Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Siap Jatuh, Mengekor Wall Street akibat Tarif AS

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Siap Jatuh, Mengekor Wall Street akibat Tarif AS

Equityworld Futures | Bursa saham Asia akan jatuh karena janji Donald Trump untuk mengenakan tarif pada mitra dagang dalam hitungan jam membuat bursa saham AS, Wall Street, anjlok paling besar tahun ini dan meningkatkan kekhawatiran perang dagang yang akan menghantam pertumbuhan ekonomi global.

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi Tipis pada Selasa (4/3) Pagi

Pasar saham berjangka menunjukkan indeks ekuitas dari Hong Kong, Tokyo, hingga Sydney akan dibuka lebih rendah hari ini, Selasa (4/3/2025).

Indeks S&P 500 ditutup turun hampir 2% karena Presiden AS mengatakan Meksiko dan Kanada tidak bisa menegosiasikan penangguhan tarif yang mulai berlaku Selasa dan menandatangani perintah penggandaan pungutan terhadap China menjadi 20%. Dolar Kanada dan peso Meksiko drop.

Penurunan saham-saham perusahaan teknologi besar membebani ekuitas, yang juga terpukul oleh data manufaktur yang menyoroti kelemahan ekonomi AS. Obligasi naik, sedangkan harga minyak merosot karena OPEC+ akan melanjutkan rencana untuk menghidupkan kembali produksi yang terhenti.

Data manufaktur Senin merupakan yang terbaru dari serangkaian laporan ekonomi AS yang mengecewakan dalam dua minggu terakhir, menunjukkan properti lebih lemah, klaim pengangguran meningkat, dan belanja pribadi turun. Kripto, proksi utama untuk risiko di pasar pasca-Pemilu, jatuh sehari setelah industri ini melonjak karena Trump meningkatkan seruan untuk menimbun aset digital.

“Inilah saatnya merasa gugup,” kata Callie Cox di Ritholtz Wealth Management. “Bukan bearish, tapi gugup. Meski tidak ada cukup bukti untuk berpikir bahwa kita sedang di puncak kemunduran yang dalam, ekonomi berubah dengan cepat. Berita utama terus menerus muncul, sehingga orang tak tahu harus berbuat apa. Jadi, mereka menunggu sinyal yang lebih baik.”

Indeks S&P 500 turun 1,8%. Nasdaq 100 melemah 2,2%. Dow Jones Industrial Average melandai 1,5%. Indeks Magnificent Seven megacaps merosot 3,1%. Sekelompok saham AS UBS, yang terdampak negatif oleh tarif, anjlok 2,9%.

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun lima basis poin menjadi 4,16%. Indeks Spot Dolar Bloomberg ambles 0,4%. Bitcoin anjlok lebih dari 9%.

Di Asia, ada kekhawatiran yang berkembang bahwa tindakan Trump pada Senin merupakan langkah tegas lainnya untuk menciptakan perang dagang global.

Kantor berita yang didukung Partai Komunis, Global Times melaporkan pada Senin bahwa Beijing sedang mempertimbangkan menyasar pertanian dan produk pangan AS sebagai pembalasan atas tarif terbaru Trump. Balasan dari Beijing mungkin akan mencakup tarif dan non-tarif.

Ancaman ini menyebabkan harga kedelai China — yang digunakan untuk makanan dan pakan ternak — ditutup naik 2,6% pada Senin, tertinggi dalam lebih dari tiga pekan terakhir. Gangguan pada pengiriman kedelai AS bisa semakin memperketat pasar.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Tutup Februari di Zona Hijau, Ketegangan Trump-Zelensky Jadi Sorotan

Equityworld Futures | Wall Street Tutup Februari di Zona Hijau, Ketegangan Trump-Zelensky Jadi Sorotan

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup di zona hijau pada perdagangan yang berakhir pekan lalu, Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB). Peningkatan ini terjadi setelah pasar menghadapi pekan yang bergejolak dan kerugian sepanjang Februari. Indeks S &P 500 naik 1,59 persen pada Jumat dan ditutup pada level 5.954,50.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Awal Maret 2025, Bisa Tembus Segini

Lalu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 601,41 poin, atau 1,39 persen, dan ditutup pada level 43.840,91. Selanjutnya, indeks Nasdaq Composite naik 1,63 persen dan ditutup pada level 18.847,28.

