Equityworld Futures | UBS Kerek Proyeksi Harga Emas Seiring Meningkatnya Perang Dagang

Equityworld Futures | UBS Kerek Proyeksi Harga Emas Seiring Meningkatnya Perang Dagang

Equityworld Futures | UBS Group AG menjadi bank terbaru yang mengerek proyeksi harga emas karena risiko perang dagang global yang berkepanjangan makin meningkat — skenario yang menurut para analis akan terus mendorong para investor membeli lebih banyak aset safe haven.

Equityworld Futures | Harga Emas Bertahan di Kisaran USD 3.000, Investor Menanti Pengumuman Bunga Fed

Menurut para analis termasuk Wayne Gordon dan Giovanni Staunovo, dalam catatannya, Senin (17/3/2025), emas batangan akan diperdagangkan sekitar US$3.200 per ons dalam empat kuartal berikutnya — revisi naik dari perkiraan bank sebelumnya sebesar US$3.000 — di mana konflik perdagangan yang meningkat membuktikan logam mulia berperan sebagai penyimpan nilai pada kondisi yang tidak pasti.

Bank ini menunjuk pada rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif resiprokal yang luas dan tarif tambahan khusus sektoral pada 2 April sebagai peristiwa risiko yang mengancam bisa memacu permintaan aset safe haven berkelanjutan di seluruh pasar.

Emas — yang menembus ambang batas psikologis utama US$3.000 per ons untuk pertama kalinya pada Jumat (14/3/2025) — juga akan diuntungkan dari prospek ekonomi AS yang memburuk, di mana para traders saat ini memperhitungkan pemotongan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve (The Fed) karena kekhawatiran adanya resesi meningkat.

“Dengan kata lain, kita melihat pergeseran dari ‘Trump put’ ke ‘Fed put’,” kata para analis. “Kami percaya bahwa mengalokasikan sekitar 5% dari portofolio seimbang dalam bentuk dolar AS ke emas adalah optimal dari sudut pandang diversifikasi jangka panjang.”

UBS bergabung dengan sejumlah bank lain yang dalam beberapa minggu terakhir menaikkan target harga mereka untuk logam mulia tersebut. Pekan lalu, Macquarie Group memperkirakan harga akan melonjak hingga US$3.500 per ons pada kuartal II-2025, sementara BNP Paribas SA mengerek proyeksinya untuk menunjukkan harga rata-rata jauh di atas US$3.000.

Arus masuk yang lebih kuat ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh emas batangan juga mulai terwujud, kata para analis UBS, seraya menambahkan bahwa permintaan berkelanjutan untuk instrumen investasi ini tetap menjadi persyaratan utama agar harga naik lebih tinggi lagi.

Para analis menyebut minat yang kuat dari bank-bank sentral juga akan terus bertindak sebagai dukungan struktural yang “krusial,” menunjukkan sinyal bahwa pembelian “bisa kembali mendekati level beberapa tahun terakhir — sekitar 1.000 metrik ton per tahun.”

Emas spot diperdagangkan meningkat 0,5% menjadi US$2.999,55 per ons pada pukul 11.03 pagi di London, setelah naik 2,6% pekan lalu. Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,2%. Harga perak sedikit berubah, sedangkan harga platinum dan paladium menguat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Pekan Lalu, Kekhawatiran Investor Mereda

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Pekan Lalu, Kekhawatiran Investor Mereda

Equityworld Futures | Pasar Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat pada penutupan perdagangan yang berakhir Jumat (14/3/2025) sore waktu setempat (Sabtu pagi WIB).

Equityworld Futures | Momen “Mematikan” di Depan Mata: Emas Akan Berakhir Pesta Apa Neraka?

Dilansir CNBC, penguatan ini memangkas sebagian koreksi tajam yang terjadi selama sepakan. Investor mendapatkan kelegaan dari berita utama terkait kebijakan tarif.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 674,62 poin atau 1,65 persen dan ditutup pada level 41.488,19.

