Equity World | Jreng! Harga Emas Sentuh Rekor Terendah dalam 2 Bulan…

Equity World | Jreng! Harga Emas Sentuh Rekor Terendah dalam 2 Bulan…

Equity World | Harga emas dunia naik tipis pada perdagangan pagi ini. Namun kemarin, harga sang logam mulia ambles dan menyentuh titik terendah dalam dua bulan.

Equity World | Wall Street Melesat, Saham Twitter Melambung Setelah Terima Tawaran Elon Musk

Pada Selasa (26/4/2022) pukul 06:20 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.898,46 per troy ons. Menguat 0,04%.

Kemarin, harga emas ditutup di US$ 1.897,69 per troy ons, melemah 1,6%. Kali terakhir harga emas berada di bawah level US$ 1.900 adalah pada 25 Februari 2022 atau pada awal serangan Rusia ke Ukraina.

Pada 25 Februari, harga emas masih tercatat di angka US$ 1.887,56 per troy ons tetapi setelah itu emas melesat dan bahkan menembus US$ 2.000 per troy ons pada 8 Maret 2022.

Dalam sepekan terakhir, harga emas sudah terkoreksi 3,01% point to point dan melemah 3,01% dalam sebulan. Namun, dalam setahun, emas masih menguat 6,6%.

“Sepertinya kekhawatiran akan kenaikan suku bunga sudah membuat harga emas jauh menurun. Emas dianggap sebagai aset aman yang mahal. Tekanan inflasi juga diperkirakan akan menurun dam itu bisa membuat permintaan akan emas menurun,” tutur Julius Baer, analis dari Carsten Menke, seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, Jeffrey Halley, analis dari OANDA, juga mengatakan dengan penguatan dolar Amerika Serikat (AS), harga emas sepertinya akan terus tertekan dalam waktu yang lama.

Kemarin, dolar AS dan yield surat utang pemerintah AS terus menguat menyusul komentar hawkish dari sejumlah pejabat The Fed, termasuk Jerome Powell. The Fed semakin menguatkan sinyal bahwa kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 bps pada Mei mendatang akan terjadi.

Yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun sudah berada di angka 2,89% kemarin, menyamai rekor Desember 2018.

Equity World | IHSG dan Bursa Asia Rontok, Lockdown China Jadi Biang Keladi

Equity World | IHSG dan Bursa Asia Rontok, Lockdown China Jadi Biang Keladi

Equity World | Indeks harga saham gabungan (IHSG) ambruk pada perdagangan pagi ini beriringan dengan pelemahan bursa Asia.

Equity World | Harga Emas Diprediksi Makin Mahal Minggu Ini

Berdasarkan data Bloomberg, hingga 09.42 WIB, IHSG melemah 1,02 persen atau 73,95 poin ke 7.151,65. Di sisi lain, investor asing mencatat aksi beli bersih di seluruh pasar sebesar Rp3,32 triliun.

Mengutip Bloomberg, Senin (25/4/2022), saham berjangka AS, dan harga komoditas merosot pada hari ini karena investor mempertimbangkan situasi Covid-19 yang memburuk di China dan potensi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif.

Aksi jual semakin dalam di Asia, di mana indeks Asia-Pasifik MSCI Inc. turun untuk sesi keenam dalam tujuh sesi dengan penurunan di Jepang, Hong Kong dan China. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 turun sebagai tanda pelemahan lebih lanjut karena para pedagang meningkatkan ekspektasi untuk pengetatan kebijakan yang curam demi menjinakkan inflasi.

Imbal hasil obligasi AS menghentikan kekalahan minggu lalu yang mengguncang pasar mencoba untuk mengukur seberapa tinggi imbal hasil bisa membaik. Dolar memperpanjang kenaikan karena investor memilih tempat berlindung yang aman. Minyak mentah turun di bawah US$100 per barel, setelah meluncur untuk minggu ketiga dalam empat minggu. Ini karena penguncian China memperkuat kekhawatiran permintaan.

China memerintahkan tes Covid-19 wajib di sebuah distrik di Beijing dan mengunci beberapa daerah di ibu kota ketika para pembuat kebijakan berlomba untuk mencegah terulangnya wabah yang melanda Shanghai selama berminggu-minggu. Mata uang Yuan jatuh ke level terendah sejak April 2021 setelah penetapan harian sesuai dengan perkiraan.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mendukung kenaikan 50 basis poin bulan depan dan setidaknya satu lagi langkah seperti itu, menguraikan pendekatannya yang paling berani untuk mengekang harga-harga yang melonjak. Sinyal pengetatan yang lebih kuat dari Bank Sentral Eropa juga melemahkan selera risiko investor.

