Equityworld Futures | Harga Emas Diperkirakan Turun ke Level Terendah

Equityworld Futures | Harga Emas Diperkirakan Turun ke Level Terendah

Equityworld Futures | Harga emas perlahan turun dalam sepekan terakhir setelah menembus harga tertinggi di kisaran USD3.400 per troy ounce. Saat ini, harga emas di pasar dunia sudah di level USD3.223,60 per troy ounce.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Hancur Lebur, Saatnya Mengucap Selamat Tinggal?

“Ada kemungkinan harga emas dunia akan turun ke USD3.175. Kalau sampai tembus ke level tersebut, harga emas bisa turun ke level terendahnya USD3.100 per troy ounce,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya pada media, Kamis (1/5/2025).

Menurutnya, faktor yang dapat mendorong harga emas ke level terendah adalah kemungkinan perundingan tarif antara AS dan Tiongkok. “Pemerintah Trump telah menghubungi pejabat-pejabat Tiongkok untuk memulai perundingan dagang,” ucap Ibrahim.

Amerika Serikat mengontak Tiongkok, karena merasa kecewa Tiongkok menghentikan impor pesawat Boeing. Di sisi lain, perekonomian AS juga mengalami kontraksi di kuartal pertama tahun ini.

“Kalau perang dagang ini berakhir damai, ada kemungkinan Bank Sentral AS akan menurunkan suku bunganya. Penurunan suku bunga menjadi hal yang positif bagi perekonomian AS,” ujar Ibrahim.

Faktor konflik geopolitik, juga ikut menentukan pergerakan harga emas, terutama konflik Rusia-Ukraina. Serta agresi Israel di Jalur Gaza, dimana intelijen Mesir sedang mengupayakan perdamaian di Jalur Gaza.

Ibrahim juga mencermati harga logam mulia di dalam negeri yang masih di level Rp1.992.000 per gram. Menurutnya hal itu terjadi karena permintaan tinggi tapi persediaan logam mulia terbatas.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Naik di Tengah Negosiasi Perdagangan AS-Tiongkok

Equityworld Futures | Wall Street Naik di Tengah Negosiasi Perdagangan AS-Tiongkok

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street mengalami kenaikan moderat pada Senin, 28 April 2025 dengan Dow Jones dan S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi dan Nasdaq ditutup sedikit lebih rendah, karena investor mencerna komentar terbaru tentang tarif dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Investor Fokus Menanti Perkembangan Tarif AS-China

Dilansir dari Investing.com, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,3 persen, dan indeks S&P 500 naik tipis 0,1 persen, sementara NASDAQ Composite turun 0,1 persen.

Sementara itu, saham NVIDIA turun lebih dari dua persen sementara saham Tesla dan Apple naik sedikit.

Menteri Bessent mengatakan banyak negara telah menawarkan proposal tarif yang ’sangat baik’ kepada AS. Dia juga menyatakan bahwa pemerintah AS sedang berkomunikasi dengan Tiongkok dan Tiongkok lah yang harus menurunkan ketegangan situasi. Hal ini terjadi setelah Beijing sebelumnya membantah adanya pembicaraan.

Investor masih berhati-hati sambil menunggu tanda-tanda substantif dari penurunan ketegangan perdagangan.
Menanti data ekonomi AS
Investor bersiap menghadapi minggu yang sibuk dengan serangkaian rilis data ekonomi AS, termasuk indikator inflasi pilihan Federal Reserve. AS juga akan melaporkan data produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama minggu ini.

Pasar juga menunggu laporan keuangan dari tujuh perusahaan berkapitalisasi besar “magnificent seven”, termasuk Apple, Microsoft, Amazon, dan Meta Platforms, minggu ini. Microsoft dan Meta dijadwalkan melaporkan pada Rabu, sementara Apple dan Amazon dijadwalkan melaporkan pendapatan mereka pada Kamis.

Laporan-laporan ini penting untuk mengukur ketahanan perusahaan di tengah ketidakpastian global yang berkelanjutan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menanjak, Bursa Asia Pasifik Diproyeksikan Menguat

Equityworld Futures | Wall Street Menanjak, Bursa Asia Pasifik Diproyeksikan Menguat

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menutup perdagangan pekan lalu dengan hasil positif.
Indeks pasar luas S&P 500 naik 0,74 persen dan berakhir di level 5.525,21, dilansir CNBC.
Indeks Nasdaq Composite naik 1,26 persen dan ditutup di level 17.282,94.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Melanjutkan Koreksi pada Senin (28/4) Pagi

Sementara indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,05 persen, atau 20 poin, dan berakhir di level 40.113,50.

