Equity World | Saham Asia Pasifik Jatuh Mengikuti Wall Street

Equity World | Saham Asia Pasifik Jatuh Mengikuti Wall Street

Equity World | Saham di Asia Pasifik jatuh pada Rabu (29/6) setelah kinerja negatif Wall Street pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Investor juga akan menantikan laporan penjualan ritel Australia dan rilis data kepercayaan konsumen Jepang.

Equity World | Wall Street Tak Bernyali Menghijau Akibat Ancaman Resesi

Nikkei 225 di Jepang turun 0,95%, dan Topix tergelincir 0,87%. Penjualan ritel di Jepang naik 3,6% pada Mei 2022 dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan bulan ketiga berturut-turut, menurut data pemerintah.

S&P/ ASX 200 Australia turun 0,23%.

Di Korea Selatan, Kospi turun 1,53%, sedangkan Kosdaq turun 1,52%.

Indeks sentimen konsumen Korea Selatan turun di level 96,4 untuk Juni 2022, turun 6,2 poin dari angka Mei 2022, menurut survei bank sentral Korea (BoK).

Saham Amerika Serikat (AS) menyerahkan kenaikan awal untuk turun semalam, menyusul data ekonomi yang mengecewakan. Indeks kepercayaan konsumen turun ke 98,7 pada Juni 2022 dari level 103,2 pada Mei 2022, menurut data The Conference Board.

Dow Jones Industrial Average turun 491,27 poin atau 1,56%, menjadi 30.946,99. S&P 500 tergelincir 2,01% menjadi 3.821,55, sementara Nasdaq Composite melemah dan turun 3% menjadi 11.181,54.

Hari ini, otoritas Jepang akan merilis data kepercayaan konsumen dan Australia akan melaporkan data penjualan ritel untuk Mei 2022. Penjualan ritel naik 0,9% pada April 2022.

Di tempat lain di kawasan itu, pemerintah Tiongkok memangkas periode karantina untuk wiisatawan internasional pada Selasa (28/6), sebagai langkah menjauh dari kontrol ketat Covid-19 yang telah dilakukan selama lebih dari dua tahun.

Orang-orang yang datang dari luar negeri sekarang perlu dikarantina selama tujuh hari setelah kedatangan dan tiga hari di rumah, dibandingkan dengan 21 hari di fasilitas terpusat sebelumnya.

Bloomberg juga melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, bahwa pemerintahan baru Hong Kong sedang mempertimbangkan untuk mengurangi karantina hotel wajib menjadi lima hari atau turun dari sebelumnya tujuh hari wajib karantina.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 104,466, memantul kembali dari bawah 104 awal pekan ini.

Yen Jepang melemah melewati level 136 terhadap dolar lagi, setelah menguat dan bertahan stabil dalam beberapa sesi terakhir. Terakhir berpindah tangan pada 136,03. Dolar Australia berada di level US$ 0,6903.

Minyak berjangka naik sedikit di perdagangan pagi Asia. Minyak mentah berjangka AS naik 0,3% menjadi US$ 112,09 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,25% menjadi US$ 118,28 per barel.

Equity World | Harga Emas ‘Membeku’

Equity World | Harga Emas ‘Membeku’

Equity World | Harga emas nyaris tidak bergerak pada pagi hari ini. Pada perdagangan Selasa (28/6/2022) pukul 06: 50 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.822,69 per troy ons. Melemah sangat tipis 0,002%.

Equity World | Wall Street Turun Akibat Melemahnya Saham Pertumbuhan

Pelemahan pada pagi hari ini melanjutkan tren negatif pada hari sebelumnya. Kemarin, harga emas juga melemah 0,19% ke posisi US$ 1822,73 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas masih melemah 0,5% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga menyusut 1,6% sementara dalam setahun masih menguat 2,5%.

Edward Moya, analis dari OANDA, mengatakan harga emas masih sulit diprediksi karena tingginya ketidakpastian pada musim panas ini. Di satu sisi, pasar khawatir dengan kenaikan suku bunga acuan The Fed yang akan berdampak negatif kepada pergerakan emas.

