Equity World | Dibuka Melemah 0,49%, IHSG Turun ke zona 6.700

Equity World | Dibuka Melemah 0,49%, IHSG Turun ke zona 6.700

Equity World | Ditutup melemah sebesar 14 poin (0,21%) ke level 6.804, IHSG turun ke zona 6.700 pada pembukaan sesi I, Jumat (9/12/2022). IHSG dibuka melemah 33,44 poin (0,49%) di posisi 6.770,78. IHSG awal perdagangan hari ini bergerak fluktuatif pada rentang 6.749 – 6.804.  

Equity World | Jelang Akhir Pekan, Lima Saham Ini Kasih Untung Hingga 17%

Tercatat sebanyak 631,29 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 465,36 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 35.632 kali transaksi. Sebanyak 134 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 142 saham terkoreksi, dan 199 saham stagnan.

Nasdaq (1,13%) memimpin penguatan indeks-indeks Wall Street lainnya di Kamis (8/12/2022). Pelaku pasar kembali menimbang kemungkinan The Fed menurunkan kenaikan The Fed Rate dalam FOMC Desember 2022. Hal ini terkait dengan kenaikan U.S. Initial Jobless Claims ke 230 ribu pada pekan yang berakhir pada 3 Desember 2022 dari 226 ribu pada pekan sebelumnya.

Sebagai informasi, The Fed akan mengadakan pertemuan bulanan di 14 Desember 2022. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan kenaikan The Fed Rate sebesar 50 bps pada pertemuan tersebut, turun 25 bps dari kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.

Saham di Asia-Pasifik naik jelang data inflasi Tiongkok untuk November. Nikkei 225 Jepang naik 0,93%, sedangkan Topix bertambah 0,94%. Di Australia, S&P/ASX 200 naik tipis 0,33%. Kospi di Korea Selatan naik 0,28% sementara Kosdaq naik 0,67%. Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,2%.

Tiongkok diperkirakan akan merilis data inflasinya. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan inflasi konsumen naik 1,6% dibandingkan tahun lalu, sementara harga produsen turun 1,4%.

Prediksi Analis

Phintraco Sekuritas menyebut saham blue chip bakal menjadi penggerak rebound IHSG ke 6860-6880 di Jumat (9/12/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada resistance 6.740, pivot 6.800, support 6.880. Perhatikan BBCA hingga KLBF.

“IHSG berpeluang technical rebound ke 6.860-6.880, jika bertahan di atas 6.800 pada perdagangan hari ini,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat (9/12/2022).

Phintraco Sekuritas menjelaskan saham-saham blue chip mulai menunjukan sinyal rebound pada perdagangan Kamis (8/12/2022). Diantaranya BBCA, BBRI, BMRI, ASII, ANTM, PGAS dan ERAA. Sejumlah konstituen LQ45 juga menunjukan sinyal potensi bullish continuation seperti pada CPIN dan KLBF.

“Rebound lanjutan pada saham-saham blue chip tersebut berpotensi menjadi mover rebound IHSG hari ini,” tambah Phintraco Sekuritas.

Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menyebut, sentimen positif berasal dari realisasi Consumer Confidence Index di 119,1 di November 2022, turun dibanding Oktober 2022 (120,3). Namun, masih berada di atas batas confidence di 100.

“Hal ini memperkuat bahwa konsumsi masyarakat di Indonesia masih cukup kuat, meski dibayangi kondisi inflasi tinggi beberapa bulan terakhir,” jelas Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas menambahkan, sentimen positif untuk saham perbankan berasal dari ekspektasi perlambatan kenaikan The Fed Rate di Desember 2022. Ekspektasi tersebut menjaga nilai tujar Rupiah fluktuatif di Rp15.400-Rp15.750 per dolar AS sejak pertengahan Oktober 2022.

Equity World | Wall Street Ditutup Melemah, Investor Tunggu Data Inflasi

Equity World | Wall Street Ditutup Melemah, Investor Tunggu Data Inflasi

Equity World | Wall Street menutup sesi volatil dengan sebagian besar indeks utama terkoreksi pada perdagangan Rabu (7/12/2022) waktu setempat. Pasar kini terbebani kekhawatiran resesi dan menunggu data ekonomi utama di Amerika Serikat (AS) yang dirilis akhir bulan ini.