Pasar saham Asia Pasifik diproyeksikan akan dibuka lebih tinggi pada awal pekan ini.

Investor menanti langkah-langkah stimulus dari China dan perkembangan negosiasi perdagangan antara AS dan negara-negara di kawasan.

Akhir pekan lalu, Menteri Keuangan China Lan Fo’an menyatakan, China akan mengadopsi kebijakan ekonomi makro yang lebih proaktif untuk mendorong tercapainya target pertumbuhan sepanjang tahun.
China juga berupaya menjaga stabilitas dan momentum bagi ekonomi global.

Investor turut memantau perkembangan negosiasi perdagangan antara AS dan negara-negara di kawasan, setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan penangguhan tarif timbal balik tidak mungkin dilakukan.

Indeks Nikkei 225 Jepang diperkirakan dibuka lebih tinggi.
Kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 22.055, lebih tinggi dibanding penutupan terakhir HSI di level 21.980,74.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Harapan Meredanya Perang Dagang

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Harapan Meredanya Perang Dagang

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikan (AS), Wall Street, ditutup menguat pada Rabu (23/4). Hal ini didorong oleh harapan baru akan tercapainya kemajuan dalam penyelesaian perang dagang antara AS dan China.

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh 4% ke Level US$ 3.200, Masih Punya Kekuatan Bangkit?

Sentimen positif juga diperkuat oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral. Dengan menegaskan bahwa ia tidak berniat memecat Ketua The Fed, Jerome Powell.

Ketiga indeks saham utama AS sempat memangkas kenaikan menjelang penutupan, namun tetap mencatatkan penguatan signifikan. Sepanjang sesi perdagangan, pasar mendapat angin segar dari pernyataan Menteri Keuangan Scott Bessent yang menyebut bahwa tarif tinggi antara AS dan Tiongkok tidak berkelanjutan. Trump pun memberi sinyal keterbukaan untuk meredakan ketegangan perdagangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat naik 419,59 poin atau 1,07 persen menjadi 39.606,57. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 88,10 poin atau 1,67 persen menjadi 5.375,86, dan Nasdaq Composite melonjak 407,63 poin atau 2,50 persen ke posisi 16.708,05.

Menurut Russell Price, Kepala Ekonom di Ameriprise, sentimen pasar sangat dipengaruhi oleh dinamika di Washington. Ia mengatakan, pernyataan Trump mengenai Powell serta kemungkinan penurunan tarif terhadap Tiongkok menjadi dua faktor utama yang dinanti pasar dan kini keduanya telah disuarakan secara terbuka.

“Kami memiliki peluang yang sangat kuat, yang benar-benar terkait dengan perkembangan di Washington,” kata Price.

Pada malam sebelumnya, Trump mulai melunakkan retorikanya terhadap The Fed, termasuk ancaman sebelumnya untuk memecat Powell. Di mata investor, Powell merupakan figur penting dalam menjaga stabilitas pasar, terutama di tengah ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan Trump.

Analis investasi dari Baird di Louisville, Ross Mayfield, menegaskan bahwa independensi The Fed adalah salah satu pilar utama sistem ekonomi negara maju. Menurutnya, ancaman terhadap hal tersebut sempat menekan pasar obligasi dan dolar serta mempercepat peralihan dana dari aset-aset Amerika.

“Jadi, ancaman itu jelas telah memberi tekanan pada obligasi dan dolar dan mempercepat perputaran aset Amerika,” kata Mayfield.

Di sisi lain, musim laporan keuangan kuartal pertama berjalan relatif solid. Sejauh ini, dari 110 perusahaan yang telah merilis laporan keuangannya dalam indeks S&P 500, sekitar 75 persen berhasil melampaui ekspektasi analis.

Berdasarkan data LSEG, pertumbuhan laba agregat perusahaan diperkirakan mencapai 8,4 persen untuk periode Januari hingga Maret, naik dari proyeksi awal sebesar 8,0 persen.

