Equity World | Nggak Jelas! Harga Emas Naik-Turun Jelang Rapat The Fed

Equity World | Nggak Jelas! Harga Emas Naik-Turun Jelang Rapat The Fed

Equity World | Harga emas masih bergerak volatil. Pada perdagangan Rabu (15/6/2022) pukul 06:47 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.809,69 per troy ons. Harga emas menguat 0,09%.

Equity World | Wall Street Berakhir Variatif, Pasar Bearish Diramal Bertahan Lama

Harga emas sangat fluktuatif menjelang pengumuman kebijakan The Fed pada Rabu waktu AS (Kamis dini hari waktu Indonesia). Emas biasanya menguat pada perdagangan pagi hingga sore tetapi kemudian ditutup melemah.

Pada perdagangan Selasa (14/6/2022), emas ditutup melemah 0,6% di harga US$ 1.808,1 per troy ons. Padahal, laju emas sangat kencang pada perdagangan Selasa pagi hingga sore hari.

Dalam sepekan, harga emas masih melemah 2,4% secara point to point sementara dalam sebulan, harganya merosot 0,08%. Dalam setahun, harga emas juga amblas 3,1%.

Analis dari OANDA Edward Moya mengatakan pergerakan emas sulit diduga karena dihadapkan pada menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan yield surat utang pemerintah AS.

“Dalam jangka pendek, emas akan dihadapkan pada situasi yang sulit. Namun, peran emas sebagai aset aman akan berlanjut. Emas hanya perlu bersaing dengan dolar AS. Keraguan pelaku pasar mengenai apakah perang melawan inflasi akan berhasil atau gagal akan menentukan pergerakan emas,” tutur Moya, kepada Reuters.

Sebagai catatan, The Fed menggelar pertemuan pada 14-15 Juni waktu AS. Pasar kini berekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps. Ekspektasi tersebut lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yakni 50 bps.

“Jika suku bunga naik 75 bps, emas bisa bergerak melemah mungkin mengarah ke level US$ 1.800. Jika The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 bps maka pergerakan emas lebih baik dan bergerak di kisaran US$ 1.800-1.830,” tutur Fawad Razaqzada dari City Index.

Equity World | Kemarin Ambruk 2% Lebih, Harga Emas Naik Pagi Ini

Equity World | Kemarin Ambruk 2% Lebih, Harga Emas Naik Pagi Ini

Equity World | Pergerakan harga emas semakin volatil menjelang pertemuan The Fed. Pada perdagangan Selasa (14/6/2022) pukul 06:37 WIB, emas ada di harga US$ 1.820,65 per troy ons. Menguat 0,1%.

Equity World | nversi Yield Terbentuk, Wall Street Dibuka “Kebakaran” Lagi

Emas menguat pada pagi hari ini setelah hancur lebur pada hari sebelumnya. Pada perdagangan Senin (13/6/2022), harga emas anjlok 2,8% dan ditutup di harga US$ 1.818,77 per troy ons. Harga tersebut adalah yang terendah sejak 18 Mei lalu.

Dalam sepekan, harga emas melemah 1,7% secara point to point. Dalam sebulan emas masih menguat 0,5% sementara dalam setahun merosot 2,4%.

Pergerakan emas sangat volatil dalam sepekan terakhir karena faktor tarik menarik yang saling bertolak belakang. Inflasi Amerika Serikat (AS) yang melonjak 8,6% pada Mei membuat pelaku pasar berekspektasi jika The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada pertemuan pekan ini.

Kenaikan tersebut lebih besar dibandingkan ekspektasi sebelumnya yakni 50 bps. Sebagai informasi, The Fed akan menggelar Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pada Selada dan Rabu pekan ini waktu AS.

Kenaikan suku bunga acuan akan melambungkan dolar AS dan yield surat utang pemerintah AS. Kondisi tersebut akan membuat emas kehilangan daya tariknya.
Namun, lonjakan inflasi AS juga membuat kekhawatiran akan resesi meningkat. Emas menjadi pilihan saat perekonomian memburuk.

“Tidak ada rasa aman dalam perdagangan apapun, karena itulah harga emas terlikuidasi. Ada koreksi besar-besaran pada emas dan volatilitasnya juga sangat tinggi. Anda benar-benar tidak menemukan keamanan atau kenyamanan di manapun saat ini,” tutur Phillip Streible, analis dari Blue Line Futures, seerti dikutip Reuters.

Equity World | Harga Emas Diprediksi Stabil, Saatnya Beli atau Tahan?

Equity World | Harga Emas Diprediksi Stabil, Saatnya Beli atau Tahan?