Lalu, indek S&P 500 naik 2,13 persen dan ditutup pada level 5.638,94.

Kemudian, indeks Nasdaq Composite naik 2,61 persen dan ditutup pada level 17.754,09.

Sedikt catatan, akhir pekan lalu adalah hari terbaik di tahun 2025 untuk S&P 500 dan Nasdaq.
Saham teknologi besar yang terguncang awal minggu ini mengalami pemulihan tajam pada hari Jumat.

Sebagai contoh, saham Nvidia menanjak lebih dari 5 persen. Saham Tesla menguat hampir 4 persen, dan saham Meta Platforms terapresiasi hampir 3 persen. Sementara, saham Amazon dan Apple juga bangkit.
Saham menguat setelah tidak ada berita utama baru dari Gedung Putih terkait tarif. Ini sekaligus meredakan kekhawatiran seputar meningkatnya ketegangan untuk sementara waktu. Investor mungkin juga akan membeli saham setelah pasar saham anjlok pada Kamis.

Namun demikian, reli Jumat lalu tidak mampu menyelamatkan tiga indeks utama dari kerugian mingguan.

Indeks Dow turun sekitar 3,1 persen untuk minggu terburuknya sejak Maret 2023.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq keduanya turun lebih dari 2 persen dan membukukan kerugian minggu keempat berturut-turut.

Lebih lanjut, para investor bersiap menghadapi pertemuan kebijakan bank sentral AS Federal Reserve yang dijadwalkan minggu ini. Dalam hal ini, dana berjangka Fed memperkirakan kemungkinan 97 persen bahwa suku bunga akan tetap stabil.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas di AS Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa

Equityworld Futures | Harga Emas di AS Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa

Equityworld Futures | Untuk pertama kalinya harga emas d Amerika Serikat (AS) tembus ke level US$ 3.000/ons. Hal ini terjadi usai investor mengikuti mencari safe haven dari ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang tarif Presiden AS Donald Trump dan sejumlah mitra dagang utamanya.

Equityworld Futures | Momen “Mematikan” di Depan Mata: Emas Akan Berakhir Pesta Apa Neraka?

Harga emas spot mencapai titik tertinggi sepanjang masa di level US$ 3.004,86 pada awal sesi, sebelum akhirnya turun 0,1% menjadi US$ 2.986,26 pada pukul 02:01 siang waktu setempat karena aksi profit taking atau ambil untung. Sementara harga emas berjangka AS ditutup 0,3% lebih tinggi pada US$ 3.001,10.

“Investor yang terkepung yang mencari aset safe haven baru, karena Trump membuat pasar saham bergejolak,” kata pedagang logam independen, Tai Wong, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (16/3/2025).

Secara tradisional, emas dipandang sebagai tempat investasi yang aman selama terjadinya kekacauan geopolitik. Harga emas batangan telah naik hampir 14% sepanjang tahun ini, sebagian didorong oleh kekhawatiran atas dampak tarif Trump dan aksi jual di pasar modal.

“Para pengelola aset riil, terutama di Barat, membutuhkan pasar saham yang kuat dan ketakutan akan perlambatan ekonomi untuk kembali menggunakan emas – dan itu sedang terjadi sekarang,” kata Kepala Strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.

Emas juga didorong oleh permintaan bank sentral, dengan pembeli utama China membangun cadangan emas batangannya untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Februari. CEO GoldCore David Russell mengatakan, bank sentral terus melakukan akuisisi emas pada level tertinggi sebagai upaya untuk mendiversifikasi diri dari dolar AS yang semakin fluktuatif.

Ekspektasi pelonggaran moneter oleh Federal Reserve AS (the Fed) juga telah membantu emas dengan imbal hasil nol. Para pedagang emas juga memprediksi pemotongan suku bunga the Fed baru akan dilakukan pada bulan Juni.

