangan Besar Pekan Ini, Sanggup Bertahan di US$ 2700?

Harga emas ditutup melemah 0,32% menjadi US$ 2,735,1 pada Sabtu (2/11/2024). Sedangkan rekor tertinggi harga emas sepanjang masa (all time high/ATH) sebesar US$ 2.790 yang dicetak pada 31 Oktober 2024.

Ibrahim menjelaskan, harga emas akan jatuh ke level US$ 2.700 pada awal pekan ini. Hal itu terjadi seiring dengan penguatan dolar AS menjelang hasil pilpres AS. Hal itu mengingat data ekonomi AS yang dirilis pada pekan lalu menunjukan hasil yang bagus. “Terutama data ketenagakerjaan AS yang menunjukan pasar tenaga kerja tetap solid,” ungkap Ibrahim kepada Investor Daily, Minggu (3/11/2024).

Namun, Ibrahim menegaskan, berlanjutnya atau tidaknya pelemahan harga emas tersebut akan sangat bergantung pada siapa yang memenangkan hasil pilpres tersebut. Jika hasil Pilpres AS ternyata dimenangkan oleh Donald Trump, harga emas akan bergejolak. Sebab, akan melejit tinggi ke level US$ 2.780.

“Setelah harga emas mencapai level US$ 2.780, investor akan melancarkan aksi profit taking sehingga jatuh ke US$ 2.620. Harga emas akan terus terjun bebas hingga akhirnya akan menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir, yaitu US$ 2.450,” jelas Ibrahim.

Hal ini, lanjut Ibrahim, karena Trump kemungkinan akan menghentikan semua peperangan yang ada di Timur Tengah dan Eropa. Dengan demikian akan terjadi penurunan tensi geopolitik dunia. Padahal, tensi geopolitik dunia merupakan penyebab utama harga emas terus menerus melesat hingga beberapa kali menembus rekor tertinggi dan menyebabkan harga emas melonjak hingga di atas 35% sepanjang 2024.

“Pergerakan harga emas akan berbeda jika Kamala Harris yang memenangkan pilpres AS tersebut. Harga emas akan terus melaju hingga menembus US$ 2.800 karena perang kemungkinan besar akan terus berlanjut seiring dengan adanya serangan balasan dari Iran ke Israel,” paparnya.

Ibrahim menilai, pasar melihat kecenderungan masyarakat AS akan memilih Trump sebagai presiden untuk periode 2025-2029. Terlihat dari beberapa jajak pendapat yang diadakan di negara tersebut menunjukan hasil Trump akan memenangkan pilpres AS. Ditambah lagi, masyarakat AS menilai, Harris adalah pemimpin masa depan, artinya kemungkinan baru akan menjadi presiden pada lima tahun mendatang,

Tidak hanya itu, Ibrahim menambahkan, gejolak harga emas pada pekan ini juga disebabkan oleh pasar menantikan hasil Kongres Rakyat Nasional di China. Dalam kongres ini akan membahas mengenai stimulus fiskal yang lebih banyak lagi dari pemerintah China. “Ada kemungkinan China akan menerbitkan surat utang sebesar US$ 1,4 triliun bertujuan untuk membangkitkan perekonomian mereka,” jelas Ibrahim.

Selain itu, lanjutnya, gejolak geopolitik di Timur Tengah juga masih menjadi fokus investor pekan ini. Terutama mengenai serangan balasan Iran ke Israel. Ditambah lagi, dengan pertemuan The Fed yang terjadi pada 6-7 November, yang diprediksi akan melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).

Untuk itu, Ibrahim merekomendasikan kepada investor untuk berhati-hati di pekan ini. Sebab, kemungkinan para hedge fund akan melancarkan profit taking jika harga emas melonjak di harga US$ 2.780. Dengan demikian, aksi tersebut akan mendorong harga emas jatuh ke level US$ 2.450. “Nanti setelah mencapai level US$ 2.450, mereka akan kembali melancarkan aksi pembelian. Mengingat pada 2025, kemungkinan dunia masih akan dihantui dengan suku bunga tinggi,” tutupnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Berkali-kali Akhiri Tren Deflasi RI

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Berkali-kali Akhiri Tren Deflasi RI

Equityworld Futures | Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,08% sepanjang Oktober 2024. Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, komponen penyumbang inflasi terbesar pada Oktober berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 0,94% dan memberikan andil inflasi sebesar 0, 06%.

