Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Saham Walmart Anjlok 6,5 Persen Akibat Prospek Suram

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Saham Walmart Anjlok 6,5 Persen Akibat Prospek Suram

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street turun pada penutupan pasar Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah, Pengecer Walmart Alami Tekanan Jual

Investor mulai melepas beberapa saham populer menyusul ramalan yang tidak mengembirakan dari raksasa ritel Walmart yang menggoyahkan prospek ekonomi. Padahal, dua hari sebelumnya indeks S&P 500 menutup sesi dengan rekor berturut-turut.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 450,94 poin atau 1,01 persen dan berakhir pada level 44.176,65.

Kemudian, indeks S&P 500 turun 0,43 persen dan ditutup pada level 6.117,52.

Sementara itu, Nasdaq Composite turun 0,47 persen dan ditutup pada 19.962,36.

Saham Walmart turun 6,5 persen setelah perusahaan memperkirakan penjualan tahun fiskal bakal tumbuh 3-4 persen. Sementara itu prospek laba perusahaan untuk tahun fiskal 2026 berada di bawah ekspektasi analis. Panduan yang lemah membayangi laba kuartal keempat fiskal yang melampaui estimasi.

Sementara itu, saham Target dan Costco turun sekitar 2 persen, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kesehatan pendapatan yang bergerak maju .

Di samping itu, saham favorit investor ritel Palantir juga turun 5,2 persen, menambah penurunan lebih dari 10 persen sejauh minggu ini.

Pergerakan ini terjadi setelah sebuah laporan mengatakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth meminta pejabat departemen untuk bersiap menghadapi pemotongan anggaran. Rencana perdagangan baru dari CEO Alex Karp juga mendorong saham turun.

Adapun, kekhawatiran atas kondisi ekonomi juga membebani pasar setelah The Conference Board mengatakan Indeks Ekonomi Utamanya secara tak terduga mengalami kontraksi pada bulan Januari. Imbal hasil Treasury turun, sementara saham bank seperti Goldman Sachs Dan Morgan Stanley meluncur.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Saham Walmart Anjlok 6,5 Persen Akibat Prospek Suram

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Saham Walmart Anjlok 6,5 Persen Akibat Prospek Suram

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street turun pada penutupan pasar Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah, Pengecer Walmart Alami Tekanan Jual

Investor mulai melepas beberapa saham populer menyusul ramalan yang tidak mengembirakan dari raksasa ritel Walmart yang menggoyahkan prospek ekonomi. Padahal, dua hari sebelumnya indeks S&P 500 menutup sesi dengan rekor berturut-turut.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 450,94 poin atau 1,01 persen dan berakhir pada level 44.176,65.

Kemudian, indeks S&P 500 turun 0,43 persen dan ditutup pada level 6.117,52.

Sementara itu, Nasdaq Composite turun 0,47 persen dan ditutup pada 19.962,36.

Saham Walmart turun 6,5 persen setelah perusahaan memperkirakan penjualan tahun fiskal bakal tumbuh 3-4 persen. Sementara itu prospek laba perusahaan untuk tahun fiskal 2026 berada di bawah ekspektasi analis. Panduan yang lemah membayangi laba kuartal keempat fiskal yang melampaui estimasi.

Sementara itu, saham Target dan Costco turun sekitar 2 persen, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kesehatan pendapatan yang bergerak maju .

Di samping itu, saham favorit investor ritel Palantir juga turun 5,2 persen, menambah penurunan lebih dari 10 persen sejauh minggu ini.

Pergerakan ini terjadi setelah sebuah laporan mengatakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth meminta pejabat departemen untuk bersiap menghadapi pemotongan anggaran. Rencana perdagangan baru dari CEO Alex Karp juga mendorong saham turun.

Adapun, kekhawatiran atas kondisi ekonomi juga membebani pasar setelah The Conference Board mengatakan Indeks Ekonomi Utamanya secara tak terduga mengalami kontraksi pada bulan Januari. Imbal hasil Treasury turun, sementara saham bank seperti Goldman Sachs Dan Morgan Stanley meluncur.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Ngegas Lagi!

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Ngegas Lagi!

