PT Equity World | Wall Street Memerah, Sektor Teknologi Seret Indeks Nasdaq

PT Equity World | Wall Street Memerah, Sektor Teknologi Seret Indeks Nasdaq

PT Equity World | Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/3/2021) karena investor beralih dari saham yang berkembang pesat selama pandemi. Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah tipis 0,01 persen, sedangkan indeks S&P 500 melemah 0,55 persen. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite anjlok 2,01 persen. Saham Zoom Video Communications Inc., Peloton Interactive Inc., dan DocuSign Inc. menjadi penekan indeks Nasdaq. Produsen energi, bank, dan perusahaan transportasi bernasib lebih baik karena para pedagang membeli saham sektor konsumer non-primer. Sementara itu, permintaan meningkat pada lelang obligasi Treasury AS tenor lima tahun, sehingga meningkatkan rasio bid-to-cover dari penjualan sebelumnya.

Harga Emas Antam Kamis, 25 Maret 2021: Naik Rp 3.000 per Gram, Berikut Rinciannya |
PT Equity World

Kenaikan ini memberi angin segar setelah lelang obligasi tujuh tahun bulan lalu memicu aksi jual global. Investor juga mempertaruhkan sektor pasar saham mana yang siap mencatat kinerja terbaik seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan. “Selama ekspektasi di bidang ekonomi terus dicapai, perdagangan saham siklis masih akan berjalan lancar,” kata kepala strategi investasi Nuveen Brian Nick, seperti dikutip Bloomberg.

PT Equity World | Wall Street jatuh terseret biaya infrastruktur dan potensi kenaikan pajak

PT Equity World | Wall Street jatuh terseret biaya infrastruktur dan potensi kenaikan pajak

PT Equity World | Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Selasa (23/3). Dipicu kekhawatiran biaya belanja infrastruktur dan potensi kenaikan pajak untuk membayar stimulus bantuan Presiden Joe Biden sebesar US$ 1,9 triliun.

Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 308,05 poin atau 0,94% menjadi 32.423,15 dan S&P 500 kehilangan 30,07 poin atau 0,76% menjadi 3.910,52. Indeks Nasdaq Composite turun 149,85 poin atau 1,12% menjadi 13.227,70.

Volume perdagangan Wall Street sebanyak 12,10 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 14,04 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Saham GameStop Corp turun 6,5% menjelang laporan hasil kuartal keempat yang akan dirilis hari Selasa. Perusahaan videogame mengumumkan keluarnya chief customer officer-nya sebagai tanda terbaru dari perombakan menjadi perusahaan e-commerce.

Saham ViacomCBS Inc anjlok 9,1% setelah perusahaan media tersebut meluncurkan kesepakatan saham senilai US$ 3 miliar guna meningkatkan modal untuk investasi di layanan streaming.

Sebelumnya, Pernyataan Menteri Keuangan Janet Yellen bahwa ekonomi AS tetap dalam krisis dari pandemi membuat investor waspada.

Wall Street melemah, menjelang pernyataan The Fed dan Jannet Yellen | PT Equity World

Yellen berbicara pada sidang Komite Jasa Keuangan DPR di mana Gubernur Federal Reserve Jerome Powell juga berbicara kepada komite tersebut.

Pembicaraan tentang rencana infrastruktur pemerintah membuat bingung investor yang khawatir pasar saham diperdagangkan pada valuasi yang tinggi, kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments di New Vernon, New Jersey.

“Ada sedikit kekhawatiran untuk keluar dari potensi aksi jual yang mungkin akan terjadi,” kata Meckler.

“Perasaan yang mungkin ada menyebabkan orang menarik pelatuk dengan cukup cepat pada gerakan turun ini.”

Powell mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa putaran kenaikan harga pasca-pandemi yang akan datang tidak akan memicu ledakan inflasi yang terus-menerus. Kekhawatiran yang telah memicu kenaikan imbal hasil baru-baru ini dan menyebabkan saham teknologi dilanda aksi jual.

