Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Terdorong oleh Pemilihan Menkeu AS

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Terdorong oleh Pemilihan Menkeu AS

Equityworld Futures | Saham-saham AS berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena pasar ekuitas melanjutkan reli minggu lalu sementara investor bersiap-siap untuk pekan laporan keuangan yang sibuk.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Dampak Gencatan Senjata Israel-Hizbullah

Melansir Xinhua, Selasa, 26 November 2024, indeks Dow Jones Industrial Average naik 440,06 poin atau 0,99 persen menjadi 44.736,57, mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Indeks S&P 500 bertambah 18,03 poin, atau 0,30 persen, menjadi 5.987,37. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 51,18 poin, atau 0,27 persen, menjadi 19.054,83.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dalam zona hijau, dengan sektor real estat dan consumer discretionary memimpin kenaikan dengan masing-masing naik sebesar 1,28 persen dan 0,99 persen.

Sementara itu, sektor energi dan teknologi memimpin para penghambat dengan kehilangan 2,01 persen dan 0,35 persen.

Calon menkeu AS

Scott Bessent, pendiri Key Square Group, dipandang oleh para investor sebagai pilihan yang ramah pasar yang kemungkinan besar akan mendukung pertumbuhan ekuitas.

Pencalonannya sebagai Menteri Keuangan AS juga dipandang sebagai pengaruh moderat terhadap kebijakan proteksionisme Presiden terpilih Donald Trump, termasuk sikapnya yang kontroversial dalam mengenakan pajak impor.

Deutsche Bank menetapkan target ambisius sebesar 7.000 poin untuk S&P 500 pada akhir 2025, dengan alasan pertumbuhan pendapatan yang kuat dan kondisi pasar yang menguntungkan.

Sementara itu, Barclays merevisi proyeksi S&P 500 tahun 2025 menjadi 6.600, naik dari target sebelumnya sebesar 6.500, didorong oleh ekonomi AS yang tangguh, meredanya tekanan inflasi, dan potensi pendapatan yang kuat dari perusahaan-perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.

Para investor akan terus memantau laporan keuangan emiten dan indikator-indikator ekonomi minggu ini untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut mengenai momentum pasar.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Turun, Stok Emas Antam Kosong

Equityworld Futures | Harga Emas Turun, Stok Emas Antam Kosong

Equityworld Futures | Di tengah kenaikkan harga emas, stock logam mulia keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami kekosongan stok.

Equityworld Futures | Kekuatan AS & Perang Arab Bentrok: Bagaimana Nasib Emas Pekan Ini?

Merujuk situs logammulia.com pada Minggu (24/11), sebagian besar pecahan emas antam tidak dapat dibeli karena belum tersedia. Di Butik Emas LM Setiabudi dan Butik Emas cabang Serpong, Tangerang, hanya pecahan 0,5 yang tersedia, selebihnya mulai dari 1 gram sampai dengan 1000 gram tidak tersedia.

Kemudian di Butik Emas cabang Graha Dipta Pulo Gadung, emas batangan yang tersedia hanya pecahan 0,5gram, 250 gram, dan 500 gram. Sementara di Butik Emas Gedung Antam, yang tersedia hanya pecahan 0,5 gram, 500 gram, dan 1000 gram. Pecahan lainnya tidak tidak tersedia di cabang ini.

Sekretaris Perusahaan ANTM, Syarif Faisal Alkadrie mengatakan ketidakterserdiaan ini adalah imbas dari penurunan harga emas beberapa waktu lalu. Menurutnya sekitar dua pekan lalu terjadi tren penurunan harga yang mendorong masyarakat memburu emas secara signifikan. Maka dari itu seluruh saluran penjualan Perusahaan, yaitu Butik Emas Logam Mulia, Wholesale, dan e-commerce, mengalami ketidakterserdiaan stok.

“Sekitar 1-2 pekan lalu sempat turun, setelah itu tren pembeliannya terus meningkat,” katanya kepada KONTAN, Minggu (24/11).

