PT Equityworld | Emas Dunia Curi Panggung Kemenangan dari Dolar AS

PT Equityworld | Harga emas berjangka memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan dapat terjadi ketika indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) sebagian besar diperdagangkan lebih rendah dan dolar AS melemah.

Mengutip Antara, Kamis, 6 Januari 2022, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD10,5 atau 0,58 persen menjadi USD1.825,10 per ons. Sehari sebelumnya, emas berjangka menguat USD14,5 atau 0,81 persen menjadi USD1.814,60 per ons, setelah anjlok USD28,5 menjadi USD1.800,10 per ons.

Obligasi AS Naik Lagi, Kilau Emas Langsung Redup | PT Equityworld

“Investor tampaknya tertarik pada emas karena kasus varian Omicron yang meningkat mempercepat pelarian ke tempat yang aman,” kata Manajer dan Analisis Pasar FXTM Lukman Otunuga.

Bagaimana emas mengakhiri minggu perdagangan pertama di 2022 akan dipengaruhi tidak hanya oleh risalah pertemuan FOMC hari ini, tetapi juga data pekerjaan utama AS pada Jumat waktu setempat. “Jika laporan ini memperkuat ekspektasi atas Federal Reserve menaikkan suku bunga tiga kali tahun, ini bisa mengirim emas dengan imbal hasil nol lebih rendah,” ucapnya.

Tak lama setelah pasar ditutup, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) merilis risalah pertemuannya pada Desember. Risalah menunjukkan bahwa pejabat Federal Reserve umumnya berpikir kenaikan suku bunga bisa datang lebih cepat dan pada laju yang lebih cepat dari yang mereka duga sebelumnya.

Menurut risalah dari pertemuan kebijakan Fed 14-15 Desember, pejabat Fed mengatakan bulan lalu bahwa pasar tenaga kerja AS sangat ketat dan mungkin tidak hanya perlu menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan, tetapi juga mengurangi kepemilikan aset dengan cepat.

Emas berjangka jatuh dalam perdagangan elektronik setelah risalah Fed, ketika indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS memangkas kembali kerugian mereka.

“Pasar emas telah melihat kemunduran dari tertinggi baru-baru ini dalam menanggapi risalah Fed. Pasar sudah terbebani oleh ekspektasi Fed yang lebih hawkish,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.

“Kenaikan imbal hasil obligasi jelas membebani pasar emas. Namun, dukungan yang mendasari premis di pasar ini adalah tekanan inflasi yang sedang berlangsung dan kekhawatiran virus membawa sedikit elemen permintaan safe haven,” tambahnya.

Investor juga menunggu laporan pekerjaan bulanan AS yang akan keluar pada Jumat waktu setempat, yang dapat membantu memandu arah harga emas. Data ekonomi yang dirilis beragam. Laporan ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) yang dirilis menunjukkan bahwa pengusaha menambahkan 807 ribu pekerjaan pada Desember, menggandakan ekspektasi pasar.

Indeks Manajer Pembelian Jasa-jasa AS terakhir yang disusun oleh IHS Markit turun menjadi 57,6 pada Desember dari 58,0 pada November.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 11,4 sen atau 0,49 persen menjadi USD23,17 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April naik USD30,7 atau 3,16 persen menjadi USD1.001,9 per ons.

PT Equityworld | Saham Asia Pasifik Turun Jelang Terbitnya Risalah Rapat Terbaru Fed

PT Equityworld | Saham-saham di Asia Pasifik turun pada Rabu (05/01) pagi, dengan investor menunggu risalah pertemuan terbaru Federal Reserve AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah kenaikan suku bunga bank sentral.

Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,05% di 29.315,50 pukul 09.26 WIB sementara KOSPI Korea Selatan jatuh 1,32% di 2.949,64.

Wall Street Bervariasi, Nasdaq dan S&P 500 Anjlok | PT Equityworld

Di Australia, ASX 200 turun 0,28% di 7.568,80 dan Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,07% ke 23.041,00.

Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,31% di 6.716,02 pukul 09.45 WIB.

Shanghai Composite China melemah 0,68% ke 3.607,59 pukul 09.34 WIB dan Shenzhen Component turun 1,14% di 14.623,06, setelah debut Tahun Baru terburuk sejak 2019 pada hari Selasa. Indeks perusahaan China yang diperdagangkan di New York juga mencatatkan penurunan terbesar lebih dari dua minggu.

