Equity World | Bursa Asia Bergerak Mixed Pada Perdagangan Jumat (5/5) Pagi

Equity World | Bursa Asia Bergerak Mixed Pada Perdagangan Jumat (5/5) Pagi

Equity World | Bursa Asia bergerak variasi pada perdagangan Jumat (5/5) pagi. Pukul 08.19 WIB, indeks Hang Seng naik 112,27 poin atau 0,56% ke 18.701,18, Taiex naik 35,57 poin atau 0,86% ke 6,776,30, ASX 200 turun 2,91 poin atau 0,04% ke 7.190,20, Straits Times turun 0,49 poin atau 0,01% ke 3.268,01 dan FTSE Malaysia turun 3,83 poin atau 0,27% ke 1.442,71.

Equity World | Wall Street Masih Tertekan Akibat Krisis Bank yang Lebih Dalam

Pergerakan bursa Asia dibayangi pelemahan Wall Street yang dipicu oleh turunnya saham bank regional.

Selain itu, kekhawatiran akan krisis keuangan yang lebih parah meningkatkan taruhan para pedagang tentang pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Saham Australia turun, sementara pasar Jepang masih tutup.

Mengutip Bloomberg, industri keuangan terpukul oleh sejumlah bank AS termasuk Western Alliance Bancorp, PacWest Bancorp dan First Horizon Corp yang tengah menghadapi masalah.

Sementara penyelidikan terhadap peran Goldman Sachs Group inc dalam kepelatana Silicon Valley Bank juga membebani sentimen.

Saham ANZ Group Holding Ltd naik di awal perdagangan, setelah laba semester eprtamanya sesuai ekspektasi analis.

“Kami berhati-hati pada bank di seluruh wilayah,” kata Jonatan Garner, Chief Asia and Emerging Market Strategist untuk Morgan Stanley.

“Ketika kita melihat Australia, kenaikan lebih lanjut dari RBA tidak diharapkan oleh pasar dan kita memiliki perekonomian yang secara inheren diungkit dari sisi konsumen. Ini menimbulkan masalah tentang kualitas kredit perbankan ke depan.”

Equity World | Cemas Menanti Pengumuman the Fed dan Batas Utang AS, Wall Street Anjlok 1%

Equity World | Cemas Menanti Pengumuman the Fed dan Batas Utang AS, Wall Street Anjlok 1%

Equity World | Wall Street turun tajam pada hari Selasa (2/5/2023) karena investor semakin khawatir bahwa gejolak di sektor perbankan belum terkendali, dan menjelang rapat Federal Reserve.

Equity World | Asia Bergerak Mixed pada Perdagangan Mode Liburan

Dow Jones jatuh 1,08% ke 33.684,53. S&P 500 yang mencakup berbagai sektor melemah 1,16% ke 4.119,58 dan Nasdaq yang penuh dengan perusahaan teknologi turun 1,08% ke 12.080,51.

Saham PacWest Bancorp turun sekitar 26,5%, mengurangi kerugian sebelumnya. Western Alliance Bank turun sekitar 20,4% dan New York Community Bancorp turun sekitar 7%. SPDR S&P Regional Banking ETF, yang melacak sejumlah bank menengah, turun sekitar 7%.

Bank-bank besar pun tak luput dari penurunan. Wells Fargo turun 4,7%, Citigroup turun 3,1% dan Bank of America turun 3,9%.

Saham JPMorgan Chase turun 1,7% setelah mencatat kenaikan 2,1% pada hari Senin, menyusul pembelian sebagian besar aset First Republic Bank.

Meskipun CEO Jamie Dimon menjamin pemegang saham hari Senin bahwa kerusuhan di sektor perbankan telah terkendali, investor tetap terlihat cemas. Bersama dengan pengumuman kenaikan suku bunga Fed yang dijadwalkan pada hari Rabu, dan ketakutan tentang batas utang Pemerintah AS, itu menciptakan badai kekhawatiran di Wall Street.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen pada Senin (1/5/2023) memperingatkan bahwa AS mungkin kehabisan uang untuk membayar utang pada tanggal 1 Juni, lebih awal dari perkiraan pemerintah dan Wall Street.

Berdasarkan data bulanan yang dirilis pada hari Selasa oleh Biro Statistik Tenaga Kerja, lapangan kerja yang tersedia mencapai 9,59 juta pada bulan Maret. Angka tersebut turun dari yang sebelumnya direvisi ke atas yaitu 9,974 juta yang dilaporkan pada bulan Februari dan mewakili bulan ketiga berturut-turut penurunan jumlah lapangan kerja yang tersedia.

