Equity World | Harga Emas Nyaris Stagnan Pada Rabu (27/7) Pagi, Investor Menanti Keputusan The Fed

Equity World | Harga Emas Nyaris Stagnan Pada Rabu (27/7) Pagi, Investor Menanti Keputusan The Fed

Equity World | Harga emas nyaris stagnan pada perdagangan Rabu (27/7) pagi. Pukul 07.30 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2022 di Commodity Exchange ada di US$ 1.735,50 per ons troi, turun tipis 0,01% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.735,70 per ons troi.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Melemah oleh Sentimen Inflasi

Harga emas stabil karena investor menanti kesimpulan dari pertemuan Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga. Para trader memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan kali ini, meskipun prospek itu lebih sulit untuk diperkirakan.

Mengutip Bloomberg, pada ekonomi Bloomberg memperkirakan prioritas Fed saat ini adalah menjinakkan inflasi.

“Kami mengalami hari yang aneh di pasar karena dolar lebih tinggi, tetapi komoditas semuanya naik untuk hari itu,” kata Edward Meiro, analis ED&F Man Capital Markets dalam sebuah catatan.

Untuk sementara, daya tarik emas diredupkan oleh kekuatan dolar.

“Dolar AS turun dari level tertinggi dan itu mungkin membantu dengan tawaran di bawah emas,” kata Nicholas Frappel, kepala pasar global pasar institusional ABC Revifery di Sydney.

“Sejauh ini, reli emas tidak sepenuhnya meyakinkan dan para pedagang menanti pertemuan Fed untuk panduan lebih lanjut.”

Equity World | Pasar Asia Pasifik Mixed Setelah Rilis PDB Korsel

Equity World | Pasar Asia Pasifik Mixed Setelah Rilis PDB Korsel

Equity World | Saham di Asia Pasifik bergerak mixed pada perdagangan Selasa (26/7) karena angka produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan (Korsel) mengalahkan perkiraan.

Equity World | Wall Street Datar, Investor Tunggu Rapat the Fed dan PDB

Nikkei 225 Jepang turun 0,35% dan indeks Topix turun tipis 0,16%.

Di Australia, S&P/ ASX 200 naik 0,17%.

Kospi di Korsel turun 0,22%, sedangkan Kosdaq turun 0,31%.

Ekonomi Korsel tumbuh 0,7% pada kuartal kedua dibandingkan dengan kuartal pertama 2022, menurut perkiraan yang dirilis oleh bank sentral Korea (BoK). Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 0,4% yang diproyeksikan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters. PDB negara itu tumbuh 0,6% pada kuartal Januari hingga Maret 2022.

Alibaba pada Selasa mengatakan akan mengajukan primary listing di Bursa Efek Hong Kong, di mana sahamnya sudah terdaftar. Menurut sebuah pernyataan pers, jika pendaftaran selesai, perseroan akan menjadi dual primary listing company di Hong Kong dan New York. Itu diharapkan terjadi sebelum akhir 2022.

Bank sentral Jepang (BoJ) merilis risalah untuk pertemuan Juni 2022 pada Selasa, setelah mempertahankan suku bunga pada level yang sangat rendah pekan lalu.

Anggota dewan kebijakan BoJ mengatakan bahwa ekonomi Jepang sedang menuju pemulihan dari dampak Covid-19, tetapi masih membutuhkan dukungan kuat di sisi keuangan karena tekanan dari kenaikan harga komoditas.

“Mereka juga sepakat bahwa perlu memperhatikan perkembangan di pasar keuangan dan valuta asing dan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan harga-harga Jepang,” kata risalah tersebut.

Yen Jepang telah melemah karena kebijakan moneter negara itu bertolakbelakang dari kebijakan Federal Reserve (Fed) dan sebagian besar negara maju lainnya.

Yen Jepang diperdagangkan pada 136,49 per dolar, lebih kuat dari level minggu lalu.