PT Equity World | Ditopang Sektor Teknologi, Wall Street Ditutup Melesat

PT Equity World | Ditopang Sektor Teknologi, Wall Street Ditutup Melesat

PT Equity World | Indeks utama Wall Street kembali melesat pada perdagangan saham, Senin (23/3). Kenaikan bursa saham Amerika Serikat dipicu moncernya saham sektor teknologi.

Kenaikan saham raksasa otomotis, Tesla Inc sebesar 5,5 persen atau USD 690, membuat indeks S&P 500 serta Nasdaq turut terdongkrak.
Mengutip Reuters, Selasa (23/3), Dow Jones Industrial Average tercatat naik 60,07 poin atau setara 0,18 persen ke level 32.688.
Adapun S&P 500 terkerek 26,45 poin, atau 0,68 persen menjadi 3.939. Di samping itu, Nasdaq Composite naik 171,7 poin atau 1,30 persen menjadi 13.386.

Wall Street menguat didorong rebound saham sektor teknologi | PT Equity World

Sayangnya, saham perbankan, yang telah menikmati reli karena prospek ekonomi yang cerah sebelumnya, malah turun sekitar 1 persen.
Sementara Nasdaq 100 naik sekitar 0,8 persen karena imbal hasil Treasury AS 10-tahun merosot ke 1,688 persen, alias turun dari level tertinggi dalam 14 bulan. Indeks masih turun lebih dari 6 persen dari rekor tertinggi pada penutupan 12 Februari 2021.

Sebelumnya, Indeks utama Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan pekan lalu. S&P 500 dan Nasdaq turun 0,8 persen, sedangkan Dow kehilangan 0,5 persen.
Imbal hasil obligasi AS dengan tenor sepuluh tahun mencapai level tertingginya 1,742 persen pada Jumat.

PT Equity World | Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 Senin 22 Maret 2021, Simak Daftarnya

PT Equity World | Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 Senin 22 Maret 2021, Simak Daftarnya

PT Equity World | Harga emas antam hari ini turun lagi. Senin (22/3/2021), harga emas antam 1 gram Rp 931.000.

Angka itu turun Rp 3.000 dibandingkan harga hari sebelumnya, Minggu (21/3/2021).

Tak hanya harga beli, tapi harga jual atau buyback emas antam juga melorot. Harga buyback emas batangan tersebut berada di harga Rp 808.000. Angka tersebut turun Rp 2.000 jika dibandingkan harga kemarin.

Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Ada Tanda Perbaikan, Harga Emas Mulai Bangkit di Pekan Ini? | PT Equity World

Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi.

Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Berikut rincian harga emas Antam:

emas Antam 0,5 gram Rp 515.500

emas Antam 1 gram Rp 931.000

emas Antam 2 gram Rp 1.802.000

emas Antam 3 gram Rp 2.678.000

emas Antam 5 gram Rp 4.430.000

PT Equity World | Yuk Bisa Cuan Yuk, Ini Saham Pilihan Jelang Weekend

PT Equity World | Yuk Bisa Cuan Yuk, Ini Saham Pilihan Jelang Weekend

PT Equity World | Di tengah kekhawatiran investor mengenai sentimen kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, bursa saham domestik berhasil rebound pada perdagangan Kamis kemarin.

Indeks Harga Saham Gabungan berakhir di teritori positif dengan penguatan sebesar 1,12% ke posisi 6.347,82 poin. Data perdagangan mencatat, nilai transaksi mencapai Rp 11,24 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,11 juta kali.

