PT Equityworld | Bursa Asia Turun, Saham Hyundai dan Kia Naik Menyusul Potensi Kesepakatan Apple

PT Equityworld | Bursa Asia Turun, Saham Hyundai dan Kia Naik Menyusul Potensi Kesepakatan Apple

PT Equityworld | Bursa Asia Pasifik merosot pada perdagangan Kamis pagi (4/1/2021) menyusul naiknya indeks S&P 500 di Amerika Serikat semalam.

Di Jepang, Nikkei 225 merosot 0,64%, sedangkan indeks Topix melemah 0,18%. Kospi Korea Selatan turun 1,13%.

Bursa saham S&P/ASX 200 ke wilayah merah turun 0,72%. Ekspor barang dan jasa Australia pada Desember naik 3% (mounth to month/mom) dalam basis yang disesuaikan secara musiman. Demikian Biro Statistik Australiia mengumumkan Kamis.

Indeks MSCI saham Asia-Pasifik diperdagangkan 0,22% lebih rendah.

Apple mendekati kesepakatan dengan Hyundai-Kia. Dampaknya, saham produsen mobil Korea Selatan Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing naik 1,63% dan 1,02%, pada perdagangan pagi. Itu terjadi setelah sumber mengatakan kepada CNBC bahwa Apple dalam waktu dekat menyelesaikan kesepakatan dengan Hyundai-Kia untuk memproduksi kendaraan listrik otonom bermerek Apple di pabrik perakitan Kia di West Point, Georgia.

Saham Kia pada Rabu (3/1/2021) melonjak menyusul laporan media lokal bahwa produsen mobil itu akan menandatangani kesepakatan 4 triliun won (US$ 3,59 miliar) dengan Apple untuk membangun kendaraan listrik, menurut Reuters.

GameStop Menguat Lagi, Wall Street Dibuka Variatif | PT Equityworld

Semalam di Amerika Serikat, indeks S&P naik 0,1% menjadi 3.830,17, didukung saham layanan, energi, dan komunikasi. Dow Jones Industrial Average naik 36,12 poin, atau 0,1%, menjadi 30.723,60. Nasdaq Composite merosot kurang 0,1% menjadi 13.610,54 di tengah penurunan saham Amazon.

Mata Uang
Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya berada di 91,098 setelah naik dari level di bawah 90,8 awal pekan ini.

Yen Jepang diperdagangkan pada 105,02 per dolar. Dolar Australia berpindah tangan pada US$ 0,7629, daru US$ 0,768 yang terlihat minggu lalu.

PT Equityworld | Wall Street: Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Melesat Berkat Optimisme Stimulus

PT Equityworld | Wall Street: Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Melesat Berkat Optimisme Stimulus

PT Equityworld | Indeks saham di Wall Street ditutup menguat tajam untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (2/1). Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq melesat ditopang optimisme atas kemajuan paket bantuan pandemi Covid-19 Amerika Serikat.

Wall Street Dibuka Hijau Sambut Bangkitnya Optimisme Investor | PT Equityworld

Dow Jones Industrial Average naik 475,57 poin atau 1,57% menjadi 30.687,48, S&P 500 naik 52,45 poin atau 1,39%, menjadi 3.826,31, dan Nasdaq Composite bertambah 209,38 poin atau 1,56%, menjadi 13.612,78.

PT Equityworld | Wall Street bergerak tipis menunggu kebijakan awal Biden

PT Equityworld | Wall Street bergerak tipis menunggu kebijakan awal Biden

PT Equityworld | Wall Street bergerak menguat terbatas di awal perdagangan Kamis (21/1). Pukul 22.10WIB, Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,01% ke 31.189.

Indeks S&P 500 menguat 0,10% ke 3.855. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,47% ke 13.520.

Investor menunggu peluncuran lebih banyak bantuan corona di Amerika Serikat (AS) setelah pergantian pemerintahan. Selain itu, investor juga berharap percepatan vaksin corona sehingga pemulihan ekonomi akan membaik.

Di sisi lain, angka klaim pengangguran awal yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS mencapai 900.000 pada akhir pekan hingga 16 Januari. Angka tersebut hanya turun tipis ketimbang 926.000 di pekan sebelumnya.