Sesi perdagangan hari Jumat melihat kemunduran singkat atas meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berselisih mengenai pandangan berbeda tentang cara mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.

Saham melonjak tajam pada penutupan Jumat, sebagian karena penyeimbangan kembali indeks dan sumber pembelian teknis lainnya.

Sementara itu, Pasar Asia-Pasifik naik pada awal pekan karena investor menunggu kejelasan mengenai rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif minggu ini pada mitra dagang utama AS.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dilaporkan mengatakan bahwa tarif yang akan dikenakan terhadap Meksiko dan Kanada mulai hari Selasa masih tidak pasti. Artinya, tarif tersebut bisa lebih rendah dari usulan 25 persen.

Ia menambahkan bahwa bea masuk tambahan sebesar 10 persen atas impor dari China sudah ditetapkan.

Indeks acuan Nikkei 225 Jepang mengawali hari dengan kenaikan 0,97 persen. Adapun, indeks Topix yang lebih luas menguat 1,12 persen.

Kemudian, indeks S&P/ASX 200 Australia diperdagangkan 0,32 persen lebih tinggi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Lesu, Saham Produsen Chip Berjatuhan

Equityworld Futures | Wall Street Lesu, Saham Produsen Chip Berjatuhan

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Kamis 27 Februari 2025 waktu setempat.

Equityworld Futures | Harga Emas 10 Tahun Terakhir: yang Koleksi Pasti Bahagia!

Saham produsen chip Nvidia merosot setelah laporan triwulanannya gagal menghidupkan kembali reli AI.

Dikutip dari Reuters, S&P 500 ditutup turun 1,59 persen atau 94,49 poin menjadi 5.861,57.

Nasdaq Composite Index melemah 2,78 persen atau 530,84 poin menjadi 18.544,42.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,45 persen atau 193,62 menjadi 43.239,50.

Laporan keuangan yang kurang menguntungkan membuat saham Nvidia terjerembab 8,5 persen.

Saham produsen chip Broadcom juga kehilangan lebih dari 7 persen. Saham Advanced Micro Devices jatuh 5 persen.

Dengan laporan kinerja dan prospek Nvidia yang gagal mengesankan investor yang memiliki ekspektasi tinggi, sahamnya kini merosot hampir 20 persen dari rekor penutupan tertingginya pada 6 Januari.

“Laporan keuangan Nvidia bagus, tetapi tidak seperti keuntungan besar yang mereka hasilkan selama beberapa waktu,” kata Scott Welch, Chief Investment Officer Certuity.

Volume di bursa Wall Street sangat tinggi, dengan 15,8 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 15,3 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Di bursa Eropa, saham-saham otomotif tersungkur sejak Trump mengumumkan memberlakukan tarif timbal balik sebesar 25 persen untuk mobil Eropa dan barang-barang lainnya.

Saat ini, investor juga fokus pada data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulanan, pengukur inflasi pilihan Federal Reserve,yang akan dirilis Jumat.

Saham Salesforce melemah 4 persen setelah penjual perangkat lunak bisnis tersebut memperkirakan pendapatan tahun fiskal 2026 di bawah ekspektasi.

Saham Warner Bros Discovery melonjak 4,8 persen setelah memperkirakan laba streaming akan berlipat ganda tahun ini.

Laba McDonald’s juga menguat 1,87 persen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | IHSG Menguat di Zona Hijau, Bergerak Berlawanan dengan Wall Street

Equityworld Futures | IHSG Menguat di Zona Hijau, Bergerak Berlawanan dengan Wall Street

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pergerakan positif mengawali perdagangan hari ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Jeblok 1,2% Karena Investor Mulai Serakah: Hati-Hati!

Mengacu pada data RTI, Rabu, 26 Februari 2025, IHSG dibuka di level 6.587,08 dan terus menguat. Hingga pukul 09.10 WIB, indeks naik 1,01 persen atau bertambah 66,33 poin ke posisi 6.653,42.

Aktivitas perdagangan di sesi pagi menunjukkan pergerakan cukup aktif dengan total 2,26 miliar saham berpindah tangan. Nilai transaksi mencapai Rp1,15 triliun.

Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan harga pada 249 saham emiten, sementara 134 saham mengalami pelemahan dan 188 saham stagnan.

Analisis teknikal IHSG
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, meski mengalami koreksi cukup dalam kemarin, IHSG hari ini memiliki peluang untuk mengalami technical rebound.