Semalam di Amerika Serikat (AS), S&P 500 naik 0,1% menjadi ditutup pada 3.966,84. Dow Jones Industrial Average naik 90,75 poin, atau 0,3%, menjadi 31.990,04. Nasdaq Composite yang berteknologi tinggi turun 0,4% menjadi 11.782,67.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di level 106,439, turun dari tertinggi bulan ini.

Dolar Australia berada di level US$ 0,6951.

Australia mengikuti kenaikan lebih tinggi, sejalan dengan harga komoditas yang naik. Tetapi saham diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran yang ketat menjelang laporan data inflasi pada Rabu (27/7), tulis kepala ekonomi internasional Commonwealth Bank of Australia Joseph Capurso dalam catatan harian Selasa.

Equity World | Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat 3,87 poin

Equity World | Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat 3,87 poin

Equity World | Ditutup menguat sebesar 22 poin (0,33%) ke level 6.886, IHSG dibuka menguat pada perdagangan sesi I, Senin (25/7/2022). IHSG awal pekan ini dibuka naik 3,87 poin (0,06%) di level 6.890,8. IHSG hari ini bergerak menghijau pada rentang 6.890-6.908.

Equity World | Wall Street Bersiap Rilis Laporan Keuangan dan Pertemuan Fed

Tercatat sebanyak 340,15 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 122,76 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 22.535 kali transaksi. Sebanyak 199 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikkan, 65 saham terkoreksi, dan 232 saham stagnan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 31,899,29 (-0.43%), NASDAQ ditutup 11,834.11 (-1.87%), S&P 500 ditutup 3,961.63 (-0.93%). Bursa Wall Street ditutup melemah pada hari jumat dikarenakan beberapa rilis kinerja emiten yang kurang baik antara lain Snap serta beberapa saham media social dan perusahaan teknologi iklan yang turun.

Meta dan Alphabet akan memposting pendapatan mereka minggu depan, bersama dengan emiten-emiten megacap, termasuk Apple Inc, Microsoft Corp dan Amazon.com Inc. Fokus investor tertuju pada pertemuan Federal Reserve dan data produk domestik bruto (PDB) AS kuartal kedua minggu depan. Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk mengekang inflasi yang tidak terkendali.

Saham di kawasan Asia-Pasifik beragam pada hari Senin menjelang minggu penting di AS. Nikkei 225 di Jepang tergelincir 0,6% dan indeks Topix kehilangan 0,42%. Di Korea Selatan, Kospi naik sedikit, sedangkan Kosdaq turun 0,16%. S&P/ASX 200 Australia melayang di atas garis datar. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang sedikit negatif.

Data inflasi di Singapura akan dirilis Senin. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks harga konsumen inti untuk Juni meningkat 4,2% dibandingkan tahun lalu. Harga naik 3,6% di bulan Mei.

Prediksi Analis

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG hari ini rawan profit taking. IHSG diperkirakan akan bergerak di resistance 6.930, pivot 6.830, support 6.730 pada perdagangan Senin (25/7/2022). Selective buy pada saham defensif.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, profit taking pada sejumlah saham teknologi memicu pelemahan lebih dari 1% pada Nasdaq di Jumat (22/7). Indeks-indeks Wall Street lainnya juga melemah di Jumat (22/7). “Kekhawatiran terhadap penurunan kinerja emiten kembali menjadi concern,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (25/7/2022).

FactSet melaporkan, 70% dari 21% perusahaan di S&P 500 yang telah merilis laporan Q2-2022 mencatatkan kinerja di atas ekspektasi analis. Dari data ekonomi, US S&P Global Manufacturing PMI Flash turun ke 47,5 di Juli 2022 dari 52,3 di Juni 2022.

Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas, periode rilis laporan keuangan Q2-2022 juga telah dimulai pada pekan lalu. Sejumlah emiten keuangan telah merilis kinerja keuangan Q2-2022. Pekan ini, BMRI, BBNI, BBCA, TLKM, ASII, UNVR dan INDF termasuk yang dijadwalkan merilis laporan keuangan Q2-2022. Hal ini diperkirakan menjadi faktor dominan yang menentukan arah IHSG.