Sambut Akhir Pekan, Bursa Saham Asia Melemah | PT Equityworld

Meski turun tipis, penurunan lebih besar daripada prediksi ekonom pada polling Reuters yang meramalkan angka klaim pengangguran 910.000.

Sepanjang Desember lalu, ada penurunan jumlah pekerjaan hingga 140.000. Ini adalah penurunan pekerjaan pertama sejak April. Penurunan jumlah pekerjaan ini terjadi di tengah upaya kebijakan tinggal di rumah untuk menghambat penyebaran virus corona di AS.

Data ekonomi lain adalah penjualan ritel yang turun dalam tiga bulan beruntun hingga Desember.

PT Equityworld | Jelang Pelantikan Joe Biden, Bursa Saham Asia Pesta Pora!

PT Equityworld | Jelang Pelantikan Joe Biden, Bursa Saham Asia Pesta Pora!

PT Equityworld | Bursa saham Asia mayoritas ditutup menguat pada Rabu (20/1/21), jelang pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden pada Rabu (20/1/21) waktu setempat atau Kamis (21/1/21) tengah malam waktu Indonesia.

Hanya indeks Nikkei Jepang yang berakhir di zona merah pada hari ini, yakni melemah 0,38%.

Sedangkan sisanya ditutup di zona hijau pada hari ini. Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup melesat 1,08%, Shanghai Composite China menguat 0,47%, Straits Times Index (STI) Singapura terapresiasi 0,1%, dan KOSPI Korea Selatan terdongkrak 0,71%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini berhasil ditutup meroket 1,71% di level 6.429,76. Hal ini dikarenakan dari ramainya transaksi di bursa dengan nilai transaksi mencapai Rp 25,1 triliun pada hari ini.

Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 757,4 miliar di pasar regular.

Di Asia, bank sentral China (People Bank of China/PBoC) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga pinjamannya. Suku bunga pinjaman 1 tahun tetap di angka 3,85%. Sedangkan suku bunga pinjaman 5 tahun tetap berada di 4,65%.

Kamis Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Melonjak | PT Equityworld

Hal ini sesuai dengan konsensus Reuters yang memperkirakan tidak ada perubahan baik pada suku bunga pinjaman satu tahun (LPR) atau LPR lima tahun, yang terakhir masing-masing berada di 3,85% dan 4,65%.

Sementara itu, investor di seluruh dunia, termasuk di Asia tengah menantikan pelantikan Presiden terpilih AS Joe Biden hari ini.

Pidato pertamanya akan memfokuskan pada pentingnya menyatukan kembali bangsa yang terpecah pascakerusuhan Gedung Capitol awal bulan ini.

Pada pekan lalu,

Stimulus tersebut membuat sentimen pelaku pasar membaik, dan kembali mendongkrak kinerja bursa saham. Selain itu, harapan vaksinasi akan dipercepat juga membuat sentimen pelaku pasar membaik.

Dr. Rochelle Walensky, Kepala Pusat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) yang dipilih Biden, mengatakan bahwa pemerintah memiliki vaksin yang cukup untuk mencapai target vaksinasi 100 juta orang dalam 100 hari.

PT Equityworld | Janet Yellen janjikan stimulus besar di AS, bursa saham Asia sentuh rekor tertinggi

PT Equityworld | Janet Yellen janjikan stimulus besar di AS, bursa saham Asia sentuh rekor tertinggi

PT Equityworld | Bursa saham Asia naik ke rekor tertinggi pada hari Rabu karena calon Menteri Keuangan AS Janet Yellen menganjurkan paket bantuan fiskal yang besar dan kuat untuk membantu negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu keluar dari kemerosotan yang dipicu pandemi.

Pada sidang konfirmasi pada hari Selasa waktu setempat, Yellen mengatakan manfaat paket stimulus besar lebih besar daripada biaya beban hutang yang lebih tinggi.

Presiden terpilih AS Joe Biden, yang akan dilantik pada Rabu ini, pada pekan lalu mengajukan proposal paket stimulus senilai US$ 1,9 triliun untuk meningkatkan ekonomi dan mempercepat distribusi vaksin.

