PT Equityworld | Kamis Pagi, Saham Asia Pasifik Bergerak Ketat, Seputar Garis Datar

PT Equityworld | Kamis Pagi, Saham Asia Pasifik Bergerak Ketat, Seputar Garis Datar

PT Equityworld | Saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak ketat di seputar garis datar pada pembukaan perdagangan Kamis pagi (9/6/2021). Pasar berhati-hati menunggu data inflasi AS yang akan dirilis Kamis waktu setempat.

Di Jepang, Nikkei 225 dibuka melayang di bawah dan di atas garis datar Kospi Korea Selatan juga tak jauh berbeda, sebentar ke zona merah dan kemudian masuk zona hijau, dengan pergerakan sangat ketat di seputar garis datar. Sementara itu, saham di Australia menguat, dengan S&P/ASX 200 0,17% lebih tinggi.

Investor Sambut Pembagian Dividen dan Merger, IHSG Masih Berpotensi Terkoreksi | PT Equityworld

Semalam di Amerika Serikat, Dow turun 152,68 poin menjadi 34.447,14 sementara S&P 500 tergelincir 0,18% menjadi 4.219,55. Nasdaq Composite terkoreksi sekitar 0,1% menjadi 13.911,75. Pasar wait and see dan sangat berhati-hati menjelang data inflasi konsumen AS. Indeks harga konsumen AS untuk bulan Mei, yang akan dilaporkan pada pukul 8:30 pagi ET Kamis, diperkirakan akan menunjukkan inflasi utama sebesar 4,7%. Di pasar uang, indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 90,12 setelah baru-baru ini memantul dari bawah level 90. Yen Jepang diperdagangkan pada 109,61 per dolar, lebih lemah dari level di sekitar 109,2 terhadap greenback yang terlihat awal pekan ini. Dolar Australia berpindah tangan pada $0,7729, setelah melihat penurunan baru-baru ini dari sekitar $0,776.

PT Equityworld | Wall Street konsolidasi, investor masih menunggu data inflasi

PT Equityworld | Wall Street konsolidasi, investor masih menunggu data inflasi

PT Equityworld | Wall Street bergerak mixed. Nasdaq Composite menguat di tengah penurunan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average.

Selasa (8/6) pukul 21.23 WIB, Dow Jones turun 0,20% ke 34.561. S&P 500 melemah 0,05% ke 4.224. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,39% ke 13.933.

Investor masih menahan diri menjelang rilis data inflasi utama akhir pekan ini. Sementara saham Tesla melesat setelah laporan penjualan di China melonjak 29% secara bulanan pada bulan Mei.

Saham Tesla naik 2,9% dalam pra-perdagangan. Harga saham produsen kendaraan listrik China NIO Inc, Li Auto Inc dan Xpeng Inc naik antara 1,6% dan 2,2%.

Saham teknologi utama diperdagangkan sedikit lebih tinggi, dengan saham FAANG naik antara 0,3% dan 0,6% karena investor mencerna kemungkinan dampak dari rencana global untuk meningkatkan pajak pada perusahaan multinasional besar.

Kurang Tenaga, Wall Street Dibuka Mixed, Dow Berbalik Minus | PT Equityworld

Namun, Wall Street jatuh ke dalam jeda minggu ini setelah melonjak ke rekor tertinggi melalui musim pendapatan yang kuat di bulan Mei.

Investor sekarang menunggu isyarat lebih lanjut tentang kebijakan tapering dari Federal Reserve setelah rilis inflasi Kamis pekan ini. “Ini adalah jeda yang sangat baik dan sehat yang telah diambil pasar dan saya memperkirakan itu tetap berada dalam kisaran ini sampai ada data yang mengejutkan,” kata Sean O’Hara, presiden Pacer ETF di Malvern, Pennsylvania. .

Ekonomi AS bersiap untuk rebound tajam dari kemerosotan yang disebabkan oleh Covid. Data inflasi baru-baru ini menunjukkan hal yang sama. Tetapi pemulihan pasar tenaga kerja pun tengah terhenti.

