Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Merosot Usai Wall Street Tumbang

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Merosot Usai Wall Street Tumbang

Equityworld Futures | Pasar Asia-Pasifik merosot pada perdagangan Jumat, (14/11/2025), mengikuti pelemahan di Wall Street seiring tekanan berlanjut pada saham teknologi. Keraguan pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Fed turut menambah sentimen negatif.

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Naik di Atas $4.150 Setelah Penutupan Pemerintah AS Berakhir

Indeks acuan Jepang Nikkei 225 turun 1,85%, sementara Topix merosot 1,03%. Saham teknologi memimpin penurunan, dengan Rakuten Group anjlok 6,57%, Advantest turun 5,27%, dan Lasertec melemah 3,97%.

Raksasa teknologi Jepang SoftBank jatuh hingga 8% pada awal perdagangan, menandai penurunan tiga hari beruntun setelah mengungkap penjualan seluruh sahamnya di Nvidia. Di Korea Selatan, Kospi turun 2,29% dan Kosdaq melemah 1,42%.

Saham unggulan Korea Selatan seperti Samsung Electronics merosot lebih dari 3%, sementara SK Hynix yang memasok chip memori untuk Nvidia turun 5%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 terkoreksi 1,58%.

Kontrak berjangka Hang Seng mengarah pada pembukaan yang lebih rendah di level 26.701, dibandingkan penutupan sebelumnya di 27.073,03. China hari ini akan merilis data penjualan ritel, output industri, dan investasi aset tetap untuk Oktober.

Investasi aset tetap China, termasuk sektor properti, sebelumnya turun tak terduga sebesar 0,5% pada September. Rilis data terbaru ini menjadi perhatian investor untuk melihat arah pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu.

Dari Amerika Serikat, seluruh indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah seiring arus jual pada saham teknologi, terutama yang terkait tema kecerdasan buatan. Kekhawatiran soal valuasi membuat tekanan di sektor tersebut semakin kuat.

Dow Jones Industrial Average jatuh 797,60 poin atau 1,65% ke 47.457,22, jauh dari rekor yang dicapai sesi sebelumnya. S&P 500 melemah 1,66% menjadi 6.737,49.

Sektor teknologi informasi dan layanan komunikasi memimpin pelemahan di indeks yang lebih luas, dengan Disney anjlok hampir 8% akibat hasil kuartal IV fiskal yang beragam. Nasdaq Composite turun 2,29% ke 22.870,36, sementara ketiga indeks utama serta Russell 2000 mencatat kinerja harian terburuk sejak 10 Oktober.

Komentar terbaru dari pejabat The Fed menunjukkan meningkatnya keraguan tentang perlunya pemangkasan suku bunga untuk ketiga kalinya pada pertemuan 9-10 Desember. Boston Fed President Susan Collins mengatakan kebijakan suku bunga kemungkinan perlu dipertahankan di level saat ini untuk menyeimbangkan risiko inflasi dan ketenagakerjaan.

Dampak dari komentar tersebut membuat pasar menyesuaikan kembali ekspektasinya. Jika beberapa hari lalu pelaku pasar masih memperkirakan peluang 2 banding 1 untuk pemangkasan suku bunga, kini proyeksinya berubah menjadi 50:50 berdasarkan alat FedWatch milik CME Group.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street: Dow Jones Cetak Rekor, Nasdaq Tertekan

Equityworld Futures | Wall Street: Dow Jones Cetak Rekor, Nasdaq Tertekan

Equityworld Futures | Bursa saham Wall Street berakhir variatif, dengan Dow Jones Industrial Average mencatat rekor penutupan tertinggi. Saat ini, sentimen pasar juga terfokus pada kemungkinan berakhirnya penutupan pemerintahan (government shutdown) terpanjang di AS.

Equityworld Futures | Tiba-Tiba Harga Emas Sudah Tembus US$ 4.200, Awas Ada Bahaya di Depan!

