Equityworld Futures | Wall Street Hijau, Dow Jones Sentuh Level Tertinggi

Equityworld Futures | Wall Street Hijau, Dow Jones Sentuh Level Tertinggi

Equityworld Futures | Bursa saham AS atau Wall Street berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan Senin (22/1/2024) waktu setempat atau Selasa pagi WIB. Pada perdagangan hari Senin, investor melanjutkan relly Wall Street di akhir Januari.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun dalam Menghadapi Suku Bunga Tinggi untuk Waktu Lebih Lama

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik lebih dari 100 poin dan ditutup di atas 38.000 untuk pertama kalinya. Tepatnya, bertambah 138,01 poin, atau 0,36 persen, menjadi berakhir pada level 38.001,81.

Kenaikan pada hari Senin mendorong harga saham-saham blue chip penghuni Dow Jones ke rekor baru dan di atas level 38.000 untuk pertama kalinya.

S&P 500 bertambah 0,22 persen menjadi berakhir pada posisi 4.850,43. Indeks tersebut juga mencapai level tertinggi baru sepanjang masa. Sementara itu, Nasdaq Komposit menguat 0,32 persen, dan ditutup pada level 15.360,29.

Saham milik Macy’s naik lebih dari 3 persen usai menolak kerja sama dengan perusahaan ritel dengan nilai kesepakatan 5,8 miliar dollar AS. Saham Solar Edge melonjak sekitar 4 persen karena perusahaan mengumumkan akan memberhentikan 16 persen tenaga kerjanya.

sementara itu, saham Archer-Daniels-Midland anjlok lebih dari 24 persen setelah perusahaan memperkirakan pendapatan yang lebih rendah, di tengah penyelidikan CEO perusahaan Vikram Luthar terkait dengan praktik akuntansi.

Saham B Riley Financial tergelincir sekitar 2,5 persen setelah Bloomberg melaporkan bahwa regulator sedang menyelidiki perusahaan tersrbut karena dugaan aksi penipuan sekuritas.

Kenaikan harga saham pada hari Senin terjadi setelah indeks S&P 500 pada hari Jumat menembus rekor intraday dan mencapai penutupan tertinggi yang dicatat pada Januari 2022.

Pergerakan ini menandakan bahwa Wall Street memang berada dalam tren bullish sejak Oktober 2022 setelah saham-saham anjlok pada awal tahun tersebut.

“Ini hampir seperti ketakutan akan ketinggalan,” kata kepala manajemen investasi di Commonwealth Financial Brian Price mengutip CNBC.

“Kami mengalami sedikit volatilitas di awal tahun karena investor mungkin menyeimbangkan kembali portofolionya dan berupaya merealisasikan beberapa keuntungan. Namun kini, sepertinya kita melanjutkan tren yang sudah jelas terjadi,” tambah dia.

Dia menambahkan, kekuatan Wall Street mungkin bergantung pada apakah bank sentral AS berhasil melakukan soft landing, mendinginkan perekonomian untuk menurunkan inflasi, sekaligus menghindari resesi.

Para investor ritel memperkirakan sekitar 40 persen kemungkinan penurunan suku bunga Fed pada bulan Maret mendatang berdasarkan FedWatch Tool dari CME Group.

Itu menandai penurunan tajam dari hampir 81% pada minggu sebelumnya. Ada kemungkinan hampir 58 persen bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap stabil, naik dari sekitar 19 persen pada minggu sebelumnya.

Investor akan mencermati serangkaian laporan ekonomi yang akan dirilis minggu ini, termasuk produk domestik bruto kuartal keempat pada hari Kamis dan ukuran inflasi favorit The Fed, hingga indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi bulan Desember yang akan dirilis Jumat pekan ini. Kedua laporan tersebut akan menentukan bagaimana The Fed memandang kebijakan moneter ke depan.

Equityworld Futures | Breaking News! Tiba-Tiba Harga Emas Ambles 2,4%, Ada Apa?

Equityworld Futures | Breaking News! Tiba-Tiba Harga Emas Ambles 2,4%, Ada Apa?

Equityworld Futures | Harga emas ambruk 1% lebih setelah data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) membuat pelaku pasar kecewa.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun ke Level Terendah dalam Sebulan

Merujuk Refinitiv, pada perdagangan Rabu (17/1/2024), harga emas ditutup di posisi US$ 2.005,69 per troy ons. Harga emas jatuh 1,08%. Harga tersebut adalah yang terendah sejak 12 Desember 2023 atau dalam sebulan lebih.

