Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun di Tengah Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun di Tengah Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun sekitar 0,48 persen pada perdagangan Kamis waktu setempat. Harga emas gagal mempertahankan angka USD3.300 setelah mencapai level tertinggi dua minggu di USD3.345 sebelumnya.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas 23 Mei 2024, Bakal Tembus Level Ini

Dikutip dari FXStreet, Jumat, 23 Mei 2025, dolar AS yang kuat menekan logam mulia ini saat imbal hasil obligasi pemerintah AS mundur dari level tertinggi harian setelah DPR AS menyetujui anggaran Trump, yang sekarang akan dikirim untuk disetujui oleh Senat. XAU/USD diperdagangkan di USD3.289, turun 0,83 persen.

Sentimen pasar sedikit membaik tetapi tetap rapuh karena dipengaruhi oleh penurunan peringkat utang pemerintah AS oleh Moody’s. Paket fiskal yang sejauh ini disetujui oleh DPR AS diproyeksikan akan menambah USD4 triliun ke batas utang.

Penguatan dolar AS mengurangi daya tarik safe haven

Indeks dolar AS (DXY), yang melacak nilai dolar terhadap sekeranjang enam mata uang, telah mengurangi beberapa kerugian mingguan sebelumnya dan naik moderat 0,18 persen di 99,86, menjadi hambatan bagi logam berharga yang berdenominasi dolar.

Namun, prospek harga emas batangan tetap optimis karena konflik geopolitik. Berita mengungkapkan Israel sedang mempersiapkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran jika pembicaraan antara keduanya dan AS gagal, menurut Walla yang mengutip sumber.

Di sisi data, Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global di AS membaik, menunjukkan bahwa ekonomi tetap solid. Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran sedikit menurun dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya dan di bawah perkiraan.

Para pedagang emas batangan mengamati rilis data perumahan AS dan Fed pada hari Jumat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Pekan

Equityworld Futures | Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Pekan

Equityworld Futures | Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir pada Kamis (23/5/2025). Hal itu seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap melonjaknya utang pemerintah dan lemahnya permintaan obligasi AS tenor 20 tahun. Kondisi ini memperkuat minat terhadap emas sebagai aset safe haven.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Pesta Pora Karena Kekacauan di Amerika

Harga emas hari ini terlihat naik 0,62% menjadi US$ 3.335,9 per ons troi, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 9 Mei. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turut menguat 0,9% ke posisi US$ 3.341,90 per ons troi.

Dikutip dari Reuters, penguatan emas turut ditopang oleh pelemahan dolar AS yang berada di dekat level terendah dua pekan. Melemahnya dolar membuat harga emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang asing, sehingga meningkatkan daya tarik emas.

“Pembalikan tren bullish emas saat ini didorong oleh pelemahan dolar AS serta kekhawatiran akan risiko stagflasi di ekonomi AS,” ujar analis pasar senior OANDA untuk kawasan Asia Pasifik Kelvin Wong.

Di sisi lain, Komite Aturan DPR AS yang kini dikuasai Partai Republik, pada Rabu waktu setempat menyetujui untuk membawa rancangan undang-undang pemotongan pajak dan peningkatan belanja pemerintahan Presiden Donald Trump ke pemungutan suara di parlemen.

Namun, pasar obligasi AS menunjukkan tanda-tanda tekanan. Penjualan obligasi pemerintah AS bertenor 20 tahun senilai US$ 16 miliar pada Rabu lalu mencatat permintaan yang lemah.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street ”Mixed”, Bursa Eropa Menguat

Equityworld Futures | Wall Street ”Mixed”, Bursa Eropa Menguat

Equityworld Futures | Wall Street berakhir mixed pada Kamis (15/5/2025) dengan indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mengalami pelemahan.

Equityworld Futures | Selamat! Harga Emas Terbang Lagi Berkat Mr. Putin

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 271,69 poin, atau sekitar 0,65 persen, menjadi 42.322,75. Indeks S&P 500 meningkat 24,35 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 5.916,93. Indeks komposit Nasdaq turun 34,49 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 19.112,32.

