Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah Usai Investor Khawatir Ketegangan Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah Usai Investor Khawatir Ketegangan Timur Tengah

Equityworld Futures | Indeks Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (12/6). Hal ini disebabkan oleh investor yang khawatir dengan ketegangan di Timur Tengah.

Equityworld Futures | Emas Punya “Senjata” Baru, Harganya Siap Terbang Tinggi Lagi

Sementara itu laporan inflasi yang menurun meredakan kekhawatiran seputar tekanan harga akibat tarif, investor menunggu rincian lebih lanjut tentang pembicaraan dagang China dengan Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, Kamis (12/6) Industri Dow Jones (.DJI) melemah dengan turun 1,10 poin menjadi 42,865,77, S&P 500 (.SPX) turun 0,27 persen menjadi 6.022,24 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,50 persen menjadi 19.615,88.

Wall Street berhenti naik secara moderat setelah salah satu sumber mengatakan AS sedang mempersiapkan evakuasi sebagian kedutaannya di Irak karena meningkatnya risiko keamanan di kawasan tersebut.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan sebelumnya Irak akan menyerang pangkalan AS di kawasan tersebut jika negosiasi nuklir gagal dan konflik muncul dengan AS.

Di sisi lain, data menunjukkan harga konsumen hanya naik sedikit pada bulan Mei, sementara para ekonom memperkirakan inflasi akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang karena tarif impor pemerintahan Trump.

Secara tahunan, inflasi utama berada pada angka 2,4 persen atau lebih rendah dari kenaikan 2,5 persen yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

“Masih ada kekhawatiran tentang tarif Trump yang bersifat inflasioner, tetapi laporan ini lebih baik dari yang diharapkan dan memicu harapan bahwa Federal Reserve akan dapat turun tangan dengan pemangkasan suku bunga di akhir tahun ini,” kata Robert Pavlik, manajer portofolio senior di Dakota Wealth.

Investor memperkirakan peluang 70 persen bahwa Federal Reserve atau The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan September.

Terkait negosiasi AS-China, menurut seorang pejabat Gedung Putih, perjanjian dengan China memungkinkan AS mengenakan tarif sebesar 55 persen atas barang-barang impor China, termasuk tarif timbal balik dasar sebesar 10 persen, tarif sebesar 20 persen untuk perdagangan fentanil, dan tarif sebesar 25 persen dari tarif yang sudah ada sebelumnya.

Sementara China akan mengenakan tarif sebesar 10 persen atas impor AS. Jumlah saham yang turun lebih banyak daripada yang naik dalam indeks S&P 500 (.AD.SPX), dengan rasio 1,9 banding satu. S&P 500 membukukan 11 titik tertinggi baru dan 2 titik terendah baru; Nasdaq mencatat 80 titik tertinggi baru dan 43 titik terendah baru.

Saham Amazon (AMZN.O) turun 2 persen dan Nvidia (NVDA.O) turun 0,8 persen, keduanya membebani S&P 500.

Saham platform pengembangan perangkat lunak GitLab (GTLB.O) turun hampir 11 persen setelah hasil kuartalannya mengecewakan investor. Selain itu saham perusahaan video game GameStop (GME.N) juga turun 5,3 persen setelah melaporkan penurunan pendapatan kuartal pertama.

Saham Tesla (TSLA.O) naik tipis 0,1 persen setelah CEO Elon Musk mengatakan Ia menyesali beberapa unggahan negatif di media sosial yang Ia buat minggu lalu tentang Trump.

Volume di bursa AS relatif besar, dengan 18,9 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 17,8 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menanjak, Optimisme Negosiasi Dagang AS dan China Jadi Penopang

Equityworld Futures | Wall Street Menanjak, Optimisme Negosiasi Dagang AS dan China Jadi Penopang

Equityworld Futures | Indeks-indeks Wall Street kompak menanjak pada perdagangan Selasa (10/6/2025). Hal itu seiring optimisme pasar akan tercapainya kemajuan dalam negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Equityworld Futures | Perundingan China vs AS Bikin Was-was, Pemilik Emas Dibuat Cemas

Dikutip dari CNBC internasional Dow Jones Industrial Average naik 105,11 poin (0,25%) ke posisi 42.866,87. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,55% dan ditutup di 6.038,81. Indeks Nasdaq Composite juga menambah 0,63% dan berakhir di level 19.714,99. Ini menjadi hari ketiga berturut-turut indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan penguatan.