Menurut perkiraan konsensus pada Refinitiv, para ekonom mengharapkan adanya 9,775 juta lowongan kerja yang tersedia.

Equity World | Harga Emas Tertekan Penguatan Kurs Dolar AS di Awal Mei

Equity World | Harga Emas Tertekan Penguatan Kurs Dolar AS di Awal Mei

Equity World | JAKARTA. Harga emas melemah pada hari Senin (1/5) karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Para pelaku pasar berhati-hati menunggu keputusan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada rapat yang digelar 2-3 Mei 2023 esok.

Equity World | Harga Emas Terkoreksi, Investor Menimbang Keputusan Penyelamatan First Republic Bank

Senin(1/5) pukul 14.59 WIB, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 1.980,78 per ons troi. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,5% menjadi US$ 1.989,20 per ons troi.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,2%. Penguatan nilai tukar dolar AS membuat emas batangan dengan harga greenback lebih mahal untuk pembeli yang memegang mata uang lain.

Komite Pasar Terbuka Federal atawa Federal Open Market Committee (FOMC) akan bertemu pada 2-3 Mei. Sebagian besar investor memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin.

“Jika Fed secara tak terduga hawkish, maka itu bukan pertanda baik untuk emas. Namun, saya tidak berpikir harga akan jatuh di bawah level US$ 1.930,” kata Ilya Spivak, kepala makro global di Tastylive kepada Reuters.

Data pada hari Jumat menyoroti bahwa belanja konsumen AS tidak berubah pada bulan Maret. Sementara tekanan inflasi yang mendasari tetap kuat. Hal ini dapat membuat bank sentral AS menaikkan suku bunga.

Emas dikenal sebagai lindung nilai inflasi. Tetapi kenaikan suku bunga cenderung menumpulkan daya tarik aset dengan imbal hasil nol.

Harga emas naik lebih dari 1% pada bulan April karena kekhawatiran baru atas gejolak di sektor perbankan AS meningkatkan daya tarik safe-haven bagi investor.

“Jika kita melihat penurunan yang berarti dalam data ekonomi AS yang memperluas ekspektasi penurunan suku bunga untuk paruh tahun ini, maka harga emas bisa naik di atas angka $2.000,” tambah Spivak.

Sementara itu JPMorgan Chase & Co mengatakan bahwa pihaknya telah mengakuisisi sebagian besar aset dan menanggung kewajiban tertentu dari First Republic Bank.

Aktivitas manufaktur China secara tak terduga menyusut pada bulan April. Kontraksi aktivitas manufaktur meningkatkan tekanan pada pembuat kebijakan yang berusaha untuk meningkatkan ekonomi yang berjuang untuk lepas landas pasca-Covid.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,3% menjadi US$ 25,11 per ons troi. Harga platinum turun 0,6% menjadi US$ 1.067,41. Harga paladium turun 0,4% menjadi US$ 1.494,88.

Banyak pasar Asia dan Eropa tutup pada hari Senin untuk liburan May Day.

Equity World | Data Ekonomi AS Bikin Harga Emas Dunia Cling!

Equity World | Data Ekonomi AS Bikin Harga Emas Dunia Cling!

Equity World | Harga emas dunia sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik menguat dari penurunan sehari sebelumnya meski masih bercokol di bawah level psikologis USD2.000. Ini karena data ekonomi AS yang lebih rendah dari perkiraan mendorong permintaan safe-haven terhadap logam kuning.

Equity World | Wall Street Dibuka Naik Terkerek Sentimen Meta pada Kamis (27/4)

Dikutip dari Antara, Jumat, 28 April 2023, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Divisi Comex New York Exchange, terkerek USD3 atau 0,15 persen menjadi USD1.999 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di USD2.013,30 dan terendah di USD1.982.

PDB AS tumbuh

Departemen Perdagangan AS melaporkan produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh pada tingkat tahunan 1,1 persen pada kuartal pertama 2023, turun dari tingkat pertumbuhan 2,6 persen dalam tiga bulan terakhir 2022 dan juga lebih rendah dari perkiraan 2,00 persen oleh para ekonom.

