PT Equityworld | IHSG Hari Ini Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Sahamnya

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada Selasa (14/9/2021). Kemarin, IHSG ditutup turun 0,11 persen pada level 6.088,15.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan indeks terkonsolidasi bertahan pada level support MA200 di kisaran 6.062 terlihat pada chart IHSG secara teknikal. Kuatnya IHSG yang mampu bertahan pada level support akan menjadi signal positif pada perdagangan selanjutnya.

Wall Street Ditutup Beragam, Investor Menanti Data Inflasi AS | PT Equityworld

“Indikator Stochastic dan RSI juga terkonsolidasi pada area middle dengan momentum yang bergerak bullish. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak menguat diperdagangan hari ini dengan support resistance 6.063-6.144,” ujar Lanjar dalam rekomendasinya.

Hal senada disampaikan oleh Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper yang mengatakan, secara teknikal candlestick indeks membentuk formasi three white soldier mengindikasikan potensi melanjutkan penguatan jangka pendek.

“IHSG diprediksi menguat. Pergerakan pasar saham masih dibayangi kekhawatiran akibat rencana Tapering The Fed. Pergerakan juga akan didorong jumlah kasus Covid-19 yang sudah menurun signifikan,” ujar Dennies.

Dennies memproyeksikan hari ini IHSG akan bergerak resistance pada level 6.120 hingga 6.104, dan support pada level 6.062 hingga 6.036.

Bagaimana dengan saham-saham yang bisa dicermati dalam perdagangan di BEI hari ini? Simak rekomendasi saham dari dua perusahaan sekuritas ini.

  1. Pilarmas Investindo
    BBCA last price 32.775, support 32.325, resistance 33.875
    AGII last price 1.265, support 1.170, resistance 1.390
    EXCL last price 2.710, support 2.630, resistance 2.790, TP 3.050 – 3.550, Exit 2.750 – 1.900
  2. Artha Sekuritas
    SMCA entry level 2.020 – 2.060, TP 2.100 – 2.140, stop loss 2.000.
    PWON enty level 462 – 470, TP 480 – 490, stop loss 456.
    KLBF entry level 1.410 – 1.440, TP 1.500 – 1.530, stop loss 1.400.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, kami tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

PT Equityworld | Rekomendasi Mingguan Emas 13 – 17 September 2021: Akan Rally atau Sell-Off?

PT Equityworld | Memulai minggu lalu, emas melanjutkan kenaikannya ke $1.829, dan selanjutnya berfluktuasi turun naik, mengikuti turun naiknya dolar AS, dengan kembali naiknya dolar AS pada saat terakhir maka harga emas pada akhir minggu lalu kembali tertekan ke bawah $1,800 di $1,787 per troy ons, meskipun tekanan inflasi terus naik lebih besar daripada yang diperkirakan dengan PPI muncul di 0.7% dibandingkan dengan yang diperkirakan di 0.6%.

Emas sekali lagi gagal untuk naik menembus ke atas level $1,800 per ons, namun ada satu penggerak naik yang mengincar yang bisa membuat emas naik menembus rentang harga perdagangan saat ini.

Harga Emas Sedang Menunggu Keputusan dan Ini Mungkin Hasilnya | PT Equityworld

Banyak ahli trading emas memperingati investor akan kemungkinan terjadinya aksi jual di dalam saham-saham AS, dan apabila hal ini benar-benar terjadi, inilah yang diperlukan bagi harga emas untuk naik melewati rentang perdagangan harga yang normal.

Goldman Sachs Group, Morgan Stanley, Citigroup Inc. dan Bank of America Corp., semua sedang kuatir mengenai pasar saham AS, menyatakan bahwa valuasinya sudah menjadi ekstrim.

Deutsche Bank AG bergabung dengan bank-bank lainnya mengatakan pada minggu ini dengan pesan bahwa ada resiko akan koreksi pasar, menyebutkan bahwa valuasi saham AS telah meningkat sekitar 21 kali dari dari penghasilan.