Pembicaraan antara pejabat AS dan China terus berlanjut di London untuk hari kedua. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan harapannya, bahwa diskusi tersebut dapat selesai pada Selasa malam, namun tidak menutup kemungkinan berlanjut hingga Rabu jika diperlukan.

“Saya rasa pembicaraan ini berjalan sangat baik. Semua pihak bekerja keras dan fokus, mengerahkan waktu, tenaga, dan energi,” kata Lutnick kepada wartawan di London.

Para pelaku pasar terus memantau jalannya negosiasi untuk melihat peluang tercapainya kesepakatan tanpa penerapan tarif dagang yang tinggi. Sebelumnya, kedua negara sepakat untuk sementara waktu memangkas bea masuk, langkah yang dianggap sebagai terobosan penting setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana tarif besar-besaran terhadap impor China.

Sejauh ini, Wall Street mencatat penguatan sepanjang Juni, didorong oleh ekspektasi positif terhadap negosiasi dagang global dan kinerja kuat pasar secara umum. Sentimen pasar juga ditopang oleh laporan laba perusahaan yang solid serta lonjakan saham teknologi, terutama setelah berbagai pengumuman terbaru di bidang kecerdasan buatan (AI).

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Naik Tipis Menanti Hasil Pertemuan AS-China

Equityworld Futures | Wall Street Naik Tipis Menanti Hasil Pertemuan AS-China

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup sedikit menguat, dengan kenaikan indeks S&P 500 ditopang oleh saham Amazon dan Alphabet. Investor nampaknya masih mengamati negosiasi antara AS dengan China di London.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik, Pasar Pantau Ketat Negosiasi Dagang AS dan China

Pejabat tinggi dari kedua negara tengah melakukan diskusi, berusaha untuk menghasilkan perjanjian perdagangan yang lebih baik dan meredakan perang dagang. Pembicaraan pun memasuki hari kedua, lantaran pertemuan sebelumnya belum mencapai kesepakatan.

“Pasar menganggap setiap dialog dengan Beijing sebagai kemajuan, terlepas dari apakah itu mengarah pada hasil nyata atau tidak. Pasar hanya akan mempercayai kata-kata pemerintah, sampai terbukti sebaliknya,” kata CEO Longbow Asset Management, Jake Dollarhide, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (10/6/2025).

Kinerja Wall Street pun ditopang oleh saham Amazon (AMZN.O) dan induk perusahaan Google Alphabet (GOOGL.O). Keduanya mencatatkan kenaikan lebih dari 1% dan membantu menjaga indeks S&P 500 di wilayah positif.

Amazon.com berencana menggelontorkan setidaknya US$ 20 miliar di Pennsylvania untuk memperluas infrastruktur pusat data. Raksasa teknologi itu pun berencana untuk perluasan kecerdasan buatan (AI).

Indeks S&P 500 naik 0,09% dan mengakhiri sesi di 6.005,88 poin. Sementara indeks Nasdaq naik 0,31% menjadi 19.591,24 poin, dan indeks Dow Jones Industrial Average tidak berubah pada 42.761,76 poin.

Dari 11 indeks sektor S&P 500, enam mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor utilitas (.SPLRCU) yang turun 0,66%, diikuti oleh kerugian 0,55% di sektor keuangan (.SPSY).

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Data Pekerjaan AS Mengimbangi Ketidakpastian Perdagangan

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Data Pekerjaan AS Mengimbangi Ketidakpastian Perdagangan

Equityworld Futures | Harga emas stabil pada Rabu (4/6) karena data pekerjaan AS yang cukup kuat pada April mengimbangi ketidakpastian hubungan perdagangan AS-China dan kekhawatiran ekonomi global.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Bikin Silau, Level US$3.400 Sudah di Depan Mata

Mengutip Reuters, harga emas spot stabil pada US$ 3.351,49 per ons pada pukul 06.09 GMT. Harga emas berjangka AS juga tetap stabil pada US$ 3.375 per ons troi.