Di sisi lain, ada faktor kekhawatiran resesi yang bisa menopang kinerja emas. “Dalam jangka pendek, outlook emas akan beragam karena besarnya ketidakpastian pada musim panas ini,” tutur Moya, seperti dilansir Reuters.

Moya juga menyoroti ketidaksinkronan pergerakan emas dan dolar Amerika Serikat (AS). Emas biasanya melemah saat dolar AS menguat dan sebaliknya. Pada pagi hari ini, Dollar Index juga melemah tetapi emas ikut melemah.

Menurutnya, pelemahan emas hari ini lebih disebabkan naiknya yield surat utang pemerintah AS. Yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun pada hari ini meningkat 0,42% ke 3,21%.

Sejumlah analis menilai keputusan sebagian anggota G7 untuk melarang impor emas daru Rusia hanya sedikit membantu pergerakan emas. Rusia memang produsen emas terbesar ketiga di dunia dan berkontribusi 10% terhadap produksi global. Namun, perang membuat lalu lintas pengiriman dari dan ke Rusia terbatas.

“Emas Rusia sedikit yang diekspor ke negara-negara G7, terutama karena sedikitnya penerbangan ke dan dari Rusia setelah perang. Pengaruh larangan impor itu bahkan sejauh ini bisa diabaikan,” tutur Stephen Innes, dari SPI Asset Management.

Equity World | Harga Emas Naik, Didukung Rencana Pelarangan Impor Emas dari Rusia oleh Negara G7

Equity World | Harga Emas Naik, Didukung Rencana Pelarangan Impor Emas dari Rusia oleh Negara G7

Equity World | Harga emas naik pada perdagangan awal pekan ini. Senin (27/6), harga emas untuk pengiriman Agustus 2022 di Commodity Exchange ada di US$ 1.833,30 per ons troi, naik 0,16% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.830,30 per ons troi.

Equity World | Wall Street Sepekan Cetak Keuntungan Besar

Harga emas naik terkerek sentimen dari rencana anggota G7 yakni Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan Kanada yang berencana untuk mengumumkan larangan impor emas baru dari Rusia selama pertemuan puncak para pemimpin G7.

Mengutip Bloomberg, pemerintah Inggris dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, didukung oleh peran bank sentral London dalam perdagangan emas, langkah ini akan memiliki jangkauan global, menutup komoditas dari pasar internasional formal dan memberikan dampak besar pada kemampuan Presiden Vladimir Putin untuk mengumpulkan dana.

Pengiriman antara Rusia dan London turun menjadi hampir nol sejak negara-negara barat memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Asosiasi pasar emas London, yang menetapkan standar untuk pasar itu, menghapus penyulingan emas Rusia dari daftar terakreditasi di bulan Maret.

“Apa yang dilakukan adalah memformalkan apa yang telah dilakukan oleh industri emas,” kata Adrian Ash, kepala penelitian di broker BullionVault seperti dikutip Bloomberg.

Langkah ini akan berlaku untuk pertama kalinya, untuk emas yang dikirim dari Rusia.

Departemen Keuangan AS juga akan mengeluarkan larangan AS pada Selasa besok, menurut seseorang yang mengetahui rencana tersebut.

Orang Amerika telah dilarang terlibat dalam transaksi emas dengan bank sentral Rusia.

Equity World | Wall Street Merekah

Equity World | Wall Street Merekah

Equity World | Bursa saham Wall Street berakhir lebih tinggi setelah bergejolak pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Hal itu terjadi karena investor menilai meningkatnya risiko resesi memengaruhi prospek harga minyak dan kebijakan moneter.

Equity World | Saham Asia Pasifik Diperdagangkan Variatif, Pasar Memantau Kekhawatiran Resesi

Mengutip The Business Times, Jumat, 24 Juni 2022, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,6 persen pada 30.677,36. S&P 500 berbasis luas naik 1,0 persen menjadi 3.795,73. Sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi naik 1,6 persen menjadi 11.232,19.

