Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh Terendah Dua Bulan, Terguncang Hawkish Powell

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh Terendah Dua Bulan, Terguncang Hawkish Powell

Equityworld Futures | Harga emas dunia terguncang akibat pernyataan hawkish dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell, yang mempupus harapan pemangkasan bunga acuan pada pertemuan bank sentral Amerika bulan depan.

Equityworld Futures | Dolar AS Perkasa, Harga Emas Sentuh Level Terendah dalam 2 Bulan

Harga emas di pasar spot dunia dini hari tadi ditutup melemah 0,32% ke level US$2.564,85 per troy ounce, menjadikan harga komoditas penting ini bersiap mencetak kerugian mingguan terbesar sejak 2021 silam.

Pagi ini di pembukaan pasar Asia, harga emas bergerak stabil di kisaran US$2.566,77 per troy ounce, terendah sejak pertengahan September lalu.

Harga emas mengalami tekanan tak berkesudahan sejak hasil Pilpres AS menempatkan Donald Trump sebagai Presiden AS berikutnya. Dalam lima hari perdagangan terakhir, harga emas terus melemah.

Pagi ini, meski harganya beringsut sedikit naik tipis, akan tetapi secara mingguan emas sudah membukukan penurunan 4,42%, penurunan harga terbesar sejak Juni 2021 silam menurut catatan Bloomberg.

Bahkan, dengan posisi harga saat ini, emas sudah terpangkas 8% dari posisi rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah pecah pada 31 Oktober lalu.

Pernyataan bernada hawkish Powell yang menilai bank sentral paling berpengaruh di dunia itu tidak akan memangkas bunga acuan terburu-buru melihat ekonomi AS masih tangguh, telah menjatuhkan ekspektasi penurunan bunga acuan The Fed.

Ekspektasi pasar kini mengarah pada kebijakan menahan bunga acuan oleh The Fed dalam pertemuan Desember nanti.

Pupusnya harapan penurunan bunga acuan menjadi kabar buruk bagi emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil. Sebaliknya, bagi surat utang AS, pernyataan Powell sontak melejitkan tingkat imbal hasil surat utang terutama untuk tenor pendek yang sensitif terhadap pergerakan bunga acuan.

Namun, meski sepekan ini buruk bagi emas, harga komoditas berharga itu sudah mencetak kenaikan 20% sepanjang tahun ini terutama disokong oleh dinamika seputar arah kebijakan bunga acuan The Fed, juga didukung aksi beli bank sentral serta ketegangan geopolitik yang silih berganti meningkat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Dibayangi Sentimen Dolar dan Data Inflasi AS, Harga Emas Lanjutkan Pelemahan

Equityworld Futures | Dibayangi Sentimen Dolar dan Data Inflasi AS, Harga Emas Lanjutkan Pelemahan

Equityworld Futures | Harga emas memperpanjang tren penurunan selama empat sesi beruntun seiring dengan penguatan dolar AS dan peningkatan imbal hasil obligasi di tengah kabar bahwa inflasi AS pada Oktober meningkat sesuai perkiraan.

Equityworld Futures | Harga Emas Langsung KO Dihajar 3 Pukulan Sekaligus dari AS, Jatuh 5%

Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan kemajuan yang lebih lambat menuju inflasi yang rendah sejak pertengahan tahun, yang dapat mengakibatkan penurunan suku bunga Federal Reserve yang lebih sedikit pada tahun depan.

Mengutip Reuters pada Kamis (14/11/2024), harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi US$2.580,39 per troy ons setelah mencapai level terendah hampir dua bulan di awal sesi. Sementara itu, harga emas berjangka AS melemah 0,8% ke level US$2.586,50 per ounce.

Sementara itu, kurs dolar AS menguat mendekati level tertinggi dalam tujuh bulan terhadap mata uang utama, sementara imbal hasil acuan 10-tahun AS naik.

“IHK meningkat namun memenuhi ekspektasi, menyebabkan dampak beragam pada harga emas. Pasar telah meningkatkan pertaruhan mereka terhadap potensi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember,” kata Zain Vawda, analis pasar di MarketPulse by OANDA. Pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga Fed pada bulan Desember sebesar 82%, naik dari sekitar 58% sebelum data tersebut dirilis, menurut alat CME FedWatch.

Namun, investor percaya bahwa kepresidenan Trump mungkin menyebabkan The Fed menghentikan siklus pelonggarannya jika inflasi meningkat setelah perkiraan tarif impor baru.

