Equityworld Futures | Saham Emas Ini Diserbu

Equityworld Futures | Saham Emas Ini Diserbu

Equityworld Futures | Di antara saham emiten terkait emas, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang melonjak paling tinggi pada perdagangan Jumat, 31 Januari 2025 pekan lalu.

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi pada Senin (3/2) Pagi, Pasca Trump Kenakan Tarif

Saham emiten perhiasan emas ini ditutup di Rp 428 atau melejit 14,44%. Saham HRTA diserbu dengan 141,36 juta saham ditransaksikan, frekuensi 13.669 kali, dan nilai transaksi Rp 61,08 miliar.

Asing lagi doyan sama Hartadinata dengan net buy Rp 6,42 miliar, dan nilai transaksi beli keseluruhan Rp 19,6 miliar.

Analis teknikal RHB Sekuritas Muhammad Wafi menyebutkan, saham Hartadinata Abadi terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA200 dengan blowoff volume.

“Meski berpeluang untuk melakukan koreksi teknikal, namun selama di atas garis MA200 maka berpeluang untuk kembali rebound dan melanjutkan fase bullish-nya,” jelas Wafi dalam ulasannya, Senin (3/2/2025) pagi.

Ia merekomendasikan buy area di sekitar 400 dengan target jual di 472 hingga 515. Cut loss di 360.

Saham Hartadinata Abadi (HRTA) melonjak di tengah melesatnya harga emas.

Harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dalam dua hari berturut-turut pada pekan lalu. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah mitra dagangnya. Lalu, bagaimana arah harga emas selanjutnya?

Harga emas ditutup menguat 0,25% menjadi US$ 2.801 pada Jumat (31/1/2025). Setelah sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 2.817,5.

Analis komoditas keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, investor akan sangat berhati-hati pada pekan ini. Hal itu akan menyebabkan harga emas mengalami volatilitas yang tinggi, namun kecenderungannya terkoreksi. “Disebabkan aksi profit taking setelah harga emas menembus rekor tertinggi,” ungkap Ibrahim kepada Investor Daily, Minggu (2/2/2024).

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Ada Kabar Buruk dari AS untuk Pemilik Emas, Buat Harganya Lemas

Equityworld Futures | Ada Kabar Buruk dari AS untuk Pemilik Emas, Buat Harganya Lemas

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah karena indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi naik. Hal ini terjadi setelah bank sentral AS The Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku bunga dan tidak terburu-buru untuk pemangkasan ke depan.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah setelah The Fed Tetap Pertahankan Suku Bunga

Berdasarkan data Refinitiv harga emas dunia di pasar spot pada perdagangan Rabu (29/1/2025) tercatat di US$2.757,71 per troy ons atau turun 0,2% dari posisi sebelumnya.

Sementara pada awal perdagangan hari ini, Kamis (30/1/2025), harga emas di pasar spot menguat 0,07% ke US$2.759,33 per troy ons.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback dengan mata uang utama, menguat 0,3%, membuat emas mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

“Pasar aset sedikit bocor setelah pernyataan tersebut condong sedikit lebih agresif dari yang diharapkan dengan emas sedikit lebih rendah,” kata Tai Wong, pedagang logam independen.

The Fed mempertahankan suku bunga dan tidak memberikan banyak petunjuk tentang kapan pemotongan bunga selanjutnya di tengah kondisi inflasi tetap di atas target, pertumbuhan berlanjut, dan tingkat pengangguran tetap rendah.

Keputusan bulat untuk mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25%-4,50% saat ini, ditambah dengan pernyataan baru Jerome Powell, membuat The Fed berhati-hati menantikan data inflasi dan ketenagakerjaan lebih lanjut serta kejelasan tentang dampak kebijakan Trump.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pejabat bank sentral AS “menunggu untuk melihat kebijakan apa yang diterapkan” sebelum menilai dampaknya terhadap inflasi, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, serta tidak terburu-buru untuk menyesuaikan suku bunga lebih lanjut.

