Equity World | Bursa Asia Ditutup Beragam, Trio Shanghai-KOSPI-IHSG Jeblok

Equity World | Bursa Asia Ditutup Beragam, Trio Shanghai-KOSPI-IHSG Jeblok

Equity World | Bursa saham Asia ditutup beragam pada perdagangan Senin (15/3/2021), di tengah optimisme pelaku pasar global terkait pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) pasca-pengesahan stimulus fiskal US$ 1,9 triliun.

Tercatat indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 0,17% ke level 29.766,97, Hang Seng Hong Kong tumbuh 0,33% ke 28.833,76, dan STI Singapura terapresiasi 0,34% ke 3.105,74.

Sementara untuk Shanghai Composite China ditutup merosot 0,96% ke 3.419,95 dan KOSPI Korea Selatan ditutup terdepresiasi 0,28% ke 3.045,71.

Senasib dengan Shanghai dan KOSPI, di mana indeks saham acuan RI tersebut ditutup melemah 0,53% ke level 6.324,26.

Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 11,2 triliun dan investor asing masih melakukan aksi jual dengan nilai penjualan bersih (net sell) Rp 130,8 miliar di pasar reguler.

Dari China, aktivitas produksi dan ritel melonjak dalam dua bulan pertama tahun ini dan mengalahkan ekspektasi para ekonom sebelumnya, karena ekonomi mengkonsolidasikan pemulihannya yang cepat dari kelumpuhan virus korona pada awal 2020.

Bursa Saham Asia Menguat di Awal Perdagangan Selasa 16 Maret 2021, Ini Pendorongnya | Equity World

Untuk aktivitas produksi industri China pada periode Januari dan Februari 2021 naik signifikan menjadi 35,1% dari sebelumnya sebesar 7,3%.

Sementara untuk data penjualan ritel Negeri Tirai Bambu pada Januari dan Februari 2021 juga tercatat naik signifikan, yakni menjadi 33,8% dari sebelumnya pada Desember 2020 sebesar 4,6%.

Namun, data aktivitas produksi dan ritel China yang tumbuh signifikan tidak dapat mendongkrak indeks Shanghai hari ini, karena aksi jual yang masif di saham konsumen kelas berat, kesehatan dan energi baru.

Target pertumbuhan ekonomi tahunan konservatif baru-baru ini juga dapat menghidupkan kembali kekhawatiran Beijing yang dapat memperketat kebijakan untuk mengendalikan valuasi yang tinggi.

Sementara itu di Korea Selatan, indeks saham KOSPI ditutup di zona merah karena terseret oleh kekhawatiran tentang kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS yang masih terjadi hingga kini.

Namun sebagian besar bursa Asia masih merespons positif terkait pengesahan stimulus fiskal ‘jumbo’ di AS senilai US$ 1,9 triliun.

Investor global pada pekan ini akan mengamati pertemuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan dilaksanakan pada 16 dan 17 Maret dengan agenda penentuan suku bunga acuan. Pengamat pun memprediksi bahwa The Fed akan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonominya menjadi lebih tinggi.

Equity World | Futures Wall Street Menguat, Disusul Harga Minyak Mentah

Equity World | Futures Wall Street Menguat, Disusul Harga Minyak Mentah

Equity World | Indeks berjangka Wall Street bergerak menguat pada perdagangan Minggu (14/3/2021) waktu setempat, mengindikasikan reli bakal berlanjut pada perdagangan Senin (15/3/2021). Harga minyak mentah dunia juga ikut menguat.

Dow Jones futures naik 0,33%, S&P futures naik 0,22%, dan Nasdaq futures naik 0,23%. Harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,49% ke US$ 65,93 per barel, sementara Brent naik 0,33% ke US$ 69,45 per barel.

Pekan lalu, Dow Jones naik 4% dan S&P 500 naik 2,6%. Keduanya ditutup di rekor tertinggi pada perdagangan Jumat. Sedangkan Nasdaq naik 3% sepanjang pekan lalu.

Bursa Asia Ditutup Beragam, Trio Shanghai-KOSPI-IHSG Jeblok | Equity World

Sentimen pemulihan ekonomi mendorong rotasi dari saham-saham teknologi ke sektor cyclical. Kenaikan yield obligasi juga sempat mendorong investor keluar dari pasar modal. Yield Treasury AS tenor 10 tahun menyentuh 1,64% Jumat lalu, level tertinggi sejak Februari 2020.