Volatilitas di pasar saham kemungkinan apa yang diperlukan oleh emas saat ini. Assets cadangan dalam bentuk digital Bitcoin sebagai pendatang baru, bisa merintangi pergerakan naik harga emas, namun keduanya kelihatannya siap untuk mengalami kenaikan. Keguncangan di pasar saham kemungkinan bisa menjadi katalisatornya. Bahkan sedikit saja kegelisahan di pasar saham akan bisa membuat rally metal berharga.

Dengan potensi volatilitas pasar seperti ini dan mempertimbangkan level trading emas saat ini, kemungkinan tidak akan terjadi lagi aksi jual emas besar-besaran. Dengan yields riil yang negatif, tingginya ketegangan geopolitik dan potensi volatilitas pasar yang lebih besar, kemungkinan terjadinya kejatuhan harga emas seperti di tahun 2013 relatif rendah.

Meskipun demikian, emas terus menderita serangkaian kekecewaan, termasuk reversal minggu ini dari level $1,830 per troy ons.

Kebanyakan analis tetap netral dalam jangka pendek, mengatakan bahwa emas akan tetap bergerak dalam rentang harga yang terbatas kecuali bisa naik menembus ke atas $1,830 per ons atau jatuh ke bawah $1,780 per ons.

Untuk seminggu ini, harga emas kemungkinan hanya akan bergerak di sekitar $1,800. Namun apabila berbicara dalam horizon tiga bulan, ekspektasi pertumbuhan akan turun, namun ekspektasi terhadap inflasi tetap ada. Hal ini akan menjadi lingkungan yang bagus bagi emas.

Sementara itu, kenaikan harga emas sebagian dibatasi oleh ekspektasi the Fed akan segara melakukan “tapering” lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Minggu ini, perhatian akan kembali kepada data AS yang akan mempublikasikan angka final inflasi dan retail sales bulan Agustus yang diperkirakan akan turun menjadi 0.7%. Inflasi adalah faktor utama dibelakang penurunan sentimen konsumen dan dampaknya terhadap penjualan setelah penurunan yang tidak terduga di bulan Juli akan diperhatikan pasar dengan seksama. Apabila angka – angka yang keluar dari AS lebih lemah daripada yang diperkirakan, maka akan menguntungkan emas.

Akhirnya, pada hari Jumat fokus akan ada pada perkiraan pendahuluan dari Michigan Consumer Sentiment Index bulan September, yang diperkirakan berada pada 70.2.

“Support” terdekat menunggu di $1,780 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,750. “Resistance” terdekat menunggu di $1,803 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,815 dan kemudian $1,823.

Equityworld Futures | IHSG Jumat Siang Menguat ke Level 6.098; Bursa Asia Menguat Dipimpin China

Equityworld Futures | Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (10/9) terpantau menguat 29,827 poin (0,49%) ke level 6.098,046 setelah dibuka turun ke level 6.057,069.

IHSG bangkit dari zona merah dan berakhir positif, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat dipimpin bursa China yang sedang rebound.

Bursa Asia Melambung, Investor Cermati Saham Teknologi China | Equityworld Futures

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau menguat 0,21% atau 30 poin ke level Rp 14.222, dengan dollar AS di pasar uang Asia terbatas setelah melemah di sesi global sebelumnya; di tengah pilihan sebagai safe haven dan investor memperkirakan kapan dimulainya tapering oleh the Fed. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.252.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 11,150 poin (0,18%) ke level 6.057,069. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,799 poin (0,32%) ke level 869,046. Siang ini IHSG menguat 29,827 poin (0,49%) ke level 6.098,046. Sementara LQ45 terlihat turun tipis 0,01% atau 0,078 poin ke level 871,767.

Siang ini enam dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor cyclical yang merosot 0,94%, diikuti sektor basic industry yang turun 0,65%.

Tercatat sebanyak 261 saham naik, 220 saham turun dan 162 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 895.851 kali transaksi sebanyak 17,003 miliar lembar saham senilai Rp 6,427 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya mengaut, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 1,00%, dan Hang Seng yang naik 1,64%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Allo Bank (BBHI) 20,26%, Bank Neo Commerce (9.43%, Antam (ANTM) 6,15%, dan Bank Jago (ARTO) 4,46%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini agak sideways dengan bias menguat, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini menguat dipimpin bursa China yang sedang rebound.