Dikutip dari Reuters, Dow Jones naik 0,68 persen atau 326,86 poin ke 48.254,82, pada penutupan perdagangan Rabu 12 November 2025 waktu setempat.

S&P 500 ditutup naik tipis 0,06 persen atau 4,31 poin ke posisi 6.850,92. Sementara, Nasdaq turun 0,26 persen menjadi 23.406,46.

Dari 11 sektor utama S&P 500, enam berakhir di zona hijau, dipimpin sektor kesehatan naik 1,36 persen dan keuangan naik 0,9 persen.

Dewan Perwakilan Rakyat AS dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk mengesahkan RUU pendanaan sementara (stopgap funding) yang akan memulihkan bantuan pangan, membayar pegawai federal, dan mengaktifkan kembali sistem pengendalian lalu lintas udara, sebelum ditandatangani Presiden Donald Trump.

“Langkah ini positif dari sisi sentimen karena menghapus salah satu risiko utama yang membebani pasar,” kata Bill Northey, Senior Investment Director U.S. Bank Wealth Management.

Kenaikan saham Goldman Sachs dan UnitedHealth Group sekitar 3,5 persen mendorong Dow Jones menutup rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut. Namun, saham teknologi unggulan justru tertekan Tesla jatuh 2,1 persen, Palantir berkurang 3,6 persen, dan Oracle minus 3,9 persen. Sementara saham AMD melonjak 9 persen setelah menetapkan target pendapatan data center 100 miliar Dolar AS.

Volume perdagangan relatif tipis, sebanyak 17,2 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dari rata-rata 20,5 miliar saham 20 sesi terakhir.

Penutupan pemerintahan menekan perekonomian dan mengurangi data resmi, memaksa pasar mengandalkan indikator swasta. Laporan ADP menunjukkan perusahaan swasta mengurangi rata-rata 11.250 tenaga kerja per minggu selama empat pekan terakhir, menandakan pelemahan pasar tenaga kerja.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Shutdown AS Akan Berakhir, Wall Street Euforia, IHSG-Rupiah Siap Pesta

Equityworld Futures | Shutdown AS Akan Berakhir, Wall Street Euforia, IHSG-Rupiah Siap Pesta

Equityworld Futures | Pasar keuangan Tanah Air kemarin bergerak dua arah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menguat di awal perdagangan akhirnya ditutup melemah tipis 0,04% ke level 8.391,24 pada Senin (10/11/2025). Sementara di sisi lain, rupiah justru melanjutkan tren positifnya dengan menguat 0,21% ke posisi Rp16.645 per dolar AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak 2 Rekor, Langsung Melesat ke Level US$ 4.100

Pasar keuangan hari ini diharapkan kompak menguat. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup melemah berbalik arah pada Senin (10/11/2025). IHSG ditutup koreksi tipis 0,04% atau -3,35 poin ke level 8.391,24.

Walau pada pagi hari kemarinvindeks dibuka naik 0,58% dan sempat melesat 1% pada satu jam pertama sesi I. Penguatan IHSG terpangkas pada akhir sesi I menjadi 0,25%.

Sepanjang hari, indeks bergerak pada rentang 8.391,24-8.478,15. Sebanyak 389 saham naik, 300 turun, dan 267 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 20,61 triliun, melibatkan 43,38 miliar saham dalam 2,6 juta kali transaksi.

Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor berada di zona hijau. Utilitas memimpin dengan penguatan 2,3% dan diikuti oleh properti (1,73%) serta bahan baku (1,07%).

Kemudian sektor energi turun paling dalam, yakni -3,52%. Finansial, kesehatan, dan konsumer primer, masing-masing turun 0,57%, 0,48%, dan 0,13%.

Sebanyak 371 saham menguat, 282 melemah dan 157 stagnan. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp 416,04 miliar.

Adapun IHSG berbalik arah disebabkan oleh koreksi tajam saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Saham emiten milik Sinar Mas ini turun 12% ke level 88.000. DSSA menyeret indeks sebanyak -46,28 indeks poin.