“Ada sejumlah alasan bagus mengapa permintaan investasi kemungkinan akan tetap kuat. Meningkatnya risiko geopolitik dan geoekonomi, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, potensi penurunan suku bunga, dan ketidakpastian yang dirasakan pasar,” kata Juan Carlos Artigas, kepala penelitian global di World Gold Council.

Dalam sebuah catatan, Goldman Sachs mengatakan, ada risiko kenaikan emas pada skenario dasar akhir 2025 sebesar US$ 3.100 yang diprediksi bergerak di kisaran US$ 3.100 hingga US$ 3.300 karena ketidakpastian kebijakan AS dapat mendukung permintaan investor.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Babak Belur Akibat Ancaman Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street Babak Belur Akibat Ancaman Tarif Trump

Equityworld Futures | Indeks-indeks Wall Street babak belur pada Kamis (13/3/2025). Hal ini karena pasar masih tertekan oleh aksi jual selama tiga pekan terakhir. Ancaman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin membebani sentimen investor.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Cetak Rekor! Level US$ 3.000 Tinggal Hitungan Hari

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 anjlok 1,39% ke level 5.521,52, secara resmi memasuki wilayah koreksi setelah turun 10,1% dari rekor tertingginya. Dow Jones Industrial Average ambles 537,36 poin (1,3%) menjadi 40.813,57, mencatatkan penurunan selama empat hari berturut-turut.

Sementara itu, Nasdaq Composite jatuh 1,96% menjadi 17.303, dengan saham Tesla dan Apple turun signifikan.

Trump kembali menggemparkan pasar dengan unggahannya di Truth Social pada Kamis pagi, mengancam akan mengenakan tarif 200% terhadap semua produk alkohol dari Uni Eropa sebagai balasan atas tarif 50% yang dikenakan blok tersebut terhadap wiski.

“Ini akan sangat baik bagi bisnis anggur dan sampanye di AS,” tulis Trump sembari menegaskan tidak akan mengubah keputusan terkait serangkaian tarif yang dijadwalkan berlaku mulai 2 April.

Ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan AS yang tidak teratur telah mengguncang pasar sepanjang bulan ini. Investor khawatir kebijakan tersebut akan menekan kepercayaan perusahaan dan konsumen.

Pelemahan semakin parah minggu ini, dengan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 4,3% dan 4,9% dalam sepekan. Dow Jones juga melemah sekitar 4,7%, mencatatkan kinerja mingguan terburuk sejak Juni 2022.

Wilayah Koreksi

Nasdaq, yang sudah berada dalam wilayah koreksi sebelum sesi perdagangan Kamis, kini turun lebih dari 14% dari rekor tertingginya. Indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000, semakin mendekati zona bear market setelah anjlok sekitar 19% dari level tertingginya.

Dalam terminologi pasar, koreksi didefinisikan sebagai penurunan 10%, sementara bear market terjadi ketika pasar turun lebih dari 20%.

“Perang tarif ini semakin memanas sebelum ada tanda-tanda mereda. Hal ini hanya menambah ketidakpastian, yang jelas berdampak negatif bagi pasar saham,” ujar Manajer Portofolio di Argent Capital Management Jed Ellerbroek.

Di tengah volatilitas pasar, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan, pemerintahan Trump lebih fokus pada kesehatan ekonomi jangka panjang dibandingkan pergerakan jangka pendek. “Saya tidak khawatir dengan sedikit volatilitas dalam tiga pekan terakhir,” katanya dalam wawancara dengan CNBC.

Penurunan pasar terjadi meskipun ada tanda-tanda positif dari data inflasi AS. Indeks harga produsen (PPI) AS pada Februari tetap stabil, tidak mengalami kenaikan seperti yang diperkirakan sebelumnya. Data ini mengikuti laporan inflasi konsumen (CPI) yang juga lebih rendah dari perkiraan.