Equity World | Investor Asia Pasifik Pertimbangkan Risiko Ekonomi Jadi Sentimen Negatif Pasar

Dow Jones Industrial Average berakhir datar di 33.587,92. S&P 500 merosot 0,2% menjadi 3.933,92, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq yang diisi emiten teknologi turun 0,5% menjadi 10.958,55.

Analis menggambarkan pergerakan pasar mencerminkan keragu-raguan, menjelang data rilis indeks harga konsumen (CPI) yang diawasi ketat minggu depan dan keputusan Federal Reserve (Fed) tentang kebijakan moneter.

Pada Rabu (7/12), bank sentral Kanada (BoC) menaikkan suku bunga pinjaman utamanya sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%. Tetapi pihaknya mengisyaratkan bahwa ini kemungkinan akan menjadi kenaikan suku bunga terakhir untuk saat ini.

Pasar mengharapkan hal serupa pada pertemuan Fed pekan depan.

Di antara masing-masing perusahaan, saham Carvana anjlok 42,9% menyusul laporan bahwa kreditur dealer e-commerce mobil itu menandatangani perjanjian restrukturisasi. Laporan tersebut menambah spekulasi bahwa Carvana dapat mengajukan perlindungan kebangkrutan.

Saham Campbell Soup melonjak 6,0% karena menaikkan target setahun penuh, mengutip permintaan yang kuat untuk produk makanannya dan perbaikan dalam mengelola rantai pasokannya.

Saham Lowe naik 2,4% karena peritel perbaikan rumah itu mengumumkan otorisasi pembelian kembali saham baru senilai US$ 15 miliar pada pertemuan dengan investor. Perusahaan menargetkan margin keuntungan 14,5% pada 2025, naik dari 12,6% pada 2021.

Equity World | Duh! Hantu Resesi Kembali Muncul, Bursa Asia Mulai Terimbas

Equity World | Duh! Hantu Resesi Kembali Muncul, Bursa Asia Mulai Terimbas

Equity World | Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melemah 0,6%, Hang Seng Hong Kong turun 0,16%, Shanghai Composite China terkoreksi 0,26%, Straits Times Singapura terpangkas 0,15%, ASX 200 Australia terdepresiasi 0,63%, dan KOSPI Korea Selatan terjerembab 0,27%.

Equity World | Mengekor Wall Street, IHSG Kian Tertekan

Dari Australia, perekonomiannya berkembang pada tingkat tahunan tercepat pada kuartal III-2022, karena ekonomi dipercepat dari penguncian terkait Covid-19 setahun sebelumnya.

Pada periode Juli-September, Produk Domestik Bruto (PDB) Australia tumbuh 5,9%, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu tumbuh 3,6%, ketika sekitar setengah ekonomi muncul dari gangguan ketat terkait pandemi, berdasarkan data dari Biro Statistik Australia (ABS).

Namun, angka tersebut masih lebih rendah dari prediksi ekonom dalam survei Trading Economics yang memperkirakan PDB Australia pada kuartal III-2022 tumbuh 6,4%.

Sedangkan secara basis kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), PDB Australia pada kuartal III-2022 hanya tumbuh 0,6%, lebih rendah dari pertumbuhan PDB pada kuartal II-2022 sebesar 0,9%.

Pengeluaran konsumen, didukung oleh kenaikan upah dan orang-orang yang menabung lebih sedikit, mendorong pertumbuhan pada kuartal III-2022. Sedangkan pengeluaran rumah tangga naik 1,1%, menyumbang 0,6 poin persentase dari pertumbuhan PDB.

Sementara untuk tingkat tabungan turun untuk kuartal keempat berturut-turut, turun menjadi 6,9%, dari sebelumnya tumbuh 8,3%, untuk kembali ke tingkat pra-pandemi.

Bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) memperkirakan pertumbuhan PDB tahunan menjadi 4% di tahun 2022 secara keseluruhan, sebelum turun menjadi 2% tahun depan dan 1,5% pada tahun 2024.

Untuk kuartal III-2022, kompensasi karyawan meningkat 3,2%, menjadi kenaikan terkuat sejak kuartal IV-2006.

“Kondisi pasar tenaga kerja yang ketat, dengan tingkat pengangguran yang rendah dalam beberapa dekade, dan lowongan pekerjaan di tingkat yang tinggi menjadi kunci kenaikan pertumbuhan ekonomi,” ujar ABS, dikutip dari The Guardian.

Di lain sisi, bursa Asia-Pasifik yang cenderung melemah pada hari ini menyusul kembali bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street pada perdagangan Senin kemarin, di mana Wall Street kembali ambruk

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 1,03%, S&P 500 ambles 1,44%, dan Nasdaq Composite ambruk 2%.

Wall Street ambles setelah kekhawatiran resesi kembali meningkat dan proyeksi masih lamanya kebijakan moneter ketat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Sektor teknologi menjadi sektor dengan kinerja yang mengecewakan kemarin. Investor khawatir kinerja perusahaan berbasis teknologi akan berat di tengah perekonomian global yang menantang.

Wall Street juga ambruk setelah sejumlah CEO dari institusi multinational menyampaikan sejumlah kekhawatiran mengenai ancaman resesi. Survei The Economist juga menunjukkan jika 56% warga AS percaya jika Negara Paman Sam sudah berada di fase resesi.

CEO Goldman Sachs David Solomon mengingatkan perekonomian global akan menghadapi ketidakpastian serta periode yang bergejolak pada tahun depan. Dia menjelaskan kebijakan moneter ketat serta perkembangan ekonomi yang berganti begitu cepat membuat ekonomi global melambat.

“Saya pikir kita harus mengasumsikan jika kita akan menghadapi periode yang bergejolak. Kondisi perekonomian yang semakin berat,” tutur Solomon, dikutip dari The Guardian.

Goldman memperkirakan jika ekonomi global akan melambat ke 1,9% pada 2023. Proyeksi ini jauh di bawah proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yakni 2,7%.

CEO JPMorgan, General Motors, Walmart, United dan Union Pacific juga menyampaikan kekhawatiran serupa, Perekonomian global diproyeksi akan melambat sehingga semuanya diminta menyiapkan diri.

Seperti diketahui, harapan pelaku pasar untuk segera melihat pelonggaran kebijakan The Fed pun memudar. Pasalnya, data tenaga kerja dan PMI sektor jasa AS masih kencang sehingga inflasi diperkirakan masih tinggi.

Dengan inflasi yang masih tinggi, The Fed diproyeksi masih akan mempertahankan kebijakan moneter ketatnya.

“Pertemuan The Fed akan digelar pekan depan sehingga arah pergerakan emas akan sangat ditentukan seberapa besar kenaikan suku bunga The Fed,” tutur analis CMC Markets, Michael Hewson, dikutip dari Reuters.

Equity World | Wall Street Ditutup Bervariasi Dipengaruhi Rilis Data Tenaga Kerja AS

Equity World | Wall Street Ditutup Bervariasi Dipengaruhi Rilis Data Tenaga Kerja AS

Equity World | Indeks Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (2/12), dengan indeks S&P 500 yang mengakhiri sesi sedikit lebih rendah akibat data tenaga kerja AS November yang lebih kuat dari perkiraan. Hal itu memicu ekspektasi The Fed yang akan mempertahankan kenaikan suku bunganya untuk memerangi inflasi.

Equity World | Sesi Pagi Pasar Asia Bergerak Mixed di Awal Pekan

Mengutip dari Reuters, Senin (5/12), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 34,87 poin atau 0,1 persen menjadi 34.429,88, S&P 500 (.SPX) kehilangan 4,87 poin atau 0,12 persen menjadi 4.071,7 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 20,95 poin atau 0,18 persen menjadi 11.461,50.