Saham Tesla menguat 5,3 persen setelah CEO Elon Musk menyatakan akan mengurangi keterlibatannya dalam urusan pemerintahan untuk fokus penuh pada operasional perusahaan. Namun demikian, Tesla mencatatkan penurunan laba bersih kuartalan hingga 71 persen.

Sementara itu, saham Boeing melonjak 6,1 persen setelah mencatat kerugian kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan, didorong oleh peningkatan produksi dan pengiriman pesawat. Di sisi lain, General Dynamics mengalami penurunan saham sebesar 3,3 persen meskipun membukukan kenaikan laba sebesar 27 persen, lantaran pesanan jet bisnis menurun dibanding kuartal sebelumnya.

Di antara 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sektor teknologi dan konsumen diskresioner menjadi pendorong utama kenaikan, sementara sektor barang kebutuhan pokok dan energi tertinggal.

Dari sisi ekonomi, data “flash” indeks manajer pembelian S&P Global untuk bulan April menunjukkan adanya pelambatan aktivitas bisnis serta peningkatan harga barang dan jasa di tengah ketidakpastian yang terus meningkat.

Ross Mayfield menambahkan bahwa sangat sulit menemukan ekonom yang mendukung keberlanjutan tarif tinggi dan proteksionisme perdagangan seperti yang saat ini diterapkan. Survei Reuters/Ipsos bahkan menunjukkan bahwa hanya 37 persen responden yang menyetujui cara Trump menangani perekonomian angka yang menurun dibandingkan 42 persen saat awal masa jabatannya, ketika ia berjanji akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Anda akan kesulitan menemukan ekonom yang berpikir bahwa tingkat tarif dan proteksionisme perdagangan ini adalah ide yang bagus,” kata Mayfield.

Secara keseluruhan, pasar menunjukkan optimisme yang tumbuh, meski tetap berhati-hati di tengah dinamika geopolitik dan kebijakan ekonomi yang fluktuatif.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Naik Tajam Usai Komentar Trump

Equityworld Futures | Wall Street Naik Tajam Usai Komentar Trump

Equityworld Futures | Wall Street naik tajam pada Selasa, 22 April 2025. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari beberapa kritiknya terhadap Ketua Fed Jerome Powell, dan menyatakan dia tidak bermaksud memecatnya.

Equityworld Futures | Gagal Terbang ke US$3.500: Harga Emas Malah Hancur Lebur, Jatuh 1,3%

Presiden baru-baru ini meluncurkan kecaman di media sosial terhadap Powell, mendesaknya untuk memangkas suku bunga atau berisiko mengalami perlambatan ekonomi AS. Trump juga menyerukan pemecatannya, meningkatkan kekhawatiran atas independensi Fed.

Melansir Investing.com, Rabu, 23 April 2025, S&P 500 naik 2,5 persen ke 5.287,75 poin. NASDAQ Composite naik 2,7 persen ke 16.300,42 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 2,7 persen ke 39.186,98 poin.

Pergerakan positif Wall Street juga didukung kombinasi sentimen yang membaik, laporan pendapatan positif, dan banyaknya aksi beli murah, membantu memicu pembelian berisiko.

Trump melunak terhadap Tiongkok
Trump juga menunjukkan sikap yang kurang agresif terhadap Tiongkok. Dia menyatakan bahwa pemerintahannya baik-baik saja dengan Tiongkok dan negara lain, bahkan setelah dia baru-baru ini menaikkan tarif terhadap Beijing menjadi 145 persen.

Trump mengatakan tarif tinggi terhadap Tiongkok akan turun secara substansial, tetapi tidak akan menjadi nol.

Komentar Trump tentang Tiongkok muncul setelah laporan menunjukkan Menteri Keuangan Scott Bessent memandang perang dagang AS-Tiongkok yang sedang berlangsung sebagai tidak berkelanjutan, dan dia mengharapkan penurunan ketegangan segera.

Hal ini memunculkan beberapa harapan untuk perang dagang yang kurang parah antara dua ekonomi terbesar dunia, yang telah menjadi penghambat utama sentimen dalam beberapa minggu terakhir.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Melorot dari Level Tertinggi, Saatnya Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Melorot dari Level Tertinggi, Saatnya Beli?