Trump kembali menjabat sebagai presiden AS dengan janji tarif impor lebih tinggi, pengetatan kebijakan imigrasi, pemotongan pajak, dan pelonggaran regulasi. Ia juga mengatakan akan menuntut suku bunga yang lebih rendah dan mengharapkan The Fed untuk menuruti keinginannya.

Setelah The Fed memangkas suku bunga tiga kali pada akhir tahun lalu, inflasi sebagian besar bergerak mendatar dalam beberapa bulan terakhir.

Menariknya, dalam pernyataan kebijakan terbarunya, bank sentral menghapus bahasa yang menyatakan bahwa inflasi “telah menunjukkan kemajuan” menuju target inflasi 2%, dan hanya mencatat bahwa laju kenaikan harga “tetap tinggi.”

“Mungkin ada beberapa tingkat penegasan independensi Fed mengingat permintaan Presiden Trump untuk suku bunga yang lebih rendah,” kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

“Tetapi saya pikir arah kebijakan sebagian besar tetap tidak berubah. Jadi dalam hal itu, pemotongan suku bunga mungkin ditunda hingga pertengahan tahun.”

Harga emas batangan cenderung tumbuh lebih baik dalam keadaan suku bunga rendah karena sifat emas yang tidak menghasilkan bunga. Sehingga jika suku bunga lebih tinggi, harga logam mulia akan tergerus.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Merajalela, Dekati Rekor Tertinggi 3 Bulan

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Merajalela, Dekati Rekor Tertinggi 3 Bulan

Equityworld Futures | Harga emas masih mengangkasa dan melanjutkan tren positif yang sudah terjadi sejak awal pekan.

Equityworld Futures | Donald Trump Bikin Tren Harga Emas Naik, Peluang Investasi?

Merujuk Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 2.755,03 per troy ons pada perdagangan kemarin, Rabu (22/1/2025). harganya menguat 0,39%. Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 30 Oktober 2024 atau hampir tiga bulan terakhir. Penutupan pada 30 Oktober 2024 di US$ 2.786,19 per try ons adalah rekor tertinggi sepanjang masa.

Penguatan kemarin juga memperpanjang tren positif emas dengan menguat selama tiga hari beruntun dengan penguatan mencapai 1,98%.

Harga emas sedikit melemah pada hari ini. Pada perdagangan Kamis(23/1/2025), pada pukul 6:40 WIB harga emas berada di level US$ 2.754,62 per troy ons, atau melemah 0,01%.

Penguatan harga emas utamanya dipicu oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) serta imbal hasil US Treasury.

Indeks dolar .DXY merosot ke level 108,17 yang merupakan level terendah dalam lebih dari tiga minggu, membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Imbal hasil US Treasury juga melandai ke 4,57%, dari posisi sebelumnya yang nyaris mendekati 5%. Emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga melandainya imbal hasil US Treasury akan membuat emas lebih menarik.

“Ketidakpastian mengenai tarif yang diusulkan dan hal lainnya, dan emas cenderung menguntungkan saat ada ketidakpastian besar atau bahkan moderat di pasar. Emas adalah instrumen alami yang sering dipilih orang,” kata Ryan McIntyre, manajer portofolio senior di Sprott Asset Management, dikutip Reuters.

Trump mengatakan bahwa pemerintahannya sedang membahas penerapan tarif 10% untuk barang-barang impor dari China pada 1 Februari, pada hari yang sama dengan yang sebelumnya dia sebutkan bahwa Meksiko dan Kanada bisa dikenakan tarif sekitar 25%.

Emas sering dianggap sebagai tempat berlindung di masa-masa ketegangan ekonomi dan geopolitik, namun kebijakan yang diusulkan Trump umumnya dipandang sebagai inflasioner, yang berpotensi memaksa Federal Reserve AS untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama untuk mengendalikan tekanan harga yang meningkat.

