Equityworld Futures | Wall Street Reli Rekor di Tengah Optimisme Gencatan Dagang AS-China, S&P 500 Tembus 6.800

Equityworld Futures | Wall Street Reli Rekor di Tengah Optimisme Gencatan Dagang AS-China, S&P 500 Tembus 6.800

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street menembus rekor baru pada awal pekan, seiring tanda-tanda penurunan tensi antara Amerika Serikat dan China menjelang pertemuan penting antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Investor menilai momentum ini dapat menjadi titik balik bagi pasar global yang selama berbulan-bulan diguncang ketidakpastian dagang.

Equityworld Futures | May Day! May Day! Harga Emas Terjun 3%, Tenggelam ke Level US$3.900

Pada penutupan perdagangan Senin waktu New York atau Selasa (27/10/2025) WIB, S&P 500 menguat 1,23% ke 6.875,16—penutupan pertama kali di atas level 6.800. Nasdaq Composite naik 1,86% menjadi 23.637,46, didorong lonjakan saham produsen chip seperti Nvidia dan Broadcom. Dow Jones Industrial Average pun menambah 337 poin atau 0,71% menjadi 47.544,59. Ketiga indeks utama, bersama indeks perusahaan kecil Russell 2000, menutup hari di level tertinggi sepanjang masa.

Dari Kuala Lumpur, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut kedua negara telah menyepakati “kerangka yang sangat produktif” untuk dibahas para pemimpin pada Kamis nanti di sela KTT ASEAN. Kesepakatan awal itu dikabarkan mencakup penundaan pembatasan ekspor mineral langka oleh Beijing serta penarikan ancaman tarif 100% terhadap produk Tiongkok yang seharusnya berlaku 1 November. Tiongkok juga disebut siap melanjutkan pembelian kedelai asal Amerika.

Trump, yang berbicara dari Air Force One, menegaskan keyakinannya akan hasil positif pertemuan tersebut. “Saya menghormati Presiden Xi, dan saya percaya kita akan membawa pulang kesepakatan,” ujarnya.

Sektor teknologi memimpin reli. Saham Nvidia dan Broadcom masing-masing naik lebih dari 2%, sementara Tesla melonjak 4,3%. Qualcomm menjadi sorotan setelah melesat 11% dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa berkat peluncuran chip kecerdasan buatan baru yang menempatkannya bersaing langsung dengan Nvidia dan AMD.

“Jika AS dan Tiongkok berhasil mencapai kesepakatan, itu akan menjadi sinyal positif besar bagi pasar,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research kepada CNBC. Selama ini, menurut dia, proyeksi pertumbuhan teknologi dibuat tanpa kontribusi Tiongkok, sehingga kembalinya kerja sama akan menjadi katalis penting.”

Investor kini menantikan hasil kinerja kuartal ketiga sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Alphabet, Amazon, Apple, Meta Platforms, dan Microsoft. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada Rabu juga memperkuat sentimen, terutama setelah data inflasi AS pekan lalu menunjukkan hasil yang lebih lunak dari perkiraan.

“Jika The Fed kembali memangkas suku bunga dan risiko resesi mereda, saham-saham berkapitalisasi kecil hingga menengah yang selama ini tertinggal berpotensi mencatat kinerja kuat,” ujar Stovall menambahkan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Berkat Inflasi Rendah & Laba Solid

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Berkat Inflasi Rendah & Laba Solid

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup naik pada perdagangan Jumat (24/10). Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan serta laporan laba perusahaan yang solid membuat ketiga indeks utama Wall Street yakni Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.

Equityworld Futures | Nasib Emas Dipertaruhkan Pekan Ini: Terbang Atau Jatuh ke US$ 3.800!

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 472,51 poin atau 1,01 persen ke 47.207,12. S&P 500 (.SPX) menguat 53,25 poin atau 0,79 persen ke 6.791,69, sementara Nasdaq Composite (.IXIC) melesat 263,07 poin atau 1,15 persen ke 23.204,87.

S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus, sedangkan Dow Jones mencatat lonjakan Jumat-ke-Jumat tertinggi sejak Juni.