“Akan ada belanja fiskal besar-besaran. The Fed berusaha mencapai inflasi dua persen dan lapangan kerja penuh, yang masih terlihat jauh, sehingga akan mempertahankan suku bunga rendah untuk beberapa waktu dan sentimen pasar akan tetap kuat,” kata Yoshinori Shigemi, ahli strategi makro di Fidelity International.

Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,95% alias mencapai level tertinggi yang pernah ada.

Biden Dilantik Hari Ini, Harga Emas Antam Jadi Rp954.000/gram | PT Equityworld

Bursa saham Hang Seng di Hong Kong naik 1,0% mendekati level tertinggi yang pernah terjadi pada 2019, sementara pasar saham Australia naik 0,6% untuk mencapai level tertinggi sepanjang masa. Namun indeks Nikkei tergelincir 0,45% karena aksi ambil untung.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump, dalam pidato perpisahan yang dirilis pada hari Selasa, memuji warisannya sendiri dan mendoakan keberuntungan bagi pemerintahan baru meskipun ia menghindari menyebut nama Biden.

Biden akan menjabat pada Rabu ini di bawah langkah-langkah keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah serangan pada 6 Januari lalu di Gedung Capitol.

“Transisi kemungkinan akan lancar dan tidak merepotkan, jadi itulah alasan lain untuk mendukung pasar secara keseluruhan,” kata Yasutada Suzuki, kepala investasi pasar berkembang di Sumitomo Mitsui Bank.

PT Equityworld | Saham Apple & Baidu Meroket, Wall Street Pesta Pora!

PT Equityworld | Saham Apple & Baidu Meroket, Wall Street Pesta Pora!

PT Equityworld | Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street mencatat rekor tinggi pada penutupan perdagangan pada Selasa (15/12/2020) waktu AS atau Rabu pagi waktu Indonesia, dengan tiga indeks utama naik.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite sama-sama ditutup hijau.

Data CNBC International mencatat, DJIA naik 337.76 poin atau 1.13% menjadi 30.199,31, sedangkan S&P 500 naik 47.13 poin atau 1.29% menjadi 3.694,62.

Indeks Nasdaq Composite naik 155.02 poin atau 1,25% menjadi 12.595,06, melebihi rekor penutupan tertinggi sebelumnya pada 8 Desember.

Saham Apple Inc menjadi pendorong teratas untuk ketiga saham benchmark di bursa AS ini, sahamnya melonjak 5% ke level tertinggi sejak September setelah sebuah laporan mengatakan Apple berencana meningkatkan produksi iPhone sebesar 30% pada paruh pertama 2021.

Indeks saham-saham sektor teknologi di S&P 500 juga menguat 1,6% berkat dukungan saham Apple. Sektor ini telah mengungguli pasar yang lebih luas selama pandemi dan naik lebih dari 35% secara tahun berjalan atau year to date.

Saham Apple di Nasdaq naik 5%, sementara kenaikan tinggi juga dicatatkan saham Baidu Inc sebesar 13,83%, dan eBay Inc 5,06%. Saham Apple juga masuk di Indeks DJIA.

“Pasar suka beralih ke [saham] teknologi ketika takut ekonomi akan terhenti karena peningkatan infeksi Covid-19 dan penutupan [lockdown],” kata Christopher Grisanti, Kepala Strategi ekuitas di MAI Capital Management, dikutip dari Reuters.

Wall Street Dibuka Naik 150 Poin Sambut Prospek Stimulus AS | PT Equityworld

Sementara indeks Russell 2000, yang berisi 2.000 emiten kecil juga melonjak sekitar 2,4% ke rekor tertinggi.

Beberapa investor memandang lonjakan infeksi dan kematian virus corona baru-baru ini, bersama dengan laporan suram ketenagakerjaan pada November, menjadi dorongan utama agar terjadi kesepakatan yang cepat akan stimulus Covid-19 sehingga bisa menyelamatkan sektor-sektor sensitif secara ekonomi.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengundang para pemimpin kongres AS untuk bertemu pada Selasa malam dalam menyelesaikan kesepakatan belanja pemerintah besar-besaran dan mencapai kesepakatan tentang paket baru bantuan virus corona.

The Fed juga diperkirakan akan memberi sinyal suku bunga rendah untuk masa mendatang dalam pertemuan 2 hari mulai Selasa. Peluncuran vaksin virus corona belum lama ini diharapkan dapat meningkatkan prospek bank sentral tahun 2021.