Ekuitas mengatasi penurunan karena Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dalam kesaksian hari kedua di Capitol Hill, meremehkan gagasan bantuan pandemi pemerintah adalah faktor kunci yang memicu inflasi AS saat ia terus bersumpah untuk menanggapi inflasi dengan keras.

Tetapi Karl Haeling dari LBBW mengatakan pasar telah secara signifikan mengubah ekspektasi kenaikan suku bunga selama seminggu terakhir karena obrolan tentang resesi telah berkembang. Investor sekarang mengantisipasi Amerika Serikat pada dasarnya akan selesai dengan kenaikan suku bunga pada 2022 daripada pada 2023.

“Itu meninggalkan keputusan besar untuk ekuitas. Apakah Anda menjual karena ekonomi akan mengalami resesi, atau apakah Anda reli karena cakupan kenaikan suku bunga akan lebih kecil dan lebih cepat dari yang Anda kira?” kata Haeling.

Saham berada di wilayah positif untuk minggu ini dalam pergeseran dari tren suram tahun ini, yang telah melihat ekuitas merosot karena inflasi dan pengetatan kebijakan moneter mendominasi diskusi.

Di antara perusahaan individu, saham homebuilder KB Home melonjak 8,6 persen karena melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Bahkan ketika memperingatkan hambatan dari tingkat hipotek yang lebih tinggi.

Equity World | Harga Emas Hari Ini Melonjak Dipicu Kekhawatiran Resesi

Equity World | Harga Emas Hari Ini Melonjak Dipicu Kekhawatiran Resesi

Equity World | Harga emas naik pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Lonjakan harga emas dipicu kekhawatiran baru akan resesi yang mendukung daya tarik emas batangan sebagai investasi yang aman dan melawan tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat.

Equity World | Pelemahan Saham Energi Seret Wall Street ke Area Negatif

Sementara investor menunggu isyarat kebijakan moneter dari Bank Sentra Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari CNBC, Kamis (23/6/2022), harga emas di pasar spot membalikkan penurunan awal untuk naik 0,4 persen menjadi USD 1.839,86 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,2 persen menjadi USD 1.841,70.

Saham dunia jatuh karena kekhawatiran kenaikan suku bunga dan resesi berlanjut. Selain itu, melonjaknya harga pangan mendorong inflasi harga konsumen Inggris ke level tertinggi 40 tahun sebesar 9,1 persen bulan lalu.

“Anda memiliki semua ketakutan akan meningkatnya risiko resesi dan inflasi yang memberikan latar belakang yang cukup baik dalam hal permintaan tempat berlindung yang aman; bukan berarti semua orang terburu-buru mencari emas, tetapi orang-orang jelas-jelas berpegang teguh pada posisi emas saat ini,” kata Kepala Riset Generasi Berikutnya di Julius Baer, Carsten Menke.

“Tetapi di sisi negatifnya, Anda memiliki pengetatan moneter yang sangat agresif, terutama oleh Fed AS,” tambah Menke,

Membatasi kenaikan harga emas, indeks dolar naik 0,1 persen, membuat emas batangan mahal bagi pembeli luar negeri.

Powell dijadwalkan untuk bersaksi di depan Kongres pada hari Rabu dan Kamis setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuannya pekan lalu sebesar 75 basis poin (bps) untuk mencoba menjinakkan inflasi.

Jika Powell membuka jalan untuk kenaikan suku bunga 75 bps lagi pada Juli, kemungkinan akan memicu penguatan dolar lebih lanjut dan kenaikan imbal hasil, yang mengakibatkan penurunan emas, kata Ricardo Evangelista, analis senior ActivTrades.