Equity World | Wall Street Jatuh Menyusul Komentar Hawkish Fed

Equity World | Wall Street Jatuh Menyusul Komentar Hawkish Fed

Equity World | Saham Wall Street jatuh pada Kamis (Jumat pagi WIB) karena komentar hawkish dari gubernur Federal Reserve (Fed) memperburuk kekhawatiran atas suku bunga yang lebih tinggi, mengimbangi pendapatan perusahaan yang kuat.

Equity World | Harga Emas Turun 0,38% Jadi USD1.948/Ounce

Saham dibuka lebih tinggi menyusul hasil bagus dari laporan keuangan Tesla dan komentar optimis dari perusahaan maskapai terkemuka.

Tetapi pasar berbalik arah pada pertengahan sesi dan berakhir lebih rendah, karena imbal hasil (yield) pada obligasi Treasury pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun naik di atas 2,9%.

Gubernur Fed Jerome Powell, yang telah mengisyaratkan bank sentral AS harus bergerak lebih agresif untuk melawan rekor inflasi negara tersebut, secara eksplisit mengatakan bahwa kenaikan suku bunga setengah poin sudah di atas meja diskusi untuk pertemuan kebijakan bulan depan.

Komentar tersebut mengikuti komentar dari pejabat tinggi Bank Sentral Eropa (ECB) yang membuka pintu untuk kenaikan suku bunga yang lebih cepat.

“Hari ini, pada dasarnya Anda dapat mengatakan bahwa untuk saham dan obligasi, ini semua tentang ECB dan The Fed,” kata Karl Haeling dari LBBW, Jumat (22/4).

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 1,1% di level 34.792,76.

S&P 500 berbasis luas turun 1,5% menjadi berakhir pada 4.393,66, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi turun 2,1% menjadi 13.174,65.

Saham Tesla naik 3,2% karena melaporkan rekor laba kuartalan mencapai US$ 3,3 miliar dan menyampaikan proyeksi tahun pertumbuhan produksi yang kuat pada 2022, meskipun ada masalah global untuk rantai pasokan.

Twitter naik 0,7% setelah CEO Tesla Elon Musk mengumumkan bahwa dirinya telah menyiapkan pendanaan yang cukup untuk mengakuisisi perusahaan media sosial. Ia mengaku sedang mempertimbangkan penawaran tender (tender offer) secara langsung kepada pemegang saham.

United Airlines melonjak 9,3% dan American Airlines naik 3,8% setelah perusahaan menawarkan prospek kuartal II-2022 yang bullish, di tengah kembalinya permintaan perjalanan.

Tapi saham Disney turun 2,4% setelah legislatif di Florida membatalkan status swakelola taman hiburan Orlando. Langkah ini dinilai secara luas sebagai pembalasan dalam pertikaian pahit di negara bagian atas apa yang dikenal sebagai undang-undang ‘Don’t Say Gay’.

Equity World | Sahamnya Melonjak 687%, WIR Asia (WIRG) Ajak Ngopi di Gerai Metaverse

Equity World | Sahamnya Melonjak 687%, WIR Asia (WIRG) Ajak Ngopi di Gerai Metaverse

Equity World | Pengembang metaverse yang baru mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 April kemarin, PT WIR Asia Tbk (WIRG) berkolaborasi dengan Kopi Krintji menghadirkan layanan dan memberikan pelangggannya pengalaman digital terbaik di gerai kopi metaverse.

Equity World | Kembali Tiarap! Harga Emas Turun Lagi

Kesepakatan kerja sama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Owner Kopi Krintji Anita Sukarman dan Chief Marketing Officer (CMO) WIR Group Gupta Sitorus, di Jakarta, Rabu, (20/4).

“WIR Group memiliki kemampuan dan keahlian dalam inovasi teknologi digital berbasis augmented reality dan virtual reality. Melalui kolaborasi yang dibangun dengan Kopi Krintji, WIR Group memberikan contoh solusi bagi dunia usaha dalam beradaptasi dengan perubahan digital serta mempercepat transformasi digital di Indonesia,” kata CMO WIR Group Gupta Sitorus.