Data yang lebih rendah dari perkiraan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi resesi ekonomi. Dolar AS menguat setelah rilis data yang menghambat kenaikan emas lebih lanjut.

Klaim pengangguran dan perumahan

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS mencapai 230 ribu dalam pekan yang berakhir 22 April, turun 16 ribu dari minggu sebelumnya.

National Association of Realtors (NAR) melaporkan indeks penjualan rumah tertunda AS, indikator utama penjualan rumah berdasarkan penandatanganan kontrak, turun 5,2 persen menjadi 78,9 pada Maret, penurunan pertama kali dalam empat bulan. Para ekonom memperkirakan indeks naik 0,5 persen.

Sementara itu, pertemuan kebijakan Federal Reserve dijadwalkan minggu depan. Namun terlepas dari tanda-tanda pertumbuhan yang lambat, beberapa pejabat Fed menyerukan kenaikan suku bunga lagi tahun ini, terutama karena inflasi tetap jauh di atas kisaran target bank sentral.

Skenario seperti itu menjadi pertanda buruk bagi emas dan logam lainnya, mengingat hal itu mendorong peluang kerugian memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 13,80 sen atau 0,55 persen menjadi USD25,209 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli merosot USD12,80 atau 1,16 persen menjadi USD1.093,20 per ounce.

Equity World | Wall Street Begerak 2 Arah, Indeks Nasdaq Naik 55 Poin

Equity World | Wall Street Begerak 2 Arah, Indeks Nasdaq Naik 55 Poin

Equity World | Wall Street ditutup dua arah pada perdagangan Rabu (26/4/2023) waktu setempat. Bursa Saham AS bergerak mixed dengan indeks Nasdaq menguat didorong saham teknologi.

Equity World | Kinerja Microsoft Cemerlang, Wall Street Ikut Terbang

Mengutip Reuters, Kamis (27/4/2023), indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 228,96 poin, atau 0,68%, menjadi 33.301,87, S&P 500 (.SPX) kehilangan 15,64 poin, atau 0,38%, menjadi 4.055,99 dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 55,19 poin, atau 0,47% menjadi 11.584,35.

Saham teknologi (.SPLRCT) melonjak 1,7%, membantu Nasdaq membukukan kenaikan 0,5%, sedangkan S&P 500 dan Dow Jones ditarik lebih rendah oleh pelemahan di sektor yang sensitif secara ekonomi seperti industri (.SPLRCI) dan transportasi (.DJT), mengisyaratkan meningkatnya kegelisahan resesi.

Indeks Dow Transports, yang secara luas dipandang sebagai barometer kesehatan ekonomi, mencatat penurunan terbesar dalam dua hari dalam sekitar 11 bulan.

“Pasar cukup sepi dari sudut pandang berita; data pagi ini tidak terlalu berdampak,” kata Sal Bruno, kepala investasi di IndexIQ di New York. “(Resesi) masih di luar sana sebagai risiko yang cukup signifikan, tetapi sulit menentukan waktunya.”

Penghasilan optimis dari Microsoft (MSFT.O), Alphabet Inc (GOOGL.O) dan Boeing Co (BA.N) mengambil pukulan dari beberapa data ekonomi yang mengecewakan, yang menunjukkan pelemahan pengeluaran perusahaan pada barang modal inti.

“Sebagian besar perusahaan mengalahkan perkiraan, tetapi standar itu telah ditetapkan cukup rendah,” tambah Bruno. “Tetapi banyak (perusahaan) juga berbicara tentang ekspektasi ke depan tentang potensi resesi yang terjadi di paruh tahun 2023.”

Perselisihan kongres yang sedang berlangsung tentang menaikkan plafon utang federal juga menambah kecemasan investor.

“Batas utang mewakili potensi peristiwa risiko yang akan berdampak negatif bagi pasar modal,” kata Bill Northey, direktur investasi senior di U.S. Bancorp di Helena, Montana.

Saham Eropa ditutup lebih rendah, terseret oleh saham perawatan kesehatan setelah Uni Eropa menerbitkan usulan perbaikan industri farmasi UE yang banyak diantisipasi.

Equity World | Bursa Asia Cenderung Melemah di Pagi Ini (26/4), Simak Sentimen yang Menyeretnya

Equity World | Bursa Asia Cenderung Melemah di Pagi Ini (26/4), Simak Sentimen yang Menyeretnya

Equity World | Bursa Asia cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Rabu (26/4), pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 0,26% ke 28.545,45. Sedangkan indeks Hang Seng dibuka turun 0,49% ke 19.520,97.

