Equityworld Futures | Wall Street Menguat Jelang Rilis Data Non-Farm Payroll AS

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Jelang Rilis Data Non-Farm Payroll AS

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Kamis (7/12/2023). Dow Jones dan S&P 500 menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut menjelang rilis data non-farm payroll Amerika Serikat (AS) pada Jumat (7/12/2023).

Equityworld Futures | Harga Emas Terus Naik, Bisa Terbang Lagi Karena Pemilu AS

Dikutip dari Reuters, S&P 500 naik 0,80% menjadi 4.585,59. Sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 62,95 poin (0,17%) menjadi 36.117,38. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 1,37% menjadi 14,339.99 karena kinerja saham teknologi yang lebih baik.

Saham Alfabet, induk Google, naik lebih dari 5% karena traders menyambut baik peluncuran model kecerdasan buatan Gemini yang diluncurkan perusahaan tersebut. Nvidia dan AMD juga melesat, masing-masing lebih dari 2% dan 9%.

Nasdaq juga berkinerja lebih baik selama seminggu ini, naik sekitar 0,2%. Sedangkan, Dow dan S&P 500 berada pada laju mengakhiri minggu ini dengan penurunan masing-masing sekitar 0,4% dan 0,2%.

Kenaikan pada Kamis menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut pertama sejak Oktober untuk Dow dan S&P 500. Penurunan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran apakah reli di akhir tahun 2023 terhenti. Tiga indeks utama masih bersiap untuk mengakhiri kuartal keempat dan tahun kalender dengan lebih tinggi, menggarisbawahi kekuatan reli yang terlihat sebelumnya.

Pasar tenaga kerja AS telah menjadi fokus investor minggu ini di tengah serangkaian rilis data yang beragam.

Klaim pengangguran mingguan yang dirilis pada Kamis (7/12/2023), berada di bawah ekspektasi ekonom dan angka klaim pengangguran yang berkelanjutan menurun, menunjukkan bahwa laju PHK tidak meningkat.

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun imbal hasil sempat melonjak setelah angka tersebut muncul, mencerminkan kekhawatiran seputar kekuatan pasar tenaga kerja meskipun ada upaya The Fed untuk mengendalikan inflasi. Imbal hasil berakhir naik hampir 3 basis poin pada 4,148%.

Data penggajian swasta yang dikeluarkan pada Rabu menunjukkan bahwa pemberi kerja menambah lebih sedikit posisi dibandingkan perkiraan ekonom.

Sementara itu, volume lowongan pekerjaan pada Oktober turun ke level terendah sejak Maret 2021, menurut data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis Selasa.

Hal ini meninggalkan gambaran yang membingungkan bagi traders menjelang laporan pekerjaan resmi pada Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan bahwa 190 ribu pekerjaan akan ditambahkan pada November, sebuah peningkatan dari bulan sebelumnya. Investor mengharapkan tanda-tanda pendinginan di pasar tenaga kerja, sehingga The Fed merasa nyaman dengan keputusannya untuk menghentikan kenaikan suku bunga.

“Pasar kemungkinan besar terlalu terburu-buru dalam memperkirakan penurunan suku bunga pada awal tahun depan. Jumlah pekerjaan besok bisa melemahkan sentimen,” kata Alex McGrath, kepala investasi di NorthEnd Private Wealth.

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Jelang Rilis Data Non-Farm Payroll AS

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Kamis (7/12/2023). Dow Jones dan S&P 500 menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut menjelang rilis data non-farm payroll Amerika Serikat (AS) pada Jumat (7/12/2023).

Equityworld Futures | Harga Emas Terus Naik, Bisa Terbang Lagi Karena Pemilu AS

Dikutip dari Reuters, S&P 500 naik 0,80% menjadi 4.585,59. Sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 62,95 poin (0,17%) menjadi 36.117,38. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 1,37% menjadi 14,339.99 karena kinerja saham teknologi yang lebih baik.

Saham Alfabet, induk Google, naik lebih dari 5% karena traders menyambut baik peluncuran model kecerdasan buatan Gemini yang diluncurkan perusahaan tersebut. Nvidia dan AMD juga melesat, masing-masing lebih dari 2% dan 9%.