Namun, beberapa analis menilai data inflasi yang lebih lemah ini belum cukup untuk memicu reli besar di pasar. Kekhawatiran atas kebijakan perdagangan Trump masih menjadi faktor utama yang menekan sentimen investor dan menimbulkan ketidakpastian terkait langkah selanjutnya dari The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Efeknya ke Mana-mana, Ada yang Bilang Begini

Equityworld Futures | Harga Emas Efeknya ke Mana-mana, Ada yang Bilang Begini

Equityworld Futures | PT United Tractors Tbk (UNTR) sampai dengan triwulan keempat tahun 2024, mencatat pendapatan bersih konsolidasian mencapai Rp 134,4 triliun atau naik sebesar 5% jika dibandingkan dengan tahun 2023.

Equityworld Futures | Terima kasih Amerika! Harga Emas Kembali Mengangkasa, Siap Cetak Rekor

Pendapatan bersih tersebut terutama berasal Rp 58 triliun dari segmen kontraktor penambangan, 8% lebih tinggi dari tahun 2023. Rp 37,3 triliun dari segmen mesin konstruksi, 2% lebih tinggi dari tahun 2023.

Kemudian Rp 26 triliun dari segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi, 15% lebih rendah dari tahun 2023. Rp 9,9 triliun dari segmen pertambangan emas dan mineral lainnya, 90% lebih tinggi dari tahun 2023.

Adapun laba bersih United Tractors (UNTR) turun 5% menjadi Rp 19,5 triliun, terutama disebabkan oleh laba kotor yang lebih rendah dari bisnis pertambangan batu bara termal dan metalurgi dan peningkatan beban bunga.

Dalam laporan perkembangan usaha UNTR dijelaskan bahwa pendapatan bersih dari bisnis emas dan mineral lainnya meningkat 90% menjadi Rp 9,9 triliun, terutama disebabkan oleh menguatnya harga jual emas. Sehingga harga emas ini efeknya ke mana-mana, termasuk ke UNTR yang turut menopang kinerjanya.

Manajemen UNTR mengungkapkan anak usaha perseroan yang bergerak di bidang pertambangan emas, PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR) mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 232 ribu ons, 32% lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.

PTAR mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Martabe mencatatkan penjualan setara emas sebesar 230 ribu ons atau naik 31% dari periode yang sama tahun 2023.

PT Sumbawa Jutaraya (SJR) mengoperasikan tambang emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. SJR mencatatkan 1,8 ribu ons penjualan setara emas karena baru saja memulai penjualan pada triwulan keempat tahun 2024.

Hati-hati

Sementara itu, Agincourt Resources (PTAR) mencatatkan pendapatan pada 2024 sebesar US$ 557,9 juta atau setara Rp 9,09 triliun (kurs Rp16.300 per dolar AS), melonjak 64% dibandingkan pendapatan pada 2023 sebesar US$ 340,0 juta (sekitar Rp 5,54 triliun). Dari sisi operasional, gold sales equivalent pada 2024 naik 19,7% menjadi 230.281 Oz dari 175.430 Oz pada 2023.

“Dengan kenaikan gold sales equivalent yang diiringi oleh kenaikan harga emas, perusahaan mencatatkan pendapatan 2024 naik 64% dari 2023,” kata Presiden Direktur PTAR Muliady Sutio saat acara buka bersama wartawan di Jakarta, Selasa (11/3/2025).

Sementara untuk produksi pada tahun 2025, perusahaan menargetkan dapat mencapai 240.000 ons emas. “Saat ini harga emas memang sedang tinggi, tetapi kita perlu hati-hati karena biasanya kalau kenaikan terlalu tinggi, koreksinya juga tinggi,” kata Muliady.

Ia mengatakan, Tambang Martabe yang mulai beroperasi sejak 2012 dikenal sebagai salah satu tambang emas dengan biaya operasional rendah serta standar keberlanjutan yang tinggi.

