Equity World | Wall Street Jegal Laju Bursa Asia, Alert Buat IHSG Nih!

Equity World | Wall Street Jegal Laju Bursa Asia, Alert Buat IHSG Nih!

Equity World | Mayoritas bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (18/1/2023), di mana investor menanti hasil pertemuan kebijakan moneter bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ).

Equity World | Bursa Saham Asia Menghijau Jelang Keputusan Bank Sentral Jepang

Per pukul 08:42 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,64%, Shanghai Composite China naik tipis 0,09%, Straits Times Singapura bertambah 0,18%, dan ASX 200 Australia juga naik tipis 0,04%.

Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,52% dan KOSPI Korea Selatan merosot 0,81%.

Dari Jepang, BoJ mengumumkan hasil dari pertemuan kebijakan moneter 2 harinya pada hari ini. Pasar memperkirakan BoJ masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga ultra longgarnya yakni di -0,1%.

Namun, ada spekulasi bahwa BoJ dapat membuat penyesuaian lanjutan terhadap kebijakan kontrol kurva imbal hasilnya (yield curve control/YCC), di mana hal ini menjadi tahap pertama dari penghentian stimulus besar-besaran.

BoJ mengejutkan pasar bulan lalu dengan memperlebar batas target yield obligasi pemerintah Jepang (Japan Government Bond/JGB) tenor 10 tahun, dari sebelumnya sebesar 25 basis poin, menjadi 50 basis poin, sebuah langkah yang dilihat investor sebagai awal tindakan untuk kenaikan suku bunga di masa depan.

Tanda-tanda tekanan inflasi yang meluas telah memperkuat ekspektasi bahwa BoJ pada akhirnya akan menormalkan kebijakan moneter.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung menguat terjadi di tengah beragamnya pergerakan bursa saham acuan global yakni bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kemarin.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup ambles 1,14% dan S&P 500 melemah 0,2%. Namun untuk indeks Nasdaq Composite terpantau naik 0,14%.

Melemahnya mayoritas bursa saham AS dipicu setelah Goldman Sachs melaporkan laba yang turun 6,44%, setelah bank tersebut melaporkan kehilangan pendapatan terburuk dalam satu dekade untuk kuartal keempat 2022.

Hasilnya ditekan oleh penurunan pendapatan perbankan investasi dan manajemen aset. Sementara itu, saingannya Morgan Stanley membukukan angka yang lebih baik dari perkiraan, sebagian berkat rekor pendapatan manajemen kekayaan. Sahamnya melonjak 5,91%.

Hasil tersebut muncul setelah bank besar lainnya seperti JPMorgan dan Citigroup melaporkan hasil kuartalan yang beragam.

Wall Street telah mencatatkan minggu-minggu positif berturut-turut saat memulai tahun baru, tetapi investor masih menimbang berbagai data penting.

“Reli tahun ini dipimpin oleh kualitas rendah dan stok yang sangat pendek. Namun, itu juga menyaksikan pergerakan kuat dalam saham siklis relatif terhadap saham defensif. Langkah ini khususnya meyakinkan investor bahwa mereka kehilangan sesuatu dan harus memposisikan ulang, “kata Wilson kepala strategi ekuitas AS di Morgan Stanley.

Penguatan terjadi setelah mendapat angin segar dari data terkait inflasi. Indeks harga konsumen untuk Desember menunjukkan harga mendingin 0,1% dari bulan sebelumnya, namun harga masih 6,5% lebih tinggi dari bulan yang sama tahun lalu.

Melandainya inflasi ini tentu saja menjadi kabar positif bagi pelaku pasar saham. Dengan inflasi yang terus melandai, bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) diharapkan makin melonggarkan kebijakan moneter mereka.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group pasar melihat The Fed akan menaikkan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada Februari dan Maret dengan probabilitas sebesar 94% dan 76%. Dengan proyeksi tersebut, puncak suku bunga The Fed berada di 4,75% – 5%.

Kendati demikian, para pelaku pasar masih menunggu laporan data ekonomi utama yang akan menunjukkan bagaimana keadaan ekonomi AS di tengah kenaikan suku bunga The Fed untuk menjinakkan inflasi.

Fokus investor saat ini mengawal dan menanti rilis laporan keuangan perusahaan saat musim pendapatan dimulai. Emiten perbankan tentu saja menjadi pusat perhatian karena untuk membaca kemungkinan resesi masih ada atau sudah menghilang.