Equityworld Futures | Harga emas keluaran Logam Mulia Antam 24 Karat hari ini, Selasa (18/2/2025) naik cukup tinggi setelah kemarin sempat melemah. Harga emas hari ini tercatat naik hingga Rp 8.000 per gram ke Rp 1.679.000 per gram.

Equityworld Futures | Makin Mahal, Harga Emas Bersiap Tembus Tekor Tertinggi Lagi

Mengutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 889.500. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 16.285.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 1.619.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, pergerakan harga emas Antam terpantau bergerak di rentang Rp 1.671.000-1.701.000 per gram. Sementara dalam sebulan terakhir, pergerakan harga emas berada di rentang Rp 1.585.000-1.701.000 per gram.

Harga emas Antam untuk buy back ikut naik Rp 8.000 per gram dan berada di level Rp 1.529.000 per gram. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah sebesar 0,45%, harus menyertakan NPWP untuk transaksinya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Variatif Akhir Pekan Lalu, tapi Menguat Secara Mingguan

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Variatif Akhir Pekan Lalu, tapi Menguat Secara Mingguan

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup variatif pada akhir pekan lalu. Investor mempertimbangkan berita terbaru tentang perdagangan global dan inflasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Menguat Tipis Senin (17/2) Pagi, Menanti Kebijakan Tarif Trump

Indeks acuan utama mayoritas mengalami penurunan saat sesi penutupan perdagangan Jumat lalu. Namun tiga indeks utama mengakhiri pekan lalu di zona hijau.

Mengutip CNBC, Senin (17/2/2025), hal ini dikarenakan sentimen investor membaik setelah memperoleh kepastian lebih mengenai rencana tarif Presiden AS Donald Trump.

Sementara data inflasi baru ternyata lebih konstruktif daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Para investor juga mengabaikan data penjualan ritel yang dirilis pada Jumat lalu di mana penjualan ritel AS turun 0,9 persen pada Januari 2025.

Angka ini lebih buruk daripada estimasi Dow Jones untuk penurunan 0,2 persen dan menjadi penurunan terbesar sejak Maret 2023.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 165,35 poin atau 0,37 persen dan ditutup pada level 44.546,08.

Lalu, indeks S&P 500 turun 0,01 persen menjadi 6.114,63. Sedangkan, indeks Nasdaq Composite turun 0,41 persen dan ditutup pada level 20.026,77.

Adapun sepanjang pekan lalu, indeks S&P 500 naik sekitar 1,5 persen, sementara Dow naik sekitar 0,6 persen. Nasdaq naik 2,6 persen.

Sebagian besar kenaikan pada pekan lalu terjadi pada Kamis (13/2/2025) setelah Trump menandatangani memorandum tentang rencana untuk mengenakan pungutan pada barang-barang dari negara-negara yang mengenakan bea pada produk-produk AS, alih-alih menerapkan tarif langsung.

Sentimen tampak tenang setelah laporan indeks harga produsen bulan Januari, yang dirilis Kamis lalu, serta laporan indeks harga konsumen yang dirilis Rabu (12/2/2025), menunjukkan hasil yang lebih rendah untuk indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Walau Belum Sampai Rekor, Saatnya Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Walau Belum Sampai Rekor, Saatnya Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia ditutup naik pada perdagangan kemarin. Pagi ini, harga sang logam mulia juga masih kuat menanjak.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil di Tengah Ketakutan Perang Dagang Global

Pada Rabu (12/2/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.903,6/troy ons. Menguat 0,16% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Harga emas pun masih naik pada pagi ini. Pada pukul 06:52 WIB, harga emas bertambah 0,04% ke US$ 2.904,6/troy ons.

Meski naik, harga emas belum mampu menciptakan rekor baru. Rekor tertinggi masih di US$ 2.917,6/troy ons yang tercipta pada 10 Februari lalu.

Laju penguatan harga emas sedikit tertahan akibat rilis data ekonomi terbaru di Amerika Serikat (AS). US Bureau of Labor Statistics melaporkan, inflasi AS pada Januari berada di 3% secara kuartalan yang disetahunkan (annualized). Lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 2,9%.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi Januari tercatat 0,5%. Juga lebih tinggi dibandingkan Desember 2024 yaitu 0,4%.