Treasuries AS stabil setelah imbal hasil naik untuk hari kedua hingga sesi penutupan sebelumnya di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya tiga kali mulai Mei 2022. Imbal hasil tenor jangka panjang naik karena penurunan obligasi korporasi baru setelah jeda akhir tahun.

Investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan Fed pada bulan Desember, yang akan dirilis di kemudian hari, dan laporan pekerjaan AS, yang akan dirilis pada hari Jumat, untuk mencari petunjuk tentang potensi laju kenaikan suku bunga Fed. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan ia mendukung dua kenaikan suku bunga pada tahun 2022 untuk mengendalikan inflasi yang tinggi.

“Sebelumnya kami mengira bahwa kenaikan suku bunga tidak akan dibahas sampai pertengahan 2022 tetapi The Fed tampaknya telah mencapai konsensus untuk mengurangi aset lebih cepat dan menaikkannya lebih cepat daripada nanti,” Kepala Riset Global Standard Chartered (OTC:SCBFF)) G-10 FX Steve Englander mengatakan dalam catatan.

“Tetapi kami tidak berpikir dinamika inflasi akan mendukung kenaikan yang berkelanjutan. Kami menduga pendorong terbesar pasar aset adalah kala inflasi dan ketakutan COVID-19 mulai surut,” tambah catatan itu.

Komentar dari lebih banyak pejabat Fed akan disampaikan sepanjang minggu ini, dengan Presiden Fed St. Louis James Bullard berbicara dalam sebuah acara pada hari Kamis dan Presiden Fed San Francisco Mary Daly berbicara di panel terpisah sehari kemudian.

Investor juga mencerna data AS pada hari Selasa, yang menunjukkan bahwa indeks manajer pembelian manufaktur Institute of Supply Management lebih rendah dari perkiraan 58,7 pada bulan Desember. Survei lowongan pekekerjaan JOLTs juga menunjukkan 10,562 juta lowongan di bulan November.

Sementara itu, Korea Utara dilaporkan meluncurkan rudal balistik pertamanya dalam waktu sekitar dua bulan, beberapa hari setelah pemimpin negara itu Kim Jong Eun mengatakan bahwa kembali ke perundingan nuklir dengan AS adalah prioritas yang tidak penting pada tahun 2022.

PT Equityworld | Wall Street Cerah, Bursa Asia Bergairah

PT Equityworld | Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Selasa (4/1/2022), menyusul penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin kemarin waktu setempat, didorong oleh kenaikan saham teknologi.

Indeks Nikkei Jepang dibuka melesat 1,03%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,4%, Shanghai Composite China naik tipis 0,08%, Straits Times Singapura terapresiasi 0,67%, dan KOSPI Korea Selatan bertambah 0,2%.

Bursa Saham Asia Kompak Menguat Tersengat Wall Street | PT Equityworld

Di China, data aktivitas manufaktur yang tergambarkan pada Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager’s Index/PMI) versi Caixin/Markit akan dirilis pada hari ini pukul 09:45 waktu setempat atau pukul 08:45 WIB.

Sementara itu, PMI manufaktur China versi NBS telah dirilis pada Jumat pekan lalu, yang menunjukkan ekspansi tipis ke angka 50,3 pada Desember tahun lalu, dari sebelumnya pada November 2021 di angka 50,1.

Selain China, data PMI manufaktur Jepang telah dirilis pada hari ini, di mana Jibun Bank/Markit melaporkan PMI manufaktur Negeri Sakura turun ke angka 54,3 pada Desember 2021, dari sebelumnya pada November 2021 di angka 54,5.

Meskipun turun sedikit, tapi PMI manufaktur Jepang periode Desember 2021 masih berada di zona ekspansi.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi.

Di lain sisi, investor di Asia akan memantau kembali perkembangan seputar krisis likuiditas dari perusahaan pengembang properti terbesar kedua di China, yakni Evergrande.

Kabar terbaru datang di mana Pemerintah Kota Danzhou di Provinsi Hainan memerintahkan Evergrande untuk meruntuhkan 39 bangunan yang sedang dalam pekerjaan. Bangunan-bangunan itu adalah bagian dari proyek Ocean Flower Island.

Menurut media setempat, seperti dikutip dari Reuters, total luas bangunan yang harus rata dengan tanah dalam 10 hari ke depan mencapai 435.000 meter persegi. Penyebabnya disebut-sebut adalah konstruksi ilegal (tanpa izin) dan pelanggaran dari aspek lingkungan hidup.