Nasdaq juga berkinerja lebih baik selama seminggu ini, naik sekitar 0,2%. Sedangkan, Dow dan S&P 500 berada pada laju mengakhiri minggu ini dengan penurunan masing-masing sekitar 0,4% dan 0,2%.

Kenaikan pada Kamis menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut pertama sejak Oktober untuk Dow dan S&P 500. Penurunan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran apakah reli di akhir tahun 2023 terhenti. Tiga indeks utama masih bersiap untuk mengakhiri kuartal keempat dan tahun kalender dengan lebih tinggi, menggarisbawahi kekuatan reli yang terlihat sebelumnya.

Pasar tenaga kerja AS telah menjadi fokus investor minggu ini di tengah serangkaian rilis data yang beragam.

Klaim pengangguran mingguan yang dirilis pada Kamis (7/12/2023), berada di bawah ekspektasi ekonom dan angka klaim pengangguran yang berkelanjutan menurun, menunjukkan bahwa laju PHK tidak meningkat.

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun imbal hasil sempat melonjak setelah angka tersebut muncul, mencerminkan kekhawatiran seputar kekuatan pasar tenaga kerja meskipun ada upaya The Fed untuk mengendalikan inflasi. Imbal hasil berakhir naik hampir 3 basis poin pada 4,148%.

Data penggajian swasta yang dikeluarkan pada Rabu menunjukkan bahwa pemberi kerja menambah lebih sedikit posisi dibandingkan perkiraan ekonom.

Sementara itu, volume lowongan pekerjaan pada Oktober turun ke level terendah sejak Maret 2021, menurut data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis Selasa.

Hal ini meninggalkan gambaran yang membingungkan bagi traders menjelang laporan pekerjaan resmi pada Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan bahwa 190 ribu pekerjaan akan ditambahkan pada November, sebuah peningkatan dari bulan sebelumnya. Investor mengharapkan tanda-tanda pendinginan di pasar tenaga kerja, sehingga The Fed merasa nyaman dengan keputusannya untuk menghentikan kenaikan suku bunga.

“Pasar kemungkinan besar terlalu terburu-buru dalam memperkirakan penurunan suku bunga pada awal tahun depan. Jumlah pekerjaan besok bisa melemahkan sentimen,” kata Alex McGrath, kepala investasi di NorthEnd Private Wealth.

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Dunia Memudar Tertutup Bayang Dolar AS yang Naik

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Dunia Memudar Tertutup Bayang Dolar AS yang Naik

Equityworld Futures | Harga emas tergelincir setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di sesi sebelumnya karena dolar kembali menguat pada Rabu dini hari, (6/12/2023).

Equityworld Futures | Harga Emas Jeblok! Ini Bocoran Kapan Tembus US$ 2.100 Lagi

Investor menahan diri untuk tidak membuat taruhan besar menjelang data ketenagakerjaan AS yang dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai jalur suku bunga AS.

Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$2,020.29 per ons. Emas batangan telah naik ke rekor tertinggi US $2,135.40 pada hari Senin, sebelum turun lebih dari US $100 dalam satu hari dan ditutup lebih rendah 2%.

Momentum yang mendorong emas jatuh dari rekor tertinggi karena ketidakpastian mengenai waktu pelonggaran moneter AS. Namun risiko geopolitik yang lebih luas akan memberikan dorongan menuju puncak baru, kata para analis.

Kenaikan harga emas sudah habis dan terhenti setelah reli, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan bahwa “level US$2.000 mungkin akan menjadi titik terendah jangka pendek di bawah pasar emas.”

Dolar naik 0,2% mendekati level tertinggi dua minggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pedagang sekarang memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 66% pada bulan Maret, menurut alat CME FedWatch. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung emas batangan yang tidak berbunga.

“Kami hanya memperkirakan harga emas akan naik selamanya menjadi $2.100 per troy ounce pada paruh kedua tahun 2024, ketika The Fed mulai menurunkan suku bunganya,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Data menunjukkan lowongan pekerjaan di AS turun ke level terendah dalam dua setengah tahun pada bulan Oktober, menandakan bahwa suku bunga yang lebih tinggi mengurangi permintaan akan pekerja.

Investor mengamati laporan non-farm payrolls AS untuk bulan November yang akan dirilis pada hari Jumat.