Perkembangan ini menjadi kode keras bahwa inflasi di AS masih ‘bandel’. Sepertinya butuh waktu untuk menjinakkan inflasi ke arah 2% yang ditargetkan bank sentral Federal Reserve.

“Soal inflasi, kita sudah semakin dekat tetapi belum sampai di tujuan. Kami akan bersabar sebelum melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut,” tegas Jerome ‘Jay’ Powell, Gubernur The Fed, dalam paparan di hadapan House of Representatives, seperti dikabarkan Bloomberg News.

Sepanjang 2024, The Fed sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak 100 basis poin (bps). Tahun ini, dengan kekhawatiran percepatan laju inflasi, sepertinya pemotongan sulit untuk mencapai sebanyak itu.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Saham Emas Ini Diserbu

Equityworld Futures | Saham Emas Ini Diserbu

Equityworld Futures | Di antara saham emiten terkait emas, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang melonjak paling tinggi pada perdagangan Jumat, 31 Januari 2025 pekan lalu.

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi pada Senin (3/2) Pagi, Pasca Trump Kenakan Tarif

Saham emiten perhiasan emas ini ditutup di Rp 428 atau melejit 14,44%. Saham HRTA diserbu dengan 141,36 juta saham ditransaksikan, frekuensi 13.669 kali, dan nilai transaksi Rp 61,08 miliar.

Asing lagi doyan sama Hartadinata dengan net buy Rp 6,42 miliar, dan nilai transaksi beli keseluruhan Rp 19,6 miliar.

Analis teknikal RHB Sekuritas Muhammad Wafi menyebutkan, saham Hartadinata Abadi terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA200 dengan blowoff volume.

“Meski berpeluang untuk melakukan koreksi teknikal, namun selama di atas garis MA200 maka berpeluang untuk kembali rebound dan melanjutkan fase bullish-nya,” jelas Wafi dalam ulasannya, Senin (3/2/2025) pagi.

Ia merekomendasikan buy area di sekitar 400 dengan target jual di 472 hingga 515. Cut loss di 360.

Saham Hartadinata Abadi (HRTA) melonjak di tengah melesatnya harga emas.

Harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dalam dua hari berturut-turut pada pekan lalu. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah mitra dagangnya. Lalu, bagaimana arah harga emas selanjutnya?

Harga emas ditutup menguat 0,25% menjadi US$ 2.801 pada Jumat (31/1/2025). Setelah sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 2.817,5.

Analis komoditas keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, investor akan sangat berhati-hati pada pekan ini. Hal itu akan menyebabkan harga emas mengalami volatilitas yang tinggi, namun kecenderungannya terkoreksi. “Disebabkan aksi profit taking setelah harga emas menembus rekor tertinggi,” ungkap Ibrahim kepada Investor Daily, Minggu (2/2/2024).

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Ada Kabar Buruk dari AS untuk Pemilik Emas, Buat Harganya Lemas

Equityworld Futures | Ada Kabar Buruk dari AS untuk Pemilik Emas, Buat Harganya Lemas

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah karena indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi naik. Hal ini terjadi setelah bank sentral AS The Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku bunga dan tidak terburu-buru untuk pemangkasan ke depan.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah setelah The Fed Tetap Pertahankan Suku Bunga

Berdasarkan data Refinitiv harga emas dunia di pasar spot pada perdagangan Rabu (29/1/2025) tercatat di US$2.757,71 per troy ons atau turun 0,2% dari posisi sebelumnya.

Sementara pada awal perdagangan hari ini, Kamis (30/1/2025), harga emas di pasar spot menguat 0,07% ke US$2.759,33 per troy ons.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback dengan mata uang utama, menguat 0,3%, membuat emas mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

“Pasar aset sedikit bocor setelah pernyataan tersebut condong sedikit lebih agresif dari yang diharapkan dengan emas sedikit lebih rendah,” kata Tai Wong, pedagang logam independen.

The Fed mempertahankan suku bunga dan tidak memberikan banyak petunjuk tentang kapan pemotongan bunga selanjutnya di tengah kondisi inflasi tetap di atas target, pertumbuhan berlanjut, dan tingkat pengangguran tetap rendah.

