Equityworld Futures | Wall Street: S&P 500 menembus rekor tertinggi, didorong saham teknologi

Equityworld Futures | Wall Street: S&P 500 menembus rekor tertinggi, didorong saham teknologi

Equityworld Futures | Indeks acuan S&P 500 mencapai rekor tertinggi dan Nasdaq berada di puncak tujuh pekan pada perdagangan Kamis (8/4). Terangkat kenaikan saham sektor teknologi, sehari setelah Federal Reserve menegaskan kembali janjinya untuk tetap ultra-dovish sampai pemulihan ekonomi lebih aman.

Melansir Reuters, pukul 10:05 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 77,73 poin atau 0,23% menjadi 33.368,53, S&P 500 naik 5,80 poin atau 0,14% menjadi 4.085,75, dan Nasdaq Composite naik 106,30 poin atau 0,78% menjadi 13.795,14.

Sektor teknologi mencapai rekor tertinggi, sementara keuangan, industri, dan energi yang terkait dengan ekonomi turun paling banyak di antara sektor-sektor indeks acuan S&P.

Indeks Russell 1000, yang terdiri dari saham-saham terkait teknologi, naik sekitar 1% sementara rekan nilainya, yang sebagian besar terdiri dari nama-nama keuangan dan energi turun sekitar 0,4%.

Saham Apple Inc, Microsoft Corp, Alphabet Corp, dan Amazon.com Inc naik antara 1% dan 1,5%, termasuk di antara pendorong teratas untuk indeks acuan S&P 500.

Saham teknologi telah pulih dalam sesi terakhir karena imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mundur dari level tertinggi 14 bulan, mendorong Nasdaq yang padat saham teknologi naik 2% dari rekor penutupan tertinggi.

Bursa Saham Asia Beragam Jelang Akhir Pekan | Equityworld Futures

Data ekonomi terbaru menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik secara tak terduga pada pekan lalu, tetapi peningkatan tersebut kemungkinan besar mengecilkan kondisi pasar tenaga kerja yang meningkat pesat.

“Sementara negara bagian menyeimbangkan peluncuran vaksin dengan rencana berhenti dan mulai membuka kembali, pasar tenaga kerja terus merasakan panasnya,” kata Mike Loewengart, direktur pelaksana strategi investasi di E * TRADE Financial.

“Tapi data yang mengecewakan sebenarnya menempatkan beberapa kekuatan di belakang sikap akomodatif The Fed.”

The Fed mengakui ekonomi sedang menuju rebound yang kuat didukung oleh pengeluaran fiskal besar-besaran dan akselerasi vaksinasi, sebagaimana tertuang dalam notulen yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan.

Namun, bank sentral mencatat itu akan menjadi “beberapa waktu” sebelum kondisi cukup membaik bagi Fed untuk mengekang dukungannya.

Gubernur Fed Jerome Powell akan berbicara di acara virtual Dana Moneter Internasional (IMF) virtual pukul 1200 waktu setempat.

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi di Tengah Risalah Fed

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi di Tengah Risalah Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor mempelajari risalah rapat yang baru dirilis dari Federal Reserve. Sejauh ini, the Fed terus berupaya memberikan dukungan terhadap pemulihan ekonomi AS.

Mengutip Xinhua, Kamis, 8 April 2021, indeks Dow Jones Industrial Average bertambah sebanyak 16,02 poin atau 0,05 persen menjadi 33.446,26. Sedangkan indeks S&P 500 naik 6,01 poin atau 0,15 persen menjadi 4.079,95. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 9,54 poin atau 0,07 persen menjadi 13.688,84 poin.

Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

Pejabat Federal Reserve AS mengindikasikan pada pertemuan Maret mereka bahwa akan membutuhkan waktu sebelum Fed mulai mengurangi pembelian asetnya. Fed bulan lalu memutuskan untuk melanjutkan program pembelian aset sebesar USD120 miliar per bulan, sambil mempertahankan suku bunga acuan pada level terendah mendekati nol setidaknya hingga 2023.

Kamis Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi | Equityworld Futures

Presiden Chicago Federal Reserve Bank Charles Evans mengatakan bahwa kebijakan moneter harus tetap akomodatif untuk beberapa waktu guna memastikan bahwa bank sentral AS memenuhi tujuan kebijakannya.

“Kami masih harus menempuh jalan panjang sebelum kembali ke tingkat aktivitas ekonomi sebelum pandemi dan mencapai sasaran inflasi rata-rata dua persen,” tuturnya.

