Equityworld Futures | Jelang Rilis Suku Bunga The Fed, Harga Emas Dunia Stabil

Equityworld Futures | Jelang Rilis Suku Bunga The Fed, Harga Emas Dunia Stabil

Equityworld Futures | Harga emas dunia terpantau stabil di tengah para pelaku pasar yang mencermati kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve atau The Fed.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Terkoreksi Jelang Rapat The Fed

Berdasarkan data Revinitiv harga emas dunia di pasar spot pada perdagangan Rabu (17/12/2024) pukul 6.10 WIB tercatat US$2.645,31 per troy ons, naik tipis 0,03% dari posisi penutupan sebelumnya.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan bertemu hari ini untuk pertemuan kebijakan terakhir tahun 2024. Pasar memperkirakan 98,2% kemungkinan penurunan suku bunga sebesar seperempat poin dalam pertemuan ini, tetapi hanya memperhitungkan peluang sekitar 14,7% untuk pemotongan lain pada Januari, menurut alat FedWatch dari CME.

Bank sentral lainnya seperti Bank of Japan, Bank of England, Riksbank, dan Norges Bank juga akan mengumumkan keputusan kebijakan mereka pada 19 Desember. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih lanjut jika inflasi mencapai target 2%.

Bank Nasional Swiss diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Maret dan kemudian menahan kebijakan suku bunga setidaknya hingga 2026, menurut mayoritas ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Emas cenderung bersinar dalam lingkungan suku bunga rendah dan selama krisis ekonomi atau geopolitik.

Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat pada Senin menjatuhkan sanksi baru kepada Korea Utara dan Rusia yang menargetkan aktivitas keuangan Pyongyang dan dukungan militer terhadap Moskow, menurut Departemen Keuangan AS.

Sementara itu, konsumen emas terbesar dunia, Cina, mencatat pertumbuhan penjualan ritel sebesar 3,0% pada November, turun dibandingkan kenaikan 4,8% pada Oktober.

Para trader juga mencermati rilis data utama minggu ini, termasuk PDB AS dan angka inflasi, yang dapat memengaruhi sentimen pasar lebih lanjut.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Kembali Bangkit, Nasdaq Cetak Rekor Baru, tapi Dow Jones Masih Terpuruk

Equityworld Futures | Wall Street Kembali Bangkit, Nasdaq Cetak Rekor Baru, tapi Dow Jones Masih Terpuruk

Equityworld Futures | Pasar saham AS mayoritas menguat pada Senin waktu AS atau Selasa (17/12/2024) pagi WIB. Nasdaq Composite mencatat rekor baru, didukung oleh lonjakan saham teknologi, saat investor menantikan rapat kebijakan Federal Reserve.

Equityworld Futures | Rapat The Fed Tinggal Hitungan Jam, Harga Emas Naik Tipis

Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi naik 1,24% menjadi 20.173,89, sementara S&P 500 bertambah 0,38% dan ditutup pada 6.074,08. Tapi, indeks Dow Jones Industrial Average melemah, turun 110,58 poin atau 0,25% ke level 43.717,48. Dow, yang terdiri dari 30 saham, mencatat penurunan selama delapan hari berturut-turut, menandai rentetan kerugian terpanjang sejak 2018.

Saham Apple, Alphabet (induk perusahaan Google), pembuat mobil listrik Tesla, dan produsen chip AI Broadcom semuanya melonjak ke rekor tertinggi baru. Broadcom, yang untuk pertama kalinya melampaui valuasi pasar $1 triliun pekan lalu, memimpin kenaikan Nasdaq dengan lonjakan 11%. Sektor teknologi dan barang konsumsi diskresioner dalam S&P 500 juga ditutup di level tertinggi sepanjang masa.

Namun, tidak semua saham mengikuti tren kenaikan ini. Nvidia, produsen chip kecerdasan buatan yang menjadi favorit pasar dalam dua tahun terakhir, melemah 1,7% dan masuk dalam fase koreksi, turun lebih dari 10% dari rekor tertingginya pada November.