Berikutnya IHSG kemungkinan bertahan di zona hijau masih di sekitar area konsolidasinya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.263 dan 6.358. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.938, dan bila tembus ke level 5.884.

Equityworld Futures | Harga emas mendekam di dekat level terendah 2 minggu gara-gara penguatan dolar

Equityworld Futures | Harga emas bertahan di dekat posisi terendah dua pekan pada hari Kamis (9/9), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Sementara investor menunggu keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan dirilis hari ini.

Melansir Reuters pukul 08.18 WIB, harga emas spot tidak berubah di US$1.789,39 per ons troi pada 0054 GMT, setelah menyentuh level terendah sejak 26 Agustus di US$1.781,30 pada sesi sebelumnya.

Tenang, Jangan Panik! Harga Emas Masih Bisa Naik… | Equityworld Futures

Sedangkan, harga emas berjangka AS turun 0,1% menjadi US$1.790,80.

Dolar AS mendapatkan dukungan dari sentimen risiko kehati-hatian, mengurangi daya tarik emas batangan bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Keputusan kebijakan ECB akan jatuh tempo pada 1145 GMT dan diperkirakan akan mengambil langkah kecil menuju pelonggaran bantuan ekonomi darurat era pandemi sambil tetap memberi sinyal dukungan berlimpah untuk tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, beberapa pembuat kebijakan Federal Reserve pada hari Rabu mengisyaratkan bahwa bank sentral AS tetap di jalur untuk memangkas pembelian aset besar-besaran tahun ini, meskipun perlambatan pertumbuhan pekerjaan terlihat pada bulan Agustus dan dampak kebangkitan kasus Covid-19.

Harga emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung naik di lingkungan suku bunga rendah, sementara beberapa investor juga memandang logam sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus.

Ekonomi AS “sedikit turun” pada Agustus karena gelombang baru virus corona menghantam restoran, perjalanan, dan pariwisata, The Fed melaporkan Rabu.

Dewan Investasi Platinum Dunia (WPIC) mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka sekarang memperkirakan pasar platinum global akan mengalami surplus tahun ini karena pasokan tambang meningkat dan permintaan investasi turun.

Harga platinum turun 0,4% menjadi US$975,78 per ons troi dan perak turun 0,1% menjadi US$23,94.

Harga palladium turun 0,2% menjadi US$2.245,89. Harga jatuh ke level terendah sejak 2 Februari di US$2,213,95 pada hari Rabu.

Equityworld Futures | Wall Street: S&P berakhir turun dan Big Tech mengangkat Nasdaq menembus rekor

Equityworld Futures | Indeks acuan S&P 500 ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (7/9). Sementara Nasdaq naik tipis ke rekor tertingginya, dipicu investor menyeimbangkan kekhawatiran tentang perlambatan pemulihan ekonomi dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 0,76% menjadi berakhir pada 35.100 dan S&P 500 kehilangan 0,34% menjadi 4.520,03. Sedangkan, Nasdaq Composite naik 0,07% menjadi 15.374.33.

Wall Street beragam, S&P 500 jatuh dan Nasdaq sentuh rekor tertinggi | Equityworld Futures

Meski begitu, S&P 500 tetap naik sekitar 20% pada tahun ini dan Nasdaq naik sekitar 19%.

Saham Amgen Inc turun 2,1% dan Merck & Co kehilangan 1,6% setelah Morgan Stanley memangkas peringkat sahamnya menjadi “equal-weight” dari “overweight.”

Nasdaq didukung oleh saham Big Tech yang telah memicu kenaikan Wall Street dalam beberapa tahun terakhir yakni saham Apple naik 1,6% dan Netflix naik 2,7%. Keduanya mencapai rekor tertinggi.