Gupta mengungkapkan, metaverse akan menjadi pintu gerbang yang membawa manusia merasakan berbagai pengalaman digital dan menjadi platform yang bahkan bisa menyerap tenaga kerja baru. Salah satu hal yang paling menarik dalam ruang metaverse adalah peran pengguna sebagai kontributor konten terbesar dan kami meyakini metaverse mampu menjadi kekuatan pendorong untuk menciptakan generasi baru dalam bentuk ekosistem digital.

“Diharapkan para pelaku usaha termasuk Cafe Shop seperti Kopi Krintji dapat memanfaatkan platform ini untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing mereka. MoU ini juga perwujudan bahwa semua pihak bisa mengambil manfaat dari kehadiran metaverse ini, baik korporasi sampai UMKM,” tutur Gupta.

Menurut Gupta, kunci yang penting adalah keinginan dan kesadaran dari pemilik usaha untuk mau melakukan transformasi digital untuk usahanya agar tetap berada dalam jalur kompetisi yang semakin ketat ke depan.

Suspensi Saham WIRG Dibuka, Bagaimana Pergerakannya?

“Dunia metaverse membuka berbagai kesempatan yang tidak terbatas, namun untuk menavigasi serta berinteraksi di dunia ini diperlukan cara-cara khusus. Kami turut serta membangun metaverse dengan keahlian kami dalam pengembangan augmented reality terkini yang bisa menjawab kebutuhan metaverse masa depan, termasuk perkembangan berbagai usaha bisnis dan UMKM nantinya,” ujar Gupta.

Anita Sukarman, owner Kopi Krintji mengatakan, transformasi digital melalui adopsi teknologi digital merupakan keharusan di tengah persaingan usaha yang kian ketat. “Penggunaan teknologi digital metaverse memungkinkan kami melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan potensi yang kami miliki baik dalam pemasaran maupun layanan yang memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan kami,” ujar Anita.

Anita menambahkan, dengan mengadopsi teknologi digital metaverse diharapkan dapat meningkatkan strategi Kopi Krintji dalam mengembangkan usaha menghadapi kompetisi. Perkembangan tren bisnis kopi di Indonesia berlangsung cukup pesat selama beberapa waktu belakangan ini. Minum kopi lebih dari sekadar aktivitas, minum kopi sudah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup.

“Teknologi metaverse memungkinkan kami melakukan berbagai inovasi dan pengembangan usaha serta layanan sesuai dengan perkembangan industri kopi yang telah menjadi gaya hidup masyarakat,” papar Anita.

Sementara itu pada perdagangan Rabu (20/4/2022), saham WIR Asia ditutup melemah 25 poin atau 1,83% ke posisi Rp 1.340.

Saham berkode WIRG tersebut telah melonjak 697% dari harga penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) pada 4 April kemarin.

Tingginya kenaikan harga saham perusahaan teknologi digital tersebut membuat BEI sempat menggembok WIRG pada awal pekan ini.

Equity World | Wall Street Dorong Bursa Saham Asia-Pasifik, Bergerak Positip Pagi Ini, Rabu (20/04)

Equity World | Wall Street Dorong Bursa Saham Asia-Pasifik, Bergerak Positip Pagi Ini, Rabu (20/04)

Equity World | Bursa saham di Asia-Pasifik pagi ini Rabu (20/04) bergerak lebih tinggi menyusul kenaikan semalam di Wall Street yang membuat Nasdaq Composite melonjak lebih dari 2%. Investor juga akan mengawasi rilis suku bunga pinjaman acuan terbaru China, yang diharapkan rilis hari ini.

Equity World | Harga Emas Berjangka Turun hingga 1%

Untuk bursa saham Jepang, kontrak berjangka indeks Nikkei 225 di Chicago berada di 27.260 sementara mitranya di Osaka berada di 27.210, naik dibandingkan dengan penutupan terakhir Nikkei 225 di 26.985,09.

Saham Australia juga tampak siap untuk awal yang lebih tinggi, dengan kontrak berjangka SPI di 7.581, melawan penutupan terakhir S&P/ASX 200 di 7.565,20.

China akan mengumumkan suku bunga pinjaman satu tahun terbarunya pada pukul 09:15 HK/SIN. Mayoritas pedagang dan analis yang disurvei dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan adanya penurunan suku bunga pinjaman bulan ini.