Equity World | Sesi II, IHSG Terindikasi Lanjutkan Penguatan

Equity World | Sesi II, IHSG Terindikasi Lanjutkan Penguatan

Equity World | JAKARTA, IHSG ngegas pada penutupan sesi I, Selasa (17/1/2023). IHSG ditutup melesat 85,38 poin (1,28%) ke level 6.773,44. Sesi II, IHSG terindikasi lanjutkan penguatan.

Equity World | Kilau Harga Emas Sedikit Meredup ke Level US$1.910,48, Selasa (17/1)

Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, pelebaran positive slope pasca golden cross pada MACD. Seiring terbentuknya white marubozu.

“Hal itu memperkuat indikasi penguatan lanjutan ke kisaran resistance terdekat 6.790-6.800 pada perdagangan Sesi II,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (17/1/2023).

Pada penutupan sesi I, mayoritas bursa saham Asia melemah. Shanghai (Tiongkok) turun 0,25%, Hang Seng (Hong Kong) anjloik 1,01%, dan Straits Time (Singapura) melemah 0,10%. Sedangkan Nikkei (Jepang) melesat 1,31%.

Equity World | Harga Emas Hari Ini, Antam Makin Tinggi Diperkirakan Sentuh Hingga Rp 1,3 Juta Satu Gramnya

Equity World | Harga Emas Hari Ini, Antam Makin Tinggi Diperkirakan Sentuh Hingga Rp 1,3 Juta Satu Gramnya

Equity World | Update harga emas hari ini, terutama untuk harga emas Antam,

Equity World | Bursa Asia Cenderung Menguat di Pagi Ini (16/1), Simak Sentimennya

Dikabarkan kalau harga emas batangan Antam terus mengalami kenaikan beberapa hari belakangan ini.

Bahkan harga pergram emas Antam terus melambung di atas Rp 1 jutaan.

Kenaikan-kenaikan yang terjadi belakangan ini, diperkirakan membuat tren kenaikan terus berlanjut.

Hal itu juga seiring ancaman resesi ekonomi global dan tingginya permintaan.

Berdasarkan data situs Logam Mulia, harga emas Antam pada Minggu (15/1/2023) berada pada posisi Rp1.043.000 per gram, dengan dengan level harga buyback Rp 951.000 per gram.

Emas Antam terus bergerak dari harga pembukaan tahun ini yang berkisar Rp 1.026.000 per gram dengan harga buyback dipatok Rp 926.000 per gram.

Data Bloomberg menunjukkan per 13 Januari 2023, harga emas di pasar spot berada di level US$ 1.920 per ons troi.

Analis DCFX Futures Lukman Leong memproyeksikan harga emas dunia masih akan terus meningkat dengan potensi hingga paling tidak US$ 2.100 atau Rp 1,3 juta per gram Antam pada 2023. Harga buyback diperkirakan sebesar Rp 1,25 juta.

Lukman menyarankan bagi investor yang sudah memiliki emas untuk tetap mempertahankanya.

Bagi yang belum, ini menjadi kesempatan untuk membeli emas. Sebab, koreksi pada harga tidak akan signifikan, hanya terjadi dalam jangka pendek (short term).

Ia menjelaskan, harga emas Internasional yang naik tajam belakangan ini disebabkan oleh data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan perlambatan pada inflasi.

Salah satunya adalah indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS yang turun menjadi 6,5 persen YoY di bulan Desember 2022 dari 7,1 persen YoY bulan sebelumnya.

Lukman bilang, faktor jangka panjang akan terus menopang harga emas dari situasi yang penuh ketidakpastian. Ekonomi dunia masih belum pasti karena adanya potensi resesi.

Konflik geopolitik seperti perang di Ukraina, tensi panas antara China-Taiwan juga menambah situasi ketidakpastian, hal ini bisa memicu permintaan emas sebagai aset safe haven atau aset lindung nilai.

“Faktor lain yang juga penting adalah tren meningkatnya pembelian oleh sejumlah bank sentral seperti China, India, Rusia, Turki dan lainnya,” ucap Lukman dikutip dari Kontan, Senin (16/1/2023).

Sementara dari sisi permintaan, lanjut Lukman, pembukaan kembali ekonomi China akan menaikkan permintaan impor emas. Ekonomi China diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi di kisaran 4 persen-5 persen tahun 2023.