Harga perak di pasar spot turun 1,4% menjadi US$24,16 per ounce, sementara platinum turun 1,8% menjadi US$899,80. Paladium tergelincir 4,1% ke level terendah dalam lebih dari lima tahun di US$936,24 per ounce.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 2% setelah Tembus Level Tertinggi Sepanjang Masa

Equityworld Futures | Harga emas turun lebih dari 2% pada penutupan perdagangan Senin (4/12/2023) waktu setempat, setelah menembus level tertinggi sepanjang masa. Harga emas batangan tetap berada di atas US$2.000 per troy ounce setelah para investor memangkas perkiraan penurunan suku bunga pertama oleh Bank Sentral Federal Rerserve pada awal 2024.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Dunia Usai Cetak Rekor Tertinggi, Bakal Lebih Mahal Lagi?

Harga emas di pasar spot tergelincir 2,1% menjadi US$2.026.69 per troy ounce pada Senin, atau menuju penurunan terburuk sejak Februari 2023. Adapun harga emas berjangka Comex AS ditutup turun 2,3% menjadi US$2.042.20.

Di awal sesi perdagangan Asia, emas sempat mencapai rekor tertinggi baru US$2.135.4 di tengah meningkatnya kepercayaan terhadap penurunan suku bunga menyusul komentar Ketua Fed Jerome Powell pada Jumat pekan lalu.

“Meskipun pasar semakin dekat dengan poros Federal Reserve, mungkin terlalu dini untuk melihat harga-harga ini dipertahankan… pasar ini menjadi sedikit lelah,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, mengutip Reuters, Selasa (5/12/2023).

Menurutnya, pasar akan membutuhkan lebih banyak katalis, dan katalis tersebut akan datang dalam bentuk data ekonomi yang lemah.

The Fed tampaknya akan mengakhiri tahun ini dengan tidak lagi menaikkan suku bunga, namun dengan tantangan yang akan datang mengenai kapan dan bagaimana memberi sinyal untuk beralih ke penurunan suku bunga.

Faktor lain yang ikut menekan emas adalah indeks dolar naik 0,5%. Hal ini membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga meningkat.

Menurut indikator FedWatch Tool CME, pedagang melihat peluang 57% untuk penurunan suku bunga pada Maret 2024, turun dari 63% pada Jumat. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi cost opportunity untuk memegang emas batangan.

Data minggu lalu menunjukkan berkurangnya tekanan inflasi dan pelonggaran pasar tenaga kerja secara bertahap memperkuat gagasan penurunan suku bunga lebih awal. Para pedagang sedang menunggu rilis data non-farm payrolls AS pada Jumat pekan ini, yang dapat membantu mengukur lebih lanjut terkait prospek suku bunga.

Adapun harga logam mulia yang lain seperti perak tergelincir 3,6% menjadi US$24,50 per ounce, mencatat hari terburuk dalam dua bulan setelah mencapai puncak tujuh bulan di awal sesi. Paladium turun 1,7% menjadi US$917,31, dan platinum turun 2,8% menjadi US$972,67 pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat.

Equityworld Futures | Wall Street: Dow Naik 500 Poin ke Level Tertinggi Baru 2023 pada hari Kamis (30/11)

Equityworld Futures | Wall Street: Dow Naik 500 Poin ke Level Tertinggi Baru 2023 pada hari Kamis (30/11)

Equityworld Futures | Dow Jones Industrial Average ditutup pada level tertinggi sejak Januari 2022 pada perdagangan Kamis (30/11). Investor melewati garis akhir bulan yang luar biasa untuk saham dan melihat data inflasi yang mendingin sebagai pertanda pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Catatkan Kenaikan Bulanan Kedua Berturut-turut pada Kamis (30/11)

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 520,47 poin atau 1,47% menjadi 35.950,89, S&P 500 menguat 17,22 poin atau 0,38% pada 4.567,8, dan Nasdaq Composite turun 32,27 poin, atau 0,23%, menjadi 14.226,22.

Dow jelas menjadi yang terbaik, dengan dorongan yang kuat dari Salesforce setelah laporan laba yang mengalahkan konsensus.

S&P 500 ditutup sedikit hijau. Sementara saham-saham teknologi dan saham-saham yang memiliki momentum yang berdekatan dengan teknologi, yang dipimpin oleh Nvidia, menarik Nasdaq ke wilayah negatif.