Indeks komposit Nasdaq melemah setelah saham perusahaan e-commerce Amazon merosot 2,4 persen terpengaruh kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Saham Walmart turun 0,5 persen.

Saham perusahaan teknologi Cisco Systems melambung 5 persen setelah meningkatkan perkiraan perolehan labah tahunan berkat solidnya bisnis kecerdasan buatan.

Saham UnitedHealth Group terjun bebas 11 persen dipicu kabar bahwa Departemen Kehakiman AS tengah melakukan penyelidikan terhadap perusahaan asuransi tersebut terkait kemungkinan terjadinya penipuan Medicare.

Dari 11 sektor utama S&P 500, delapan mengalami peningkatan dengan indeks sektor utilitas dan kebutuhan primer konsumen masing-masing melonjak 2,1 persen dan 2 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2025 naik 1,2 persen menjadi US$3.226,6 per barel. Indeks dolar AS turun 0,1 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,6 persen, dipicu lonjakan saham sektor pertahanan dan industri.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 48,74 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 8.633,75. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 168,58 poin, atau sekitar 0,72 persen, menjadi 23.695,59.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 90 poin, atau sekitar 0,65 persen, menjadi 13.930,2. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 16,68 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 7.853,47.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi 1,327 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1866 euro per pound.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi usai Investor Tunggu Data Penjualan Ritel

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi usai Investor Tunggu Data Penjualan Ritel

Equityworld Futures | Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada Rabu (14/5) didorong oleh meredanya ketegangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia, dan dolar AS stabil setelah anjlok baru-baru ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Terjun ke Level Terendah dalam Sebulan

Mengutip Reuters, Rata-rata Industri Dow Jones (.DJI), turun 89,37 poin atau 0,21 persen menjadi 42.051,06. S&P 500 (.SPX), naik 6,03 poin, atau 0,10 persen, menjadi 5.892,58 dan Nasdaq Composite (.IXIC), naik 136,72 poin atau 0,72 persen menjadi 19.146,81.

Pengukur saham MSCI di seluruh dunia (.MIWD00000PUS), naik 2,04 poin, atau 0,23 persen, menjadi 873,24.

Harga emas anjlok ke titik terendah dalam lebih dari satu bulan karena gencatan senjata perdagangan AS-China meredupkan daya tarik emas batangan sebagai aset safe haven. Ketika pertikaian tarif antara China dan AS tampak mereda, para investor telah mendorong ekuitas global lebih tinggi.

Data pada Selasa (13/5) menunjukkan inflasi konsumen AS yang lebih rendah dari perkiraan juga memberikan sedikit kelegaan bagi investor.

Sebab investor khawatir dampak inflasi dari kebijakan tarif AS bisa melemahkan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

Meskipun para pedagang memperkirakan inflasi akan meningkat imbas tarif menaikkan biaya impor, ketidakpastian atas prospek tersebut tetap ada karena pemerintahan AS terus maju untuk mencapai kesepakatan dengan mitra dagangnya.

Sebelumnya the Fed telah memperingatkan tentang peningkatan ketidakpastian ekonomi. Ketua the Fed Jerome Powell dijadwalkan untuk memberikan pernyataan pada hari ini Kamis (15/5).

Dalam pernyataannya Rabu (14/5) Wakil Ketua the Fed Philip Jefferson mengatakan data inflasi baru-baru ini menunjukkan kemajuan yang berkelanjutan menuju pencapaian target inflasi Federal Reserve sebesar 2 persen, tetapi masih dalam ketidakpastian imbas kemungkinan tarif impor baru akan mendorong harga lebih tinggi.

Dolar AS naik 0,14 persen terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro. Manajer aset global mempertahankan posisi underweight terbesar mereka dalam dolar dalam 19 tahun pada bulan Mei, karena kebijakan perdagangan Trump memangkas minat investor terhadap aset AS, survei manajer dana global (FMS) Bank of America menunjukkan pada Selasa (13/5).