Founder Traderindo Wahyu Laksono menjelaskan bahwa harga logam mulia Antam seiring menguatnya harga emas dunia.

Dimana, emas dunia saat ini tengah dalam pola rebound atau berbalik menguat setelah anjlok dan berada di jurang dasar pada tahun lalu.

Ancaman resesi dan potensi peredaan agresivitas The Fed yang dipicu meredanya inflasi dinilai menjadi pemicu utama rebound tersebut. Emas Antam juga wajar bisa terpengaruh ikut naik saat dolar AS melemah dan membuat rupiah kuat.

Wahyu memaparkan, biasanya emas Antam cenderung naik lebih kuat daripada emas global. Hal tersebut berkaitan dengan harga emas global dan pergerakan rupiah.

Logikanya, jika dolar AS melemah maka emas Antam bisa naik seiring kenaikan emas global.

Namun, jika dolar AS menguat dan emas global melemah, maka harga emas Antam bisa naik karena rupiah melemah. Emas Antam juga bisa menjadi hedge atau lindung nilai rupiah terhadap dolar AS.

Wahyu menuturkan, sudah menjadi pola setelah tapering dan/atau adanya pengetatan moneter lebih lanjut biasanya terjadi krisis yang memicu bank sentral terutama The Fed untuk kembali menyelamatkan dengan stimulus. Sejatinya pun uang fiat akan tergerus inflasi dan emas menjadi pelindungnya.

Dalam kondisi apapun, emas tetap dianggap sebagai aset investasi bagian dari diversifikasi portofolio umum.

Karena itu, berinvestasi pada emas dinilai tidak akan merugi, entah dimanfaatkan sebagai investasi jangka panjang, tabungan jangka pendek dan menengah, hedging terhadap dolar AS.

Terlebih, emas termasuk aset yang likuid atau gampang dijual apabila kondisi tak menentu.

Wahyu berujar bahwa emas tidak akan kehilangan pamor. Pasalnya, bank sentral, investor institusi, investor ritel, masyarakat umum, semua masih menganggap emas aset penting untuk jangka panjang sebagai safe haven, lindung nilai inflasi, ataupun aset investasi.

Sementara, soal konflik geopolitik dianggap Wahyu tidak berdampak signifikan bagi pergerakan harga emas. Harga logam kuning ini lebih terpengaruh oleh pengendalian inflasi AS terutama dari data CPI.

Dari data CPI AS menegaskan bahwa Inflasi telah mampu ditangani. Rapat The Fed terakhir juga memberikan angin segar bagi pasar bahwa kenaikan suku bunga bakal lebih lambat.

Walaupun menegaskan suku bunga masih akan tinggi, Federal Reserve mengakui bahwa agresivitas kenaikan suku bunga akan melambat.

Pada FOMC Februari ini diperkirakan kenaikan suku bunga bank Sentral AS hanya sebesar 25 Bps. Serta, The Fed juga membuka wacana peninjauan target inflasi sebesar 2%.

Indikator penting bagi pasar keuangan ada pada pasar obligasi AS yang tercermin dari yield US Treasury. Biasanya ini adalah indikator pendahulu bagi arah suku bunga, lalu berkorelasi dengan arah emas.

Selain itu, dalam jangka pendek, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai akan menarik masuk dana kapital asing, sepanjang fundamental domestik masih kuat dan ditopang oleh harga komoditas yang tidak terlalu tertekan.

Wahyu menjelaskan, apabila resesi menekan Wall Street dan bursa Eropa terpuruk, IHSG bisa menjadi alternatif pelarian kapital. Kondisi ini bisa menguatkan posisi rupiah dan menjadi katalis positif bagi harga emas.

Jika resesi terjadi, Fed nampaknya akan terpaksa melakukan pelonggaran moneter dengan memangkas suku bunga dan stimulus quantitive easing (QE). Kalaupun skenario buruk terjadi, emas tetap akan diuntungkan.

Fed misalnya pivot terlalu dini dan berbalik lagi ke skenario inflasi tinggi, sehingga menyebabkan dolar AS alami bearish maka membantu harga emas naik.

Sedangkan, jika langkah pivot The Fed terlambat dan menyebabkan resesi yang jauh lebih gawat, bisa memicu pelarian kapital ke tempat aman. Ini juga akan tetap membantu emas naik sebagai safe haven.