“Kami berkomitmen tidak hanya pada keunggulan operasional, tetapi juga pada prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Dengan menerapkan teknologi modern dan praktik terbaik di industri, PTAR berupaya memaksimalkan manfaat bagi pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sekitar dan lingkungan,” ujar Muliady.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Akibat Ketidakpastian Tarif Donald Trump

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Akibat Ketidakpastian Tarif Donald Trump

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street anjlok lebih dalam pada Selasa (11/3/2025) menyusul kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait tarif impor yang membuat perang dagang semakin memanas.

Equityworld Futures | Harga Emas Terbang 1% Tetapi Malah Bikin Deg-Degan

Indeks S&P 500 turun 0,8% setelah mengalami fluktuasi tajam. Bahkan pada level terendahnya sempat berada 10% di bawah rekor penutupan terendah. Indeks utama lainnya juga mengalami pergerakan liar sepanjang hari. Dow Jones Industrial Average kehilangan 478 poin atau 1,1%, sementara Nasdaq Composite merosot 0,2%.

Dilansir dari AP, ketidakpastian di pasar semakin meningkat akibat kebijakan Donald Trump yang berulang kali mengubah arah perdagangan global. Pada Selasa pagi, pasar saham mulai anjlok setelah Donald Trump mengumumkan rencananya untuk menggandakan tarif baja dan aluminium dari Kanada.

Meskipun Donald Trump mengakui bahwa kebijakan tarifnya dapat menyebabkan gangguan ekonomi, pemerintahan Gedung Putih tidak memberikan kepastian mengenai batas toleransi mereka terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt hanya menyatakan presiden akan melindungi Wall Street dan masyarakat umum.

Dalam pernyataan di media sosial, Donald Trump bahkan menyarankan agar Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS, yang menurutnya akan menghilangkan semua tarif perdagangan antara kedua negara.

Gejolak pasar ini diperparah oleh laporan terbaru dari berbagai perusahaan yang mengindikasikan ketidakpastian ekonomi. Saham Delta Air Lines jatuh 7,3% setelah melaporkan penurunan kepercayaan pelanggan, yang berdampak pada pemesanan tiket penerbangan jarak dekat.

Di sektor teknologi, saham Oracle turun 3,1% setelah melaporkan laba dan pendapatan kuartalan yang di bawah ekspektasi analis. Berbagai faktor tersebut membuat Wall Street semakin anjlok.

Secara keseluruhan, S&P 500 turun 42,49 poin menjadi 5.572,07. Dow Jones turun 478,23 poin menjadi 41.433,48, dan Nasdaq Composite turun 32,23 poin menjadi 17.436,10.

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik menjadi 4,28% dari 4,22% pada hari sebelumnya, setelah sebelumnya turun tajam akibat kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS.

Pada saat Wall Street anjlok, indeks utama di Eropa dan Asia sebagian besar juga mengalami penurunan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Babak Belur! Investor Digentayangi Hantu Resesi Trump

Equityworld Futures | Wall Street Babak Belur! Investor Digentayangi Hantu Resesi Trump

Equityworld Futures | Saham Wall Street anjlok pada hari Senin waktu setempat karena investor khawatir bahwa ketidakpastian atas kebijakan tarif Presiden Donald Trump dapat menjerumuskan ekonomi terbesar di dunia itu ke dalam resesi.

Equityworld Futures | Harga Emas Lagi Sakit-sakitan, Resesi Amerika Bisa Jadi Obat

Mengutip AFP, pergerakan itu terjadi setelah Trump menolak mengesampingkan kemungkinan terjadinya resesi pada tahun 2025, dengan mengatakan akan ada “periode transisi, karena apa yang kami lakukan sangat besar. kami membawa kekayaan kembali ke Amerika.”