Sementara itu, tiga saham terkuat yang mencoba mengungkit indeks hari ini adalah GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Barito Renewables Energy (BREN), dan Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE).

Beralih ke pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat pada Senin (10/11/2025), Berdasarkan data Refinitiv, rupiah terapresiasi sebesar 0,21% ke level Rp16.645/US$. Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren positif rupiah yang telah berlangsung selama tiga hari beruntun sejak 6 November 2025.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau tengah mengalami pelemahan 0,05% ke level 99,548.

Penguatan rupiah hari ini terjadi seiring dengan berlanjutnya pelemahan indeks dolar AS. DXY tercatat melemah sejak 5 November 2025 dan terus berlanjut hingga perdagangan Senin (10/11/2025).

Sementara pelemahan dolar AS terjadi setelah adanya kemajuan pembahasan di Kongres Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri penutupan pemerintahan (government shutdown). Senat pada Minggu waktu AS, menyetujui langkah awal untuk meloloskan rancangan undang-undang pendanaan pemerintah hingga 30 Januari 2026.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melandai ke 6,13% dari 6,14% pada akhir pekan lalu. Imbal hasil yang melandai menandai harga SBN sedang naik karena diburu investor.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Sepekan Ini Diproyeksi Goyang, Investor Cermati Data Ekonomi AS dan Dampak Shutdown

Equityworld Futures | Wall Street Sepekan Ini Diproyeksi Goyang, Investor Cermati Data Ekonomi AS dan Dampak Shutdown

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street tergelincir dari rekor tertingginya, setelah gejolak saham teknologi dan data tenaga kerja lemah memicu kekhawatiran baru terhadap arah perekonomian Negeri Paman Sam.

Equityworld Futures | Harga Emas Bikin Spot Jantung, Ini Proyeksi Terbaru dari Lembaga Dunia

Para investor kini bersiap menghadapi pekan ini yang dinilai penuh ketidakpastian.

Mengutip Reuters,nSenin (10/11/2025), indeks S&P 500 menutup perdagangan Jumat (7/11/2025) dengan penurunan mingguan, setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga pekan berturut-turut. Indeks acuan itu kini terkoreksi sekitar 2,4 persen dari level tertingginya pada 28 Oktober lalu.

Kekhawatiran terhadap valuasi saham yang dinilai terlalu tinggi, khususnya saham-saham teknologi yang melonjak karena euforia kecerdasan buatan (AI), semakin membesar setelah munculnya data ketenagakerjaan yang lemah.

Salah satu laporan menunjukkan lonjakan pengumuman pemutusan hubungan kerja (PHK) di kalangan perusahaan AS.

Situasi ini diperparah oleh keterbatasan data ekonomi resmi akibat penutupan sebagian pemerintah federal AS (shutdown) sejak 1 Oktober, yang membuat publikasi data ekonomi oleh lembaga pemerintah tertunda.

“Kami tidak banyak mendapatkan data ekonomi. Pada valuasi saat ini dan setelah kenaikan yang besar, investor mulai lebih berhati-hati. Itu bukan hal buruk, tapi datang di saat ketidakpastian pertumbuhan ekonomi meningkat,” ujar Anthony Saglimbene, Kepala Strategi Pasar di Ameriprise Financial.

Investor kini menimbang apakah koreksi yang terjadi merupakan profit-taking wajar setelah reli panjang, atau awal dari penurunan yang lebih tajam. Kekhawatiran akan terbentuknya “gelembung AI” membuat pelaku pasar tetap waspada.

Sejak awal tahun, S&P 500 masih mencatat kenaikan 14 persen, dan telah melonjak 35 persen dari titik terendah tahun ini pada April.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Rebound, Saham Teknologi Naik Usai Data Tenaga Kerja AS di Atas Ekspektasi

Equityworld Futures | Wall Street Rebound, Saham Teknologi Naik Usai Data Tenaga Kerja AS di Atas Ekspektasi

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Rabu (5/11/2025) waktu setempat, dipimpin kenaikan saham-saham teknologi setelah data ketenagakerjaan sektor swasta menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan.