Untuk diketahui sekitar pekan lalu harga emas sempat turun hingga Rp 1.466.000 pada 14 November 2024. Kemudian saat ini sudah rebound ke Rp 1.541.000 pada 24 November 2024. Meski sudah pulih tetapi harganya masih lebih rendah 0,38% atau 6.000 dari awal bulan yang sebesar 1.547.000 pada 1 November 2024.

Faisal pun mengatakan Antam terus berupaya memenuhi permintaan logam mulia dengan memaksimalkan dan mengoptimalkan kapasitas produksi, serta berfokus pada penyediaan produk sesuai dan secara aktif memastikan distribusi produk berjalan lancar, sehingga dapat memenuhi tingginya permintaan pasar.

Analis Mata Uang dan Komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan permintaan yang tinggi tidak serta-merta terjadi karena faktor harga. Oleh sebab itu meskipun harga Antam kembali naik, tetapi investor tetap membelinya. Sebab, “permintaan emas umumnya identik dengan kekuatiran geopolitik maupun ekonomi yang lesu,” katanya kepada KONTAN, Minggu (24/11).

Di samping itu, harga emas sempat turun beberapa waktu lalu akibat kabar kemenangan Trump. Kemudian emas rebound dengan cepat mencerminkan fundamental yang kuat, dan menunjukkan bahwa logam mulia ini tetap menjadi aset yang diandalkan di tengah ketidakpastian.

Maka dari itu Lukman menilai permintaan emas Antam masih akan meningkat, mengingat investor domestik umumnya mengikuti perkembangan luar negeri. Sentimen eskalasi di perang Ukraina dan potensi perang dagang global akan semakin mendukung permintaan.

Ia memperkirakan harga emas antam masih akan naik mengikuti kenaikan harga internasional yang diperkirakan akan berkisar US$ 2.800 pada awal tahun depan. Dengan demikian, proyeksi harga emas Antam pada awal tahun depan pun sekitar Rp 1,6 juta per gram.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Reli: Dow, S&P Capai Level Tertinggi 1 Minggu

Equityworld Futures | Wall Street Reli: Dow, S&P Capai Level Tertinggi 1 Minggu

Equityworld Futures | Wall Street ditutup menguat setelah perdagangan yang tidak menentu pada hari Kamis, dengan Dow dan S&P 500 yang merupakan saham unggulan mencapai level tertinggi dalam 1 minggu.

Equityworld Futures | Pemilik Bisa Pesta Pora, Harga Emas Melesat Empat Hari Beruntun

Kamis (21/11), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 461,88 poin atau 1,06% menjadi 43.870,35, indeks S&P 500 menguat 31,60 poin atau 0,53% ke 5.948,71 dan indeks Nasdaq Composite menguat 6,28 poin atau 0,03% ke 18.972,42.

Kenaikan Dow Jones Industrial Average dibantu oleh penguatan saham perusahaan cloud Salesforce sebesar 3,1%, setelah tiga pialang menaikkan target harga untuk saham tersebut.

Saham perusahaan terbesar di Wall Street, Nvidia, naik 0,5% setelah goyah menyusul rilis laba pada hari Rabu (20/11). Perusahaan chip tersebut melampaui ekspektasi untuk hasil kuartalan, dan memproyeksikan pendapatan kuartal keempat di atas estimasi.

“Laporan laba (Nvidia) benar-benar bagus. Beberapa angka yang dibisikkan lebih tinggi dan mengecewakan di sana, tetapi fundamental AI dan Nvidia terus melaju kencang dan prospek untuk tahun depan positif,” kata Anthony Saglimbene, Chief Market Strategist di Ameriprise Financial.

Beberapa investor tidak terkesan bahwa perkiraan tersebut merupakan yang paling lambat dalam tujuh kuartal.

Sementara, indeks Philadelphia SE Semiconductor yang lebih luas naik 1,6%.