Euro turun 0,15 persen pada USD 1,1167, dan sterling melemah 0,38 persen menjadi USD 1,3253. Imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi karena pasar menunggu data ekonomi baru serta gambaran yang lebih jelas tentang defisit pemerintah dari pembahasan di Kongres AS.

Sinyal utama berikutnya untuk kesehatan ekonomi AS adalah data penjualan ritel April yang akan dirilis pada hari ini Kamis (15/5). Pada hari yang sama, pembicaraan direncanakan antara Ukraina dan Rusia di Istanbul dengan harapan akan adanya gencatan senjata tiga tahun setelah konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Pada komoditas, meningkatnya stok minyak mentah AS menekan harga. Minyak mentah Brent berjangka ditutup 54 sen, atau sekitar 0,81 persen, lebih rendah menjadi USD 66,09 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 52 sen, atau 0,82 persen, menjadi USD 63,15.

Harga emas berjangka AS ditutup 1,8 persen lebih rendah pada USD 3.188,3, dan emas spot turun 2,07 persen menjadi USD 3.180,07 per ons.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Coinbase dan Nvidia Bikin Kejutan Besar

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Coinbase dan Nvidia Bikin Kejutan Besar

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street sebagian besar menguat pada perdagangan Selasa (13/5/2025) setelah laporan inflasi menunjukkan adanya perlambatan yang tidak terduga, dan juga dukungan saham-saham teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Disebut Bisa Jatuh ke Sini

Inflasi inti Amerika Serikat (AS) pada April 2025 turun menjadi 2,3% dari 2,4% pada Maret 2025, meskipun ada ketidakpastian terkait perang dagang dan lonjakan impor sebelum tarif baru diberlakukan. Hal ini mendorong Wall Street menguat.

Dilansir dari AP, indeks S&P 500 naik 0,7% ke level 5.886,55, memperpanjang reli setelah pengumuman gencatan senjata 90 hari antara AS dan Tiongkok untuk membuka ruang negosiasi. Indeks Nasdaq mencatat kenaikan terbesar, melonjak 1,6% ke 19.010,08, ditopang saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Namun, indeks Dow Jones justru melemah 0,6% atau turun 269,67 poin ke 42.140,43, akibat aksi jual pada saham sektor kesehatan.

Salah satu penggerak utama pasar adalah lonjakan saham Coinbase Global yang naik 24% seusai pengumuman bahwa saham perusahaan akan bergabung dalam indeks S&P 500 pada pekan depan, menggantikan Discover Financial Services yang diakuisisi Capital One Financial. Hal ini mendorong banyak dana investasi membeli saham Coinbase menjelang perdagangan saham.

Saham teknologi berbasis AI turut mendorong pasar. Nvidia naik 5,6% setelah mengumumkan kerja sama dengan startup AI milik dana kekayaan negara Arab Saudi, Humain, untuk memasok 18.000 cip guna mendukung pembangunan pusat data di Timur Tengah.

Super Micro Computer, produsen server untuk AI, melonjak 16%, sedangkan GE Vernova naik 4% dan Palantir Technologies menguat 8,1%.

Sementara itu, kejatuhan UnitedHealth menjadi penyebab utama melemahnya indeks Dow Jones. Saham UnitedHealth Group, perusahaan asuransi kesehatan terbesar di AS, anjlok hingga 17,8% setelah menangguhkan proyeksi keuangan tahunannya akibat tingginya biaya medis. Perusahaan juga mengumumkan pengunduran diri CEO Andrew Witty karena alasan pribadi.