“Kini pasar menanti proses penjualan aset untuk membayar utang-utang Evergrande, tetapi ini tentu butuh waktu. Kegagalan proyek di Hainan tentu akan semakin melukai kepercayaan konsumen dan investor terhadap perusahaan,” kata Conita Hung, Investment Strategy Director di Tiger Faith Asset Management, seperti dikutip dari Reuters.

Krisis likuiditas berupa gagal bayar utang (default) membayangi perusahaan properti terbesar kedua di Negeri Panda tersebut, di mana sentimen ini sudah terjadi dari Agustus 2021.

Evergrande memiliki kewajiban lebih dari US$ 300 miliar, termasuk hampir US$ 20 miliar obligasi valas. Sepertinya obligasi valas itu bakal default karena pada Desember 2021, investor gagal menerima pembayaran kupon.

Meskipun ada kabar kurang baik di China, tetapi pelaku pasar di Asia cenderung lebih optimis dan pergerakan bursa Asia pada hari ini cenderung mengikuti pergerakan bursa saham AS, Wall Street pada Senin kemarin waktu AS, di mana ketiga indeks utama sukses ditutup positif pada perdagangan perdana di tahun 2022.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 0,68% ke level 36.585,059, S&P 500 terapresiasi 0,64% ke 4.796,56, dan Nasdaq Composite yang kaya akan saham-saham teknologi melesat 1,2% ke posisi 15.832,80.

Saham-saham teknologi jadi bintang di perdagangan perdana Wall Street pada 2022. Harga saham Apple melesat 2,5% dan menjadi emiten pertama dengan kapitalisasi pasar di atas US$ 3 triliun.

Namun yang paling fenomenal adalah Tesla. Harga saham emiten besutan Elon ‘Tony Stark’ Musk itu meroket hingga 12,4%.

Penyebabnya adalah kinerja perusahaan yang melampaui ekspektasi. Pada kuartal IV-2021, produksi mobil Tesla tercatat 308.600 unit, lebih banyak ketimbang perkiraan pasar yakni 263.026 unit. Selain itu, produksi tersebut melonjak sekitar 70% dibandingkan dengan kuartal IV-2020.

PT Equityworld | Selamat Tahun Baru! Beli Emas Lagi Yuk, Harga Mau Naik Nih…

PT Equityworld | Harga emas dunia cenderung stagnan pada perdagangan pagi hari ini. Ke depan, seperti apakah prospek harga sang logam muila?

Pada Senin (3/1/2022) pukul 06:55 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.828,28/troy ons. Turun tipis hampir flat 0,01% dibandingkan akhir pekan lalu.

Harga Emas Stagnan | PT Equityworld

Koreksi ini tidak membuat tren kenaikan harga emas putus. Dalam sepekan terakhir, harga aset ini masih naik 1,12%. Selama sebulan ke belakang, harga naik 2,57%.

Memasuki 2022, apakah prospek harga emas masih akan cerah?

Sepertinya demikian. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas akan bergerak ke kisaran US$ 1.828-1.839/troy ons karena titik resistance US$ 1.817/troy ons telah tertembus.

“Uptrend dari titik US$ 1.753/troy ons sudah terbentuk. Harga emas sedang dalam tren naik menuju target US$ 1.828-1.830/troy ons,” sebut Wang dalam risetnya.

Sementara titik support, lanjut Wang, ada di US$ 1.809/troy ons. Penembusan ke bawah ini akan membawa harga emas jatuh ke rentang US$ 1.785-1.797/troy ons.

Equityworld Futures | Akhir Perdagangan 2021, 3 Indeks Utama Wall Street Meroket di Atas 20%

Equityworld Futures | Bursa saham AS, Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis. Padahal pada awal sesi perdagangan, pasar saham berada di rekor tertinggi karena data ekonomi Amerika Serikat (AS), termasuk klaim mingguan untuk tunjangan pengangguran yang turun.

Mengutip Reuters, Jumat (31/12/2021), Dow Jones Industrial Average turun 90,55 poin atau 0,25% menjadi 36.398,08. S&P 500 kehilangan 14,33 poin atau 0,30% menjadi 4.778,73 dan Nasdaq Composite turun 24,65 poin atau 0,16%, menjadi 15.741,56.