“Kami berpotensi melihat pembeli yang sedang turun kembali masuk ke dalam gambaran dan… banyak hal masih tidak pasti, terutama seputar hubungan perdagangan antara China dan AS dan bahkan di UE dan AS juga,” kata Kelvin Wong, analis pasar senior, Asia Pasifik di OANDA.

Namun, “Data pekerjaan JOLTS membantu meredakan beberapa kekhawatiran tentang potensi pukulan ekonomi pada ekonomi AS dari tarif, yang menjaga permintaan aset aman untuk emas tetap terkendali,” kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.

Gedung Putih mengisyaratkan bahwa Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mungkin akan terlibat dalam pembicaraan akhir minggu ini untuk mengatasi perselisihan perdagangan.

AS harus menciptakan kondisi yang diperlukan agar hubungan bilateral kembali ke “jalur yang benar,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada duta besar AS untuk Beijing.

Data ekonomi menunjukkan, lowongan pekerjaan di Amerika Serikat meningkat pada bulan April, meskipun PHK melonjak ke level tertinggi dalam sembilan bulan, mengisyaratkan pelunakan kondisi pasar tenaga kerja.

Kekhawatiran ekonomi global semakin dalam setelah Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memperingatkan perlambatan ekonomi yang lebih tajam dari perkiraan, karena kebijakan perdagangan pemerintahan Trump sangat membebani ekonomi AS.

“(Laporan OECD) pasti akan menjadi faktor pendukung lain untuk melihat permintaan yang aman juga memanas dari perspektif jangka menengah,” kata Wong.

Pejabat Federal Reserve menegaskan kembali sikap kebijakan mereka yang hati-hati, dengan mengutip risiko dari ketegangan perdagangan dan ketidakpastian ekonomi.

Emas cenderung berkinerja baik selama ketidakpastian ekonomi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Meriang! Harga Emas Jadi Panas Dingin Jelang Pertemuan Trump – Jinping

Equityworld Futures | Meriang! Harga Emas Jadi Panas Dingin Jelang Pertemuan Trump – Jinping

Equityworld Futures | Harga emas akhirnya terperosok usai kenaikan tajam pada perdagangannya sebelumnya. Penurunan emas terjadi usai dolar Amerika Serikat (AS) menguat tajam hingga para pelaku mengamati pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

Equityworld Futures | Harga Emas Loncat di Tengah Ketegangan Dagang dan Dolar Lesu

Pada perdagangan Selasa (3/6/2025), harga emas dunia melemah 0,80% di level US$3.351,98 per troy ons. Pelemahan ini berbanding terbalik dengan hari sebelumnya di mana harga emas mengangkasa hampir 3%.

Pada perdagangan hari ini Rabu (4/6/2025) hingga pukul 06.30 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,17% di posisi US$3.357,90 per troy ons.

Emas turun hampir 1% pada perdagangan Selasa setelah mencapai titik tertinggi hampir empat minggu, tertekan oleh dolar yang lebih kuat karena investor menjadi berhati-hati menjelang panggilan potensial antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping.

Pada perdagangan kemarin Selasa (3/6/2025), indeks dolar AS menguat 0,53% di level 99,22. Penguatan terjadi usai penurunan tajam. Menguatnya dolar AS mendorong harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang asing lainnya.

“Kita memasuki periode yang dikenal sebagai kelesuan musim panas, jadi ada ekspektasi bahwa pasar emas bisa mengalami sedikit kelesuan atau konsolidasi menyamping,” ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Pasar gelisah menjelang kemungkinan panggilan telepon Trump-Xi minggu ini, setelah Trump menuduh China melanggar perjanjian untuk mencabut tarif. Pembicaraan itu terjadi saat ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia terus memanas.

Secara terpisah, Komisi Eropa mengatakan akan mendorong tarif AS yang lebih rendah bahkan saat Trump mengusulkan penggandaan bea masuk untuk baja dan aluminium, sementara Washington mendesak mitra dagang untuk mengajukan penawaran yang direvisi paling lambat Rabu untuk mempercepat pembicaraan.