“Anda bisa menyebutnya sebagai gravitasi terhadap Big Tech. Karena orang merasa sedikit tidak yakin tentang bagaimana Covid-19 akan terjadi, Anda tidak perlu khawatir dengan pembukaan kembali perusahaan-perusahaan itu,” kata Tom Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta.

Sebagian besar saham Wall Street lainnya jatuh. Delapan dari sebelas sub-indeks diperdagangkan lebih rendah, dengan sektor sensitif ekonomi seperti industri turun 1,8% dan utilitas turun 1,4%. Indeks real estat kehilangan 1,1%.

Data penggajian Agustus yang hangat pada hari Jumat pekan lalu menimbulkan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi melambat.

Pada hari Selasa, Morgan Stanley memangkas peringkatnya pada saham AS menjadi underweight, menunjuk pada risiko yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi, kebijakan dan undang-undang, dan memperingatkan pihaknya memperkirakan dua bulan ke depan akan “bergelombang.”

Kebijakan bank sentral yang akomodatif dan optimisme pembukaan kembali telah mendorong S&P 500 dan Nasdaq ke rekor tertinggi selama beberapa minggu terakhir, tetapi kekhawatiran berkembang tentang meningkatnya infeksi virus corona karena varian Delta dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi.

Analis rata-rata mengharapkan perusahaan S&P 500 untuk meningkatkan pendapatan per saham mereka sebesar 30% pada kuartal September, menyusul lonjakan 96% pada kuartal kedua, menurut data I/B/E/S dari Refinitiv.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Dibuka Variatif, Investor Tunggu Rilis Data Perdagangan China

Equityworld Futures | Pada Selasa pagi (7/9/2021) terpantau Bursa saham Asia dibuka variatif. Investor masih menunggu data perdagangan China terbaru khususnya impor-ekspor, neraca perdagangan, indeks harga konsumen dan produsen yang dirilis hari ini hingga Kamis depan.

Pantauan MNC Portal di Market Watch hingga pukul 09.12 WIB, Shanghai Composite (SSEC) menguat tipis (0,30%) di 3.632. Sementara HSI Hong Kong ikut terkerek naik (0,61%) di 26.325.

Bursa Asia Mixed Jelang Rilis Neraca Perdagangan Tiongkok | Equityworld Futures

Nikkei 225 Jepang menguat (1,05%) di 29.970, sempat menembus level 30.000 untuk pertama kalinya sejak April 2021. Sementara KOSPI Korea turun (-0,60%) di 3.184.

STI Singapura merosot (-0,28%) di 3.092, dan ASX 200 Australia anjlok (-0,45%) di 7.494.

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat di level 6.135,8.

Di tingkat global, kekhawatiran terhadap varian baru Covid-19 masih menjadi sentimen negatif, diimbangi oleh pemulihan ekonomi dan data inflasi yang menjadi katalis positif.

Sementara data penyerapan tenaga kerja Amerika Serikat non-pertanian belakangan dirilis lebih rendah dari perkiraan.

Hal ini meningkatkan ekspektasi terhadap Federal Reserve untuk menunda aksi taperingnya.

“Delta dan varian potensial Covid-19 lainnya masih menjadi perhatian karena penyakit ini menyebar dengan cepat melalui masyarakat yang belum divaksinasi dan keefektifan vaksin yang telah dimulai awal tahun ini dipertanyakan,” kata Chief Investment Managers AXA, Chris Iggo dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Selasa (7/9/2021).

Chris meyakini pemulihan ekonomi masih akan terhambat oleh varian baru Covid ke depannya.

Equityworld Futures | Harga emas spot bertahan di dekat level tertinggi 2,5 bulan

Equityworld Futures | Harga emas melayang di bawah puncak 2,5 bulan pada Senin (6/9). Setelah data pekerjaan Amerika Serikat (AS) mengecewakan yang mengisyaratkan bahwa Federal Reserve dapat mendorong kembali timeline untuk langkah-langkah stimulus, meningkatkan daya tarik inflasi.

Melansir Reuters pukul 08.18 WIB, harga emas spot stabil di US$ 1.826,65 per ons troi, pada 0048 GMT. Pada sesi sebelumnya, harga emas mencapai puncak sejak 16 Juni di US$ 1.833,80. Sedangkan, harga emas berjangka turun 0,3% menjadi US$ 1.828,60.

