PT Equityworld | Ini Daftar Harga Emas Antam Terbaru

PT Equityworld | Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (Persero) Tbk hari ini, tak berubah dengan harga sebelumnya. Melansir laman resmi Logam Mulia, Senin (10/5/2021), emas Antam dibanderol Rp 937.000 per gram. Demikian juga dengan harga buyback atau harga yang di dapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut, yakni tetap sebesar Rp 841.000 per gram. Namun perlu diketahui, harga emas Antam tersebut adalah yang berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara pada gerai penjualan emas Antam lain harganya bisa saja berbeda.

Perdagangan Saham Cuma 2 Hari, IHSG Diramal Menguat | PT Equityworld

Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22. Berikut rincian harga emas Antam hari ini: Emas 0,5 gram: Rp 518.500 Emas 1 gram: Rp 937.000 Emas 2 gram: Rp 1.814.000 Emas 3 gram: Rp 2.696.000 Emas 5 gram: Rp 4.460.000 Emas 10 gram: Rp 8.865.000 Emas 25 gram: Rp 22.037.000 Emas 50 gram: Rp 43.995.000 Emas 100 gram: Rp 87.912.000 Emas 250 gram Rp 219.515.000 Emas 500 gram Rp 438.820.000 Emas 1.000 gram Rp 877.600.000

PT Equityworld | Ini Daftar Harga Emas Antam Terbaru

PT Equityworld | Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (Persero) Tbk hari ini, tak berubah dengan harga sebelumnya. Melansir laman resmi Logam Mulia, Senin (10/5/2021), emas Antam dibanderol Rp 937.000 per gram. Demikian juga dengan harga buyback atau harga yang di dapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut, yakni tetap sebesar Rp 841.000 per gram. Namun perlu diketahui, harga emas Antam tersebut adalah yang berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara pada gerai penjualan emas Antam lain harganya bisa saja berbeda.

Perdagangan Saham Cuma 2 Hari, IHSG Diramal Menguat | PT Equityworld

Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22. Berikut rincian harga emas Antam hari ini: Emas 0,5 gram: Rp 518.500 Emas 1 gram: Rp 937.000 Emas 2 gram: Rp 1.814.000 Emas 3 gram: Rp 2.696.000 Emas 5 gram: Rp 4.460.000 Emas 10 gram: Rp 8.865.000 Emas 25 gram: Rp 22.037.000 Emas 50 gram: Rp 43.995.000 Emas 100 gram: Rp 87.912.000 Emas 250 gram Rp 219.515.000 Emas 500 gram Rp 438.820.000 Emas 1.000 gram Rp 877.600.000

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Menguat, Investor Cermati Situasi COVID-19 di India

PT Equityworld | Bursa Saham Asia Menguat, Investor Cermati Situasi COVID-19 di India

PT Equityworld | Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Selasa pagi (4/5/2021) dengan bursa saham utama di Asia seperti Jepang dan China masih libur. Penguatan bursa saham Asia seiring indeks saham Dow Jones dan S&P 500 menguat pada awal pekan.

Di bursa saham Asia, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,14 persen pada awal pekan. Di Australia, indeks saham ASX 200 menanjak 0,18 persen. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mendaki 0,12 persen.

Pada Selasa pekan ini, bank sentral Australia akan menggelar pertemuan untuk mengumumkan suku bunga acuan. Demikian data perdagangan Australia juga dirilis. Demikian dilansir dari CNBC, Selasa (4/5/2021).

Wall Street Bervariasi, Saham Ritel Menguat Berkat Pembukaan Ekonomi | PT Equityworld

Investor masih akan mencermati situasi COVID-19 di India yang menunjukkan perlambatan. WHO mengatakan pekan lalu, satu dari setiap tiga kasus COVID-19 baru secara global dilaporkan di India. Di sisi lain, bursa saham China, Jepang dan Thailand masih libur pada Selasa pekan ini.