Pelemahan tersebut juga memperpanjang tren negatif emas di mana sang logam mulai ambruk 2,4% dalam dua hari terakhir.

Harga emas mulai bangkit pada hari ini. Pada perdagangan Kamis (18/1/2024) pukul 06:24 WIB, harga emas ada di posisi US$ 2008,21 per troy ons atau menguat tipis 0,12%.

Harga emas ambruk setelah data penjualan ritel AS menguat di luar ekspektasi pasar.
AS melaporkan penjualan ritel untuk periode Desember 2023 tumbuh 0,6% secara bulanan(month-to-month/mtm), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,3% dan konsensus pasar sebesar 0,4%.

Dalam basis bulanan, ini menjadi kenaikan terbesar dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Sementara dalam basis tahunan, penjualan ritel AS naik 5,6% pada Desember 2023, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan konsensus pasar di 4% yoy. Peningkatan ini menjadi yang terbesar dalam sebelas bulan terakhir.

Kencangnya penjualan ritel AS ini mencerminkan jika daya beli AS masih kencang dan ekonomi AS masih panas sehingga inflasi kemungkinan besar masih sulit turun dengan cepat.

Kenaikan penjualan ritel AS ini membuat harapan pelaku pasar melihat pemangkasan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat menipis.

Menurut perangkat FedWatch Tool oleh CMEGroup menunjukkan ekspektasi pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan Maret mendatang turun jadi 55%, padahal dalam beberapa hari terakhir sudah mencatat peluang di atas 60%.

Ekspektasi masih sulitnya pemangkasan suku bunga inilah yang membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melambung.

Pada perdagangan Rabu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun menembus 4,1% untuk pertama kalinya sejak 12 Desember 2023 atau lebih dari sebulan.

Indeks dolar AS (DXY) juga terus meningkat. Indeks dolar ditutup di posisi 103,38 pada perdagangan Rabu kemarin, level tertingginya dalam sebulan terakhir.

Kenaikan imbal hasil US Treasury dan indeks dolar sama-sama berdampak negatif ke emas.

Emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik. Penguatan dolar juga membuat emas kurang menarik karena membuat emas semakin tidak terjangkau untuk dibeli.

“Pelaku pasar kini mulai meragukan jika The Fed akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.Ini tentu saja menekan harga emas. Jika dolar AS terus menguat seperti saat ini maka sulit bagi emas untuk menguat,” ttutur analis dari RJO Futures, Bob Haberkorn, dikutip Reuters.

Haberkorn mengatakan satu-satunya faktor penopang emas saat ini adalah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Faktor geopolitik akan menjaga harga emas di kisaran US$ 2.000,” imbuhnya.

Equityworld Futures | Imbal Hasil Obligasi AS Kembali ke Level 4 Persen, Wall Street “Merah”

Equityworld Futures | Imbal Hasil Obligasi AS Kembali ke Level 4 Persen, Wall Street “Merah”

Equityworld Futures | Bursa saham AS atau Wall Street berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (16/1/2024) waktu setempat. Penurunan tersebut seiring dengan kenaikan imbal hasil treasury AS tenor 10 tahun ke 4 persen.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini, Waspada Rebound Dolar AS!

Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,62 persen (231,85 poin) pada level 37.361,12. Sementara itu, S&P 500 melemah 0,37 persen dan berakhir pada posisi 4.765,98, dan Nasdaq Komposit melemah 0,19 persen ke posisi 14.944,35.

Pekan ini, Wall Street tutup pada Senin memperingati Hari Martin Luther King Jr. Saham Boeing anjlok sekitar 7,9 persen setelah Wells Fargo menurunkan peringkat perusahaan di tengah masalah yang yang terjadi pada model pesawat 737 Max 9.

Sementara itu, saham AMD melonjak 8,3 persen menyusul komentar optimis dari analis mengenai permintaan semikonduktor. Produsen chip tersebut, saat ini tengah mengejar ketertinggalannya dari kompetitor Nvidia dalam hal kecerdasan buatan.

Saham Nvidia naik 3,06 persen atau ke level tertinggi baru dalam 52 minggu. Perusahaan chip itu dijadwalkan untuk melaporkan hasil kuartalannya pada 30 Januari 2024 mendatang.