Keputusan bulat untuk mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25%-4,50% saat ini, ditambah dengan pernyataan baru Jerome Powell, membuat The Fed berhati-hati menantikan data inflasi dan ketenagakerjaan lebih lanjut serta kejelasan tentang dampak kebijakan Trump.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pejabat bank sentral AS “menunggu untuk melihat kebijakan apa yang diterapkan” sebelum menilai dampaknya terhadap inflasi, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, serta tidak terburu-buru untuk menyesuaikan suku bunga lebih lanjut.

Trump kembali menjabat sebagai presiden AS dengan janji tarif impor lebih tinggi, pengetatan kebijakan imigrasi, pemotongan pajak, dan pelonggaran regulasi. Ia juga mengatakan akan menuntut suku bunga yang lebih rendah dan mengharapkan The Fed untuk menuruti keinginannya.

Setelah The Fed memangkas suku bunga tiga kali pada akhir tahun lalu, inflasi sebagian besar bergerak mendatar dalam beberapa bulan terakhir.

Menariknya, dalam pernyataan kebijakan terbarunya, bank sentral menghapus bahasa yang menyatakan bahwa inflasi “telah menunjukkan kemajuan” menuju target inflasi 2%, dan hanya mencatat bahwa laju kenaikan harga “tetap tinggi.”

“Mungkin ada beberapa tingkat penegasan independensi Fed mengingat permintaan Presiden Trump untuk suku bunga yang lebih rendah,” kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

“Tetapi saya pikir arah kebijakan sebagian besar tetap tidak berubah. Jadi dalam hal itu, pemotongan suku bunga mungkin ditunda hingga pertengahan tahun.”

Harga emas batangan cenderung tumbuh lebih baik dalam keadaan suku bunga rendah karena sifat emas yang tidak menghasilkan bunga. Sehingga jika suku bunga lebih tinggi, harga logam mulia akan tergerus.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Merajalela, Dekati Rekor Tertinggi 3 Bulan

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Merajalela, Dekati Rekor Tertinggi 3 Bulan

Equityworld Futures | Harga emas masih mengangkasa dan melanjutkan tren positif yang sudah terjadi sejak awal pekan.

Equityworld Futures | Donald Trump Bikin Tren Harga Emas Naik, Peluang Investasi?

Merujuk Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 2.755,03 per troy ons pada perdagangan kemarin, Rabu (22/1/2025). harganya menguat 0,39%. Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 30 Oktober 2024 atau hampir tiga bulan terakhir. Penutupan pada 30 Oktober 2024 di US$ 2.786,19 per try ons adalah rekor tertinggi sepanjang masa.

Penguatan kemarin juga memperpanjang tren positif emas dengan menguat selama tiga hari beruntun dengan penguatan mencapai 1,98%.

Harga emas sedikit melemah pada hari ini. Pada perdagangan Kamis(23/1/2025), pada pukul 6:40 WIB harga emas berada di level US$ 2.754,62 per troy ons, atau melemah 0,01%.

Penguatan harga emas utamanya dipicu oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) serta imbal hasil US Treasury.

Indeks dolar .DXY merosot ke level 108,17 yang merupakan level terendah dalam lebih dari tiga minggu, membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Imbal hasil US Treasury juga melandai ke 4,57%, dari posisi sebelumnya yang nyaris mendekati 5%. Emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga melandainya imbal hasil US Treasury akan membuat emas lebih menarik.

“Ketidakpastian mengenai tarif yang diusulkan dan hal lainnya, dan emas cenderung menguntungkan saat ada ketidakpastian besar atau bahkan moderat di pasar. Emas adalah instrumen alami yang sering dipilih orang,” kata Ryan McIntyre, manajer portofolio senior di Sprott Asset Management, dikutip Reuters.

Trump mengatakan bahwa pemerintahannya sedang membahas penerapan tarif 10% untuk barang-barang impor dari China pada 1 Februari, pada hari yang sama dengan yang sebelumnya dia sebutkan bahwa Meksiko dan Kanada bisa dikenakan tarif sekitar 25%.

Emas sering dianggap sebagai tempat berlindung di masa-masa ketegangan ekonomi dan geopolitik, namun kebijakan yang diusulkan Trump umumnya dipandang sebagai inflasioner, yang berpotensi memaksa Federal Reserve AS untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama untuk mengendalikan tekanan harga yang meningkat.