PT Equityworld | Wall Street melemah tipis, investor menanti data inflasi AS

PT Equityworld | Wall Street melemah tipis, investor menanti data inflasi AS

PT Equityworld | Wall Street melemah tipis di awal perdagangan pekan ini. Investor tetap waspada menjelang data inflasi utama akhir pekan ini, sementara saham teknologi kelas berat sebagian besar mengabaikan kesepakatan pajak perusahaan global minimal oleh G7.

Senin (7/6) pukul 21.30 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 0,18% ke 34.695. Indeks S&P 500 melemah 0,19% ke 4.221. Sedangkan Nasdaq Composite turun tipis 0,04% ke 13.811.

Negara-negara anggota G7 sepakat pada hari Sabtu untuk mendukung tarif pajak perusahaan global minimum setidaknya 15%. Dengan aturan ini, akan lebih besar pajak yang berasal dari perusahaan multinasional seperti Amazon dan Google.

Tetapi analis mengatakan implikasi pasar langsung akan minimal karena rinciannya masih harus dinegosiasikan selama beberapa bulan mendatang.

PT Equityworld | Harga minyak terkoreksi tipis pada perdagangan Selasa (8/6) pagi |

“Meskipun semuanya terdengar bagus, jalan menuju implementasi (kesepakatan pajak) penuh dengan aral melintang,” kata Ken Polcari, Managing Partner di Kace Capital Advisors. Dia mengatakan tidak akan bereaksi dengan menjadi penjual di salah satu dari nama-nama emiten yang bakal kena pajak ini.

Harga saham emiten chip turun di tengah kekhawatiran pembatasan COVID-19 yang berkepanjangan di Taiwan.

Pasar saham Amerika Serikat (AS) menguat pada Jumat lalu setelah laporan pekerjaan bulanan AS yang hangat meredakan kekhawatiran investor atas pengurangan program stimulus besar-besaran Federal Reserve.

Investor menunggu data harga konsumen Mei yang akan dirilis pada hari Kamis untuk menilai pola inflasi dalam perekonomian. “Pasar terikat kisaran karena kecemasan atas data inflasi akhir pekan ini sehingga membatasi saham,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

quityworld Futures | Info Harga Emas 24 Karat di Pegadaian, Hari Ini, Senin 7 Juni 2021, Awal Pekan Stabil Tak Berubah

Equityworld Futures | Info Harga Emas 24 Karat di Pegadaian, Hari Ini, Senin 7 Juni 2021, Awal Pekan Stabil Tak Berubah

Equityworld Futures | Pada hari ini, Senin (7/6/2021), harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian tidak mengalami perubahan. Harga emas ini tidak berubah dibanding hari sebelumnya baik untuk cetakan Antam maupun di UBS.

Melansir laman resmi Pegadaian, emas Antam untuk ukuran terkecil yakni 0,5 gram dibandreol Rp 554.000, sementara untuk ukuran 1 gram dijual seharga Rp1.003.000.

Lalu untuk ukuran yang sama, harga emas UBS dibandrol seharga Rp968.000, sedangkan untuk ukuran 0,5 gram, harga emas UBS dipatok Rp517.000.

IPO Jumbo GoTo Diramal Tembus Rp 17 T, Siapa Mampu Borong?| Equityworld Futures

Hal ini berbanding terbalik untuk hari Minggu (6/6/2021), dimana harga emas baik di Pegadaian maupun UBS dibuka dengan harga yang naik dibanding hari sebelumnya, Sabtu (5/6/2021).

Hari kemarin, harga emas 24 karat UBS ukuran terkecil yakni 0,5 gram dipatok seharga Rp517.000, naik Rp8.000 dari posisi hari sebelumnya.

Sementara itu, emas Antam ukuran terkecil dibanderol Rp554.000, naik Rp 11.000 dari harga pada hari Jumat (4/6/2021).