Inflasi yang sedikit lebih rendah dari ekspektasi membuat investor semakin yakin The Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan. Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) ini menjadi salah satu dari sedikit data resmi yang tetap dirilis di tengah penutupan pemerintahan AS akibat kebuntuan anggaran kongres.

“Kami mendapat kabar baik terkait inflasi karena data IHK yang positif membuka peluang bagi penurunan suku bunga The Fed minggu depan dan kemungkinan pada bulan Desember,” kata Ryan Detrick, Kepala Strategi Pasar di Carson Group, Omaha.

Musim laporan keuangan kuartal ketiga juga menjadi pendorong utama reli. Dari 143 perusahaan di indeks S&P 500 yang sudah melaporkan, mayoritas menunjukkan kinerja yang kuat. Data LSEG mencatat, pertumbuhan laba agregat kuartal ini mencapai 10,4 persen secara tahunan-meningkat dari proyeksi awal 8,8 persen per 1 Oktober.

“Awal musim laporan keuangan ini sungguh spektakuler. Kami melihat 87 persen perusahaan melampaui target pendapatan dan 83 persen melampaui target laba, membenarkan reli yang kami saksikan tahun ini dan kemungkinan membuka peluang bagi reli kuat di akhir tahun,” ungkap Detrick.

Pekan depan, investor akan menantikan laporan dari raksasa teknologi seperti Meta, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Apple, lima dari “Magnificent Seven” saham megacap yang kerap menggerakkan pasar.

Beberapa saham menonjol pada perdagangan Jumat: Alphabet (GOOGL.O) naik 2,7 persen setelah Anthropic memperluas kerja sama penggunaan chip AI Google. Coinbase Global (COIN.O) melonjak 9,8 persen usai JPMorgan menaikkan peringkat sahamnya menjadi “overweight”.

Sebaliknya, Deckers Outdoor (DECK.N) anjlok 15,2 persen karena proyeksi penjualan di bawah ekspektasi, sementara Ford (FN) melonjak 12,2 persen setelah melampaui target laba kuartalan.

Di bursa New York, saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 2,18 banding 1. Nasdaq pun mencatat lebih banyak penguatan dengan rasio 2,2 banding 1. Secara keseluruhan, S&P 500 menorehkan 34 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, sementara Nasdaq mencatat 124 titik tertinggi baru.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Rebound Berkat Lonjakan Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Rebound Berkat Lonjakan Saham Teknologi

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street kompak rebound pada Kamis (23/10/2025), menutupi pelemahan yang terjadi sehari sebelumnya. Penguatan itu terjadi seiring investor memborong saham setelah laporan laba beberapa perusahaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil yang kuat.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melambung Tersengat Ketegangan Geopolitik

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,58% menjadi 6.738,44 poin, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 144,20 poin (0,31%) menjadi 46.734,61 poin. Nasdaq Composite tampil lebih baik, naik 0,89% ke level 22.941,80, didukung lonjakan saham perusahaan teknologi seperti Nvidia, Broadcom, dan Amazon. Kenaikan hampir 3% saham Oracle, pemain lain di sektor kecerdasan buatan (AI), turut membantu mengangkat pasar.

Ketiga indeks Wall Street sempat mencapai level tertinggi sesi setelah Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengumumkan, Presiden AS Donald Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping pekan depan di Korea Selatan. Pengumuman ini meredakan kekhawatiran investor terkait hubungan AS-China yang sempat menekan pasar pada Rabu.

Kenaikan S&P 500 ini menandai pemulihan penuh dan lebih dari kerugian yang dialami sehari sebelumnya, ketika indeks turun sekitar 0,5%. Dow jatuh sekitar 334 poin atau 0,7%, sementara Nasdaq merosot 0,9% karena investor mengalihkan dana dari aset yang lebih berisiko.

Koreksi Rabu terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa Gedung Putih mempertimbangkan pembatasan ekspor perangkat lunak ke China. Rencana ini mengikuti pernyataan Trump hampir dua pekan lalu bahwa AS akan memberlakukan pembatasan ekspor ‘semua perangkat lunak penting’ mulai 1 November.

“Jangan remehkan pasar bullish hanya karena volatilitas sesaat. Beberapa saham teknologi memang memimpin reli, tapi sekarang kita akan melihat bagaimana ratusan perusahaan global mendapat manfaat dari produktivitas AI,” kata Co-founder dan Presiden Reflexivity Giuseppe Sette.