Pekan lalu, investor menyambut positif pengesahan RUU Stimulus Covid-19 senilai US$ 1,9 triliun. IRS sudah mulai memproses bantuan tunai senilai US$ 1.400 atau sekitar Rp 20 juta per individu warga AS. Stimulus juga mencakup dana US$ 20 miliar untuk vaksinasi Covid-19 dan US$ 350 miliar untuk negara bagian dan pemerintahan lokal.

Pekan ini, investor bakal memantau rapat The Federal Reserve terkait suku bunga pada hari Rabu (17/3/2021) waktu setempat.

Equity World | Ikuti Wall Street, Bursa Asia Dibuka Menguat

Equity World | Ikuti Wall Street, Bursa Asia Dibuka Menguat

Equity World | Bursa Asia dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (10/3/2021). Paket Stimulus Covid-19 AS akan disahkan segera.

Nikkei 225 Tokyo naik 0,16%, Indeks Komposit Shanghai naik 0,91%, Hang Seng Hong Kong naik 1,68%, ASX 200 Australia turun 0,05%, Kospi Korsel naik 0,74%.

RUU Stimulus Covid-19 sebesar US$ 1,9 triliun masih menjadi sentimen yang mendorong akumulasi saham-saham terkait pemulihan ekonomi. RUU ini diperkirakan akan disahkan DPR pada hari Rabu dan ditandatangani Presiden Joe Biden sebelum akhir pekan.

Indeks acuan Wall Street ditutup menguat pada penutupan perdagangan Selasa (9/3/2021). Menurunnya yield obligasi membuat investor kembali mengakumulasi saham teknologi.

Bursa Asia dibuka mixed pada awal perdagangan Rabu (10/3) | Equity World

Nasdaq naik 3,69%, S&P 500 naik 1,42%, dan Dow Jones naik 0,1%.

Harga minyak mentah dunia turun ke US$ 68 per barel pada penutupan perdagangan Selasa (9/3/2021), setelah ketegangan di Arab Saudi sempat mendorong emas hitam tersebut menembus US$ 70 per barel.

Harga minyak mentah jenis Brent turun 1,06% ke US$ 67,52 per barel, setelah sempat menembus US$ 71,38 per barel pada hari Senin lalu. Sementara WTI turun 1,6% ke US$ 64,01 per barel.

Equity World | Saham Asia Diprediksi Menguat Didukung Prospek Pemulihan

Equity World | Saham Asia Diprediksi Menguat Didukung Prospek Pemulihan

Equity World | Saham-saham Asia diprediksi akan menguat pada perdagangan Selasa (9/3). Sebagian besar dibantu oleh prospek pemulihan global dan pengesahan rancangan undang-undang stimulus AS sebesar 1,9 triliun dolar AS, mengguncang sesi Wall Street yang beragam setelah penurunan besar pada saham teknologi.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Senin (8/3) bahwa paket bantuan virus corona Presiden Joe Biden akan menyediakan cukup sumber daya untuk mendorong pemulihan ekonomi AS yang sangat kuat, dan mencatat ada alat-alat untuk menangani inflasi. Terlepas dari isyarat positif, investor tetap berkonflik mengenai apakah stimulus akan membantu pertumbuhan global pulih lebih cepat dari penurunan Covid-19 atau menyebabkan ekonomi terbesar di dunia menjadi terlalu panas dan menyebabkan inflasi yang tak terkendali.

Balas Dendam, Wall Street ‘Pesta Pora’ Menguat Nyaris Rata 2% | Equity World

Meskipun pasar berjangka menunjukkan pembukaan yang lebih tinggi di seluruh Asia, Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets, mengatakan masih banyak ketidakpastian.

“Apa yang akan menentukan hasil hari ini adalah keseimbangan antara pembelian untuk perdagangan reflasi dan penjualan (saham) teknologi”, katanya.

Indeks acuan S&P/ASX 200 Australia naik 0,92 persen di awal perdagangan, indeks berjangka Nikkei 225 Jepang naik 0,36 persen, indeks berjangka Hang Seng Hong Kong menguat 0,68 persen dan indeks berjangka E-mini untuk S&P 500 naik 0,55 persen.