Equity World | Berdasarkan data terbaru dari Institute of Supply Management (ISM), harga emas bertahan di USD 1.860 per ounce karena momentum di sektor jasa sedikit lebih lemah dari yang diharapkan pada Mei.

Equity World | Data Inflasi AS Mengkhawatirkan, Investor Mulai Tinggalkan Wall Street

Dikutip dari Kitco.com, Senin (13/6/2022), Indeks Manajer Pembelian Non-Manufaktur berada di angka 55,9 persen bulan lalu, turun dari 57,1 persen di bulan April. Penurunan 1,2 poin persentase agak mengecewakan pasar, dengan perkiraan konsensus menyerukan indeks untuk berada di 56,4 persen.

Angka di atas 50 dilihat sebagai tanda pertumbuhan ekonomi semakin jauh suatu indikator berada di atas atau di bawah 50, semakin besar atau kecil tingkat perubahannya. Mei menandai pembacaan terendah sejak Februari 2021, ketika indeks juga berada di 55,9 persen.

Melihat lebih detail, sub-indeks pesanan baru berada di 57,6 persen, mengikuti pembacaan April di 54,6 persen. Sub indeks kegiatan usaha berada pada level 54,5 persen dibandingkan 59,1 persen pada bulan sebelumnya.

Indeks ketenagakerjaan kembali ke wilayah ekspansi, naik menjadi 50,2 persen setelah pembacaan April 49,5 persen. Para ekonom mencermati angka terakhir sebagai ukuran situasi ketenagakerjaan di negara tersebut.

“COVID-19 terus mengganggu sektor jasa, serta perang di Ukraina. Tenaga kerja masih menjadi masalah besar, dan harga terus meningkat,” kata laporan itu.

Sementara itu, tekanan inflasi turun dari level tertinggi sepanjang masa yang tercatat di bulan April, dengan indeks harga turun menjadi 82,1 persen di bulan Mei dari 84,6 persen bulan sebelumnya. Sederet sentimen ini yang masih memperngaruhi harga emas minggu ini.

Emas sebagian besar tidak berubah karena mempertahankan level USD 1.860 per ons setelah rilis data. Emas berjangka Comex Agustus terakhir diperdagangkan pada USD 1,863.10, turun 0,44 persen hari ini. Emas lebih sensitif terhadap data non-farm payrolls yang diterbitkan sebelumnya pada hari Jumat.

Analis senior Kitco Jim Wyckoff, mengatakan laporan situasi pengangguran AS yang baru dirilis untuk Mei menunjukkan non-farm payrolls AS naik 390.000. Jumlah itu diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 328.000. Kenaikan 428.000 dilaporkan dalam data April.

“Tingkat pengangguran di bulan Mei mencapai 3,6 persen dan diharapkan menjadi 3,5 persen versus 3,6 persen yang dilaporkan di bulan April. Angka pendapatan rata-rata per jam yang diawasi ketat menunjukkan kenaikan 5,24 persen per tahun, ” pungkas Wyckoff.

Harga emas hari ini yang dijual PT pegadaian (Persero) kompak naik lagi. Harga emas Pegadaian hari ini naik untuk semua jenis dan ukuran.

Adapun Pegadaian menjual berbagai jenis emas dari emas Antam, Batik Antam, emas Retro dan emas UBS. Dengan ukuran dari terkecil sebesar 0,05 gram hingga 1.000 gram.

Melansir laman Pegadaian, Minggu (12/6/2022), harga emas jenis Antam misalnya, ukuran 0,5 gram dijual sebesar Rp 567.000 dari sebelumnya Rp 562.000 per gram.

Kemudian emas UBS ukuran 0,5 dijual Rp 523.000 dari sebelumnya Rp 515.000 ribu per gram.

Masyarakat bisa mengetahui perubahan harga emas Pegadaian melalui laman resminya di http://www.pegadaian.co.id.

Equity World | Bursa Saham Asia Tergelincir Usai Inflasi China Meningkat

Equity World | Bursa Saham Asia Tergelincir Usai Inflasi China Meningkat

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik tergelincir pada perdagangan Jumat pagi (10/6/2022), seiring investor menantikan rilis data inflasi Mei dari China dan Amerika Serikat (AS).

Equity World | Wall Street Anjlok, Saham Amazon hingga Apple Terjun Bebas

Di daratan China, indeks Shanghai melemah 0,57 persen, dan indeks Shenzhen merosot 0,46 persen. Inflasi produsen China pada Mei 2022 menguat sesuai harapan. Indeks harga produsen China pada Mei 2022 naik 6,4 persen, dan ini sejalan dengan polling Reuters.