Saham-saham yang paling banyak ditransaksikan antara lain, PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Sebelum memulai perdagangan Selasa ini, (9/2/2021) simak rekomendasi saham pilihan dari sejumlah broker yang dirangkum CNBC Indonesia:

  1. MNC Sekuritas – IHSG Berpeluang Menguat

IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya namun cenderung terbatas untuk menguji level 6.370-6.380. Selama IHSG belum mampu menembus resistance 6.400 dan 6.505 secara agresif, maka MNC Sekuritas memperkirakan, IHSG masih rawan terkoreksi. Area koreksi IHSG terdekat berada pada area 6.000-6.150.

Saham pilihan:

ASII
EXCL
ICBP
DOID

Saham Asia diprediksi jatuh tertekan lonjakan imbal hasil obligasi AS | PT Equity World

  1. Binaartha Sekuritas – IHSG Uji Level 6.394

Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance minimum berada pada 6.307.84 hingga 6.394.45. Berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI telah menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga kedepannya berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Saham pilihan:

ADHI
AKRA
BBTN
BNGA

Equity World | Bursa Asia Ditutup Beragam, Trio Shanghai-KOSPI-IHSG Jeblok

Equity World | Bursa Asia Ditutup Beragam, Trio Shanghai-KOSPI-IHSG Jeblok

Equity World | Bursa saham Asia ditutup beragam pada perdagangan Senin (15/3/2021), di tengah optimisme pelaku pasar global terkait pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) pasca-pengesahan stimulus fiskal US$ 1,9 triliun.

Tercatat indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 0,17% ke level 29.766,97, Hang Seng Hong Kong tumbuh 0,33% ke 28.833,76, dan STI Singapura terapresiasi 0,34% ke 3.105,74.

Sementara untuk Shanghai Composite China ditutup merosot 0,96% ke 3.419,95 dan KOSPI Korea Selatan ditutup terdepresiasi 0,28% ke 3.045,71.

Senasib dengan Shanghai dan KOSPI, di mana indeks saham acuan RI tersebut ditutup melemah 0,53% ke level 6.324,26.

Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 11,2 triliun dan investor asing masih melakukan aksi jual dengan nilai penjualan bersih (net sell) Rp 130,8 miliar di pasar reguler.

Dari China, aktivitas produksi dan ritel melonjak dalam dua bulan pertama tahun ini dan mengalahkan ekspektasi para ekonom sebelumnya, karena ekonomi mengkonsolidasikan pemulihannya yang cepat dari kelumpuhan virus korona pada awal 2020.

Bursa Saham Asia Menguat di Awal Perdagangan Selasa 16 Maret 2021, Ini Pendorongnya | Equity World

Untuk aktivitas produksi industri China pada periode Januari dan Februari 2021 naik signifikan menjadi 35,1% dari sebelumnya sebesar 7,3%.

Sementara untuk data penjualan ritel Negeri Tirai Bambu pada Januari dan Februari 2021 juga tercatat naik signifikan, yakni menjadi 33,8% dari sebelumnya pada Desember 2020 sebesar 4,6%.

Namun, data aktivitas produksi dan ritel China yang tumbuh signifikan tidak dapat mendongkrak indeks Shanghai hari ini, karena aksi jual yang masif di saham konsumen kelas berat, kesehatan dan energi baru.

Target pertumbuhan ekonomi tahunan konservatif baru-baru ini juga dapat menghidupkan kembali kekhawatiran Beijing yang dapat memperketat kebijakan untuk mengendalikan valuasi yang tinggi.

Sementara itu di Korea Selatan, indeks saham KOSPI ditutup di zona merah karena terseret oleh kekhawatiran tentang kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS yang masih terjadi hingga kini.

Namun sebagian besar bursa Asia masih merespons positif terkait pengesahan stimulus fiskal ‘jumbo’ di AS senilai US$ 1,9 triliun.

Investor global pada pekan ini akan mengamati pertemuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan dilaksanakan pada 16 dan 17 Maret dengan agenda penentuan suku bunga acuan. Pengamat pun memprediksi bahwa The Fed akan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonominya menjadi lebih tinggi.