Wall Street Ditutup Koreksi, Volume Perdagangan Tipis Jelang Tutup Tahun | Equityworld Futures

Dengan satu hari perdagangan tersisa, S&P 500 mengakhiri tahun lebih dari 27% lebih tinggi. Nasdaq naik sekitar 23% dan kenaikan tahunan Dow hanya sedikit 20%. Masing-masing indeks utama Wall Street bersiap untuk lonjakan tiga tahun tertajam sejak 1997- 1999.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim pengangguran turun ke 198.000. Padahal Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan aplikasi mingguan akan naik menjadi 208.000.

Dalam data kuat AS lainnya, indeks manajer pembelian (PMI) Chicago menghasilkan 63,1, peningkatan bulanan 1,3 poin dan 1,1 poin di atas konsensus. Angka PMI di atas 50 menandakan aktivitas yang diperluas selama bulan sebelumnya.

Ekuitas telah reli baru-baru ini di beberapa volume perdagangan tertipis yang pernah dilihat bursa saham AS karena liburan. Investor didorong oleh semakin banyak bukti bahwa varian Omicron menyebabkan infeksi COVID-19 yang tidak terlalu parah daripada strain Delta.

Pasar saham berada dalam “Reli Santa Claus” musiman yang kuat yang biasanya terjadi dalam lima hari perdagangan terakhir tahun ini dan dua hari pertama tahun baru.

Di antara saham individu, Biogen Inc tergelincir 7,09%, mengembalikan keuntungan dari sesi sebelumnya karena Samsung BioLogics membantah laporan media yang mengatakan perusahaan Korea Selatan itu sedang dalam pembicaraan untuk membeli pembuat obat AS.

Saham Walt Disney Co mengalami kerugian lebih dari 20% tahun ini sementara indeks saham Dow Jones secara keseluruhan berada di jalur untuk kenaikan 19% untuk tahun ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Bertahan di Atas US$1.800, Dolar Yang Lemah Menahan Tekanan US Treasury

Equityworld Futures | Harga emas stabil di atas level psikologis US$1.800 per ons troi pada hari Kamis (30/12). Dolar Amerika Serikat (AS) yang lemah, membuat emas batangan menarik bagi pemegang mata uang lainnya, mengimbangi tekanan dari imbal hasil US Treasury yang mengikis daya tarik logam.

Melansir Reuters pukul 08.19 WIB, harga emas spot stabil di US$1.803,03 per on stroi pada 0059 GMT. Emas berjangka AS turun 0,1% pada US$1.804.30.

Harga Emas Turun dari Level Tertinggi Satu Bulan Karena Dolar | Equityworld Futures

Imbal hasil US Treasury AS menguat di dekat level tertinggi satu bulan, meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak membayar bunga.

Namun, indeks dolar stabil mendekati level terendah satu bulan karena investor melihat melampaui lonjakan kasus varian Omicron dan menyukai mata uang berisiko.

Pasar saham Asia memulai dengan lesu pada hari Kamis karena penyebaran Omicron menutupi hari perdagangan terakhir tahun ini untuk banyak bursa di seluruh dunia. Sementara minyak hampir menyelesaikan tahun 2021 dengan keuntungan lebih dari 50%.

Output pabrik Korea Selatan pada bulan November jauh melebihi ekspektasi pada pesanan ekspor yang kuat untuk mobil dan chip, data pemerintah menunjukkan.

Emas berada pada jalur untuk penurunan tahunan terbesar sejak 2015, setelah turun hampir 5% sepanjang tahun ini.

Analis mengatakan perdagangan emas kemungkinan akan tetap tipis dan terikat pada kisaran minggu ini.

Di tempat lain, harga spot perak turun 0,1% pada US$22,79 per ons troi, platinum turun tipis 0,1% menjadi US$966,71, dan paladium turun 0,1% menjadi US$1.982,17.

Equityworld Futures | ‘Ramalan’ Harga Emas Terbaru: Nggak Ada Harapan, Lemes…

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan pagi ini. Keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) membatasi pergerakan harga sang logam mulia.

Pada Rabu (29/12/2021) pukul 07:56 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.805,02/troy ons. Turun tipis hampir flat di 0,02% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Bursa Saham Asia Beragam, Investor Cermati Dampak Varian Omicron | Equityworld Futures

Secara umum, harga emas masih dalam tren positif. Dalam sepekan terakhir, harga naik hampir 1% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 1,14%.

