Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik Setelah Wall Street Tampak Optimis

Equity World | Pasar Asia Pasifik Naik Setelah Wall Street Tampak Optimis

Equity World | Pasar Asia Pasifik naik pada Selasa (21/3) pagi setelah Wall Street melakukan reli bantuan semalam di tengah harapan krisis perbankan mungkin mereda, menyusul pengambilalihan US$ 3,2 miliar bank Swiss Credit Suisse oleh saingannya UBS.

Equity World | Ikuti Pasar Saham Asia-Pasifik, IHSG Dibuka Menguat

Pertemuan Komite Pasar Terbuka (FOMC) bank sentral Federal Reserve (Fed) dimulai hari ini di Amerika Serikat (AS). Bank sentral diperkirakan akan menyetujui kenaikan suku bunga seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps), menurut penetapan harga pasar dan banyak pakar Wall Street.

Di Australia S&P/ ASX 200 naik 1,21% lebih tinggi, sementara Kospi Korea Selatan naik 0,45% dan Kosdaq naik 0,24%. Pasar di Jepang tutup untuk liburan.

Saham-saham di Hong Kong siap untuk naik, dengan Hang Seng berjangka di 19.166 dibandingkan penutupan terakhir indeks di 19.000.

Semalam di AS, saham naik pada Senin malam karena bank regional rebound. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup 1,20% lebih tinggi, S&P 500 naik 0,89% dan Nasdaq Composite naik 0,39% pada akhir hari perdagangan.

Perdagangan Korsel Turun dalam 20 Hari Pertama Maret

Korea Selatan (Korsel) mengalami penurunan ekspor tahunan sebesar 17,4% dan penurunan impor sebesar 5,7% selama 20 hari pertama di Maret 2023, ditunjukkan oleh data Kementerian Perdagangan.

Ekspor untuk 20 hari pertama Maret mencapai US$ 30,9 miliar dolar, sementara impor mencapai US$ 37,3 miliar.

Ekspor ke AS meningkat 4,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara ekspor ke Tiongkok mengalami penurunan terbesar sebesar 36,2%, diikuti oleh Vietnam dengan penurunan 28,3%.

Impor dari Tiongkok dan Taiwan masing-masing naik 9,1% dan 14,1%, sedangkan penurunan impor terbesar terlihat dari Australia dengan penurunan 24,7%.

Setelah pengumuman tersebut, Korea menang melemah 0,18% untuk diperdagangkan pada 1.306,72 melawan dolar AS.

Saham Bank AS Rebound dari Penurunan Tajam

Saham bank regional AS kembali menghijau pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) setelah menghadapi penurunan tajam di pasar minggu lalu.

PacWest Bancorp naik 18,6% dan Fifth Third Bancorp naik 7,6%, sedangkan Zions Bancorp dan KeyCorp naik masing-masing 4,7% dan 4,3%. ETF Perbankan Regional SPDR S&P baru-baru ini naik 4,3% dan Indeks Perbankan Regional KBW Nasdaq naik 3,9%.

Sementara para pesaingnya bangkit kembali, saham First Republic Bank merosot pada Senin (20/3) setelah Standard & Poor’s memangkas peringkat kredit perusahaan yang berbasis di San Francisco pada Minggu (19/3). Saham turun hampir 14,5%.

Equity World | Saham Blue Chip Rontok, IHSG Tertahan di Zona Merah

Equity World | Saham Blue Chip Rontok, IHSG Tertahan di Zona Merah

Equity World |Dibuka melemah 10,33 poin (0,15%) ke level 6.667, IHSG tertahan di zona merah pada sejam perdagangan, Senin (20/3/2023). Pada pukul 10.00 WIB, IHSG melemah 51,97 poin (0,78%) ke level 6.626,26. IHSG hari ini memerah dengan rentang 6.601-6.678. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 rontok 0,79%.

Equity World | Duh, Bursa Asia Dibuka Loyo Lagi Nih

Berdasarkan data RTI, sebanyak 6,67 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp 2,35 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 506.875 kali transaksi.

Tercatat sebanyak 172 saham mengalami kenaikan, 299 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 200 saham stagnan. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 rontok 0,79%.

Pada sejam perdagangan, saham-saham ini mencatatkan penurunan terbesar (top losers). Penurunan terbesar dipimpin PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) yang anjlok 6,92%.