Harga Emas Naik Dipicu Lesunya Data Tenaga Kerja Amerika | Equityworld Futures

Akhir pekan kemarin, Data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan Nonfarm Payrolls meningkat sebesar 235.000 pekerjaan bulan lalu, di bawah ekspektasi ekonom sebesar 728.000.

Data ekonomi terbaru itu mendorong indeks dolar ke level terendah sejak 4 Agustus.

Sementara itu, Ketua The Fed Jerome Powell telah mengisyaratkan bulan lalu bahwa mencapai pekerjaan penuh adalah prasyarat bagi bank sentral untuk mulai mengupas pembelian asetnya.

Asal tahu, emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan debasemen mata uang, yang disebabkan oleh sejumlah besar langkah stimulus.

Aktivitas bisnis zona euro tetap kuat bulan lalu, meskipun di tengah ketakutan tentang varian delta coronavirus dan masalah rantai pasokan luas, menurut survei IHS Markit. Ekonomi kawasan Eropa dapat kembali ke tingkat pra-covid pada akhir tahun.

Permintaan emas fisik di seluruh hub Asia atas sebagian besar diredam pekan lalu karena rebound harga domestik membuat pembeli menelepon, sementara dealer di India menyematkan harapan mereka pada musim festival yang akan datang untuk membawa lebih banyak pelanggan.

Spekulan mengangkat posisi bersih-bersihnya dalam emas Comex dan perak pada minggu yang berakhir 31 Agustus, data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS.

Di tempat lain, harga perak stabil pada US$ 24,69 per ons troi. Harga naik 3,4% pada sesi sebelumnya, kenaikan persentase satu hari terbesar sejak awal Mei.

Harga platinum turun 0,6% menjadi US$ 1.018,89 dan paladium naik 0,2% menjadi US$ 2.428,68.

PT Equity World | Wall Street berakhir menguat, S&P dan Nasdaq pertahankan rekor penutupan

PT Equity World | Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan S&P dan Nasdaq mempertahankan rekor penutupannya, sementara Dow naik moderat karena harga komoditas yang lebih tinggi membantu saham energi ternama pulih dan data pekerjaan terbaru membuat investor tidak terpengaruh tentang posisi yang ada.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 131,29 poin atau 0,37 persen, menjadi ditutup pada 35.443,82 poin. Indeks S&P 500 bertambah 12,86 poin atau 0,28 persen, menjadi menetap di 4.536,95 poin. Indeks Komposit Nasdaq menguat 21,80 poin atau 0,14 persen, menjadi berakhir di 15.331,18 poin.

IHSG BEI dibuka menguat seiring kenaikan bursa saham global | PT Equity World

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi melonjak 2,5 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor jasa komunikasi tergelincir 0,7 persen, menjadikannya kelompok dengan kinerja terburuk.

Sektor energi naik 2,5 persen, membalikkan sebagian besar kerugian yang diderita selama tiga hari pertama dalam seminggu. Kinerja pada Kamis (2/9/2021) didorong oleh harga minyak mentah AS yang melonjak 2,0 persen karena penurunan tajam dalam persediaan AS dan dolar yang lebih lemah.

Cabot Oil & Gas Corp dan Occidental Petroleum Corp mencatat kenaikan terbesar, masing-masing melonjak 6,7 persen dan 6,0 persen, dengan perusahaan minyak Exxon Mobil dan Chevron Corp keduanya naik lebih dari 2,0 persen.

Indeks teknologi tergelincir ke wilayah negatif, karena beberapa perusahaan industri terbesar melihat momentum kenaikan mereka baru-baru ini terhenti.

Amazon.com Inc, Microsoft Corp, Facebook Inc, dan pemilik Google Alphabet Inc semuanya turun antara 0,2 persen hingga 1,8 persen. Pengecualian Netflix Inc, yang naik 1,1 persen menjadi ditutup pada level tertinggi sepanjang masa.