Equityworld Futures | Meski IHSG Jenuh, Cuan Tetap Bisa Mampir Lewat Menu Saham Pilihan

Equityworld Futures | Meski IHSG Jenuh, Cuan Tetap Bisa Mampir Lewat Menu Saham Pilihan

Equityworld Futures | Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak konfirmasi breakout MA50 dengan pergerakan momentum yang optimis pada indikator RSI dan Stochastic.

IHSG (+0.99%) ditutup menguat 59.94 poin ke level 6.091.51 dengan saham-saham BBCA, BBRI, DCII, BMRI dan CPIN yang memimpin penguatan hingga akhir sesi perdagangan. Net capital in flow cukup besar terjadi pada pasar reguler sebesar 888.85 miliar dengan total investor asing melakukan net buy sebesar Rp1,15 triliun disemua pasar.

” Optimisme akan data ekonomi yang menunjang pemulihan ekonomi Indonesia masih menjadi dorongan positif untuk ekuitas,” ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (4/6/2021).

Mayoritas indeks saham Asia kembali bervariasi. Pelemahan terjadi pada indeks HangSeng (-1.13%) dan CSI300 (-0.66%) dan penguatan pada indeks Nikkei (+0.39%) dan TOPIX (+0.84%) naik. Presiden Joe Biden mengumumkan rencana untuk mengubah larangan AS terhadap investasi diperusahaan yang terkait dengan militer China yang juga dapat memperluas pengawasan ke perusahaan yang lebih luas.

Bursa Eropa mayoritas dibuka melemah diawal sesi perdagangan. Indeks Eurostoxx (-0.42%), FTSE (-0.80%), DAX (-0.41%) dan CAC40 (-0.31%) turun dengan ekuitas berjangka AS pada hari kamis karena investor mempertimbangkan perubahan terbaru dalam hubungan AS-China serta komentar dari The Fed tentang potensi pengurangan stimulus.

Wall Street Terseret Pelemahan Sektor Teknologi | Equityworld Futures

Saham-saham pertambangan dan real estate menyeret indeks lebih rendah di Eropa.

” Sentimen selanjutnya investor masih terkena trigger kemajuan antara hubungan AS-China,” terangnya.

Adapun pergerakan IHSG, namun pergerakan berpotensi menjenuh setelah overshoot resistance MA50 secara psikologis. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak tertahan diakhir pekan dengan support resistance 6.031-6.111.

” Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; BSDE, INCO, CTRA, ACST, ADHI, ERAA, LPPF,” paparnya.

Sekadar informasi, IHSG mampu melonjak hingga akhir perdagangan, Kamis (3/6/2021). IHSG naik 0,99% atau 59,93 poin ke 6.091,5.

Tercatat 235 saham naik, 258 saham turun, dan 157 saham stagnan. Nilai transaksi menyentuh Rp12,67 triliun.

Total volume transaksi bursa mencapai 22,03 miliar saham. Investor asing mencatat net buy Rp1,15 triliun di seluruh pasar.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Semringah Jelang Data Ekonomi Australia dan China

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Semringah Jelang Data Ekonomi Australia dan China

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Kamis pagi (3/6/2021) jelang rilis data Australia dan China.

Di Jepang, indeks Nikkei naik 0,23 persen, sementara itu indeks saham Topix menanjak 0,38 persen. Indeks Korea Selatan Kospi mendaki 0,33 persen. Indeks Australia menguat dengan indeks ASX 200 mendaki 0,15 persen.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,1 persen. Sementara itu, Australia akan merilis data ritel penjualan pada April 2021. Dari China akan keluarkan survei data aktivitas layanan atau jasa dan IPM pada Mei 2021. Demikian dilansir dari CNBC, Kamis (3/6/2021).

Di wall street, indeks saham acuan menguat. Indeks saham Dow Jones naik 25,07 poin ke posisi 34.600,38. Indeks S&P 500 menguat 0,14 persen ke posisi 4.208,12 dan indeks Nasdaq naik 0,14 persen ke posisi 13.756,33.