Pada saat indesk utama Wall Street sebagian menguat, indeks di Eropa dan sebagian besar Asia juga menguat, meskipun indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,9%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Merekah Didukung Kesepakatan Perdagangan AS-Inggris

Equityworld Futures | Wall Street Merekah Didukung Kesepakatan Perdagangan AS-Inggris

Equityworld Futures | Saham AS berakhir lebih tinggi pada Kamis, 8 Mei 2025 setelah Presiden AS Donald Trump mengungkap garis besar kerangka perjanjian perdagangan dengan Inggris, yang menandai kesepakatan pertama sejak Amerika Serikat memberlakukan tarif berbasis luas pada awal April.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas 9 Mei 2025, Siap-Siap Anjlok

Dilansir dari Xinhua, Dow Jones Industrial Average naik 254,48 poin, atau 0,62 persen, menjadi 41.368,45. S&P 500 naik 32,66 poin, atau 0,58 persen, menjadi 5.663,94. Indeks Komposit Nasdaq naik 189,98 poin, atau 1,07 persen, menjadi 17.928,14.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor konsumen dan industri memimpin penguatan dengan masing-masing naik 1,35 persen dan 1,34 persen. Sementara itu, sektor kesehatan dan utilitas memimpin penguatan dengan masing-masing turun 0,91 persen dan 0,86 persen.

Kesepakatan perdagangan AS-Inggris
Berbicara dari Ruang Oval dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melalui pengeras suara, Trump mengumumkan bahwa perjanjian tersebut akan mencakup tarif dasar 10 persen untuk impor Inggris.

Ia menekankan level ini mungkin berada di kisaran yang lebih rendah dibandingkan dengan kesepakatan di masa mendatang, dengan mengatakan beberapa negara dengan “surplus perdagangan besar-besaran” dapat menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi.

Meskipun belum ada perjanjian resmi yang ditandatangani, Trump mengatakan “rincian akhir sedang ditulis,” dan meramalkan hasil yang konklusif dalam beberapa minggu mendatang. “Lebih baik Anda keluar dan membeli saham sekarang,” katanya.

Pasar mencapai titik tertinggi sesi saat Trump menyatakan keyakinannya negosiator AS akan memiliki “akhir pekan yang baik” selama pembicaraan perdagangan awal dengan Tiongkok.

“Ada optimisme yang meningkat kesepakatan dapat dibuat sebelum berakhirnya jeda timbal balik pada 9 Juli,” kata kepala strategi investasi di CFRA Research Sam Stovall.

“Namun, dimulainya pembicaraan dapat meredakan tekanan pada pemerintah untuk menyelesaikan perjanjian dengan mitra dagang lainnya dalam jangka pendek,” kata dia.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan pejabat Tiongkok di Swiss untuk membahas perdagangan dan kerja sama ekonomi akhir pekan ini.

Saham teknologi melambung

Saham teknologi memimpin kenaikan, didorong oleh berita pemerintahan Trump akan mencabut pembatasan chip yang diperkenalkan selama era Biden. Alphabet naik 1,93 persen setelah perusahaan tersebut menepis laporan penurunan lalu lintas pencarian Safari, dengan menyatakan bahwa Google Search terus mengalami pertumbuhan.

Di tempat lain, Boeing naik 3,13 persen setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengisyaratkan bahwa perjanjian perdagangan AS-Inggris dapat membuka jalan bagi pesanan pesawat bernilai miliaran dolar.

Sementara itu, investor terus menilai keputusan Federal Reserve pada hari Rabu untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah, seperti yang diharapkan. Ketua Fed Jerome Powell menekankan pendekatan “wait and see” terhadap langkah kebijakan di masa mendatang, menyoroti ketidakpastian ekonomi yang meningkat dan volatilitas pasar yang berasal dari langkah-langkah tarif agresif Presiden Trump. Trump menyerang Powell lagi pada hari Kamis, menyebutnya sebagai “orang bodoh” yang “tidak punya petunjuk.”

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Awas! Harga Emas Kembali Terjun Bebas, Ambruk 2%

Equityworld Futures | Awas! Harga Emas Kembali Terjun Bebas, Ambruk 2%

Equityworld Futures | Harga emas dunia terkoreksi usai kenaikan tajam beruntun. Penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) hingga ketidakpuasan terhadap pernyataan ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mendorong kejatuhan harga emas.