Equityworld Futures | Bukan China, Ada Kekuatan Lebih Ngeri di Balik Harga Emas Dunia

Berdasarkan laporan ADP, sektor swasta AS menambah 42.000 pekerjaan baru pada Oktober, melampaui proyeksi ekonom yang memperkirakan penambahan hanya 28.000 pekerjaan.

Meski demikian, beberapa sektor seperti jasa profesional dan bisnis masih mencatat penurunan tenaga kerja untuk bulan ketiga berturut-turut.

Data tersebut menjadi perhatian pelaku pasar di tengah kekhawatiran terhadap pelemahan pasar tenaga kerja dan penutupan sebagian pemerintahan AS yang kini menjadi yang terpanjang dalam sejarah.

Presiden Donald Trump kembali mendesak Partai Republik di Senat untuk menghapus aturan filibuster demi mengakhiri kebuntuan politik yang membuat roda pemerintahan tersendat.

Mengutip Reuters, kabar positif dari data ketenagakerjaan itu mendorong aksi beli di saham teknologi.

Indeks Nasdaq naik lebih dari 1 persen, sementara indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) melesat 3,9 persen setelah sempat anjlok tajam sehari sebelumnya.

Saham Advanced Micro Devices (AMD) turut menguat 3,2 persen setelah perusahaan itu menyampaikan proyeksi pendapatan yang lebih optimistis.

“Pasar hari ini mengalami semacam relief rally,” ujar Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities, New York.

Menurutnya, data ADP memberi sinyal bahwa kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja mungkin berlebihan.

Jika data resmi nanti menunjukkan tren serupa, optimisme pasar bisa semakin menguat.

Di akhir perdagangan, Dow Jones Industrial Average menguat 0,62 persen ke 47.377,06, S&P 500 naik 0,77 persen ke 6.823,92, dan Nasdaq Composite menanjak 1,15 persen ke 23.616,11.

Sementara itu, indeks global MSCI World turut naik 0,41 persen dan indeks Eropa STOXX 600 menguat 0,23 persen.

Di Asia, pasar saham sempat bergejolak.
Indeks Nikkei Jepang sempat anjlok hampir 7 persen dari rekor tertingginya, sedangkan Kospi Korea Selatan turun hingga 6,2 persen sebelum menutup perdagangan dengan pelemahan 2,9 persen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Berjemaah Imbas Kekhawatiran Valuasi Saham AI

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Berjemaah Imbas Kekhawatiran Valuasi Saham AI

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok berjemaah pada perdagangan Selasa (4/11/2025) waktu setempat. Penurunan ini dipicu aksi jual pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk Palantir, di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap valuasi yang dinilai terlalu tinggi.

Equityworld Futures | Harga Emas Babak Belur! Dihajar “Musuh Abadinya”, Ambles ke US$3.900

Dikutip dari CNBC internasional, indeks S&P 500 anjlok 1,17% ke level 6.771,55. Indeks Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi ambles 2,04% ke posisi 23.348,64. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 251,44 poin (0,53%) menjadi 47.085,24.

Saham Palantir ambles sekitar 8%, meski perusahaan perangkat lunak itu membukukan kinerja kuartal III yang melampaui ekspektasi Wall Street dan memberikan panduan optimistis berkat pertumbuhan bisnis AI. Saham Palantir yang telah melonjak lebih dari 150% sepanjang tahun ini kini diperdagangkan di atas 200 kali laba per saham (forward P/E ratio).

Valuasi tinggi ini mencerminkan ekspektasi investor bahwa perusahaan-perusahaan AI akan terus mencatat lonjakan pendapatan dan laba secara signifikan untuk membenarkan harga saham yang tinggi.

Saham Oracle yang memiliki rasio P/E lebih dari 33 turun hampir 4%, memangkas sebagian kenaikan hampir 50% sejak awal tahun. Saham AMD juga merosot hampir 4%, sementara saham Nvidia dan Amazon ikut melemah.