Pada sesi ini, saham Alphabet turun 4,7% hingga menyentuh level terendah dalam 4 minggu setelah Departemen Kehakiman mengajukan argumen kepada hakim bahwa Google harus menjual peramban Chrome dan mengambil tindakan lain untuk mengakhiri monopoli atas pencarian daring.

Kerugian saham membebani sektor jasa komunikasi, yang merupakan sektor dengan penurunan terbesar, setelah melemah 1,73%. Semenatar itu, sektor utilitas memimpin kenaikan untuk indeks S&P.

Saham Amazon.com turun 2,2% setelah sebuah laporan mengatakan kemungkinan akan menghadapi penyelidikan Uni Eropa di tahun depan, terkait apakah mereka lebih menyukai produk merek mereka sendiri di pasar daringnya.

Terkait data, laporan mingguan tentang klaim pengangguran menunjukkan bahwa klaim tersebut turun secara tak terduga minggu lalu, yang menunjukkan peningkatan pertumbuhan lapangan kerja pada bulan November.

Investor akan memantau dengan saksama komentar dari pejabat Federal Reserve sebelum pertemuan FOMC pertengahan Desember.

Taruhan pasar uang mendukung pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Fed pada bulan Desember, menurut FedWatch dari CME Group.

“Kita telah sedikit beranjak dari pemilu, kita mendapatkan laporan Nvidia, jadi hal berikutnya yang akan diperhatikan pasar adalah pertemuan The Fed, dan beberapa pernyataan kebijakan dari pejabat Fed minggu ini telah menunjukkan kemungkinan adanya jeda pada bulan Desember,” kata Saglimbene.

Presiden The Fed Richmond Tom Barkin mengatakan, Amerika Serikat (AS) lebih rentan terhadap guncangan inflasi dibandingkan sebelumnya, menurut sebuah laporan media.

Sementara, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan pada hari Kamis bahwa ia mendukung pemotongan suku bunga lebih lanjut dan terbuka untuk melakukannya dengan lebih lambat.

Para pedagang juga memantau ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia yang membuat harga minyak mentah naik dan membantu kenaikan 0,8% di sektor energi.

Saham produsen mesin Deere naik 8% setelah melaporkan laba kuartal keempat yang optimis. Sementara, saham perusahaan AI Snowflake melonjak 32,7% setelah menaikkan perkiraan pendapatan produk tahunannya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi: Indeks Nasdaq Melemah Terseret Saham Nvidia

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi: Indeks Nasdaq Melemah Terseret Saham Nvidia

Equityworld Futures | Wall Street ditutup bervariasi. Namun, indeks Nasdaq yang sarat teknologi melemah setelah reli di sesi sebelumnya karena investor khawatir tentang meningkatnya ketegangan Rusia-Ukraina dan hasil yang lemah dari Target, sambil pasar menanti data kinerja Nvidia yang dirilis setelah bel perdagangan.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Perkasa Tersengat Ketegangan Rusia-Ukraina

Rabu (20/11), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 139,53 poin, atau 0,32%, ke 43.408,47, indeks S&P 500 naik tipis 0,13 poin atau 0,00% menjadi 5.917,11 dan indeks Nasdaq Composite turun 21,32 poin atau 0,11% ke 18.966,14.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) anjlok di awal sesi, setelah sebuah laporan mengatakan Ukraina menembakkan rudal jarak jauh Storm Shadow milik Inggris ke wilayah Rusia. Pada hari Selasa, Ukraina meluncurkan rudal ATACMS buatan AS ke Rusia, dan Rusia mengumumkan telah menurunkan ambang batas untuk aksi nuklir.

“Pengukur rasa takut” Wall Street melonjak ke 18,79 sebelum turun ke 17,24, masih pada level tertinggi sejak pemilihan presiden AS pada tanggal 5 November.