Indeks-indeks utama membukukan kenaikan minggu kedua berturut-turut, dengan S&P 500 naik 1,13 persen, Dow naik 0,24 persen dan Nasdaq menguat 2,1 persen.

Laporan pekerjaan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan data penggajian non-pertanian (NFP) naik 263.000 atau di atas ekspektasi 200.000 dan pertumbuhan upah mengalami percepatan, bahkan saat kekhawatiran resesi meningkat. Meski begitu, tingkat pengangguran AS tetap tidak berubah, seperti yang diharapkan sebesar 3,7 persen.

Ahli Strategi Investasi Senior Allspring Global Investment, Brian Jacobsen mengungkapkan bahwa pertumbuhan upah berada dalam tren kenaikan sejak Agustus. “Kita harus melihat tren berbalik arah agar Fed merasa nyaman dengan jeda. Sampai saat itu, mereka akan terus mengurangi jeda,” ujar Jacobsen di Menomonee Falls, Wisconsin.

Investor juga telah mencari tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja, terutama upah, sebagai pendahulu pendinginan inflasi yang lebih cepat yang akan memungkinkan Fed untuk memperlambat dan akhirnya menghentikan siklus kenaikan suku bunga saat ini

Selain itu, saham-saham telah menguat di awal pekan usai komentar Ketua Fed Jerome Powell tentang penskalaan kembali kenaikan suku bunga pada awal Desember. Kepala Strategi Investasi CFRA, Sam Stovall mengatakan apabila hal tersebut benar adanya, ia terdorong untuk melihat bagaimana pasar mampu bangkit kembali dari level mereka hari ini.

Menurutnya, ada indikasi lain bahwa pasar mencari setidaknya reli musiman Desember. “Pasar mulai melihat ke seberang lembah dan berkata, ‘Oke, setahun dari sekarang Fed kemungkinan akan ditahan dan mempertimbangkan pemotongan suku bunga,” kata Stovall di New York.

Sementara itu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang menetapkan suku bunga akan bertemu pada 13 hingga 14 Desember. Pasalnya, pertemuan terakhir di tahun yang bergejolak yang melihat upaya bank sentral untuk menahan laju inflasi tercepat sejak 1980-an dengan rekor kenaikan suku bunga.

Saham-saham pertumbuhan dan teknologi seperti Apple Inc (AAPL.O) turun 0,34 persen dan Amazon (AMZN.O) turut mengalami turun 1,43 persen. Saham tersebut tertekan oleh kekhawatiran atas kenaikan suku bunga, tetapi mereka mengurangi penurunan karena imbal hasil obligasi pemerintah AS turun sepanjang hari dari level tertinggi sebelumnya.

Indeks saham pertumbuhan S&P 500 (.IGX) turun 0,29 persen, sedangkan saham teknologi (.SPLRCT) termasuk yang berkinerja terburuk di antara 11 sektor utama S&P 500 dengan penurunan 0,55 persen.

Ford Motor Co (F.N) turun 1,56 persen karena penjualan kendaraan yang lebih rendah pada November. Lalu, DoorDash Inc (DASH.N) melemah 3,38 persen setelah RBC menurunkan peringkat saham perusahaan pengiriman makanan tersebut.

Equity World | Awal Desember Bursa Asia Sumringah, Sayang IHSG Gak Ikutan

Equity World | Awal Desember Bursa Asia Sumringah, Sayang IHSG Gak Ikutan

Equity World | Mayoritas bursa Asia-Pasifik ditutup cerah bergairah pada perdagangan Kamis (1/12/2022), di mana investor cenderung optimis setelah adanya indikasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Equity World | Berita Baik di Amerika, Kabar Buruk Bagi Dunia! RI Siap?

Hanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di zona merah pada hari ini, yakni melemah 0,85% ke posisi 7.020,8.

Sedangkan sisanya ditutup cerah bergairah. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup melesat 0,92% ke posisi 28.226,08, Hang Seng Hong Kong menguat 0,75% ke 18.736,44, Shanghai Composite China bertambah 0,45% ke 3.165,47, Straits Times Singapura naik tipis 0,07% ke 3.292,73, ASX 200 Australia melonjak 0,96% ke 7.354,4, dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,3% menjadi 2.479,84.