Investor telah mengamati tanda-tanda dukungan kebijakan dari otoritas China karena daratan terus bergulat dengan wabah Covid terburuk sejak guncangan awal pandemi pada tahun 2020.

Semalam di Amerika Serikat, S&P 500 naik sekitar 1,61% menjadi 4.462,21. Dow Jones Industrial Average naik 499,51 poin, atau 1,45%, menjadi 34.911,20 sementara Nasdaq Composite melonjak 2,15% menjadi 13.619,66.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 100,961 — lebih tinggi dibandingkan dengan level di sekitar 100,5 yang terlihat awal pekan ini.

Yen Jepang diperdagangkan pada 129,22 per dolar, terus melemah setelah melampaui 128 terhadap dolar kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada $0,7388, masih lebih rendah dibandingkan dengan level di atas $0,745 yang terlihat minggu lalu.

Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini Menyusut Rp 3.000, Simak Rincian Lengkapnya

Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini Menyusut Rp 3.000, Simak Rincian Lengkapnya

Equity World | Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menyusut Rp 3.000 per gram pada hari ini, Selasa (19/4/2022). Padahal kemarin harga emas Antam terpantau sempat menguat Rp 5.000 per gram.

Equity World | Bursa Buka Kembali Perdagangan Saham WIR Asia (WIRG)

Dilansir dai situs Logam Mulia, kini harga emas Antam menjadi dibanderol sebesar Rp 1.007.000 per gram, turun dari hari sebelumnya yang sebesar Rp 1.010.000 per gram.

Pelemahan ini terjadi pula pada harga buyback sebesar Rp 3.000 per gram menjadi ke level Rp 912.000 per gram dari sebelumnya Rp 915.000 per gram. Buyback adalah harga yang di dapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut.

Kendati demikian, perlu diketahui bahwa pergerakan harga emas Antam tersebut adalah yang berlaku di Butik Emas LM, Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta Timur, sehingga harganya bisa saja berbeda pada gerai penjualan emas Antam lainnya.
Adapun berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017 diatur bahwa pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.

Jika ingin dapat potongan pajak lebih rendah sebesar 0,45 persen, maka sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Sedangkan untuk buyback, berdasarkan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai lebih dari Rp 10 juta, akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP.

Sebagai informasi, harga buyback yang ditetapkan Antam tersebut belum termasuk pengenaan pajak bila penjualannya melebihi Rp 10 juta. PPh 22 atas transaksi buyback akan dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:
Emas 0,5 gram: Rp 553.500

Emas 1 gram: Rp 1.007.000
Emas 2 gram: Rp 1.954.000
Emas 3 gram: Rp 2.906.000
Emas 5 gram: Rp 4.810.000
Emas 10 gram: Rp 9.565.000
Emas 25 gram: Rp 23.787.000
Emas 50 gram: Rp 47.495.000
Emas 100 gram: Rp 94.912.000
Emas 250 gram: Rp 237.015.000
Emas 500 gram: Rp 473.820.000
Emas 1.000 gram: Rp 947.600.000

Equity World | Ingin Jual Emas Antam Buat Mudik, Segini Harga Hari Ini

Equity World | Ingin Jual Emas Antam Buat Mudik, Segini Harga Hari Ini

Equity World | Mendekati mudik Lebaran, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) terpantau naik Rp 5.000. Dengan demikian, kini si kuning kesayangan Bunda itu dijual seharga Rp 1.010.000 per gram.

Equity World | Bursa Asia Tergelincir Senin (18/4) Pagi Jelang Rilis Data PDB China

Sama halnya pada buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas ingin menjual emas batangannya, juga naik Rp 5.000 di harga Rp 915.000 per gram.

Mengutip dari laman logammulia.com, cetakan emas terkecil yakni 0,5 gram, berada di level Rp 555.000. Sedangkan, untuk satuan 5 gram, dihargai Rp 4.825.000, dan 10 gram Rp 9.595.000.

Lebih lanjut, untuk harga emas 50 gram dijual sebesar Rp 47.645.000. Sementara untuk ukuran emas yang terbesar, yakni 500 gram dan 1.000 gram masing-masing dibanderol sebesar Rp 475.320.000 dan Rp 950.600.000.

Sekedar informasi, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Adapun sesuai dengan PMK No. 34/PMK 10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45%, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi.