Equityworld Futures | Harga emas melemah pada Selasa, setelah sebelumnya melonjak ke rekor tertinggi. Turunnya harga emas ini akibat kekhawatiran investor atas ancaman Presiden Donald Trump terhadap independensi Federal Reserve.

Equityworld Futures | Gagal Terbang ke US$3.500: Harga Emas Malah Hancur Lebur, Jatuh 1,3%

Dikutip dari CNBC, Rabu (23/4/2025), logam mulia ini turun 0,17% dan ditutup pada level USD 3.419,40 per ons, sementara pasar saham menguat karena adanya harapan meredanya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok.

Menurut seseorang yang hadir dalam pertemuan tertutup, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada investor bahwa ia memperkirakan akan terjadi deeskalasi dalam hubungan dagang dengan Tiongkok.

Tekanan Trump terhadap The Fed Guncang Pasar

Harga futures emas sempat menyentuh level tertinggi sesi perdagangan di angka USD 3.509,90 per ons pada hari Selasa, setelah sebelumnya mencetak rekor penutupan di USD 3.425,30 pada Senin.

Sejak awal tahun, harga emas telah melonjak hampir 30%, termasuk kenaikan 8% sejak Trump mengumumkan tarif besar-besaran pada 2 April.

Pada hari Senin, Trump meningkatkan tekanan publiknya terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell dengan menuntut penurunan suku bunga segera dan menyebut Powell sebagai “pecundang besar.” Pasar saham bereaksi negatif, dengan indeks Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 970 poin.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Masih Bakal Naik Sampai Akhir April, Waspada Ketersediaan Stok

Equityworld Futures | Harga Emas Masih Bakal Naik Sampai Akhir April, Waspada Ketersediaan Stok

Equityworld Futures | Harga emas dunia, beriringan dengan emas logam mulia, kian ambisius mendaki rekor tertinggi baru. Namun di tengah antusiasme pembelian, kecukupan stok perlu diantisipasi guna menopang harga tidak terkoreksi tajam nantinya.

Equityworld Futures | Harga Emas Kian Melambung, Kini Sentuh Rekor US$3.500

Melansir Trading Economics, Selasa (22/4) pukul 9.42 WIB, emas spot dunia sudah mencapai harga US$ 3.467 per ons troi, lagi-lagi mencetak level all time high (ATH). Secara harian, nilai itu memang hanya naik 0,94%. Namun sejak awal tahun, kenaikannya sudah mencapai 30,4%.

Sejalan, harga emas logam mulia Antam juga melejit. Pada Selasa (22/4), harganya sudah mencapai Rp 2.016.000 per gram. Dari hari sebelumnya, itu naik sampai Rp 36.000.

Pengamat Ibrahim Assuaibi menyebut, sentimen global masih memainkan peran utama dalam pergerakan harga emas.

“Yang terbaru adalah serangan Trump kepada Ketua The Fed, Jerome Powell,” papar Ibrahim, Selasa (22/4), berkaitan dengan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

Memang, Presiden AS Donald Trump dan Powell berbeda pendapat soal suku bunga. Sementara Trump ingin suku bunga diturunkan untuk menghindari perlambatan ekonomi, Powell justru memberikan sinyal peningkatan suku bunga karena tekanan perang dagang yang semakin masif. Ketegangan pemerintahan AS ini membuat arah ekonomi global semakin tak pasti.

Selain itu, Ibrahim juga menyoroti perang dagang AS-China, negosiasi nuklir AS-Iran, dan geopolitik Israel-Palestina serta Rusia-Ukraina.

“Secara data eksternal, itu yang membuat harga emas dunia terus mengalami kenaikan signifikan,” sebut Ibrahim.

Dalam bulan April ini, Ibrahim menyebut harga emas dunia bisa mencapai US$ 3.500 per ons troi.

Dus, dari dalam negeri, katanya emas logam mulia juga terus naik signifikan karena tidak ada keseimbangan antara supply dan demand.

“Permintaan cukup banyak, masyarakat sudah mulai berinvestasi dan berbondong-bondong membeli emas logam mulia. Tapi rupanya, distribusi logam mulia berkurang,” sebut Ibrahim.