Saham teknologi memimpin kemerosotan, dengan Indeks Komposit Nasdaq mencatat rekor penurunan terbesar dalam satu hari sejak 2022. Nasdaq anjlok sebesar 4,0%, menjadi 17.468,32.

Indeks S&P 500 yang berbasis lebih luas turun 2,7% menjadi 5.614,56 dan Dow Jones Industrial Average turun 2,1% menjadi 41.911,71.

Saham-saham teknologi utama mengalami kerugian tajam, dengan Tesla anjlok 15,4%. Saham-saham yang tergolong saham Magnificent Seven, yang meliputi induk perusahaan Google Alphabet, Amazon, Meta dan Nvidia, juga berada di zona merah.

Sementara pasar sebelumnya didukung oleh harapan pemotongan pajak dan regulasi yang lebih longgar, Steve Sosnick dari Interactive Brokers mencatat bahwa sentimen telah terhambat oleh kekhawatiran yang lebih mendesak atas tarif.

Sebagai informasi, sejak menjabat pada bulan Januari, Trump telah mengenakan tarif besar-besaran pada impor dari Kanada, Meksiko dan Cina. Bahkan ketika ia menarik kembali beberapa pungutan pada tetangga langsung negaranya.

Adapun gelombang tarif baru mengancam akan terjadi minggu ini, dengan pungutan tajam sebesar 25% pada baja dan aluminium akan mulai berlaku pada hari Rabu.

“Kebingungan yang terus berlanjut tentang tarif dan kekhawatiran bahwa pemotongan DOGE mungkin berlebihan menyebabkan penurunan sentimen konsumen, dan sekarang mengarah pada kekhawatiran akan perlambatan atau inflasi yang lebih tinggi atau keduanya,” kata Sosnick dikutip dari AFP, Selasa (11/3/2025).

Dia merujuk pada pemotongan besar-besaran pada pemerintah federal yang diawasi oleh penasihat miliarder Trump, Elon Musk. Pemerintah federal itu disebut Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE).

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas: Bersiaplah Hadapi Pekan Penuh Guncangan!

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas: Bersiaplah Hadapi Pekan Penuh Guncangan!

Equityworld Futures | Harga emas kini tengah berada di area konsolidasi dan sedang menentukan arah untuk melanjutkan kenaikan atau bahkan penurunan. Data inflasi Amerika Serikat (AS) pekan ini serta keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pekan depan menjadi penentu arah perginya emas.

Equityworld Futures | Harga Emas Bisa Merosot Jika Ini Terjadi, Pemodal Wajib Tahu

Pada perdagangan hari ini Senin (10/3/2025) hingga pukul 06.16 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,1% di posisi US$2.913,77 per troy ons.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (7/3/2025), harga emas dunia di pasar spot naik tipis 0,03% di level US$2.910,79 per troy ons.

Harga emas kini tengah berada di area konsolidasi alias sideaway karena arus masuk safe haven dan laporan lapangan kerja AS yang mengungkapkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan pada Februari, menunjukkan bahwa The Federal Reserve (The Fed) berada di jalur yang tepat untuk memangkas suku bunga tahun ini.

Jatuhnya indeks dolar AS juga menjadi harapan untuk kenaikan emas. Hingga perdagangan pagi hari ini pukul 05.42 WIB, indeks dolar AS telah merosot 0,09% di level 103,75. Posisi tersebut merupakan kejatuhan indeks dolar AS ke level terendah dalam empat bulan dan menuju penurunan mingguan tertajam sejak November 2022.

Pembelian emas dikonversi ke dolar sehingga melemahnyadolar AS membuat emas menjadi makin murah untuk dibeli sehingga pembelian meningkat.

“Angka tenaga kerja yang lebih lemah dari yang diharapkan memberikan sedikit dorongan pada emas, selain itu dolar yang lebih lemah untuk minggu kemarin pun dapat membantu kenaikan harga emas,” ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures,kepada Reuters.

Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan ada tambahan 151.000 pekerjaan pada Februari 2025, dibandingkan dengan kenaikan 160.000 yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters, sedangkan tingkat pengangguran berada pada 4,1% dibandingkan dengan ekspektasi 4%.

Pasar saat ini emas berada dalam fase konsolidasi, dengan minat safe haven memberikan dukungan berkelanjutan, menurut Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya mengatakan The Federal Reserve akan mengambil pendekatan hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan moneter, menambahkan bahwa ekonomi saat ini terus berada di tempat yang baik.

Meskipun menjadi nilai lindung inflasi, suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Saat ini, pasar memperkirakan penurunan suku bunga The Fed sebesar 76 bps pada akhir tahun, dimulai pada bulan Juni.

China melanjutkan pembelian emasnya untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Februari.

Emas Hadapi Pekan Genting
Emas akan menghadapi banyak rintangan untuk menguat pekan ini. Pasalnya ada begitu banyak data ekonomi AS yang akan keluar pekan ini. Data-data ini bisa menjadi pertimbangan The Fed dalam menentukan suku bunga ke depan sehingga berdampak ke emas. Di antaranya adalah:

Lowongan JOLTS AS
Pada Selasa (11/3/2025), Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan melaporkan Jumlah lowongan pekerjaan JOLTS periode Januari 2025. Sebelumnya, jumlah lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,6 juta pada hari kerja terakhir bulan Desember, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan.

Selama bulan tersebut, perekrutan dan total pemutusan hubungan kerja sedikit berubah pada masing-masing 5,5 juta dan 5,3 juta. Dalam pemutusan hubungan kerja, berhenti (3,2 juta) dan PHK dan pemecatan (1,8 juta) sedikit berubah. Rilis ini mencakup estimasi jumlah dan tingkat lowongan pekerjaan, perekrutan, dan pemutusan hubungan kerja untuk seluruh sektor nonpertanian, menurut industri, dan menurut kelas ukuran perusahaan.

Inflasi AS
Masih di hari yang sama Rabu (12/3/2025), terdapat data inflasi AS periode Februari 2025. Sebelumnya, tingkat inflasi tahunan di AS naik tipis menjadi 3% pada Januari 2025, dibandingkan dengan 2,9% pada Desember 2024, dan di atas perkiraan pasar sebesar 2,9%, yang menunjukkan kemajuan yang terhenti dalam mengekang inflasi.

Biaya energi naik 1% tahun-ke-tahun, kenaikan pertama dalam enam bulan, setelah penurunan 0,5% pada Desember, terutama karena bensin (-0,2% vs -3,4%), bahan bakar minyak (-5,3% vs -13,1%) dan gas alam (4,9% vs 4,9%).

Selain itu, harga mobil dan truk bekas pulih (1% vs -3,3%), biaya transportasi meningkat (8% vs 7,3%) dan turun lebih sedikit untuk kendaraan baru (-0,3% vs -0,4%). Di sisi lain, inflasi stabil untuk makanan (2,5% vs 2,5%) dan melambat untuk tempat tinggal (4,4% vs 4,6%).

Secara bulanan, inflasi AS naik sebesar 0,5%, di atas 0,4% pada bulan sebelumnya dan ekspektasi akan melambat menjadi 0,3%. Indeks untuk tempat tinggal naik 0,4%, yang mencakup hampir 30% dari kenaikan tersebut. Sementara itu, inflasi inti tahunan secara tak terduga naik menjadi 3,3%, dibandingkan dengan perkiraan yang akan melambat menjadi 3,1%. Tingkat bulanan naik lebih dari yang diharapkan menjadi 0,4%.

Harga Produsen AS
Berlanjut pada hari Kamis (13/3/2025), terdapat rilis data indeks harga produsen (PPI) AS periode Februari 2025. Sebelumnya, indeks harga produsen (PPI) AS, yang mengukur apa yang diperoleh produsen untuk barang dan jasa mereka, meningkat sebesar 0,4% yang disesuaikan secara musiman pada bulan tersebut, dibandingkan dengan estimasi Dow Jones sebesar 0,3%, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan.