Trump belum memberikan banyak rincian tentang tarif yang diusulkan, sehingga investor meragukan agresivitas langkah tersebut dan sejauh mana dampaknya.

“(Trump) mungkin sedikit lebih lunak dalam hal tarif daripada yang dikhawatirkan, yang membantu – tarif yang lebih rendah dianggap menunjukkan inflasi yang lebih rendah, sehingga ada potensi pemotongan suku bunga lebih lanjut,” kata Tai Wong, pedagang logam independen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melejit, Kebijakan Tarif Trump Tak Seburuk Dugaan

Equityworld Futures | Wall Street Melejit, Kebijakan Tarif Trump Tak Seburuk Dugaan

Equityworld Futures | Indeks-indeks Wall Street melesat pada Selasa (21/1/2025). Setelah pernyataan dan langkah awal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait perdagangan internasional dianggap lebih moderat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Equityworld Futures | Terima Kasih Trump! Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi 2 Bulan

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average melonjak 537,98 poin (1,24%) dan ditutup di level 44.025,81. S&P 500 melesat 0,88% menjadi 6.049,24, sementara Nasdaq Composite meningkat 0,64% ke level 19.756,78.

Saham 3M mengalami kenaikan lebih dari 4% setelah laporan keuangan perusahaan melampaui ekspektasi analis. Saham perusahaan berkapitalisasi kecil juga turut terdorong, dengan indeks Russell 2000 naik sekitar 1,9%.

Beberapa saham teknologi besar seperti Amazon dan Nvidia masing-masing naik lebih dari 2%. Namun, penurunan lebih dari 3% pada saham Apple, akibat dua penurunan peringkat dari analis Wall Street, membatasi kenaikan indeks Nasdaq yang berbasis teknologi.

Trump menyatakan, dirinya mempertimbangkan penerapan tarif sebesar 25% terhadap Meksiko dan Kanada mulai 1 Februari karena kebijakan perbatasan kedua negara tersebut. Selain itu, ia juga menyebutkan kemungkinan tarif bagi China jika kesepakatan TikTok tidak disetujui.

Namun, Trump akhirnya hanya mengeluarkan memorandum luas yang menginstruksikan lembaga federal untuk meninjau kebijakan perdagangan yang dianggap tidak adil. Keputusan ini disambut positif oleh investor karena menunjukkan kemungkinan pendekatan yang lebih moderat terhadap tarif perdagangan.

Demo Ewf 
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi Sejak 6 November di Tengah Ketakutan Baru Perang Dagang

Equityworld Futures | Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi Sejak 6 November di Tengah Ketakutan Baru Perang Dagang

Equityworld Futures | Harga emas (XAU/USD) menarik beberapa pembelian lanjutan untuk hari kedua berturut-turut dan naik ke level tertinggi sejak 6 November, di sekitar area $2.726 selama sesi Asia pada hari Selasa. Presiden AS Donald Trump menyarankan untuk memberlakukan tarif pada Kanada dan Meksiko dalam waktu dekat, menghidupkan kembali ketakutan perang dagang dan meningkatkan permintaan untuk logam mulia safe-haven tradisional tersebut. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS, yang dipimpin oleh spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini di tengah tanda-tanda meredanya inflasi di AS, lebih lanjut mendorong aliran menuju logam kuning yang tidak berimbal hasil ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Stabil di US$2.707,19 Selasa (21/1) Pagi, Fokus ke Kebijakan Trump

Sementara itu, ekspektasi bahwa kebijakan proteksionis Trump akan memicu kembali tekanan inflasi dan memaksa The Fed untuk tetap berpegang pada sikap hawkish-nya membantu Dolar AS (USD) untuk melakukan pemulihan yang baik dari level terendah dua minggu yang disentuh pada hari Senin. Hal ini, bersama dengan nada yang secara umum positif di sekitar pasar ekuitas, membatasi kenaikan harga emas. Namun demikian, latar belakang fundamental menunjukkan bahwa jalur paling mudah bagi XAU/USD adalah tetap ke sisi atas. Tidak ada data ekonomi AS yang relevan yang akan dirilis pada hari Selasa, meninggalkan komoditas ini pada belas kasihan sentimen risiko yang lebih luas dan dinamika harga USD.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started