Trump belum memberikan banyak rincian tentang tarif yang diusulkan, sehingga investor meragukan agresivitas langkah tersebut dan sejauh mana dampaknya.

“(Trump) mungkin sedikit lebih lunak dalam hal tarif daripada yang dikhawatirkan, yang membantu – tarif yang lebih rendah dianggap menunjukkan inflasi yang lebih rendah, sehingga ada potensi pemotongan suku bunga lebih lanjut,” kata Tai Wong, pedagang logam independen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melejit, Kebijakan Tarif Trump Tak Seburuk Dugaan

Equityworld Futures | Wall Street Melejit, Kebijakan Tarif Trump Tak Seburuk Dugaan

Equityworld Futures | Indeks-indeks Wall Street melesat pada Selasa (21/1/2025). Setelah pernyataan dan langkah awal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait perdagangan internasional dianggap lebih moderat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Equityworld Futures | Terima Kasih Trump! Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi 2 Bulan

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average melonjak 537,98 poin (1,24%) dan ditutup di level 44.025,81. S&P 500 melesat 0,88% menjadi 6.049,24, sementara Nasdaq Composite meningkat 0,64% ke level 19.756,78.

Saham 3M mengalami kenaikan lebih dari 4% setelah laporan keuangan perusahaan melampaui ekspektasi analis. Saham perusahaan berkapitalisasi kecil juga turut terdorong, dengan indeks Russell 2000 naik sekitar 1,9%.

Beberapa saham teknologi besar seperti Amazon dan Nvidia masing-masing naik lebih dari 2%. Namun, penurunan lebih dari 3% pada saham Apple, akibat dua penurunan peringkat dari analis Wall Street, membatasi kenaikan indeks Nasdaq yang berbasis teknologi.

Trump menyatakan, dirinya mempertimbangkan penerapan tarif sebesar 25% terhadap Meksiko dan Kanada mulai 1 Februari karena kebijakan perbatasan kedua negara tersebut. Selain itu, ia juga menyebutkan kemungkinan tarif bagi China jika kesepakatan TikTok tidak disetujui.

Namun, Trump akhirnya hanya mengeluarkan memorandum luas yang menginstruksikan lembaga federal untuk meninjau kebijakan perdagangan yang dianggap tidak adil. Keputusan ini disambut positif oleh investor karena menunjukkan kemungkinan pendekatan yang lebih moderat terhadap tarif perdagangan.

Demo Ewf 
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi Sejak 6 November di Tengah Ketakutan Baru Perang Dagang

Equityworld Futures | Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi Sejak 6 November di Tengah Ketakutan Baru Perang Dagang

Equityworld Futures | Harga emas (XAU/USD) menarik beberapa pembelian lanjutan untuk hari kedua berturut-turut dan naik ke level tertinggi sejak 6 November, di sekitar area $2.726 selama sesi Asia pada hari Selasa. Presiden AS Donald Trump menyarankan untuk memberlakukan tarif pada Kanada dan Meksiko dalam waktu dekat, menghidupkan kembali ketakutan perang dagang dan meningkatkan permintaan untuk logam mulia safe-haven tradisional tersebut. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS, yang dipimpin oleh spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini di tengah tanda-tanda meredanya inflasi di AS, lebih lanjut mendorong aliran menuju logam kuning yang tidak berimbal hasil ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Stabil di US$2.707,19 Selasa (21/1) Pagi, Fokus ke Kebijakan Trump