Equityworld Futures | Harga Emas Bikin Pening! Habis Pecah Rekor Langsung Ambles1,5%

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan yang memberikan andil inflasi sebesar 0,06%.” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/11/2024).

Kenaikan harga emas pada komoditas pasar internasional sepanjang Oktober disebut ikut tercermin pada pasar dalam negeri. Diketahui sepanjang Oktober, harga emas berkali-kali mencetak rekor tertinggi.

Selanjutnya, komoditas lainnya yang memberikan andil inflasi secara dominan disumbang oleh harga nasi dengan lauk, kopi bubuk, dan minyak goreng.

“Komoditas lain yang memberikan andil inflasi antara lain daging ayam ras dengan inflasi 0,04% bawang merah ambil inflasi 0,03%, tomat nasi dan lauk andil inflasi sebesar 0,02%, kopi bubuk, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan telur ayam ras memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01%.” jelas Amalia.

Inflasi yang tercatat pada Oktober mengakhiri tren deflasi Indonesia pada lima bulan terakhir. Sebanyak 28 dari 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sisanya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Maluku sebesar 0,65%. Sementara deflasi terdalam terjadi di Maluku Utara sebesar 1,05%.

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk Gara-gara Dolar AS Perkasa

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk Gara-gara Dolar AS Perkasa

Equityworld Futures | Harga emas di ujung tanduk pada Kamis (31/10/2024), setelah mencapai level tertinggi baru pada Rabu (30/10/2024). Hal itu karena Laporan Ketenagakerjaan ADP Amerika Serikat (AS) telah melampaui ekspektasi, mengatasi keraguan investor yang dipicu oleh laporan Lowongan Kerja JOLTS Selasa lalu dan membuat Dolar AS perkasa.

Equityworld Futures | Harga Emas Pullback Dampak Penguatan Dolar AS

Saat berita ini ditulis, harga emas terlihat turun tipis 0,06% di level US$ 2.785,7. Sedangkan rekor tertinggi harga emas sepanjang masa (all time high/ATH) berada di level US$ 2.789,73.

Analisis Dupoin Indonesia Andy Nugraha mengatakan, ADP melaporkan adanya kenaikan sebanyak 233 ribu payrolls, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 115 ribu. Angka ini juga melampaui revisi bulan September yang menunjukkan kenaikan dari estimasi awal 143 ribu menjadi 159 ribu. Angka yang lebih tinggi dari perkiraan ini telah meredakan kekhawatiran yang muncul dari data JOLTS, yang sempat menunjukkan penurunan lapangan pekerjaan terbuka pada bulan September ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir, yakni sebesar 7,44 juta.

Dari perspektif teknikal, Andy melihat indikator Moving Average yang terbentuk pada grafik harian harga emas, yang secara jelas menunjukkan dominasi tren bullish. Harga emas yang naik hingga ke level 2.790 pada Kamis (31/10/2024), mencerminkan permintaan yang meningkat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian politik di AS.

“Indikator teknikal mendukung proyeksi bullish ini, sehingga peluang emas melanjutkan kenaikan menuju level 2.800 semakin kuat, selama tidak ada faktor eksternal signifikan yang membalikkan tren,” paparnya.

Namun, Andy juga memperingatkan, pergerakan harga emas hari ini perlu dicermati lebih lanjut. Jika harga gagal mempertahankan momentum kenaikan, maka potensi pembalikan arah ke bawah dapat membawa harga turun hingga ke level 2771 sebagai target terdekatnya. “Pelaku pasar disarankan untuk mempertimbangkan level-level ini sebagai area penting dalam perdagangan hari ini,” ujar Nugraha.

Di sisi fundamental, data ekonomi AS terus memberikan dampak pada pergerakan harga emas. Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh sebesar 2,8% pada kuartal ketiga, sedikit di bawah perkiraan 3%, tetapi masih menunjukkan bahwa ekonomi AS relatif kuat dibandingkan ekonomi utama lainnya. Selain itu, data Konsumsi Pribadi Inti tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat, di mana angka ini naik sebesar 2,2%, melebihi ekspektasi 2,1%.

“Dengan konsumsi yang tetap kuat, kondisi ini menjadi bukti bahwa perekonomian AS masih berada di jalur yang stabil,” tegasnya.

Data positif dari PDB AS dan konsumsi ini, lanjut Andy, telah menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, yang sering kali menjadi penghambat kenaikan harga emas karena meningkatkan daya tarik dolar AS.