Sementara itu, inflasi konsumen China pada Mei 2022 juga menguat sesuai harapan. Indeks harga konsumen melonjak 2,1 persen, ini di bawah polling Reuters di kisaran 2,2 persen. Demikian mengutip CNBC, Jumat pekan ini.

Indeks Hong Kong Hang Seng melemah 1,44 persen seiring saham Tencent turun 2,13 persen. Saham Alibaba jatuh hampir 3 persen pada perdagangan Jumat pagi setelah grup Ant Jack Ma dan regulator China menghentikan pembicaraan tentang hidupkan kembali pencatatan Ant. Saham Alibaba yang terdaftar di AS turun 8,13 persen pada Kamis pekan ini setelah pengumuman tersebut.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,27 persen karena saham SoftBank Group turun 2,88 persen. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,34 persen. Indeks S&P/ASX 200 di Australia turun 0,76 persen. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,42 persen lebih rendah.

Semalam di Amerika Serikat, S&P 500 tergelincir 2,38 persen menjadi 4.017,82. Dow Jones Industrial Average jatuh 638,11 poin, atau 1,94 persen, menjadi 32.272,79. Nasdaq Composite yang berbasis teknologi turun 2,75% menjadi 11.754,23.

Indeks USD berada di 103,30 setelah baru-baru ini melintasi level 103. Yen Jepang diperdagangkan pada 134,37 per dolar, berjuang untuk pulih setelah melemah dari level di bawah 132 terhadap greenback awal pekan ini. Dolar Australia berada di 0,7098 menyusul penurunan baru-baru ini dari atas 0,714.

Harga minyak lebih rendah di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 0,23 persen menjadi USD 122,79 per barel. Minyak mentah berjangka AS tergelincir 0,21 persen menjadi USD 121,26 per barel.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street merosot tajam pada perdagangan Kamis, 9 Juni 2022. Koreksi wall street ini terjadi jelang laporan inflasi utama karena investor tentang keadaan ekonomi AS.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones anjlok 638,11 poin atau 1,94 persen ke posisi 32.272,79. Indeks S&P 500 merosot 2,38 persen menjadi 4.017,82. Indeks Nasdaq tergelincir 2,75 persen ke posisi 11.754,23.

Sektor saham teknologi berjuang dengan saham Meta Platforms terperosok 6,4 persen dan Amazon turun lebih dari 4 persen. Saham shoppingmode Apple turun 3,6 persen. Saham kasino mencatat kinerja terburuk di indeks sektor saham S&P 500.

Saham Las Vegas Sands turun 5,6 persen dan Caesars Entertainment melemah 3,8 persen. Saham teknologi China membalikkan kenaikan baru-baru ini dan menyeret indeks Nasdaq dengan Pinduoduo merosot 9,6 persen.

Di sisi lain, saham Boeing mencatat kinerja buruk di Dow. Saham Boeing melemah lebih dari 4 persen. Koreksi saham terjadi menjelang laporan indeks harga konsumen Mei 2022 pada Jumat waktu setempat. Investor mencari petunjuk untuk melihat apakah inflasi telah mencapai puncaknya atau apakah the Federal Reserve perlu lebih agresif untuk menekan kenaikan harga.

“Fakta bahwa orang-orang telah benar-benar membicarakan laporan ini selama beberapa hari terakhir menggambarkan seberapa besar masalah inflasi bagi pasar selama enam bulan terakhir sejak ketua the Fed Powell pertama kali mulai mengambil pendekatan inflasi yang lebih hawkish,” tulis Bespoke Investment Group kepada klien mengutip laman CNBC, Jumat (10/6/2022).

Sebagian besar sesi perdagangan, laju saham sedikit lebih rendah sebelum aksi jual meningkat pada jam terakhir. Indeks Dow berada di bawha 32.700 sebelum jam 3 sore waktu setempat di New York, tetapi indeks turun lebih dari 400 poin. Indeks volatilitas Cboe sering disebut sebagai pengukur ketakutan wall street naik lebih dari dua poin menjadi ditutup di atas 26 untuk pertama kalinya bulan ini.

Investor telah menilai kesehatan ekonomi Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir, karena the Fed telah mulai menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi tanpa membawa ekonomi ke dalam resesi.

Di sisi lain, harga energi yang lebih tinggi dan gangguan rantai pasokan yang berkelanjutan telah membuat inflasi tetap tinggi dalam beberapa bulan terakhir, sementara beberapa data ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang melambat dalam beberapa pekan terakhir.