Jika kondisi itu terus berlanjut, Ibrahim bilang harga emas logam mulia akan terus naik juga. Begitu pun dengan emas perhiasan. Ia memproyeksi dalam tahun ini, harga emas logam mulia bisa saja menyentuh Rp 2.300.000 per gramnya. Dengan harga sebesar itu, Ibrahim bilang perburuan emas di tengah masyarakat akan semakin masif.

“Harus berhati-hati. Ada yang memburu, ada yang menjual,” tegasnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Kekhawatiran Tarif Trump Masih Bayangi Pasar

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Kekhawatiran Tarif Trump Masih Bayangi Pasar

Equityworld Futures | Indeks saham utama di Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (17/4), di tengah kekhawatiran pasar atas kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang terus memicu kepanikan investor.

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Melonjak hingga Level Ini

Indeks S&P 500 menguat tipis 0,13% ke level 5.282,70 setelah sempat berfluktuasi di awal sesi perdagangan. Sebaliknya, Nasdaq Composite melemah 0,13% dan ditutup di posisi 16.286,45.

Sementara Dow Jones Industrial Average anjlok 527,16 poin atau 1,33% ke level 39.142,23, tertekan oleh kejatuhan saham UnitedHealth sebesar 22% usai merilis laporan keuangan yang mengecewakan. Dow dan Nasdaq mencatat penurunan tiga hari berturut-turut.
Saham Nvidia juga melemah hampir 3%, melanjutkan koreksi hampir 7% sehari sebelumnya. Penurunan dipicu oleh biaya kuartalan sekitar US$5,5 miliar akibat pembatasan ekspor GPU H20 ke Cina dan sejumlah negara lainnya imbas kebijakan ekspor AS.
“Di sisi lain, beberapa saham unggulan mendukung penguatan indeks. Saham Eli Lilly melonjak 14% berkat hasil positif uji coba obat penurun berat badan, sementara Netflix naik 1% menjelang rilis laporan keuangan,” tulis laporan CNBC, dikutip Senin (21/4).

Kebijakan Trif Trump Bisa Picu Inflasi

Pasar sempat menguat pada Kamis sore setelah Trump menyatakan optimisme terhadap tercapainya kesepakatan dagang dengan Cina dan Uni Eropa. Namun, hal ini belum cukup mengangkat indeks secara keseluruhan.

Sehari sebelumnya, Ketua The Federal Reserve (Fed) Jerome Powell memperingatkan bahwa kebijakan tarif bisa memicu inflasi jangka pendek dan menambah tantangan bagi kebijakan moneter bank sentral.

Meskipun ada sentimen positif di akhir sesi, indeks utama tetap membukukan penurunan secara mingguan. Dengan perdagangan yang ditutup lebih awal karena libur Jumat Agung, Dow dan Nasdaq turun lebih dari 2% dalam sepekan, sementara S&P 500 melemah 1,5%.
Kekhawatiran pasar meningkat sejak Trump mengumumkan rencana tarif balasan pada 2 April, meskipun rencana tersebut kemudian dibatalkan. Sejak saat itu, S&P 500 tercatat turun hampir 7%, sementara Dow dan Nasdaq masing-masing kehilangan lebih dari 7%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Melemah Imbas Ketidakpastian Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Melemah Imbas Ketidakpastian Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street terpantau melemah pada Selasa, 15 April 2025. Penurunan terjadi karena bursa saham Amerika Serikat (AS) ini tertekan oleh saham kesehatan dan konsumen karena ketidakpastian terkait tarif terus membebani sentimen pasar.

Equityworld Futures | Arah Tarif Trump Tak Pasti, Harga Emas Makin Bersinar

Melansir Investing.com, Dow Jones Industrial Average turun 155,83 poin atau 0,38 persen ke level 40.368,96, S&P 500 melemah 9,34 poin atau 0,17 persen ke 5.396,63. Sedangkan Nasdaq Composite turun 8,32 poin atau 0,05 persen ke 16.823,17.

Saham kesehatan tertekan tarif Trump

Pemerintahan Trump menyatakan telah memulai penyelidikan terhadap impor produk farmasi dan semikonduktor, untuk menilai apakah akan menerapkan tarif pada sektor-sektor tersebut.

Saham kesehatan termasuk Moderna Inc, Zimmer Biomet Holdings Inc, dan Molina Healthcare Inc berada di antara saham yang mengalami penurunan terbesar pada hari ini.