Investor juga mengamati data penggajian nonpertanian AS pada Jumat dan serangkaian pembicara The Federal Reserve untuk petunjuk tentang kebijakan suku bunga.

Data AS pada hari Selasa menunjukkan lowongan pekerjaan meningkat pada April, tetapi PHK yang lebih tinggi menandakan pasar tenaga kerja yang mendingin di tengah meningkatnya kekhawatiran tarif.

“Saya yakin The Fed siap untuk mulai memangkas suku bunga lagi, tetapi kemungkinan besar tidak sampai September, itu adalah faktor lain yang mungkin membebani dolar dan mendukung emas,” tambah Meger.

Emas, tempat berlindung yang aman selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi, cenderung berkembang pesat dalam lingkungan suku bunga rendah. Emas telah naik sekitar 28% tahun ini.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menguat di Tengah Ancaman Tarif Trump soal Impor Baja dan Aluminium

Equityworld Futures | Wall Street Menguat di Tengah Ancaman Tarif Trump soal Impor Baja dan Aluminium

Equityworld Futures | Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada Senin (2/6) di tengah optimisme pasar terhadap kelanjutan pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya.

Equityworld Futures | Kemarin Naik Hampir 3%, Simak Prediksi Harga Emas Hari Ini

Mengutip Reuters, Indeks S&P 500 naik 24,25 poin atau 0,41 persen menjadi 5.935,94. Nasdaq Composite juga menguat 128,85 poin atau 0,67 persen menjadi 19.242,61.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menambahkan 35,41 poin atau 0,08 persen dan ditutup pada 42.305,48.

Pernyataan Trump datang pada Jumat malam, ketika ia mengumumkan rencana menggandakan tarif impor baja dan aluminium dari 25 persen menjadi 50 persen mulai Rabu pekan ini.

Langkah ini disampaikannya hanya beberapa jam setelah menuduh China melanggar kesepakatan yang telah dicapai dalam perundingan sebelumnya.

Menurut Jamie Cox, Mitra Pengelola di Harris Financial Group, pasar menafsirkan ancaman tarif ini sebagai upaya untuk mendorong penyelesaian negosiasi.

“Pasar melihat putaran terbaru ancaman tarif dan meningkatnya retorika terhadap Tiongkok, UE, dan baja sebagai dorongan untuk menggerakkan negosiasi menuju garis akhir,” ujarnya.

Saham-saham produsen baja AS pun melonjak tajam. Cleveland-Cliffs naik hingga 23 persen, disusul kenaikan harga saham Nucor dan Steel Dynamics. Namun, saham produsen mobil seperti Ford dan General Motors justru mengalami tekanan, masing-masing turun hampir 3,9 persen.

Kekhawatiran pasar muncul karena kenaikan tarif ini bisa memperburuk ketegangan dagang global, terutama setelah bulan lalu sikap Trump yang lebih lunak sempat mendorong pemulihan pasar.

Sektor energi juga memberikan dukungan setelah kelompok OPEC+ mempertahankan tingkat peningkatan produksi untuk bulan Juli.

Sementara itu, saham teknologi turut mendorong penguatan indeks. Nvidia menguat 1,7 persen dan Meta melonjak 3,6 persen. Di sisi lain, Tesla turun 1,1 persen setelah mencatat penurunan penjualan di Portugal, Denmark, dan Swedia.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Naik Usai Ketegangan Trump vs Uni Eropa Mereda

Equityworld Futures | Wall Street Naik Usai Ketegangan Trump vs Uni Eropa Mereda

Equityworld Futures | Wall Street tercatat mengalami kenaikan secara mingguan bahkan lonjakan bulanan tertinggi sejak akhir 2023 pada pekan lalu waktu Amerika Serikat. Kenaikan ini dipicu oleh meredanya ketegangan perang dagang antara AS dan Uni Eropa.

Equityworld Futures | Harga Emas Menggeliat, Siap-Siap Level Ini Tertembus

Sentimen positif terjadi pada Wall Street secara akumulatif usai Presiden Donald Trump menunda rencana penerapan tarif terhadap impor dari Uni Eropa.
Fokus investor kemudian beralih ke laporan keuangan perusahaan pembuat chip kecerdasan buatan, Nvidia, yang mencatatkan hasil lebih baik dari perkiraan pada pertengahan pekan.