Saham-saham AS secara teratur mencapai rekor tertinggi selama beberapa minggu terakhir karena musim laporan laba perusahaan yang solid dan harapan dukungan bank sentral yang berkelanjutan menopang kepercayaan.

Namun setiap kumpulan data baru dilihat melalui prisma apakah angka-angka tersebut dapat memengaruhi jadwal pengurangan stimulus Federal Reserve (Fed).

“Saya merasa kadang-kadang kita akhirnya mencoba membaca prediksi terlalu keras, dan The Fed cukup baik dalam berkomunikasi (pengurangan),” kata Kepala Investasi Kekayaan Pribadi Glenmede, Jason Pride, mencatat bahwa Fed tetap di jalan untuk mulai mengurangi stimulus sekitar akhir tahun.

Data pada Kamis (2/9/2021) menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu, meskipun fokusnya adalah pada laporan pekerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja pada Jumat waktu setempat untuk mengatur panggung pertemuan kebijakan Fed akhir bulan ini.

“Anda harus melihat ketukan atau kesalahan yang sangat luas dalam data ini untuk benar-benar mengubah pikiran orang,” kata Kepala Strategi Ekuitas dan Derivatif AS di BNP Paribas, Greg Boutle.

“Investor berada di kubu renormalisasi ini yang berpikir inflasi tidak akan terjadi, atau mereka percaya akan ada persistensi inflasi. Sungguh, itu akan menjadi kumpulan ketukan atau kesalahan yang akan menggerakkan jarum investor dan The Fed, daripada satu titik data.”

Meskipun banjir bandang mematikan di New York City, perdagangan di Wall Street beroperasi secara normal.

PT Equity World | Ini Dia Booster Buat IHSG, Kinerja Hijau Bursa Asia

PT Equity World | Mayoritas pasar saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Kamis (2/9/2021), di tengah variatifnya bursa saham Amerika Serika (AS) pada penutupan perdagangan dini hari, karena pelaku pasar sedikit kecewa dengan data ketenagakerjaan terbaru.

Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,55%, Hang Seng Hong Kong melesat 0,65%, Shanghai Composite China naik tipis 0,03%, dan Straits Times Singapura terapresiasi 0,16%.

Tapering Menghadang, IHSG Diproyeksi Loyo Hari Ini | PT Equity World

Sementara untuk indeks KOSPI Korea Selatan dibuka melemah 0,3% pada hari ini, setelah rilis data final pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun 2021.

Kabar seputaran vaksin virus corona (Covid-19) datang dari Jepang, di mana Moderna dan Takeda Pharmaceutical mengumumkan pada Rabu (1/9/2021) kemarin bahwa mereka akan bekerja sama dengan otoritas Jepang untuk menarik kembali beberapa batch vaksin setelah ditemukannya kontaminan stainless steel di beberapa botol vaksin.

Sementara itu dari Korea Selatan (Korsel), data pertumbuhan ekonomi final kuartal kedua tahun 2021 telah dirilis pada hari ini.

Berdasarkan data dari Trading Economics, pertumbuhan ekonomi Negeri Ginseng yang tergambarkan pada Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2021 tercatat tumbuh signifikan menjadi 6% secara tahunan (year-on-year/YoY), dari sebelumnya pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 1,9%.

Tumbuhnya PDB Korsel secara tahunan merupakan pertumbuhan tercepat dalam satu dekade dan lebih tinggi dari ekspektasi ekonomi yang memperkirakan tumbuh menjadi 5,9%.

Namun dalam basis kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), PDB Korsel tercatat turun menjadi 0,8%, dari sebelumnya pada kuartal I-2021 sebesar 1,7%.

Sementara itu dari Amerika Serikat (AS), bursa saham Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat, namun penguatannya cenderung tipis pada perdagangan Rabu (1/9/2021) waktu AS, merespons data ketenagakerjaan yang berada di bawah ekspektasi pasar dan jelang rapat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,03% ke level 4.524,09 dan Nasdaq Composite menguat 0,33% ke posisi 15.309,38. Namun untuk indeks Dow Jones lagi-lagi melemah 0,14% ke level 35.312,53.