Equity World | Futures Wall Street Menguat, Disusul Harga Minyak Mentah

Equity World | Futures Wall Street Menguat, Disusul Harga Minyak Mentah

Equity World | Indeks berjangka Wall Street bergerak menguat pada perdagangan Minggu (14/3/2021) waktu setempat, mengindikasikan reli bakal berlanjut pada perdagangan Senin (15/3/2021). Harga minyak mentah dunia juga ikut menguat.

Dow Jones futures naik 0,33%, S&P futures naik 0,22%, dan Nasdaq futures naik 0,23%. Harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,49% ke US$ 65,93 per barel, sementara Brent naik 0,33% ke US$ 69,45 per barel.

Pekan lalu, Dow Jones naik 4% dan S&P 500 naik 2,6%. Keduanya ditutup di rekor tertinggi pada perdagangan Jumat. Sedangkan Nasdaq naik 3% sepanjang pekan lalu.

Bursa Asia Ditutup Beragam, Trio Shanghai-KOSPI-IHSG Jeblok | Equity World

Sentimen pemulihan ekonomi mendorong rotasi dari saham-saham teknologi ke sektor cyclical. Kenaikan yield obligasi juga sempat mendorong investor keluar dari pasar modal. Yield Treasury AS tenor 10 tahun menyentuh 1,64% Jumat lalu, level tertinggi sejak Februari 2020.

Pekan lalu, investor menyambut positif pengesahan RUU Stimulus Covid-19 senilai US$ 1,9 triliun. IRS sudah mulai memproses bantuan tunai senilai US$ 1.400 atau sekitar Rp 20 juta per individu warga AS. Stimulus juga mencakup dana US$ 20 miliar untuk vaksinasi Covid-19 dan US$ 350 miliar untuk negara bagian dan pemerintahan lokal.

Pekan ini, investor bakal memantau rapat The Federal Reserve terkait suku bunga pada hari Rabu (17/3/2021) waktu setempat.

Equity World | Ikuti Wall Street, Bursa Asia Dibuka Menguat

Equity World | Ikuti Wall Street, Bursa Asia Dibuka Menguat

Equity World | Bursa Asia dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (10/3/2021). Paket Stimulus Covid-19 AS akan disahkan segera.

Nikkei 225 Tokyo naik 0,16%, Indeks Komposit Shanghai naik 0,91%, Hang Seng Hong Kong naik 1,68%, ASX 200 Australia turun 0,05%, Kospi Korsel naik 0,74%.

RUU Stimulus Covid-19 sebesar US$ 1,9 triliun masih menjadi sentimen yang mendorong akumulasi saham-saham terkait pemulihan ekonomi. RUU ini diperkirakan akan disahkan DPR pada hari Rabu dan ditandatangani Presiden Joe Biden sebelum akhir pekan.

Indeks acuan Wall Street ditutup menguat pada penutupan perdagangan Selasa (9/3/2021). Menurunnya yield obligasi membuat investor kembali mengakumulasi saham teknologi.

Bursa Asia dibuka mixed pada awal perdagangan Rabu (10/3) | Equity World

Nasdaq naik 3,69%, S&P 500 naik 1,42%, dan Dow Jones naik 0,1%.

Harga minyak mentah dunia turun ke US$ 68 per barel pada penutupan perdagangan Selasa (9/3/2021), setelah ketegangan di Arab Saudi sempat mendorong emas hitam tersebut menembus US$ 70 per barel.

Harga minyak mentah jenis Brent turun 1,06% ke US$ 67,52 per barel, setelah sempat menembus US$ 71,38 per barel pada hari Senin lalu. Sementara WTI turun 1,6% ke US$ 64,01 per barel.