Di Wall Street, Dow menguat sementara Nasdaq merosot lebih dari 2,0 persen. Nasdaq menandai penurunan lebih dari 10 persen sejak penutupan tertinggi 12 Februari, mengonfirmasikan koreksi pada nilai indeks.

Equity World | Stimulus Jumbo AS Jadi ‘Mood Booster’ Pasar Keuangan

Equity World | Stimulus Jumbo AS Jadi ‘Mood Booster’ Pasar Keuangan

Equity World | Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai kebijakan paket stimulus bantuan USD1,9 triliun untuk mengatasi covid-19 di Amerika Serikat (AS) akan berdampak positif bagi pasar keuangan.

“Paket stimulus tersebut menjadi sentimen positif pasar keuangan di jangka pendek, tetapi berpotensi mendorong naiknya yield US treasury akibat potensi pemulihan ekonomi yang cepat,” kata Hans saat dihubungi, dilansir dari Mediaindonesia.com, Minggu, 7 Maret 2021.

Di akhir pekan, pasar Wall Street terlihat mengalami kenaikan menyusul kenaikan yield obligasi Pemerintah AS mulai tertahan. Yield US treasury tenor 10 tahun melemah ke level 1,55 persen setelah menyentuh posisi di atas level 1,6 persen.

Senin Kelabu! Cuma Bursa Singapura Selamat, Nikkei dkk Drop | Equity World

“Turunnya yield US treasury di akhir pekan dari level tertinggi di tambah disahkannya paket stimulus fiskal jumbo AS membuat pasar saham diperkirakan akan menguat di awal pekan ini,” ujar Hans.

“Tetapi bila yield US treasury naik lagi kami khawatir pasar akan kembali terkoreksi. IHSG bergerak dengan support di level 6.245 sampai 6.173 dan resistance di level 6.307 sampai 6.394,” tambahnya.

Sebelumnya, Senat Amerika Serikat akhirnya menyetujui paket bantuan covid senilai USD1,9 triliun yang diusulkan Presiden AS Joe Biden. Paket stimulus fiskal ini disetujui setelah sebelumnya senat menghapus pembayaran secara bertahap kepada warga Amerika yang berpenghasilan lebih tinggi. Paket stimulus fiskal USA yang disahkan pada pekan ini.

Equity World | Wall Street terkoreksi setelah naik tinggi di awal Maret, investor memantau stimulus

Equity World | Wall Street terkoreksi setelah naik tinggi di awal Maret, investor memantau stimulus

Equity World | Indeks utama Wall Street turun pada awal perdagangan Selasa (2/3) setelah menguat pada awal Maret karena investor memantau pasar obligasi serta kemajuan stimulus fiskal putaran berikutnya.

Mengutip Reuters, Selasa (2/3), pada pukul 9:49 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 57,30 poin, atau 0,18% ke level 31.478,21, S&P 500 kehilangan 11,88 poin, atau 0,30% ke level 3.889,94 dan Nasdaq Composite kehilangan 81,49 poin, atau 0,60% ke level 13.507,34.

Sektor teknologi paling membebani benchmark S&P 500. Saham perawatan kesehatan, material dan energi memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya.

S&P 500 pada hari Senin mencatat hari terbaiknya sejak Juni karena pasar menyambut baik persetujuan vaksin Covid-19 ketiga di Amerika Serikat dan lampu hijau Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk paket bantuan virus corona senilai US$ 1,9 triliun.

Senat AS akan mulai membahas RUU bantuan Presiden Joe Biden minggu ini ketika Demokrat bertujuan untuk mengesahkan undang-undang tersebut melalui manuver yang dikenal sebagai “rekonsiliasi,” yang akan memungkinkan RUU itu disahkan dengan mayoritas sederhana.

Naik Rp 5.000, Ini Rincian Harga Emas Antam Rabu 3 Maret 2021 | Equity World

“Pasar bereaksi terhadap lonjakan positif besar di sesi sebelumnya, sementara investor bertanya-tanya apakah kabar baik adalah berita buruk atas kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi karena rencana pengeluaran pemerintah yang besar,” kata Robert Pavlik, manajer portofolio senior di Dakota Wealth di New York seperti dikutip Reuters.