Dari China, aktivitas manufaktur versi swasta cenderung naik sedikit pada November 2022. Berdasarkan data yang dirilis Caixin, aktivitas manufaktur yang tergambarkan pada purchasing manager’s index (PMI) tercatat sebesar 49,4 pada November 2022, naik sedikit dari periode Oktober lalu yang sebesar 49,2.

Angka ini masih lebih tinggi dari ekspektasi pasar dalam polling Reuters yang memperkirakan PMI manufaktur China versi Caixin pada bulan lalu mencapai 48,4. Meski naik sedikit, tetapi PMI manufaktur China tersebut masih berada di zona kontraksi, seperti versi resmi (NBS).

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas. Di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya ekspansi.

Sebelumnya kemarin, versi resmi dari NBS menunjukkan bahwa PMI manufaktur Negeri Panda kembali berkontraksi menjadi 49. Hal ini menandakan bahwa sektor manufaktur China telah berkontraksi selama dua bulan beruntun.

Hingga kini, China masih bersikeras pada kebijakan nol-Covid untuk memberantas wabah dengan karantina ketat dan pengujian massal yang disebut-sebut menjadi biang kerok turunnya kepercayaan bisnis di negara itu.

Di lain sisi, investor di Asia-Pasifik cenderung optimis setelah adanya indikasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga.

“Masuk akal untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga kami saat kami mendekati tingkat pengekangan yang cukup untuk menurunkan inflasi. Waktu untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga mungkin akan datang segera setelah pertemuan Desember” tuturnya dikutip CNBC International.

Sebelumnya kemarin, versi resmi dari NBS menunjukkan bahwa PMI manufaktur Negeri Panda kembali berkontraksi menjadi 49. Hal ini menandakan bahwa sektor manufaktur China telah berkontraksi selama dua bulan beruntun.

Hingga kini, China masih bersikeras pada kebijakan nol-Covid untuk memberantas wabah dengan karantina ketat dan pengujian massal yang disebut-sebut menjadi biang kerok turunnya kepercayaan bisnis di negara itu.

Di lain sisi, investor di Asia-Pasifik cenderung optimis setelah adanya indikasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga.

“Masuk akal untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga kami saat kami mendekati tingkat pengekangan yang cukup untuk menurunkan inflasi. Waktu untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga mungkin akan datang segera setelah pertemuan Desember” tuturnya dikutip CNBC International.

Equity World | IHSG Bergerak Liar Pagi Ini, Saat Bursa Asia Menghijau dan Jelang Rilis Inflasi

Equity World | IHSG Bergerak Liar Pagi Ini, Saat Bursa Asia Menghijau dan Jelang Rilis Inflasi

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak liar di tengah kenaikan pasar regional dana jelang rilis data inflasi pada perdagangan Kamis (1/12). Mengutip RTI pukul 09.12 WIB, indeks terkoreksi 0,21% atau 14,644 poin ke level 7.066,669.

Equity World | Saham Asia Pasifik Naik, Fed Beri Sinyal Laju Suku Bunga Melambat

Tercatat 187 saham turun, 220 saham naik, dan 208 saham stagnan. Total volume perdagangan capai 2,56 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 1,95 triliun.

Tiga sektor pemberat langkah IHSG ytakni IDX-Tecno 1,20%, IDX-Helath 0,44%, dan IDX-NonCycc 0,30%.

Saham-saham top losers LQ45:

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 6,62%
  • PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun 1,61%
  • PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun 1,40%

Saham-saham top gainers LQ45:

  • PT Medco Energi International Tbk (MEDC) naik 3,29%
  • PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 3,10%
  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) naik 3,02%

Sementara itu, bursa saham Asia diperdagangkan lebih tinggi, melanjutkan optimisme di balik reli Wall Street. Setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengonfirmasi kenaikan suku bunga yang lebih kecil dapat dimulai pada bulan Desember.

Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin kenaikan di pasar regional, naik 1,9% pada jam pertama perdagangannya. Dengan indeks Hang Seng Tech diperdagangkan 4% lebih tinggi.

Di China daratan, Shanghai Composite naik 1,29% dan Shenzhen Component naik 2,11%.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 1,13% dan Topix naik 0,25%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,77% dan S&P/ASX 200 di Australia naik 0,82% pada perdagangan pagi Asia.

Equity World | Dibuka Melemah, IHSG Melaju di Zona Hijau

Equity World | Dibuka Melemah, IHSG Melaju di Zona Hijau

Equity World | Ditutup melemah sebesar 5 poin (0,08%) ke level 7.012, IHSG dibuka melemah 15,67 poin (0,22%) di posisi 6.996,39 pada perdagangan sesi I, Rabu (30/11/2022). Kemudian, IHSG melaju di zona hijau. Sehingga IHSG hari ini bergerak pada rentang 6.994-7.021.

Equity World | Isu Resesi Kembali Muncul, Bursa Asia Dibuka ‘Kebakaran’

Tercatat sebanyak 676,52 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 544,58 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 34.201 kali transaksi. Sebanyak 190 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 110 saham terkoreksi, dan 231 saham stagnan.

Wall Street beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan S&P 500 turun terseret kerugian Apple dan Amazon menjelang pidato Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang dapat memberikan petunjuk tentang besarnya kenaikan suku bunga di waktu mendatang.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 3,07 poin (0,01%) menjadi menetap di 33.852,53 poin. Indeks S&P 500 tergelincir 6,31 poin (0,16%), menjadi berakhir di 3.957,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 65,72 poin (0,59%) menjadi ditutup di 10.983,78 poin.

Investor juga fokus pada protes baru-baru ini terhadap pembatasan Covid-19 di Tiongkok, termasuk di pabrik iPhone terbesar di dunia. Saham Apple turun 2,1 %, melemah untuk sesi keempat berturut-turut.

Saham Asia-Pasifik jatuh pada Rabu (30/11/2022) menjelang rilis data aktivitas pabrik Tiongkok November, di mana analis memperkirakan akan melihat kontraksi untuk kedua kalinya berturut-turut.

Di Australia, S&P/ASX 200 adalah 0,37% lebih rendah. Nikkei 225 di Jepang turun 0,52% dan Topix tergelincir 0,42%. Kospi Korea Selatan turun 0,35%. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,14%.

Prediksi Analis

Reliance Sekuritas mengatakan, pasar akan menanti rilis inflasi Indonesia. Untuk itu, IHSG diperkirakan mixed cenderung melemah pada perdagangan Rabu (30/11/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.990 – 7.050. Pantau jajaran saham potensi naik hari ini, salah satunya BBRI.

Reliance Sekuritas mengatakan, pasar akan menanti rilis inflasi Indonesia dimana konsesnsus memperkirakan akan ada punurunan menjadi 5,5% YoY. Sedangkan dari eksternal, sentimen negatif datang dari Tiongkok sebagai salah satu negara tujuan ekspor terbesar Indonesia.

“Tiongkok kembali menerapkan lockdown akibat kenaikan kasus Covid-19,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Rabu (30/11/2022).

Secara teknikal, Reliance Sekuritas menambahkan, IHSG membentuk candle spinning diikuti dengan volume jual yang masih tinggi. Indicator MACD dan stochastic telah membentuk deathcross. “Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu BBRI, PTRO, MPPA, ADRO, BBNI, HRUM, SMRA,” tambah Reliance Sekuritas.

Equity World | Investor Kena Ghosting IHSG, Lagi-Lagi Karena China Effect

Equity World | Investor Kena Ghosting IHSG, Lagi-Lagi Karena China Effect

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan sesi I Senin (28/11) ditutup berbalik arah. Meski sempat bertahan di zona hijau, IHSG kembali terlempar ke zona merah tepatnya di level 7037.26 atau turun 0.23%. Beberapa sentimen global mempengaruhi pergerakan IHSG kali ini.