Kenaikan saham-saham AI telah mendorong rasio harga terhadap laba (P/E ratio) ke depan S&P 500 ke level di atas 23, mendekati titik tertingginya sejak tahun 2000, menurut data FactSet.

Kepala Strategi Pasar di Ameriprise Anthony Saglimbene menilai, valuasi saham saat ini mulai ‘terlalu mahal’ tanpa adanya koreksi berarti dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami belum melihat tekanan besar di pasar sejak April. Laba perusahaan memang baik, tapi investor mulai bertanya, dengan besarnya belanja modal (capex) dari perusahaan teknologi besar, apakah pertumbuhan laba setahun ke depan akan cukup untuk membenarkan pengeluaran tersebut?,” ujarnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Berkat Reli Saham AI

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Berkat Reli Saham AI

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Senin (3/11/2025). Penguatan itu ditopang meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI), menyusul sejumlah kesepakatan besar di sektor teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik, Pasar Tunggu Data Penting dari AS

Dikutip dari CNBC internasional, Nasdaq yang sarat saham teknologi naik 0,46% di level 23.834,72. Sementara S&P 500 mengguat tipis 0,17% menjadi 6.851,97. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average malah melemah 226,19 poin (0,48%) di level 47.336,68.

Salah satu motor penggerak utama kenaikan pasar adalah Amazon, yang sahamnya melonjak 4% setelah perusahaan menandatangani kesepakatan senilai US$ 38 miliar dengan OpenAI. Kerja sama ini akan memanfaatkan ratusan ribu unit chip grafis (GPU) buatan Nvidia untuk memperkuat infrastruktur AI Amazon.

Kabar tersebut turut mendorong reli saham emiten semikonduktor. Saham Micron Technology naik 5%, Nvidia menguat 2%, dan ETF VanEck Semiconductor (SMH) bertambah 1%. Lonjakan tertinggi terjadi pada Iren, perusahaan pusat data asal Australia, yang melesat 13% usai meneken kontrak jangka panjang senilai US$ 9,7 miliar dengan Microsoft untuk penyediaan GPU Nvidia GB300.

Nvidia juga mendapat tambahan sentimen positif setelah Microsoft mengumumkan telah memperoleh izin ekspor dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengirim chip Nvidia ke Uni Emirat Arab (UEA). Nvidia menargetkan total investasi di UEA mencapai US$ 15,2 miliar hingga 2029.

Namun, di luar saham teknologi, sebagian besar emiten melemah. Tercatat lebih dari 400 saham di S&P 500 berada di zona merah, menunjukkan masih sempitnya basis penguatan pasar. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena reli Oktober lalu didorong terutama oleh saham-saham terkait AI.

“Pasar saat ini memberikan penghargaan pada pemain utama di sektor AI,” ujar Kepala Riset Teknologi DA Davidson Gil Luria sembari menyebut Nvidia, Microsoft, Google, Amazon, dan Palantir sebagai emiten yang paling diuntungkan dari tren ini.

“Mereka memiliki kemampuan finansial dan infrastruktur untuk memperluas kapasitas komputasi AI, baik secara mandiri maupun melalui penyedia pusat data eksternal,” tambahnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok di Tengah Musim Laporan Keuangan Perusahaan Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok di Tengah Musim Laporan Keuangan Perusahaan Teknologi

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street anjlok pada perdagangan yang berakhir Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Equityworld Futures | Menyeramkan! Ini Ramalan Harga Emas Terbaru dari 10 Lembaga Dunia

Saham AS turun karena investor mencerna sejumlah pendapatan Big Tech. Sementara itu, pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping berakhir.

Indeks S&P 500 turun 0,99 persen dan mengakhiri hari di level 6.822,34.

Sementara itu, Nasdaq Composite turun 1,57 persen dan ditutup pada 23.581,14.

Kemudian, indeks Dow Jones Industrial Average diperdagangkan turun 109,88 poin, atau 0,23 persen, menjadi 47.522,12.