“Presiden Amerika Serikat telah memulai badai yang konsekuensinya tidak akan berakhir dalam waktu dekat,” kata Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou dalam konferensi pers di Paris.

Dia mengatakan keputusan Trump untuk menerapkan tarif yang luas dan menghadapi sekutu lama telah “menghancurkan kepercayaan di seluruh dunia” dan meningkatkan volatilitas ekonomi.

Ketidakpastian tarif yang berkelanjutan juga merugikan saham ritel karena pengeluaran konsumen diperkirakan akan terkena dampak dari tekanan harga yang lebih tinggi.
Kinerja perbankan bersinar di kuartal I
Laporan pendapatan kuartal I mulai meningkat pesat minggu ini, dengan hasil dari sejumlah bank besar menunjukkan ketahanan dalam pendapatan perusahaan meskipun menghadapi tantangan ekonomi yang semakin besar.

Saham Bank of America naik lebih dari tiga persen setelah bank tersebut melaporkan kenaikan pendapatan bunga bersih pada kuartal pertama, karena volatilitas yang dipicu tarif mendorong pendapatan perdagangan ekuitas rekor di unit pasar globalnya.

Saham Citigroup juga naik lebih dari satu persen setelah raksasa perbankan tersebut melaporkan hasil kuartal pertama yang lebih tinggi dari perkiraan, mengikuti tren yang ditetapkan oleh bank-bank Wall Street lainnya dalam mencatat lonjakan tajam pendapatan perdagangan ekuitas yang didorong oleh volatilitas.

Di tempat lain, saham Johnson & Johnson turun 0,5 persen setelah perusahaan farmasi tersebut melaporkan pendapatan dan laba kuartal pertama di atas ekspektasi, didorong lagi oleh penjualan kuat dari pengobatan kankernya, tetapi merevisi perkiraan tahunannya, menurunkan prospek pendapatan.

Di sektor teknologi, Netflix melonjak lebih dari empat persen setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa raksasa streaming tersebut bertujuan mencapai kapitalisasi pasar USD1 triliun dan menggandakan pendapatannya pada 2030.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Dipicu Ketidakpastian Kebijakan Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Dipicu Ketidakpastian Kebijakan Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street melemah pada Selasa (15/4/2025) dipicu ketidakpastian kebijakan tarif yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Equityworld Futures | Arah Tarif Trump Tak Pasti, Harga Emas Makin Bersinar

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 155,83 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 40.368,96. Indeks S&P 500 melemah 9,34 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 5.396,63. Indeks komposit Nasdaq merosot 8,32 poin, atau sekitar 0,05 persen, menjadi 16.823,17.

Salah satu penyebab turunnya indeks Dow Jones adalah merosotnya saham perusahaan manufaktur pesawat terbang Boeing sebesar 2,4 persen setelah pemerintah Tiongkok memerintahkan maskapai-maskapai penerbangannya untuk tidak lagi menerima pengiriman pesawat Boeng setelah AS menetapkan tarif 145 persen terhadap produk-produk yang diimpor dari Tiongkok.

Saham perusahaan kesehatan Johnson & Johnson turun 0,5 persen setelah gagal mencapai target penjualan peralatan medis. Saham perusahaan kesehatan lainnya, Merck, juga melemah, merosot 1 persen.

Barclays pada Selasa menurunkan peringkat saham sektor otomotif AS dengan alasan tarif Trump dapat menekan perolehan laba. Saham Ford dan General Motors masing-masing merosot 2,7 persen dan 1,3 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik dipicu kekhawatiran terhadap kebijakan tarif Trump. Harga emas untuk pengiriman Juni 2025 naik 0,4 persen menjadi US$3.240,4 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,46 persen menjadi 100,1.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa melonjak 1,6 persen, usai Trump mengindikasikan kemungkinan perubahan tarif 25 persen terhadap produk otomotif yang diimpor dari Meksiko, Kanada, dan negara lainnya.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melonjak 114,78 poin, atau sekitar 1,41 persen, menjadi 8.249,12. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 298,87 poin, atau sekitar 1,43 persen, menjadi 21.253,7.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melambung 269,5 poin, atau sekitar 2,14 persen, menjadi 12.879,3. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 62,28 poin, atau sekitar 0,86 persen, menjadi 7.335,4.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi 1,1322 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,24 persen menjadi 1,1645 euro per pound.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started