“Jika tidak, dan ini adalah skenario yang paling mungkin, jika ketua menghindari serangan hawkish seperti itu, harga emas kemungkinan akan tetap relatif stabil,” tambah Evangelista.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di tempat lain, harga perak turun 0,9 persen menjadi USD 21,47 per ounce, dan harga platinum turun 0,2 persen menjadi USD 935,75. Sedangkan harga palladium naik tipis 0,4 persen menjadi USD 1,884,34.

Harga emas diprediksi akan berada di level USD 1.800-USD 1.900 per ounce. Hal ini salah satunya ditopang oleh lonjakan inflasi yang akan menjad pendorong utama untuk kenaikan harga emas.

Selain inflasi, meningkatnya risiko resesi ekonomi juga dapat mendorong pembelian emas jika investor terus takut kehilangan aset lainnya.

“Emas telah melakukan ‘pekerjaan yang spektakuler’. Tapi itu tidak berarti logam mulia tidak terkoreksi di sini dan kembali ke USD 1.800. “Itu tidak akan menjadi kekalahan tetapi koreksi sederhana,” kata kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek, dikutip dari KItco, Senin (20/6/2022).

Pemikiran di balik proyeksi Melek adalah sikap Bank Senral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang gigih dan tidak akan menyerah pada kenaikan suku bunga agresif sebagai tanda pertama masalah ekonomi.

“Kecurigaan saya adalah bahwa The Fed tidak akan berubah pikiran dalam waktu dekat,” katanya.

“Sangat mungkin akan ada banyak kenaikan yang lebih agresif dalam menghadapi kekuatan inflasi yang kuat, yang kemungkinan akan membawa harga emas kembali ke posisi terendah pada Mei lalu,” tutur dia,

Ini berarti harga emas akan kembali ke kisaran USD 1.824-USD 1.808 dalam waktu dekat.

“Masih berpikir kita bisa turun di bawah USD 1.800 pada akhir tahun. Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa Fed akan terkelupas pada tanda pertama masalah. Bisa jadi dalam situasi di mana pertumbuhan mulai melambat, tetapi kita tidak akan melihatnya. Pergerakan inflasi yang signifikan akan terjadi hingga September atau Oktober,” jelas dia.

Pada akhir pekan lalu, harga emas jatuh pada perdagangan Jumat dan mencatatkan penurunan lebih dari 1 persen. Kejatuhan harga emas ini karena harus melawan penguatan dolar AS dan juga adanya sinyal kebijakan hawkish dari Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Sabtu (18/6/2022), harga emas berjangka AS turun 0,5 persen pada hari Jumat menjadi USD 1.840,6 per ounce. Emas berjangka ditutup turun 1,86 persen pada minggu ini dan membukukan kinerja mingguan negatif kedua dalam tiga pekan.

Sedangkan harga emas di pasar spot turun 1,1 persen menjadi USD 1.836,26 per ounce.

indeks dolar AS naik pada hari Jumat, sementara imbal hasil Treasury 10-tahun AS juga menguat. Hal ini membuat emas batangan yang diperjualbelikan dengan mata uang dolar AS menjadi kurang menarik.

“Ketakutan kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi ke depan, menyusul kenaikan 75 basis poin Fed minggu ini, akan membatasi penguatan emas secara jangka pendek,” kata kepala analis pasar di Exinity, Han Tan.

Daya tarik emas pada minggu ini terpukul oleh langkah-langkah pengetatan agresif dari the Fed dan juga bank sentral lain di seluruh dunia. Kenaikan suku bunga ini untuk mengekang inflasi.

The Federal Reserve AS menaikkan suku bunga terbesar sejak 1994 atau sepanjang 30 tahun yaitu mencapai 0,75 persen.

Inflasi dan ketidakpastian ekonomi biasanya mendukung harga emas, tetapi suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

“Tekanan kenaikan suku bunga dan dolar AS telah melebihi permintaan safe-heaven (dari kekhawatiran resesi),” kata analis Bank of China International Xiao Fu.

Pergerakan emas memang selama ini selalu berhubungan dengan dolar AS dan imbal hasil obligasi. Menurut analis ini telah terjadi meskipun latar belakang kondusif dari ketidakpastian ekonomi global dan penguncian China.