Equity World | Imbas Tekanan Saham Megacaps, Wall Street Ditutup Tak Searah

Sementara itu, indeks Taiex melemah 0,17% ke 15.343,95 dan indeks Kospi menguat tipis 0,06% menjadi 2.490,58. Serupa, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,31% ke 7.299.

Di sisi lain, FTSE Straits Times turun 0,13% ke 3.292,23 dan FTSE Malay melemah 0,22% menjadi 1.422,21.

Bursa saham Asia dibuka melemah pada perdagangan pagi ini karena kekhawatiran terhadap perbankan kembali menyala di Wall Street.

Pada bursa saham Amerika Serikat, saham First Republic Bank anjlok lebih dari 49% setelah bank regional tersebut membukukan hasil kuartalan terbarunya pada Senin (24/4) malam. Di mana simpanan bank turun 40% menjadi US$ 104,5 miliar pada kuartal pertama tetapi sejak itu stabil.

Alhasil indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,02%, indeks S&P 500 melemah 1,58% dan indeks Nasdaq Composite turun 1,98%.

Investor juga akan mengamati dengan cermat angka inflasi bulan Maret di Australia, diperkirakan sebesar 6,5% dibandingkan dengan angka bulan Februari sebesar 6,8%.

Equity World | Jelang Lebaran, Harga Emas Turun Tipis

Equity World | Jelang Lebaran, Harga Emas Turun Tipis

Equity World | Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam dipantau dari laman Logam Mulia, Senin pagi, turun Rp 1.000 menjadi Rp 1.066.000 per gram. Sebelumnya pada Ahad (16/4/2023), harga emas batangan Antam berada di posisi Rp 1.067.000 per gram.

Equity World | IHSG Diprediksi Masih Kuat Nanjak Sebelum Lebaran

Sementara harga jual kembali (buyback) emas Antam hari ini tidak mengalami perubahan sama seperti harga buyback pada Minggu (16/4), yakni senilai Rp 960.000 per gram.

Adapun transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Senin pagi.

  • Harga emas 0,5 gram: Rp583.000
  • Harga emas 1 gram: Rp1.066.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.072.000
  • Harga emas 3 gram: Rp3.083.000
  • Harga emas 5 gram: Rp5.105.000
  • Harga emas 10 gram: Rp10.155.000
  • Harga emas 25 gram: Rp25.262.000
  • Harga emas 50 gram: Rp50.445.000
  • Harga emas 100 gram: Rp100.812.000
  • Harga emas 250 gram: Rp251.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp503.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.006.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Equity World | Saham Asia Diprediksi Cerah Mengekor Bursa AS

Equity World | Saham Asia Diprediksi Cerah Mengekor Bursa AS

Equity World | Pasar ekuitas Asia siap mencetak keuntungan setelah terjadinya reli saham AS seiring sentimen kenaikan suku bunga yang dinilai akan segera berhenti.

Equity World | Kompak dengan Bursa Asia, IHSG Dibuka Menguat

Futures untuk tolok ukur ekuitas di Australia, Jepang dan Hong Kong akan dibuka lebih tinggi. Futures AS sedikit berubah setelah S&P 500 naik paling tinggi bulan ini dan Nasdaq yang padat teknologi mengalami hari terbaik sejak pertengahan Maret.

Melansir Bloomberg, Jumat (14/4/2023), mata uang Asia sedikit berubah menyusul kenaikan yang mengirim Aussie dan kiwi naik lebih dari 1%. Dolar jatuh sehingga mengirimkan greenback ke level terendah.

Obligasi Australia turun saat perdagangan berlangsung di Sydney, dengan imbal hasil 10 tahun naik 6 basis poin menjadi 3,33%.

Imbal hasil Treasury berakhir lebih tinggi di New York di tengah membaiknya sentimen risiko. Imbal hasil dua tahun yang peka terhadap kebijakan, bagaimanapun, tetap dalam kisaran sempit sekitar 3,97% karena pasar terus condong ke arah kenaikan Fed seperempat poin pada Mei dengan bank sentral kemudian diperkirakan akan berhenti selama musim panas.