Disusul, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) terkoreksi 6,77%, PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) melemah 6,73%, PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) jatuh 6,35%.

Pada sejam perdagangan, bursa saham Asia mayoritas melemah. Hang Seng (Hong Kong) anjlok 1,91%, Straits Time (Singapura) turun 0,79% dan Nikkei (Tokyo) amblas 0,83%. Sedangkan Shanghai (Tiongkok) meningkat 0,33%.

Equity World | Wall Street Menghijau, Saham First Republic Melonjak Hampir 10 Persen

Equity World | Wall Street Menghijau, Saham First Republic Melonjak Hampir 10 Persen

Equity World | Bursa saham AS atau Wall Street berakhir hijau pada penutupan perdagangan Kamis (16/3/2023) waktu setempat. Investor semakin optimistus setelah sekelompok bank mengatakan akan membantu First Republic Bank yang tengah mengalami krisis.

Equity World | Wall Street Rebound: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Menguat Tajam

Index Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 1,1 persen, S&P 500 menguat 1,76 persen, dan index acuan saham teknologi Nasdaq melonjak 2,48 persen. Penopang indeks S&P, antara lain kenaikan saham First Republic sebesar 9,9 persen, Advanced Micro Devices 7,7 persen, dan Biomarin Pharmaceutical menguat 6,4 persen.

Sementara itu, di Nasdaq saham-saham yang melonjak antara lain, Marvell Technologies yang melesat 7,2 persen, Intel Corp naik 6,2 persen, dan Adobe menguat 5,8 persen. Pendukun Dow, mencakup Travelers Companies yang melonjak 4,3 persen, Boeing menguat 2,5 persen, dan Salesforce naik 2,4 persen.

Kenaikan nasdaq terjadi karena investor membeli saham teknologi dengan harapan bahwa krisis dapat mendorong Federal Reserve untuk mengubah prospek kebijakan moneternya pada pertemuan minggu depan.
Pasar juga dibayangi oleh sentimen kasus sektor perbankan di Eropa, Credit Suisse. Mengutip CNBC, Swiss National Bank menggelontorkan pinjaman hingga 54 miliar dollar AS sebagai upaya untuk menjamin likuiditas jangka pendek.

Masalah Credit Suisse terjadi karena dalam beberapa tahun terakhir perusahaan mencatat kerugian, yang mana hal ini mendorong salah satu investor terbesar CS untuk tidak memberikan tambahan investasinya.

Sebelumnya, krisis di sektor keuangan menerpa bank AS, Silicon Valley Bank dan Signature Bank. Hal ini sempat memicu kekhawatiran penularan di sektor tersebut dalam beberapa hari terakhir.

“Pasar berkata, ‘Yah, mungkin dunia tidak akan berakhir seperti yang mungkin dipikirkan orang belum lama ini,’. Itu hanya ungkapan rasa lega,” kata Bob Doll, kepala investasi di Crossmark Global Investments.

Investor di seluruh dunia juga memantau pengumuman kenaikan suku bunga lebih lanjut sebesar 50 basis poin dari Bank Sentral Eropa Kamis. Keputusan tersebut diambil saat investor AS bersiap untuk pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan.
“Selama seminggu terakhir, perkembangan di sektor perbankan tentu menambah kegelisahan seputar kepercayaan investor. Tapi pada akhirnya, investor mengaitkannya kembali bagaimana tujuan kebijakan suku bunga The Fed,” kata Greg Bassuk, CEO AXS Investments.

Equity World | Harga Emas Hari Ini Meroket Lagi, Cek Rinciannya

Equity World | Harga Emas Hari Ini Meroket Lagi, Cek Rinciannya

Equity World | Harga emas hari ini, Rabu, 15 Maret 2023 kembali meroket. Untuk emas produksi Antam, misalnya, harga per gram mengalami kenaikan hingga Rp10.000.

Equity World | Wall Street Melesat pada Selasa (15/3) Setelah Inflasi Dirilis Sesuai Prediksi

Berdasarkan laman resmi Pegadaian, logam mulia Antam untuk ukuran terkecil 0,5 gram hari ini dibanderol Rp605.000. Angka ini naik Rp5.000 dibandingkan harga kemarin.