Namun, pasar sempat terguncang setelah Pengadilan Perdagangan Internasional AS secara tak terduga membatalkan tarif “Liberation Day” yang diterapkan oleh Trump. Hal ini memicu drama hukum, di mana pengadilan banding kemudian sempat mengembalikan pemberlakuan tarif tersebut secara sementara.

Trump pada Jumat juga menyatakan bahwa China telah melanggar perjanjian dengan AS untuk saling mencabut tarif dan pembatasan perdagangan atas mineral-mineral penting. Ia juga mengeluarkan ancaman terselubung untuk bersikap lebih keras terhadap China.

“Ini memang minggu yang luar biasa. Dalam empat hari saja, kita sudah mendapat versi singkat dari apa yang kita alami sepanjang bulan ini—yaitu tarik ulur antara kekuatan yang mendorong pasar naik tahun lalu, yaitu saham teknologi dan AI, dan tantangan dari kebijakan tarif pemerintahan yang terus membayangi,” kata Mark Malek, Chief Investment Officer di Siebert dikutip dari Reuters, Senin (2/5).

Meski begitu, sejumlah saham jumbo tercatat melemah pada Jumat (30/45), membuat indeks S&P 500 dan Nasdaq juga berakhir merah karena saham-saham sektor teknologi, energi, dan konsumsi turun. Namun, indeks Dow Jones berhasil menghapus kerugian awal dan ditutup menguat.

Meski begitu, ketiga indeks utama AS tetap mencatatkan kenaikan baik secara mingguan maupun bulanan. S&P 500 dan Nasdaq bahkan membukukan kenaikan bulanan tertinggi sejak November 2023.

Dow Jones Industrial Average naik 0,13 persen ke 42.270,07, S&P 500 turun tipis 0,01 persen ke 5.911,69, Nasdaq Composite turun 0,32 persen ke 19.113,77

Di Eropa, indeks saham STOXX 600 naik 0,14 persen mencatat kenaikan mingguan dan menambah 4 persen sepanjang bulan Mei. Sementara itu, indeks saham MSCI Asia-Pasifik (di luar Jepang) naik 0,74 persen semalam, walau turun secara mingguan, namun naik hampir 5 persen sepanjang Mei—kenaikan bulanan terbesar sejak September 2024.

Indeks global utama MSCI (MSCI World Index) ditutup turun tipis 0,07 persen ke 879,63, tetapi tetap menguat 1,32 persen dalam sepekan dan naik 5,53 persen sepanjang bulan—kenaikan bulanan terbesar sejak November 2023.

“Kami awalnya mengira pasar sudah kebal terhadap isu tarif dan sebagian besar sudah diperhitungkan, tapi ternyata belum,” tambah Malek.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Reli: S&P 500, Nasdaq & Dow Ditutup Menguat Usai Penangguhan Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street Reli: S&P 500, Nasdaq & Dow Ditutup Menguat Usai Penangguhan Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street ditutup menguat karena selera risiko investor meningkat oleh penangguhan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan lonjakan tak terduga dalam keyakinan konsumen.

Equityworld Futures | Penguatan Dolar AS Tekan Harga Emas Global

Selasa (27/5), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 740,58 poin atau 1,78% menjadi 42.343,65, indeks S&P 500 menguat 118,72 poin atau 2,05% ke 5.921,54 dan indeks Nasdaq Composite menguat 461,96 poin atau 2,47% menjadi 19.199,16.

Semua 11 sektor utama pada indeks S&P 500 ditutup menguat pada sesi ini, dengan saham konsumen diskresioner dan teknologi memimpin kenaikan.

Reli yang luas membuat ketiga indeks saham utama AS naik, dengan kekuatan dalam kelompok saham momentum “tujuh besar” terkait AI yang menempatkan indeks Nasdaq yang sarat teknologi di posisi terdepan.