“Dalam jangka pendek, ada potensi harga emas sedikit pulih ke kisaran US$2.650 per ounce, tetapi mungkin akan turun lagi setelahnya,” tambah Vawda.

Selanjutnya, Indeks Harga Produsen (PPI) dan klaim pengangguran mingguan AS akan dirilis pada hari Kamis, dengan data penjualan ritel pada hari Jumat. Pernyataan dari Ketua Fed Jerome Powell dan pejabat bank sentral lainnya juga menjadi perhatian.

“Tujuan harga naik emas berikutnya adalah untuk menghasilkan penutupan di atas resistensi solid di US$2.700. Tujuan harga turun jangka pendek berikutnya adalah mendorong harga berjangka di bawah dukungan teknis yang solid US$2.500,” kata Jim Wyckoff, analis pasar senior di Kitco Metals.

Sementara itu, harga perak di pasar spot turun 0,5% menjadi US$30,55 per ounce. Platinum tergelincir 0,9% menjadi US$938,60 per ounce, sementara paladium turun 1,3% menjadi US$932,10 per ounce.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun 3 Hari Beruntun, Terimbas Hasil Pilpres AS

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun 3 Hari Beruntun, Terimbas Hasil Pilpres AS

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah pada Selasa (12/11/2024) seiring penguatan dolar dan imbal hasil obligasi yang terus berlanjut pasca pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi, Dipicu Penguatan Dolar AS

Berdasarkan data pasar, emas spot (XAU/USD) terkoreksi 0,81 persen ke USD2.598,89 per troy ons.

Dengan ini, emas sudah turun 3 hari berturut-turut.

Logam mulia ini belum mampu mendekati level tertinggi pada 30 Oktober di angka USD2.800,80 per troy ons, tertekan oleh kenaikan dolar dan imbal hasil Treasury yang dipicu kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS pekan lalu.

“Bagi mereka yang memperkirakan pemilu AS yang ketat, kemenangan mengejutkan dari Presiden Terpilih telah menghidupkan kembali ‘demam emas’ bagi para pelaku yang mengejar perdagangan Trump,” kata PVM Oil Associates, dikutip MT Newswires, Selasa (12/11).

“Anehnya, idiom tersebut justru tidak berlaku bagi logam kuning ini. Emas menjadi aset safe haven sebelum hasil pemilu, kini justru terbebani oleh menguatnya dolar AS.”

Hal senada diutarakan Kepala Analis di XS.com Samer Hasn, yang berpendapat, hasil pemilu AS terus menjadi sumber tekanan utama bagi emas.

“Penurunan harga emas terjadi di tengah kekhawatiran suku bunga yang mungkin tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama dengan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih,” ujar Hasn dalam sebuah catatan, dikutip Dow Jones Newswires, Selasa (12/11).

Hasn menambahkan, faktor-faktor lain juga memberikan tekanan pada emas, termasuk penerapan kebijakan yang mungkin memicu inflasi dan pertumbuhan bisnis, sebagaimana tercermin dalam kenaikan berkelanjutan pada imbal hasil Treasury.

Data ekonomi AS yang dinanti pekan ini adalah indeks harga konsumen (CPI) pada Rabu dan indeks harga produsen (PPI) pada Kamis.

CPI untuk Oktober diperkirakan naik 2,6 persen secara tahunan, dibandingkan laporan September yang naik 2,4 persen.

Menurut analis Kitco Jim Wyckoff, Selasa (12/11), psikologi pasar logam mulia tampaknya telah berubah dalam sepekan terakhir.

Tampaknya sebagian besar trader atau investor emas telah bergeser dari keyakinan untuk membeli saat harga turun menjadi lebih berhati-hati menjual saat harga menguat.

Alasan utama perubahan psikologi ini adalah melemahnya posisi teknikal emas dalam jangka pendek, serta meningkatnya selera risiko di pasar secara umum.

Hingga psikologi perdagangan ini berubah, kata Wyckoff, tampaknya jalur pergerakan harga emas—termasuk perak—akan cenderung stabil atau melemah.

Dolar AS mencatatkan level tertinggi empat bulan, dengan indeks dolar ICE naik 0,49 poin menjadi 106,04.