Namun, S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan kenaikan persentase bulanan terbesar sejak Juli 2022. November adalah bulan terbaik Dow untuk persentase kenaikan sejak Oktober 2022.

“Kami menempatkan ceri di atas bulan yang luar biasa,” kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group dikutip dari Reuters.

“Ini adalah pengingat yang bagus bagi investor betapa khawatirnya semua orang sebulan yang lalu, dan kami baru saja menyelesaikan salah satu bulan terbaik dalam sejarah untuk saham.”

Di antara data yang dirilis hari Kamis, laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) yang diawasi secara ketat menunjukkan, inflasi menurun seperti yang diharapkan, bersama dengan belanja konsumen.

Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed telah menyelesaikan siklus kenaikan suku bunganya.

Sementara Presiden The Fed New York John Williams menegaskan kembali tekad bank sentral untuk tetap bergantung pada data.

Ia tidak akan mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika inflasi gagal untuk terus moderat.

“Memulai sebagian besar kekuatan bulan ini adalah kesadaran bahwa inflasi dengan cepat kembali ke bumi, kita melihat hal itu lagi hari ini dengan data PCE inti yang menunjukkan bahwa inflasi tidak lagi menjadi penghalang utama,” tambah Detrick.

Pasar keuangan telah memperhitungkan kemungkinan 95,8% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuannya di 5,25%-5,50% pada pertemuan kebijakan Desember.

“Kemungkinan tidak ada kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, langkah selanjutnya kemungkinan adalah pemangkasan, mungkin di pertengahan tahun depan,” kata Detrick.

“Penurunan besar-besaran dalam imbal hasil (Treasury) bulan ini adalah cara pasar obligasi untuk mengatakan bahwa mereka berpikir bahwa The Fed memang sudah selesai menaikkan suku bunga.”

Powell dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam dua diskusi terpisah pada hari Jumat, pada pukul 11 pagi dan 2 siang waktu setempat.

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi, Investor Cerna Kebijakan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi, Investor Cerna Kebijakan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street ditutup bervariasi dan cenderung flat pada Rabu (29/11/2023) waktu setempat karena investor mencerna proyeksi The Fed terkait kebijakan suku bunga.

Equityworld Futures | Emas Stabil di Dekat Puncak 7 Bulan, di Tengah Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Dow Jones naik 0,04% ke 35.430,42, S&P turun 0,09% menjadi 4.550,58, dan Nasdaq terkoreksi 0,16% menuju 14.258,49.

Saham-saham AS bervariasi pada hari Rabu karena investor mencerna kemungkinan Federal Reserve memangkas suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang. Data terbaru menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari yang dilaporkan sebelumnya pada kuartal ketiga.

Harapan terhadap poros kebijakan tumbuh setelah Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan “tidak ada alasan” untuk menegaskan suku bunga tetap “sangat tinggi” jika inflasi terus menurun secara konsisten.

Meskipun Gubernur Fed Michelle Bowman berbeda pendapat, pejabat lain juga menyuarakan komentar dovish Waller, dengan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menyuarakan kekhawatiran tentang mempertahankan suku bunga “terlalu tinggi untuk waktu yang terlalu lama.”

Investor berpengaruh Bill Ackman termasuk di antara mereka yang kini bertaruh bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga lebih awal dari perkiraan, dan mengatakan bahwa langkah tersebut dapat dilakukan segera setelah kuartal I/2024.

Obligasi memperpanjang kenaikan yang dipicu oleh komentar dovish, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun (TNX) – yang bergerak berbanding terbalik dengan harga – turun sekitar 6 basis poin menjadi sekitar 4,27%, terendah sejak September.

Data terbaru mengenai PDB AS pada kuartal ketiga menunjukkan perekonomian AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 5,2% pada kuartal terakhir, direvisi naik dari angka sebelumnya sebesar 4,9%.

Berdasarkan indikator FedWatch CME, pasar keuangan memperkirakan kemungkinan sebesar 98,9% bahwa FOMC akan membiarkan suku bunga The Fed berada pada level 5,25%-5,50% ketika pertemuan bulan depan.