“Kembali ke sentimen eksternal, pelaku pasar juga mengantisipasi pengumuman FOMC the Fed pada 27 Juli 2022. The Fed diperkirakan menaikan suku bunga acuan sebesar 75 bps pada pertemuan tersebut,” tambah Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas menambahkan, IHSG rawan profit taking, terutama di awal pekan (25/7). “Selective buy pada saham-saham defensif, seperti AMRT, KLBF, JSMR dan MTEL dapat dipertimbangkan. GOTO, BEBS dan TOWR juga dapat diperhatikan,” tutup Phintraco Sekuritas.

Equity World | Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Rebound 0,11%

Equity World | Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Rebound 0,11%

Equity World | Ditutup melemah 10 poin (0,15%) ke level 6.864, IHSG dibuka rebound pada perdagangan sesi I, Jumat (22/7/2022). IHSG dibuka naik 7,38 poin (0,11%) di level 6.871,5 jelang akhir pekan ini. IHSG hari ini bergerak menghijau pada rentang 6.870-6.883.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Jatuh oleh Inflasi Jepang

Tercatat sebanyak 1,27 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 372,35 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 35.639 kali transaksi. Sebanyak 235 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikkan, 82 saham terkoreksi, dan 192 saham stagnan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup naik 0,51% ke level 32.036,9, NASDAQ ditutup menguat 1,36% ke level 12.059,6, S&P 500 ditutup melonjak 0,99% ke level 3.998,95. Bursa saham wall street ditutup menguat didorong kenaikan saham big caps termasuk Tesla yang baru saja melaporkan pertumbuhan kinerja secara kuartalan. Kenaikan harga saham Tesla membantu mengimbangi penurunan saham telekomunikasi dan energi.

Si sisi lain, Penurunan harga minyak memukul sektor energi S&P 500 yang jatuh 1,7% dan memimpin penurunan di seluruh sektor. Pelaku pasar terus menunggu dengan cemas untuk pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat (AS) minggu depan. Bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk mengekang inflasi yang tidak terkendali.

Saham di Asia Pasifik jatuh pada perdagangan Jumat (22/7) karena investor mencerna data inflasi Jepang. Nikkei 225 turun 0,36% dan indeks Topix turun 0,36%. Data resmi yang dirilis Jumat menunjukkan bahwa harga di Jepang naik 2,2% pada Juni 2022 dibandingkan dengan tahun lalu, sejalan dengan ekspektasi analis.

Kospi Korea Selatan sedikit lebih rendah, sedangkan Kosdaq naik tipis 0,16%. Di Australia, S&P/ ASX 200 turun 0,12%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang berada tepat di atas garis datar.

Prediksi Analis

Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi IHSG hari ini melemah. IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.721 – 6.956. Simak menu saham pilihan jelang akhir pekan, diantaranya EXCL hingga BINA.

Yugen Bertumbuh Sekuritas menjelaskan, mengakhiri pekan keempat di bulan ketujuh tahun 2022, IHSG masih terlihat akan berada dalam rentang konsolidasi wajar. Dengan potensi kenaikan jangka Panjang. Momentum koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor.

“Dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham saham yang memiliki market kapitalisasi besar dan berfundamental bagus, hari ini IHSG berpotensi melemah,” tulis Yugen Bertumbuh Sekuritas dalam risetnya, Jumat (22/7/2022).

Yugen Bertumbuh Sekuritas merekomendasikan menu saham pilihan jelang akhir pekan ini, yaitu EXCL, ICBP, SMRA, CTRA, PWON, ASRI, ASII, TLKM. BINA.