Selanjutnya, untuk logam mulia Antam 24 karat ukuran 1 gram harganya juga terkerek naik. Di Pegadaian, hari ini harganya mencapai Rp1.106.000. Ini naik Rp10.000 dibandingkan harga kemarin.

Sementara, harga emas 24 karat hari ini produksi UBS ukuran terkecil 0,5 gram di Pegadaian sekarang dilego Rp559.000, naik Rp 2.000 dibandingkan harga kemarin.

Untuk harga emas 24 karat UBS ukuran 1 gram hari ini di Pegadaian tembus Rp1.048.000. Harga ini naik Rp4.000 dibandingkan harga emas 24 karat UBS kemarin.

Berikut rincian harga emas hari ini produksi Antam di Pegadaian:

Harga emas Antam 0,5 gram: Rp605.000

Harga emas Antam 1 gram: Rp1.106.000

Harga emas Antam 2 gram: Rp2.150.000

Harga emas Antam 3 gram: Rp3.197.000

Harga emas Antam 5 gram: Rp5.294.000

Harga emas Antam 10 gram: Rp10.530.000

Harga emas Antam 25 gram: Rp26.193.000

Harga emas Antam 50 gram: Rp52.303.000

Harga emas Antam 100 gram: Rp104.525.000

Harga emas Antam 250 gram: Rp261.035.000

Harga emas Antam 500 gram : Rp521.851.000

Harga emas Antam 1.000 gram: Rp1.043.659.000

Berikut rincian harga emas hari ini produksi UBS di Pegadaian:

Harga emas UBS 0,5 gram: Rp559.000

Harga emas UBS 1 gram: Rp1.048.000

Harga emas UBS 2 gram: Rp2.078.000

Harga emas UBS 5 gram: Rp5.135.000

Harga emas UBS 10 gram: Rp10.214.000

Harga emas UBS 25 gram: Rp25.483.000

Harga emas UBS 50 gram: Rp50.861.000

Harga emas UBS 100 gram: Rp101.682.000

Harga emas UBS 250 gram: Rp254.127.000

Harga emas UBS 500 gram : Rp507.655.000

Equity World | Senasib dengan Bursa Asia Lain, IHSG Dibuka Melemah 0,44%

Equity World | Senasib dengan Bursa Asia Lain, IHSG Dibuka Melemah 0,44%

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Selasa (14/3/23) dibuka turun 0,44% menjadi 6.757,05.

Equity World | Harga Emas Naik, Investor Lari ke Safe Haven Akibat Runtuhnya Silicon Valley Bank

Pada pukul 09.03, indeks terus diperdagangkan di zona negatif terkoreksi 0,70% ke level 6.739,53. Perdagangan menunjukkan terdapat hanya 126 saham menguat, 177 saham turun sementara 320 lainnya mendatar.

Perdagangan juga mencatatkan sebanyak 819 juta saham terlibat dengan nilai perdagangan baru mencapai Rp 506 miliar.

Para investor dan pelaku pasar keuangan di Indonesia perlu memperhatikan sejumlah sentimen penggerak pasar yang berasal dari Wall Street, terutama dampak krisis SVB dan Signature Bank yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran baru. Saat ini, Wall Street bergerak sangat labil karena kekhawatiran dari nasabah dan investor yang belum sepenuhnya reda.

Namun, Presiden Biden, Yellen, Powell, dan Ketua FDIC Gruenberg sudah mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan pasar dan memastikan dana nasabah akan aman. Otoritas juga memastikan mereka tidak akan tinggal diam dan akan mencegah dampak lebih luas dari krisis SVB dan Signature Bank.

Dampak penutupan kedua bank tersebut telah merembet ke bank-bank lain, sehingga terjadi penurunan saham yang sangat tajam. Kekhawatiran tersebut dikhawatirkan akan menular ke Indonesia mengingat besarnya dampak krisis SVB dan Signature Bank ke pasar AS. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa penutupan SVB tidak akan berdampak langsung terhadap industri perbankan Indonesia yang memiliki kondisi yang kuat dan stabil.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan laju inflasi AS. Malam nanti, AS akan mengumumkan data inflasi Februari 2023. Sebelumnya, inflasi AS telah menembus 6,4% (year on year/yoy) pada Januari 2023 atau di atas ekspektasi pasar. Ekspektasi pasar memperkirakan inflasi AS akan melandai ke 6,0% pada Februari 2023.