Pasar obligasi AS telah stabil sejak aksi jual mengirim benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun ke level tertinggi satu tahun minggu lalu, tetapi terus meningkat, memicu kekhawatiran atas penilaian tinggi di pasar saham dan muncul sebagai alternatif kompetitif untuk ekuitas.

Pada minggu ini, investor akan fokus pada survei sektor jasa ISM serta laporan pekerjaan bulanan AS untuk memastikan kesehatan ekonomi.

Saham Zoom Video Communications Inc melonjak 3,2% setelah perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal saat ini di atas perkiraan, karena mengharapkan jutaan orang untuk terus menggunakan platform konferensi video.

Saham Target Corp naik 3% setelah melaporkan kenaikan 21% dalam pendapatan kuartal liburan, jauh lebih tinggi dari perkiraan analis, karena pengiriman pada hari yang sama dan layanan penjemputan di toko membantu memenuhi permintaan yang kuat untuk barang-barang rumah, mainan dan bahan makanan selama pandemi.

Equity World | Terancam Gagal Saingi Perekonomian AS, China Diprediksi Punya Kelemahan Sulit Diperbaiki

Equity World | Terancam Gagal Saingi Perekonomian AS, China Diprediksi Punya Kelemahan Sulit Diperbaiki

Equity World | Sementara itu estimasi media dalam survey Wall Street Journal terhadap demograf dan ekonom adalah penurunan 15 persen pada 2020, terhadap angka kelahiran sebesar 14,65 juta pada 2019. Estimasi yang paling terkendali adalah penurunan sebesar 10 persen.

Para ahli demografi mengatakan populasi China hanya meningkat sedikit dari tahun lalu, terutama setelah melihat perkiraa produk domestik bruto per kapita 2020, yang setara sekitar 11.200 dolar AS.

Kota Wenzhou, Hefei, dan Ningbo melaporkan adanya penurunan kelahiran yang besar. Pada tahun lalu angka kelahiran menurun masing-masing 19 persen, 23 persen, dan 12 persen.

Wall Street Bervariasi, Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS Bikin Investor Waspada | Equity World

Pandemi Covid-19 diperkirakan menjadi salah satu penyebab menurunnya angka kelahiran di China.

Selain itu menurunnya jumlah wanita usia subur dan keengganan untuk memiliki anak lebih dari satu diindikasikan sebagai penyebabnya.

Kelahiran di rumah sakit bersalin di 20 kota di China menurun sebanyak 24 persen selama 10 bulan pada tahun 2020.

PT Equityworld | Wall Street mencetak rekor penutupan tertinggi

PT Equityworld | Wall Street mencetak rekor penutupan tertinggi

PT Equityworld | Wall Street mencapai penutupan tertinggi sepanjang masa pada hari Senin (8/2) karena optimisme investor dipicu oleh prospek pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Pemulihan didorong oleh peningkatan stimulus dan peluncuran vaksin yang dipercepat.

Dow Jones Industrial Average naik 237,52 poin atau 0,76% menjadi 31.385,76. Indeks S&P 500 naik 28,76 poin atau 0,74% menjadi 3.915,59. Nasdaq Composite bertambah 131,35 poin atau 0,95% menjadi 13.987,64.

Ketiga indeks utama Wall Street menguat. S&P 500 dan Dow Jones membukukan kenaikan keenam berturut-turut. Ini adalah reli terpanjang sejak Agustus. Perusahaan-perusahaan kecil, yang akan mendapatkan keuntungan terbesar dari rebound ekonomi, mengungguli emiten-emiten yang lebih besar.

“Investor mulai melihat pembukaan ekonomi dan vaksin mulai bekerja,” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago kepada Reuters.

Selasa Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | PT Equityworld

Namun, reli yang panjang menimbulkan beberapa perhatian. “Saham dinilai terlalu tinggi hampir sepanjang tahun lalu dan hal-hal yang kami lihat sekarang, dengan GameStop dan Bitcoin, itu adalah tanda spekulasi, bukan investasi,” tambah Nolte.

Harga minyak naik ke level tertinggi dalam lebih dari setahun karena pemotongan pasokan dan harapan untuk permintaan yang didorong oleh stimulus. Kenaikan harga minyak ini mengangkat saham energi melonjak 4,2%.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan jika Kongres menyetujui paket bantuan fiskal presiden US$ 1,9 triliun, AS dapat kembali bekerja penuh tahun depan.