Equity World | IHSG Pagi Ini: Dibukanya 0,07%, Turunnya 0,7%

Equity World | IHSG Pagi Ini: Dibukanya 0,07%, Turunnya 0,7%

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 0,07% ke 6.879,72 pada perdagangan Kamis (21/7/2022). Sepuluh menit berselang, IHSG langsung terbanting dan bergerak di zona merah dengan koreksi 0,71% ke 6.825,60.

Equity World | Harga Emas Melanjutkan Penurunan di Bawah US$ 1.700

Mayoritas indeks saham Asia mengalami pelemahan pagi ini. Indeks Hang Seng drop paling dalam 0,96%. Di sisi lain IHSG sudah melesat tajam lebih dari 2% kemarin sehingga memang rawan terkoreksi.

IHSG harus terkoreksi ketika tiga indeks saham AS menguat semalam. Indeks Dow Jones menguat 0,15% sedangkan indeks S&P 500 naik 0,59% serta indeks saham Nasdaq Composite melesat 1,58%

Untuk perdagangan hari ini, pelaku pasar fokus pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Pandangan ekonom tentang prospek suku bunga acuan pun terbelah.

Dari 15 ekonom yang disurvei Tim Riset CNBC Indonesia, 7 ekonom memperkirakan BI akan kembali hold sedangkan sisanya memperirakan bank sentral nasional akan mulai menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).

Sejauh ini BI dipandang sebagai bank sentral yang kebijakan moneternya masih paling akomodatif. Hal ini berbeda dengan negara-negara Eropa serta AS yang sudah mulai menaikkan suku bunga acuan. Di kawasan Eropa, Bank Sentral Swiss sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps). Bank of England sudah menaikkan 100 basis poin (bps).

Sementara itu bank sentral AS (The Fed) menjadi yang paling agresif dengan kenaikan 150 bps. Berbeda dengan Eropa dan AS, bank sentral kawasan Asia seperti Bank of Japan (BoJ) dan People’s Bank of China (PBoC) masih enggan untuk hawkish.

Meskipun suku bunga acuan masih ditahan oleh BI, tetapi Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan naik signifikan. Pada September 2022 nanti GWM perbankan ditetapkan sebesar 9%. Kenaikan GWM dipandang sebagai langkah normalisasi likuiditas oleh ekonom.

Namun langkah tersebut tidak mampu membendung pelemahan nilai tukar rupiah. Di sepanjang tahun ini rupiah sudah melemah 5% terhadap dolar AS.

Memang pelemahan rupiah masih lebih terbatas dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun pelemahan ini sebenarnya cukup membayangi pergerakan harga aset berisiko seperti saham.

Equity World | Pasar Asia Melonjak Ikut Reli Kuat di Wall Street

Equity World | Pasar Asia Melonjak Ikut Reli Kuat di Wall Street

Equity World | Saham-saham di Asia Pasifik melonjak pada perdagangan Rabu (20/7) setelah pemantulan tajam pada saham-saham Wall Street semalam.

Equity World | Harga Emas Pegadaian Hari Ini Lebih Murah, Simak Daftarnya per 20 Juli 2022

Nikkei 225 di Jepang naik 2,09% dan indeks Topix naik 1,81%.

Produsen mobil Jepang Toyota mengatakan bahwa produksinya pada Agustus 2022 akan menjadi sekitar 700.000 unit, lebih rendah dari angka yang diumumkan sebelumnya 850.000 unit, karena kekurangan suku cadang terkait dengan gangguan Covid-19.

Kospi Korea Selatan naik 1,51% dan Kosdaq 1,44% lebih tinggi.

Di Australia, S&P/ ASX 200 naik 0,47%.

Gubernur bank sentral Australia (RBA) Philip Lowe pada Rabu mengatakan bahwa inflasi untuk kuartal Juni 2022 yang akan dirilis minggu depan akan menunjukkan peningkatan lebih lanjut, dan perlu ada jalan kembali ke inflasi 2% hingga 3%.