Indeks dolar AS berada di posisi 89,91, angka ini melemah setelah di posisi 90,1. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 109,59 per dolar AS. Harga minyak cenderung tertekan pada jam perdagangan Asia.

Harga minyak Brent melemah 0,1 persen ke posisi USD 71,28 per barel. Harga minyak berjangka AS merosot 0,13 persen ke posisi USD 68,74 per barel.

Saham Siklikal Masih Tertekan, Wall Street Dibuka Naik Tipis | Equityworld Futures

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Rabu, 2 Juni 2021. Indeks saham S&P 500 bergerak di dekat level tertinggi sepanjang masa.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham acuan S&P 500 naik 0,14 persen menjadi 4.208,12. Indeks saham Dow Jones bertambah 25 poin menjadi 34.600,38. Indeks saham Nasdaq naik 0,14 persen menjadi 13.756,33.

Tiga indeks saham acuan tersebut mendekati level rekor. Indeks saham Dow Jones dan Nasdaq berada 1,4 persen dan 3,2 persen di bawah rekor masing-masing.

Saham energi kembali menguat dan mengungguli pasar lebih luas pada Rabu waktu setempat. Sektor saham energi naik seiring harga minyak mentah melanjutkan kenaikan baru-baru ini. Investor telah membeli saham beberapa perusahaan minyak dan gas terbesar di negara itu, dalam beberapa sesi terakhir. Aksi beli investor itu didorong optimisme pemulihan ekonomi AS mendorong permintaan minytak mentah, tiket pesawat dan aset terkait perjalanan lainnya.

Saham Occidental Petroleum naik hampir 2,7 persen dan Marathon Oil naik 0,9 persen. ETF SDPR sektor energi naik 1,8 persen. Selain itu, pergerakan saham juga didorong harga minyak berjangka West Texas Intermediate naik 1,57 persen menjadi USD 71,35 per barel mendorong lebih tinggi harga minyak setelah berada di level teritnggi sejak 2018 pada Selasa, 1 Juni 2021.

Saham AMC yang populer di kalangan investor ritel dan sering menjadi sasaran mania perdagangan melonjak 95 persen. Saham AMC sempat dihentikan sebentar karena volatilitas. Saham AMC naik 22 persen pada Selasa 1 Juni 2021 setelah mengumpulkan USD 230,5 juta melalui penjualan saham.

Di sisi lain, beberapa saham teknologi utama melemah sehingga bebani pasar. Saham Zoom Video turun sekitar 0,2 persen meski perseroan melaporkan lonjakan laba pada Selasa, 1 Juni 2021. Penjualan tumbuh 191 persen pada kuartal I-2021. Saham Tesla dan Microsoft juga ditutup melemah.

Pasar mungkin tertahan sebelum laporan pekerjaan pada Jumat. AS kemungkinan menambahkan 671.000 nonfarm payrolls atau gaji sektor nonpertanian pada Mei 2021. Angka ini naik dari 266.000 pekerjaan yang ditambahkan pada bulan sebelumnya, menurut ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

Kekhawatiran inflasi dan cara the Federal Reserve mungkin merespons telah membebani sentimen baru-baru ini, meski pun rata-rata indeks saham utama masing di sekitar level tertinggi sepanjang masa.

“Ekspektasi inflasi juga meningkat melampaui apa yang mungkin dapat dicapati dalam waktu dekat. Inflasi sedang naik dalam pandangan kami dan pada akhirnya akan melampaui target the Federal Reserve secara berkelanjutan,” ujar Chief US Equity Strategist Mike Wilson, dilansir dari CNBC, Kamis (3/6/2021).

Ia menambahkan, ekspektasi juga telah meningkat. Kenaikan harga banyak di pasar aset. Di ssi lain, Juni secara historis merupakan bulan yang lemah untuk saham. Akan tetapi, Instinet menunjukkan S&P 500 memiliki rekam jejak lebih baik baru-baru ini, alami kenaikan setiap Juni sejak 2016.