Saham AS menguat lantaran data lapangan kerja dan inflasi gerbang pabrik lebih lemah dari perkiraan ekonom. Klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 8 April naik menjadi 239.000, dibandingkan dengan perkiraan rata-rata 235.000, menambah bukti bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah. Harga produsen turun paling banyak di bulan Maret sejak dimulainya pandemi.

“Yang pertama adalah bahwa inflasi tidak mengejutkan, dan pada saat yang sama, pasar kerja tampak stabil. Jadi apa yang kita dapatkan hari ini adalah semacam pandangan optimis bahwa kita akan mengalami situasi yang hampir seperti Goldilocks di mana inflasi akan melambat, tetapi ekonomi tidak akan ambruk,” kata Que Nguyen, kepala investasi strategi ekuitas di Research Affiliates.

Equity World | Harga Emas Dunia Naik Usai Rilis Data Inflasi AS

Equity World | Harga Emas Dunia Naik Usai Rilis Data Inflasi AS

Equity World | Harga emas dunia melonjak pada akhir perdagangan Rabu (12/4/2023) waktu setempat atau Kamis pagi WIB, melanjutkan penguatan dari perdagangan kemarin yang kemli ke level 2.000 dollar AS per ons.

Equity World | Wall Street Dibuka Menguat Setelah Inflasi AS Turun Jadi 5%

Kenaikan harga emas didorong tanda-tanda pendinginan inflasi Amerika Serikat (AS), sehingga mendukung proyeksi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dapat menghentikan kebijakan pengetatannya setelah kemungkinan menaikkan suku bunga pada Mei 2023.

Mengutip CNBC, harga emas dunia di pasar spot naik 0,6 persen menjadi di level 2.014,39 dollar AS per ons. Sementara harga emas berjangka Comex New York Exchange naik 1,3 persen ke level 2.024,90 dollar AS per ons.

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik 0,1 persen pada Maret 2023, di bawah perkiraan pasar. Sementara tingkat inflasi tahunan melambat menjadi 5 persen dari 6 persen, level terendah sejak Mei 2021.

Tidak termasuk makanan dan energi, IHK inti AS tercatat meningkat 0,4 persen dan 5,6 persen, yang keduanya sesuai dengan perkiraan. Analis Pasar Senior di Oanda, Edward Moya mengatakan, data inflasi tersebut memperkuat kondisi bahwa The Fed mungkin tidak menaikkan suku bunga secara berlebihan lagi.

Saat ini pasar memperkirakan peluang sebesar 69 persen bahwa The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebanyak 25 basis poin (bps) pada Mei mendatang, dan selanjutnya akan menahan suku bunga acuan.

“Meski begitu masih ada sejumlah besar risiko lainnya di atas meja, jadi emas masih akan melihat beberapa aliran kuat menuju ke arahnya,” kata Edward.

Untuk diketahui, kebijakan suku bunga The Fed sangat mempengaruhi pergerakan harga emas.

Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan risiko pelemahan ekonomi, sehingga emas yang dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak ekonomi, akan diminati investor.

Namun di sisi lain, emas juga sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, lantaran meningkatkan kerugian bagi pemegang emas batangan karena memang tidak memberikan imbal hasil.

Equity World | Loyo, Rupiah Spot Dibuka Melemah Tipis ke Rp 14.879 Per Dolar AS pada Hari Ini (12/4)

Equity World | Loyo, Rupiah Spot Dibuka Melemah Tipis ke Rp 14.879 Per Dolar AS pada Hari Ini (12/4)

Equity World | JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot loyo di awal perdagangan hari ini. Rabu (12/4), rupiah spot dibuka di level Rp 14.879 per dolar Amerika Serikat (AS).

Equity World | Wall Street Dibuka Mixed Jelang Rilis Data Inflasi AS

Ini membuat rupiah melemah 0,07% dibandingkan dengan penutupan Selasa (12/4) yang berada di Rp 14.886 per dolar AS.

Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di kawasan cenderung bervariasi. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,34%.

Selanjutnya, won Korea Selatan yang tertekan 0,17%. Disusul, dolar Taiwan yang koreksi 0,02% dan ada dolar dolar Hongkong yang melemah tipis 0,001%.

Sementara itu, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,13%. Diikuti, dolar Singapura yang menanjak 0,07%.

Lalu ada ringgit Malaysia yang terkerek 0,06% dan yen Jepang yang terangkat 0,05%. Lalu ada yuan China yang naik 0,01% terhadap the greenback.

Design a site like this with WordPress.com
Get started