Patokan imbal hasil surat utang Treasury 10 tahun mengalami kenaikan lebih dari 11 basis poin menjadi 4,06 persen setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller dalam pidatonya mengindikasikan bahwa bank sentral mungkin akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lambat dari perkiraan Wall Street.

Beberapa bank besar merilis pendapatan kuartalan mereka pada Selasa pagi. Goldman Sachs melaporkan laba dan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan, sementara Morgan Stanley membukukan pendapatan yang mengalahkan pada kuartal keempat.

Saham Goldman Sachs naik tipis 0,7 persen pada Selasa, sementara Morgan Stanley turun lebih dari 4 persen.
“Sejauh ini, tampaknya konsumen bertahan dengan cukup baik. Kalau dilihat secara keseluruhan, bank-bank yang sudah melaporkan, secara umum tingkat konsumsi sudah oke,” kata ahli strategi investasi senior di AS, Bank Asset Management Tom Hainlin.

“Namun demikian jumlah pengguna kartu kredit meningkat, dengan pertumbuhan jumlah rekening yang lebih besar,” tambahnya.

Sekitar 30 perusahaan S&P 500 telah melaporkan hasil kalender kuartal keempat sejauh ini. Menurut FactSet, 78 persen dari jumlah perusahaan telah melampaui ekspektasi pendapatan.

Investor saat ini juga menantikan data penjualan ritel bulan Desember yang akan dirilis pada hari Rabu. Data penjualan ritel ini dinilai dapat memicu ketakutan resesi dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi jika belanja konsumen AS mengalami penurunan.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Sedikit Meredup ke US$2.049,07 pada Selasa (16/1)

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Sedikit Meredup ke US$2.049,07 pada Selasa (16/1)

Equityworld Futures | Harga emas melemah pada hari Selasa (16/1) karena dolar dan imbal hasil US Treasury naik. Sementara para pedagang menunggu untuk mendengar dari sejumlah pembicara The Fedpada minggu ini untuk kejelasan lebih lanjut mengenai prospek penurunan suku bunga bank sentral.

Equityworld Futures | Harga Emas Melambung, Makin Banyak Orang Borong Karena Perang

Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$2.049,07 per ons troi, pada 0617 GMT. Sedangkan, harga emas berjangka AS naik 0,1% menjadi US$2.052,70.

“Membebani emas, dolar AS menguat menjelang pidato Christopher Waller, yang bisa dibilang merupakan peristiwa terbesar pekan ini ini,” kata Matt Simpson, analis senior di City Index.

Indeks dolar menyentuh level tertingginya dalam 10 hari, membuat emas batangan kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik di atas 4%.

Setidaknya enam pejabat The Fed akan berbicara minggu ini, dengan Gubernur The Fed Christopher Waller yang dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai prospek ekonomi di hadapan Brookings Institution pada pukul 1600 GMT.

“Dengan beberapa kali penurunan suku bunga yang telah diperkirakan oleh pasar, saya tidak akan terkejut jika Waller merasa cenderung untuk mundur… pergerakan kembali ke US$2035 (untuk emas spot) bisa jadi masuk akal,” kata Simpson.

Pada akhir pertemuan 30-31 Januari, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap stabil.

Para pedagang bertaruh pada enam penurunan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada tahun ini. Dengan sekitar tujuh dari sepuluh peluang bahwa penurunan suku bunga pertama akan terjadi pada bulan Maret, menurut aplikasi probabilitas suku bunga LSEG, IRPR.

Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Di tempat lain, pejabat Bank Sentral Eropa menolak ekspektasi pasar akan penurunan suku bunga yang cepat pada tahun ini.

Menurut analis teknis Reuters Wang Tao, emas spot mungkin akan menelusuri kembali ke US$2.042 per ons troi, setelah kegagalan berulang kali untuk menembus resistensi di US$2.060.

Harga perak di pasar spot turun 0,4% menjadi US$23,10 per ons troi, platinum turun 0,8% menjadi US$907,66, dan paladium turun 0,2% menjadi US$969,14.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah pada pembukaan perdagangan hari ini. Harga emas dunia melemah setelah data-data terkini Amerika Serikat (AS) membuat investor melakukan aksi wait and see.