“Hari ini menjadi sedikit lebih defensif setelah reli yang kuat kemarin dari saham pertumbuhan dan sektor teknologi,” kata James Regan, Direktur Riset Manajemen Kekayaan di D.A. Davidson

“Mungkin ada pandangan konservatif menjelang pendapatan Nvidia atau reaksi yang lebih luas dari pendapatan Target yang merupakan indikator konsumen. Ada juga lebih banyak kekhawatiran geopolitik dengan ketegangan di Ukraina dan Rusia serta evakuasi kedutaan besar AS,” kata Regan.

Saham pembuat chip AI Nvidia turun 0,76% selama sesi perdagangan menjelang rilis kinerja. Saham tersebut jatuh lebih jauh setelah bel ketika perkiraan pendapatan kuartal keempatnya sedikit di atas perkiraan, tetapi gagal memenuhi harapan tinggi beberapa investor.

Selama perdagangan reguler, saham yang sangat penting itu menyeret turun sektor Teknologi Informasi 0,23% dan Nasdaq yang sangat penting bagi teknologi koreksi 0,11%.

Pada sesi ini, saham Target anjlok 21,4% setelah pengecer itu memperkirakan penjualan dan laba yang sebanding pada kuartal liburan di bawah ekspektasi Wall Street menyusul perkiraan kuartal ketiga yang meleset.

Indeks barang konsumsi diskresioner, yang merupakan sektoral yang turun paling dalam setelah koreksi 0,57%.

Saham pertumbuhan seperti Tesla dan Amazon.com juga turun, masing-masing 1,15% dan 0,85%.

Saham Nvidia hampir naik tiga kali lipat di tahun ini, yang mencakup sekitar 20% dari laba S&P 500 selama 12 bulan terakhir, menurut BofA Global Research.

“Kami mulai melihat komentar dari perusahaan-perusahaan besar yang telah menggunakan modal di bidang pengeluaran teknologi AI, membicarakan contoh-contoh bagaimana pengeluaran tersebut dikonversi menjadi pendapatan yang lebih tinggi atau penghematan biaya. Itu pertanda baik bagi perusahaan-perusahaan seperti Nvidia yang berada di sisi yang menguntungkan dalam perdagangan pengeluaran teknologi AI tersebut,” kata Bill Merz, kepala Riset Pasar Modal untuk kelompok manajemen aset U.S. Bank.

Saham mata uang kripto bergerak naik karena bitcoin melonjak di atas US$ 94.000, dengan MicroStrategy melonjak 10% dan MARA Holdings naik 13,9%.

Para pedagang telah meningkatkan taruhan pada bank sentral AS yang membiarkan suku bunga tidak berubah pada pertemuan bulan Desember setelah data ekonomi yang kuat dan tanda-tanda inflasi yang terus-menerus.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street: S&P 500 dan Nasdaq Ditopang Nvidia, Saham Walmart Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Wall Street: S&P 500 dan Nasdaq Ditopang Nvidia, Saham Walmart Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Wall Street melaju usai Nasdaq dan S&P 500 yang kembali ditutup menguat. Kedua indeks utama tersebut ditopang oleh lonjakan saham teknologi karena investor bersemangat menunggu hasil kinerja dari Nvidia di pekan ini. Di saat yang sama saham Walmart naik setelah emiten pengecer itu menaikkan perkiraan tahunannya.

Equityworld Futures | Konflik Ukraina-Rusia Bikin Cemas, Dongkrak Harga Emas

Di sisi lain, indeks Dow kembali ditutup melemah.

Selasa (19/11), Dow Jones Industrial Average ditutup turun 120,66 poin atau 0,28% menjadi 43.268,94, indeks S&P 500 menguat 23,36 poin atau 0,40% ke 5.916,98 dan indeks Nasdaq Composite naik 195,66 poin atau 1,04% ke 18.987,47.

Pada sesi ini, ketiga indeks utama mengawali hari dengan koreksi, dengan indeks acuan turun hingga sekitar 0,6% setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menurunkan ambang batas serangan nuklir sebagai respons terhadap berbagai serangan konvensional sebelumnya pada hari itu, dan Moskow mengatakan Ukraina telah menyerang jauh di dalam Rusia dengan rudal jarak jauh buatan AS.