Di bursa saham Amerika Serikat atau wall street, indeks saham Dow Jones naik 238,38 poin ke posisi 34.113,23. Indeks saham S&P 500 menguat 0,2 persen ke posisi 4.192,66. Indeks saham Nasdaq tergelincir 0,5 persen ke posisi 13.895.

Indeks dolar AS bergerak di kisaran 91 dari posisi sebelumnya 91,2. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 109,10 per dolar AS. Harga minyak bergerak lebih tinggi pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak Brent naik 0,28 persen ke posisi USD 67,75 per barel. Harga minyak berjangka AS menguat 0,29 persen ke posisi USD 64,48 per barel.

Equityworld Futures | Wall Street bervariasi, indeks Dow dan S&P ditutup lebih tinggi

Equityworld Futures | Wall Street bervariasi, indeks Dow dan S&P ditutup lebih tinggi

Equityworld Futures | Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan indeks S&P 500 dan Dow berakhir lebih tinggi di tengah musim laporan keuangan yang sebagian besar optimis, sementara Nasdaq berada di bawah tekanan dari penurunan beberapa saham pertumbuhan tinggi, karena rotasi ke saham siklikal berlanjut.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 238,38 poin atau 0,70 persen, menjadi berakhir di 34.113,23 poin. Indeks S&P 500 terkerek 11,49 poin atau 0,27 persen, menjadi ditutup pada 4.192,66 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 67,56 poin atau 0,48 persen menjadi menetap di 13.895,12 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi melonjak 2,91 persen, memimpin kenaikan. Sektor consumer discretionary tergelincir 0,66 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Sektor S&P 500 yang sensitif terhadap ekonomi seperti kebutuhan pokok konsumen, energi, dan material mengungguli sektor saham pertumbuhan perumahan, termasuk layanan teknologi dan komunikasi.

Persentase untung terbesar di S&P 500 adalah perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes, yang melonjak 8,0 persen. Pengecer pakaian juga ditutup menguat, dengan saham Gap Inc melonjak 7,1 persen dan Foot Locker Inc naik 4,1 persen.

Meningkatnya Harga Emas Perhiasan Penyumbang Inflasi | Equityworld Futures

“Semua saham ternama yang memperoleh keuntungan besar hari ini adalah hasil dari optimisme pembukaan kembali ekonomi, dan orang-orang keluar dari rumah menghabiskan uang untuk berbagai hal,” kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities.

“Kami telah melihat sedikit perubahan dalam kecepatan value stocks mengungguli saham pertumbuhan (growth stocks) tahun ini,” kata Rod von Lipsey, direktur pengelola di UBS Private Wealth Management.

Indeks Nasdaq turun karena saham teknologi megacap, termasuk Amazon.com Inc, Alphabet Inc, Facebook Inc dan Microsoft Corp, diperdagangkan lebih rendah meskipun hasil keuangan mereka sebagian besar optimis.

Dengan lebih dari separuh perusahaan S&P 500 telah melaporkan keuanganan mereka sejauh ini, laba sekarang diperkirakan melonjak 46 persen pada kuartal pertama, dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan 24 persen pada awal April, menurut data IBES dari Refinitiv. Sekitar 87 persen dari perusahaan juga melaporkan laba per saham di depan perkiraan analis.

“Sekarang ini adalah kuartal keempat berturut-turut dari laba yang benar-benar perkiraan yang menghancurkan,” kata Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird. “Saya pikir akan terus meremehkan seberapa kuat reli ini dan seberapa kuat ekonomi rebound.”

Penghasilan yang kuat, peningkatan data ekonomi, stimulus fiskal, dan sikap ultra akomodatif Federal Reserve telah mendukung pasar, mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq ke rekor tertinggi minggu lalu.

Aktivitas manufaktur AS tumbuh lebih lambat pada April, kemungkinan dibatasi oleh kekurangan input di tengah permintaan yang terpendam karena meningkatnya vaksinasi dan stimulus fiskal besar-besaran.

Data penggajian non-pertanian Departemen Tenaga Kerja, yang dijadwalkan akan dirilis pada Jumat (7/4), diperkirakan akan menunjukkan peningkatan penambahan pekerjaan pada April.