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh Parah, Pasar Kecewa Sikap Hati-Hati The Fed

Pada perdagangan sebelumnya Rabu (07/5/2025), harga emas dunia merosot 1,90% di level US$3.364,32 per troy ons. Pelemahan tersebut mematahkan penguatan emas selama dua hari beruntun.

Pada perdagangan hari ini Kamis (08/5/2025) hingga pukul 06.15 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,21% di posisi US$3.371,44 per troy ons.

Harga emas turun pada perdagangan Rabu, terbebani oleh dolar yang lebih kuat dan meredanya ketegangan perdagangan China-AS, sementara para pelaku pasar merasa tidak puas dengan pernyataan hati-hati Ketua The Fed Jerome Powell tentang ekonomi AS.

Pada perdagangan Rabu (7/5/2025), indeks dolar AS menguat 0,38% di level 99,61. Penguatan tersebut mematahkan pelemahan dolar AS selama tiga hari beruntun pada perdagangan sebelumnya.

Bank sentral Amerika Serikat (AS) The federal Reserve (The Fed) kembali menahan suku bunganya di level 4,25-4,50% bulan ini. Keputusan ini mencerminkan sikap The Fed yang hati-hati dalam mengantisipasi dampak kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump.

The Fed mengumumkan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (8/5/2025). Ini merupakan kali ketigaThe Fed menahan suku bunganya setelah terakhir kali menurunkan suku bunganya pada pertemuan Desember 2024.

Keputusan menahan suku bunga diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor besar-besaran Presiden AS Donald Trump, yang diumumkan pada 2April 2025.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari dengan keputusan bulat untuk tidak mengubah suku bunga pada 4,25%-4,50%, yang telah berlaku sejak Desember.

Dalam pernyataannya, The Fed mengakui ada kenaikan risiko stabilitas harga dan ketenagakerjaan. Kondisi ini membuat bank sentral dalam posisi sulit dalam menentukan arah kebijakan berikutnya.

“Ini bukan situasi di mana kami bisa bertindak secara pre-emptif, karena kami belum tahu apa respons yang tepat hingga melihat data lebih lanjut,” kata Ketua The Federal Reserve Jerome Powell dalam konferensi pers usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC), dikutip dari CNBC International.

Powell menegaskan bahwa bank sentral akan tetap bersabar dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya, mengingat tingginya ketidakpastian yang masih menyelimuti prospek ekonomi.

“Powell memegang kartunya dengan sangat erat sambil mengulangi pesan bahwa The Fed akan ‘menunggu dan melihat’ dan bahwa itu tidak dapat bersifat pre-emptif. Hal itu membuat pasar sedikit tidak puas yang tidak akan mengubah bias bullish emas yang kuat,” ujar Tai Wong, seorang pedagang logam independen, kepada Reuters.

“Penurunan akan dibeli karena emas adalah satu-satunya pasar di mana investor sangat percaya diri,” tambahnya.

Emas, yang dilihat sebagai aset safe haven di masa-masa yang tidak pasti, telah melonjak 31% tahun ini, di tengah risiko geopolitik dan pembelian bank sentral yang kuat. Bank sentral China menambah cadangannya selama enam bulan berturut-turut pada bulan April.

“Saya pikir sebagian besar (jatuhnya harga emas) adalah China dan AS yang bersatu untuk melakukan pembicaraan tarif. Pengumuman The Fed tampaknya sangat netral dari apa yang dikatakan Powell saat ini, jadi tidak ada kejutan di sana,” ujar Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan kepala negosiator perdagangan Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan pemimpin ekonomi China He Lifeng di Swiss akhir pekan ini, sebuah langkah yang dipandang sebagai terobosan potensial dalam menyelesaikan ketegangan perdagangan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street melemah lagi, IHSG siap lanjutkan reli kenaikan?

Equityworld Futures | Wall Street melemah lagi, IHSG siap lanjutkan reli kenaikan?