Tidak termasuk makanan dan energi, PPI inti naik 0,3%, sesuai dengan perkiraan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Usai Trump Ketok Tarif Impor Lebih Tinggi ke Kanada-China

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Usai Trump Ketok Tarif Impor Lebih Tinggi ke Kanada-China

Equityworld Futures | Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (4/3). Nasdaq yang banyak diisi saham teknologi mendekati wilayah koreksi, karena ketegangan perdagangan meningkat menyusul tarif impor baru Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada, Meksiko, dan China.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik ke US$2.898,25 Selasa (4/3), di Tengah Ketakutan Perang Dagang

Mengutip Reuters, rata-rata Industri Dow Jones (.DJI), turun 670,25 poin, atau 1,55 persen menjadi 42.520,99, S&P 500 (.SPX), kehilangan 71,57 poin, atau 1,22 persen menjadi 5.778,15 dan Nasdaq Composite (.IXIC), kehilangan 65,03 poin atau 0,35 persen menjadi 18.285,16.

AS telah memberlakukan tarif bea masuk sebesar 25 persen untuk Meksiko dan Kanada, juga bea masuk dua kali lipat atas barang-barang China, per Selasa (4/3).

China dan Kanada membalas. Sementara Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berjanji akan menanggapi hal yang sama, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

“Valuasi ekuitas telah sangat tinggi dan ada tanda-tanda peringatan di mana-mana mengingat adanya upaya untuk memangkas pengeluaran pemerintah. Sekarang, selain itu, kita juga memiliki semua retorika seputar tarif,” kata Kepala Investasi di IDX Insights di Tampa, Florida, Ben McMillan dikutip dari Reuters, Rabu (5/3).

Nasdaq Composite berakhir lebih rendah setelah berbelok ke wilayah koreksi selama sesi tersebut tetapi memangkas kerugian dalam perdagangan yang tidak menentu. Indeks ditutup turun 9,3 perseb dari rekor penutupan tertingginya pada 16 Desember.

Saham dalam keuangan (.SPSY), dan industri (.SPLRCI), merupakan sektor yang mengalami kerugian terbesar di antara 11 sektor utama indeks acuan S&P 500.

Target Corporation (TGT.N) turun setelah diramal penjualan sebanding setahun penuh di bawah estimasi. Beli Terbaik (BBY.N), merosot setelah ritel elektronik tersebut mengeluarkan perkiraan yang suram.

Citigroup (Cina), dan JPMorgan Chase & Co (JPM.N), jatuh, masing-masing 6,2 persen dan 4 persen menyebabkan indeks bank-bank besar (.SPXBK), lebih rendah turun 4,7 persen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Naik Sangat Tinggi!

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Naik Sangat Tinggi!

Equityworld Futures | Harga emas keluaran Logam Mulia Antam 24 Karat hari ini, Selasa (4/3/2025) naik tinggi mendekati level termahal sepanjang sejarah. Harga emas hari ini tercatat terbang hingga Rp 25.000 per gram ke Rp 1.704.000 per gram.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik ke US$2.898,25 Selasa (4/3), di Tengah Ketakutan Perang Dagang

Mengutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 902.000. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 16.535.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 1.644.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, pergerakan harga emas Antam terpantau bergerak di rentang Rp 1.672.000-1.707.000 per gram. Sementara dalam sebulan terakhir, pergerakan harga emas berada di rentang Rp 1.650.000-1.708.000 per gram.

Harga emas Antam untuk buy back ikut naik Rp 25.000 per gram dan berada di level Rp 1.553.000 per gram. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah sebesar 0,45%, harus menyertakan NPWP untuk transaksinya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started