Meskipun ada beberapa sentimen yang harus diwaspadai, OJK menegaskan bahwa industri perbankan Indonesia kuat dan stabil, serta tidak memiliki hubungan bisnis, facility line, maupun investasi pada produk sekuritisasi SVB. Bank-bank Tanah Air juga memberikan kredit dan investasi kepada perusahaan technology startups maupun kripto. Oleh karena itu, OJK berharap agar masyarakat dan industri tidak terpengaruh terhadap berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan masyarakat.

Equity World | Harga Emas Berkilau Rp1,054 Juta Pagi Ini

Equity World | Harga Emas Berkilau Rp1,054 Juta Pagi Ini

Equity World | Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,054 juta per gram pada Senin (13/3). Harga naik Rp5.000 dibandingkan harga pada perdagangan sebelumnya.

Equity World | Bursa Saham Asia Tersungkur di Tengah AS Berupaya Bendung Risiko Silicon Valley Bank

Senada, harga pembelian kembali (buyback) naik Rp5.000 dari Rp931 ribu per gram ke Rp936 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp577 ribu, 2 gram Rp2 juta, 3 gram Rp3 juta, 5 gram Rp5 juta, 10 gram Rp10 juta, 25 gram Rp24,96 juta, dan 50 gram Rp49,84 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp99,61 juta, 250 gram Rp248,76 juta, 500 gram Rp497,32 juta, dan 1 kilogram Rp994,60 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pembeli yang tidak menyertakan NPWP dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara itu, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX menguat 0,80 persen menjadi US$1.882,2 per troy ons. Sedangkan harga emas di perdagangan spot naik 0,48 persen ke US$1.877,1 per troy ons pada pagi ini.

Senior Analis DCFX Lukman Leong memprediksi harga emas akan terus melanjutkan penguatan imbas pelemahan dolar AS.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp99,61 juta, 250 gram Rp248,76 juta, 500 gram Rp497,32 juta, dan 1 kilogram Rp994,60 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pembeli yang tidak menyertakan NPWP dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara itu, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX menguat 0,80 persen menjadi US$1.882,2 per troy ons. Sedangkan harga emas di perdagangan spot naik 0,48 persen ke US$1.877,1 per troy ons pada pagi ini.

Senior Analis DCFX Lukman Leong memprediksi harga emas akan terus melanjutkan penguatan imbas pelemahan dolar AS.

Equity World | Ternyata, Ini Penyebab IHSG dan Bursa Saham Asia Koreksi ‘Berjamaah’

Equity World | Ternyata, Ini Penyebab IHSG dan Bursa Saham Asia Koreksi ‘Berjamaah’

Equity World | IHSG loyo pada perdagangan sesi I, Jumat (10/3/2023). IHSG ditutup terkoreksi 47,57 poin (0,70%) ke level 6.752,21. Tak hanya IHSG, bursa saham Asia juga terkoreksi. Ternyata, ini penyebab IHSG dan bursa saham Asia koreksi ‘berjamaah’.

Equity World | Harga Emas Naik Tipis, Investor Memanfaatkan Penurunan Harga Untuk Beli

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, selang akhir pekan ini indeks IHSG dan Bursa regional Asia terkoreksi ‘berjamaah’ disebabkan terpengaruh sikap pelaku pasar jelang menanti rilis data ekonomi nonfarm payroll Amerika Serikat (AS) di akhir pekan ini.

“Data ini tentunya akan menjadi rujukan bank sentral AS-The Fed dalam kebijakan moneternya,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (10/3/2023).

Dengan kebijakan moneter yang ketat, lanjut Pilarmas, tentunya membuat pasar cemas bahwa tingkat suku bunga yang lebih tinggi menekan pertumbuhan ekonomi AS yang tentunya akan memberikan dampak pada ekonomi global mengingat AS salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Pilarmas menambahkan, sentimen lainnnnya datang dari Tiongkok, yaitu CPI yoy turun dari sebelumnya 2,1% menjadi 1% dan indeks produsen secara yoy turun menjadi 1,4%. Pasar memandang lemah konsumsi domestik dan deflasi indeks produsen yang terjadi memberikan indikasi daya beli masyarakat melemah dalam mendukung pemulihan ekonomi domestiknya.