Imbal hasil Treasury juga lebih tinggi, dengan obligasi AS dua tahun terakhir tercatat menawarkan 4,346 persen, menguat 8,2 basis poin, sementara obligasi 10 tahun terkerek 12,4 basis poin menjadi 4,434 persen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Masih Terus Menghijau, Tesla Melompat 9 Persen

Equityworld Futures | Wall Street Masih Terus Menghijau, Tesla Melompat 9 Persen

Equityworld Futures | Wall Street masih terus menghijau sejak Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS.

Equityworld Futures | Anjlok Parah, Harga Emas Terbebani Perkasanya Dolar AS

Dikutip dari Reuters, indeks Industri Dow Jones melonjak lebih dari 300 poin pada Senin 11 November 2024 dan ditutup pada rekor tertinggi.

Indeks Dow yang terdiri dari 30 saham naik 304 poin, atau 0,69 persen, menjadi 44.293,69. Kenaikan Dow membawa indeks di atas 44.000 untuk pertama kalinya.

S &P 500 naik 0,1 persen dan mengakhiri hari di level 6.001,35 dan juga mencapai rekor penutupan dengan melampaui level 6.000 untuk pertama kalinya. Namun,Nasdaq Composite berada di dekat garis datar, naik 0,06 persen menjadi 19.298,76.

Saham perbankan menguat. Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing melonjak 2 persen dan 1,6 persen.

Kelompok tersebut telah membukukan kenaikan tajam sejak kemenangan pemilihan Donald Trump minggu lalu, karena investor berharap kembalinya dia ke Gedung Putih dapat menyebabkan regulasi sektor perbankan yang lebih mudah.

Di tempat lain, saham meme favorit Game Stop melonjak 10 persen. Saham pengecer video game tersebut telah naik selama lima sesi berturut-turut.

Saham Tesla melonjak lebih dari 9 persen, juga menambah keuntungan pasca pemilu.

Namun, Apple turun hampir 2 persen. Begitu juga dengan Microsoft dan Amazon, masing-masing turun sekitar 1 persen.

Kepala Investasi di Morgan Stanley Wealth Management, Lisa Shalett, mengatakan bahwa kemenangan besar Partai Republik telah memicu optimisme pasar, meskipun harapan sebelumnya sudah cukup tinggi. Menurutnya, ini bukan perubahan besar yang akan membawa ekonomi menuju pertumbuhan tanpa lika-liku.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Terseret di Bawah $2.700 karena Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Terseret di Bawah $2.700 karena Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan di wilayah negatif di dekat $2.680 selama awal sesi Asia hari Senin. Penurunan logam mulia ditekan oleh penguatan Dolar AS (USD) akibat kemenangan Donald Trump.

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi Senin (11/11) Pagi, Investor Menanti Komentar The Fed

Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY), indeks nilai USD yang diukur terhadap sekeranjang enam mata uang dunia, memperpanjang kenaikannya ke sekitar 105,00, tertinggi empat bulan.

Kemenangan Trump telah memicu pertanyaan mengenai apakah Federal Reserve (The Fed) AS akan menindaklanjuti penurunan suku bunga dengan laju yang lebih lambat dan lebih kecil. Hal ini, pada gilirannya, mendorong Greenback dan membebani harga Emas dalam mata uang USD.

“Rally Dolar dan imbal hasil ini telah memberikan tekanan pada Emas, yang secara tradisional turun ketika suku bunga riil naik, mencerminkan berkurangnya permintaan aset-aset safe haven dalam jangka pendek,” kata Matthew Jones, analis logam mulia di pedagang logam yang berbasis di London, Solomon Global. “Namun, dari perspektif makro jangka lebih panjang, masa depan ‘sebagus emas’,” tambah Jones.

Data ekonomi AS yang optimis pada hari Jumat berkontribusi pada kenaikan USD. Indeks Sentimen Konsumen AS naik ke 73,0 di bulan November dari 70,5 di bulan Oktober, menurut pembacaan pendahuluan oleh University of Michigan. Angka ini lebih baik dari ekspektasi pasar 71,0.

Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dapat membantu membatasi penurunan logam mulia. Kepala Staf Angkatan Darat Israel Herzi Halevi menyetujui perluasan invasi darat ke Lebanon selatan, demikian laporan lembaga penyiaran negara Kan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Dihancurkan Trump, Emas Bangkit Lagi Dibantu The Fed, Harga ke US$2700

Equityworld Futures | Dihancurkan Trump, Emas Bangkit Lagi Dibantu The Fed, Harga ke US$2700

Equityworld Futures | Pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) memberikan gairah bagi harga emas lantaran indeks dolar (DXY) turun.