Sementara itu, ekspektasi bahwa kebijakan proteksionis Trump akan memicu kembali tekanan inflasi dan memaksa The Fed untuk tetap berpegang pada sikap hawkish-nya membantu Dolar AS (USD) untuk melakukan pemulihan yang baik dari level terendah dua minggu yang disentuh pada hari Senin. Hal ini, bersama dengan nada yang secara umum positif di sekitar pasar ekuitas, membatasi kenaikan harga emas. Namun demikian, latar belakang fundamental menunjukkan bahwa jalur paling mudah bagi XAU/USD adalah tetap ke sisi atas. Tidak ada data ekonomi AS yang relevan yang akan dirilis pada hari Selasa, meninggalkan komoditas ini pada belas kasihan sentimen risiko yang lebih luas dan dinamika harga USD.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Menarik Beberapa Penjual di Bawah $2.700, Pantau Pelantikan Trump

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Menarik Beberapa Penjual di Bawah $2.700, Pantau Pelantikan Trump

Equityworld Futures | Harga emas (XAU/USD) melanjutkan penurunannya ke dekat $2.695 selama sesi Asia awal pada hari Senin. Dolar AS (USD) yang lebih kuat secara luas menjelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump memberikan tekanan jual pada logam kuning tersebut.

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Loyo Saat Trump Mulai Berkuasa, Mengapa?

Para analis memprakirakan harga emas akan menghadapi volatilitas sebelum Trump menjabat. Pedagang akan mengamati dengan cermat perkembangan seputar kebijakan perdagangan potensial. Setiap komentar agresif Trump terkait penggunaan tarif perdagangan untuk mendukung sektor manufaktur AS dapat mengangkat Greenback dan membebani harga komoditas berdenominasi USD.

Namun, data inflasi AS yang lebih lemah dari prakiraan minggu lalu dapat mendukung logam mulia karena dapat memicu spekulasi lebih dari satu kali pemotongan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) AS. Para pedagang menunggu pelantikan Trump pada hari Senin untuk katalis baru tentang perintah eksekutif yang dia rencanakan untuk dikeluarkan setelah dia dilantik. “Ketidakpastian terkait kebijakan yang akan diterapkan Presiden Trump telah menjadi salah satu faktor pendukung emas,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Selain itu, ketegangan geopolitik yang terus-menerus di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung dapat meningkatkan aliran safe-haven, menguntungkan harga emas. The Guardian melaporkan bahwa militer Rusia menguasai dua pemukiman lagi di wilayah Donetsk timur Ukraina pada hari Sabtu, yang terbaru dalam serangkaian keuntungan yang dilaporkan dalam kemajuan mantap mereka ke arah barat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok karena Harga Saham Raksasa Teknologi Berguguran

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok karena Harga Saham Raksasa Teknologi Berguguran

Equityworld Futures | Wall Street anjlok pada perdagangan Kamis (16/1), setelah sempat menguat berkat laporan keuangan bank-bank besar. Bursa saham Amerika ini melorot karena harga saham raksasa teknologi berguguran.

Equityworld Futures | Harga Emas Melambung Setelah Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Seluruh indeks saham di Wall Street turun. S&P melemah 0,21% ke level 5.937,34, Nasdaq 0,89% menjadi 19.338,29, dan Dow Jones Industrial Average 0,16% ke posisi 43.153,13.

Harga saham Apple anjlok 4% atau penurunan terburuk sejak 5 Agustus 2024. Begitu juga harga saham Tesla jatuh lebih dari 3%, Nvidia hampir 2%, dan induk Google, Alphabet 1%.

Padahal bursa saham Wall Street baru saja melewati sesi terkuatnya sejak November. Dow Jones melonjak lebih dari 700 poin pada perdagangan Rabu (15/1), sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,8% dan 2,5%.

Reli itu didorong oleh kenaikan inflasi inti pada indeks harga konsumen bulan Desember dan laporan pendapatan yang solid dari bank-bank besar.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun tajam dari level tertinggi dalam 14 bulan pada awal pekan ini, yakni 4,615%.

Menurut FactSet, musim laporan keuangan pada awal 2025 diawali dengan mencetak kinerja positif. Sebanyak 77% perusahaan yang telah melaporkan kinerja keuangan per 15 Januari, melampaui ekspektasi.