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi, dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Rabu (7/5) hari ini.

Equityworld Futures | Peringatan! Harga Emas Bergerak Sangat Ekstrem, Terbang Terus Jatuh!

Analis CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI), dalam risetnya, mengatakan IHSG dapat dukungan dari kenaikan harga emas di tengah ketidakpastian pasar global. Namun terkoreksinya sejumlah indeks di Wall Street pada Selasa (6/5) kemarin, berpotensi jadi sentimen negatif.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.845/6.790 dan resist 6.950/7.005,” ungkap analis CGSI.

Menurut pantauan IDNFinancials.com, indeks Dow Jones Industrial (DJI) melemah 0,95% pada Selasa kemarin, disusul pelemahan indeks S&P 500 sebesar 0,77% dan Nasdaq Composite 0,87%.

Analis BRI (JK:BBRI) Danareksa Sekuritas juga memperkirakan IHSG akan menguat dan menguji resistance pentingnya di area 6.875-6.975. Penguatan ini, didukung oleh perkembangan negosiasi dagang dan kembalinya dana asing ke pasar modal Indonesia.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” ungkap Analis BRI Danareksa Sekuritas, dalam risetnya.

Sementara itu Senior Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, mengatakan resistance breakout IHSG di 6.875 telah tervalidasi. “Akan tetapi, perlu diwaspadai net sell investor asing sebesar Rp200 miliar di Selasa (6/5),” jelas Valdy.

Pada perdagangan kemarin, IHSG menguat 0,97% melanjutkan reli kenaikan selama 7 hari perdagangan. Namun investor asing mencatatkan net sell untuk pertama kalinya, setelah konsisten net buy dalam beberapa hari perdagangan terakhir.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Takdir Harga Emas Disebut Bakal Begini

Equityworld Futures | Takdir Harga Emas Disebut Bakal Begini

Equityworld Futures | Harga emas mengakhiri pekan lalu di kisaran US$ 3.241, tetapi semua mata kini tertuju pada level kritis US$ 3.268, karena investor bersiap menghadapi minggu yang berat dengan data ekonomi AS dan keputusan suku bunga Federal Reserve.

Equityworld Futures | Harga Emas Melejit 2% Lebih, Dolar Loyo, Pasar Panas Menanti The Fed

Sementara emas telah berada di bawah tekanan akhir-akhir ini karena angka pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dan sentimen perdagangan AS-China yang membaik, beberapa hari mendatang dapat membawa volatilitas baru dan berpotensi membuka pintu bagi reli emas lainnya. Sebagaimana dilaporkan The Economic Times, Sabtu (3/5/2025).

Secara teknis, emas (XAU/USD) terperangkap dalam zona ketat, diperdagangkan tepat di bawah resistensi $3.268. Level tersebut menandai garis tren menurun serta EMA periode 50—keduanya merupakan indikator utama untuk arah harga jangka pendek.

Jika emas dapat menembus dan bertahan di atas US$ 3.268, analis menyarankan hal itu dapat membuka target kenaikan lebih lanjut di sekitar US$ 3.275 dan US$ 3.295. Namun kehati-hatian diperlukan—pedagang harus menunggu konfirmasi sebelum terjun, terutama dengan volatilitas yang kemungkinan meningkat setelah peristiwa ekonomi mendatang.

Pada sisi negatifnya, support berada di US$ 3.231, diikuti oleh US$ 3.204. Sementara indikator MACD tetap bearish, ada tanda-tanda bahwa hal itu mulai stabil, mengisyaratkan bahwa momentum dapat segera berubah.

Berikut ini adalah uraian sederhana dari strategi perdagangan emas yang banyak dicermati (Sebagaimana dilaporkan The Economic Times):

Titik Masuk: Penembusan dan penutupan yang dikonfirmasi di atas US$ 3.268

Target: Pertama di US$ 3.275, kemudian US$ 3.295

Stop Loss: Tepat di bawah US$ 3.231

Untuk saat ini, US$ 3.500 masih menjadi batas atas untuk emas, dan itu sebagian besar disebabkan oleh peningkatan selera risiko pasar. Pergeseran ini terjadi karena risiko geopolitik mereda dan indikator ekonomi mengejutkan ke arah positif.