Penurunan terbesar adalah Estee Lauder, yang anjlok 7,9 persen setelah pembuat kosmetik itu meleset dari perkiraan analis untuk penjualan kuartal ketiga.

Peraih keuntungan terbesar di Nasdaq 100 adalah Ebay Inc, yang melonjak 4,2 persen setelah perusahaan e-commerce mengatakan terbuka untuk menerima mata uang kripto di masa depan.

T-Mobile, Uber, Lyft, Square, Peloton dan Pfizer siap untuk melaporkan hasil keuangan mereka pekan ini.

Equityworld Futures | Harga emas Antam naik Rp 5.000 jadi Rp 931.000 per gram pada hari ini, Kamis (29/4)

Equityworld Futures | Harga emas Antam naik Rp 5.000 jadi Rp 931.000 per gram pada hari ini, Kamis (29/4)

Equityworld Futures | Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada Kamis (29/4).

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 931.000. Harga emas Antam ini naik Rp 5.000 dari harga Rabu (28/4) yang berada di level Rp 926.000 per gram.

Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 832.000 per gram. Harga tersebut naik Rp 7.000 dibandingkan harga buyback pada Rabu (28/4) yang ada di Rp 825.000 per gram.

Pasar Cermati Pernyataan Fed, Wall Street Berakhir Koreksi | Equityworld Futures

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Kamis (29/4) dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp 515.500
Harga emas 1 gram: Rp 931.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.430.000
Harga emas 10 gram: Rp 8.805.000
Harga emas 25 gram: Rp 21.887.000
Harga emas 50 gram: Rp 43.695.000
Harga emas 100 gram: Rp 87.312.000

Equityworld Futures | Wall Street terseret koreksi saham Tesla, investor fokus ke kinerja emiten teknologi

Equityworld Futures | Wall Street terseret koreksi saham Tesla, investor fokus ke kinerja emiten teknologi

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street diperdagangkan lebih rendah pada awal perdagangan Selasa (27/4), imbas hasil kinerja Tesla yang kurang memuaskan. Sementara itu investor mengalihkan fokus pada laporan kinerja perusahaan teknologi besar termasuk Microsoft dan Alphabet.

Mengutip Reuters, Selasa (27/4), pada pukul 10:13 ET, Dow Jones Industrial Average turun 23,15 poin, atau 0,07% ke level 33.958,42, S&P 500 turun 5,87 poin, atau 0,14%, ke level 4.181,75 dan Nasdaq Composite turun 50,07 poin, atau 0,35%, ke level 14.088,70.

Saham Tesla Inc anjlok 4%, menyeret S&P 500 dan Nasdaq, karena pendapatannya lebih banyak didukung oleh penjualan kredit lingkungan dan likuidasi bitcoin ketimbang penjualan mobil.

“Tesla adalah kasus khusus. Banyak keuntungan bagi perusahaan didorong oleh taruhan bitcoin-nya, yang merupakan sampingan. Untung saja ia menjual banyak mobil, tetapi tidak menghasilkan banyak uang dari mobil , “kata Kim Forrest, kepala investasi di Bokeh Capital Partners di Pittsburgh seperti dikutip Reuters.

Saham Microsoft Corp dan Alphabet Inc masing-masing turun lebih dari 0,5%, sementara saham Apple Inc, Facebook Inc dan Amazon.com Inc, yang dijadwalkan untuk melaporkan akhir pekan ini, beragam. Gabungan kelima perusahaan tersebut mencapai sekitar 40% dari kapitalisasi pasar S&P 500.

“Apa yang benar-benar kami nantikan adalah panduan tentang ke mana arah kami dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan dan itu akan mengatur nada untuk pasar,” kata Forrest.

Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Bergerak Sempit | Equityworld Futures

Saham 3M Co tergelincir 2,9% setelah konglomerat tersebut mengatakan gangguan rantai pasokan dari pandemi Covid-19 dan badai musim dingin Februari mendorong biayanya lebih tinggi.