Equity World | Harga Emas Melemah 13,70 Dolar AS karena Tertekan Greenback

Berdasarkan data statistic dari RTI Business, pada pukul 09.20 IHSG berada di level 7078.34, selang 15 menit berikutnya masih berada di di level 7074. Namun IHSG perlahan menurun. Pada pukul 10.00, meski masih di zona hijau, IHSG terpantau turun ke 7062.45.

Pergerakan saham terus melemah dan berbalik arah ke zona merah hingga penutupan sesi I. Perdagangan mencatatkan volume saham ada sebanyak 24 miliar lembar diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1.1 juta kali serta nilai kapitalisasi pasar senilai 9.5 Triliun.

Pada pukul 11.30, seluruh saham Asia melemah. Nikkei 225 Index (N225) merosot 0.51%, disusul Hang Seng Index (HIS) turun sebesar 1.98%. Shanghai Composite Index juga mengalami hal yang sama dengan pelemahan sebesar 1.03%. Kemudian Strait Times Index turun 0.43%.

Saham Asia-Pasifik diperdagangkan lebih rendah pada hari Senin di tengah kerusuhan di China atas kebijakan nol-Covid yang berkelanjutan dan semakin banyak kasus yang dilaporkan di negara tersebut. Kekhawatiran akan pembatasan yang berlanjut di China kembali mencuat.

Harga minyak tergelincir karena protes Covid China berlanjut. Minyak mentah berjangka tergelincir di awal karena tingginya kasus Covid, pembatasan virus, dan kerusuhan di China meningkatkan kekhawatiran tentang permintaan dari konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate turun 0,35% menjadi $76,01 per barel, sementara minyak mentah Brent berjangka kehilangan 0,26% menjadi $83,41 per barel.

Beralih ke AS, bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu (25/11/2022) berakhir cenderung melemah. Kedua indeks utama Wall Street kompak terkoreksi, sedangkan Dow Jones sukses parkir di zona hijau.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) berakhir menguat 152 poin atau 0,45% dan sukses membukukan penguatan selama tiga hari beruntun. Sedangkan, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite kompak melemah yang masing-masing 0,03% dan 0,52%.

Adapun top gainers untuk perdagangan sesi I kali ini yaitu SINI (+23%), GULA (+13.8%), dan ZATA (+13.5%). Sementara untuk top losers adalah MDKA (-6.85%), WIRG (-6.84%) dan PNLF (-6.80%)

Equity World | Pekan Terakhir November, Investor Wall Street Amati Laporan Keuangan

Equity World | Pekan Terakhir November, Investor Wall Street Amati Laporan Keuangan

Equity World | Ketiga indeks utama berakhir lebih tinggi pekan lalu, bahkan dengan waktu perdagangan yang dipersingkat karena liburan Thanksgiving. Pada minggu terakhir November 2022, investor akan mengamati lebih banyak laporan pendapatan.

Equity World | IHSG-Bursa Asia Kompak ‘Kebakaran’

Dow naik 1,78%, dan S&P 500 naik 1,53% selama minggu singkat. Nasdaq yang padat teknologi tertinggal dari dua indeks lainnya tetapi masih naik 0,72% dalam jangka waktu yang sama.

Pasar saham terangkat selama seminggu oleh komentar dari pejabat Federal Reserve (Fed) yang mengisyaratkan bahwa bank sentral akan mundur dari jalur kenaikan suku bunga yang agresif karena inflasi mereda. Risalah dari pertemuan November Fed mengonfirmasi kemungkinan perubahan arah kebijakan.

“Sebagian besar peserta menilai bahwa perlambatan laju kenaikan kemungkinan akan segera terjadi,” bunyi risalah tersebut, pekan lalu.

Selain itu, sejumlah rilis ekonomi akan memberikan informasi lebih lanjut tentang keadaan konsumen dan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Intuit, Salesforce, dan Five Below dijadwalkan untuk melaporkan pendapatan. Data konsumsi pribadi dan laporan tenaga kerja November juga akan dirilis minggu ini.

Penghasilan di Geladak untuk Minggu Terakhir November

Berikut adalah perusahaan yang dijadwalkan untuk melaporkan pendapatan kuartalan minggu ini.