Manajer Portofolio Senior di Global Investments Keith Buchanan mengatakan pasar kini tertekan dan hampir mencapai titik kelelahan. Hal ini karena investor berupaya terus memperpanjang tren bullish dan mencari pemicu kenaikan berikutnya.

“Laporan keuangan bank-bank sudah mulai menunjukkan hasil positif, namun tampaknya harus ada lebih dari itu. Itulah yang terlihat dari aksi hari ini,” ujar Buchanan dikutip CNBC Internasional, Jumat (17/1).

Demo Ewf 
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 1% Usai Cetak Rekor Tertinggi Pekan Lalu

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 1% Usai Cetak Rekor Tertinggi Pekan Lalu

Equityworld Futures | Harga emas anjlok pada perdagangan hari Senin karena dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Kenaikan dolar AS yang menekan harga emas ini setelah laporan pekerjaan yang kuat minggu lalu mendorong ekspektasi bahwa Bank Sentral AS atau Federal Reserve (Fed) akan melanjutkan pemotongan suku bunga tahun ini dengan hati-hati.

Equityworld Futures | Ketidakpastian Kebijakan Trump Mengangkat Harga Emas, Selasa (14/1)

Mengutip CNBC, Selasa (14/1/2025), harga emas di pasar spot turun 1,1% menjadi USD 2.658,84 per ons, setelah sebelumnya turun 1% di awal sesi. Harga mencapai level tertinggi dalam sebulan pada hari Jumat.

“Kami memiliki laporan pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan yang memperkuat dolar AS dan imbal hasil surat utang AS. Penurunan harga emas di sini merupakan tindak lanjut dari laporan yang lebih kuat dari perkiraan,” kata analis senior RJO Futures Bob Haberkorn.

Haberkorn menambahkan, ada juga beberapa aksi ambil untung setelah emas mengalami kenaikan yang hebat pada minggu lalu.

Indeks dolar AS membuka perdagangan naik ke level tertinggi sejak November 2022 setelah laporan pekerjaan AS menggarisbawahi kekuatan ekonomi dan mengaburkan prospek Fed.

Dolar AS yang lebih tinggi membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Trump akan dilantik sebagai presiden AS minggu depan. Tarif yang diusulkannya dan kebijakan perdagangan proteksionis diperkirakan akan menimbulkan inflasi dan dapat memicu perang dagang, menambah daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Investor Menanti Data Ekonomi

Investor sekarang menunggu data inflasi AS, klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel minggu ini untuk mencari tahu lebih lanjut tentang ekonomi dan rencana kebijakan Fed.

“Jika data inflasi CPI pada hari Rabu menunjukkan tanda-tanda berlanjut, setiap seruan untuk penurunan suku bunga pada paruh pertama tahun ini akan ditolak mentah-mentah lagi,” tulis Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, dalam sebuah catatan.

Saat ini, pasar memperkirakan penurunan 25 basis poin tahun ini, dibandingkan dengan ekspektasi 40 basis poin minggu lalu.

Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Ditutup Melemah 1% Terseret Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Ditutup Melemah 1% Terseret Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga emas ditutup melemah di awal pekan ini karena dolar Amerika Serikat (AS) melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari 2 tahun setelah laporan pekerjaan yang kuat minggu lalu memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan dengan hati-hati dengan pemangkasan suku bunga tahun ini.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Minggu Ini, Bakal Naik Lagi?

Senin (13/1), harga emas spot ditutup anjlok 1% ke US$ 2.663,16 per ons troi. Harga mencapai level tertinggi dalam sebulan pada hari Jumat.

Sementara iut, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Februari 2025 ditutup anjlok 1,3% ke US$ 2.678,6 per ons troi.

“Kami memiliki laporan pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan yang memperkuat dolar AS dan imbal hasil Treasury… Penurunan (emas) di sini merupakan tindak lanjut dari laporan yang lebih kuat dari perkiraan,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Ada juga beberapa aksi ambil untung setelah emas mengalami minggu yang hebat minggu lalu, Haberkorn menambahkan.