Pendapatan keseluruhan untuk perusahaan S&P 500 diharapkan melonjak 34,3% pada kuartal pertama dari tahun sebelumnya, menurut data Refinitiv IBES.

Data terbaru yang menunjukkan bahwa ekonomi AS bersiap untuk rebound yang kuat, didukung oleh distribusi vaksin dan dukungan moneter dan fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya, telah memberikan banyak dukungan itu.

Sementara itu, Federal Reserve diperkirakan tidak akan mengubah panduan kebijakannya pada akhir pertemuan dua hari pada hari Rabu tetapi dapat menjelaskan pemikiran bank sentral AS tentang inflasi, pembelian obligasi dan risiko terhadap sistem keuangan yang ditimbulkan oleh melonjaknya harga aset.

Data menunjukkan kepercayaan konsumen AS melonjak ke level tertinggi 14 bulan pada bulan April karena peningkatan vaksinasi terhadap Covid-19 dan stimulus fiskal tambahan memungkinkan lebih banyak bisnis layanan untuk dibuka kembali, meningkatkan permintaan dan perekrutan oleh perusahaan.

Equityworld Futures | Wall Street Tumbang? Gak Papa! Justru Kabar Baik buat IHSG

Equityworld Futures | Wall Street Tumbang? Gak Papa! Justru Kabar Baik buat IHSG

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir hijau tipis setelah sempat jatuh ke zona merah pada perdagangan hari ini. Pada penutupan perdagangan

Nilai transaksi hari ini sebesar sebesar Rp 8,6 triliun dan terpantau investor asing menjual bersih Rp 189 miliar di pasar reguler. Tercatat 194 saham terapresiasi, 297 terkoreksi, sisanya 157 stagnan.

Senat AS baru saja meloloskan aturan Endless Frontier Act. Di mana AS siap menginvestasikan US$ 100 miliar selama lima tahun ke depan untuk penelitian teknologi dasar dan teknologi canggih ditambah US$ 10 miliar untung membangun hub teknologi antar negara.

Meskipun demikian, tensi global terutama diantara dua negara terbesar di dunia AS dan China bisa kembali memanas setelah dua partai terbesar di senat AS, Demokrat dan Republik juga setuju untuk menurunkan aturan yang akan menekan Beijing mengenai masalah hak asasi manusia dan kompetisi ekonomi.

Selanjutnya masih dari AS, pada pekan yang berakhir 16 April 2021, pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Negeri Paman Sam naik 8,6% dibandingkan pekan sebelumnya. Ini adalah kenaikan pertama dalam tujuh pekan terakhir.

Wall Street: Dow Jones turun lebih 300 poin akibat berita rencana pajak Biden | Equityworld Futures

“Kami memperkirakan permintaan akan tetap kuat. Lapangan kerja yang membaik mendorong peningkatan permintaan perumahan,” kata Joel Kan, Associate Vice President di Mortgage Bankers Association of America, seperti dikutip dari siaran tertulis.

Masih dari sektor properti, pembangunan rumah baru (housing starts) pada Maret 2021 naik 19,4% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 1,74 juta unit. Ini adalah yang tertinggi sejak Juni 2006.

Kemudian indeks sentimen konsumen pun naik dari 84,9 bulan lalu menjadi 86,5 pada April 2021. Ini adalah angka tertinggi sejak Maret 2020.

Nilai tukar rupiah akhirnya menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga pertengahan perdagangan Kamis (22/4/2021), setelah sempat masuk ke zona merah. Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah sebenarnya masih lemah.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,17% ke Rp 14.500/US$. Setelahnya rupiah sempat melemah tipis 0,03% ke Rp 14.530/US$. Di penutupan perdagangan, rupiah kembali menguat 0,07% ke Rp 14.515/US$.

Harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) ditutup beragam pada perdagangan kemarin.