Raksasa teknologi megacap Alphabet Meta dan Microsoft masing-masing melaporkan hasil kuartalan setelah penutupan pasar pada hari Rabu.

Saham Alphabet melonjak 2,5 persen berkat hasil yang kuat. Sementara itu, saham Meta dan Microsoft masing-masing anjlok lebih dari 11 persen dan sekitar 3 persen.
Investor semakin khawatir dengan prospek peningkatan pengeluaran untuk Meta dan Microsoft.

Penurunan Meta dan Microsoft, serta raksasa chip kecerdasan buatan Nvidia, menandai rotasi keluar saham teknologi pada sesi tersebut.

Meskipun saham-saham tersebut lebih rendah, saham-saham perbankan seperti JPMorgan dan Bank of America mengalami kenaikan, begitu pula saham perawatan kesehatan setelah hasil kuartalan Eli Lilly dan proyeksi kenaikan yang lebih baik dari perkiraan. Saham Eli Lilly naik hampir 4 persen.

Perdagangan juga menjadi fokus setelah Trump setuju untuk memangkas tarif fentanil terhadap China menjadi 10 persen.

Hal ini meningkatkan total tarif impor China dari 57 persen menjadi 47 persen.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Beijing akan berupaya menghentikan masuknya fentanil ke AS dan membeli kedelai hasil produksi AS beserta produk pertanian lainnya. China juga menunda pembatasan terbaru ekspor tanah jarang selama satu tahun.

Meskipun demikian, isu-isu lain seperti ekspor cip Nvidia dan divestasi TikTok masih belum terselesaikan. Namun, Kementerian Perdagangan China menyatakan bersedia bekerja sama dengan AS untuk menyelesaikan masalah terkait TikTok.

Wall Street mengalami hari yang beragam. Indeks Dow, S&P 500, dan Nasdaq mencapai level tertinggi intraday baru di awal sesi Rabu, dengan Nasdaq juga mencapai level tertinggi penutupan baru.

Namun, baik Indeks Dow maupun S&P ditutup di zona merah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral mungkin tidak akan memangkas suku bunga lagi pada pertemuan Desember.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Variatif Imbas Pernyataan Powell Soal Suku Bunga

Equityworld Futures | Wall Street Variatif Imbas Pernyataan Powell Soal Suku Bunga

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup variatif pada perdagangan Rabu (29/10/2025) waktu setempat setelah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell bahwa pemangkasan lanjutan pada Desember belum tentu dilakukan membuat pasar berbalik hati-hati.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok, Pembeli “Wait and See”

Melansir Reuters pada Kamis (30/10/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 62,39 poin atau 0,13% ke level 47.643,98. Sementara itu, S&P 500 nyaris stagnan dengan kenaikan tipis 0,50 poin atau 0,01% ke 6.891,39.

Adapun, Nasdaq Composite naik 130,98 poin atau 0,58% ke 23.965,74, ditopang reli saham Nvidia yang sempat menembus valuasi pasar US$5 triliun untuk pertama kalinya.

Sebelum pernyataan Powell, pelaku pasar sempat optimistis setelah The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, sesuai perkiraan, dan mengumumkan akan kembali melakukan pembelian terbatas surat utang pemerintah AS (Treasury securities).

Dengan kebijakan baru tersebut, suku bunga acuan AS kini berada di kisaran 3,75%–4,00%, menjadi pemangkasan kedua sepanjang tahun ini. The Fed juga menyoroti keterbatasan data ekonomi akibat penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) yang tengah berlangsung di AS.

“Powell menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga Desember belum menjadi keputusan pasti. Namun, kebijakan The Fed tetap bergantung pada data ekonomi,” ujar Oliver Pursche, Senior Vice President di Wealthspire Advisors, Westport, Connecticut.

Setelah Powell berbicara, pelaku pasar menurunkan ekspektasi peluang pemangkasan suku bunga pada Desember dari 90% menjadi 71%.