Musim belanja liburan yang penting telah semakin meningkat, dengan data survei dari National Retail Federation menunjukkan konsumen AS berencana untuk membelanjakan sekitar 5% lebih banyak tahun ini.

Hal ini sesuai dengan data kepercayaan konsumen Conference Board yang dirilis Selasa pagi, yang mengejutkan karena membaiknya ekspektasi jangka pendek.

Pada minggu ini, Departemen Perdagangan AS akan merilis perkiraan kedua untuk Produk Domestik Bruto kuartal ketiga, dan laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang mencakup pendapatan, pengeluaran, dan yang terpenting, inflasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Melesat Terkatrol Pelemahan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas Melesat Terkatrol Pelemahan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga emas melonjak ke level tertinggi enam bulan pada Selasa (28/11). Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer mengatakan, harga emas melonjak didorong oleh pelemahan Dolar yang signifikan dan ekspektasi pengetatan moneter dari Federal Reserve.

Equityworld Futures | Harga Emas Melesat Lagi Imbas Ramalan The Fed Tahan Suku Bunga

Emas spot melanjutkan kenaikan sebesar 0,15%, mencapai US$2.017,40/oz pukul 07.06 WIB pada Selasa pagi, setelah penutupan naik sebesar 0,64% pada sesi Senin. Kenaikan ini membawa emas spot mencapai level tertinggi sejak 16 Mei. Sementara itu, emas berjangka juga naik 0,11% di US$2.016,65/oz setelah penutupan naik 0,63%.

Fischer menyebutkan, faktor utama yang mendukung kenaikan harga emas adalah pelemahan indeks Dolar AS, yang bergerak di dekat level terendah tiga bulan. Pelemahan Dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Pada penutupan, indeks Dolar AS turun 0,18% ke 103.120.

Menurut dia, emas akan diperdagangkan lebih tinggi jika mereka tidak jadi menaikkan suku bunga untuk saat ini.

Para trader umumnya memperkirakan bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada bulan Desember, sementara peluang pelonjakan kebijakan sekitar 50-50 pada bulan Mei tahun depan, seperti yang ditunjukkan oleh FedWatch Tool CME.

“Prospek suku bunga yang lebih rendah di masa depan cenderung mengurangi biaya peluang untuk memiliki aset tanpa bunga, yang sering kali meningkatkan daya tarik emas sebagai investasi,” jelas Fischer dalam riset harian yang dibagikan, Selasa (28/11).

Fischer menyampaikan, prediksi untuk emas masih menjadi sorotan karena dipengaruhi oleh pelemahan yang terus berlanjut terhadap USD yang cenderung menurun dan diprediksi akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Pandangan tersebut sejalan dengan sentimen pasar bahwa emas sebagai aset yang dihargai dalam Dolar, akan terus menikmati keuntungan dari pelemahan mata uang tersebut.

Faktor tambahan yang dianggap sebagai pendorong kenaikan harga emas adalah keputusan beberapa negara untuk meningkatkan simpanan emas sebagai bagian dari portofolio aset mereka untuk masa depan.

“Beberapa negara sudah membeli emas sebagai bagian dari strategi untuk aset masa depan. Dengan beberapa negara yang mengadopsi langkah serupa, ini dapat menekan harga USD lebih jauh, menyebabkan pelemahan yang signifikan,” tambah Fischer.

Selain itu, Fischer mencatat bahwa ada beberapa negara yang secara kolektif bergerak menuju meninggalkan Dolar AS sebagai mata uang cadangan utama mereka. Keputusan ini dapat memberikan tekanan tambahan terhadap nilai Dolar, yang pada gilirannya akan mendukung kenaikan harga emas.

Perhatian investor akan difokuskan pada angka PDB kuartal ketiga AS yang akan dirilis pada hari Rabu (29/11), serta indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang merupakan pengukur inflasi yang lebih disukai oleh Federal Reserve dan akan dirilis pada hari Kamis (30/11).

Kedua data ini dianggap sebagai faktor kunci yang dapat memengaruhi kebijakan moneter di masa depan dan berpotensi memberikan arah baru bagi harga emas. Para pelaku pasar akan tetap waspada terhadap perkembangan ini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Equityworld Futures |Rilis Data Inflasi AS Bakal Jadi Hambatan Wall Street Pekan Ini

Equityworld Futures |Rilis Data Inflasi AS Bakal Jadi Hambatan Wall Street Pekan Ini

Equityworld Futures |Ukuran inflasi pilihan the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) akan menjadi hambatan utama bagi pasar saham.