Investor masih mencermati laporan laba perusahaan-perusahaan besar AS, yang diyakini krusial bagi kelanjutan reli pasar saat ini. Saham Honeywell memimpin kenaikan Dow Jones, melonjak hampir 7% setelah melaporkan laba kuartal lebih tinggi dari perkiraan dan meningkatkan proyeksi tahunan. American Airlines naik 6% menyusul kerugian kuartal ketiga yang lebih kecil dari perkiraan dan panduan optimistis.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Turun, Imbas Laporan Keuangan yang Beragam dan Ketegangan Dagang AS-China

Equityworld Futures | Wall Street Turun, Imbas Laporan Keuangan yang Beragam dan Ketegangan Dagang AS-China

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (22/10/2025), karena gelombang laporan keuangan yang beragam, termasuk kinerja Netflix yang mengecewakan. Investor juga menimbang laporan terbaru tentang ketegangan perdagangan AS-China dimana AS mempertimbangkan pembatasn ekspor ke China.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Babak Belur, Terancam Jatuh ke Level US$ 3.900

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 334,33 poin, atau 0,71% ke level 46.590,41, S&P 500 turun 35,95 poin, atau 0,53% ke level 6.699,40, dan Nasdaq Composite turun 213,27 poin, atau 0,93% ke level 22.740,40.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor industri mencatat penurunan paling besar, sedangkan sektor energi mencatat persentase kenaikan terbesar.

Sementara itu,pelemahan saham teknologi dan layanan komunikasi paling membebani Nasdaq.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 24,76 miliar saham dengan rata-rata 20,60 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Pembatasan ekspor baru, yang akan mencakup beragam barang mulai dari laptop hingga mesin jet, merupakan beberapa langkah yang dipertimbangkan sebagai balasan terhadap putaran terbaru pembatasan ekspor tanah jarang oleh Beijing, dan menandai eskalasi ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Pada Selasa kemarin, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia yakin akan mengadakan pertemuan yang sangat sukses dengan Presiden China Xi Jinping, tetapi juga mengatakan mungkin pertemuan di Korea Selatan akhir bulan ini tidak akan terjadi.

“Perselisihan perdagangan Washington-Beijing telah berlangsung dan kemungkinan akan berlanjut hingga pertemuan potensial dengan Trump dan Xi,” kata Tom Hainlin, ahli strategi investasi nasional di U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis.

“Ditambah lagi, beberapa perusahaan teknologi melaporkan beberapa angka yang mengecewakan.”

“Namun, musim laporan keuangan ini cukup baik, dan (saham) tidak terlalu jauh dari rekor tertinggi,” tambah Hainlin.

“Kami tidak akan menyarankan investor untuk mengubah alokasi mereka berdasarkan hari seperti hari ini.”

Saham Netflix merosot 10,1% setelah perusahaan streaming tersebut gagal memenuhi ekspektasi laba kuartalan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang valuasi yang terlalu tinggi.

Tesla, yang pertama dari kelompok saham Magnificent Seven momentum terkait kecerdasan buatan yang membukukan laba kuartal ketiga, membukukan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan karena berakhirnya kredit pajak mendorong penjualan kendaraan listrik di AS. Sahamnya turun tipis 0,5% dalam perdagangan yang diperpanjang.

Saham Intuitive Surgical melonjak 13,9% setelah laba kuartal ketiga perusahaan melampaui ekspektasi.

Saham AT&T turun 1,9% meskipun menambahkan lebih banyak pelanggan nirkabel daripada yang diperkirakan untuk kuartal ketiga.

Musim laba kuartal ketiga sedang berjalan, dengan 86% perusahaan telah melaporkan laba yang melampaui estimasi Wall Street. Analis saat ini memperkirakan pertumbuhan laba S&P 500 kuartal ketiga, secara agregat, sebesar 9,3% year-on-year, meningkat dari estimasi pertumbuhan tahunan sebesar 8,8% per 1 Oktober, menurut data terbaru dari LSEG.

“Anda mendapatkan valuasi yang tinggi dengan mencapai ekspektasi tersebut, dan secara umum perusahaan sejauh ini telah memenuhi atau melampaui ekspektasi tersebut,” kata Hainlin.