Berikut rincian harga pecahan emas batangan Antam:
Emas 0,5 gram: Rp 555.000
Emas 1 gram: Rp 1.010.000
Emas 2 gram: Rp 1.960.000
Emas 3 gram: Rp 2.915.000
Emas 5 gram: Rp 4.825.000
Emas 10 gram: Rp 9.595.000
Emas 25 gram: Rp 23.862.000
Emas 50 gram: Rp 47.645.000
Emas 100 gram: Rp 95.212.000
Emas 250 gram: Rp 237.765.000
Emas 500 gram: Rp 475.320.000
Emas 1.000 gram: Rp 950.600.000

Equity World | Harga Saham WIR Asia (WIRG) Naik dari 226 Ke 945, Apakah Masih Layak Dibeli?

Equity World | Harga Saham WIR Asia (WIRG) Naik dari 226 Ke 945, Apakah Masih Layak Dibeli?

Equity World | Pergerakan harga saham WIRG dari PT WIR Asia Tbk terus melesat sejak initial public offering (IPO) 4 April 2022. Dibuka dengan harga Rp 288 per saham, banderol saham WIRG ditutup di level Rp 945 per saham. Dengan lonjakan harga tersebut, apakah saham WIRG layak masuk portofolio investasi?

Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini 14 April, Tembus ke Rp1,006 Juta per Gram

Saham WIRG menutup perdagangan hari ini, Rabu (13/4) di harga Rp 945 atau naik 10,53% dari penutupan sebelumnya Rp 855 per saham. Sepanjang hari, volume saham yang ditransaksikan sebanyak 397,11 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 370 miliar.

Harga saham WIRG terus meningkat sejak IPO. Bahkan, harga saham WIRG sempat masuk dalam radar unusual market activity (UMA) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan, Rabu (13/4), saham PT WIR Asia Tbk (WIRG) atau WIR Group terpantau bergerak di zona hijau tanpa auto rejection atas (ARA).

Sebelumnya, dalam tujuh hari perdagangan berturut-turut saham WIRG terus melejit hingga ARA. Berdasarkan data, RTI Business saham WRIG hampir menyentuh batas ARA di level Rp 1.055.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Farras Farhan menuturkan sentimen pendorong pergerakan saham WIRG masih di seputar pengembangan metaverse. Ditambah WIR Group telah memiliki klien pasar lokal hingga global.

“Banyak customer lokal dan global yang sudah menjadi clientele mereka, ditambah WIRG mampu mencetak profit sehingga investor lebih memiliki appetite dibandingkan GOTO,” ucap Farras saat dihubungi Kontan, Selasa (13/4).

Baca Juga: Saham WIR Group (WIRG) Mentok ARA Lagi, Begini Pandangan Analis

Analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy mencermati kenaikan harga saham WIRG salah satunya karena investor tertarik dengan pengembangan bisnis yang WIR Group tawarkan dalam membangun metaverse untuk di kemudian hari, terlebih WIRG adalah perusahaan pertama yang bergerak di dunia metaverse tercatat di BEI.

“Selain didukung euforia pasca IPO, WIRG itu emiten pertama di bursa yang menawarkan story bisnis metaverse ke depannya, jadi memang menarik banyak investor,” kata Paulus kepada Kontan, Selasa (13/4).

Namun melihat pergerakan harga saham WIRG yang sudah menguat sejak listing di BEI, pada Senin (4/4) lalu, Paulus menganalisis WIRG sudah sangat rawan mengalami koreksi dalam waktu dekat. Adapun berdasarkan data RTI, sejak IPO hingga Rabu (13/4) saham WIRG sudah melesat 194,02%.

Paulus merekomendasikan kepada investor tertarik dengan saham ini, untuk masuk mengoleksi saham ini dengan menunggu momentum koreksi yang normal dari saham WIRG. Dia mengingatkan jangan fear of missing out (FOMO) saat harga sedang melesat.

“Jika ke depannya ada koreksi yang normal, manfaatkan untuk entry, jangan FOMO mengejar harga yang sudah naik tinggi,” papar Paulus.

Equity World | Harga Emas Naik, Investor Cemas soal Inflasi

Equity World | Harga Emas Naik, Investor Cemas soal Inflasi

Equity World | naik pada hari Selasa karena harga konsumen untuk bulan Maret mencapai level tertinggi sejak 1981. Ini menjadi sebuah tanda bagi beberapa investor bahwa inflasi dapat mencapai puncaknya.