Paket itu hampir disahkan pada hari Jumat ketika anggota parlemen menyetujui garis besar anggaran yang akan memungkinkan Demokrat untuk mengeluarkannya melalui Kongres tanpa dukungan dari Partai Republik.

Sementara itu, setidaknya 32.780.860 dosis vaksin telah diberikan di AS sejauh ini. Rata-rata infeksi baru cenderung lebih rendah.

Sepuluh dari 11 sektor utama di S&P 500 mengakhiri sesi di wilayah positif, dengan saham energi menikmati persentase kenaikan terbesar. Utilitas adalah satu-satunya yang merugi.

Musim pelaporan kuartal keempat telah melewati setengah jalan. Sebanyak 294 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerja. Menurut data Refinitiv, dari jumlah tersebut, 83% emiten melampaui perkiraan konsensus.

Analis melihat total pendapatan S&P kuartal keempat kenaikan laba 2,4% secara tahunan. Angka ini berbalik dari prediksi penurunan 10,3% pada awal tahun, menurut Refinitiv.

Walt Disney Co, Cisco Systems Inc dan General Motors Co naik antara 1,8% dan 4,9% menjelang laporan pendapatan mereka minggu ini.

Bitcoin menyentuh rekor tertinggi setelah Tesla Inc mengumumkan telah menginvestasikan sekitar US$ 1,5 miliar dalam cryptocurrency dan akan mulai menerima pembayaran dalam Bitcoin untuk mobil dan produk lainnya.

“Saya melihatnya, hampir sebagai momen penting … dalam hal Bitcoin dari perspektif transaksi,” kata Daniel Ives, direktur pelaksana di Wedbush Securities di Westfield, New Jersey.

Saham Tesla naik 1,3%, sementara penambang cryptocurrency Riot Blockchain dan Marathon Patent Group masing-masing melonjak 40,2% dan 42,4%.

Harga minyak WTI menguat 1,97% ke US$ 57,97 per barel dan harga minyak brent melesat 2,24% ke US$ 60,67 per barel. Harga emas spot menguat 0,92% ke US$ 1.830,81 per ons troi.

PT Equityworld | Melesat Nyaris 5% Sepekan, IHSG Siap Ngegas! Pegangan……

PT Equityworld | Melesat Nyaris 5% Sepekan, IHSG Siap Ngegas! Pegangan……

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat nyaris 5% sepanjang pekan lalu ke 6.151,729. Dalam 5 hari perdagangan, IHSG mampu menguat sebanyak 4 kali.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 417 miliar di pasar reguler. Tetapi jika ditambah dengan pasar nego dan non tunai total investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar 927 miliar.

Serangkaian data ekonomi dari dalam negeri pada pekan lalu mampu memberikan sentimen positif ke pasar saham.

IHS Markit melaporkan aktivitas manufaktur yang dicerminkan oleh Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia periode Januari 2021 sebesar 52,2. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 51,3.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Kalau sudah di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang memasuki masa ekspansi.

Yang bagus dari ekspansi tersebut adalah terjadi saat berlangsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal tersebut dikhawatirkan akan memperlambat pemulihan ekonomi Indonesia, sebab kegiatan masyarakat banyak yang dibatasi. Tetapi nyatanya sektor manufaktur Indonesia justru semakin berekspansi.

Kemudian Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun lalu

Bursa Asia Bervariasi, Investor Cermati Saham Alibaba hingga Tencent | PT Equityworld

Rilis tersebut sedikit lebih baik dari konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 di -2,1%.

Kemudian Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa bulan Januari 2021 mencatat rekor tertinggi sepanjang masa US$ 138 miliar. Kenaikan cadangan devisa tersebut berarti BI punya lebih banyak amunisi untuk menstabilkan rupiah kala mengalami gejolak.

Stabilitas rupiah tersebut akan membuat investor asing lebih nyaman berinvestasi di Indonesia, sebab risiko kerugian kurs akan menurun.

Sementara itu dari eksternal sepanjang pekan lalu sentimen pelaku pasar juga mulai pulih. Pada hari Jumat bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) berhasil menguat, indeks S&P 500 bahkan kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

Rekor tersebut tentunya bisa menginspirasi bursa saham Asia termasuk IHSG pada perdagangan hari ini, Senin (8/2/2021).