Sikap investor kembali beragam, di mana pada SBN acuan bertenor 5 tahun, 10 tahun, dan 15 tahun cenderung dilepas oleh investor, ditandai dengan pelemahan harga dan kenaikan imbal hasilnya (yield). Sedangkan sisanya ramai dikoleksi oleh investor, ditandai dengan penguatan harga dan penurunan yield.

Yield SBN bertenor 5 tahun dengan kode FR0081 naik tipis 0,3 basis poin (bp) ke level 5,552%. Sedangkan yield SBN berjatuh tempo 15 tahun dengan seri FR0088 naik tipis 0,1 bp ke level 6,446%.Sementara untuk SBN dengan tenor 30 tahun berkode FR0089 cenderung stagnan di level 7,018%, dan sisanya mengalami penurunan yield.

Equityworld Futures | Rupiah Senin Berakhir Tambah Perkasa ke Rp14.547/USD, Dollar di Eropa Turun ke 7 Minggu Terendahnya

Equityworld Futures | Rupiah Senin Berakhir Tambah Perkasa ke Rp14.547/USD, Dollar di Eropa Turun ke 7 Minggu Terendahnya

Equityworld Futures | Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Senin sore ini (19/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir tambah perkasa, menambah gain sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merosot setelah turun di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS petang ini naik 0,12% atau 18 poin ke level Rp 14.547 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.565.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka lompat menguat ke Rp 14.537 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.570, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 14.547. Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar merosot di pasar uang Eropa setelah turun di sesi global sebelumnya; tergelincir ke 7 minggu terendahnya oleh turunnya yields US Treasury setelah pernyataan the Fed tingkat inflasi AS masih wajar.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, petang hari WIB ini turun cepat ke level 91,23, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 91,62.

Bursa Asia mendekati level tertinggi 1,5 minggu, Bitcoin menutup kerugian | Equityworld Futures

Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi, terpantau terkoreksi 33,717 poin (0,55%) ke level 6.052,541, sedangkan bursa saham kawasan Asia menguat dipimpin bursa China setelah Wall Street akhir pekan yang mencetak rekor.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa tergelincir. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.470 – Rp14.717.

Equityworld Futures | Ada Rilis Data Pekerjaan Australia, Bursa Saham Asia Beragam

Equityworld Futures | Ada Rilis Data Pekerjaan Australia, Bursa Saham Asia Beragam

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik sedikit berubah dalam perdagangan saham Kamis pagi, (15/4/2021) seiring ada rilis data tenaga kerja Australia pada Maret 2021.

Di Jepang, indeks saham Nikkei 225 naik 0,22 persen pada awal perdagangan saham. Sementara itu, indeks saham Topix menguat 0,55 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi menguat.

Sementara itu, indeks saham Australia ASX 200 sedikit merosot. Australia merilis data pekerjaan pada Kamis, 15 April 2021. Demikian dilansir dari CNBC, Kamis (15/4/2021).

Harga emas hari ini di Pegadaian, Kamis 15 April 2021 | Equityworld Futures

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang cenderung mendatar. Di sisi lain, US Centers for Disease Control and Prevention memutuskan menunda keputusan tentang vaksin COVID-19 Johnson and Johnson seiring ada perkembangan kelainan pembekuan darah yang langka tetapi berpotensi mengancam nyawa enam perempuan.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS meminta negara bagian untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin COVID-19 Johnson and Johnson karena sangat berhati-hati.

Di wall street, indeks saham S&P 500 melemah 0,41 persen menjadi 4.124,66. Indeks saham Nasdaq tergelincir 1 persen ke posisi 13.857,84. Indeks saham Dow Jones naik 53,62 poin ke posisi 33.730,89.