Harga naik 5,1% pada kuartal Maret 2022. Dalam sambutannya, Lowe juga mengatakan bahwa tarif nominal netral minimal 2,5%, sedangkan tarif saat ini 1,35%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,39%.

Saham Amerika Serikat (AS) reli pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) di New York, menyusul rilis laporan pendapatan yang kuat dari sejumlah perusahaan.

Dow Jones Industrial Average melonjak 754,44 poin, atau 2,43%, menjadi 31.827,05. S&P 500 melonjak 2,76% menjadi 3.936,69 dan Nasdaq Composite naik 3,11% menjadi 11.713,15.

Pemerintah Tiongkok diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya pada Rabu.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 106,680 setelah jatuh tajam.

Yen Jepang diperdagangkan pada 138,16 per dolar, lebih kuat dari level yang terlihat minggu lalu. Dolar Australia berada di level US$ 0,6893, menguat dari awal pekan ini.

Bitcoin terus menguat, berada di atas US$ 23.000 ke level US$ 23.411,53 pada pukul 19.53. ET Selasa.

Minyak mentah berjangka AS bergerak datar di US$ 104,22 per barel, sementara minyak mentah Brent turun 0,43% menjadi US$ 106,89 per barel. Kedua tolok ukur tersebut menetap 1% lebih tinggi di sesi sebelumnya.

Equity World | Bursa Asia Diperdagangkan Bervariasi, Setelah Awal Positif Pekan Ini

Equity World | Bursa Asia Diperdagangkan Bervariasi, Setelah Awal Positif Pekan Ini

Equity World | Bursa saham Asia-Pasifik beragam pada hari Selasa (19/7). Setelah awal yang positif untuk minggu ini karena investor menantikan risalah rapat bank sentral Australia.

Equity World | Harga Emas Bersinar Lagi Usai Sentuh Level Terendahnya Dalam Satu Tahun Terakhir

Pasar Jepang kembali diperdagangkan pada hari Selasa setelah libur pada hari Senin dan Nikkei 225 naik 0,6%. Sementara indeks Topix naik 0,5%.

Indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,49% dan Kosdaq kehilangan 0,38%.

Di Australia, S&P/ASX 200 sedikit di bawah garis datar. Reserve Bank of Australia akan merilis risalah pertemuannya hari ini.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,19%.

Dalam berita perusahaan, Financial Times melaporkan bahwa SoftBank telah menghentikan rencana untuk mendaftarkan perancang chip Arm di London karena ketidakpastian politik di Inggris. Saham SoftBank Group naik 0,43% pada awal perdagangan.

Sementara itu, Swire Pacific, konglomerat yang berbasis di Hong Kong mengatakan, mengakuisisi anak perusahaan Coca-Cola dengan bisnis pembotolan di Vietnam dan Kamboja.

Semalam, Wall Street mundur dan ditutup lebih rendah setelah reli di awal sesi.

Dow Jones Industrial Average turun 215,65 poin atau 0,69% menjadi 31.072,61. S&P 500 turun 0,84% menjadi 3.830,85. Nasdaq Composite kehilangan 0,81% menjadi 11.360,05.

Mata uang dan minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 107,450 mundur dari level minggu lalu.

“Dalam pandangan kami, jalur resistensi paling rendah untuk US$ adalah untuk melanjutkan tren lebih tinggi karena prospek pertumbuhan global yang buruk,” Carol Kong, a senior associate, international economics and currency strategy di Commonwealth Bank, dalam catatannya.

Yen Jepang diperdagangkan pada 138,35 per dolar, masih lebih kuat dari level yang terlihat minggu lalu. Dolar Australia berada di US$0,6804.

Minyak berjangka turun di perdagangan Asia setelah melonjak sekitar 5% pada hari Senin. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kehilangan 0,79% menjadi $101,79 per barel sementara patokan internasional minyak mentah Brent turun 0,72% menjadi $105,50 per barel.