Kenaikan saham ini terjadi saat The Fed bersiap memulai rapat kebijakan selama dua hari pada Selasa. Bank sentral ini diperkirakan secara luas akan memangkas suku bunga pinjaman acuan semalam sebesar seperempat poin pada akhir rapat pada Rabu. Fokus utama investor adalah panduan ke depan mengenai kebijakan masa depan setelah The Fed mulai melonggarkan kebijakan pada September, pertama kalinya dalam empat tahun.

Setiap Keputusan dan penjelasan hasil FOMC memang selalu menjadi sorotan. “Tapi, yang terakhir di 2024 ini mungkin yang paling menarik,” kata Jay Woods, kepala strategi global di Freedom Capital Markets, seperti dikutip CNBC.

Menurut dia, sejak pemangkasan pertama pada September, angka pengangguran telah stabil. Namun, angka inflasi sedikit bergerak ke arah sebaliknya. Faktanya, angka inflasi naik setiap bulan sejak pemangkasan dimulai. “Apakah ini hanya ‘sticky’ atau awal dari tren baru?” ujarnya

Pasar saham sebelumnya mengalami pekan yang lesu. Dow turun 1,8%. S&P 500 melemah 0,6% pekan lalu dan telah mundur dalam empat dari lima sesi terakhir sebelum Senin. Nasdaq unggul pekan lalu, mencatat kenaikan tipis sebesar 0,3%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Wall Street Dibayangi Kinerja Ekonomi AS dan Pertemuan The Fed Pekan Ini

Equityworld Futures | Bursa Wall Street Dibayangi Kinerja Ekonomi AS dan Pertemuan The Fed Pekan Ini

Equityworld Futures | Wall Street ditutup stabil dan hampir tidak berubah pada Jumat (13/12). Namun indeks bursa Amerika Serikat (AS) ini sedikit melambat pada sesi sebelumnya, setelah rilis data ekonomi AS yang kurang memuaskan jelang pertemuan Bank Sentral AS atau The Fed pada pekan ini.

Equityworld Futures | Meramal Harga Emas Jelang Akhir Tahun

Akibatnya, indeks S&P 500 dan Dow turun secara mingguan, sementara Nasdaq berhasil mencetak kenaikan selama minggu ini. Dow Jones Industrial Average (.DJI) tercatat turun 86,06 poin atau 0,20% ke level 43.828,06. Sementara S&P 500 (.SPX) hampir tidak berubah, turun 0,16 poin atau 0,00% ke level 6.051,09.

Sebaliknya, Nasdaq Composite (.IXIC) naik 23,88 poin atau 0,12% ke posisi 19.926,72. S&P 500 dan Dow mencatat penurunan selama seminggu terakhir. Sementara Nasdaq naik empat kali berturut-turut.
S&P 500 mencatat delapan level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan 15 level terendah baru. Sedangkan Nasdaq Composite membukukan 75 level tertinggi baru dan 199 level terendah baru. Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 12,56 miliar saham, sedikit lebih rendah dari rata-rata 14,03 miliar saham per sesi selama 20 hari terakhir.

Selain itu, saham-saham AS terus mencetak rekor tertinggi sepanjang tahun ini. Hal tersebut didukung oleh meningkatnya minat investor terhadap saham-saham perusahaan teknologi besar yang memanfaatkan tren kecerdasan buatan (AI).

Sentimen Pasar atas Kemenangan Trump

Sentimen lain juga didorong oleh kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS sehingga pasar berharap kebijakan yang akan mendukung peningkatan keuntungan perusahaan. Di bursa AS, jumlah saham yang turun melebihi yang naik dengan rasio 2,23:1. Terdapat 100 level tertinggi baru dan 141 level terendah baru di bursa tersebut.

Seiring dengan hal itu, saham RH (RH.N) melonjak 16,95% setelah peritel perabot rumah tangga ini melaporkan kenaikan pendapatan bersih pada kuartal ketiga. Sebaliknya, saham D.R. Horton (DHI.N) turun 0,89% setelah J.P. Morgan sehingga menurunkan peringkat perusahaan pembangun rumah ini menjadi underweight.