“Dan mereka yang belum memenuhi ekspektasi tersebut tidak dihargai oleh investor dengan kesabaran.”

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Anjlok Tajam di Tengah Terbatasnya Data dari AS

Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Anjlok Tajam di Tengah Terbatasnya Data dari AS

Equityworld Futures | Harga emas dan perak merosot tajam dari titik tertinggi seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan pedagang komoditas menghadapi terbatasnya data mengenai posisi spekulatif di tengah penutupan pemerintah AS yang sedang berlangsung.

Equityworld Futures | Harga Emas Hancur Lebur! Ambruk 5% Sehari, Rekor Terburuk 5 Tahun

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (21/10/2025), harga emas batangan turun hingga 2,6% setelah mencapai puncaknya di US$4.381,52 per ons. Reli dahsyat yang terjadi pada emas dalam beberapa bulan terakhir telah membebani indikator teknis, termasuk indeks kekuatan relatif, yang mengindikasikan bahwa kenaikan harga mungkin telah melampaui batas.

Penguatan dolar AS juga membuat logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi sebagian besar pembeli.

“Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, para pedagang semakin waspada, karena kekhawatiran akan koreksi dan konsolidasi telah muncul. Saat koreksi, kekuatan pasar yang sebenarnya terungkap, dan kali ini seharusnya tidak berbeda, dengan tawaran beli yang mendasarinya kemungkinan akan membatasi pullback” kata Ole Hansen, ahli strategi komoditas di Saxo Bank AS.

Akibat penutupan pemerintah AS yang sedang berlangsung, para pedagang komoditas kehilangan salah satu alat paling berharga mereka yakni laporan mingguan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) yang menunjukkan bagaimana dana lindung nilai (hedge fund) dan manajer investasi lainnya memposisikan diri dalam perdagangan emas dan perak. Tanpa data tersebut, para spekulan cenderung membangun posisi yang sangat besar ke salah satu arah.

Hansen juga mencatat bahwa logam mulia tertekan oleh meredanya ketegangan antara AS dan Tiongkok, serta berakhirnya periode pembelian musiman di India yang biasanya meningkatkan permintaan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Minyak Terus Turun Selasa (21/10) Pagi: Brent ke US$60,87 dan WTI ke US$57,45

Equityworld Futures | Harga Minyak Terus Turun Selasa (21/10) Pagi: Brent ke US$60,87 dan WTI ke US$57,45

Equityworld Futures | Harga minyak dunia turun pada perdagangan Selasa (21/10/2025) di tengah kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan dan risiko permintaan akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China, dua konsumen minyak terbesar dunia.

Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk Lagi: Cetak Rekor, Level US$4.500 di Depan Mata

Meski begitu, Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dagang dengan China akan segera tercapai.

Harga minyak mentah Brent turun 14 sen atau 0,2% menjadi US$60,87 per barel pada pukul 00.05 GMT.

Sementara itu, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November—yang akan berakhir pada Selasa—turun 0,1% menjadi US$57,45 per barel.

Kontrak WTI yang lebih aktif untuk Desember juga melemah 13 sen atau 0,2% ke posisi US$56,89.

Trump mengatakan pada Senin bahwa dirinya berharap dapat mencapai “kesepakatan dagang yang adil” dengan Presiden China Xi Jinping.

Pertemuan keduanya dijadwalkan berlangsung di Korea Selatan pekan depan, meski sengketa tarif, teknologi, dan akses pasar masih belum terselesaikan.

“Saya pikir kita akan berakhir dengan kesepakatan dagang yang sangat kuat, dan kedua pihak akan senang,” ujar Trump.

Firma konsultan Ritterbusch and Associates menyebutkan bahwa posisi perdagangan jangka pendek untuk minyak masih cenderung bearish, dengan strategi menjual saat harga naik ketimbang membeli saat harga turun.

“Namun, kami juga menilai ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi bisa sewaktu-waktu menahan pelemahan harga, meski keseimbangan pasokan minyak semakin negatif tiap pekannya,” tulis lembaga itu dalam catatan riset.

Survei awal Reuters menunjukkan persediaan minyak mentah AS kemungkinan meningkat pekan lalu, menjelang rilis laporan resmi dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA).