Equityworld Futures | Malaysia Resmi Lockdown, Bursa Asia Justru Menghijau

Equityworld Futures | Malaysia Resmi Lockdown, Bursa Asia Justru Menghijau

Equityworld Futures | Bursa saham Asia menghijau pada perdagangan Selasa (1/6/2021), yang tentunya bisa menjadi kabar baik bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu besok. Pasar saham Indonesia hari ini libur Hari Lahir Pancasila.

Selain indeks Nikkei Jepang dan Sensex India, semua bursa saham Asia menguat pada hari ini. Indeks Shanghai Composite China dan hang Seng Hong Kong menguat masing-masing 0,26% dan 1,08%. Kemudian Kospi Korea Selatan naik 0,56%. Indeks Strait Times Singapura juga menguat 0,56%.

Indeks SET Thailand melesat lebih dari 1,5%. Bahkan, indeks FTSE Malaysia juga menguat 0,15% meski Negeri Jiran mulai melakukan lockdown pada hari ini.

Malaysia resmi menerapkan lockdown nasional secara total untuk semua sektor sosial dan ekonomi mulai hari ini hingga 14 Juni.

Hal tersebut dilakukan setelah pada Jumat (28/5/2021) negara itu memecahkan rekor infeksi harian baru dengan angka 8.290 kasus infeksi. Angka tersebut angka yang tertinggi dalam sejarah pandemi Covid-19 di Malaysia.

Australia Rilis Data PDB Kuartal I 2021, Bursa Saham Asia Beragam | Equityworld Futures

Pengumuman lockdown total disampaikan langsung oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin. “Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang akan diizinkan untuk beroperasi,” ujar Muhyiddin dilansir Straits Times, Sabtu (29/5/2021).

Selain menerapkan lockdown, pemerintah Malaysia juga memberikan stimulus yang membuat bursa Malaysia mampu menguat.

PM Yassin Senin kemarin mengumumkan paket stimulus senilai RM 40 miliar (US$ 9,7 miliar) guna memitigasi dampak dari lockdown.

Dari total stimulus tersebut, sebanyak RM 2,1 miliar merupakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan diberikan kepada masyarakat yang berpendapatan kurang dari RM 5.000 per bulan.

Sementara itu kabar baik datang China, ekspansi sektor manfakturnya menunjukkan peningkatan meski tipis.

Caixin/Markit melaporkan purchasing managers’ index (PMI) manufaktur bulan Mei naik menjadi 52, dari bulan sebelumnya 51,9.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Angka di atas 50 menunjukkan dunia usaha tengah dalam fase ekspansi. Analis yang disurvei Reuters sebelumnya memprediksi ekspansi sektor manufaktur China akan tetap sebesar 51,9.

Equityworld Futures | IHSG Makin Ngegas, 281 Saham Tokcer

Equityworld Futures | IHSG Makin Ngegas, 281 Saham Tokcer

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu naik hingga akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (31/5/2021). IHSG menguat 47,17 poin atau 0,81% ke 5.895,79.

Ada 281 saham naik, 208 saham melemah dan 143 saham flat. Nilai transaksi menyentuh Rp7,76 triliun.

Investor asing mencatat net buy Rp265,69 di seluruh pasar.

Sebelumnya, IHSG dibuka naik 0,35% ke level 5.869,21 pada perdagangan tadi pagi.

Memasuki selang 10 menit IHSG masih lanjut melaju di zona hijau 0,31% di level 5.868,43 jelang libur Hari Lahir Pancasila besok hari.

Nilai transaksi hari ini sebesar Rp0,6 triliun dan terpantau investor asing membeli bersih Rp43 miliar di pasar reguler. Pada pukul 09.10 WIB, data BEI mencatat asing masuk Rp64 miliar di pasar reguler.