Equity World | Wall Street Perkasa di Tengah Kekhawatiran Potensi Resesi

Equity World | Wall Street Perkasa di Tengah Kekhawatiran Potensi Resesi

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Selasa, 22 Juni 2022. Hal ini seiring investor menilai bank sentral AS atau the Federal Reserve lebih agresif dan meningkatnya peluang resesi.

Equity World | Wall Street Melesat, Saham Energi Raup Cuan

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melonjak 641,47 poin atau 2,15 persen menjadi 30.530,25. Indeks S&P 500 menguat 2,45 persen menjadi 3.764,79. Indeks Nasdaq bertambah 2,51 persen menjadi 11.069,30. Adapun wall street libur pada Senin, 21 Juni 2022 untuk merayakan Juneteenth.

Pergerakan wall street ikuti koreksi pekan lalu dengan indeks S&P 500 mencatat mingguan terburuk sejak 2020. Banyak investor khawatir kenaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran resesi mungkin berumur pendek, meski yang lain memperkirakan saham mungkin jenuh jual setelah harga lebih akurat terkait tekanan inflasi.

“Pertanyaan yang luar biasa adalah apakah ini hanya sebuah bouncing atau bottom,” ujar Chief Investment Strategist CFRA Research Sam Stovall dikutip dari CNBC, Rabu (22/6/2022).

Stoval prediksi indeks S&P 500 dapat kembali melemah ke posisi 3.200 sebelum pulih, atau penurunan lebih dari 30 persen dari rekor tertingginya.

Pantulan besar semacam ini sudah biasa selama pasar bearish. Indeks S&P 500 telah melonjak lebih dari 2 persen pada 10 kesempatan lain sejak penurunan ini dimulai pada awal Januari sehingga membuat saham lebih rendah.

Sejumlah investor kenaikan ini menjadi salah satu yang menandai pergantian terutama tanpa berita dan katalis yang jelas mendorongnya.

Sektor saham energi merupakan sektor dengan kinerja terbaik di indeks S&P 500. Sektor saham energi menguat 5,1 persen seiring kenaikan harga minyak.

Harga minyak mentah berjangka Brent menguat 0,46 persen ke posisi USD 114,65 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak AS naik hampir 1 persen menjadi USD 110,65 per barel.

Saham Diamondback Energy melambung 8,2 persen dan Exxon Mobil naik 6,2 persen. Saham Schlumberger dan Philips66 naik sekitar 6 persen. Saham Halliburton bertambah 5,9 persen.

Saham teknologi kapitalisasi besar juga memimpin kenaikan. Saham Alphabet induk Google melonjak 4,1 persen. Saham Apple naik sekitar 3,3 persen dan Amazon menguat 2,3 persen.

Saham chip membukukan keuntungan dengan saham Nvidia naik 4,3 persen. Saham KLA melonjak 4,9 persen dan Advanced Micro Devices menguat 2,7 persen.

Di tempat lain, harga saham Kellog bertambah hampir dua persen setelah perusahaan mengatakan akan membagikan tiga perusahaan terpisah.

Sementara itu, imbal hasil obligasi treasury AS bertenor 10 tahun menguat. Rata-rata saham utama alami penurunan ke-10 dalam 11 minggu terakhir di tengah kekhawatiran bank sentral akan menaikkan suku bunga secara agresif untuk menjinakkan inflasi dengan risiko menyebabkan penurunan ekonomi.

Indeks S&P 500 susut 5,8 persen pekan lalu untuk kerugian mingguan terbesar sejak Maret 2020. Pekan lalu, indeks Dow Jones merosot di bawah 30.000 untuk pertama kalinya sejak Januari 2022, susut 4,8 persen untuk periode tersebut. Indeks Nasdaq merosot 4,8 persen.

Penurunan tajam dalam saham menandakan pelemahan lebih lanjut di tengah kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan kemampuan the Federal Reserve untuk menavigasi soft landing. Investor terus mengukur kesehatan ekonomi.