Pejabat Fed juga membahas kenaikan penting dalam imbal hasil obligasi Pemerintah AS jangka panjang pada pertemuan kebijakan baru-baru ini, melihatnya sebagai mencerminkan prospek ekonomi yang lebih baik, beberapa penguatan ekspektasi inflasi, dan ekspektasi untuk peningkatan penerbitan utang.

Kepala Ekonom Chris Low FHN Financial mengatakan risalah Fed mengungkapkan bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) teguh dalam mempertahankan kebijakan akomodasi. “Tidak ada tanda-tanda penurunan, dan tidak ada tanda-tanda lepas landas karena FOMC terus menekankan risiko yang meningkat pada prospek,” pungkasnya.

PT Equity World | Saham Asia Diperkirakan Melemah, Mengekor Wall Street

PT Equity World | Saham Asia Diperkirakan Melemah, Mengekor Wall Street

PT Equity World | Saham Asia diprediksi melemah pada pembukaan Rabu (7/4) setelah indeks Wall Street menjauhi rekor tertinggi yang dicapai sebelumnya. Investor tengah mengamati musim laporan laba yang akan datang.

Indeks Dow Jones turun 0,29 persen menjadi 33.430,24, sementara S&P turun 0,1 persen menjadi 4.073,4. Indeks Nasdaq turun 0,05 persen menjadi 13.698,38. Investor juga tengah menimbang laporan lowongan pekerjaan terbaru yang menunjukkan kenaikan tertinggi dalam dua tahun.

PT Equity World | Abaikan Wall Street yang Tergelincir, Bursa Saham Asia Menguat

Nikkei 225 turun 0,1 persen sementara S&P/ASZ 200 Australia naik 0,04 persen.

Saham-saham Korea Selatan dibuka lebih tinggi pada Rabu pagi, setelah mencatat keuntungan empat hari berturut-turut. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) bertambah 0,22 persen atau 6,78 poin, menjadi 3.133,86 poin dalam 20 menit pertama perdagangan.

Baca Selengkapnya: https://www.harianaceh.co.id/2021/04/07/saham-asia-diperkirakan-melemah-mengekor-wall-street/#ixzz6rJTIAlxw
Follow us: @kbharianaceh on Twitter | harianaceh.indonesia on Facebook

PT Equity World | Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Kamis 1 April 2021, Naik Ceban!

PT Equity World | Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Kamis 1 April 2021, Naik Ceban!

PT Equity World | Harga emas batangan 24 karat PT Aneka Tambang Tbk. pada Kamis (1/4/2021) terpantau naik dibandingkan dengan harga kemarin. Berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga dasar emas 24 karat ukuran 1 gram dijual senilai Rp913.000, atau naik Rp10.000. Sementara emas satuan terkecil dengan ukuran 0,5 gram dijual Rp506.500, atau naik Rp5.000 dari posisi sebelumnya.

Sementara itu untuk harga emas 24 karat ukuran 5 gram hari ini dibanderol Rp4.340.000. Selanjutnya emas batangan dengan satuan 10 gram dijual dengan harga Rp8.625.000.

Harga emas untuk satuan 50 gram dibanderol Rp42.795.000 sedangkan untuk cetakan berukuran 100 gram dapat ditebus dengan harga Rp85.512.000. Adapun ukuran 1.000 gram dihargai Rp853.600.000. Namun, emas batangan 24 karat Antam untuk semua ukuran belum tersedia hari ini di Butik Pulo Gadung.

Saham Asia akan beragam, tertekan berita ekonomi AS dan lockdown Eropa | PT Equity World

Di sisi lain harga jual kembali (buyback) emas Antam berada di level Rp799.000 per gram, naik Rp15.000 dari posisi sebelumnya Rabu (31/3/2021). Harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT ANTAM Tbk. dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buy back. Sementara untuk pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

PT Equity World | Lampu Merah! Wall Street Kembali Melemah, IHSG Siaga 1

PT Equity World | Lampu Merah! Wall Street Kembali Melemah, IHSG Siaga 1

PT Equity World | Pasar keuangan Indonesia cenderung bergerak bervariasi, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah bersama-sama melemah, sedangkan untuk obligasi pemerintah (surat berharga negara/SBN) mengalami penguatan harga.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu ambles hingga 2,53% ke level 6.195,56. IHSG melemah selama empat hari beruntun dan berhasil menguat di perdagangan akhir pekan lalu, yakni melesat 1,19%.

IHSG Banyak Temannya! Bursa Asia Jatuh, Hang Seng Ambruk | PT Equity World

Nilai perdagangan selama sepekan tercatat sebesar Rp 53,6 triliun. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 791 miliar di pasar reguler.