Harga Emas Antam Masih Betah di Rp965.000 per Gram | Equityworld Futures

Adapun hingga jelang pukul 09:30 WIB, IHSG masih menguat pada kisaran level 5.877,419.

Sekadar informasi, IHSG secara teknikal diprediksi bergerak dengan pola candlestick bearish counter attack yang menguji resistance moving average 20 hari dikisaran 5.906.

IHSG (+0.12%) menutup pekan dengan menguat tipis 6.79 poin kelevel 5848.62 dengan trend pergerakan menurun hingga sempat berada dizona negatif dihari jumat. Saham TLKM (-3.3%), ARTO (+2.6%) dan TOWR (-5.2%) yang pada perdagangan sebelumnya menjadi leader penguatan kali ini berbalik menjadi laggard pada pergerakan IHSG.

” Investor domestik terlihat melakukan aksi ambil untung sehingga tercatat investor asing memimpin net buy sebesar Rp343.32 miliar pada pasar reguler, ” ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (31/5/2021).

Mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat kecuali indeks CSI300 (-0.32%) yang ditutup melemah. Indeks Nikkei (+2.10%) dan TOPIX(+1.91%) naik mengiringi penguatan indeks berjangka AS yang optimis. Data ekonomi AS yang mendukung menjadi salah satu faktor utama. MSCI Asia Pacific Index naik sebanyak 1,2%, memperpanjang kenaikannya selama seminggu menjadi lebih dari 2%.

” Sebuah ukuran perusahaan kebijaksanaan konsumen memberikan dorongan terbesar untuk patokan regional, dengan pembuat mobil Jepang Toyota Motor dan Honda Motor di antara kontributor utama, ” imbuhnya.

Bursa Eropa menutup pekan dengan menguat. Indeks Eurostoxx (+0.78%), FTSE (+0.04%), DAX (+0.74%) dan CAC40 (+0.75%) naik lebih dari setengah persen. Ekuitas Eropa mencapai rekor tertinggi kedua dalam beberapa hari didorong oleh ekspektasi bahwa ECB tidak akan menginjakan rem-nya pada langkah-langkah stimulus meskipun bukti memuncak dari reboundnnya ekonomi yang lebih cepat.

” Ketakutan overheating tampaknya mereda, dengan komoditas dan imbal hasil obligasi keduanya turun, yang terakhir meskipun sinyal tapering lembut dari Fed, ” jelasnya.

Indeks saham di Wallstreet kompak dibuka pada zona positif mengikuti bursa Asia dan Eropa. Indeks DJIA (+0.19%), S&P500 (+0.08%), NASDAQ (+0.09%) dan NYSE (+0.14%) menguat tipis. Ekuitas AS mencatatkan kenaikan bulanan keempat berturut-turut karena data menandakan prospek untuk rebound yang berkelanjutan dari Ekonomi terbesar dunia melebihi kekhawatiran akan dampak inflasi yang lebih capat.

“Investor fokus pada prospek pengeluaran yang lebih tinggi yang dapat mendorong pertumbuhan, bahkan setelah konsumsi pribadi naik paling tinggi dalam dua dekade, ” jelasnya.

Presiden Joe Biden mengeluarkan proposal anggaran penuh pertamanya, merinci ambisinya untuk memperluas ukuran dan ruang lingkup pemerintah federal dengan pengeluaran lebih dari US$6 triliun selama tahun fiskal mendatang. selanjutnya investor akan terfokus pada data awal bulan seperti indeks kinerja manufaktur dan tingkat inflasi. Sedangkan untuk laju IHSG, indikator stochastic dan rsi memberikan momentum bullish dengan MACD yang membentuk pola cross overpositif pada kondisi undervalue. Secara teknikal IHSG berpotensi kembali mencoba uji resistance MA20 dengan menguat pada support resistance 5.815-5.906.

PT Equity World | Wall Street Berpesta, Mengapa Rupiah Bermuram Durja?