“Sayangnya kita tidak akan mendapatkan banyak pandangan bersih pada ekonomi, apakah ekonomi AS atau tentu saja ekonomi global untuk beberapa waktu karena ada begitu banyak hal yang sulit diuraikan,” ujar Senior US Macro Strategist Truist Michale Skordeles.

Harga minyak turun sedikit pada Kamis, 9 Juni 2022, tetapi harga minyak mentah West Texas Intermediate masih bertahan di atas USD 120 per barel. Klaim pengganguran awal naik menjadi 229.000 pekan lalu lebih buruk dari perkiraan 210.000.

Indeks S&P 500 melemah lebih dari 16 persen dari rekor tertingginya, tetapi sebagian besar diperdagangkan sideways dalam beberapa pekan terakhir setelah memantul dari level terendah baru-baru ini pada Mei 2022. Indeks S&P 500 turun lebih dari dua persen pekan ini.

Senior Portfolio Manager Morgan Stanley Investment Management, Andrew Slimmon menuturkan, saham akan menguat pada 2022 tetapi berada dalam perjalanan yang bergejolak selama musim panas ke posisi terendah pada Mei 2022.

“Saya tidak melihat penurunan substansial di bawah ini karena saya yakin, meskipun harga minyak lebih tinggi dan harga pangan lebih tinggi, ekonomi akan mampu menahan goncangan yang dihadapi sekarang,” ujar dia.

Selain itu, saham tampaknya bergerak berlawanan dengan imbal hasil obligasi pada Kamis pekan ini setelah pembaruan dari bank sentral Eropa.

Bank sentral Eropa konfirmasi rencana menaikkan suku bunga pada Juli dan September 2022. Bank sentral Eropa juga menaikkan proyeksi inflasi pada 2022 menjadi 6,8 persen naik dari 5,1 persen sebelumnya dan menurunkan prospek pertumbuhannya.

Equity World | Harga Emas Dunia Menguat Tipis dalam Perdagangan yang Berombak

Equity World | Harga Emas Dunia Menguat Tipis dalam Perdagangan yang Berombak

Equity World | Harga emas naik tipis pada perdagangan yang sangat berombak sepanjang Rabu. Sentimen yang saling tarik – menarik dan mempengaruhi harga emas adalah kekhawatiran akan inflasi yang tinggi dengan rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Equity World | Pasar Saham Asia: Pertumbuhan dan Kekhawatiran Inflasi Membuat Penjual Tetap Berharap Menjelang ECB dan IHK AS

Pertumbuhan ekonomi bisa mendorong daya tarik instrumen safe haven seperti emas menjelang keluarnya data data inflasi AS. Namun kenaikan inflasi in ibisa menjadi sebuah pertanda bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga.

Mengutip CNBC, Kamis 9/6//2022), harga emas dunia di pasar spot naik sedikit lebih tinggi menjadi USD 1.852,25 per ons. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,17 persen ke level USD 1.855,3 per ons.

“Kami melihat mentalitas tarik – menarik di pasar emas. Sekarang fokusnya adalah pada data IHK hari Jumat untuk melihat apakah inflasi sebenarnya mulai sedikit mundur atau terus berjalan lebih cepat dari yang diharapkan,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Ia melanjutkan, harga emas juga menghadapi tantangan dari the Fed yang sekarang tampaknya berkomitmen untuk memerangi inflasi yang melonjak.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan tingkat inflasi tahunan saat ini sebesar 8 persen dan hal ini tidak dapat diterima untuk Amerika Serikat yang memiliki target inflasi 2 persen.

Meskipun dilihat sebagai lindung nilai inflasi, emas sensitif terhadap kenaikan suku bunga yang meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Analis senior OANDA Edward Moya menambahkan, emas juga diuntungkan dari beberapa aliran safe-haven yang didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pertumbuhan ekonomi di tengah memburuknya selera risiko.

Di sisi jual beli fisik, bagaimanapun, konsultan Metals Focus mengatakan permintaan emas akan turun tahun ini di tengah penjualan perhiasan yang lebih lemah dan investasi ritel di China karena penguncian COVID-19 dan perlambatan ekonomi.

Harga emas diperkirakan akan bergerak stabil di kisaran USD 1.850 per ounce sepanjang pekan ini. Harga emas di pekan ini akan dipengaruhi tarik ulur antara kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) dengan kenaikan angka inflasi.

Dalam survei harga emas yang dilakukan ole Kitco, sebagian besar analis memperkirakan harga emas akan naik pada minggu ini. Namun angka kenaikannya tidak akan besar karena masih ada tantangan yang harus dihadapi oleh logam mulia tersebut.