“Meningkatnya ketakutan akan perlambatan pertumbuhan global muncul dan dalam pandangan kami akan mulai menggantikan inflasi sebagai fokus utama bagi investor karena kami melihat apakah kekhawatiran ini dibenarkan atau tidak,” tulis David Sneddon dari Credit Suisse dalam sebuah laporan Selasa pekan ini.

Ia menambahkan, dari perspektif teknikal, pihaknya mulai melihat gambaran yang memburuk untuk komoditas dan terutama logam industri sejalan dengan kekhawatiran ini.

Ketua the Federal Reserve Jerome Powell akan bersaksi di depan Kongres pada Rabu dan Kamis pekan ini. Kehadirannya muncul setelah kenaikan suku bunga baru-baru ini sebesar 0,75 persen, peningkatan suku bunga terbesar sejak 1994.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Jumat, 17 Juni 2022. Selama sepekan, rata-rata indeks acuan melemah dengan indeks S&P 500 mencatat pekan terburuk sejak 2020.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones tergelincir 38,29 poin atau 0,13 persen menjadi 29.888,78. Indeks S&P 500 menguat 0,22 persen ke posisi 3.674,84. Indeks Nasdaq melonjak 1,43 persen ke posisi 10.798,35.

Saham bergejolak selama perdagangan Jumat pekan ini. Hal ini seiring investor semakin khawatir terhadap potensi perlambatan ekonomi. Beberapa bagian penting dari data ekonomi antara lain penjualan ritel Mei 2022 hingga perumahan baru. Selain itu, the Federal Reserve (the Fed) juga menaikkan suku bunga acuan paling agresif sejak 1994.

Pada pekan ini, indeks S&P 500 melemah 5,8 persen dengan 11 sektor saham berakhir 15 persen di bawah level tertinggi baru-baru ini. Selain itu, indeks Dow Jones ditutup di bawah angka 30.000 setelah turun di bawah level itu pada Kamis pekan ini untuk pertama kalinya sejak Januari 2021. Indeks Dow Jones merosot 4,8 persen. Indeks Nasdaq tergelincir 4,8 persen.

“Jelas bahwa masih ada beberapa volatilitas dan itu adalah situasi yang akan bersama kami untuk sementara waktu mengingat meningkatnya ketidakpastian,” ujar Analis Oxford Economics, John Canavan seperti dilansir dari CNBC, Sabtu (18/6/2022).

Ia menambahkan, pergerakan pasar yang ekstrem pada pekan ini seperti mencari menemukan tempat untuk menetap.

Pada Jumat pekan ini, pasar mengalami “quadruple witching”. Hal ini mengacu pada berakhirnya masa berlaku indeks saham berjangka, saham tunggal, opsi saham dan indeks opsi saham secara bersamaa. Ini biasanya mengarah pada lonjakan volume perdagangan membuat perdagangan volatilitas perdagangan.

Equity World | Pasar Asia Pasifik di Wilayah Positif, Bitcoin Meningkat

Equity World | Pasar Asia Pasifik di Wilayah Positif, Bitcoin Meningkat

Equity World | Pasar Asia Pasifik sebagian besar naik pada awal perdagangan pada Selasa (21/6), sementara bitcoin terus meningkat setelah rebound baru-baru ini. Sementara itu, bank sentral Australia siap untuk merilis risalah rapat di pagi hari.

Equity World | Kekhawatiran Investor Akan Resesi Ekonomi di AS Jadi Pemberat Laju Wall Street

Nikkei 225 Jepang naik 1,19% di awal perdagangan sementara Topix naik 1,2%. Kospi di Korea Selatan juga berada di wilayah positif, diperdagangkan 0,16% lebih tinggi.

S&P/ ASX 200 naik 0,69%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,12%.

Menjelang rilis risalah pertemuan bank sentral Australia (RBA), sementara Gubernur RBA Philip Lowe akan berbicara tentang inflasi dan kebijakan moneter.