Equityworld Futures | Harga Emas Perkasa Usai The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan

Melansir Refinitiv, pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (7/11/2024) harga emas dunia (XAU) berakhir menguat 1,80% ke posisi US$ 2.706,99 per troy ons.

Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa harga emas berhasil rebound setelah pada tengah pekan ini anjlok 3% usai pernyataan kemenangan Donald Trump atas pemilu AS.

Beralih pada Jumat hari ini (8/11/2024) sampai pukul 05.30 WIB, harga emas dunia masih berjuang bertahan di posisi US$ 2.703,64, meskipun sedikit koreksi 0,12% dari pembukaan.

Harga emas kembali bangkit berkat indeks dolar AS (DXY) yang kembali melandai berkat efek pemangkasan suku bunga yang kembali digulirkan oleh the Fed.

Sebagai catatan, The Fed kembali memangkas suku bunga acuan dengan besaran 25 basis points (bps) menjadi 4,50-4,75% pada Kamis waktu AS atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Pemangkasan sebesar 25 bps ini adalah kali kedua yang dilakukan The Fed dalam dua pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) secara beruntun. Sebelumnya, The Fed memangkas suku bunga sebesar 50 bps pada September lalu. Dengan demikian, suku bunga The Fed sudah dipangkas 75 bps.

Seperti diketahui, The Fed mengerek suku bunga sebesar 525 bps sejak Maret 2022 hingga Juli 2023. Mereka kemudian menahan suku bunga di level 5,25-5,50% pada September 2023-Agustus 2024 atau lebih dari setahun.

Berkat pemangkasan suku bunga DXY pun kembali melandai. Pantauan CNBC Indonesia sampai dengan penutupan perdagangan kemarin Kamis (7/11/2024) indeks dolar AS telah melandai sebesar 0,75% dalam sehari ke posisi 104,33, semakin menjauhi posisi tertinggi sejak awal Juli 2024.

Perlu diketahui bahwa biasanya pergerakan DXY itu sering berlawanan dengan harga emas. Hal ini karena jika dolar semakin murah, maka emas menarik untuk dibeli lantaranya harganya semakin terjangkau.

Emas sempat ambruk pada perdagangan Rabu dipicu oleh kekhawatiran pasar akan dampak kemenangan Trump.

Seperti diketahui, Trump memenangi pilpres AS dengan mengalahkan pesaingnya Kamala Harris.

Analis StoneX, Rhona O’Connell, kemenangan Trump akan membuat dolar menguat. Kondisi ini tentu berdampak buruk kepada emas. Seperti diketahui, pembelian emas dikonversi dalam dolar sehingga dolar yang menguat akan membuat emas semakin tidak terjangkau untuk dibeli.
Kemenangan Trump juga menghapus adanya risiko dari ketidakpastian politik di AS.

Indeks dolar terbang ke 105,088 pada perdagangan kemarin. Posisi tersebut adalah yang tertinggi sejak 9 Juli 2024 atau lebih dari tiga bulan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 3% Usai Donald Trump Menang Pemilu AS

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 3% Usai Donald Trump Menang Pemilu AS

Equityworld Futures | Harga emas turun lebih dari 3% ke level terendah dalam tiga minggu pada hari Rabu ketika investor beralih ke dolar AS setelah Donald Trump dari Partai Republik terpilih sebagai presiden AS.

Equityworld Futures | Trump Menang, Mengapa Harga Emas Malah Anjlok 3% Lebih?

Pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve pada hari Kamis untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai siklus pelonggaran bank yang telah mendorong reli luar biasa harga emas ke rekor tertinggi berturut-turut tahun ini.

Dikutip dari CNBC, Kamis (7/11/2024), harga emas spot turun 3% menjadi USD 2.660,1 per ounce setelah menyentuh level terendah tiga minggu di USD 2.652,19. Logam mulia ini sedang menuju penurunan harian terbesar dalam lima bulan terakhir.

Futures emas AS turun 2,9% menjadi USD 2.669,2.

“Kemenangan presiden yang jelas, ketika pasar sebelumnya memperkirakan hasil yang diperdebatkan, menghilangkan elemen risiko. Perdagangan Trump ini termasuk penguatan dolar pagi ini, dan kombinasi keduanya telah menekan harga emas,” kata analis StoneX, Rhona O’Connell.

Donald Trump Jadi Presiden AS Lagi

Donald Trump merebut kembali Gedung Putih dengan mendapatkan lebih dari 270 suara Electoral College yang dibutuhkan untuk memenangkan kursi kepresidenan, menurut proyeksi Edison Research.