Namun, pasar saham memangkas kerugian karena Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow akan melakukan segala yang mungkin untuk mencegah perang nuklir.

Di sisi lain, pembuat chip, Nvidia, yang akan melaporkan hasil kuartalan setelah bel pada hari Rabu (20/11), melonjak 4,9% ke US$ 147,01 per saham dan menjadi menyokong terbesar untuk pergerakan ketiga indeks utama.

Alhasil, sektor teknologi melonjak 1,2% dan memimpin kenaikan di antara sektor pada indeks S&P 500.

Para ahli strategi mengatakan ekspektasi tinggi untuk Nvidia, yang telah mendorong reli saham terkait kecerdasan buatan.

Saham megacap lainnya juga naik, termasuk Amazon.com.

“Hal terpenting hari ini adalah kehati-hatian terhadap apa yang terjadi di Ukraina. Sebagian besar investor bersembunyi di beberapa nama perusahaan berkapitalisasi besar, yang sedikit mengejutkan menjelang laba Nvidia, tetapi mereka sangat likuid,” kata Timothy Chubb, kepala investasi di Girard, Divisi Univest Wealth.

Sementara itu, saham Walmart juga naik 3% ke US$ 86,60 dan mencapai rekor penutupan tertinggi setelah emiten pengecer tersebut menaikkan perkiraan penjualan dan laba tahunannya untuk ketiga kalinya berturut-turut.

“Walmart hadir dan memberikan arahan yang optimistis,” kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

“Salah satu komponen yang penting bagi pasar adalah pernyataan bahwa semakin banyak pelanggan mereka yang masuk dan membeli barang-barang dalam kategori margin yang lebih tinggi, yang merupakan sesuatu yang telah diperhatikan.”

Selanjutnya, saham Super Micro Computer melonjak 31,2% setelah pembuat server kecerdasan buatan itu menunjuk BDO USA sebagai auditornya dan mengatakan telah menyerahkan rencana ke Nasdaq untuk menghindari delisting.

Saham Netflix pun naik 2,9% menjadi US$ 871,32, mencapai rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut, setelah perusahaan media streaming itu mengatakan 108 juta orang menonton pertandingan tinju antara Jake Paul dan Mike Tyson.

Menambah optimisme, ahli strategi Goldman Sachs memperkirakan S&P 500 akan mencapai level 6.500 pada akhir tahun 2025.

Investor sedang mencerna pilihan untuk pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump.

Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia telah memilih dokter selebriti Mehmet Oz untuk menjabat sebagai administrator untuk Pusat Layanan Medicare dan Medicaid. Ia juga mengatakan akan mencalonkan CEO Wall Street Howard Lutnick untuk menjabat sebagai menteri perdagangan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh Terendah Dua Bulan, Terguncang Hawkish Powell

Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh Terendah Dua Bulan, Terguncang Hawkish Powell

Equityworld Futures | Harga emas dunia terguncang akibat pernyataan hawkish dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell, yang mempupus harapan pemangkasan bunga acuan pada pertemuan bank sentral Amerika bulan depan.

Equityworld Futures | Dolar AS Perkasa, Harga Emas Sentuh Level Terendah dalam 2 Bulan

Harga emas di pasar spot dunia dini hari tadi ditutup melemah 0,32% ke level US$2.564,85 per troy ounce, menjadikan harga komoditas penting ini bersiap mencetak kerugian mingguan terbesar sejak 2021 silam.

Pagi ini di pembukaan pasar Asia, harga emas bergerak stabil di kisaran US$2.566,77 per troy ounce, terendah sejak pertengahan September lalu.

Harga emas mengalami tekanan tak berkesudahan sejak hasil Pilpres AS menempatkan Donald Trump sebagai Presiden AS berikutnya. Dalam lima hari perdagangan terakhir, harga emas terus melemah.