Meski demikian, ekspektasi pasar tetap memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin minggu depan, dengan peluang mencapai 96,3%. Selain itu, pasar masih memberikan probabilitas sebesar hampir 70% untuk pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember, menurut Fedwatch tool dari CME Group.

Andy menegaskan, Permintaan emas tetap tinggi di tengah ketidakpastian global dan politik di Amerika Serikat. Harga emas, yang saat ini bergerak di sekitar level 2.790, menunjukkan bahwa pasar terus mencari aset safe haven sebagai pelindung nilai dari volatilitas ekonomi dan politik. “Meski demikian potensi harga emas untuk mencapai 2800 hari ini cukup besar jika momentum bullish tetap terjaga,” tutupnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Nasdaq Composite Cetak Rekor

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Nasdaq Composite Cetak Rekor

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi menjelang rilis pendapatan perusahaan teknologi raksasa.

Equityworld Futures | Reli Harga Emas Hingga Bitcoin Sepekan Jelang Pemilu AS

Indeks Nasdaq Composite mencapai rekor baru selasa sesi perdagangan Selasa kemarin dan ditutup naik 0,78 persen. Sementara indeks S&P 500 naik 0,16 persen.
Berbeda, Indeks Dow Jones yang terdiri dari 30 saham justru berkinerja buruk, dan turun 0,36 persen.

Induk perusahaan Google ini melampaui ekspektasi analis karena melihat pertumbuhan pendapatan kuartalan yang kuat dari bisnis cloud-nya, yang menyebabkan saham naik lebih dari 5,5 persen setelah penutupan pasar.

Masih dari bidang teknologi, saham Snap dan Reddit melonjak masing-masing 10 persen dan 24 persen, karena hasil kuartalan yang kuat.

Sedangkan, saham produsen chip AMD anjlok 8 persen karena panduan pendapatan kuartal IV gagal mengesankan investor, meski membukukan pertumbuhan kuat di unit pusat datanya.

Kemudian, raksasa teknologi seperti Meta Platforms dan Microsoft akan melaporkan kinerja keuangan pada Rabu, sementara Apple dan Amazon akan memberikan laporan pada publik dalam waktu dekat.

Di sisi ekonomi, investor mengantisipasi pembacaan awal pertama produk domestik bruto AS yang akan dirilis pada Rabu (30/10/2024) waktu setempat. Laporan tersebut diharapkan menunjukkan, produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 3,1 persen secara tahunan pada kuartal III-2024.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Beragam: Nasdaq Raup Cuan, Dow Jones Boncos

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Beragam: Nasdaq Raup Cuan, Dow Jones Boncos

Equityworld Futures | Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor menunggu laporan pendapatan utama dari perusahaan teknologi besar.

Equityworld Futures | Reli Harga Emas Hingga Bitcoin Sepekan Jelang Pemilu AS

Mengutip Xinhua, Rabu, 30 Oktober 2024, indeks Dow Jones Industrial Average turun 154,52 poin, atau 0,36 persen, menjadi 42.233,05. Indeks S&P 500 naik 9,40 poin, atau 0,16 persen, menjadi 5.832,92. Indeks Nasdaq Composite naik 145,56 poin, atau 0,78 persen, menjadi 18.712,75.

Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor utilitas dan energi memimpin penurunan dengan masing-masing turun 2,13 persen dan 1,44 persen. Sementara itu, sektor layanan komunikasi dan teknologi naik masing-masing 1,56 persen dan 1,12 persen.

Alphabet akan merilis pendapatan setelah pasar tutup, diikuti oleh Meta Platforms dan Microsoft pada Rabu, serta Apple dan Amazon pada Kamis.

Lowongan pekerjaan AS turun tajam

Dalam data ekonomi, lowongan pekerjaan turun tajam pada periode September ke level terendah dalam lebih dari tiga setengah tahun, dengan revisi yang juga menurunkan angka Agustus.

Laporan JOLTS dari Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan penurunan 418 ribu lowongan pekerjaan menjadi 7,443 juta pada akhir September, yang menunjukkan pelonggaran signifikan dalam kondisi pasar tenaga kerja.

Sementara itu, pemilihan presiden AS menambah ketidakpastian di pasar saat hari-hari terakhir kampanye yang intens berlangsung.