Investor yakin bahwa kepemimpinan Trump akan memperkuat dolar AS, membuat Federal Reserve mungkin menunda siklus pelonggarannya jika inflasi melonjak setelah pengenaan tarif baru yang diharapkan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Kemenangan Trump Jadi Teror Baru Buat Pemilik Emas, Harga Ambruk 3%

Equityworld Futures | Kemenangan Trump Jadi Teror Baru Buat Pemilik Emas, Harga Ambruk 3%

Equityworld Futures | Harga emas babak belur setelah Donald Trump memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | Trump Menang, Mengapa Harga Emas Malah Anjlok 3% Lebih?

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (6/11/2024) ditutup di posisi US$ 2.659,24 per troy ons atau jeblok32,07%. Harga ini adalah yang terendah sejak 17 Oktober atau 13 hari perdagangan terakhir.

Pelemahan sebesar 3,07% juga menjadi yang terdalam sejak Juni 2024 atau lebih dari empat bulan.

harga emas sedikit membaik pada hari ini. Pada Jumat (7/11/2024) pukul 07.23 WIB, harga emas ada di posisi US$ 2.662,88 per troy ons atau menguat 0,14%.

Ambruknya emas dipicu oleh kekhawatiran pasar akan dampak kemenangan Trump.

Seperti diketahui, Trump memenangi pilpres AS dengan mengalahkan pesaingnya Kamala Harris. Hingga Kamis pagi (7/11/2024) pukul 07.24 WIB, Trump sudah unggul 295 electoral college sementara Harris 224.

Batas kemenangan electoral college adalah 270.

Analis StoneX, Rhona O’Connell, kemenangan Trump akan membuat dolar menguat. Kondisi ini tentu berdampak buruk kepada emas. Seperti diketahui, pembelian emas dikonversi dalam dolar sehingga dolar yang menguat akan membuat emas semakin tidak terjangkau untuk dibeli.
Kemenangan Trump juga menghapus adanya risiko dari ketidakpastian politik di AS.

Indeks dolar terbang ke 105,088 pada perdagangan kemarin. Posisi tersebut adalah yang tertinggi sejak 9 Juli 2024 atau lebih dari tiga bulan.

“Kemenangan Trump yang sangat siginfikan menghilangkan elemen risiko (ketidakpastian). Sementara penguatan dolar pagi itu turut menurunkan harga emas,” tutur O’Connel, dikutip dari Reuters.

Investor memperkirakan kepresidenan Trump akan memperkuat dolar AS, yang dapat menyebabkan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) menghentikan siklus penurunan suku bunganya jika inflasi meningkat akibat tarif baru yang diharapkan diberlakukan Trump.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan bahwa risiko inflasi yang meningkat bisa memperlambat laju pemangkasan suku bunga AS seiring dengan penerapan tarif baru.

“Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) kemungkinan masih akan memangkas suku bunga pada hari Kamis, tetapi setelahnya akan diawasi dengan seksama untuk mencari tanda-tanda penundaan,” kata Hansen.

Investor tengah menanti hasil rapat The Fed. Hasil rapat akan diumumkan hari ini atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Investor meyakini The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan ini.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Balik Arah, Kapan Cetak Rekor Baru?

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Balik Arah, Kapan Cetak Rekor Baru?

Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia tampak mulai balik arah, semakin mendekati level All Time High-nya.

Equityworld Futures | Hasil Pilpres Amerika Serikat Mulai Terlihat, Harga Emas Naik Tipis

Melansri Refinitiv, pada penutupan perdagangan kemarin Selasa (5/11/2024) harga emas dunia (XAU) di pasar spot senilai US$ 2.743,59 per troy ons, dalam sehari telah menguat 0,26%.

Harga emas sudah naik dua hari dan berupaya mendekati level tertinggi sepanjang masa yang dicapai 30 Oktober 2024 lalu di harga penutupan US$ 2.786,50 per troy ons.

Sementara itu, untuk pergerakan harga emas dunia pada hari ini, Rabu (6/11/2024) hingga pukul 06.15 WIB terpantau masih koreksi tipis 0,02%

Harga emas naik tipis pada hari Selasa karena investor bersiap menghadapi ketegangan politik setelah jajak pendapat menunjukkan Donald Trump dan Kamala Harris bersaing ketat dalam pemilihan presiden AS di mana kemungkinan hasil yang diperebutkan sangat tinggi.