Level support IHSG saat ini berada di kisaran 6.525-6.550, sementara resistance berada di rentang 6.600-6.700.

Wall Street melemah, IHSG justru menguat
Berbeda dengan pergerakan IHSG, indeks-indeks utama Wall Street justru mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, 25 Februari 2025.

Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap kebijakan pembatasan ekspor chip AS ke Tiongkok, yang berdampak negatif pada sektor teknologi. S&P 500 turun 0,47 persen, Nasdaq Composite anjlok 1,35 persen, dipimpin oleh penurunan saham Nvidia sebesar 2,8 persen. Sementara Dow Jones justru menguat 0,37 persen

Selain itu, survei kepercayaan konsumen dari Conference Board menunjukkan hasil yang jauh di bawah ekspektasi, memicu kekhawatiran pasar terhadap daya beli masyarakat.

Perusahaan ritel besar seperti Walmart juga memberikan panduan keuangan yang pesimistis, semakin menekan sentimen investor.

Saham perbankan utama seperti Goldman Sachs, Wells Fargo, dan JPMorgan Chase masing-masing turun lebih dari 1 persen. Saham-saham teknologi juga tertekan, dengan Nvidia dan Palantir anjlok 4 persen, Meta Platforms turun 1,4 persen, dan Tesla melemah lebih dari 9 persen, menyebabkan kapitalisasi pasarnya kembali di bawah ambang USD1 triliun.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Rontok Gegara Trump

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Rontok Gegara Trump

Equityworld Futures | Harga emas diprediksi rontok pada pekan ini. Hal itu karena kemungkinan besar ada kesepakatan perang dagang yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping dalam waktu dekat.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Tembus Rp 2 Juta Segram, Kapan?

Harga emas ditutup turun tipis 0,09% menjadi US$ 2.936,03 pada Jumat (21/2/2025). Harga emas pada pekan lalu sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 2.954,7 yang dicetak pada 20 Februari 2025.

Analis komoditas keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen yang mempengaruhi pelemahan harga emas adalah adanya kemungkinan terjadi kesepakatan antara Trump dengan Jinping mengenai tarif yang akan diumumkan dalam pekan ini. Sebab, Trump dinilai sebenarnya juga tidak menginginkan adanya perang dagang secara brutal dengan China, mengingat kondisi perekonomian AS saat ini, terutama inflasi yang terus tinggi.

“Kemungkinan deal Trump dengan Jinping inilah yang akan menyeret harga emas ke bawah,” ungkapnya kepada Investor Daily, Minggu (23/2/2025).

Tidak hanya itu, lanjut Ibrahim, harga emas yang kembali menembus rekor tertinggi pada pekan lalu itu sudah terlalu tinggi. Hal itu menyebabkan banyak fund-fund besar akan melakukan profit taking pada pekan ini. Nantinya, setelah harga emas berada di bawah, fund besar tersebut akan kembali melakukan pembelian. Mengingat, permintaan emas sebagai aset safe haven masih tinggi mengingat masih adanya potensi ancaman perang dagang global.

Menurut Ibrahim, kondisi perang dagang ini membuat pergerakan harga emas terbilang cukup unik. Sebab, di tengah penguatan dolar dan inflasi AS tinggi yang malah membuat emas semakin digdaya. Hal itu sangat terlihat pada perubahan drastis negara-negara yang tadinya tidak memiliki cadangan emas, malah sekarang melakukan pembelian emas, termasuk Indonesia.

“Ini terlihat dari langkah pemerintah Indonesia yang membentuk bullion bank. Sebab, melihat emas bukan hanya sebagai lindung nilai, tapi juga menjadi cadangan devisa selain dolar AS,” jelas Ibrahim.

Untuk itu, Ibrahim memprediksi, secara teknikal harga emas akan terkoreksi pada pekan ini. Hal itu mengingat pada pekan lalu, harga emas telah mencapai rekor tertinggi. “Harga emas akan terkoreksi, meskipun masih di kisaran yang tinggi, yaitu ke US$ 2.900. Kalaupun mengalami penguatan, harga emas bisa menuju US$ 2.956,” tutupnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Saham Walmart Anjlok 6,5 Persen Akibat Prospek Suram

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Saham Walmart Anjlok 6,5 Persen Akibat Prospek Suram

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street turun pada penutupan pasar Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah, Pengecer Walmart Alami Tekanan Jual

Investor mulai melepas beberapa saham populer menyusul ramalan yang tidak mengembirakan dari raksasa ritel Walmart yang menggoyahkan prospek ekonomi. Padahal, dua hari sebelumnya indeks S&P 500 menutup sesi dengan rekor berturut-turut.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 450,94 poin atau 1,01 persen dan berakhir pada level 44.176,65.