Pembeli rumah di AS juga menekan tombol jeda di tengah suku bunga hipotek yang lebih tinggi dan ketidakpastian pemilu, menurut pembangun rumah terbesar di Amerika.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Usai Terpeleset, Mending Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Usai Terpeleset, Mending Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia bangkit pada perdagangan hari ini. Ke depan, bagaimanakah prospek harga sang logam mulia?

Equityworld Futures | Investor Pasti Happy Harga Emas “Diramal” ke US$2.800/Onz, Kapan?

Pada Selasa (29/10/2024) pukul 08:20 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 2.748,28/troy ons. Naik 0,14% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan ini terjadi usai harga emas sempat turun. Kemarin, harga emas menutup hari di posisi US$ 2.744,4/troy ons atau terpangkas 0,12%.

Lalu bagaimanakah prediksi pergerakan harga emas? Berapa target yang perlu menjadi catatan pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 68.38. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 50,14. Menghuni area beli (long), tetapi tidak terlampau kuat.

Tekanan terhadap harga emas sepertinya belum berakhir. Dalam waktu dekat, rasanya harga akan mengetes support terdekat di US$ 2.742/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka US$ 2.731/troy ons yang adalah MA-10 boleh menjadi target selanjutnya.

Adapun target resisten terdekat adalah US$ 2.755/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik menuju US$ 2.761/troy ons. Target paling optimistis adalah US$ 2.776/troy ons.

Rilis Data AS

Saat ini, investor tengah menanti rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS). Pada Kamis (31/10/2024) waktu Indonesia, US Bureau of Economic Analysis akan mengumumkan data inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE). Ini adalah inflasi yang menjadi acuan bank sentral Federal Reserve.

Konsensus pasar memperkirakan laju inflasi PCE inti atau core pada September sebesar 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 0,1% mtm.

Lalu pada Jumat (1/11/2024) waktu Indonesia, US Bureau of Labor Statistics akan merilis data ketenagakerjaan. Konsensus pasar memperkirakan penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) di Negeri Paman Sam pada Oktober adalah 140.000. Jauh lebih sedikit dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 254.000.

Berbagai rilis data ini bisa mempengaruhi The Fed dalam menentukan kebijakan moneter, khususnya suku bunga acuan. Sejauh ini, pasar masih meyakini bahwa Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat akan menurunkan suku bunga acuan dalam rapat bulan depan.

Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5-4,75% pada November adalah 96,8%. Naik dibandingkan kemarin yang sebesar 95,1%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun karena ikut menurunkan opportunity cost.

Namun ini semua masih di atas kertas. Realisasinya akan menunggu rilis data ekonomi pekan ini dan rapat The Fed awal bulan depan. Sebelum itu terjadi, pelaku pasar rasanya memilih untuk wait and see.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Terbang, Terbakar Panasnya Perang Arab & Pemilu AS

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Terbang, Terbakar Panasnya Perang Arab & Pemilu AS

Equityworld Futures | Meningkatnya permintaan terhadap safe have karena tingginya kekhawatiran geopolitik di wilayah Timur Tengah hingga sengitnya pemilihan umum (Pemilu) Presiden di Amerika Serikat (AS), dorong kenaikan harga emas.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Berkilau, Dekati Rekor Tertinggi

Pada perdagangan Kamis (24/10/2024) harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,67% di level US$ 2.735,69 per troy ons. Penguatan emas ini menegaskan betapa harga emas sangat volatile sepekan ini.
Harga emas terbang 1,06% pada Selasa pekan ini sebelum jatuh pada Rabu dan kemudian terbang 0,67% pada perdagangan Kamis kemarin.

Sementara, hingga pukul 05.30 WIB Jumat (25/10/2024), harga emas di pasar spot bergerak lebih rendah 0,04% di posisi US$ 2.734,58 per troy ons.

Harga emas menguat pada perdagangan Kamis karena meningkatnya permintaan safe haven yang disebabkan kekhawatiran geopolitik yang terus-menerus hingga ketidakpastian pemilu AS semakin memperkuat harga emas dunia.

“Yang benar-benar kita lihat adalah emas terus dipandang sebagai nilai lindung yang sangat penting terhadap tekanan inflasi bersama dengan permintaan safe haven dan arus masuk dana, emas terus didukung dengan sangat baik,” ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, kepada Reuters.

“Ketidakpastian menjelang pemilihan umum AS merupakan satu pilar dukungan tambahan bagi pasar emas, mengingat kegelisahan yang mungkin dirasakan pasar menjelang pemilihan umum.” imbuhnya.

Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh bank sentral dan reputasi historis emas sebagai nilai lindung terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik telah mendorong harga lebih dari 32% sepanjang tahun ini, mencapai beberapa rekor puncak di sepanjang jalan.

“Kekhawatiran seputar meningkatnya prospek utang fiskal AS memperkuat investasi emas,” menurut catatan ANZ.

Melandainya indeks dolar AS juga membuat harga emas semakin menopang emas. Indeks dolar anjlok ke 104,058 pada perdagangan kemarin. Indeks dolar akhirnya melemah setelah terbang tiga hari beruntun. Melemahnya indeks menjadi tanda baik karena ada peluang rupiah menguat hari ini.

Pelemahan dolar AS dan imbal hasil US Treasury berdampak positif ke emas. Pembelian emas dikonversi ke dolar sehingga pelemahan dolar AS membuat emas menjadi makin murah untuk dibeli sehingga meningkatkan pembelian.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Boncos Gegara Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Equityworld Futures | Wall Street Boncos Gegara Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Equityworld Futures | Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street turun tajam pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), didorong oleh meningkatnya imbal hasil Treasury AS dan kekhawatiran yang berkelanjutan tentang sentimen pasar.

Equityworld Futures | Dipermainkan Amerika, Harga Emas Rekor Kemudian Jatuh Hancur Lebur

Dikutip dari Xinhua, Kamis, 24 Oktober 2024, indeks Dow Jones Industrial Average turun 409,94 poin, atau 0,96 persen, menjadi 42.514,95. Indeks S&P 500 turun 53,78 poin, atau 0,92 persen, menjadi 5.797,42. Indeks Nasdaq Composite turun 296,48 poin, atau 1,60 persen, menjadi 18.276,65.

Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor barang konsumsi dan teknologi memimpin penurunan dengan masing-masing turun 1,82 persen dan 1,68 persen. Sementara itu, sektor real estat dan utilitas naik masing-masing 1,02 persen dan 1,01 persen.

Imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke 4,25 persen, tertinggi sejak akhir Juli, menandai lonjakan 44 basis poin pada bulan Oktober. Melonjaknya imbal hasil Treasury telah menjadi titik tekanan, meskipun Federal Reserve baru-baru ini memangkas suku bunga pada September.

Data ekonomi, serta kekhawatiran tentang meningkatnya defisit fiskal di bawah kemungkinan masa jabatan kedua Trump sebagai presiden, telah disebut-sebut sebagai alasan di balik kenaikan tersebut.

Saham McDonald’s anjlok

Di antara kontributor terbesar terhadap penurunan Dow, saham McDonald’s anjlok lebih dari empat persen setelah CDC menghubungkan wabah E. coli dengan burger Quarter Pounder dari rantai makanan cepat saji tersebut, yang mengakibatkan 10 orang dirawat di rumah sakit dan satu orang meninggal. McDonald’s sendiri bertanggung jawab atas lebih dari 100 poin penurunan Dow.

Di sisi ekonomi, pengajuan hipotek di AS menurun selama empat minggu berturut-turut, menyoroti tantangan berkelanjutan yang disebabkan oleh tingginya biaya pinjaman.

Selain itu, penjualan rumah yang sudah ada turun satu persen pada September ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 3,84 juta unit, menandai level terendah sejak Oktober 2010.

Penurunan ini mengikuti angka 3,88 juta unit yang direvisi pada Agustus dan jauh di bawah ekspektasi, yang telah memperkirakan angka 3,9 juta unit. Tekanan terus-menerus dari suku bunga yang lebih tinggi melemahkan permintaan dan keterjangkauan di pasar perumahan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futurs | Meneropong Harga Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Equityworld Futures | Meneropong Harga Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Equityworld Futures | Analis optimistis harga emas kembali positif pada pekan ini, demikian juga investor ritel. Hal itu ditunjukkan dari survei emas mingguan Kitco.

Equityworld Futures | Tren Bullish Harga Emas Tak Terbendung, Berpotensi Capai US$ 2.750

Mengutip laman Kitco, ditulis Senin (21/10/2024), pada pekan ini, 16 analis berpartisipasi dalam survei emas kitco mingguan. 15 dari 16 ahli, 94 persen dari yang disurvei percaya harga emas akan naik pada pekan depan. Sedangkan satu-satunya analis yang mewakili 6 persen bersikap netral terhadap prospek emas dalam jangka pendek.