Equityworld Futures | Permintaan Tinggi, Harga Emas Spot Kian Mengkilap ke US$2.053 pada Senin (15/1)

Melansir Investing.com, harga emas dunia acuan XAU/USD melemah 0,06 persen atau 1,23 poin ke level USD2.047 per ons pada pembukaan perdagangan Senin, 15 Januari 2024. Harga emas dunia naik 6,72 persen dalam setahun.

Pertumbuhan inflasi utama di Amerika Serikat (AS) Desember menyebabkan ketidakpastian di pasar. Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun-ke-tahun meningkat menjadi 3,4 persen, naik dari 3,1 persen pada November.

Data-data inflasi membuat para pejabat Federal Reserve (The Fed) mencari tanda-tanda pelonggaran kenaikan harga sebelum memutuskan kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini. Inflasi AS saat ini melampaui ekspektasi ekonom, yang berdampak pada pergerakan harga emas sehingga terkoreksi.

Investor pilih emas

Dalam analisisnya, Analis (DCFX) Andrew Fischer memproyeksikan investor cenderung memilih emas sebagai safe haven, meskipun dolar mengalami kenaikan. Analisis ini mendasarkan pada kondisi pasar yang dipengaruhi oleh ketidakpastian seputar pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada Maret 2024.

Dampak dari konflik geopolitik dan dedolarisasi juga memberikan kontribusi pada meningkatnya kepercayaan terhadap emas. Prediksi menunjukkan potensi kenaikan emas lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya. Meskipun harga emas saat ini berada dalam kisaran perdagangan USD2.000 hingga USD2.050 per ons.

“Para analis memproyeksikan kondisi pasar dan faktor-faktor global dapat mendorong emas menuju tren kenaikan yang lebih tinggi. Sebagai aset safe haven, emas terus menjadi pilihan bagi investor yang mencari perlindungan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan gejolak geopolitik,” tegas dia.

Equityworld Futures | Dag Dig Dug, Emas Bergerak Liar Jelang Pengumuman Inflasi AS

Equityworld Futures | Dag Dig Dug, Emas Bergerak Liar Jelang Pengumuman Inflasi AS

Equityworld Futures | Harga emas dibuka sedikit lebih tinggi pada awal perdagangan hari ini, setelah jatuh pada perdagangan sebelumnya jelang data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada hari ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Memudar Jelang Pengumuman Data Inflasi AS

Pada perdagangan Rabu (10/1/2024) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,31% di posisi US$ 2023,4020 per troy ons.

Sementara, hingga pukul 07.00 WIB Rabu (11/1/2024), harga emas di pasar spot bergerak lebih tinggi atau naik 0,15% di posisi US$ 2026,5142 per troy ons.

Harga emas melemah pada perdagangan Rabu menjelang data inflasi AS yang dapat membentuk prospek The Federal Reserve (The Fed) mengenai penurunan suku bunga tahun ini, meskipun dolar yang lebih lemah mempertahankan harga terendahnya.

Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan akan memberi The Fed lebih banyak alasan untuk menurunkan suku bunga tahun ini, yang akan mendorong harga emas lebih tinggi, menurut Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, dengan menambahkan bahwa ia memperkirakan “sesi yang tenang dengan sedikit ketidakpastian.

Data inflasi konsumen AS akan dirilis pada hari Kamis. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan inflasi secara tahunan sebesar 3,2% pada bulan Desember, tetapi berpendapat bahwa inflasi inti kemungkinan akan turun menjadi 3,8%, terendah sejak pertengahan tahun 2021.

Laporan The Fed New York mengungkapkan bahwa konsumen memperkirakan penurunan inflasi, sementara Gubernur Fed Michelle Bowman pada hari Senin menyatakan bahwa kebijakan moneter bank sentral AS tampaknya “cukup membatasi”.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun meningkat 0,32% di level 4,03% pada perdagangan Rabu (10/1/2024), mengurangi daya tarik emas batangan. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang berinvestasi pada emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

“Jika pasar harus melemahkan pertaruhan penurunan suku bunga pada bulan Maret, harga emas spot mungkin akan kembali melemah dalam waktu singkat di domain di bawah US$2.000 per troy ons,” ujar Han Tan, kepala analis pasar di Exinity Group, dilansir dari Reuters.

“Tetap saja, kenaikan harga emas batangan tidak akan memiliki keraguan untuk memulihkan harga emas kembali di atas angka psikologis yang penting setelah pasar mendapatkan pemahaman yang lebih kuat mengenai poros kebijakan The Fed.”