Equity World | Wall Street Melemah Usai Inflasi AS Capai Rekor Tertinggi dalam 40 Tahun

Dikutip dari CNBC, Rabu (13/4/2022), harga emas di pasar spot naik 0,66 persen pada USD 1.966,42 per ounce setelah mencapai level tertinggi dalam hampir sebulan pada hari Senin. Emas berjangka AS naik 1,13 persen pada USD 1,970,2

“Cetak CPI AS yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mendorong emas lebih dekat ke level psikologis penting USD 2.000, mengingat peran emas batangan sebagai lindung nilai inflasi,” kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Indeks dolar AS menyentuh di atas 100, menguji level tertinggi dua tahun dekat pekan lalu di 100,17, sementara imbal hasil Treasury 10-tahun acuan naik ke level tertinggi sejak Desember 2018.

Dolar yang lebih kuat membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya, sementara suku bunga dan hasil AS yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas, yang juga digunakan sebagai lindung nilai terhadap tekanan inflasi.

Sentimen penguatan harga emas masih terlihat jelas pada perdagangan pekan ini. Hal ini karena logam mulia tersebut mampu melawan kenaikan imbal hasil obligasi karena Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) terlihat secara agresif memperketat kebijakan moneter.

Berdasarkan survei terbaru dari Kitco yang berjudul Kitco News Weekly Gold Survey menunjukkan bahwa tidak ada analis di Wall Street yang memprediksikan harga emas akan bearish pada waktu dekat. Mayoritas analis memperkirakan harga emas akan bergerak lebih tinggi pada minggu ini.

Pada saat yang sama, investor ritel juga mengharapkan hal yang sama. Sebagian investor ritel yang disurbei oleh Kitco pada minggu ini memberikan sinyal bullish yang kuat pada logam mulia.

Banyak analis telah mencatat ketahanan emas terhadap imbal hasil obligasi berjangka waktu 10 tahun telah meningkat ke level tertinggi dalam 3 tahun. sebagian besar investor telah menjual obligasi yang dimiliki karena risalah the Fed di Maret memberikan sinyal anggota komite dapat menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada dua pertemuan berikutnya.

Terlepas dari semua berita bearish ini, harga emas telah berhasil berkonsolidasi antara USD 1.900 per ounce dan USD 1.950 per ounce. Sementara analis belum melihat harga emas belum bisa menembus level atasnya. Mereka memperkirakan harga akan terus menguji di kisaran tersebut.

“Setelah selamat dari tekanan the Fed pada minggu kemarin, saya percaya emas bisa bergerak lebih tinggi mengingat berapa harganya sekarang,” kata kepala strategi komoditas di Saxo Bank Ole Hansen.

“Emas masih berada di antara USD 1.890 hingga USD 1.950, tetapi saya semakin menyukai sisi atas untuk diuji selanjutnya.” tambah dia.

Minggu ini, sebanyak 16 analis di Wall Street berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Di antara peserta, sepuluh analis atau kurang lebih 63 persen menyerukan harga emas naik minggu ini.

Pada saat yang sama, enam analis atau 38 persen memilih untuk netral terhadap harga. Tak Ada satupun analis yang memperkirakan harga emas akan turun pada pekan ini.

Sementara itu, 842 suara diberikan dalam jajak pendapat secara online di Main Street. Dari jumlah tersebut, 478 responden atau 57 persen memperkirakan harga emas naik pada minggu ini.

Selain itu, sebanyak 198 responden atau 23 persen mengatakan harga emas akan bergerak lebih rendah. Di luar itu, 166 pemilih atau 20 persen memilih netral dalam waktu dekat.

Prospek bullish muncul saat harga emas mampu mengakhiri perdagangan pada pekan lalu dengan naik 1 persen dan berakhir diperdagangkan pada USD 1.946,30 per ounce.

Analis pasar Equiti Capital David Madden mengatakan, mengingat apa yang dihadapi emas minggu lalu, dia memperkirakan harga memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi ke USD 1.960 per ounce minggu depan.

“Jika emas tidak dapat didorong di bawah USD 1.900 di lingkungan ini, maka saya tidak tahu apa yang akan terjadi,” katanya.
FOTO: Harga Emas Pegadaian Naik
Petugas memperihatkan emas batangan yang dijual di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Jumat (25/3/2022). Harga emas Antam di Pegadaian kembali naik. Hari ini harga emas Antam naik Rp 6.000 menjadi Rp 1 juta per gram, pada 25 Maret 2022.