Peningkatan likuiditas dan suku bunga pinjaman yang sangat rendah juga mengirim investor berbondong-bondong ke saham selama pandemi Covid-19, sementara optimisme atas vaksin mendorong Indeks S&P 500 ke rekor tertinggi minggu lalu.

Saham Eli Lilly and Co melonjak 6% setelah perusahaan mengatakan akan membeli Prevail Therapeutics Inc dalam kesepakatan yang berpotensi bernilai US$ 1 miliar untuk memperluas kehadirannya di bidang terapi gen yang menguntungkan. Saham Prevail juga melonjak 82%.

Saham Moderna Inc anjlok 5%, bahkan setelah anggota staf Badan Pengawas Obat dan Makanan AS tidak menyampaikan kekhawatiran apa pun atas data tentang vaksin buatan mereka.
pada Jumat lalu.

PT Equityworld | Saham Asia-Pasifik Beragam Usai Vaksin Covid-19 Pfizer Disetujui

PT Equityworld | Saham Asia-Pasifik Beragam Usai Vaksin Covid-19 Pfizer Disetujui

PT Equityworld | Saham di Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin pagi, karena optimisme meningkat dengan persetujuan vaksin Covid-19 Pfizer.

Dikutip dari CNBC, Senin (14/12/2020), di Jepang, Nikkei 225 naik 0,2 persen pada awal perdagangan. Sementara indeks Topix naik 0,32 persen.

Survei tankan triwulanan Bank of Japan menunjukkan pada hari Senin sentimen bisnis di Jepang membaik dalam tiga bulan hingga Desember.

Indeks utama untuk sentimen produsen besar meningkat menjadi minus 10 dibandingkan dengan minus 27 pada bulan September. Perkiraan pasar median memperkirakan angka tersebut akan datang pada minus 15, menurut Reuters.

AS Segera Mulai Vaksinasi Corona, Apa Kabar Bursa Saham Asia? | PT Equityworld

Di Korea Selatan, Kospi turun 0,46 persen. Sementara itu, saham di Australia naik tipis, dengan S&P/ASX 200 naik sekitar 0,4 persen.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan datar.

Dalam perkembangan virus corona di Amerika Serikat, Direktur CDC Robert Redfield telah menandatangani vaksin Covid-19 Pfizer, memungkinkan inokulasi untuk secara resmi bergerak maju untuk orang yang berusia 16 tahun atau lebih.

Itu terjadi setelah otorisasi darurat FDA atas vaksin Pfizer. AS telah mulai mengirimkan dosis ke ratusan pusat distribusi di seluruh negeri.

Equityworld Futures | Parah! Harga Emas Antam Hari Ini Jeblok Lagi Jadi Rp 896.120

Equityworld Futures | Parah! Harga Emas Antam Hari Ini Jeblok Lagi Jadi Rp 896.120

Equityworld Futures | Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali turun pada perdagangan Jumat (11/12/2020), masih terseret penurunan harga emas dunia.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan hari ini dibanderol Rp 89.612.000/batang atau Rp 896.120/gram, turun 0,22% dibandingkan harga Kamis kemarin yang merosot 1,1%.

Sementara satuan 1 gram juga turun 0,21% ke Rp 954.000/batang.

Harga emas dunia yang diprediksi akan menguat di pekan ini justru melemah lagi 0,21% ke US$ 1.835,31/troy ons pada perdagangan Kamis kemarin. Pada perdagangan Rabu bahkan lebih parah ambrol 1,72%.

Kitco pada pekan lalu melakukan survei terhadap para analis di Wall Street, hasilnya kembali memberikan proyeksi bullish (tren naik) untuk emas dunia di pekan ini.

IHSG Menguat di Tengah Koreksi Bursa Saham Asia | Equityworld Futures

Dari 14 analis di Wall Street yang disurvei, sebanyak 10 orang atau 71% memberikan proyeksi bullish, sementara 3 analis atau 21% memberikan outlook bearish (tren turun) dan 1 orang netral.

Sementara survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street dengan 1.147 partisipan menunjukkan 65% diantaranya bullish, 20% bearish dan 15% netral.