Sedangkan, bursa saham Asia mayoritas menguat pada perdagangan kemarin, di mana indeks saham Taiwan menguat paling tinggi, yakni melesat 1,53% ke 16.305,88. Sedangkan untuk indeks KOSPI Korea Selatan, indeks saham Filipina, dan IHSG tidak ikut serta dalam penguatan bursa Asia kemarin.

PT Equity World | Wall Street Memerah, Sektor Teknologi Seret Indeks Nasdaq

PT Equity World | Wall Street Memerah, Sektor Teknologi Seret Indeks Nasdaq

PT Equity World | Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/3/2021) karena investor beralih dari saham yang berkembang pesat selama pandemi. Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah tipis 0,01 persen, sedangkan indeks S&P 500 melemah 0,55 persen. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite anjlok 2,01 persen. Saham Zoom Video Communications Inc., Peloton Interactive Inc., dan DocuSign Inc. menjadi penekan indeks Nasdaq. Produsen energi, bank, dan perusahaan transportasi bernasib lebih baik karena para pedagang membeli saham sektor konsumer non-primer. Sementara itu, permintaan meningkat pada lelang obligasi Treasury AS tenor lima tahun, sehingga meningkatkan rasio bid-to-cover dari penjualan sebelumnya.

Harga Emas Antam Kamis, 25 Maret 2021: Naik Rp 3.000 per Gram, Berikut Rinciannya |
PT Equity World

Kenaikan ini memberi angin segar setelah lelang obligasi tujuh tahun bulan lalu memicu aksi jual global. Investor juga mempertaruhkan sektor pasar saham mana yang siap mencatat kinerja terbaik seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan. “Selama ekspektasi di bidang ekonomi terus dicapai, perdagangan saham siklis masih akan berjalan lancar,” kata kepala strategi investasi Nuveen Brian Nick, seperti dikutip Bloomberg.

PT Equity World | Wall Street jatuh terseret biaya infrastruktur dan potensi kenaikan pajak

PT Equity World | Wall Street jatuh terseret biaya infrastruktur dan potensi kenaikan pajak

PT Equity World | Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Selasa (23/3). Dipicu kekhawatiran biaya belanja infrastruktur dan potensi kenaikan pajak untuk membayar stimulus bantuan Presiden Joe Biden sebesar US$ 1,9 triliun.

Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 308,05 poin atau 0,94% menjadi 32.423,15 dan S&P 500 kehilangan 30,07 poin atau 0,76% menjadi 3.910,52. Indeks Nasdaq Composite turun 149,85 poin atau 1,12% menjadi 13.227,70.

Volume perdagangan Wall Street sebanyak 12,10 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 14,04 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Saham GameStop Corp turun 6,5% menjelang laporan hasil kuartal keempat yang akan dirilis hari Selasa. Perusahaan videogame mengumumkan keluarnya chief customer officer-nya sebagai tanda terbaru dari perombakan menjadi perusahaan e-commerce.

Saham ViacomCBS Inc anjlok 9,1% setelah perusahaan media tersebut meluncurkan kesepakatan saham senilai US$ 3 miliar guna meningkatkan modal untuk investasi di layanan streaming.

Sebelumnya, Pernyataan Menteri Keuangan Janet Yellen bahwa ekonomi AS tetap dalam krisis dari pandemi membuat investor waspada.

Wall Street melemah, menjelang pernyataan The Fed dan Jannet Yellen | PT Equity World

Yellen berbicara pada sidang Komite Jasa Keuangan DPR di mana Gubernur Federal Reserve Jerome Powell juga berbicara kepada komite tersebut.

Pembicaraan tentang rencana infrastruktur pemerintah membuat bingung investor yang khawatir pasar saham diperdagangkan pada valuasi yang tinggi, kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments di New Vernon, New Jersey.

“Ada sedikit kekhawatiran untuk keluar dari potensi aksi jual yang mungkin akan terjadi,” kata Meckler.

“Perasaan yang mungkin ada menyebabkan orang menarik pelatuk dengan cukup cepat pada gerakan turun ini.”

Powell mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa putaran kenaikan harga pasca-pandemi yang akan datang tidak akan memicu ledakan inflasi yang terus-menerus. Kekhawatiran yang telah memicu kenaikan imbal hasil baru-baru ini dan menyebabkan saham teknologi dilanda aksi jual.