Equityworld Futures | Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 14 April 2021, Emas Antam Turun

Equityworld Futures | Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 14 April 2021, Emas Antam Turun

Equityworld Futures | Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada hari ini, Rabu (14/4/2021), terpantau menurun dibandingkan dengan harga kemarin. Berdasarkan informasi yang ada pada laman resmi Pegadaian, harga emas 24 karat UBS ukuran terkecil yakni 0,5 gram dipatok seharga Rp490.000, sama dibandingkan posisi sebelumnya. Sementara, emas Antam ukuran terkecil dibanderol Rp536.000, turun Rp1.000. Harga emas UBS ukuran 1 gram dijual seharga Rp919.000, atau tidak berubah. Sedangkan emas ukuran yang sama untuk cetakan Antam dibanderol Rp965.000, terkoreksi Rp2.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Bursa Asia Mixed karena Investor Pertimbangkan Kemunduran Vaksin J&J | Equityworld Futures

Emas 24 karat UBS dengan ukuran 5 gram dibanderol Rp4.504.000, sedangkan emas Antam Rp4.587.000.

Kemudian untuk cetakan 10 gram harga emas UBS dipatok Rp8.960.000, sedangkan emas 24 karat Antam dihargai Rp9.116.000. Emas batangan 25 gram cetakan UBS dihargai Rp22.356.000, sedangkan ukuran 50 gram di Pegadaian dijual seharga Rp44.619.000. Sementara, harga emas batangan 25 gram cetakan Antam Rp22.658.000 dan ukuran 50 gram dijual di Pegadaian sebesar Rp45.233.000.

Untuk ukuran 100 gram, Pegadaian membanderol harga emas UBS sebesar Rp89.202.000, sedangkan emas Antam Rp90.384.000. Adapun, ukuran emas paling besar, yaitu 1.000 gram, dibanderol Rp889.735.000 untuk UBS, dan Rp902.239.000 untuk emas Antam.

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor All Time High, Kapan Giliran Emas?

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor All Time High, Kapan Giliran Emas?

Equityworld Futures | pelaku pasar optimis kilau si logam mulia bakal semakin terang dibanding minggu lalu. Hanya saja mengawali perdagangan perdana pekan ini harga emas cenderung melemah.

Senin (12/4/2021), harga emas di arena pasar spot turun 0,15% dibanding posisi penutupan akhir minggu lalu. Satu troy ons emas kini dihargai setara dengan US$ 1.740,96.

Pendorong penguatan harga emas minggu lalu adalah melemahnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Paman Sam tenor 10 dan juga indeks dolar. Emas memiliki korelasi negatif dengan kedua aset tersebut. Artinya jika duet maut itu menguat harga emas cenderung melemah.

Penguatan yield memiliki implikasi kenaikan opportunity cost dalam memegang emas sebagai aset yang tak memberikan imbal hasil sehingga menjadi kurang menarik. Naiknya yield mengindikasikan bahwa harga instrumen investasi pendapatan tetap tersebut sedang turun.

Prospek pemulihan ekonomi AS yang lebih positif serta ekspektasi inflasi yang tinggi menimbulkan spekulasi di pasar bahwa bank sentral The Fed bakal memulai siklus pengetatan moneternya lewat tapering.

Saham Asia Turun Seiring Lonjakan Kasus Covid | Equityworld Futures

Namun dalam risalah rapat yang dirilis minggu lalu, bank sentral paling digdaya di muka bumi itu kembali menegaskan bahwa stance kebijakan moneter masih longgar. The Fed tetap akan melanjutkan program pembelian obligasi untuk menopang perekonomian agar kembali pulih seperti sediakala.

Keputusan The Fed tersebut kembali membuat pasar saham berpesta. Aset berisiko ini cenderung diburu oleh investor. Buktinya indeks S&P 500 terus cetak rekor tertinggi barunya (all time high).

Risk appetite yang sedang bagus membuat banyak orang buang muka terhadap emas. Minat yang menurun membuat harganya drop. Investor banyak yang mengalihkan uangnya ke aset digital seperti Bitcoin.

Untuk pekan ini, baik analis Wall Street maupun investor Main Street kompak dalam meramal harga emas. Mayoritas responden kedua kubu melihat prospek harga emas yang bullish. Setidaknya ada 60% dari responden masing-masing kelompok yang mengatakan demikian. Sebanyak 20% cenderung bearish dan sisanya netral.

Design a site like this with WordPress.com
Get started