Sedangkan para pelaku pasar juga sebagian besar menginginkan harga emas bisa naik pada pekan ini. Namun juga banyak yang memperkirakan harga emas akan mengalami tekanan.

Dikutip dari survei Kitco, Senin (6/6/2022), pada akhir pekan kemarin sebanyak 15 analis di Wall Street berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Di antara peserta, tujuh analis atau 47 persen menyerukan harga emas naik minggu depan.

Pada saat yang sama, lima analis atau 36 persen menyatakan harga emas akan bearish dalam waktu dekat. Sedangkan tiga analis atau 20 persen memilih untuk netral pada harga emas.

Sedangkan dalam polling online, 637 suara atau pelaku pasar ikut ambil bagian. Dari jumlah tersebut, 448 responden atau 70 persen memperkirakan harga emas akan naik minggu ini.

Sedangkan 117 responsen lainnya atau 18 persen mengatakan harga emas akan lebih rendah. Sementara 72 pemilih atau 11 persen netral dalam waktu dekat.

Pada minggu lalu, harga emas ditutup di atas USD 1.850 per ounce. Ini adalah level psikologis yang kritis. Harga emas sedang berjuang untuk menemukan momentum bullish yang konsisten.

Emas telah berhasil mempertahankan posisinya di atas garis menyusul data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengatakan 390 ribu pekerjaan diciptakan pada Mei, mengalahkan ekspektasi ekonom sekitar 325 ribu.

Kepala analis Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan, prospek teknis emas tetap konstruktif. Namun, perspektif fundamental bakal keruh. Dia menambahkan, data ekonomi mendukung tindakan kebijakan moneter agresif lebih lanjut.

“The Fed akan tetap tegas hawkish dan kita bisa melihat lebih dari dua pergerakan 50 basis poin,” katanya.

“Namun, inflasi tetap menjadi masalah dan masih terlalu tinggi. Volatilitas pasar juga meningkat. Untuk saat ini harga emas terjebak di tengahnya.” tambah dia.

Kepala analis komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, meskipun penurunan harga emas dapat dilihat sebagai peluang pembelian jangka panjang, dia berpanjangan netral terhadap emas minggu ini dan dia memperkirakan harga tetap di bawah USD 1.870 per ounce.

Adrian Day, presiden Adrian Day Asset Management, mengatakan bahwa dia memperkirakan harga emas bullish.

“Laporan pekerjaan AS hanya akan memberi the Fed alasan untuk melanjutkan pengetatan, tetapi ekonomi tidak cukup kuat untuk mempertahankan pengetatan yang berarti tanpa menyebabkan kerusakan ekonomi. Periode stagflasi di depan, dan itu positif untuk emas,” katanya.

Sementara beberapa analis tetap memperkirakan harga emas akan naik dalam jangka panjang, mereka telah mencatat bahwa dolar AS tetap menjadi angin kritis, terutama karena Federal Reserve menaikkan suku bunga.

“Dengan nonfarm payrolls mengalahkan ekspektasi, tampaknya tidak ada alasan bagi Fed untuk memperlambat pengetatan. Pada berita ini, imbal hasil Treasury AS mulai naik lagi, mendorong USD relatif terhadap mata uang lainnya, termasuk emas. berubah nanti dalam seminggu di sekitar pertemuan ECB; kita akan lihat, “kata Kepala anais SIA Wealth Management Colin Cieszynski.

Equity World | Saham Asia Pasifik Naik, India Tunggu Kebijakan Suku Bunga

Equity World | Saham Asia Pasifik Naik, India Tunggu Kebijakan Suku Bunga

Equity World | Saham di Asia Pasifik naik pada perdagangan Rabu (8/6) pagi, karena investor menantikan keputusan suku bunga terbaru bank sentral India (RBI) yang diharapkan rilis hari ini.

Equity World | Wall Street Tertekan Kekhawatiran Inflasi AS

Nikkei 225 di Jepang naik 0,75%, sementara indeks Topix naik 0,62%.

Ekonomi Jepang menyusut 0,5% tahunan pada kuartal I-2022, ditunjukkan oleh data pemerintah yang direvisi Rabu. Hasil ini adalah peningkatan dari perkiraan awal kontraksi 1%.

Kospi Korea Selatan naik 0,34%. S&P/ ASX 200 di Australia naik 0,51%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,19% lebih tinggi.

Bank sentral India akan mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya pada Rabu. Data itu datang di belakang kejutan kenaikan suku bunga 50 basis poin bank sentral Australia (RBA) pada Selasa (7/6).