Underweight adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi saham yang diprediksi akan mengalami penurunan di bawah rata-rata saham lain.

Sementara saham Broadcom (AVGO.O) naik 24% setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi Wall Street. Broadcom juga memprediksi positifnya permintaan untuk chip AI khusus dalam beberapa tahun kedepannya, mendorong kapitalisasi pasarnya melewati US$ 1 triliun untuk pertama kalinya.
Kemudian saham-saham cip menunjukkan pergerakan yang bervariasi, dengan Marvell Technology (MRVL.O), saingan Broadcom, naik 10,8%. Sementara pesaing di sektor AI, Nvidia (NVDA.O) turun 2,2%. Meskipun demikian, indeks saham semikonduktor (.SOX) mencatatkan kenaikan 3,2%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Meramal Harga Emas Jelang Akhir Tahun

Equityworld Futures | Meramal Harga Emas Jelang Akhir Tahun

Equityworld Futures | Setelah menguji level resistensi di USD 2.700 pada awal pekan, harga emas kembali tertekan akibat inflasi yang terus bertahan tinggi, memengaruhi ekspektasi terhadap siklus pelonggaran Federal Reserve. Hal ini yang mempengaruhi harga emas.

Equityworld Futures | Meramal Harga Emas Jelang Akhir Tahun

Dikutip dari Kitco, Senin (16/12/2024), logam mulia ini sempat mendapat dorongan awal pekan ini setelah berita bahwa bank sentral China kembali membeli emas.

Setelah enam bulan jeda, data dari People’s Bank of China menunjukkan pembelian lima ton emas pada November. Menurut para analis, hal ini menegaskan peran signifikan China dalam pasar emas dan menunjukkan permintaan yang sehat dari bank sentral menjelang 2025.

Namun, volatilitas jangka pendek tetap menghantui emas karena perhatian kini beralih ke pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pekan depan.

Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar telah sepenuhnya memperkirakan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin setelah pertemuan akhir Fed tahun ini.

Harga emas spot terakhir diperdagangkan di USD 2.656,90 per ounce, naik 0,88% sepanjang minggu.

Tekanan dari Inflasi Wholesale

Pasar emas mulai melemah pekan ini setelah laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Indeks Harga Produsen (PPI) utama naik 0,4% pada November, lebih tinggi dari angka 0,3% di bulan sebelumnya.

Selama 12 bulan terakhir, inflasi wholesale melonjak 3,0%, jauh di atas konsensus 2,5%. Kenaikan ini mengindikasikan ancaman terhadap harga konsumen masih tinggi, yang menurut beberapa ekonom dapat mencegah Federal Reserve untuk melonggarkan suku bunga lebih agresif.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun dari level tertinggi lebih dari dua minggu pada hari Kamis setelah rilis data harga produsen AS yang lebih tinggi.

Equityworld Futures | Harga emas dunia masih minim pergerakan pada perdagangan hari ini. Ke depan, seperti apakah prospek harga sang logam mulia?

Hal itu telah memicu kekhawatiran tentang penurunan suku bunga The Fed yang hawkish minggu depan, sehingga mendorong dolar

Melansir Investing.com, Jumat, 13 Desember 2024, pada pukul 10:20 WIB (15:20 GMT), emas spot turun 1,4 persen menjadi USD2,680.44 per ons, sementara emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 1,9 persen menjadi USD2,704.66 per ons.

Data PPI membebani

Emas melemah pada Kamis setelah harga produsen AS naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan November. Data itu melonjak 0,4 persen bulan lalu setelah kenaikan 0,3 persen yang direvisi naik pada bulan Oktober, lebih cepat dari kenaikan 0,2 persen yang diperkirakan.

Dalam 12 bulan hingga November, PPI melonjak 3,0 persen setelah naik 2,6 persen di bulan Oktober.

Data inflasi indeks harga konsumen yang dirilis pada hari Rabu, membuat para pedagang meningkatkan taruhan bahwa Fed akan memberikan penurunan suku bunga ketiga berturut-turut minggu depan untuk mendukung pasar tenaga kerja.
Meskipun pemangkasan minggu depan masih mungkin terjadi, rilis PPI menunjukkan bahwa pemangkasan lebih lanjut tahun depan mungkin akan lebih sulit untuk dilakukan, imbasnya, dolar menguat sebagai konsekuensinya.