Tetapi emas justru melempem di pekan ini. Sebabnya pembahasan stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) yang masih belum ada titik terang. Padahal banyak yang berharap stimulus tersebut bisa cair di pekan ini.

Stimulus fiskal serta stimulus moneter merupakan bahan bakar bagi emas untuk menanjak. Sehingga belum pastinya kapan stimulus tersebut akan cair membuat emas merosot.

Meski demikian, Meski demikian, analis dari bank Wells Fargo memprediksi harga emas akan kembali menguat di tahun depan, bahkan mencetak rekor tertinggi baru, sebab pasar finansial disebut sedang “mabuk” likuiditas.

Equityworld Futures | Saham Teknologi Ambruk, Wall Street Ditutup Merosot Usai Cetak Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Saham Teknologi Ambruk, Wall Street Ditutup Merosot Usai Cetak Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Bursa saham di Amerika Serikat (AS) jatuh pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta), mundur dari rekor tertinggi yang berhasil dicapai sebelumnya. Hal ini karena saham teknologi merosot dan para investor mempertimbangkan prospek stimulus fiskal baru.

Dikutip dari CNBC, Kamis (10/12/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup turun 105,07 poin atau 0,35 persen pada level 30.068,81. S&P 500 turun 0,8 persen menjadi 3.672,82.

Sedangkan Nasdaq Composite turun 1,9 persen dan ditutup pada 12.338,95. Di awal sesi, Dow naik lebih dari 100 poin. Ketiga indeks saham tersebut juga sempat menyentuh rekor harian baru.

Saham Apple menjadi salah satu komponen Dow dengan kinerja terburuk, dengan jatuh lebih dari 2 persen. Salesforce turun 3,2 persen. Sektor teknologi S&P 500 turun 1,9 persen untuk memimpin indeks yang lebih rendah.

Facebook turun 1,9 persen setelah Komisi Perdagangan Federal, bersama dengan beberapa negara bagian, mengajukan tuntutan hukum yang dapat memaksa raksasa media sosial itu untuk mendivestasi Instagram dan WhatsApp.

Dow Futures di Zona Hijau, Wall Street Bersiap Pecahkan Rekor | Equityworld Futures

NXP Semiconductor dan Qorvo masing-masing turun lebih dari 5 persen dan termasuk di antara saham chip berkinerja terburuk pada hari Rabu.

VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH) ditutup 3,1 persen lebih rendah. Sektor teknologi secara keseluruhan berada di bawah tekanan bahkan setelah DoorDash menjadi perusahaan terbaru dari sektor tersebut yang membuat debut pasar publik yang spektakuler. Saham DoorDash ditutup lebih tinggi 85 persen.

“Saya pikir kita mengalami sedikit kesulitan setelah mencapai titik tertinggi baru,” kata Keith Lerner, Kepala Strategi Pasar di Truist.

Rata-rata saham utama memberikan kembali keuntungan awal mereka setelah Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan kepada Politico bahwa Partai Republik dan Demokrat masih mencari jalan ke depan untuk bantuan fiskal tambahan.

Pernyataan itu muncul setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada Selasa mengajukan paket stimulus USD 916 miliar kepada Ketua DPR Nancy Pelosi.

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq Rekor Terdorong Selera Investor di Mega-cap, Dow dan S&P Turun

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq Rekor Terdorong Selera Investor di Mega-cap, Dow dan S&P Turun

Equityworld Futures | Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi pada Hari Senin (6/12) waktu Amerika Serikat (AS) setelah investor pindah ke saham berkapitalisasi super besar atau mega-cap. Rekor itu terjadi bahkan ketika babak baru pembatasan Covid-19 menandai dampak ekonomi berkelanjutan di AS.

Duh! Bursa Asia Merah, IHSG Bisa Ramai Profit Taking Nih | Equityworld Futures

Nasdaq yang merupakan indeks teknologi (tech-heavy) melaju ke rekor tertinggi sejalan dengan kenaikan beberapa saham terbesarnya termasuk Apple dan Facebook Inc. Namun, penurunan saham-saham seperti Alphabet dan Microsoft membuat kenaikan Nasdaq tetap terkendali.

Design a site like this with WordPress.com
Get started