Secara teknikal, IHSG pada perdagangn Kamis pekan (4/2/2021) membentuk Doji, secara psikologis pola ini mengindikasikan pasar masih kebingungan menentukan kemana arah IHSG. Artinya peluang IHSG ambrol atau melesat sama besarnya. Meski sehari setelahnya IHSG mampu membukukan penguatan, tetapi tekanan masih tetap ada.

Kabar baiknya, IHSG mampu bertahan di atas 6.000 dan rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA50).

IHSG sebelumnya menembus ke bawah MA 50 setelah mengalami kemerosotan 7 hari beruntun pasca membentuk pola 3 gagak hitam (three black crow). Pola tersebut merupakan sinyal pembalikan arah, dari sebelumnya dalam tren menanjak berubah menjadi turun, atau “malapetaka” bagi IHSG.

Pola three black crow terdiri dari 3 candle stick yang menurun, dengan posisi penutupan candle terakhir selalu lebih rendah dari candle sebelumnya.

PT Equityworld | Wall Street naik, investor fokus ke stimulus AS dan laporan pendapatan perusahaan

PT Equityworld | Wall Street naik, investor fokus ke stimulus AS dan laporan pendapatan perusahaan

PT Equityworld | Wall Street menghijau pada perdagangan Kamis (4/2). Investor mencerna laporan pendapatan perusahaan dan tanda-tanda kemajuan paket bantuan pandemi setelah data ekonomi baru Amerika Serikat (AS) menunjukkan pasar tenaga kerja stabil.

Melansir Reuters pukul 9:50 pagi waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 159,70 poin atau 0,52% pada 30.883,30, indeks S&P 500 naik 15,86 poin atau 0,41% pada 3.846,03, dan Nasdaq Composite naik 63,17 poin atau 0,46 % pada 13.673,72.

Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan 779.000 orang AS mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran pekan lalu, lebih rendah dari 812.000 pada pekan sebelumnya. Otoritas setempat mulai melonggarkan pembatasan terkait pandemi pada bisnis.

Sebuah laporan pada hari Rabu menunjukkan penggajian swasta AS rebound lebih dari yang diharapkan pada bulan Januari. Laporan ketenagakerjaan bulanan pemerintah yang diawasi ketat dan komprehensif akan dirilis pada hari Jumat.

“Anda melihat sedikit ketenangan atau konsolidasi setelah kenaikan besar beberapa hari lalu,” kata Robert Pavlik, manajer portofolio senior di Manajemen Kekayaan Dakota di New York.

“Pasar mencerna berita pendapatan dan yang lebih penting fokusnya adalah pada jenis perjanjian apa yang bisa keluar dari Washington terkait dengan stimulus.”

Wall Street Meroket, Bursa Saham Asia Semringah Sambut Akhir Pekan | PT Equityworld

Ketiga indeks acuan Wall Street telah bangkit kembali dengan tajam pekan ini karena investor memantau pembicaraan dari stimulus fiskal dan karena kegilaan pembelian baru-baru ini yang didorong oleh media sosial tampaknya terhenti menyusul serangan volatilitas pasar minggu lalu.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Jared Bernstein mengatakan kepada Washington Post bahwa Presiden Joe Biden terbuka untuk mempersempit ambang batas bagi orang AS yang memenuhi syarat untuk menerima cek US$ 1.400 sebagai bagian dari undang-undang bantuan virus Corona.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan AS berada di jalur yang tepat untuk membukukan pertumbuhan pendapatan untuk kuartal keempat tahun 2020, data dari Refinitiv menunjukkan pada hari Rabu, yang akan bertentangan dengan ekspektasi laba turun 10% karena pandemi.

Lonjakan belanja online yang didorong pandemi selama musim liburan mengerek kinerja perusahaan e-niaga eBay Inc dan platform pembayaran PayPal Holdings Inc. Saham EBay melonjak 8,6%, sementara PayPal naik 8,4%.

Saham Qualcomm Inc turun 8,5% setelah pembuat chip itu mengatakan kendala pasokan semikonduktor yang telah mengguncang industri berkontribusi pada penjualan kuartal pertama yang sedikit meleset dari ekspektasi Wall Street.

Design a site like this with WordPress.com
Get started