PT Equity World | Wall Street Berpesta, Mengapa Rupiah Bermuram Durja?

PT Equity World | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot pagi ini. Faktor musiman sepertinya menjadi penyebab depresiasi mata uang Tanah Air.

Pada Jumat (28/5/2021), US$ 1 setara dengan Rp 14.285 kala pembukaan pasar spot. Sama persis dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya atau stagnan.

Wall Street: S&P 500, Dow naik lebih tinggi karena klaim pengangguran mingguan turun | PT Equity World

Namun tidak lama kemudian rupiah masuk jalur merah. Pada pukul 09:06 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.300 di mana rupiah melemah 0,11%.

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot di posisi Rp 14.285/US$. Ini adalah posisi terkuat sejak 19 Mei lalu.

Mata uang Ibu Pertiwi sedang berada dalam tren menguat. Selama sebulan terakhir, rupiah terapresiasi 1,35% di hadapan dolar AS secara point-to-point.

PT Equity World | Wall Street menguat, pejabat The Fed meredakan kekhawatiran soal kenaikan inflasi AS

PT Equity World | Wall Street menguat, pejabat The Fed meredakan kekhawatiran soal kenaikan inflasi AS

PT Equity World | Indeks utama Wall Street naik tipis pada perdagangan Rabu (26/5), setelah pernyataan The Fed membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang tinggi, sementara penurunan imbal hasil obligasi baru-baru ini mendukung saham-saham sektor teknologi kelas berat.

Mengutip Reuters, pada pukul 9:40 am ET, Dow Jones Industrial Average naik 53,58 poin, atau 0,16% ke level 34.366,04, S&P 500 naik 6,12 poin, atau 0,15% ke level 4.194,25, dan Nasdaq Composite naik 55,28 poin, atau 0,40 % ke level 13.712,46.

Saham Apple Inc, Amazon.com Inc dan Alphabet Inc naik sekitar 0,2% dan 0,5%, karena imbal hasil pada US Treasury bertenor 10-tahun berdiri di posisi terendah lebih dari dua minggu di 1,557%.

Penilaian tekanan imbal hasil yang lebih tinggi untuk saham teknologi dan pertumbuhan lainnya, yang arus kas masa depannya didiskon dengan harga yang lebih tinggi.

“Teknologi telah mengumpulkan banyak tekanan di tengah kekhawatiran bahwa suku bunga harus dinaikkan tetapi sekarang karena inflasi telah dianggap berlebihan, fund manajer menumpuk kembali ke bagian tertentu,” kata Thomas Hayes, anggota pengelola di Great Hill Capital Llc di New York seperti dikutip Reuters.

Bursa Asia Beragam, Saham Xiaomi di Hong Kong Melonjak | PT Equity World

“Orang-orang menyadari bahwa akan ada komponen utama inflasi yang bersifat sementara dan akan ada beberapa inflasi moderat yang akan terus berlanjut.”

Setelah kekhawatiran kenaikan inflasi mengguncang indeks utama Wall Street awal bulan ini, semua mata akan tertuju pada laporan konsumsi pribadi bulanan AS yang diawasi ketat, pengukur inflasi favorit Fed, yang akan dirilis akhir pekan ini.

Wakil Gubernur Fed Richard Clarida meremehkan efek dari tekanan harga yang lebih tinggi pada hari Selasa, menyuarakan kepercayaan pada kemampuan bank sentral untuk merekayasa “soft landing” jika harga terus meningkat melebihi apa yang diharapkan.

Saham terkait Cryptocurrency termasuk yang ada di Riot Blockchain, Marathon Patent Group dan Coinbase Global naik antara 5,1% dan 2,2% karena bitcoin naik kembali di atas US$ 40.000 untuk pertama kalinya minggu ini.

Saham Ford Motor Co naik 4,9% setelah menguraikan rencana untuk meningkatkan pengeluaran untuk upaya elektrifikasi lebih dari sepertiga.

Design a site like this with WordPress.com
Get started