Adapun Wahyu memperkirakan harga emas dunia akan berkisar US$ 1.500 per ons troi- US$ 2.300 per ons troi di tahun 2023.

Harga emas Antam akan mengikuti pada level Rp 1,1 juta per gram-Rp 1,2 juta per gram dengan potensi harga buyback sebesar Rp 900.000 per gram-Rp 1,1 juta per gram.

Saat ini, momentum buy on weakness masih berlaku. Harga emas berpotensi terus naik dan bagi investor yang ingin masuk masih sangat potensial.

Equity World | IHSG Memerah Saat Bursa Saham Asia Menguat, Mengapa?

Equity World | IHSG Memerah Saat Bursa Saham Asia Menguat, Mengapa?

Equity World | IHSG tertahan di area 6.500 pada penutupan sesi I, Rabu (11/1/2023). IHSG ditutup melemah 33,95 poin (0,51%) ke level 6.588,54. IHSG memerah saat bursa saham asia menguat, mengapa?

Equity World | Emas Turun, Dolar Menguat Jelang Rilis Inflasi AS

Pilarmas Investindo Sekurita menilai IHSG tertahan di zona merah karena kekhawatiran pelak pasar bahwa meski The Fed tidak agresif, kenaikan suku bunga acuan AS akan tetap berpotensi ada. Sehingga di prediksi ini adanya ruang Bank Indonesia untuk menaikan suku bunga acuannya.

“Hal ini tentunya mendorong pelaku pasar lebih wait and see untuk masuk di pasar aset berisiko,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (11/1/2023).

Di sisi lain, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, pasar juga mencermati rilis bank Dunia, dimana memangkas pertumbuhan ekonomi memprediksi pertumbuhan PDB global sebesar 1,7% pada 2023. Sedangkan pada riset 2022 menyebutkan di 2023 ekonomi global akan tumbuh 3%.

“Hal ini menunjukan bahwa ekonomi global akan mudah mengalami tekanan resesi,” papar Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, IHSG bergerak melemah sementara mayoritas bursa regional Asia menguat ditengah pasar menyikapi pernyataan petinggi The Fed Jerome Powell. Dalam sebuah forum yang disponsori bank sentral Swedia, dimana pasar menilai The Fed untuk menahan diri hal.

“Ini tercermin dan sikap Powel pidatonya dimana mengatakan bahwa kemandirian Fed sangat penting untuk memerangi inflasi,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, pernyataan ini cenderung menegaskan bahwa The Fed masih menaikan suku bunga acuannya. Namun demikian, pasar cenderung berspekulasi meskipun masih menaikan suku bunganya namun kebijakan moneter yang tidak agresif.

“ISAT. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 6.025-6.350. Sedangkan PER; 10,17x dan PBV; 1,68x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Equity World | Duh, IHSG Dibuka Melemah 0,31%

Equity World | Duh, IHSG Dibuka Melemah 0,31%

Equity World | JAKARTA, Ditutup melemah sebesar 65 poin (0,98%) ke level 6.622, IHSG dibuka melemah 20,76 poin (0,31%) ke level 6.601,73 pada sesi I perdagangan, Rabu (11/1/2023). IHSG hari ini bergerak bervariasi pada rentang 6.605 – 6.662.  

Equity World | Saham Asia Pasifik Dibuka Lebih Tinggi Jelang Laporan Inflasi AS

Tercatat sebanyak 33.953 juta juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 140,92 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 6.012 kali transaksi. Sebanyak 15 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 10 saham terkoreksi, dan 28 saham stagnan.

Wall Street berakhir menguat pada Selasa (10/1/2023). Dipimpin oleh kenaikan 1% di Nasdaq, karena Ketua Federal Reserve Jerome Powell menahan diri dalam pidatonya untuk tidak mengomentari kebijakan suku bunga. Dalam penampilan publik pertamanya tahun ini, Powell mengatakan di sebuah forum yang disponsori oleh bank sentral Swedia bahwa kemandirian Fed sangat penting untuk memerangi inflasi.

Dow Jones Industrial Average naik 186,45 poin (0,56%) menjadi 33.704,1. Sedangkan S&P 500 naik 27,16 poin (0,70%) pada 3.919,25. Serta, Nasdaq Composite (.IXIC) menambahkan 106,98 poin (1,01%) pada 10.742,63.