Dari Rusia, kilang Novokuibyshevsk yang dikendalikan Rosneft di wilayah Volga menghentikan operasi pemrosesan minyak mentah utama pada Minggu setelah serangan drone.

Sementara itu, serangan ke fasilitas gas Orenburg memaksa Kazakhstan mengurangi produksi di ladang Karachaganak sebesar 25%–30%.

Ketidakpastian pasokan minyak Rusia juga meningkat setelah Trump memperingatkan bahwa India bisa menghadapi “tarif besar-besaran” jika tidak menghentikan impor minyak dari Rusia. India saat ini menjadi pembeli terbesar minyak diskon Rusia sejak Barat menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Harga minyak juga mendapat tekanan dari laporan International Energy Agency (IEA) pekan lalu yang memperkirakan pasar global bisa menghadapi surplus hampir 4 juta barel per hari pada 2026, seiring peningkatan produksi dari negara-negara OPEC+ dan pesaingnya sementara permintaan masih lemah.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Dari Wall Street ke Asia: Gejolak Bank AS Picu Aksi Jual, Emas Jadi Raja Lagi

Equityworld Futures | Dari Wall Street ke Asia: Gejolak Bank AS Picu Aksi Jual, Emas Jadi Raja Lagi

Equityworld Futures | Saham-saham Asia melemah mengikuti pelemahan di Wall Street, sementara harga emas menembus rekor tertinggi baru pada perdagangan Jumat (17/10/2025).

Equityworld Futures | Emas dan Perak Kompak Tembus Rekor Harga Tertinggi di Jumat

Kekhawatiran terhadap kesehatan bank regional di Amerika Serikat memicu arus modal ke aset aman dan menekan sentimen pasar global.

Saham bank AS Zions merosot 13% setelah mengumumkan kerugian sebesar US$50 juta pada kuartal ketiga akibat dua pinjaman bermasalah dari divisi California.

Di saat yang sama, Western Alliance turun 11% usai menggugat Cantor Group V, LLC atas dugaan penipuan.

“Meski masalah kedua bank tersebut tampak masih terkendali, di mana ada asap biasanya ada api. Solusi krisis 2023 justru menciptakan bara baru yang bisa memicu gejolak perbankan berikutnya,” ujar analis IG, Tony Sycamore.

Kabar tersebut menekan saham-saham sektor perbankan AS dan melemahkan nilai dolar AS. Sebaliknya, yen Jepang dan franc Swiss menguat seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman.

Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun turun ke level terendah dalam tiga tahun di 3,4040%, dengan pasar kini memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga The Fed lagi tahun ini.

Lonjakan permintaan aset lindung nilai juga mendorong harga emas ke rekor baru di US$4.378 per troy ounce, sebelum akhirnya tertahan oleh aksi ambil untung.

Sepanjang pekan ini, emas tercatat menguat 7,6%, kenaikan mingguan terbesar sejak awal 2020. Harga perak juga ikut mencetak rekor baru.

Futures S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,3% menjelang rilis laporan keuangan sejumlah bank regional AS. Sementara itu, kontrak berjangka saham Eropa terkoreksi 0,7% dan FTSE Inggris turun 0,9%.

Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China turut menekan sentimen pasar. Beijing pada Kamis (16/10) menuduh Washington menebar kepanikan atas kebijakan ekspor logam tanah jarang, menolak seruan Gedung Putih untuk mencabut pembatasan tersebut.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9%, menyeret kinerjanya ke wilayah negatif untuk pekan ini.

Indeks Nikkei Jepang juga melemah 1% akibat anjloknya saham-saham perbankan. Saham Taiwan terkoreksi 0,9% meski TSMC mencatat laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah dan memberikan prospek positif untuk belanja chip kecerdasan buatan (AI).

Di China daratan dan Hong Kong, indeks blue chip dan Hang Seng masing-masing turun 1,4%.

Di pasar valuta asing, dolar AS melemah 0,6% terhadap sejumlah mata uang utama ke level 98,24, posisi terendah dalam sepuluh hari.

Yen Jepang dan franc Swiss masing-masing menguat 0,7% dan 0,9% sepanjang pekan ini.