Equityworld Futures | Pesta! Pesta! Harga Emas Bertahan di US$ 2.000, Diramal Naik!

Dikutip dari Yahoo Finance, ditulis Senin (27/11/2023), indeks pengeluaran konsumsi pribadi atau the Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Oktober akan rilis Kamis pekan ini. Ekonom prediksi inflasi PCE atau inflasi inti yang menjadi ukuran pilihan the Fed naik 3,5 persen pada bulan lalu.

Kalender ekonomi juga akan menghadirkan sejumlah informasi mengenai aktivitas manufaktur, kepercayaan konsumen dan harga rumah.

Dari korporasi, ada laporan kuartalan dari Salesforce, Snowflake, Okta, Dollar Tree, Foot Locker, Kroger dan Ulta Beauty.

Laporan keuangan terbaru OpenAI dan Nivida telah menarik sebagian besar perhatian investor. Saham menguat di tengah perdagangan yang singkat. Rata-rata tiga indeks saham acuan naik 1 persen pekan lalu.

Inflasi Jadi Fokus

Pada pekan ini akan beri ujian bagi pasar saat ini karena saham-saham berakhir pada Jumat pekan ini menuju kenaikan bulanan terbaik dalam setahun.

Pembacaa inflasi pada Kamis 30 November 2023 akan memberikan peluang terakhir bagi data ekonomi untuk menggagalkan narasi yang mendukung saham-saham saat ini kalau ekonomi Amerika Serikat mungkin menuju “soft landing”. Hal ini berarti inflasi turun ke target bank sentrla 2 persen tanpa penurunan ekonomi yang parah.

Data ekonomi baru-baru ini tidak sejalan dengan jalur tersebut menyebabkan pasar saham seperti saham kapitalisasi kecil dan saham meme menjadi reli.

Data ini juga telah melampaui harapan terhadap the Fed dengan pasar sekarang prediksi hanya 12 persen kemungkinan the Fed menaikkan suku bunga lagi, menurut data dari CME Group.

Ekonom prediksi inflasi tahunan menurut ukuran inflasi pilihan the Fed, PCE inti mencapai 3,5 persen pada Oktober. Selama bulan sebelumnya, ekonom prediksi PCE inti naik 0,2 persen.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Meroket, Dijual Laku Sejuta!

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Meroket, Dijual Laku Sejuta!

Equityworld Futures | Harga emas hari ini keluaran Logam Mulia Antam 24 karat, Jumat (24/11/2023), mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan kemarin. Harga emas hari ini terbang Rp 10.000 per gram dan berada di level Rp 1.105.000 per gram.

Equityworld Futures | Pemilik Emas Bisa Kipas-Kipas Nih, Harganya Kembali Naik

Untuk satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram saat ini berada di angka Rp 602.500. Sementara itu harga emas 10 gram dijual sebesar Rp 10.545.000. Sedangkan untuk ukuran emas yang terbesar, yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol dengan harga sebesar Rp 1.045.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, pergerakan harga emas hari ini dari Antam terpantau bergerak di rentang Rp 1.095.000/gram – Rp 1.105.000/gram. Sementara dalam sebulan terakhir pergerakannya ada di rentang Rp 1.084.000/gram – Rp 1.136.000/gram.

Sementara harga emas hari ini untuk buyback emas Antam juga ikut mengalami kenaikan sebesar Rp 10.000 per gram dan membuat harga buyback saat ini bertahan di level Rp 1.004.000 per gram. Harga buyback ini berarti jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai dengan PMK No. 34/PMK 10/2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Artinya, jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, sebesar 0,45%, harus menyertakan nomor NPWP untuk transaksinya.

Equityworld Futures | Pergerakan Harga Emas Hari Ini Dipoles Suku Bunga The Fed yang Melandai

Equityworld Futures | Pergerakan Harga Emas Hari Ini Dipoles Suku Bunga The Fed yang Melandai

Equityworld Futures | Harga emas berpotensi mengalami penguatan seiring ekspektasi pasar terkait suku bunga acuan The Fed yang bakal melandai.