Kemudian, indeks S&P 500 turun 0,43 persen dan ditutup pada level 6.117,52.

Sementara itu, Nasdaq Composite turun 0,47 persen dan ditutup pada 19.962,36.

Saham Walmart turun 6,5 persen setelah perusahaan memperkirakan penjualan tahun fiskal bakal tumbuh 3-4 persen. Sementara itu prospek laba perusahaan untuk tahun fiskal 2026 berada di bawah ekspektasi analis. Panduan yang lemah membayangi laba kuartal keempat fiskal yang melampaui estimasi.

Sementara itu, saham Target dan Costco turun sekitar 2 persen, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kesehatan pendapatan yang bergerak maju .

Di samping itu, saham favorit investor ritel Palantir juga turun 5,2 persen, menambah penurunan lebih dari 10 persen sejauh minggu ini.

Pergerakan ini terjadi setelah sebuah laporan mengatakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth meminta pejabat departemen untuk bersiap menghadapi pemotongan anggaran. Rencana perdagangan baru dari CEO Alex Karp juga mendorong saham turun.

Adapun, kekhawatiran atas kondisi ekonomi juga membebani pasar setelah The Conference Board mengatakan Indeks Ekonomi Utamanya secara tak terduga mengalami kontraksi pada bulan Januari. Imbal hasil Treasury turun, sementara saham bank seperti Goldman Sachs Dan Morgan Stanley meluncur.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Saham Walmart Anjlok 6,5 Persen Akibat Prospek Suram

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Saham Walmart Anjlok 6,5 Persen Akibat Prospek Suram

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street turun pada penutupan pasar Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah, Pengecer Walmart Alami Tekanan Jual

Investor mulai melepas beberapa saham populer menyusul ramalan yang tidak mengembirakan dari raksasa ritel Walmart yang menggoyahkan prospek ekonomi. Padahal, dua hari sebelumnya indeks S&P 500 menutup sesi dengan rekor berturut-turut.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 450,94 poin atau 1,01 persen dan berakhir pada level 44.176,65.

Kemudian, indeks S&P 500 turun 0,43 persen dan ditutup pada level 6.117,52.

Sementara itu, Nasdaq Composite turun 0,47 persen dan ditutup pada 19.962,36.

Saham Walmart turun 6,5 persen setelah perusahaan memperkirakan penjualan tahun fiskal bakal tumbuh 3-4 persen. Sementara itu prospek laba perusahaan untuk tahun fiskal 2026 berada di bawah ekspektasi analis. Panduan yang lemah membayangi laba kuartal keempat fiskal yang melampaui estimasi.

Sementara itu, saham Target dan Costco turun sekitar 2 persen, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kesehatan pendapatan yang bergerak maju .

Di samping itu, saham favorit investor ritel Palantir juga turun 5,2 persen, menambah penurunan lebih dari 10 persen sejauh minggu ini.

Pergerakan ini terjadi setelah sebuah laporan mengatakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth meminta pejabat departemen untuk bersiap menghadapi pemotongan anggaran. Rencana perdagangan baru dari CEO Alex Karp juga mendorong saham turun.

Adapun, kekhawatiran atas kondisi ekonomi juga membebani pasar setelah The Conference Board mengatakan Indeks Ekonomi Utamanya secara tak terduga mengalami kontraksi pada bulan Januari. Imbal hasil Treasury turun, sementara saham bank seperti Goldman Sachs Dan Morgan Stanley meluncur.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Ngegas Lagi!

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Ngegas Lagi!

Equityworld Futures | Harga emas keluaran Logam Mulia Antam 24 Karat hari ini, Selasa (18/2/2025) naik cukup tinggi setelah kemarin sempat melemah. Harga emas hari ini tercatat naik hingga Rp 8.000 per gram ke Rp 1.679.000 per gram.

Equityworld Futures | Makin Mahal, Harga Emas Bersiap Tembus Tekor Tertinggi Lagi

Mengutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 889.500. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 16.285.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 1.619.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, pergerakan harga emas Antam terpantau bergerak di rentang Rp 1.671.000-1.701.000 per gram. Sementara dalam sebulan terakhir, pergerakan harga emas berada di rentang Rp 1.585.000-1.701.000 per gram.