Penguatan dolar telah membatasi kenaikan emas, karena para trader lebih menyukai greenback di tengah meningkatnya keraguan atas prospek jangka panjang inflasi dan suku bunga.

Meski demikian, logam mulia telah menikmati kenaikannya yang memecahkan rekor pada tahun 2024, melonjak 25 persen year-to-date didorong oleh kombinasi penurunan suku bunga Federal Reserve, peningkatan pembelian bank sentral, dan permintaan safe haven yang kuat di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Analis di ING memperkirakan faktor-faktor ini akan mempertahankan momentum kenaikan pada tahun 2025, mendorong harga emas ke level tertinggi baru.

Adapun, logam mulia lainnya juga lebih rendah, dengan platinum berjangka turun 1,1 persen menjadi USD940,40 per ons, sementara perak berjangka turun 4,3 persen menjadi USD31,540 per ons.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Berkilau saat Pasar Menanti Rilis Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Harga Emas Berkilau saat Pasar Menanti Rilis Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Harga emas mencapai titik tertinggi dalam dua minggu seiring dengan peningkatan ketegangan geopolitik dan ekspektasi pemangkasan suku bunga AS ketiga oleh Federal Reserve minggu depan. Perhatian pasar juga beralih ke rilis data inflasi AS Rabu (11/11/2024) waktu setempat.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tembus Rekor Termahal Lagi

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 1,3% menjadi US$2.692,32 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS terpantau naik 1,2% ke level US$2.718,40.

“Kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong minat terhadap aset safe haven,” kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
Dia menambahkan, fokus pasar juga beralih pada tren pelonggaran global. Menurutnya, pasar akan melihat Bank Sentral Kanada memangkas suku bunga, ECB, dan SNB akhir minggu ini, dan Fed kemungkinan akan menyusul minggu depan.

Sorotan beralih ke Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada Rabu, yang diperkirakan akan naik sebesar 0,3% pada bulan November, menurut jajak pendapat Reuters, dan Indeks Harga Produsen (PPI) pada hari Kamis, keduanya penting dalam membentuk keputusan pemangkasan suku bunga Fed.

“Data CPI akan berdampak terbatas pada emas, terutama jika kita memperoleh hasil mendekati angka yang diharapkan. Laporan CPI yang menarik akan semakin mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga pada awal 2025,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di Forex.com.

Dengan dua kali penurunan suku bunga AS sejauh tahun ini, para pedagang memperkirakan peluang 86% untuk penurunan lebih lanjut sebesar 25 basis poin pada pertemuan Fed tanggal 17-18 Desember, menurut alat pemantau CME FedWatch.

Emas dianggap sebagai investasi yang aman selama gejolak ekonomi dan geopolitik dan cenderung berkembang pesat dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah.

Di tempat lain, China akan mengadopsi kebijakan moneter yang “cukup longgar” dan pendekatan fiskal yang lebih proaktif tahun depan, Politbironya dikutip mengatakan pada Senin.

“Setiap pengumuman besar akan memberikan dorongan bagi emas karena China adalah negara konsumen terbesar, dan terutama menjelang perayaan Tahun Baru Imlek ketika permintaan perhiasan untuk pemberian hadiah meningkat,” Razaqzada menambahkan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Melejit, China dan The Fed Jadi Pendorong Utama

Equityworld Futures | Harga Emas Melejit, China dan The Fed Jadi Pendorong Utama

Equityworld Futures | Harga emas melejit hingga 1% dan mencapai level tertinggi dalam dua pekan terakhir pada Senin (9/12/2024). Kenaikan itu didorong oleh pembelian emas oleh Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBOC) setelah enam bulan berhenti, serta harapan pemangkasan suku bunga The Fed pekan depan.

Equityworld Futures | Equityworld Diborong China, Harga Emas Cetak Rekor

Harga emas spot naik 1% menjadi US$ 2.660,9 per ons. Sedangkan kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) bertambah 1,1% menjadi US$ 2.688,40 per ons.