Semalam di bursa Amerika Serikat (AS), S&P 500 naik 0,95% menjadi 4.160,68. Dow Jones Industrial Average naik 264,36 poin, atau 0,8%, menjadi 33.180,14. Nasdaq Composite naik 0,94% menjadi 12.175,23.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 102,402 setelah penurunan baru-baru ini dari level di atas 102,5.

Yen Jepang diperdagangkan pada 132,75 per dolar, lebih lemah dari level di bawah 132 yang terlihat terhadap dolar kemarin. Dolar Australia berada di US$ 0,7222 setelah pemantulan kemarin dari level di bawah US$ 0,72.

Harga minyak lebih tinggi di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 0,12% menjadi US$ 120,72 per barel. Minyak mentah berjangka AS naik 0,18% menjadi US$ 119,62 per barel.

Equity World | Wall Street Menguat Tersengat China Longgarkan Lockdown

Equity World | Wall Street Menguat Tersengat China Longgarkan Lockdown

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Senin, 6 Juni 2022 seiring mencoba menguat dari pekan lalu yang tertekan. Selain itu, pelaku pasar mencermati lonjakan imbal hasil treasury atau surat utang pemerintah AS.

Equity World | Harga Emas Hari Ini 6 Juni, Anjlok Jadi Rp979 Ribu per Gram

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Nasdaq naik 0,40 persen. Indeks S&P 500 menguat 0,31 persen. Indeks Dow Jones bertambah 16,08 poin atau kurang dari 0,1 persen. Indeks Dow Jones naik lebih dari 300 poin pada awal sesi perdagangan di wall street. Imbal hasil treasury AS tenor 10 tahun mencapai di atas 3 persen.

Sentimen investor didorong dari Beijing yang membatalkan sejumlah pembatasan terkait COVID-19. Sementara itu, the Wall Street Journal melaporkan regulator China sedang menyelesaikan penyelidikan terhadap raksasa ride hailing Didi yang berpotensi menandakan tindakan keras negara itu terhadap sektor teknologi mungkin akan segera berakhir.

Sementara itu, saham naik lebih dari 1 persen di China dan lebih dari 2 persen di Hong Kong. Saham Didi yang diperdagangkan di Amerika Serikat melonjak lebih dari 24 persen. Sementara itu, JD.com dan Pinduoduo masing-masing bertambah 6,5 persen dan 5,6 persen.

Perkembangan di China dapat mendorong investor tentang prospek ekonomi AS dan Eropa.

“Sejak posisi terendah 3.800 di indeks S&P 500 telah ada kemajuan nyata. China kembali dibuka dan mudah-mudahan ekonomi akan hampir beroperasi pada kapasitas hampir penuh dalam sebulan,” ujar Tom Essaye dari Sevens Report dalam sebuah catatan, demikian mengutip dari laman CNBC, Selasa (7/6/2022).

Ia menambakan, hal itu akan menambah pengaruh besar pada ekonomi global dan mungkin paling penting mengurangi tekanan rantai pasokan.

Berita dari China tampaknya meningkatkan saham kasino dengan saham Wynn Resorts naik hampir 2,5 persen. Selain itu saham energi menguat seiring pemerintahan Joe Biden menangguhkan tarif produk panel surya dari empat negara dengan Enphase Energy naik lebih dari 5 persen.

Di sisi lain, saham Amazon naik hampir 2 persen setelah stock split 20:1. Amgen dan Salesforce masing-masing turun lebih dari 1 persen membebani Dow.

Investor telah bergulat dengan kekhawatiran bank sentral dapat menaikkan suku bunga terlalu cepat dan banyak menyebabkan resesi. Pernyataan terbaru dari pembuat kebijakan the Federal Reserve menunjukkan kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan Juni dan Juli 2022.

Imbal hasil treasury AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam hampir sebulan karena investor menjual obligasi. Meskipun langkah tersebut tampaknya menekan saham dari level tertingginya, hal itu tidak menyebabkan koreksi besar dalam saham seperti yang terjadi pada awal 2022.

“Saya pikir keterkejutan telah memudar karena menembus level 3 persen itu selama 10 tahun. Kami pernah ke sana sebelumnya, dan kami kembali,” ujar Chief Investment Officer MissionSquare Retirement, Wayne Wicker.

Ia menambahkan, meskipun tentu saja suku bunga naik adalah sesuatu yang tidak disukai pelaku pasar, itu adalah kesimpulan kalau akan melihat suku bunga lebih tinggi dalam waktu dekat. “Pertanyaannya adalah apakah pasar obligasi telah menetapkan harga yang tinggi untuk itu,” tutur dia.