Saham Asia-Pasifik diperdagangkan lebih tinggi karena investor melihat ke depan pada indeks harga konsumen AS, yang akan menetapkan lintasan Federal Reserve dalam upayanya untuk mengatasi inflasi setelah menaikkan suku tujuh kali pada tahun 2022.

S&P/ASX 200 Australia naik 0,7% menjelang rilis angka inflasi November. Nikkei 225 diperdagangkan naik 0,84% pada jam pertama perdagangannya, dan Topix naik tipis 0,7%.

Kospi menambahkan 0,71% bahkan ketika tingkat pengangguran Korea Selatan untuk bulan Desember naik menjadi 3,3% dibandingkan dengan 2,9% di bulan November, menandai yang tertinggi dalam 11 bulan. Kosdaq naik 1,04%. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,35%.

Prediksi Analis

Reliance Sekuritas memprediksi IHSG menguat pada perdagangan Rabu (11/1/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.575 – 6.680. Pantau saham-saham potensi naik, salah satunya TMAS.

“IHSG diperkirakan akan berpotensi diperdagangkan terbatas dan cenderung menguat mengikuti sentiment dari pasar regional,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Rabu (11/1/2023).

Secara teknikal, Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG kembali membentuk candle bearish dan sedang menguji area support-nya, dari indikator MACD dan Stochastic belum ada signal reversal.

“Namun, beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu:, TMAS, MDKA, ESSA, ISAT, ADRO, ERAA, PGAS,” tambah Reliance Sekuritas.

Equity World | Rupiah Selasa Pagi Terkoreksi ke Rp15.587/USD; Dollar di Asia pada 7 Bulan Terendahnya

Equity World | Rupiah Selasa Pagi Terkoreksi ke Rp15.587/USD; Dollar di Asia pada 7 Bulan Terendahnya

Equity World | Dalam pergerakan pasar uang Selasa pagi ini (10/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau dibuka terkoreksi, sementara dollar AS di pasar Asia menurun setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya.

Equity World | Wall Street Menghijau, Nasdaq Memimpin Setelah Kekhawatiran Suku Bunga Mereda

Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,13% atau 20 poin ke level Rp 15.587 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.567.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 15.574 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp15.590, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 15.587.

Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; tertekan ke 7 bulan terendahnya oleh perkiraan investor the Fed akan mengurangi tempo kenaikan suku bunganya.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini turun ke level 103,13, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 103,17.

Sementara itu, IHSG Selasa di awal sesi pertama melemah 43,297 poin (0,65%) ke level 6.644,973, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah mengikuti Wall Street yang ditutup variatif.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia menurun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp15.490 – Rp15.765.

Equity World | Harga Emas Kinclong Rp1,032 Juta Pagi Ini

Equity World | Harga Emas Kinclong Rp1,032 Juta Pagi Ini

Equity World | Jakarta, Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,033 juta per gram pada Senin (9/1). Harga emas tercatat naik Rp1.000 dari Rp1,032 juta per gram pada perdagangan sebelumnya.

Equity World | Dibuka Optimistis, IHSG Kembali Tembus Level Psikologis 6.700

Senada, harga pembelian kembali (buyback) juga naik Rp1.000 dari Rp940 ribu menjadi Rp941 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp569 ribu, 2 gram Rp2,01 juta, 3 gram Rp2,99 juta, 5 gram Rp4,96 juta, 10 gram Rp9,86 juta, 25 gram Rp24,54 juta, dan 50 gram Rp49,01 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp97,95 juta, 250 gram Rp244,6 juta, 500 gram Rp489 juta, dan 1 kilogram Rp977,9 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Sementara itu, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX menguat 0,18 persen menjadi US$1.873,1 per troy ons. Sementara itu, harga emas di perdagangan spot menguat 0,24 persen ke US$1.870,2 per troy ons pada pagi ini.

Senior Analis DCFX Lukman Leong memproyeksi harga emas masih menguat hari ini. Penguatan harga emas ditopang oleh data tingkat ketenagakerjaan (NFP) AS yang walau secara umum kuat, namun pertumbuhan upah yang lebih rendah dari perkiraan.

Menurutnya, upah yang lebih rendah disinyalir bisa menekan tingkat inflasi.

“Upah yang selama ini sangat kuat merupakan hal yang dikhawatirkan The Fed (bank sentral AS) dapat menahan inflasi tetap tinggi,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, data ISM Non-Manufacturing Index yang lebih rendah juga meredakan kekhawatiran terhadap The Fed yang akan agresif mengerek suku bunga.