Indeks S&P 500 sekarang berada dalam jarak 3,6% dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 19 Februari, setelah jatuh 18,9% di bawah level tersebut usai pengumuman tarif Donald Trump yang tidak menentu, yang telah mengguncang pasar selama sebagian besar di masa jabatan kedua Presiden Trump.

“Ketika (Trump) keluar dengan senjata yang menyala-nyala pada 2 April, pasar mengira dunia akan berakhir,” kata Paul Nolte, penasihat kekayaan senior dan ahli strategi pasar di Murphy and Sylvest di Elmhurst, Illinois.

“Penjualan sangat kuat dan cepat sehingga Anda akan mengharapkan beberapa rebound, dan rebound telah begitu tajam dan cepat sehingga Anda akan mengharapkan beberapa jenis kemunduran saat investor mencernanya dan bertanya pada diri mereka sendiri seperti apa sebenarnya medan itu.”

Dalam langkah terbaru, Presiden Trump menarik kembali ancaman tarif 50% terhadap Uni Eropa, menunda penerapannya hingga 9 Juli untuk memungkinkan negosiasi antara Gedung Putih dan blok 27 negara tersebut. Langkah tersebut mendorong Brussels untuk mempersiapkan negosiasi perdagangan.

“Investor telah sedikit memahami Trump,” tambah Nolte. “Ia seperti pemain poker di meja yang Anda tahu sedang bertaruh dan kemudian ketika ditekan oleh pemain lain di meja, ia menyerah.”

Di sisi ekonomi, lonjakan 14,4% dalam kepercayaan konsumen bulan ini menambah momentum pada reli, membantu investor mengabaikan penurunan yang lebih tajam dari perkiraan dalam pesanan baru untuk barang modal inti, yang dianggap sebagai barometer rencana pengeluaran perusahaan AS.

Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin mengatakan kepada Bloomberg bahwa data ekonomi belum menunjukkan peningkatan tekanan harga atau pengangguran, menggemakan sentimen banyak pejabat Fed yang mengantisipasi suku bunga utama akan tetap tidak berubah sampai efek penuh dari tarif Trump diketahui.

Risalah dari pertemuan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve AS akan dirilis pada hari Rabu.

Imbal hasil obligasi Treasury AS jangka panjang turun, sementara obligasi 30 tahun mengalami penurunan satu hari terbesar sejak akhir April, yang meniru kenaikan harga tajam dalam utang Jepang jangka panjang.

Pada sesi ini, saham perusahaan penerbangan dan saham pertumbuhan terkait teknologi berkapitalisasi besar adalah yang berkinerja terbaik.

Saham semikonduktor juga berada di posisi terdepan, satu hari sebelum pembuat chip Nvidia akan melaporkan hasil kuartalannya. Dari tahun ke tahun, perusahaan AI kesayangan itu diperkirakan akan membukukan kenaikan laba per saham sebesar 43,5%, dengan lonjakan pendapatan sebesar 66,2%.

Saham PDD Holdings, yang merupakan induk perusahaan turun 13,6% setelah melaporkan penurunan laba kuartal pertama sebesar 47% dan gagal memenuhi estimasi pendapatan kuartalan.

Saham yang tertinggal adalah Fair Isaac Corp dengan koreksi 11,3%, VeriSign, Inc melemah 3,6%, dan Autozone Inc melemah 3,4%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | IHSG Senin Siang Terkoreksi 0,8% ke Level 7.157; Bursa Asia Mixed, Wall Street Tergerus

Equityworld Futures | IHSG Senin Siang Terkoreksi 0,8% ke Level 7.157; Bursa Asia Mixed, Wall Street Tergerus

Equityworld Futures | Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (26/5), terpantau terkoreksi 57,600 poin (0,80%) ke level 7.156,563 setelah dibuka naik ke level 7.231,443.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun karena Trump Melunak ke Uni Eropa

IHSG bergerak terkoreksi dari level 17 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah investor mengamati perpanjangan deadline tariff 50% atas Uni Eropa, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi ketiga indeks acuannya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat terbatas 0,02% atau 4 poin ke level Rp 16.210, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; menurun mendekati 5 minggu terendahnya di antara tensi tariff 50% atas Uni Eropa.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.214, serta terpantau rally di hari kedelapannya ke level 3,5 bulan terkuatnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 17,280 poin (0,24%) ke level 7.231,443. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,960 poin (0,24%) ke level 818,500. Siang ini IHSG melemah 57,600 poin (0,80%) ke level 7.156,563. Sementara LQ45 terlihat turun 0,64% atau 5,190 poin ke level 811,350.