“Faktor utama kenaikan ini adalah kabar bahwa Bank Sentral China kembali melanjutkan pembelian emasnya. Pasar menjadi optimis bahwa bank sentral lain akan mengikuti langkah ini, sehingga mendukung permintaan yang lebih besar,” kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek dikutip dari CNBC internasional.

Pada 2023, China tercatat sebagai pembeli emas terbesar di sektor resmi dunia. Namun, PBOC sempat menghentikan tren pembelian emasnya selama 18 bulan pada Mei lalu. Dengan dimulainya kembali pembelian ini, permintaan investor di China diperkirakan akan meningkat.

Pembelian besar-besaran oleh bank sentral, ditambah pelonggaran kebijakan moneter dan ketegangan geopolitik, menjadi faktor utama yang mendorong reli harga emas tahun ini.

The Fed telah memulai siklus pemangkasan suku bunga sejak September dengan pengurangan besar 50 basis poin, disusul pemangkasan 25 basis poin pada November. Kini, trader memprediksi peluang sebesar 87% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga lagi sebesar 0,25% pada pertemuan 17-18 Desember mendatang.

Namun, analis Rhona O’Connell dari StoneX memperingatkan bahwa jika The Fed memutuskan untuk menghentikan pemangkasan suku bunga dan memberikan pesan yang lebih berhati-hati, harga emas bisa tertekan sementara.

“Dalam jangka menengah, faktor geopolitik dan tekanan di sektor perbankan tetap menjadi pendorong utama yang melebihi hambatan apapun,” tambah O’Connell.

Ketegangan politik di Timur Tengah kembali memanas setelah pemberontak Suriah berhasil menguasai Damaskus, yang memaksa Presiden Bashar al-Assad melarikan diri ke Rusia. Ketidakstabilan politik ini menciptakan daya tarik bagi emas sebagai aset safe-haven, terutama di tengah lingkungan suku bunga rendah.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Variatif Pekan Lalu, Dua Indeks Cetak Rekor

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Variatif Pekan Lalu, Dua Indeks Cetak Rekor

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup dengan hasil bervariasi pada pekan lalu.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Lagi Pagi Ini, Mending Jual atau Beli?

Laporan data ketenagakerjaan dinilai sedikit lebih baik dari perkiraan. Namun, hal ini tidak terlalu bagus untuk menghalangi bank sentral AS Federal Reserve memangkas suku bunga akhir bulan ini.
Indeks S&P 500 naik 0,25 persen menjadi 6.090,27.

Kemudian, indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi naik 0,81 persen menjadi 19.859,77, didorong oleh kenaikan saham Tesla, Meta, dan Amazon.

Kedua indeks menyentuh level tertinggi sepanjang masa selama sesi tersebut dan ditutup pada rekor tertinggi.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 123,19 poin atau 0,28 persen dan ditutup pada 44.642,52.

Sedikit catatan, S&P 500 dan Nasdaq juga mengalami minggu positif ketiga berturut-turut, atau naik masing-masing 0,96 persen dan 3,34 persen. Adapun, indeks Dow merosot 0,6 persen selama periode yang sama.

Laporan data ketenagakerjaan November, yang dirilis Jumat pagi, mengungkapkan jumlah pekerja nonpertanian meningkat sebesar 227.000 bulan lalu, di atas estimasi Dow Jones sebesar 214.000.

Hal ini menandai kenaikan besar dari kenaikan bulan Oktober yang direvisi sebesar 36.000. Sedangkan, tingkat pengangguran naik hingga 4,2 persen, seperti yang diharapkan.

Menyusul data pengangguran tersebut, data perdagangan berjangka dana federal mencerminkan kemungkinan 85 persen penurunan suku bunga lagi dalam dua minggu menjadi 85 persen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Naik pada Jumat (6/12) Pagi, Pasar Menanti Rilis Data Ketenagakerjaan AS

Equityworld Futures | Harga Emas Naik pada Jumat (6/12) Pagi, Pasar Menanti Rilis Data Ketenagakerjaan AS

Equityworld Futures | Harga emas naik pada perdagangan Jumat (6/12) pagi. Pukul 07.35 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2025 di Commodity Exchange ada di US$ 2.654,90 per ons troi, naik 0,24% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 2.648,40 per ons troi.