PT Equity World | Ditopang Sektor Teknologi, Wall Street Ditutup Melesat

PT Equity World | Ditopang Sektor Teknologi, Wall Street Ditutup Melesat

PT Equity World | Indeks utama Wall Street kembali melesat pada perdagangan saham, Senin (23/3). Kenaikan bursa saham Amerika Serikat dipicu moncernya saham sektor teknologi.

Kenaikan saham raksasa otomotis, Tesla Inc sebesar 5,5 persen atau USD 690, membuat indeks S&P 500 serta Nasdaq turut terdongkrak.
Mengutip Reuters, Selasa (23/3), Dow Jones Industrial Average tercatat naik 60,07 poin atau setara 0,18 persen ke level 32.688.
Adapun S&P 500 terkerek 26,45 poin, atau 0,68 persen menjadi 3.939. Di samping itu, Nasdaq Composite naik 171,7 poin atau 1,30 persen menjadi 13.386.

Wall Street menguat didorong rebound saham sektor teknologi | PT Equity World

Sayangnya, saham perbankan, yang telah menikmati reli karena prospek ekonomi yang cerah sebelumnya, malah turun sekitar 1 persen.
Sementara Nasdaq 100 naik sekitar 0,8 persen karena imbal hasil Treasury AS 10-tahun merosot ke 1,688 persen, alias turun dari level tertinggi dalam 14 bulan. Indeks masih turun lebih dari 6 persen dari rekor tertinggi pada penutupan 12 Februari 2021.

Sebelumnya, Indeks utama Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan pekan lalu. S&P 500 dan Nasdaq turun 0,8 persen, sedangkan Dow kehilangan 0,5 persen.
Imbal hasil obligasi AS dengan tenor sepuluh tahun mencapai level tertingginya 1,742 persen pada Jumat.

PT Equity World | Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 Senin 22 Maret 2021, Simak Daftarnya

PT Equity World | Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 Senin 22 Maret 2021, Simak Daftarnya

PT Equity World | Harga emas antam hari ini turun lagi. Senin (22/3/2021), harga emas antam 1 gram Rp 931.000.

Angka itu turun Rp 3.000 dibandingkan harga hari sebelumnya, Minggu (21/3/2021).

Tak hanya harga beli, tapi harga jual atau buyback emas antam juga melorot. Harga buyback emas batangan tersebut berada di harga Rp 808.000. Angka tersebut turun Rp 2.000 jika dibandingkan harga kemarin.

Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Ada Tanda Perbaikan, Harga Emas Mulai Bangkit di Pekan Ini? | PT Equity World

Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi.

Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Berikut rincian harga emas Antam:

emas Antam 0,5 gram Rp 515.500

emas Antam 1 gram Rp 931.000

emas Antam 2 gram Rp 1.802.000

emas Antam 3 gram Rp 2.678.000

emas Antam 5 gram Rp 4.430.000

PT Equity World | Yuk Bisa Cuan Yuk, Ini Saham Pilihan Jelang Weekend

PT Equity World | Yuk Bisa Cuan Yuk, Ini Saham Pilihan Jelang Weekend

PT Equity World | Di tengah kekhawatiran investor mengenai sentimen kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, bursa saham domestik berhasil rebound pada perdagangan Kamis kemarin.

Indeks Harga Saham Gabungan berakhir di teritori positif dengan penguatan sebesar 1,12% ke posisi 6.347,82 poin. Data perdagangan mencatat, nilai transaksi mencapai Rp 11,24 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,11 juta kali.

Saham-saham yang paling banyak ditransaksikan antara lain, PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Sebelum memulai perdagangan Selasa ini, (9/2/2021) simak rekomendasi saham pilihan dari sejumlah broker yang dirangkum CNBC Indonesia:

  1. MNC Sekuritas – IHSG Berpeluang Menguat

IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya namun cenderung terbatas untuk menguji level 6.370-6.380. Selama IHSG belum mampu menembus resistance 6.400 dan 6.505 secara agresif, maka MNC Sekuritas memperkirakan, IHSG masih rawan terkoreksi. Area koreksi IHSG terdekat berada pada area 6.000-6.150.

Saham pilihan:

ASII
EXCL
ICBP
DOID

Saham Asia diprediksi jatuh tertekan lonjakan imbal hasil obligasi AS | PT Equity World

  1. Binaartha Sekuritas – IHSG Uji Level 6.394

Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance minimum berada pada 6.307.84 hingga 6.394.45. Berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI telah menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga kedepannya berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Saham pilihan:

ADHI
AKRA
BBTN
BNGA
Design a site like this with WordPress.com
Get started