Namun, Madden mengatakan harus ada sentimen besar yang membawa harga emas bisa terbang tinggi. Salah satunya adalah eskalasi besar dalam perang Rusia dengan Ukraina.

Dia mencatat bahwa ketidakpastian geopolitik yang signifikan jika Rusia mengancam pasokan minyak dan gas Eropa dapat mendorong ekuitas turun dan harga energi naik. Hal ini juga akan berdampak ke harga emas.

“Jika saham turun, maka investor akan segera ingin mempertahankan sesuatu yang solid dan itu akan mendorong harga emas kembali ke rekor tertinggi,” katanya.

kepala strategi pasar di Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan, emas tetap menjadi aset yang menarik bagi investor karena volatilitas mendominasi pasar keuangan.

“Orang-orang yang ingin mengatur napas mereka pindah ke emas,” katanya.

Namun, Streible mengatakan bahwa investor harus berhati-hati karena harga berkonsolidasi di atas kisaran mereka.

“Anda selalu ingin mempertahankan posisi inti dalam emas tetapi melihat skala masuk dan keluar dari pasar. Anda ingin mengambil sedikit keuntungan di bagian atas kisaran dan melihat untuk membeli ketika harga turun di bawah USD 1.900,” katanya.

Equity World | Bursa Asia Tergelincir Selasa Pagi, Investor Mengamati Situasi Covid-19 di China

Equity World | Bursa Asia Tergelincir Selasa Pagi, Investor Mengamati Situasi Covid-19 di China

Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik tergelincir pada perdagangan Selasa (12/4) pagi. Investor terus memantau perkembangan seputar situasi Covid-19 di daratan China.

Equity World | IHSG Diprediksi Tertekan Ikuti Wall Street, Rekomendasi Saham-Saham Berikut

Data inflasi AS juga diperkirakan akan dirilis pada Selasa malam dan dapat memberikan lebih banyak petunjuk tentang prospek kebijakan Federal Reserve

Indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,84% karena saham pembuat robot Fanuc turun lebih dari 3%. Indeks Topix turun 0,51%. Sedangkan, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,36%.

Saham Australia juga turun, dengan perdagangan S&P/ASX 200 sedikit lebih rendah.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,09% lebih rendah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Senin bahwa mereka sedang memantau situasi Covid-19 di daratan China.

Kota besar China Shanghai, telah menyumbang sebagian besar kasus baru Covid-19 di China daratan dan pemberlakuan penguncian sekitar seminggu setelah penutupan dua bagian awalnya seharusnya berakhir.

Semalam di Amerika Serikat (AS), Dow Jones Industrial Average turun 413,04 poin menjadi 34.308,08 dan S&P 500 tergelincir 1,69% menjadi 4.412,53. Nasdaq Composite yang padat teknologi tertinggal, turun 2,18% menjadi 13.411,96.

Indeks harga konsumen AS untuk bulan Maret akan dirilis selama waktu ET, dengan Gedung Putih memperingatkan bahwa mereka mengharapkan laporan untuk menunjukkan inflasi yang “luar biasa tinggi.”

Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan data menunjukkan kenaikan harga tahunan 8,4%, tertinggi sejak Desember 1981.

Baca Juga: Wall Street Memerah, Lonjakan Imbal Hasil US Treasury Membanting Saham Pertumbuhan

“Inflasi AS yang sangat tinggi akan menjaga ekspektasi pasar tetap hidup untuk pengetatan FOMC yang agresif dalam pandangan kami,” kata Carol Kong, senior associate for currency strategy and international economics di Commonwealth Bank of Australia.

“Kami berharap FOMC akan merespons inflasi yang mendasari kuat dengan meningkatkan tingkat Dana sebesar 50bp pada Mei dan Juni,” kata Kong.

Sementara, indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada pada level 100,037 — sekali lagi melintasi level 100.

Yen Jepang diperdagangkan pada 125,53 per dolar menyusul pelemahan kemarin dari bawah 125 terhadap greenback. Dolar Australia berada di US$0,7415, lebih rendah dari level di atas US$0,744 yang terlihat kemarin.

Design a site like this with WordPress.com
Get started