Sementara itu, reli saham Nvidia terus berlanjut. Emiten raksasa chip AI tersebut telah melonjak lebih dari 50% sepanjang tahun ini, menjadi motor utama penguatan sektor teknologi di Wall Street.

Investor kini menantikan laporan keuangan dari sejumlah raksasa teknologi lain seperti Meta Platforms, Microsoft, dan Alphabet, yang dijadwalkan rilis usai penutupan perdagangan.

Menurut data LSEG, hingga Rabu sebanyak 222 perusahaan di indeks S&P 500 telah merilis laporan kinerja kuartalannya, dengan sekitar 85% di antaranya melaporkan laba di atas ekspektasi analis — menunjukkan tren kinerja korporasi yang tetap solid di tengah ketidakpastian suku bunga.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Selasa (28/10): Nvidia, Microsoft, Apple Pimpin Pasar

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Selasa (28/10): Nvidia, Microsoft, Apple Pimpin Pasar

Equityworld Futures | Wall Street kembali menorehkan rekor penutupan tertinggi pada Selasa (28/10/2025), dipicu lonjakan saham Nvidia dan optimisme menjelang laporan keuangan perusahaan teknologi besar.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk ke Titik Terendah! Harapan Bangkit Tinggal Mimpi?

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 161,78 poin (+0,34%) menjadi 47.706,37, S&P 500 naik15,73 poin (+0,23%) menjadi 6.890,89, dan Nasdaq Composite naik190,04 poin (+0,8%) menjadi 23.827,49

Saham Nvidia naik 5% setelah mengumumkan akan membangun tujuh superkomputer AI untuk Departemen Energi AS dan mengungkapkan pesanan chip AI senilai $500 miliar.

Kenaikan ini menambah lebih dari $230 miliar ke nilai pasar perusahaan, mendekatkan Nvidia pada valuasi US$5 triliun.

Saham Microsoft juga menguat 2% setelah kesepakatan yang memungkinkan OpenAI merestrukturisasi menjadi perusahaan publik dengan tujuan manfaat publik, memberikan Microsoft kepemilikan 27% pada pembuat ChatGPT.

Saham Apple naik tipis 0,1% setelah sempat menembus valuasi pasar $4 triliun. Analis mengatakan momentum dan laporan keuangan yang kuat menjadi pendorong pasar saat ini.

Investor menantikan laporan kuartal dari Apple, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms, dengan fokus pada pengeluaran terkait AI.

Perkembangan Perdagangan dan Kebijakan

Wall Street Journal melaporkan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan membahas kerangka perdagangan untuk menurunkan tarif AS atas barang China dengan imbalan komitmen Beijing membatasi ekspor bahan kimia prekursor fentanyl.

Di Jepang, Trump memuji Perdana Menteri Sanae Takaichi saat kedua negara menandatangani kesepakatan untuk memperkuat pasokan mineral kritis dan tanah jarang, mengurangi ketergantungan pada China.

Update Laporan Keuangan

Hasil kuartal ketiga dari 180 perusahaan S&P 500 menunjukkan kenaikan laba 10,5% secara tahunan, melampaui perkiraan sebelumnya.

Investor juga menantikan keputusan Federal Reserve yang diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu, dengan perhatian pada panduan kebijakan mengingat pemerintah AS telah tutup hampir sebulan, menunda data ekonomi penting.

Estimasi awal ADP menunjukkan ekonomi AS menambah rata-rata 14.250 pekerjaan dalam empat minggu hingga 11 Oktober, meski pengumuman PHK dari perusahaan besar seperti Amazon menahan optimisme.

Saham United Parcel Service melonjak 8% setelah melaporkan hasil kuartal yang kuat, mencerminkan kemajuan dari restrukturisasi besar-besaran yang menargetkan penghematan biaya US$3,5 miliar pada 2025.

Saham Visa sempat naik setelah melaporkan kenaikan laba kuartalan yang disesuaikan, meski berakhir turun 0,3% pada sesi reguler.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started