Equity World | Harga Emas Mulai Menanjak, Semoga Bukan Harapan Palsu

Equity World | Harga Emas Mulai Menanjak, Semoga Bukan Harapan Palsu

Equity World | Harga emas naik tipis pada awal pekan. Pada perdagangan Senin (18/7/2022) pukul 06: 30 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.709,17 per troy ons. Harga emas menguat 0,14%.

Equity World | Harga Emas Bergerak Tipis di Atas US$ 1.700 Setelah Turun 5 Pekan Beruntun

Penguatan ini menjadi kabar positif di tengah tren negatif emas pada pekan lalu. Pada perdagangan terakhir pekan lalu, harga emas emas anjlok 0,15% ke posisi US$ 1.706,78 per troy ons atau terendah sejak 30 Maret 2021.

Penguatan emas pada pagi hari ini juga memperpanjang tren emas yang kerap menguat pada pagi hari tetapi kemudian amblas pada penutupan perdagangan.
Dalam sepekan, harga emas menyusut 1,4% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga amblas 7,1% sementara dalam setahun merosot 5,7%.

Jim Wyckoff, analis dari Kitco Metals, mengatakan emas menguat pada pagi hari ini karena melandainya dollar Amerika Serikat (AS). Dollar AS melandai ke posisi 107,8 pada pagi hari ini, terendah sejak 8 Juli 2022.

Kendati menguat, Wyckoff mengingatkan harga emas rawan pelemahan karena potensi penguatan dollar AS. Mata uang greenback diperkirakan akan menguat karena pasar berekspektasi bank sentral AS The Federal Reserve (the Fed) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps bulan ini.

Dia juga menambahkan ancaman resesi bisa membuat harga emas semakin melemah. Emas memang kerap dianggap sebagai aset aman saat perekonomian memburuk. Di sisi lain, resesi juga akan menurunkan permintaan akan emas.

“Selama ini harga emas sangat tertekan karena penguatan dollar AS. Pelaku pasar sangat khawatir jika lonjakan inflasi akan meningkatkan ancaman resesi yang semakin membuat permintaan emas semakin turun,” tutur Wyckoff, kepada Reuters.

Wyckoff menjelaskan ancaman sanksi Eropa untuk menghentikan impor emas Rusia memang berdampak terhadap emas. Namun, dampak positifnya terbatas.

Sebagai catatan, Uni Eropa menargetkan emas Rusia dalam paket sanksi berikutnya atau paket sanksi ketujuh.
“Sanksi Uni Eropa kepada emas Rusia tidak akan berdampak besar kepada pasokan dan permintaan emas karena Rusia juga bisa menjual emas kepada negara lainnya. Emas juga dipertukarkan,” tutur Wycoff.

Sementara itu, TD Securities memperkirakan harga emas akan melemah menuju ke level pra pandemi Covid-19. Menurutnya, dollar AS memang melemah pagi ini tetapi masih dalam level tertingginya dalam 20 tahun terakhir. Penguatan dollar AS akan membuat emas semakin mahal sehingga kurang menarik buat investor.

“Emas terus jatuh seperti kartu dalam permainan domino. Harga emas bahkan kini tengah bergerak menuju level pra-pandemi. Kenaikan suku bunga acuan The Fed akan membuat harga emas semakin tergerus,” tutur TD Securities.

Equity World | Harga Emas Pagi Ini Naik, Semoga Bertahan Hingga Ujung Har

Equity World | Harga Emas Pagi Ini Naik, Semoga Bertahan Hingga Ujung Hari

Equity World | Harga emas menguat pada pagi hari ini. Pada perdagangan Jumat (15/7/2022) pukul 06:12 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.710,36 per troy ons. Harga emas menguat tipis 0,05%.

Equity World | Saham Pilihan untuk Trading 15 Juli dan Target Harganya

Penguatan emas pada pagi hari ini memperpanjang tren pergerakan sang logam mulia yang kerap menguat di pagi hari tetapi melemah pada akhir perdagangan.