Indeks dolar AS naik ke level tertinggi sejak November 2022 setelah laporan pekerjaan AS menggarisbawahi kekuatan ekonomi dan mengaburkan prospek The Fed.

Dolar AS yang lebih tinggi membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Trump akan dilantik sebagai presiden AS minggu depan. Tarif yang diusulkannya dan kebijakan perdagangan proteksionis diperkirakan akan menimbulkan inflasi dan dapat memicu perang dagang, menambah daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Investor kini menunggu data inflasi AS, klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel minggu ini untuk mendapatkan wawasan lebih jauh mengenai ekonomi dan rencana kebijakan Fed.

“Jika data inflasi CPI pada hari Rabu menunjukkan tanda-tanda berlanjut, seruan untuk penurunan suku bunga pada paruh pertama tahun ini akan ditolak mentah-mentah lagi,” tulis Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, dalam sebuah catatan.

Saat ini, pasar memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini, dibandingkan dengan ekspektasi 40 basis poin minggu lalu.

Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Menuju Kenaikan Mingguan, Jumat (10/1)

Equityworld Futures | Harga Emas Menuju Kenaikan Mingguan, Jumat (10/1)

Equityworld Futures | Harga emas bertahan mendekati level tertinggi dalam empat minggu pada hari Jumat (10/1). Harga emas bersiap untuk minggu terbaiknya sejak pertengahan November.

Equityworld Futures | Siap Happy Weekend! Harga Emas Terbang Lagi

Investor menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur seberapa agresif Federal Reserve akan memangkas suku bunga tahun ini.

Jumat (10/1) pukul 10.09 WIB, harga emas spot naik tipis 0,1% menjadi US$ 2.672,64 per ons troi. Harga emas batangan telah naik lebih dari 1% sepekan terakhir.

Harga emas berjangka AS naik 0,2% menjadi US$ 2.696,30 per ons troi.

Investor akan mencermati laporan penggajian pemerintah utama yang dijadwalkan untuk dirilis pada pukul 20.30 WIB. Menurut survei Reuters, penggajian nonpertanian diperkirakan meningkat sebesar 160.000 pada bulan Desember, menyusul lonjakan 227.000 pada bulan November.

Jigar Trivedi, analis senior di Reliance Securities memperkirakan harga emas akan turun sedikit jika laporan non-farm payroll (NFP) menunjukkan sisi yang lebih tinggi. Laporan menunjukkan bahwa Presiden terpilih Trump mungkin mengumumkan keadaan darurat ekonomi untuk memberlakukan tarif dengan lancar.

“Semua ini akan mendukung dolar dan emas mungkin akan turun dalam waktu dekat. Meskipun demikian, US$ 2.650 adalah support yang baik,” kata Trivedi seperti dikutip Reuters.

Harga emas menguat ke level tertinggi hampir empat minggu pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga emas didukung oleh permintaan safe haven. Sementara investor mempertimbangkan bagaimana kebijakan presiden terpilih AS Trump akan berdampak pada ekonomi dan inflasi.

Trump akan kembali menjabat pada 20 Januari dan tarif yang diusulkannya serta kebijakan proteksionis diperkirakan akan memicu inflasi.

Presiden Federal Reserve Kansas City Jeff Schmid mengisyaratkan pada hari Kamis bahwa dia enggan untuk memangkas suku bunga lagi karena bank sentral AS memasuki tahun baru dengan menghadapi ekonomi yang tangguh dan inflasi yang masih di atas target 2%.

Emas digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Tetapi suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga perak spot naik 0,4% menjadi US$ 30,24 per ons, harga platinum turun 0,1% menjadi US$ 957,43 dan paladium naik 1,4% menjadi US$ 939,13. Ketiga logam tersebut menuju kenaikan mingguan.

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started