Harga emas Antam untuk buy back ikut naik Rp 8.000 per gram dan berada di level Rp 1.529.000 per gram. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah sebesar 0,45%, harus menyertakan NPWP untuk transaksinya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Variatif Akhir Pekan Lalu, tapi Menguat Secara Mingguan

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Variatif Akhir Pekan Lalu, tapi Menguat Secara Mingguan

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup variatif pada akhir pekan lalu. Investor mempertimbangkan berita terbaru tentang perdagangan global dan inflasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Menguat Tipis Senin (17/2) Pagi, Menanti Kebijakan Tarif Trump

Indeks acuan utama mayoritas mengalami penurunan saat sesi penutupan perdagangan Jumat lalu. Namun tiga indeks utama mengakhiri pekan lalu di zona hijau.

Mengutip CNBC, Senin (17/2/2025), hal ini dikarenakan sentimen investor membaik setelah memperoleh kepastian lebih mengenai rencana tarif Presiden AS Donald Trump.

Sementara data inflasi baru ternyata lebih konstruktif daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Para investor juga mengabaikan data penjualan ritel yang dirilis pada Jumat lalu di mana penjualan ritel AS turun 0,9 persen pada Januari 2025.

Angka ini lebih buruk daripada estimasi Dow Jones untuk penurunan 0,2 persen dan menjadi penurunan terbesar sejak Maret 2023.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 165,35 poin atau 0,37 persen dan ditutup pada level 44.546,08.

Lalu, indeks S&P 500 turun 0,01 persen menjadi 6.114,63. Sedangkan, indeks Nasdaq Composite turun 0,41 persen dan ditutup pada level 20.026,77.

Adapun sepanjang pekan lalu, indeks S&P 500 naik sekitar 1,5 persen, sementara Dow naik sekitar 0,6 persen. Nasdaq naik 2,6 persen.

Sebagian besar kenaikan pada pekan lalu terjadi pada Kamis (13/2/2025) setelah Trump menandatangani memorandum tentang rencana untuk mengenakan pungutan pada barang-barang dari negara-negara yang mengenakan bea pada produk-produk AS, alih-alih menerapkan tarif langsung.

Sentimen tampak tenang setelah laporan indeks harga produsen bulan Januari, yang dirilis Kamis lalu, serta laporan indeks harga konsumen yang dirilis Rabu (12/2/2025), menunjukkan hasil yang lebih rendah untuk indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Walau Belum Sampai Rekor, Saatnya Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Walau Belum Sampai Rekor, Saatnya Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia ditutup naik pada perdagangan kemarin. Pagi ini, harga sang logam mulia juga masih kuat menanjak.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil di Tengah Ketakutan Perang Dagang Global

Pada Rabu (12/2/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.903,6/troy ons. Menguat 0,16% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Harga emas pun masih naik pada pagi ini. Pada pukul 06:52 WIB, harga emas bertambah 0,04% ke US$ 2.904,6/troy ons.

Meski naik, harga emas belum mampu menciptakan rekor baru. Rekor tertinggi masih di US$ 2.917,6/troy ons yang tercipta pada 10 Februari lalu.

Laju penguatan harga emas sedikit tertahan akibat rilis data ekonomi terbaru di Amerika Serikat (AS). US Bureau of Labor Statistics melaporkan, inflasi AS pada Januari berada di 3% secara kuartalan yang disetahunkan (annualized). Lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 2,9%.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi Januari tercatat 0,5%. Juga lebih tinggi dibandingkan Desember 2024 yaitu 0,4%.

Perkembangan ini menjadi kode keras bahwa inflasi di AS masih ‘bandel’. Sepertinya butuh waktu untuk menjinakkan inflasi ke arah 2% yang ditargetkan bank sentral Federal Reserve.

“Soal inflasi, kita sudah semakin dekat tetapi belum sampai di tujuan. Kami akan bersabar sebelum melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut,” tegas Jerome ‘Jay’ Powell, Gubernur The Fed, dalam paparan di hadapan House of Representatives, seperti dikabarkan Bloomberg News.

Sepanjang 2024, The Fed sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak 100 basis poin (bps). Tahun ini, dengan kekhawatiran percepatan laju inflasi, sepertinya pemotongan sulit untuk mencapai sebanyak itu.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started