Kemarin, harga emas juga ditutup melemah 1,49% ke US$ 1.709,45 per troy ons. Pelemahan tersebut membawa emas ke level terendah sejak Maret 2021 atau dalam 15 bulan terakhir.

Dalam sepekan, harga emas sudah merosot 1,8% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga ambles 6,7% sementara dalam setahun menyusut 6,5%.

Philip Streible, dari Blue Line Futures Chicago, mengatakan meskipun emas menguat hari ini tetapi sang logam mulia akan kesulitan menghadapi perkasanya dolar Amerika Serikat (AS). Dolar AS masih bergerak di level tertingginya dalam 20 tahun terakhir setelah inflasi AS melonjak 9,1% pada Juni.

Lonjakan inflasi tersebut diyakini akan membuat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) mengeluarkan kebijakan agresif pada pertemuan mereka pekan depan.

“Penguatan dolar AS akan membuat harga emas semakin jatuh. Setelah inflasi AS naik, pasar semakin yakin jika The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps,” tutur Streible, kepada Reuters.

Kenaikan suku bunga acuan The Fed akan membuat dolar AS semakin perkasa dan membuat emas semakin mahal sehingga kurang menarik.

Kenaikan suku bunga acuan The Fed juga akan mengerek yield surat utang pemerintah AS sehingga membuat emas kurang menarik karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil.

“Sangat berat bagi emas untuk bisa menguat ke depan kecuali jika dampak lonjakan inflasi bisa menghentikan kenaikan suku bunga atau jika bank sentral negara lain lebih agresif dari The Fed sehingga dolar melemah,” ujar Streible.

Equity World | Harga Emas Jatuh ke Titik Terendah dalam 9 Bulan

Equity World | Harga Emas Jatuh ke Titik Terendah dalam 9 Bulan

Equity World | Harga emas kembali melemah setelah sempat menguat kemarin. Pada perdagangan Kamis (14/7/2022) pukul 06:27 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.732,58 per troy ons. Melemah 0,15%.

Equity World | Kenaikan Inflasi Bikin Laju Wall Street Melemah

Harga tersebut adalah yang terendah sejak 29 September 2021 atau sembilan bulan terakhir di mana pada saat itu emas menyentuh US$ 1.726,11 per troy ons. Melemahnya emas juga menghapus kinerja positif pada hari sebelumnya. Kemarin, harga emas ditutup menguat 0,55% ke US$ 1.735,23 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas sudah menyusut 0,4% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga amblas 4,2% sementara dalam setahun merosot 5,2%.

Fawad Razaqzada, dari City Index, mengatakan pelemahan emas disebabkan oleh lonjakan inflasi Amerika Serikat (AS). Inflasi AS pada Juni 2022 menembus 9,1% (year on year), tertinggi sejak November 1981. Laju inflasi juga di atas perkiraan pasar yakni 8,8%.

Emas memang kerap dianggap sebagai aset lindung nilai dari tingginya inflasi. Namun, kenaikan inflasi diyakini akan membuat kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) semakin agresif.

“Saat ini pusat cerita lebih pada penguatan dollar AS dan kenaikan suku bunga acuan. Dua faktor ini membuat harga emas sulit merangkak naik, tutur Razaqzada, seperti dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan emas bisa semakin tertekan ke depan dan bisa jatuh ke bawah US$ 1.700 per troy ons. Namun, Razaqzada mengingatkan melemahnya dolar AS dan yield surat utang AS setelah pengumuman inflasi juga memberi peluang dan harapan baru ke emas.

Dengan inflasi yang terus menjulang, ada kemungkinan The Fed lebih memilih untuk menurunkan inflasi dalam jangka panjang bukan secara agresif dalam jangka pendek.

Dollar Index pada pagi hari ini tercatat melemah 0,05% ke 108,02 sementara yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun melandai 0,57% ke 2,94%.

Design a site like this with WordPress.com
Get started