Kecuali kita melihat sinyal dovish utama dari Fed, atau data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, emas mungkin kesulitan untuk menembus level atas itu dalam jangka pendek. Namun, jika kondisi makro bergeser—bahkan sedikit—penembusan US$ 3.268 bisa menjadi pemicu reli emas baru.

“Sampai saat itu, emas masih berada di persimpangan jalan—terjebak antara fundamental AS yang kuat, inflasi yang mendingin, dan pesan bank sentral yang hati-hati,” terang laporan The Economic Times.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Futures Saham AS Turun Setelah Lonjakan Mingguan Wall Street

Equityworld Futures | Futures Saham AS Turun Setelah Lonjakan Mingguan Wall Street

Equityworld Futures | Futures saham AS turun pada Minggu malam setelah S&P 500 mencatatkan rentetan kemenangan terpanjang dalam lebih dari dua dekade. Investor tetap waspada di tengah potensi pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok dan menantikan pertemuan kebijakan Federal Reserve yang akan datang pada akhir pekan ini.

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk, Level Ini Krusial

Dilansir dari Investing.com, S&P 500 Futures turun 0,6 persen ke 5.674,75 poin, sementara Nasdaq 100 Futures menurun 0,7 persen ke 20.060,0 poin. Dow Jones Futures juga turun 0,5 persen di 41.218,0 poin.
Wall Street ditutup lebih tinggi
Sentimen mendapat dorongan pada Jumat setelah nonfarm payrolls tumbuh lebih dari yang diharapkan bulan lalu, menunjukkan ketahanan di pasar tenaga kerja meskipun ada gejolak terkait kebijakan perdagangan administrasi Donald Trump.

Data menunjukkan bahwa penambahan pekerjaan meningkat sebanyak 177 ribu bulan lalu setelah naik sebesar 185 ribu pada Maret yang direvisi turun. Ekonom memperkirakan penambahan 138 ribu pekerjaan.

Sementara itu, Tiongkok mengatakan pekan lalu bahwa mereka sedang mengevaluasi kemungkinan pembicaraan perdagangan dengan AS, menambahkan bahwa dialog apapun harus didasarkan pada ketulusan dan penghapusan tarif sepihak.

Komentar tersebut muncul sebagai tanggapan atas pernyataan AS baru-baru ini yang menunjukkan kesediaan untuk terlibat dalam negosiasi perdagangan.

Pada hari Jumat, 2 Mei 2025, Dow Jones Industrial Average ditutup 1,4 persen lebih tinggi, sementara S&P 500 naik 1,5 persen, dan NASDAQ Composite juga melonjak 1,5 persen.

S&P 500 memperpanjang kenaikan menjadi sembilan sesi berturut-turut pada hari Jumat, menandai rentetan kemenangan terpanjang sejak November 2004.

Ketiga indeks mencatat kenaikan mingguan dalam kisaran 3-5 persen.
Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga
Fed dijadwalkan memulai pertemuan dua harinya pada Selasa, dengan bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap di tengah ketidakpastian global.

Ketua Fed Jerome Powell baru-baru ini mengisyaratkan para pembuat kebijakan berada dalam mode tunggu dan lihat di tengah kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh tarif Trump. Hal ini terjadi meskipun ada tekanan terbuka dari Presiden Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk memotong suku bunga kebijakan.

“Tuntutan presiden untuk suku bunga yang lebih rendah tidak digubris oleh Fed karena kekhawatiran inflasi jangka pendek membatasi ruang lingkup untuk bertindak. Meskipun demikian, ekonomi AS sedang mendingin dan itu dapat membuka jalan untuk pemotongan suku bunga besar di paruh kedua tahun ini,” kata analis ING dalam catatan terbaru.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started