Hari ini, Lukman memperkirakan harga emas internasional berada dalam rentang support US$1.850 per troy ons dan resistance US$1.885 per troy ons.

Equity World | Reliance Sekuritas: IHSG Melemah, Jajaran Saham Ini Berpotensi Melesat

Equity World | Reliance Sekuritas: IHSG Melemah, Jajaran Saham Ini Berpotensi Melesat

Equity World | JAKARTA, Reliance Sekuritas memprediksi IHSG melemah pada perdagangan Jumat (6/1/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.590-6.665. Jajaran saham ini berpotensi melesat, salah satunya CPIN.

Equity World | Wall Street Melemah Tajam Jelang Data Pekerjaan AS

Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG diperkirakan akan berpotensi diperdagangkan melemah meskipun, di tengah sentiment negatif untuk prospek ekonomi di tahun 2023. Serta, sentiment negatif datang dari sektor batu bara di mana Tiongkok mempertimbangkan akan kembali melonggarkan larangan impor batu bara dari Australia.

“Hal ini yang dapat mengurangi porsi ekspor batu bara dari Indonesia,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Jumat (6/1/2023).

Secara teknikal, Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG setelah breakdown support dan kembali melemah berpotensi menguji support di 6.576. “Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu CPIN, MIKA, UNTR, UNVR,” tambah Reliance Sekuritas.

IHSG diperdagangkan di zona merah cukup dalam pada perdagangan kemarin dan ditutup ke level 6.654 (2,34%). Terjadi aksi taking profit di IHSG pada saham big caps. Setelah sebelumnya statement dari petinggi IMF yang memperingatkan untuk prospek ekonomi global di tahun 2023.

Selain itu, saham-saham batu bara melemah cukup dalam menyusul rencana Tiongkok yang membuka kembali import batu bara dari Australia. Beberapa sektor yang mengalami pelemahan diantaranya sektor energi (5,48%), sektor teknologi (2,83%) dan sektor barang baku (2,62%).

Investor asing tercatat membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp643 milliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing diantaranya adalah BBCA, TLKM, BMRI.

Sementara itu dari bursa AS, ketiga indeks utama kompak ditutup melemah cukup dalam, para investor masih khawatir akan prospek ekonomi global di tahun 2023 menyusul peringatan dari IMF terkait prospek ekonomi selain itu isyarat dari The Fed yang masih hawkish pada FOMC pada hari sebelumnya untuk menekan inflasi kembali ke target normal.

Dari bursa Asia, pada pagi ini sudah diperdagangkan di zona, saat laporan ini ditulis index Nikkei 225 hanya menguat tipis (0,03%), serta index Kospi hanya menguat (0,12%) serta Index Nikkei 225 dan Kospi sempat di buka melemah pada pagi ini.

Equity World | Wall Street Tunduk Setelah Sajian Data Ekonomi Terbaru pada Rabu (4/1)

Equity World | Wall Street Tunduk Setelah Sajian Data Ekonomi Terbaru pada Rabu (4/1)

Equity World | JAKARTA. Wall Street melemah pada hari Rabu (4/1), terseret data lowongan kerja Amerika Serikat (AS) yang turun kurang dari yang diharapkan. Sajian data ekonomi ini memicu kecemasan investor tentang kenaikan suku bunga menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve pada Desember.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik, Turut Abaikan Risalah Fed

Melansir Reuters, pada pukul 10:28 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 37,17 poin atau 0,11% ke 33.099,20, S&P 500 naik 0,44 poin atau 0,01% ke 3.824,58, dan Nasdaq Composite turun 26,38 poin, atau 0,25 %, pada 10.360,61.

Sebuah survei dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan lowongan pekerjaan turun 54.000 menjadi 10,458 juta pada hari terakhir bulan November, dibandingkan dengan ekspektasi 10 juta lowongan pekerjaan.

Data menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih ketat yang dapat memberi perlindungan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Sementara itu, saham Apple Inc naik 0,6%. Sementara pembuat kendaraan listrik Tesla Inc melonjak 2,3%, dengan kedua saham tersebut pulih dari penurunan tajam di sesi sebelumnya.

Kenaikan mengurangi beberapa tekanan pada indeks benchmark S&P 500.

Saham Microsoft Corp turun 5,2% menyusul downgrade oleh broker UBS di tengah kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan untuk layanan cloud dan Office suite.