Sementara itu, 159 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco. Mayoritas investor Main Street kembali bergabung untuk harga emas yang berpotensi positif. 115 pelaku pasar atau 72 persen prediksi harga emas akan naik pekan ini. Sedangkan 27 atau 17 persen yang perkirakan emas akan melemah. Sedangkan sisanya 17 mewakili 11 persen dari total suara melihat harga emas akan sideways pada pekan ini.

Chief Market Strategist SIA Wealth Management, Colin Cieszynski optimistis terhadap harga emas ke depan. “Reli saat ini tampak tak henti-hentinya dan dengan harga yang menembus level tertinggi baru dan tidak ada kalender penting, momentum positif emas,” ujar dia.

Ia menambahkan, hal yang penting bagi emas adalah reli didorong oleh apresiasi terhadap mata uang dan bukan hanya dolar AS. “Pada kasus pekan ini, lonjakan dipicu oleh pemangkasan suku bunga bank sentral Eropa,” kata Colin.

Demikian juga disampaikan Direktur Bannockburn Global Forex. Ia menuturkan, emas masih memiliki momentum naik. “Emas mencapai level tertinggi baru sebelum akhir pekan mendekati USD 2.717. Kenaikan terakhir telah terjadi bersamaan dengan dolar AS yang lebih kuat dan suku bunga AS lebih tinggi,” tutur dia.

Ia menilai, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga masih tinggi. Selain itu, KTT BRICS mendatang menyoroti permintaan bank sentrasl terhadap emas.

“Meskipun indikator momentum konstruktif, emas di pasar spot berada di atas Bollinger band atasnya,” ia menambahkan.

Ia menuturkan, pemilihan umum di Amerika Serikat juga mulai menjadi fokus. “Implikasi dari kemungkinan kemenangan Trump signifikan dan kemungkinan mendukung emas,” kata dia.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Pasar Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Sektor Teknologi Jadi Saham Berkinerja Paling Positif

Equityworld Futures | Pasar Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Sektor Teknologi Jadi Saham Berkinerja Paling Positif

Equityworld Futures | Mayoritas saham unggulan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street dibuka menguat, menyentuh rekor tertinggi pada awal perdagangan Selasa (15/10/2024).

Equityworld Futures | Harga Emas Tertahan Reli Dolar AS

Adapun penguatan saham AS dipimpin oleh indeks S&P 500 (.SPX) yang melesat naik 44,82 poin, atau 0,77 persen, menjadi 5.859,85 poin, mencetakrekor tertinggi baru pada perdagangan pekan ini.

Lonjakan serupa juga terjadi pada saham Nasdaq Composite (.IXIC) yang melesat 159,75 poin, atau 0,87 persen menjadi 18.502,69. Data Yahoo Finance menunjukkan, pergerakan reli Dow Jones Industrial Average (.DJI) ikut terdorong naik 201,36 poin atau 0,47 persen menjadi 43.065,22.

Momentum positif ini berhasil dicetak berkat aksi investor membeli saham-saham teknologi di tengah musim laporan keuangan kuartal III/2024 dan data ekonomi krusial pada pekan ini.

Lewat aksi borong tersebut, indeks saham perusahaan semikonduktor berhasil meningkat 1,8 persen ke level tertinggi dalam 2 bulan didorong oleh lonjakan harga saham Arm Holdings sebesar 6,8 persen dan Nvidia yang naik 2,4 persen ke level harga tertinggi.

Disusul indeks sektor teknologi informasi seperti saham Alphabet, Apple, Microsoft, dan Tesla melesat sekitar 0,6 persen hingga 1,6 persen.

Kendati mayoritas saham Wall Street mencatatkan lonjakan tajam, namun investor tetap waspada terhadap berbagai risiko dan ketidakpastian menjelang pemilihan presiden AS yang akan digelar pada November mendatang.

Ketidakpastian ini dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan pada imbal hasil obligasi, ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), serta tingginya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Untuk meredakan kekhawatiran investor, awal pekan kemarin kedua pembicara Fed memberikan sinyal terkait adanya pemangkasan suku bunga di masa mendatang.

Dimulai Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari yang mengatakan ia melihat penurunan suku bunga yang moderat di masa mendatang karena inflasi mendekati target bank sentral sebesar 2 persen.

Sejalan dengan proyeksi Kashkari, Gubernur Fed Christopher Waller juga menyerukan lebih banyak penurunan suku bunga di masa mendatang.

demo ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started