Senin – Azek

Selasa – Hewlett Packard Enterprise, NetApp, CrowdStrike, Intuit

Rabu – Salesforce, Box, Petco, Pure Storage, Splunk, Five Below, Hormel, Snowflake, Octa, Royal Bank of Canada, PVH, Victoria’s Secret, Synopsis, La-Z-Boy

Kamis – Kroger, Zscaler, ChargePoint, Dollar General, Ulta Beauty, Ambarella, Lands’ End, Ambarella, Designer Brands, American Outdoor Brands, Asana, Marvell Tech, Big Lots, Toronto Dominion, Bank of Montreal, Canadian Imperial Bank, Zumiez

Jumat – Cracker Barrel

Saham Berjangka Jatuh pada Minggu

Saham berjangka AS tergelincir pada Minggu malam setelah Wall Street membukukan keuntungan selama minggu singkat liburan Thanksgiving.

Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average kehilangan 72 poin, atau 0,21%. S&P 500 berjangka turun 0,32% dan Nasdaq 100 berjangka turun 0,48%.

Equity World | Dibuka Melemah, IHSG Galau di Awal Perdagangan

Equity World | Dibuka Melemah, IHSG Galau di Awal Perdagangan

Equity World | Ditutup menguat sebesar 26 poin (0,37%) ke level 7.080, IHSG dibuka melemah 7,43 poin (0,11%) di posisi 7.073,08 pada perdagangan sesi I, Jumat (25/11/2022). IHSG bergerak galau di awal perdagangan sehingga bergerak bervariasi pada rentang 7.068-7.086.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Dibuka Mixed, Pasar AS Ditutup untuk Thanksgiving

Tercatat sebanyak 526.298 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 572,58 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 43.343 kali transaksi. Sebanyak 142 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 119 saham terkoreksi, dan 228 saham stagnan.

Bursa Amerika Serikat ditutup libur. Dow Jones ditutup 34.194,06 (0,00%), NASDAQ ditutup 11.285,32 (0,00%), S&P 500 ditutup 4.027,26 (0,00%). Bursa saham Amerika Serikat ditutup libur menyambut Thanks giving day.

Bursa saham eropa juga ditutup menguat sementara bursa saham asia dibuka menguat pagi hari ini. Investor menyambut optimis harga minyak mentah yang cukup stabil beberapa hari terakhir dan dinilai mampu membantu menekan inflasi kedepannya.

Bursa saham di Asia-Pasifik diperdagangkan beragam. Hal ini karena investor mencerna data ekonomi dari wilayah tersebut, termasuk indeks harga konsumen Tokyo dan pembacaan produk domestik bruto akhir Singapura. Pasar di AS tutup untuk liburan Thanksgiving dan akan tutup lebih awal pada hari Jumat.

Di Australia, S&P/ASX 200 di Australia naik 0,15%. Nikkei 225 turun 0,32% dan Topix juga turun 0,21%. Di Korea Selatan, Kospi turun 0,22%.

Prediksi Analis

Reliance Sekuritas menyebut investor tengah menunggu arah kebijakan suku bunga dalam negeri. Alhasil, IHSG akan bergerak pada rentang 7.060 – 7.130. Intip jajaran saham bakal meroket hari ini, salah satunya AVIA.

Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG akan berpotensi diperdagangkan menguat, ditengah sinyal yang beragam dari pasar regional. Para investor masih akan menunggu arah kebijakan suku bunga di dalam negeri dengan menungu data ekonomi lebih lanjut. “Sementara harga komoditas sedang berfluktuasi seperti minyak, batu bara dan nikel,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Jumat (25/11/2022).

Secara teknikal, Reliance Sekuritas mengatakan, IHSG masih berada di trend sideway sehingga masih akan menguji untuk menguji support dan resistance. “Beberapa saham yang memiliki bakal meroket untuk perdagangan hari ini yaitu AVIA, PWON, CTRA, BSDE, MIKA, BBRI, TBIG,” tambah Reliance Sekuritas.

Design a site like this with WordPress.com
Get started