Sepertinya tren kenaikan harga emas yang agak tersendat disebabkan oleh penguatan nilai tukar mata uang dolar AS. Emas dan dolar AS memang punya hubungan berbanding terbalik. Saat dolar AS terapresiasi, maka harga emas terkoreksi.

Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Ketika dolar AS menguat, emas menjadi lebih mahal buat investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas turun, harga pun mengikuti.

Pada pukul 08:00 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia), menguat tipis 0,04% ke 96,166. Sejak akhir 2020 (year-to-date), indeks ini melesat nyaris 7%.
Keyakinan pasar terhadap arah kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve.The Fed) yang menuju ke ketat sepertinya kian terkonformasi. Data ekonomi Negeri Paman Sam terus positif.

Terbaru adalah indeks harga rumah. Pada Oktober 2021, indeks harga rumah di AS berada di 18,4, melesat 18,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Data ini kian memberi keyakinan bahwa laju inflasi AS semakin cepat seiring kencangnya permintaan. Jadi kemungkinan besar The Fed akan mulai menaikkan suku bunga acuan paling cepat Maret 2022, berarti sekitar tiga bulan lagi.

Kenaikan suku bunga acuan bakal menjadi sentimen positif bagi dolar AS. Aset-aset berbasis dolar AS, terutama instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi, akan menjadi buruan pelaku pasar karena menawarkan iming-iming cuan yang lebih besar.

“Tren harga emas ke depan masih akan bergerak sideways. Tren ini masih akan berlanjut sepanjang tekanan inflasi terus terjadi,” kata Davis Meger, Direktur di High Ridge Futures, seperti dikutip dari Reuters.

Equityworld Futures | 2021 Segera Berakhir, Wall Street Ditutup Mixed

Equityworld Futures | Indeks-indeks acuan Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (29/12/2021). Investor terus memantau perkembangan Omicron.

Dow Jones Industrial Average naik 0,3% ke 36.398,21. S&P 500 sempat menyentuh rekor intraday tetapi kemudian ditutup turun 0,1% ke 4.786,35. Nasdaq turun 0,56% ke 15.781,72.

Harga Emas Melesat Hiraukan Kenaikan Dolar AS | Equityworld Futures

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada hari Senin mempersingkat rekomendasi isolasi mereka untuk orang-orang yang dites positif Covid-19 menjadi lima hari dari 10, jika orang-orang itu tidak memiliki gejala. Penelitian di Afrika Selatan juga menunjukkan bahwa infeksi Omicron dapat membantu meningkatkan kekebalan terhadap varian delta.

Produsen vaksin Covid ditutup melemah di tengah perkembangan Omicron. Pfizer turun 2% dan Moderna mundur 2,2%.

Saham cip yang reli di sesi sebelumnya jatuh pada Selasa. Nvidia turun 2% dan Applied Materials mundur sekitar 1,9%.

Pada sisi positifnya, saham terkait perjalanan rebound pada Selasa. Boeing adalah salah satu pemimpin Dow dengan kenaikan 1,5%. American Airlines termasuk di antara para top gainers S&P 500, naik 2%.

Equityworld Futures | Jelang Libur Akhir Tahun, Harga Emas Dunia Naik Tipis

Equityworld Futures | Harga emas dunia kuat di level kunci USD1.800 per ons pada perdagangan akhir pekan kemarin menjelang liburan akhir tahun, bahkan ketika dolar stabil dan selera untuk aset berisiko meningkat di tengah meredanya kekhawatiran atas dampak dari varian virus corona Omicron.

Mengutip CNBC, Senin (27/12/2021) harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1,805,29 per ounce, sementara emas berjangka AS naik 0,2 persen menjadi USD1,805,20 per ounce.

Menanti Efek Santa Rally Saat Omicron Membayangi | Equityworld Futures

Saham global, imbal hasil obligasi dan mata uang berisiko semuanya mencapai tertinggi baru-baru ini pada hari Kamis karena kepercayaan investor tumbuh pada tanda-tanda bahwa Omicron mungkin kurang parah dari yang ditakuti, serta data ekonomi AS yang kuat.

Emas menghadapi resistensi teknis di level USD1.815 dan USD1.826, dengan risiko geopolitik di depan berpotensi menjaga emas tetap didukung. “Meskipun narasinya meruncing,” kata Nicholas Frappell, manajer umum global di ABC Bullion.