Equity World | Saham Asia Diprediksi Menguat Didukung Prospek Pemulihan

Equity World | Saham Asia Diprediksi Menguat Didukung Prospek Pemulihan

Equity World | Saham-saham Asia diprediksi akan menguat pada perdagangan Selasa (9/3). Sebagian besar dibantu oleh prospek pemulihan global dan pengesahan rancangan undang-undang stimulus AS sebesar 1,9 triliun dolar AS, mengguncang sesi Wall Street yang beragam setelah penurunan besar pada saham teknologi.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Senin (8/3) bahwa paket bantuan virus corona Presiden Joe Biden akan menyediakan cukup sumber daya untuk mendorong pemulihan ekonomi AS yang sangat kuat, dan mencatat ada alat-alat untuk menangani inflasi. Terlepas dari isyarat positif, investor tetap berkonflik mengenai apakah stimulus akan membantu pertumbuhan global pulih lebih cepat dari penurunan Covid-19 atau menyebabkan ekonomi terbesar di dunia menjadi terlalu panas dan menyebabkan inflasi yang tak terkendali.

Balas Dendam, Wall Street ‘Pesta Pora’ Menguat Nyaris Rata 2% | Equity World

Meskipun pasar berjangka menunjukkan pembukaan yang lebih tinggi di seluruh Asia, Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets, mengatakan masih banyak ketidakpastian.

“Apa yang akan menentukan hasil hari ini adalah keseimbangan antara pembelian untuk perdagangan reflasi dan penjualan (saham) teknologi”, katanya.

Indeks acuan S&P/ASX 200 Australia naik 0,92 persen di awal perdagangan, indeks berjangka Nikkei 225 Jepang naik 0,36 persen, indeks berjangka Hang Seng Hong Kong menguat 0,68 persen dan indeks berjangka E-mini untuk S&P 500 naik 0,55 persen.

Di Wall Street, Dow menguat sementara Nasdaq merosot lebih dari 2,0 persen. Nasdaq menandai penurunan lebih dari 10 persen sejak penutupan tertinggi 12 Februari, mengonfirmasikan koreksi pada nilai indeks.

Equity World | Stimulus Jumbo AS Jadi ‘Mood Booster’ Pasar Keuangan

Equity World | Stimulus Jumbo AS Jadi ‘Mood Booster’ Pasar Keuangan

Equity World | Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai kebijakan paket stimulus bantuan USD1,9 triliun untuk mengatasi covid-19 di Amerika Serikat (AS) akan berdampak positif bagi pasar keuangan.

“Paket stimulus tersebut menjadi sentimen positif pasar keuangan di jangka pendek, tetapi berpotensi mendorong naiknya yield US treasury akibat potensi pemulihan ekonomi yang cepat,” kata Hans saat dihubungi, dilansir dari Mediaindonesia.com, Minggu, 7 Maret 2021.

Di akhir pekan, pasar Wall Street terlihat mengalami kenaikan menyusul kenaikan yield obligasi Pemerintah AS mulai tertahan. Yield US treasury tenor 10 tahun melemah ke level 1,55 persen setelah menyentuh posisi di atas level 1,6 persen.

Senin Kelabu! Cuma Bursa Singapura Selamat, Nikkei dkk Drop | Equity World

“Turunnya yield US treasury di akhir pekan dari level tertinggi di tambah disahkannya paket stimulus fiskal jumbo AS membuat pasar saham diperkirakan akan menguat di awal pekan ini,” ujar Hans.

“Tetapi bila yield US treasury naik lagi kami khawatir pasar akan kembali terkoreksi. IHSG bergerak dengan support di level 6.245 sampai 6.173 dan resistance di level 6.307 sampai 6.394,” tambahnya.

Sebelumnya, Senat Amerika Serikat akhirnya menyetujui paket bantuan covid senilai USD1,9 triliun yang diusulkan Presiden AS Joe Biden. Paket stimulus fiskal ini disetujui setelah sebelumnya senat menghapus pembayaran secara bertahap kepada warga Amerika yang berpenghasilan lebih tinggi. Paket stimulus fiskal USA yang disahkan pada pekan ini.

Design a site like this with WordPress.com
Get started