“SIDO. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 845-930. Sedangkan PER 23,90 kali dan PBV 7,53 kali,” tutup Pilarmas.

Equity World | Harga Emas Hari Ini Berdetak Lebih Tinggi Terdorong Reli Dolar

Equity World | Harga Emas Hari Ini Berdetak Lebih Tinggi Terdorong Reli Dolar

Equity World | Harga logam mulia mendapatkan kembali kekuatannya setelah turun hampir 2 persen di sesi sebelumnya karena reli dolar mereda. Meski setiap kenaikan harga emas hari ini ke depannya diprediksi akan terbatasi langkah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menandakan lebih banyak kenaikan suku bunga.

Equity World | Harga Emas Hari Ini, Kamis 9 Maret 2023, Waswas Dolar AS Naik

Melansir laman CNBC, Kamis (9/3/2023), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.819,57 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 28 Februari di USD 1.809,27. Adapun harga emas berjangka AS menguat 0,2 persen menjadi USD 1.823,50.

Dolar kembali melemah dari posisi tertinggi multi-bulan, membuat emas lebih murah untuk pembeli luar negeri.

“Emas dapat reli lebih banyak pada data dovish apa pun daripada yang bisa jatuh pada data hawkish yang menegaskan kembali komentar Powell,” kata Nicky Shiels, Kepala Strategi Logam di MKS PAMP SA.

The Fed kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan sebagai tanggapan atas data kuat baru-baru ini.

Lembaga ini juga bersiap untuk bergerak dalam langkah yang lebih besar jika “totalitas” informasi yang masuk menunjukkan tindakan yang lebih keras diperlukan untuk mengendalikan inflasi, kata Powell pada hari pertama. kesaksiannya selama dua hari di depan Kongres.

Harga emas turun hampir 2 persen setelah komentar Powell pada hari Selasa. Dia mengatakan para pejabat belum mengumumkan besarnya kenaikan tarif yang hampir pasti akan mereka sampaikan pada pertemuan mendatang.

“Emas akan diperdagangkan secara defensif, kemungkinan berada di $1.800 hingga FOMC Maret karena Powell menciptakan ketidakpastian atas ukuran dan akhir kenaikan suku bunga,” kata Shiels, menambahkan bahwa Fed mempercepat kenaikan menempatkan batasan jangka pendek pada harga dan sentimen.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas dengan hasil nol.

“Masih ada beberapa risiko yang didorong oleh peristiwa yang perlu diserap pasar emas – Powell hari ini, data pekerjaan pada hari Jumat, CPI pada hari Selasa,” kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Perak naik 0,1 persen menjadi USD 20,08 per ons, platinum menguat 1,6 persen menjadi $944,21, dan paladium naik 0,7 persen menjadi USD 1.396,53.

Equity World | Wall Street Terkoreksi Usai Gubernur The Fed Beri Sinyal Kerek Suku Bunga Lebih Tinggi

Equity World | Wall Street Terkoreksi Usai Gubernur The Fed Beri Sinyal Kerek Suku Bunga Lebih Tinggi

Equity World | Indeks saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (7/3/2023), setelah ketua Federal Reserve AS (The Fed) Jerome Powell mengatakan bank sentral AS kemungkinan perlu menaikkan suku bunga lebih tinggi.

Equity World | Harga Emas Anjlok ke Posisi Rp1,020 Juta per Gram Pagi Ini

Dikutip dari Reuters, dari tiga indeks utama Wall Street, Dow Jones Industrial Average kehilangan sebagian besar kekuatannya dengan penurunan 1,7 persen, sedangkan S&P 500 turun 1,5 persen dan Nasdaq Composite jatuh hampir 1,3 persen.

Penurunan tersebut terjadi menyusul pernyataan Powell di hadapan anggota parlemen AS bahwa The Fed siap menaikkan suku bunga dalam langkah yang lebih besar untuk menunjukkan tindakan yang lebih keras yang diperlukan guna mengendalikan inflasi.

Pernyataan tersebut mengikuti data terbaru yang menunjukkan kenaikan inflasi yang tidak terduga pada Januari dan data tenaga kerja yang luar biasa besar untuk bulan tersebut.