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pihaknya akan mencermati data ekonomi terbaru sebelum memutuskan kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan ini.

Sementara di ranah politik, pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) Sanae Takaichi masih berupaya menggalang dukungan untuk pemilihan perdana menteri yang dijadwalkan pekan depan.

Pasar obligasi AS mencatat penguatan tiga pekan beruntun. Imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun turun 2 basis poin menjadi 3,959% dan telah merosot 10 bps sepanjang pekan ini.

Sementara itu, harga minyak memperpanjang pelemahan setelah anjlok 1% sehari sebelumnya.

Penurunan terjadi usai Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat bertemu di Hungaria untuk membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina.

Harga minyak mentah AS (WTI) turun 0,7% menjadi US$57,04 per barel, sedangkan minyak Brent melemah 0,7% ke US$60,63 per barel.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Perak Cetak Rekor Tertinggi, Investor Berbondong-Bondong Buru Aset Aman

Equityworld Futures | Harga Perak Cetak Rekor Tertinggi, Investor Berbondong-Bondong Buru Aset Aman

Equityworld Futures | Tak hanya emas, perak turut mencatat lonjakan harga tajam tahun ini. Sepanjang 2025, nilai perak sudah naik sekitar 75%. Hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor industri, ketertarikan investor pada aset aman, serta pasokan global yang masih terbatas.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Gila: Resmi Tembus US$4.200, Dunia Dibuat Gemetar!

Dikutip dari CNN, Rabu (15/10/2025), pada perdagangan Senin, harga perak di pasar New York melonjak sebanyak 7%, menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di kisaran USD 52,63 per troy ounce Harga ini melampaui puncak harga yang pernah terjadi pada 1980.

Harga perak spot yang mencerminkan nilai perak secara langsung di pasar, juga menembus level baru yakni di atas USD 52 per troy ounce. Kenaikan ini berlanjut setelah harga perak berada di USD 50 pada 9 Oktober 2025. Untuk pertama kalinya harga perak menyentuh harga tersebut dalam lebih dari 40 tahun.

Sepanjang tahun ini, banyak investor mengalihkan dananya ke aset berwujud seperti emas dan perak sebagai bentuk perlindungan dari ketidakpastian ekonomi dan gejolak geopolitik. Selain itu, faktor lain seperti kekhawatiran terhadap inflasi dan kebijakan tarif, isu independensi bank sentral Amerika Serikat serta meningkatnya beban utang pemerintah, turut mendorong perpindahan aset ke logam mulia.

Kenaikan perak turut didorong oleh reli harga emas yang lebih dulu mencetak rekor baru di atas USD 4.000 per troy ounce Bagi banyak investor, perak kini menjadi pilihan alternatif yang lebih terjangkau untuk menjaga nilai kekayaan di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.

“Ada banyak kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi global, dan ketika itu terjadi, orang-orang cenderung memilih aset nyata seperti perak,” ujar CEO The Silver Institute, Michael DiRienzo kepada CNN.

“Biasanya, perak akan mengikuti tren kenaikan harga emas,” ia menambahkan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Logam Mulia Jadi Pemenang di Tengah Kekacauan

Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Logam Mulia Jadi Pemenang di Tengah Kekacauan

Equityworld Futures | Harga emas terus mencetak rekor-rekor tertinggi sepanjang masa. Tinggal selangkah lagi, harga emas dunia menyentuh level US$4.200 per troy ons. Harga emas terus melesat di tengah spekulasi pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) dan kekhawatiran tarif perdagangan.

Equityworld Futures | Reli Harga Emas Tak Terbendung Tembus USD 4.100, Pasar Tunggu Langkah Fed

Pada perdagangan Selasa (14/10/2025), harga emas dunia melesat 0,76% di level US$4.141,47 per troy ons. Penutupan ini lagi-lagi menjadi tonggak sejarah baru bagi emas untuk menempati level tertinggi sepanjang masa. Pada perdagangan intraday harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.179,48 per troy ons. Tinggal selangkah lagi menuju level psikologis baru US$4.200 per troy ons.

Pada perdagangan hari ini Rabu (15/10/2025) hingga pukul 06.30 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,45% di posisi US$4.160,26 per troy ons.