Data ADP National Employment menunjukkan Negara Adidaya itu bulan lalu mencetak 374.000 slip gaji baru. Angka itu jauh di bawah ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 600.000.

Laporan itu mengawali rilis slip gaji yang akan dikeluarkan pada Jumat, di mana ekonom dalam polling Dow Jones memprediksi 720.000 slip gaji baru diterbitkan, dengan angka pengangguran 5,2%.

Sepanjang tahun berjalan, indeks S&P 500 menguat lebih dari 20% tanpa sekalipun terkoreksi hingga di bawah 5%. Indeks acuan utama bursa AS ini ditutup di atas rerata pergerakan 200 hari yang mengindikasikan bahwa nuansa bullish masih kuat.

Namun, beberapa pihak mengingatkan potensi koreksi pada September karena sejak Oktober tahun lalu belum ada koreksi terhadap bursa AS terutama jelang rapat The Fed pada September dan berlanjutnya kekhawatiran penyebaran virus Covid-19 varian Delta.

Merespons data ketenagakerjaan yang kurang memuaskan tersebut, imbal hasil (yield) acuan obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun ditutup flat pada perdagangan dini hari tadi. Untuk yield 10 tahunnya berada di 1,3% sementara untuk yield 30 tahun mendekati 1,92%.

PT Equity World | Harga Emas Lanjutkan Penurunan Menanti Data Tenaga Kerja Amerika

PT Equity World | Pergerakan harga emas lesu di tengah sikap investor yang menunggu laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) akhir pekan ini. Data tersebut bakal memberikan sinyal terkait rencana Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas stimulusnya.

Harga Emas Bakal Hadapi ‘Ombak’ Ganas! | PT Equity World

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk turun Rp 3.000 ke level Rp 941 ribu per gram pada perdagangan hari ini (1/9). Mengutip laman Logam Mulia, harga buyback atau harga jual emas turun Rp 2.000 ke level Rp 834 ribu per gram.

Sementara itu, melansir Bloomberg pada perdagangan pagi ini, harga emas commodity exchange (Comex) untuk kontrak Desember 2021 turun 0,20% ke level US$ 1.814,5 per troy ons. Sedangkan untuk emas spot (XAUUSD) turun 0,10% ke level US$ 1.811,8 per troy ons. Adapun untuk indeks dolar AS spot naik 0,12% ke 92,73.

Melansir Reuters, pekan lalu The Fed menggelar simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan belum memberikan waktu yang pasti kapan bank sentral akan memangkas belanja obligasinya.

“The Fed akan menarik pelatuknya, tapi tidak akan ada pemangkasan besar dalam kebijakan moneternya selama beberapa bulan ke depan. Jadi, emas akhirnya akan baik-baik saja,” kata Kepala strategi TD Securities Bart Melek, Selasa (31/8).

Sementara itu, investo tengah khawatir menanti rilis data tenaga kerja AS akhir pekan ini. Data penggajian non petani atau non-farm payrolls (NFP) dapat berpengaruh terhadap arah kebijakan moneter The Fed.

Kepercayaan konsumen AS menunjukkan penurunan ke level terendah dalam enam bulan terakhir pada Agustus 2021. Hal itu disebabkan meningkatnya kekhawatiran pasar akan melonjaknya kasus Covid-19 dan inflasi yang lebih tinggi.

Emas dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, sementara kenaikan suku bunga acuan dapat meningkatkan biaya pemegang emas sehingga tidak memberikan imbal hasil.

Nilai pada emas perhiasan dan emas untuk investasi berbeda. Hal tersebut bergantung pada tingkat gramasi dan kandungan emas murni pada produk tersebut. Umumnya, emas batangan dipilih untuk investasi, karena semakin besar gramasi semakin baik harga yang diperoleh atau mendekati pergerakan harga emas global.

Selain emas batangan, saat ini sudah banyak platform yang menawarkan investasi secara digital, sehingga mempermudah masyarakat dalam bertransaksi hingga menyimpan emas.

Design a site like this with WordPress.com
Get started