Investor meningkatkan taruhan mereka untuk kenaikan suku bunga 50 basis poin pada bulan ini setelah komentar Powell tersebut.

Sementara banyak investor khawatir The Fed akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dan lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

“Mendengarkannya langsung dari Powell sedikit berbeda dengan menyimpulkannya dari data,” kata kepala investasi di Independent Advisor Alliance, Chris Zaccarelli.

Dow Jones Industrial Average turun 574,98 poin atau 1,72 persen menjadi 32.856,46.

Sementara S&P 500 kehilangan 62,05 poin, atau 1,53 persen, menjadi 3.986,37, dan Nasdaq Composite turun 145,40 poin, atau 1,25 persen, menjadi 11.530,33.

Powell juga menambahkan, The Fed tidak akan mempertimbangkan untuk mengubah target inflasi 2 persen dan pasar tenaga kerja tidak menunjukkan bahwa penurunan ekonomi sudah dekat.

Data yang dapat mempengaruhi jalur kenaikan suku bunga The Fed mencakup penambahan upah non pertanian, yang diawasi ketat untuk Februari, yang akan dirilis pada Jumat (10/3/2023).

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan peningkatan 200.000 pekerjaan dibandingkan dengan 517.000 pekerjaan yang jauh lebih kuat dari perkiraan yang dilaporkan pada Januari.

Sementara para investor membalikkan taruhan untuk mendukung kenaikan suku bunga 50 basis poin pada bulan ini.

Kepala investasi di Horizon Investments, Scott Ladner, mengatakan besarnya kenaikan suku bunga akan bergantung pada data upah yang akan datang dan angka inflasi.

Tetapi kepala investasi untuk Comerica Wealth Management, John Lynch, berpendapat data tenaga kerja dan indeks harga konsumen yang menunjukkan kekuatan sejauh ini, seharusnya membuat investor mengharapkan nada Powell yang lebih hawkish.

Equity World | Wall Street Dibuka Naik Saat Fokus Tertuju ke Pidato Powell, Senin (6/3)

Equity World | Wall Street Dibuka Naik Saat Fokus Tertuju ke Pidato Powell, Senin (6/3)

Equity World | JAKARTA. Wall Street dibuka naik pada perdagangan Senin (6/3), karena imbal hasil US Treasury turun menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Selain itu, sentimen datang juga dari data ketenagakerjaan pekan ini yang bisa memberikan isyarat baru lintasan suku bunga bank sentral.

Equity World | Bursa Saham Asia Lesu Jelang Keputusan Bank Sentral Australia

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 34,35 poin atau 0,10% pada pembukaan perdagangan ke 33.425,32.

Indeks S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 9,51 poin atau 0,24% ke 4.055,15. Sedangkan Nasdaq Composite naik 47,86 poin atau 0,41% menjadi 11.736,87 pada bel pembukaan perdagangan.

Sebagai informasi, Wall Street berseri pada Jumat (4/3) lalu dan membukukan kenaikan mingguan. Imbal hasil US Treasury menurun dari level puncaknya setelah komentar dari pejabat The Fed yang menenangkan kegelisahan seputar kenaikan suku bunga agresif.

Yield US Treasury 10 tahun turun menjadi 3,91%, terendah sejak 1 Maret. Sementara imbal hasil US Treasury 2 tahun turun tipis menjadi 4,84% setelah menyentuh level tertinggi sejak 2007 pekan lalu.

Powell akan menyampaikan pidatonya di depan Kongres pada hari Selasa dan Rabu dan investor akan mengamati petunjuk tentang prospek kebijakan bank sentral.

Setelah data ekonomi yang kuat baru-baru ini dan angka inflasi yang tinggi memicu taruhan bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga ke tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan.

“Investor bersiap untuk komentar Powell besok dan saya pikir dia tidak akan banyak bicara dari apa yang dia katakan selama ini. The Fed pada dasarnya telah menyiapkan panggung untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, mungkin setelah Mei dan pasar baik-baik saja. sadar akan hal itu,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom di Spartan Capital Securities New York.

Pasar memprekirakan setidaknya tiga kenaikan 25 basis poin lagi tahun ini dan melihat suku bunga memuncak pada 5,44% pada September dari 4,67% sekarang.

Design a site like this with WordPress.com
Get started