Selain itu, investor akan fokus pada pembacaan indeks harga konsumen pada Mei 2022 yang dijadwalkan rilis pada Jumat pagi, 10 Juni 2022. Pengukur inflasi utama diperkirakan hanya sedikit mereda dari April. Hal ini dapat ditafsirkan oleh sejumlah orang sebagai konfirmasi kalau inflasi telah mencapai puncaknya.

Ekonomi Amerika Serikat menambahkan 390.000 pekerjaan pada Mei 2022, yang lebih baik dari yang diharapkan meskipun ada kekhawatiran perlambatan ekonomi dan di tengah laju inflasi yang menderu.

Beberapa investor percaya data perekrutan kuat dapat membuka jalan bagi the Federal Reserve untuk tetap agresif.

“Untuk saat ini, pasar melihat the Federal Reserve mencoba menavigasi jalan yang menyakitkan dan bergelombang, namun berusaha menemukan jalan keluar yang lembut,” ujar Chief Equity Strategist LPL Financial Quincy Krosby.

Ia mengatakan antara ingin percaya pada reli tetapi tidak percaya the Fed dapat menegosiasikan soft landing.

Adapun pasar saham awal pekan ini telah mengecewakan investor. Hal ini karena rata-rata indeks acuan alami kerugian moderat. Pasar saham telah mengalami tahun yang bergejolak dengan rata-rata indeks acuan kembali turun dari rekor tertingginya. Indeks S&P 500 susut sekitar 14 persen dari level tertinggi sepanjang masa pada Januari. Indeks acuan turun ke wilayah bearish pada bulan lalu.

Equity World | Initp Gerak Saham WIR ASIA (WIRG), Masih Multi Bagger?

Equity World | Initp Gerak Saham WIR ASIA (WIRG), Masih Multi Bagger?

Equity World | Setelah harga saham PT WIR ASIA Tbk (WIRG) memulai tren pelemahan sejak 20 April 2022, tetapi sejak pekan terakhir bulan Mei 2022, harga saham WIRG mulai bergerak sideways.

Equity World | Harga Emas Hari Ini 6 Juni, Anjlok Jadi Rp979 Ribu per Gram

Harga saham WIRG ditutup melemah 4,7% di level Rp 815/unit hingga perdagangan sesi I, Senin (6/6/2022).

WIRG merupakan salah satu emiten teknologi yang fenomenal di pasar modal Tanah Air.

Untuk diketahui, WIRG melepas 2,57 miliar saham di harga Rp 168/unit saat IPO. Harga saham WIRG menyentuh level penutupan tertingginya pada 19 April 2022 di Rp 1.365/unit yang berarti return 8,1x.

Namun setelah itu harga saham WIRG cenderung terkoreksi. Penurunan tajam sempat terjadi di awal pekan bulan Mei saat perdagangan kembali dibuka pasca libur panjang Lebaran 2022.

Meskipun harga saham WIRG sudah turun 40,3% dari level tertingginya, tetapi return yang diberikan sejak IPO masih tercatat bagger hampir 5x.

Katalis positif yang membuat harga saham WIRG melesat adalah komitmen perusahaan untuk mengembangkan ekosistem Metaverse di Indonesia.

Belum lama ini perseroan merilis informasi terkait pembentukan perusahaan patungan (joint venture) bernama PT Metaverse Indonesia Makmur.

Mengacu pada keterbukaan informasi perseroan, Joint Venture tersebut dilakukan melalui cucu usaha WIRG yaitu PT Mata Nilai Republik dengan PT Surya Semesta Karya Persada.

Asal tahu saja PT Surya Semesta Karya Persada merupakan salah satu anak usaha Grup Salim. Dalam keterangan persnya, WIRG menggaet Grup Salim untuk mengembangkan platform metaverse guna memastikan jaringan bisnisnya tetap terdepan dan kompetitif.

Nota kesepahaman kerja sama strategis ini ditandatangani oleh Michel Budi Wirjatmo, Direktur Utama WIR Group dan Axton Salim, Executive Director Salim Group.

“Kami menilai kerja sama melalui joint venture dengan WIR Group akan memberikan kesempatan luar biasa bagi pengembangan bisnis korporasi di masa depan. Dengan mengadopsi platform metaverse, kami bisa menggali potensi dan peluang-peluang bisnis yang sebelumnya tidak terbayangkan,” kata Axton.

“Kami memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Artificial Intelligence (AI), yang dapat mendukung bisnis Salim Group memasuki era baru digital tanpa batas melalui teknologi metaverse yang kami kembangkan,” ujar Michel Budi.