Equityworld Futures | The Fed Hati-Hati Naikkan Suku Bunga, Harga Emas Melambung

Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup naik pada perdagangan Selasa (21/11/2023) waktu setempat, ditopang ekspektasi pasar bahwa The Fed mungkin telah menyelesaikan kenaikan suku bunga.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 21,30 dolar AS atau 1,08%, menjadi ditutup pada 2.001,60 dolar AS per ounce.

Tak lama setelah penutupan perdagangan emas, risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dirilis, menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Federal Reserve terus khawatir terhadap percepatan kembali inflasi, dan merupakan konsensus mereka bahwa suku bunga harus tetap tinggi.

Para pejabat Fed sepakat pada pertemuan terakhir mereka, risalah rapat menunjukkan bahwa suku bunga hanya perlu dinaikkan “jika” informasi yang masuk tidak menunjukkan kemajuan yang cukup dalam menurunkan inflasi.
“Risalah rapat menunjukkan bahwa pembeli obligasi dan emas tidak boleh terlalu berlebihan,” kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York, dikutip Reuters (22/11/2023).

Sementara itu, dolar AS mencapai titik terendah dalam lebih dari 2,5 bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun juga berada di dekat posisi terendah dua bulan yang dicapai minggu lalu.

National Association of Realtors pada hari Selasa melaporkan bahwa penjualan rumah yang ada di AS turun 4,1 persen pada bulan Oktober dari bulan September ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 3,79 juta. Angka ini lebih lemah dibandingkan laju penjualan sebesar 3,90 juta yang diperkirakan para ekonom dan penjualan tersebut turun 14,6 persen dibandingkan tahun lalu.

“Sepertinya tidak akan ada lagi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, jadi itu bullish untuk emas,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Tanda-tanda melambatnya inflasi di AS telah meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan membatasi kenaikan suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah menurunkan opportunity cost memegang emas.

“Sekarang kekhawatiran mengenai konflik di Timur Tengah telah mereda, prospek suku bunga AS kembali menguntungkan emas,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Adapun, harga perak untuk pengiriman Desember naik 25,50 sen atau 1,08 persen menjadi ditutup pada 23,869 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 18,50 dolar AS atau 1,99 persen menjadi ditutup pada 945,90 dolar AS per ounce.

Equityworld Futures | Bursa Asia Dibuka Menguat Mengikuti Pergerakan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Dibuka Menguat Mengikuti Pergerakan Wall Street

Equityworld Futures | Sebagian besar bursa Asia-Pasifik mengalami kenaikan pada Selasa (21/11/2023), menyusul pergerakan serupa di Wall Street setelah reli saham di sektor teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Loyo, Investornya Deg-Degan Tunggu Data The Fed

Saham Microsoft naik 2%, mencapai rekor tertinggi dalam 52 minggu, setelah CEO Satya Nadella mengumumkan bahwa mantan kepala OpenAI, Sam Altman, akan bergabung dengan raksasa teknologi tersebut untuk memimpin tim riset kecerdasan buatan baru. Perusahaan cip Nvidia juga menambahkan 2,3%, mencapai rekor tertinggi saham sebelum laporan laba pada hari Selasa.

Investor di Asia juga memantau harga produsen Korea Selatan untuk bulan Oktober, serta data perdagangan Oktober Selandia Baru. Indeks Harga Produsen (IPP) Korea Selatan naik 0,8% secara tahunan pada bulan Oktober, menunjukkan laju kenaikan yang lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 1,3% yang terjadi pada bulan sebelumnya.

Di Australia, S&P/ASX 200 melanjutkan kenaikan dari Senin, naik 0,26%. Nikkei 225 Jepang sedikit lebih rendah 0,13%, sementara Topix dibuka turun 0,21%. Kospi Korea Selatan naik 0,76%, sementara Kosdaq naik 0,30%. Hang Seng Hong Kong menguat 1,2%.

Semalam di AS, ketiga indeks utama mencatat kenaikan, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatatkan hari kelima kenaikan berturut-turut. Nasdaq yang didominasi teknologi memimpin kenaikan, naik 1,13%, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,58% dan S&P 500 menambah 0,74%.

Design a site like this with WordPress.com
Get started