Di tempat lain, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengulangi rencana untuk menaikkan suku bunga ECB dua kali musim panas ini. Ia juga menekankan target inflasi 2%, menurut perkiraan Reuters.

“Keputusan ini mendukung komitmen kami sebelumnya untuk menyesuaikan semua instrumen kami dalam mandat kami, menggabungkan fleksibilitas jika diperlukan, untuk memastikan bahwa inflasi stabil pada target 2% kami dalam jangka menengah,” kata Lagarde, menurut laporan yang dirilis Selasa.

Pasar Amerika Serikat (AS) akan kembali diperdagangkan pada Selasa setelah liburan pada Senin (20/6). Rata-rata saham utama pekan lalu mengalami kerugian minggu ke-10 dalam 11 minggu terakhir, di tengah kekhawatiran bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga secara agresif untuk menjinakkan inflasi dengan risiko menyebabkan penurunan ekonomi. S&P 500 turun 5,8% minggu lalu untuk kerugian mingguan terbesar sejak Maret 2020, merosot lebih dalam ke wilayah pasar bearish.

Aset kripto (cryptocurrency) bitcoin terbesar di dunia naik pada Senin setelah jatuh di bawah level tertinggi 2017 selama akhir pekan. Itu naik di atas angka US$ 20.000 untuk sebagian besar hari itu. Pada Selasa selama jam perdagangan Asia, bitcoin terakhir naik 2,74% menjadi sekitar US$ 20.638, menurut data Coin Metrics.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 104,407.

Yen Jepang diperdagangkan pada 135,11 per dolar melemah dari level di atas 134. Dolar Australia berada di level US$ 0,6961, masih lemah terhadap perdagangan minggu lalu di atas US$ 0,70.

Harga minyak lebih tinggi pagi ini dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 0,8% menjadi US$ 115,04 per barel. Minyak mentah berjangka AS juga meningkat 1,56% menjadi US$ 111,27 per barel.

Equity World | Harga Emas Dunia Merosot 1,9 Persen Sepanjang Pekan Lalu

Equity World | Harga Emas Dunia Merosot 1,9 Persen Sepanjang Pekan Lalu

Equity World | Harga emas jatuh pada akhir pekan kemarin dan menghentikan keuntungan selama dua hari berturut-turut karena dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat.

Equity World | Wall Street Berakhir Rebound, Dow Jones Merosot dan Nasdaq Melesat 1,43 Persen

Mengutip CNBC, Senin (20/6/2022) kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, merosot 9,3 dolar AS atau 0,5 persen, menjadi ditutup pada 1.840,60 dolar AS per ounce. Emas turun sekitar 1,9 persen untuk minggu lalu.

Sementara emas berjangka melonjak 30,3 dolar AS atau 1,67 persen menjadi 1.849,9 dolar AS pada Kamis, setelah terangkat 6,1 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.819,60 dolar AS pada Rabu dan tergelincir 18,3 dolar AS atau satu persen menjadi 1.813,50 dolar AS.

Kenaikan suku bunga acuan di seluruh dunia juga mengurangi daya tarik emas. Federal Reserve AS, Bank sentral Inggris dan bank sentral Swiss semuanya menaikkan suku bunga acuan minggu ini.

Sementara bank sentral Jepang berdiri teguh pada kebijakan moneter ultra-longgarnya.

Federal Reserve melaporkan pada Jumat lalu bahwa produksi industri AS naik 0,2 persen pada Mei, mencatat peningkatan untuk bulan kelima berturut-turut, juga menekan emas.

Sementara itu harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 29,8 sen atau 1,36 persen, menjadi ditutup pada 21,587 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 20,9 dolar AS atau 2,2 persen, menjadi ditutup pada 930,20 dolar AS per ounce.

Equity World | Harga Emas Berjangka Menguat Tajam

Equity World | Harga Emas Berjangka Menguat Tajam

Equity World | Harga emas berjangka menguat tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas berjangka menguat ditopang pelemahan dolar Amerika.