Indeks dolar turun 0,2% di level 102,36 pada perdagangan Rabu (10/1/2024), membuat emas batangan yang dihargaki dalam greenback lebih terjangkau bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk dikoleksi.

Equityworld Futures | Harga Emas Bergerak Stabil Dalam Sepekan Pertama Tahun 2024

Equityworld Futures | Harga Emas Bergerak Stabil Dalam Sepekan Pertama Tahun 2024

Equityworld Futures | Harga emas bergerak stabil dalam sepekan pertama tahun 2024. Jumat (5/1) pukul 7.07 WIB, harga emas spot menguat tipis ke US$ 2.043,81 per ons troi dari penutupan perdagangan kemarin US$ 2.043,65 per ons troi.

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Karena Huru-Hara di Iran, Rawan Loyo Karena Amerika

Harga emas kontrak Februari 2024 di Commodity Exchange menguat tipis ke US$ 2.051,5 per ons troi dari penutupan perdagangan kemarin US$ 2.050 per ons troi.

Harga emas stabil karena investor bersiap untuk data non-farm payrolls Amerika Serikat (AS) yang dapat mempengaruhi jalur suku bunga Federal Reserve. Sementara harga paladium tergelincir karena prospek permintaan jangka panjang yang suram.

“Peningkatan pasar emas membutuhkan dorongan baru untuk memulai reli harga,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals kepada Reuters. “(Tetapi) jika data ketenagakerjaan lebih kuat, hal itu akan memberikan tekanan pada harga dan mungkin mengurangi ekspektasi (pasar) terhadap penurunan suku bunga Fed,” kata dia.

Laporan non-farm payrolls AS akan dirilis pada hari Jumat. Data pada hari Kamis menunjukkan bahwa klaim pengangguran mingguan AS turun lebih dari perkiraan pada minggu lalu. Perusahaan swasta AS mempekerjakan lebih banyak pekerja dari perkiraan pada bulan Desember, menunjukkan kekuatan yang terus-menerus di pasar tenaga kerja.

Para pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan kebijakan bulan Maret sebesar 65%, menurut CME FedWatch. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Risalah pertemuan terakhir The Fed, yang dirilis pada hari Rabu mengungkapkan semakin besarnya keyakinan di kalangan pejabat bahwa inflasi terkendali. Para pejabat bank sentral juga menunjukkan kekhawatiran bahwa kebijakan moneter yang “terlalu ketat” menimbulkan ancaman terhadap perekonomian.

“Dengan The Fed menerapkan beberapa penurunan suku bunga tahun ini, hal ini akan menarik kembali investor keuangan melalui ETF dan membatasi permintaan serta mengangkat harga emas menjadi US$ 2.250 per ons pada akhir tahun ini,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Terkapar, Ini Gegaranya

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Terkapar, Ini Gegaranya

Equityworld Futures | Harga emas dunia berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange perdagangan Rabu waktu setempat terpantau melemah. Penguatan indeks dolar AS memengaruhi pergerakan emas batangan ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Tumbang 1% Karena Amerika, Pemiliknya pun Kecewa

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun USD30,60 atau 1,48 persen menjadi USD2.042,80 per ounce. Sementara harga perak untuk pengiriman Maret turun 79,60 sen atau 3,32 persen menjadi USD23,157 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD11,20 atau 1,12 persen menjadi USD987,10 per ounce.

?Melansir Xinhua, Kamis, 4 Januari 2023, tak lama setelah lantai perdagangan emas ditutup, risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember dirilis. Pejabat Fed berpendapat suku bunga telah mencapai puncaknya, namun prospeknya masih belum pasti. Mereka tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Dalam sambutan yang disiapkan untuk disampaikan kepada Kamar Dagang Raleigh di North Carolina pada Rabu, Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin mengatakan ia tidak memiliki cara untuk memperkirakan waktu kemungkinan kenaikan atau penurunan suku bunga. Perubahan kebijakan akan bergantung pada data ekonomi.

Barkin mengatakan risiko terhadap soft landing masih ada, termasuk dampak tertunda dari suku bunga tinggi saat ini yang lebih parah dari yang diharapkan. Serta guncangan dari luar atau inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan membuat pengembalian penuh ke target The Fed lebih sulit dari yang diantisipasi.