Pagi ini, meski harganya beringsut sedikit naik tipis, akan tetapi secara mingguan emas sudah membukukan penurunan 4,42%, penurunan harga terbesar sejak Juni 2021 silam menurut catatan Bloomberg.

Bahkan, dengan posisi harga saat ini, emas sudah terpangkas 8% dari posisi rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah pecah pada 31 Oktober lalu.

Pernyataan bernada hawkish Powell yang menilai bank sentral paling berpengaruh di dunia itu tidak akan memangkas bunga acuan terburu-buru melihat ekonomi AS masih tangguh, telah menjatuhkan ekspektasi penurunan bunga acuan The Fed.

Ekspektasi pasar kini mengarah pada kebijakan menahan bunga acuan oleh The Fed dalam pertemuan Desember nanti.

Pupusnya harapan penurunan bunga acuan menjadi kabar buruk bagi emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil. Sebaliknya, bagi surat utang AS, pernyataan Powell sontak melejitkan tingkat imbal hasil surat utang terutama untuk tenor pendek yang sensitif terhadap pergerakan bunga acuan.

Namun, meski sepekan ini buruk bagi emas, harga komoditas berharga itu sudah mencetak kenaikan 20% sepanjang tahun ini terutama disokong oleh dinamika seputar arah kebijakan bunga acuan The Fed, juga didukung aksi beli bank sentral serta ketegangan geopolitik yang silih berganti meningkat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Dibayangi Sentimen Dolar dan Data Inflasi AS, Harga Emas Lanjutkan Pelemahan

Equityworld Futures | Dibayangi Sentimen Dolar dan Data Inflasi AS, Harga Emas Lanjutkan Pelemahan

Equityworld Futures | Harga emas memperpanjang tren penurunan selama empat sesi beruntun seiring dengan penguatan dolar AS dan peningkatan imbal hasil obligasi di tengah kabar bahwa inflasi AS pada Oktober meningkat sesuai perkiraan.

Equityworld Futures | Harga Emas Langsung KO Dihajar 3 Pukulan Sekaligus dari AS, Jatuh 5%

Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan kemajuan yang lebih lambat menuju inflasi yang rendah sejak pertengahan tahun, yang dapat mengakibatkan penurunan suku bunga Federal Reserve yang lebih sedikit pada tahun depan.

Mengutip Reuters pada Kamis (14/11/2024), harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi US$2.580,39 per troy ons setelah mencapai level terendah hampir dua bulan di awal sesi. Sementara itu, harga emas berjangka AS melemah 0,8% ke level US$2.586,50 per ounce.

Sementara itu, kurs dolar AS menguat mendekati level tertinggi dalam tujuh bulan terhadap mata uang utama, sementara imbal hasil acuan 10-tahun AS naik.

“IHK meningkat namun memenuhi ekspektasi, menyebabkan dampak beragam pada harga emas. Pasar telah meningkatkan pertaruhan mereka terhadap potensi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember,” kata Zain Vawda, analis pasar di MarketPulse by OANDA. Pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga Fed pada bulan Desember sebesar 82%, naik dari sekitar 58% sebelum data tersebut dirilis, menurut alat CME FedWatch.

Namun, investor percaya bahwa kepresidenan Trump mungkin menyebabkan The Fed menghentikan siklus pelonggarannya jika inflasi meningkat setelah perkiraan tarif impor baru.

“Dalam jangka pendek, ada potensi harga emas sedikit pulih ke kisaran US$2.650 per ounce, tetapi mungkin akan turun lagi setelahnya,” tambah Vawda.

Selanjutnya, Indeks Harga Produsen (PPI) dan klaim pengangguran mingguan AS akan dirilis pada hari Kamis, dengan data penjualan ritel pada hari Jumat. Pernyataan dari Ketua Fed Jerome Powell dan pejabat bank sentral lainnya juga menjadi perhatian.