Awal bulan ini, Federal Reserve AS mengisyaratkan target inflasinya telah terpenuhi dan membuka jalan bagi kenaikan suku bunga tiga perempat poin persentase pada akhir tahun 2022.

Meskipun emas batangan dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga akan menghasilkan biaya peluang yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor juga mengawasi perkembangan seputar kebuntuan Rusia dengan kekuatan Barat atas Ukraina.

Sementara itu harga perak stabil di USD22,77 per ounce, dan platinum turun 0,5 persen menjadi USD959,93 per ounce, masing-masing naik 2,1 persen dan 3,1 persen sejauh minggu ini.

Sedangkan paladium naik 0,7 persen menjadi USD1,894,54 per ounce, dan naik sekitar 6,5 persen untuk minggu ini.

PT Equity World | Jelang Libur Natal, Bursa Saham Asia Semringah

PT Equity World | Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Jumat pagi (24/12/2021) mengikuti wall street. Indeks S&P 500 cetak rekor baru di wall street.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,21 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix naik 0,31 persen dan indeks Korea Selatan Kospi bertambah 0,53 persen. Indeks ASX 200 naik 0,53 persen. Sementara itu, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mendaki 0,27 persen.

Harga Emas Menguat di Sekitar Level Psikologis Seiring Pelemahan Dolar AS | PT Equity World

Sejumlah bursa saham Asia Pasifik termasuk Australia, Singapura, Hong Kong tutup lebih awal untuk merayakan malam Natal.

Di wall street, indeks acuan menguat pada Kamis, 23 Desember 2021 seiring investor mengabaikan kekhawatiran sebelumnya seiring penyebaran varian omicron. Indeks S&P 500 naik 0,62 persen ke rekor baru 4.725,79. Demikian dilansir dari CNBC, Jumat pekan ini.

Indeks Dow Jones melonjak 196,67 poin menjadi 35.950,56. Indeks Nasdaq bertambah 0,85 persen menjadi 15.653,37. Bursa saham Amerika Serikat libur pada Jumat, 24 Desember 2021 untuk merayakan libur Natal.

Indeks dolar Amerika Serikat berada di posisi 96,01, dan melemah dari posisi sebelumnya 96,6. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 114,45 per dolar AS.

Wall Street Menguat pada 23 Desember 2021

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Kamis, 23 Desember 2021. Wall street naik dalam tiga hari seiring investor mengabaikan kekhawatiran sebelumnya terkait penyebaran varian COVID-19, omicron.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones bertambah 196,67 poin atau 0,55 persen menjadi 35.950,56. Indeks S&P 500 menguat 0,62 persen menjadi 4.725,79. Indeks Nasdaq bertambah 0,85 persen menjadi 15.653,37.

Rata-rata indeks acuan menguat pada perdagangan Kamis pekan ini meski volume ringan. Saham bank menguat diikuti saham teknologi Microsoft dan Nvidia.

“Sebagian besar reli pasar saham minggu ini disebabkan oleh ketakutan yang berlebihan pekan lalu dan bernafas lega, aksi jual berhenti,” ujar Chief Investment Strategist Leuthold Group, Jim Paulsen dilansir dari CNBC, Jumat, 24 Desember 2021.

Ia menambahkan, begitu pasar saham berubah menguat, investor tak ingin ketinggalan reli santa telah mengambil alih.

Sentimen lain yang membantu dongkrak wall street yaitu studi baru yang menunjukkan omicron memiliki risiko rawat inap yang lebih rendah dari varian COVID-19 lainnya.

Food and Drug Administration memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk pil COVID-19 Pfizer, obat antivirus oral pertama yang melawan virus. FDA juga mengesahkan pil antivirus Merck untuk COVID-19 pada Kamis pekan ini.

Rata-rata indeks acuan menguat pada pekan ini. Sejak Senin, indeks Dow Jones naik 1,6 persen. Indeks S&P 500 melonjak 2,3 persen dan indeks Nasdaq menguat hampir 3,2 persen. Adapun bursa saham Amerika Serikat atau wall street tutup untuk liburan Natal.

Di sisi lain, saham berkaitan dengan pembukaan kembali ekonomi antara lain maskapai dan jalur pelayaran mencatat kenaikan terbesar pada pekan ini. Saham Carnival Corp naik hampir 16 persen. Saham Hildon Worldwide menguat sekitar 9,8 persen pada pekan ini.

Design a site like this with WordPress.com
Get started