Data ekonomi AS

Data ekonomi yang dirilis Rabu mendukung emas. Indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) adalah 47,4 persen pada Desember 2023, naik dari 46,7 persen pada November.

Meskipun sedikit lebih tinggi dari perkiraan konsensus, angka tersebut masih berada di bawah angka 50 poin yang memisahkan pertumbuhan dan kontraksi.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pemberi kerja di AS membukukan 8,8 juta lowongan pekerjaan pada November, turun sedikit dari Oktober dan paling sedikit sejak Maret 2021. Laporan ketenagakerjaan besar AS akan dirilis Jumat.

Equityworld Futures | Wall Street Mengawali Tahun 2024 di Zona Merah, Saham Teknologi Membebani Pasar Saham

Equityworld Futures | Wall Street Mengawali Tahun 2024 di Zona Merah, Saham Teknologi Membebani Pasar Saham

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street bergerak bervariasi di perdagangan perdana tahun 2024. S&P 500 dan Nasdaq Composite menutup sesi perdagangan pertama tahun 2024 dengan lebih rendah, terbebani oleh jatuhnya saham Apple setelah broker menurunkan peringkat dan penurunan saham-saham teknologi besar lainnya yang dipicu oleh kenaikan imbal hasil US Treasury.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini di Awal 2024 Potensi Bullish Terdorong Sentimen The Fed

Selasa (2/1), indeks S&P 500 turun 27 poin atau 0,57% menjadi 4,742.83. Nasdaq Composite merosot 245,41 poin atau 1,63% menjadi 14,765.94. Dow Jones Industrial Average naik 25,5 poin atau 0,07% ke 37.715,04.

Dua indeks lesu setelah tahun lalu tiga indeks utama Wall Street mencatat kenaikan dua digit. Penguatan Wall Street tahun 2023 didukung oleh optimisme seputar kecerdasan buatan dan stabilisasi inflasi. S&P 500 pekan lalu ditutup kurang dari 1% dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada awal tahun 2022.

Namun, pasar saham Amerika Serikat (AS) tertekan pada hari Selasa karena imbal hasil Treasury AS naik. Imbal hasil obligasi acuan 10-tahun berada di atas 4% ke level tertinggi dua minggu sebelum turun sedikit ke 3,94%.

Pergerakan imbal hasil Treasury tersebut mencerminkan ekspektasi investor yang lemah terhadap pemotongan suku bunga AS tahun ini. Hal ini membebani saham-saham growth stocks seperti saham-saham teknologi yang akan mendapatkan keuntungan dari kondisi suku bunga yang lebih menguntungkan.

Harga saham Apple turun 3,6% setelah Barclays menurunkan peringkat raksasa teknologi itu menjadi underweight. Penurunan peringkat ini didasari melemahnya permintaan iPhone. Saham-saham megacap lainnya juga melemah, termasuk Nvidia, Meta Platforms dan Microsoft, yang merosot antara 1,4% dan 2,7%.

“Semua orang sangat gembira dengan reli akhir. Tetapi apakah itu berarti kita sudah keluar dari masalah? Saya kira, bahkan jika The Fed menurunkan suku bunganya secara bertahap, kebijakan moneternya masih ketat dan masih mungkin menjadi penghambat aktivitas perekonomian secara keseluruhan,” kata Jason Pride, chief of investment strategy & research Glenmede kepada Reuters.

Risalah pertemuan kebijakan The Fed bulan Desember dan sejumlah data pasar tenaga kerja akan dibahas minggu ini. Para pelaku pasar akan memastikan waktu potensi penurunan suku bunga.

Meskipun The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Januari, para pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Maret sebesar 70%, menurut FedWatch CME Group.

Pada perdagangan perdana 2024, sektor S&P 500 beragam. Layanan kesehatan merupakan sektor berkinerja paling cemerlang, dengan kenaikan sebesar 1,8% yang membawanya ke penutupan tertinggi sejak pertengahan Desember 2022. Kenaikan sebesar 13,1% yang dialami Moderna memimpin sektor ini lebih tinggi setelah broker Oppenheimer mengerek rating pembuat vaksin tersebut.

Indeks energi juga naik 1,2% meskipun harga minyak mentah tergelincir di tengah kekhawatiran terhadap prospek ekonomi.