“Tujuan harga naik emas berikutnya adalah untuk menghasilkan penutupan di atas resistensi solid di US$2.700. Tujuan harga turun jangka pendek berikutnya adalah mendorong harga berjangka di bawah dukungan teknis yang solid US$2.500,” kata Jim Wyckoff, analis pasar senior di Kitco Metals.

Sementara itu, harga perak di pasar spot turun 0,5% menjadi US$30,55 per ounce. Platinum tergelincir 0,9% menjadi US$938,60 per ounce, sementara paladium turun 1,3% menjadi US$932,10 per ounce.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun 3 Hari Beruntun, Terimbas Hasil Pilpres AS

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun 3 Hari Beruntun, Terimbas Hasil Pilpres AS

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah pada Selasa (12/11/2024) seiring penguatan dolar dan imbal hasil obligasi yang terus berlanjut pasca pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi, Dipicu Penguatan Dolar AS

Berdasarkan data pasar, emas spot (XAU/USD) terkoreksi 0,81 persen ke USD2.598,89 per troy ons.

Dengan ini, emas sudah turun 3 hari berturut-turut.

Logam mulia ini belum mampu mendekati level tertinggi pada 30 Oktober di angka USD2.800,80 per troy ons, tertekan oleh kenaikan dolar dan imbal hasil Treasury yang dipicu kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS pekan lalu.

“Bagi mereka yang memperkirakan pemilu AS yang ketat, kemenangan mengejutkan dari Presiden Terpilih telah menghidupkan kembali ‘demam emas’ bagi para pelaku yang mengejar perdagangan Trump,” kata PVM Oil Associates, dikutip MT Newswires, Selasa (12/11).

“Anehnya, idiom tersebut justru tidak berlaku bagi logam kuning ini. Emas menjadi aset safe haven sebelum hasil pemilu, kini justru terbebani oleh menguatnya dolar AS.”

Hal senada diutarakan Kepala Analis di XS.com Samer Hasn, yang berpendapat, hasil pemilu AS terus menjadi sumber tekanan utama bagi emas.

“Penurunan harga emas terjadi di tengah kekhawatiran suku bunga yang mungkin tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama dengan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih,” ujar Hasn dalam sebuah catatan, dikutip Dow Jones Newswires, Selasa (12/11).

Hasn menambahkan, faktor-faktor lain juga memberikan tekanan pada emas, termasuk penerapan kebijakan yang mungkin memicu inflasi dan pertumbuhan bisnis, sebagaimana tercermin dalam kenaikan berkelanjutan pada imbal hasil Treasury.

Data ekonomi AS yang dinanti pekan ini adalah indeks harga konsumen (CPI) pada Rabu dan indeks harga produsen (PPI) pada Kamis.

CPI untuk Oktober diperkirakan naik 2,6 persen secara tahunan, dibandingkan laporan September yang naik 2,4 persen.

Menurut analis Kitco Jim Wyckoff, Selasa (12/11), psikologi pasar logam mulia tampaknya telah berubah dalam sepekan terakhir.

Tampaknya sebagian besar trader atau investor emas telah bergeser dari keyakinan untuk membeli saat harga turun menjadi lebih berhati-hati menjual saat harga menguat.

Alasan utama perubahan psikologi ini adalah melemahnya posisi teknikal emas dalam jangka pendek, serta meningkatnya selera risiko di pasar secara umum.

Hingga psikologi perdagangan ini berubah, kata Wyckoff, tampaknya jalur pergerakan harga emas—termasuk perak—akan cenderung stabil atau melemah.

Dolar AS mencatatkan level tertinggi empat bulan, dengan indeks dolar ICE naik 0,49 poin menjadi 106,04.

Imbal hasil Treasury juga lebih tinggi, dengan obligasi AS dua tahun terakhir tercatat menawarkan 4,346 persen, menguat 8,2 basis poin, sementara obligasi 10 tahun terkerek 12,4 basis poin menjadi 4,434 persen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Masih Terus Menghijau, Tesla Melompat 9 Persen

Equityworld Futures | Wall Street Masih Terus Menghijau, Tesla Melompat 9 Persen

Equityworld Futures | Wall Street masih terus menghijau sejak Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS.