Harga emas memanas lagi di tengah ancaman baru Presiden AS Donald Trump ke China, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bulan ini serta pelarian investor menuju aset aman (safe haven).

Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk menghentikan seluruh hubungan dagang dengan China terkait minyak goreng sebagai bentuk pembalasan (retribution) atas keputusan Beijing yang menolak membeli kedelai dari Amerika Serikat.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menuduh bahwa China melakukan “tindakan bermusuhan secara ekonomi” (Economically Hostile Act) dengan “sengaja tidak membeli kedelai dari AS dan menyebabkan kesulitan bagi para petani kedelai Amerika.”

Trump menambahkan bahwa mengakhiri bisnis dengan China dalam perdagangan minyak goreng dan komoditas lain merupakan langkah pembalasan yang sedang dipertimbangkannya.
Namun, di tengah memanasnya perang dagang antara Washington dan Beijing, China belum membeli satu pun kedelai asal Amerika sejak bulan Mei.

Harga emas juga ditopang pernyataan Chairman The Fed Jerome Powell.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Asia Mixed dengan Mayoritas Indeks Naik Seiring Rebound di Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Mixed dengan Mayoritas Indeks Naik Seiring Rebound di Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia bergerak variasi pada perdagangan Selasa (14/10/2025) pagi, dengan mayoritas indeks rebound. Pukul 08.18 WIB, indeks Nikkei 225 turun 575,74 poin atau 1,21% ke 47.505,78, Hang Seng naik 79,73 poin atau 0,31% ke 25.969,21, Taiex naik 520,31 poin atau 2,04% ke 27.473,41.

Equityworld Futures | Harga Emas Rekor! Sektor Ini Menang Banyak

Kospi naik 39,61 poin atau 1,10% ke 3.624,14, ASX 200 turun 4,40 poin atau 09,05% ke 8.880,30 Straits Times naik 21,97 poin atau 0,54% ke 4.410,93 dan FTSE Malaysia naik 4,01 poin atau 0,24% ke 1.619,99.

Mengutip Reuters, saham-saham Asia mengalami rebound pada awal perdagangan Selasa, dengan rebound yang tidak merata terjadi di seluruh pasar ekuitas regional setelah tanda-tanda bahwa negosiasi perdagangan antara AS dan China masih sesuai rencana.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang terakhir naik 0,5%, sementara indeks berjangka S&P 500 naik 0,3%, memperpanjang pemulihan dari sesi perdagangan Senin di Wall Street setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Presiden AS Donald Trump tetap berada di jalur yang tepat untuk bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping di Korea Selatan pada akhir Oktober.

Indeks-indeks utama Wall Street berakhir naik 2,2% pada hari Senin, dipimpin oleh saham-saham produsen chip, setelah Trump menyampaikan nada yang lebih lunak tentang ketegangan perdagangan AS-Tiongkok.

Keuntungan yang luas untuk ekuitas global tiba-tiba berbalik arah pada hari Jumat setelah Trump mengumumkan tarif 100% untuk China, membangkitkan kembali ingatan akan volatilitas pasar setelah pengumuman “Hari Pembebasan” pada bulan April.

Aksi jual baru terhenti setelah pesan yang bersifat lunak dari presiden AS di jejaring sosial Truth Social.

Analis Citi menulis dalam sebuah laporan riset bahwa mereka tidak memperkirakan adanya eskalasi ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington.

“Alasannya bukan karena cuitan Presiden Trump yang meyakinkan di akhir pekan, melainkan fakta bahwa China mungkin satu-satunya negara yang memiliki daya tawar, sehingga AS mungkin harus lebih fleksibel dalam posisi negosiasinya.”

Saham-saham Asia naik, dipimpin oleh kenaikan 2,2% saham Taiwan dan kenaikan 1% indeks Kospi Korea Selatan karena Samsung Electronics pada hari Selasa memproyeksikan kenaikan laba operasional kuartal ketiga sebesar 32% dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui estimasi analis karena permintaan chip memori konvensional membantu mengimbangi penjualan chip memori bandwidth tinggi perusahaan yang melemah.

Indeks saham Nikkei Jepang terakhir turun 1,2% karena pasar negara itu dibuka kembali setelah liburan, sementara saham Australia melemah 0,1%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started