Sektor teknologi informasi memimpin penurunan dengan penurunan sebesar 2,6%, penurunan indeks terbesar dalam satu hari sejak 2 Agustus.

Harga saham Tesla datar meskipun pengiriman kendaraan listrik pada kuartal keempat mengalahkan perkiraan pasar dan memenuhi target tahun 2023 sebesar 1,8 juta kendaraan.

Hargaa saham Boeing turun 3,4% setelah Goldman Sachs menghapus perusahaan dirgantara itu dari “conviction list”.

Sementara itu, Citigroup naik 3,1% menjadi $53,04, penutupan tertinggi sejak Agustus 2022, setelah Wells Fargo menaikkan target harga bank tersebut menjadi US$ 70 dari US$ 60. Analis Wells, Mike Mayo, juga mengatakan bahwa Citi adalah bank pilihan utama di antara bank-bank besar pada tahun 2024. Dia memperkirakan sahamnya akan berlipat ganda menjadi US$ 100+ dalam tiga tahun ke depan.

Saham terkait kripto seperti MicroStrategy naik karena bitcoin menembus di atas US$ 45,000 untuk pertama kalinya sejak April 2022 di tengah optimisme seputar kemungkinan persetujuan dana spot bitcoin yang diperdagangkan di bursa.

Equityworld Futures | Wall Street Cuan, Indeks Saham AS Catatkan Rekor Tertinggi!

Equityworld Futures | Wall Street Cuan, Indeks Saham AS Catatkan Rekor Tertinggi!

Equityworld Futures | Bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street kembali dibuka kompak di zona hijau pada perdagangan Kamis (28/12/2023), seiring indeks acuan pasar saham AS menembus level rekor tertinggi baru sepanjang masa.

Equityworld Futures | Harga Emas Melemah Setelah Mencapai Level Tertinggi 3 Minggu pada Kamis (28/12)

Dow Jones dibuka menguat 0,12% di posisi 37.702,67, sementara S&P 500 naik 0,18% di posisi 4.790,01, begitu juga dengan Nasdaq terapresiasi 0,16% di posisi 15.124,06.

Dengan dua hari perdagangan tersisa pada tahun ini, semua rata-rata indeks utama AS berada pada fase bullish untuk menutup tahun ini dengan keuntungan. Blue-chip Dow dan S&P 500 siap untuk berakhir lebih tinggi masing-masing lebih dari 13% dan 24%.

Sementara itu, Nasdaq yang sarat dengan saham teknologi berada di jalur menuju tahun terbaiknya sejak tahun 2003, naik lebih dari 44%. Kinerja yang lebih baik ini didorong oleh sentimen industri kecerdasan buatan (AI) dan bangkitnya kembali nama-nama perusahaan teknologi yang memiliki kapitalisasi besar setelah kejatuhan besar-besaran pada 2022.

Tiga indeks utama juga dijadwalkan untuk mencatatkan kenaikan mingguan kesembilan berturut-turut. Hal ini menggarisbawahi reli pasar pada akhir tahun 2023, yang pulih dari kuartal ketiga yang negatif. S&P naik 11,5% untuk kuartal ini dan menuju kinerja kuartalan terbaiknya dalam tiga tahun.

Tahun ini adalah “tahun yang baik bagi investor untuk benar-benar menguji kesabaran mereka,” kata Michael Mullin, kepala strategi pasar di Claro Advisors. “Ada banyak hal yang terjadi di tengah-tengahnya, tetapi pada akhirnya, Anda dapat melihat ke belakang dan merasa puas bahwa Anda adalah seorang investor.”

Saham-saham saat ini berada di periode yang disebut “Santa Claus Rally,” yang mengacu pada lima hari perdagangan terakhir di akhir tahun dan dua hari pertama di tahun baru. S&P 500 telah meningkat rata-rata sekitar 1,3% selama jangka waktu ini, per data sejak tahun 1950 dari Stock Trader’s Almanac.

Selain itu, klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 23 Desember berjumlah 218.000, naik 12.000 dari periode sebelumnya dan sedikit di atas perkiraan Dow Jones sebesar 215.000, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Kamis. Rata-rata pergerakan empat minggu untuk klaim turun tipis menjadi 212.000. Semakin tinggi tingkat pengangguran dapat menjadi landasan untuk Bank Sentral AS menerapkan kebijakan pelonggaran keuangan.

Design a site like this with WordPress.com
Get started