Tercatat saat ini sebanyak 215 saham naik, 396 saham turun dan 189 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,88%, dan Hang Seng yang turun 1,24%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini ditahan profit taking dari 17 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed mencermati tensi dagang dengan Eropa.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih tertahan profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.325 dan 7.530. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.002, dan bila tembus ke level 6.811.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Jatuh Imbas Ancaman Tarif Trump Picu Ketidakpastian Pasar

Equityworld Futures | Wall Street Jatuh Imbas Ancaman Tarif Trump Picu Ketidakpastian Pasar

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, melemah tajam pada Jumat (23/5) dan membukukan kerugian mingguan usai Presiden AS Donald Trump merekomendasikan pengenaan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang asal Eropa.

Equityworld Futures | Harga Emas Bisa Terbang ke Sini

Pernyataan tersebut membuka kembali ketegangan dalam perdagangan global dan memicu gelombang ketidakpastian baru yang menghantui pelaku pasar.

Mengutip Reuters, ketiga indeks utama Wall Street sempat memangkas sebagian kerugian di akhir sesi. Namun tetap ditutup lebih rendah.
Selama sepekan, indeks utama Wall Street tercatat turun lebih dari dua persen. Saham-saham di sektor teknologi, layanan komunikasi, dan barang konsumsi menjadi yang paling tertekan. Sementara sektor utilitas, kebutuhan pokok, dan energi justru menguat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 256,02 poin atau 0,61 persen ke level 41.603,07. S&P 500 merosot 39,19 poin atau 0,67 persen ke 5.802,82, sementara Nasdaq Composite kehilangan 188,53 poin atau 1,00 persen dan ditutup di 18.737,21.

Dalam sepekan, Dow tercatat turun 2,47 persen, S&P 500 turun 2,61 persen, dan Nasdaq terkoreksi 2,48 persen.

Saham Apple juga menjadi sorotan setelah Trump memperingatkan bahwa iPhone yang dijual di Amerika Serikat tetapi tidak diproduksi secara lokal dapat dikenai tarif tambahan sebesar 25 persen. Saham raksasa teknologi itu pun turun 3 persen dan menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir.

Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun turun 4,4 basis poin menjadi 4,509 persen, mundur dari posisi tertingginya dalam beberapa bulan terakhir.

“Kalau saya harus memberi judul untuk hari ini, judulnya adalah ‘Kita Mulai Lagi!’” ujar Kepala Investasi di Ocean Park Asset Management James St. Aubin.

Ia menjelaskan, Trump tengah memanaskan kembali isu perdagangan dengan Uni Eropa dan Apple, padahal sebelumnya pasar berharap ketegangan tarif sudah mereda. Namun, menurutnya, bara api konflik tarif masih menyala di balik retorika.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menilai tawaran perdagangan dari Uni Eropa belum cukup memadai dan menyebut ancaman tarif baru diharapkan bisa menyalakan api dalam proses negosiasi dengan pihak Eropa.

Sebagian besar saham unggulan dan saham pertumbuhan turut tertekan. Amazon, Nvidia, dan Meta semuanya melemah lebih dari satu persen, sementara Tesla turun 0,5 persen. Indeks Volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai pengukur rasa takut di Wall Street, naik 10 persen dan mencetak level tertingginya dalam lebih dari dua pekan terakhir.

Indeks semikonduktor juga mencatat penurunan sebesar 1,5 persen.
Saham Deckers Outdoor merosot hampir 20 persen setelah produsen sepatu bot UGG itu memperkirakan penjualan kuartal pertama akan di bawah ekspektasi dan memutuskan tidak memberikan target tahunan karena ketidakpastian ekonomi makro yang dipicu isu tarif. Nasib serupa juga dialami saham Nike, yang melemah 2,1 persen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started