Equity World | Wall Street Melemah, Dow Turun dari Level Psikologis 30.000

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD30,3 atau 1,67%, menjadi USD1.849,9 per ounce, memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut.

Melansir Antara, Jumat (17/6/2022), penurunan tajam dalam indeks saham Amerika di tengah kekhawatiran tentang prospek ekonomi setelah kenaikan suku bunga terbesar Federal Reserve sejak 1994 juga mendukung emas.

Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Rabu untuk menjinakkan inflasi setelah indeks harga konsumen AS naik 8,6% YoY di bulan Mei, terbesar sejak 1994.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada Rabu (15/6) bahwa bank sentral akan memberikan kenaikan besar lainnya pada Juli, tetapi “Kenaikan 75 basis poin hari ini adalah yang luar biasa besar dan saya tidak mengharapkan pergerakan sebesar ini menjadi hal biasa.”

Keputusan The Fed mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Amerika yang berjangka waktu lebih lama lebih rendah dan mendorong dolar dari tertinggi dua dekade, yang membawa emas lebih tinggi.

Pembelian lindung nilai inflasi, potensi permintaan safe-haven versus tekanan dari rezim suku bunga yang lebih tinggi menjaga harga emas seimbang, Michael McCarthy dari Tiger Brokers mengatakan seperti dikutip oleh Reuters.

Data ekonomi yang dirilis Kamis (16/6) lebih lanjut mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS turun 3.000 menjadi 229.000 dalam pekan yang berakhir 11 Juni. Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 215.000.

Departemen Perdagangan Amerika melaporkan bahwa jumlah pembangunan rumah baru dan perizinan untuk mendirikan bangunan (housing starts) anjlok 14,4% menjadi 1,55 juta pada Mei, merupakan level terendah sejak April 2020.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 46,5 sen AS atau 2,17%, menjadi ditutup pada USD21,885 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD26,5 atau 2,87%, menjadi ditutup pada USD951,10 per ounce.

Equity World | Harga Emas Naik Sih, Tapi Ntar Juga Turun Lagi…

Equity World | Harga Emas Naik Sih, Tapi Ntar Juga Turun Lagi…

Equity World | Harga emas masih menguat menjelang pengumuman kebijakan The Fed. Pada perdagangan Rabu (15/6/2022) pukul 14:38 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.820,2 per troy ons. Menguat 0,67%.

Equity World | Wall Street Naik, S&P 500 Menghentikan Penurunan 5 Sesi Setelah Pernyataan Powell

Harga emas sangat volatil sepanjang pekan ini. Emas biasanya menguat pada perdagangan pagi hingga sore tetapi kemudian ditutup melemah.

Dalam sepekan, harga emas masih melemah 1,8% secara point to point sementara dalam sebulan, harganya masih menguat 0,5%. Dalam setahun, harga emas sudah amblas 2,5%.

Michael Langford dari AirGuide mengatakan kenaikan harga emas karena dipicu investor yang melakukan pembelian dalam jumlah besar sebelum pengumuman The Fed.

“Harga emas kemungkinan akan stabil tetapi kemudian akan melemah pada minggu-minggu berikutnya. Pelemahan emas ke depan bahkan bisa membuat harganya turun ke kisaran US$ 1.800 per troy ons,” tutur Langford, kepada Reuters.

The Fed akan mengumumkan kebijakan pada Rabu waktu Amerika Serikat (Kamis dini hari WIB). Pasar kini berekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps. Ekspektasi tersebut lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yakni 50 bps.

“Satu-satunya faktor penggerak emas sekarang adalah antisipasi kenaikan suku bunga acuan The Fed secara agresif. Jika kenaikan terlalu agresif maka itu dikhawatirkan bisa membawa AS ke resesi,” tutur Bob Haberkorn, dari RJO Futures.

Emas merupakan aset aman di tengah memburuknya perekonomian sehingga akan dicari saat terjadi resesi.

Design a site like this with WordPress.com
Get started