“Dengan keahlian dan pengalaman WIR Group yang telah merintis pengembangan teknologi metaverse sejak 2009 dan menyelesaikan ribuan proyek di sejumlah negara, kami optimis bisa membantu industri termasuk Salim Group untuk masuk dan menjelajahi dunia metaverse guna menghadirkan inovasi dan terobosan baru serta memanfaatkan setiap peluang yang ada demi pengembangan usaha,” tandas Michel.

Equity World | Kemarin Galau, Hari Ini IHSG Mau Coba Menghijau!

Equity World | Kemarin Galau, Hari Ini IHSG Mau Coba Menghijau!

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (2/6/2022) dengan stagnan di level 7.148,72.

Di sepanjang perdagangan IHSG cenderung bergerak volatil. IHSG menyentuh level terendah di 7.117,98 dan level tertinggi di 7.209,08.

Equity World | Investor Takut Resesi Emas pun Dicari, Harganya Makin Tinggi!

Meskipun IHSG stagnan, asing mencatatkan net buy di pasar reguler dengan nilai jumbo sebesar Rp 661 miliar.

Mayoritas bursa saham Asia memang bergerak di zona merah hari ini kecuali indeks Shanghai Composite yang menguat 0,42%.

Dari dalam negeri sentimen datang dari data PMI manufaktur dan inflasi. Markit melaporkan PMI manufaktur Indonesia bulan Mei 2022 mencatatkan ekspansi di angka 50,8.

Namun jika dibandingkan dengan bulan April 2022 di 51,9 maka PMI manufaktur Indonesia tercatat mengalami perlambatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di bulan Mei naik 0,40% secara month on month (mom) dan 3,55% year on year (yoy) sejalan dengan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia.

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB kemarin, indeks bergerak di rentang batas BB 6.960-7.378.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. RSI IHSG terpantau flat di level 59,06.

Dilihat menggunakan analisa teknikal lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 semakin menjauhi garis EMA 26 dan membentuk pola melebar (divergen).

Di sisi lain bar histogram MACD juga bergerak di zona positif dan meningkat. Memang dilihat dari indikator ini, peluang uptrend IHSG terlihat.

Namun tetap patut dicermati terkait berbagai sentimen yang dapat membuat volatilitas yang tinggi terjadi.
Untuk perdagangan hari ini, indeks akan menguji level 7.100-7.200 terlebih dahulu. Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Equity World | Paman Sam Sedang Liburan, IHSG Masih Ada Tenaga Buat Nanjak?

Equity World | Paman Sam Sedang Liburan, IHSG Masih Ada Tenaga Buat Nanjak?

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,16% di level 7.037,57 pada perdagangan perdana pekan ini, Senin (30/5/2022).

IHSG sempat menguat di saat perdagangan dibuka. Namun indeks balik arah dan tertekan di zona merah hampir selama perdagangan berlangsung.

Equity World | Harga Emas Mulai Turun, Habis Bensin Ya?

IHSG bahkan sempat terlempar dari level psikologis 7.000 dan menyentuh level terendah intraday di 6.974,62.

Namun di menit-menit terakhir sebelum penutupan, IHSG pun diangkat naik dan berakhir finish di zona hijau, bahkan dapat mempertahankan posisinya di atas level psikologis 7.000.

Asing sempat net sell besar di awal-awal. Namun net sell asing menipis. Asing membukukan jual bersih senilai Rp 9,4 miliar saja di pasar reguler.

Hijaunya IHSG juga tak terlepas dari kinerja bursa saham Asia yang kompak menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat memimpin penguatan dengan apresiasi 2,19%.

Sementara itu IHSG menduduki peringkat bontot di kawasan Asia Pasifik yaitu ranking 12 hanya unggul dari Bursa Malaysia yang indeks saham acuannya melemah sendirian sebesar 0,18% di Benua Kuning.

Bursa AS sendiri sedang libur untuk merayakan memorial day untuk mengingat para prajurit Paman Sam yang gugur di medan perang.

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB pekan lalu, indeks tampak sudah menembus batas BB terdekat di 6.971 jika menggunakan level penutupan.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI IHSG terpantau tak terlalu menunjukkan pergerakan berarti kemarin. RSI IHSG ditutup di level 53,92 dari sebelumnya di 53,34.

Dilihat menggunakan analisa teknikal lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 sudah mulai memotong garis EMA 26 dari bawah dan membentuk pola melebar (divergen).

Di sisi lain bar histogram MACD juga bergerak di zona positif dan meningkat. Hal ini bisa menjadi indikator bahwa IHSG sedang membentuk pola uptrend.

Namun untuk perdagangan hari ini, setidaknya IHSG akan menguji level 7.000-7.100 terlebih dahulu.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Design a site like this with WordPress.com
Get started