Saham discretionary konsumen naik 0,3% dan sektor teknologi turun 0,4%.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan manufaktur AS mengalami kontraksi lebih lanjut pada bulan Desember.

Institute for Supply Management (ISM) mengatakan, PMI manufaktur turun menjadi 48,4 bulan lalu dari 49,0 di bulan November, mengalami kontraksi untuk bulan kedua berturut-turut.

Risalah dari pertemuan The Fed sebelumnya, ketika menaikkan suku bunga setengah poin persentase dan memperingatkan suku bunga mungkin perlu tetap tinggi lebih lama. Risalah The Fed akan dirilis pada pukul 2 siang waktu setempat

Risalah The Fed dapat menunjukkan pertimbangan internal bank sentral memasuki fase baru di mana risiko terhadap pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja diberikan lebih banyak. Sementara membatasi inflasi yang tinggi tetap menjadi prioritas utama.

Asal tahu, bursa saham AS terpukul pada tahun 2022 di tengah kekhawatiran resesi karena pengetatan kebijakan moneter yang agresif, dengan tiga indeks saham utama mencatat kerugian tahunan tertajam sejak 2008.

“Ini tahun baru, tetapi kami terjebak dengan kondisi makro yang sama, yang masih cukup mengecewakan,” kata Dave Grecsek, managing director in investment strategy and research Aspiriant.

“Dua hal yang benar-benar akan mendorong pengembalian pasar jangka pendek – apakah The Fed akan menepati janjinya dan bersikap tegas dengan inflasi dan tingkat kebijakan dan apakah ekonomi AS dan Eropa memasuki resesi.”

Pelaku pasar melihat peluang 68% dari kenaikan suku bunga 25 basis poin dari The Fed pada bulan Februari, dan melihat suku bunga memuncak pada 4,99% pada bulan Juni.

Equity World | Harga Emas Spot Mendekati Level Tertinggi 7 Bulan

Equity World | Harga Emas Spot Mendekati Level Tertinggi 7 Bulan

Equity World | JAKARTA. Harga emas spot memperpanjang reli tahun baru untuk melonjak lebih dari 1% dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Juni pada hari Rabu (4/1).

Equity World | Harga Emas Melonjak Karena Kekhawatiran Resesi Ekonomi Global

Kilau emas dibantu oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga yang kurang agresif.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 1,2% menjadi US$1.860,64 per ons troi pada pukul 09.41 GMT, mencapai level tertinggi sejak 13 Juni. Sedangkan, harga emas berjangka AS naik 1,1% menjadi US$1.867,00.

“Ada beberapa optimisme di pasar menjelang rilis risalah dari pertemuan The Fed bulan Desember nanti,” kata analis eksternal Kinesis Money, Carlo Alberto De Casa.

“Mayoritas investor bertaruh pada kenaikan suku bunga 0,25% pada pertemuan Fed berikutnya, berbeda dari beberapa minggu lalu, ketika suku bunga 0,50% lainnya.”

Risalah dari pertemuan The Fed bulan Desember, ketika menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps), setelah empat kenaikan 75 bps berturut-turut, akan dirilis pada 1900 GMT.

Pelaku pasar juga akan memindai data lowongan kerja AS pada pukul 15.00 GMT.

Sementara itu, indeks dolar tergelincir 0,6%, membuat emas lebih murah bagi investor luar negeri.

“Risalah kemungkinan akan memberikan gambaran tentang keputusan kebijakan The Fed dan ini akan berdampak pada dolar dan emas,” kata Hareesh V., kepala penelitian komoditas di Geojit Financial Services.

“Kekhawatiran resesi yang sedang berlangsung dan ketegangan geopolitik kemungkinan akan mengangkat daya tarik safe-haven emas pada tahun 2023. Ada kemungkinan lebih banyak aliran masuk ke emas ketika Fed mulai melonggarkan kebijakan.”

Emas batangan, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, cenderung menderita dalam lingkungan suku bunga yang meningkat.

“Kenaikan harga emas dan perak saat ini tampaknya tidak bersifat sementara, tetapi lebih terlihat sebagai gerakan struktural,” tambah De Casa.

Di tempat lain, harga perak spot naik 1,4% menjadi US$24,3255 per ons troi, platinum bertambah 0,6% menjadi US$1.090,58, dan paladium naik 0,8% menjadi US$1.723,38.

Design a site like this with WordPress.com
Get started