Equityworld Futures | Harga Emas Melemah Tersengat Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Harga emas kembali naik setelah turun kemarin menjelang rilis data pekerjaan utama AS yang dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Mengutip Bloomberg, data nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat (6/12) waktu setempat adalah data utama yang dirilis sebelum para pembuat kebijakan The Fed bertemu dalam rapat kebijakan 17-18 Desember.

Pasar memperkirakan penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan terakhir tahun ini.

Namun, data ketenagakerjaan yang kuat dapat menghambat bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter secara agresif pada tahun depan.

Harga emas batangan turun dari rekor tertingginya yang dicapai pad akhir Oktober karena penguatan dolar dan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS.

Namun, harga emas tetap naik lebih dari 25% sepanjang tahun ini, didukung oleh pemangkasan suku bunga AS dan pembelian oleh bank sentral.

Macquarie Group Ltd memperkirakan harga emas berpeluang naik lebih tinggi pada tahun depan, karena langkah The Fed untuk memangkas suku bunga dan pembelian lebh lanjut oleh bank setral.

Pada kuartal I-2025, harga emas diperkirakan mencapai level US$ 2.650 per ons troi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Terdongkrak Usai Rilis Data Ketenagakerjaan AS

Equityworld Futures | Harga Emas Terdongkrak Usai Rilis Data Ketenagakerjaan AS

Equityworld Futures | Harga emas terdongkrak pada Rabu (4/12/2024). Setelah data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta di Amerika Serikat (AS) meningkat secara moderat pada November 2024.

Equityworld Futures | The Fed Mulai Melunak, Harga Emas Dunia Menguat Tipis

Sementara itu, pelaku pasar tengah mencermati pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dan menantikan laporan penting nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat mendatang.

Harga spot emas terkerek 0,2% menjadi US$ 2.650,5 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,3% di US$ 2.676,20 per ons.

“Harga emas menguat setelah data ADP tidak memenuhi ekspektasi pasar, yang memprediksi pemulihan lebih besar pasca dampak badai dan aksi mogok Boeing,” kata Tai Wong, seorang pedagang logam independen dikutip dari Reuters.

Laporan ADP menunjukkan pekerjaan sektor swasta meningkat sebanyak 146 ribu pada bulan lalu, sedikit di bawah proyeksi ekonom yang disurvei oleh Reuters sebesar 150 ribu posisi baru.

Sementara itu, Powell menyampaikan bahwa kinerja ekonomi terbaru memungkinkan bank sentral AS lebih berhati-hati dalam menentukan jalur pemangkasan suku bunga di masa depan.

Kini, pelaku pasar menunggu laporan nonfarm payrolls pada Jumat (6/12/2024), serta data inflasi minggu depan untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter The Fed.

“Reaksi emas hari ini cukup tenang, tetapi dampak lebih besar kemungkinan akan terlihat setelah rilis data nonfarm payrolls AS. Jika data menunjukkan pelemahan ketenagakerjaan, itu akan mendukung kenaikan harga emas,” ujar Everett Millman, Kepala Analis Pasar di Gainesville Coins.

Bank sentral AS pada Selasa (3/12/2024), mengindikasikan inflasi perlahan mendekati target 2%, membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Trader memperkirakan ada kemungkinan sebesar 77% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed 17-18 Desember mendatang.

Logam mulia seperti emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah.

Selain itu, harga emas juga mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik global, termasuk kekacauan politik di Korea Selatan, ancaman perang di Timur Tengah, serta serangan drone Rusia yang terus berlanjut di Ukraina.

Selain emas, harga perak juga naik 1% menjadi US$ 31,33 per ons dan harga palladium naik tipis 0,5% menjadi US$ 976,56 per ons. Sementara platinum turun 1,3% ke US$ 940,6 per ons.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started