Equityworld Futures | Anjlok Parah, Harga Emas Terbebani Perkasanya Dolar AS

Dikutip dari Reuters, indeks Industri Dow Jones melonjak lebih dari 300 poin pada Senin 11 November 2024 dan ditutup pada rekor tertinggi.

Indeks Dow yang terdiri dari 30 saham naik 304 poin, atau 0,69 persen, menjadi 44.293,69. Kenaikan Dow membawa indeks di atas 44.000 untuk pertama kalinya.

S &P 500 naik 0,1 persen dan mengakhiri hari di level 6.001,35 dan juga mencapai rekor penutupan dengan melampaui level 6.000 untuk pertama kalinya. Namun,Nasdaq Composite berada di dekat garis datar, naik 0,06 persen menjadi 19.298,76.

Saham perbankan menguat. Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing melonjak 2 persen dan 1,6 persen.

Kelompok tersebut telah membukukan kenaikan tajam sejak kemenangan pemilihan Donald Trump minggu lalu, karena investor berharap kembalinya dia ke Gedung Putih dapat menyebabkan regulasi sektor perbankan yang lebih mudah.

Di tempat lain, saham meme favorit Game Stop melonjak 10 persen. Saham pengecer video game tersebut telah naik selama lima sesi berturut-turut.

Saham Tesla melonjak lebih dari 9 persen, juga menambah keuntungan pasca pemilu.

Namun, Apple turun hampir 2 persen. Begitu juga dengan Microsoft dan Amazon, masing-masing turun sekitar 1 persen.

Kepala Investasi di Morgan Stanley Wealth Management, Lisa Shalett, mengatakan bahwa kemenangan besar Partai Republik telah memicu optimisme pasar, meskipun harapan sebelumnya sudah cukup tinggi. Menurutnya, ini bukan perubahan besar yang akan membawa ekonomi menuju pertumbuhan tanpa lika-liku.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Terseret di Bawah $2.700 karena Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Terseret di Bawah $2.700 karena Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan di wilayah negatif di dekat $2.680 selama awal sesi Asia hari Senin. Penurunan logam mulia ditekan oleh penguatan Dolar AS (USD) akibat kemenangan Donald Trump.

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi Senin (11/11) Pagi, Investor Menanti Komentar The Fed

Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY), indeks nilai USD yang diukur terhadap sekeranjang enam mata uang dunia, memperpanjang kenaikannya ke sekitar 105,00, tertinggi empat bulan.

Kemenangan Trump telah memicu pertanyaan mengenai apakah Federal Reserve (The Fed) AS akan menindaklanjuti penurunan suku bunga dengan laju yang lebih lambat dan lebih kecil. Hal ini, pada gilirannya, mendorong Greenback dan membebani harga Emas dalam mata uang USD.

“Rally Dolar dan imbal hasil ini telah memberikan tekanan pada Emas, yang secara tradisional turun ketika suku bunga riil naik, mencerminkan berkurangnya permintaan aset-aset safe haven dalam jangka pendek,” kata Matthew Jones, analis logam mulia di pedagang logam yang berbasis di London, Solomon Global. “Namun, dari perspektif makro jangka lebih panjang, masa depan ‘sebagus emas’,” tambah Jones.

Data ekonomi AS yang optimis pada hari Jumat berkontribusi pada kenaikan USD. Indeks Sentimen Konsumen AS naik ke 73,0 di bulan November dari 70,5 di bulan Oktober, menurut pembacaan pendahuluan oleh University of Michigan. Angka ini lebih baik dari ekspektasi pasar 71,0.

Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dapat membantu membatasi penurunan logam mulia. Kepala Staf Angkatan Darat Israel Herzi Halevi menyetujui perluasan invasi darat ke Lebanon selatan, demikian laporan lembaga penyiaran negara Kan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started