Melansir Reuters, Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures mengatakan bahwa harga emas didukung oleh “ketidakpastian pemilu” yang memberikan gambaran kebijakan fiskal beda-beda.

“Sebagian karena apa yang terjadi jika keadaan tidak berjalan mulus, sebagian lagi karena kemungkinan tarif, beberapa jenis perubahan ekonomi,” ungkapnya.

Dengan persaingan ketat antara mantan Presiden Trump dari Partai Republik dan Wakil Presiden Harris dari Partai Demokrat serta kendali Kongres AS yang dipertaruhkan, investor khususnya merasa gelisah dengan hasil yang tidak jelas atau diperebutkan, terutama jika hal itu memicu keresahan.

“Jika hasil pemilu tidak pasti selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, emas akan diuntungkan dari ketidakpastian yang diakibatkannya,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Stabil Jelang Pilpres AS dan Putusan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Stabil Jelang Pilpres AS dan Putusan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga emas hari ini, Senin (4/11) stabil karena investor bersiap menghadapi pekan penting bagi ekonomi global, menjelang pemilihan umum (Pemilu) presiden Amerika Serikat (AS) dan kemungkinan penurunan suku bunga lagi oleh Bank Sentral The Federal Reserve (The Fed). Harga emas spot naik tipis 0,2% menjadi US$2.741,63 per ons, pada pukul 05.23 GMT, Senin (4/11). Harga emas batangan mencapai rekor tertinggi US$2.790,15 pada Kamis pekan lalu. Harga emas berjangka AS stabil di US$2.750,6 pada Senin.

Equityworld Futures | Pemilu AS Diprediksi Kacau, Harga Emas Naik Tipis

Dilansir Reuters (4/11), Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade menyatakan ketidakpastian pekan ini dinilai bisa menguntungkan emas, karena penundaan hasil Pemilu atau pemisahan kendali DPR dan Senat dapat mendorong arus dana masuk di aset safe haven, sehingga mendorong harga emas lebih tinggi.

Pemilihan presiden AS akan berlangsung pada hari Selasa, 5 November, dengan jajak pendapat yang terlalu ketat untuk menentukan pemenang antara kandidat dari Partai Demokrat Kamala Harris dan kandidat dari Partai Republik Donald Trump.

“Dolar AS telah kehilangan daya tarik di awal pekan, yang telah membuka peluang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi,” kata Waterer.

Indeks dolar (DXY) turun 0,5%, bertahan mendekati level terendah dalam hampir 2 minggu yang dicapai pada sesi sebelumnya. Dolar yang lebih lemah membuat emas lebih menarik bagi pembeli dengan mata uang lain selain dolar AS. Fokus pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga The Fed dan pernyataan Ketua Jerome Powell pada Kamis dalam rapat FOMC 6-7 November.

Saat ini, menurut CME FedWatch, pelaku pasar mengantisipasi peluang hampir 100% untuk penurunan suku bunga AS 0,25% pekan ini. Emas dianggap sebagai investasi yang aman selama masa gejolak ekonomi dan geopolitik. Emas juga bergairah saat suku bunga rendah.

Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China mengadakan pertemuan pada 4-8 November. Pasar mengharapkan persetujuan atas lebih banyak langkah stimulus fiskal Negara Panda. Sedangkan Tiongkok adalah konsumen utama logam mulia.

Dilansir Kitco News (2/11), dalam hasil survei emas mingguan Kitco News terbaru menunjukkan sentimen bullish yang lemah dari para pakar industri dan trader emas akibat ketidakpastian Pemilu AS yang membebani pasar logam. Sebanyak 17 analis berpartisipasi dalam survei tersebut.

Sembilan pakar atau 53% responden memperkirakan harga emas akan naik pekan ini, sementara enam analis atau 35% memperkirakan penurunan harga logam mulia. Dua analis lainnya yang mewakili 12% menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi pada Pilpres AS dan The Fed.

Sementara itu, 139 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco, dengan mayoritas investor Main Street mengungkapkan pendapatn bullish terhadap emas. Tercatat sebanyak 85 trader emas atau 61%, memperkirakan harga emas akan naik minggu ini, sementara 31 lainnya atau 22% memperkirakan logam kuning akan diperdagangkan di harga lebih rendah.

Sedangkan 23 investor lainnya yang mewakili 17% dari total responden, menganggap lebih baik bersikap hati-hati menjelang hasil Pilpres AS dan putusan suku bunga The Fed pekan ini.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started