Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Terbatas, Ini Prediksi Hingga Akhir Tahun

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Terbatas, Ini Prediksi Hingga Akhir Tahun

Equityworld Futures | Harga emas hari ini menguat ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kenaikan harga emas dipicu oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lemah baru-baru ini, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap pemotongan suku bunga dari Federal Reserve akhir tahun 2024.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Pada Perdagangan Jumat (21/6) Pagi, Ditopang Data Ekonomi AS

Research and Development ICDX Rivanda Alwan mengatakan, harga emas terpantau bergerak stagnan sejak awal pekanakibat kurangnya pendorong fundamental untuk pergerakan lebih lanjut. Namun, kemarin harga emas kembali naik karena mendapatkan sedikit dorongan dari data penjualan ritel AS yang kurang memuaskan.

Penjualan ritel AS naik hanya sebesar 0,1% pada bulan Mei 2024, dengan angka bulan sebelumnya direvisi secara signifikan lebih rendah menjadi -0,2%. Penyesuaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tetap lesu pada kuartal kedua.

Data lain menunjukkan bahwa produksi industri membaik pada bulan Mei, diikuti oleh revisi turun pada bulan April. Hal tersebut menghidupkan kembali ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) AS pada akhir tahun ini yang mana berpotensi memberikan dapat positif bagi harga emas.

Selain itu, Rivanda mengatakan sentimen lainnya yang membuat harga emas kembali menguat yaitu, karena ketegangan geopolitik masih berlangsung di Timur Tengah, dan ketidakpastian politik yang baru pada zona Eropa memberikan dukungan tambahan bagi logam mulia yang merupakan aset tanpa imbal hasil atau safe haven.

Secara keseluruhan, dia menjelaskan bahwa tren penurunan harga emas kemungkinan masih akan berlanjut. Potensi penguatan dolar AS yang didorong oleh inflasi yang tinggi menjadi faktor utama yang menekan harga emas.

“Namun, kekhawatiran politik di Zona Euro mungkin memberikan sedikit dukungan bagi harga emas, mencegah penurunan yang lebih dalam lagi ke dalamnya,” kata Rivanda kepada Kontan.co.id, Kamis (20/6).

Sementara itu, Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, sentimen yang selama ini yang membebani harga emas adalah prospek suku bunga the Fed, namun ini hanya masalah waktu. Pasalnya, menurut dia, cepat atau lambat the Fed akhirnya akan memangkas suku bunga.

“Walau pejabat-pejabat the Fed bersikap hawkish akhir-akhir ini, namun tidak tercermin dari ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh the Fed yang justru naik menjadi dua kali pemangkasan, masing-masing sebesar 25 bps dari sebelumnya sekali,” kata Lukman saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (20/6).

Lukman juga menuturkan, sentimen lainnya yang perlu dicermati adalah situasi seputar perang di Timur Tengah dan Ukraina.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa, walaupun China tidak menambahkan kepemilikan emas pada bulan Mei, namun bank-bank sentral masih akan terus menambahkan cadangan emas mereka.

“Menurut saya saat ini harga emas sudah terkoreksi cukup besar, sempat mencapai kisaran US$ 2.300 per ons troi, untuk harga sekarang US$ 2.340 per ons troi pun masih sangat menarik,” imbuhnya.

Dengan begitu, Lukman menilai bahwa saat ini cukup ideal untuk kembali membeli atau berinvestasi di emas. Meski potensi koreksi selalu ada, namun level US$ 2.300 per ons troi akan cukup kuat bertahan dan merupakan level untuk kembali masuk berikutnya.

Lukman pun memperkirakan harga emas dunia akan turun dan berada di kisaran US$ 2.350 per ons troi pada akhir tahun 2024. Hal ini karena diprediksi adanya penurunan suku bunga dari bank-bank sentral.

Sedangkan, Rivanda memproyeksi harga emas dunia akan berada di kisaran US$ 2.400 per ons troi-US$ 2.500 per ons troi.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi Pada Rabu (19/6) Pagi, Investor Menanti Petunjuk The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi Pada Rabu (19/6) Pagi, Investor Menanti Petunjuk The Fed

Equityworld Futures | Harga emas terkoreksi pada perdagangan Rabu (19/6). Pukul 07.19 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2024 di Commodity Exchange ada di US$ 2.343,90 per ons troi, turun 0,13% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 2.346,90 per ons troi.

Equityworld Futures | Ada Kabar Baik dari AS, Pemilik Logam Mulia Siap Pesta Pora?

Harga emas terkoreksi setelah naik tipis kemarin. Mengutip Bloomberg, investor menilai data AS yang beragam dan pernyataan dari para pengambil kebijakan sebagai petunjuk mengenai prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Data departemen Perdagangan menunjukkan, penjualan ritel AS naik, namun kenaikannya masih lebih rendah dari perkiraan. Sementara laporan lainnya menunjukkan produksi industri dan output manufaktur bulan Mei naik, didorong peningkatan output pabrik yang menjadi tanda positif bagi sektor manufaktur.

Sementara itu, pejabat The Fed New York John Williams mengatakan bahwa perekonomian AS bergerak ke arah yang benar, namun tidak merinci kapan akan mendukung penurunan suku bunga.

Harga emas telah diperdagangkan dalam kisaran sempit sejak para pengambil kebijakan pekan lalu memberi isyarat bahwa mereka hanya akan memperkirakan penurunan suku bunga sekali pada tahun ini.

Komentar hawkish dari para pejabat bank sentral menambah tekanan terharap harga emas beberapa hari terakhir.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Melonjak Dekati Rekor Usai Serangan Iran ke Israel

Equityworld Futures | Harga Emas Melonjak Dekati Rekor Usai Serangan Iran ke Israel

Equityworld Futures | Harga emas naik mendekati rekor tertinggi setelah serangan Iran terhadap Israel yang memicu permintaan terhadap aset safe haven.

Equityworld Futures | Harga emas kembali mencatatkan rekor pada karena permintaan safe haven yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah.

Melansir Bloomberg, harga logam mulia ini naik sebanyak 1,2% ketika konflik di Timur Tengah memasuki fase baru yang berbahaya. Iran menembakkan lebih dari 300 drone dan misil ke Israel, meskipun sebagian besar dihentikan dan tidak ada laporan korban jiwa.

Harga emas menembus US$2.400 per ons pada hari Jumat, tetapi ditutup lebih rendah karena indikator teknis menunjukkan reli telah berjalan terlalu panas dan investor melikuidasi posisi. Perkembangan terbaru di Timur Tengah memicu kecendrungan minat investor untuk berinvestasi dalam emas sebagai safe haven.

Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah adalah alasan untuk membeli emas itu sendiri, kata Chris Weston, kepala riset di Pepperstone Group Ltd.

“Ada tambahan nilai atau premi geopolitik yang cukup besar yang yang sudah diperhitungkan dalam pergerakan harga emas,” katanya. Hal tersebut menunjukkan optimisme faktor-faktor geopolitik dan ketidakpastian akan terus mendukung kenaikan harga emas dalam jangka menengah.

Bloomberg menyebut harga emas telah melonjak sekitar 20% sejak pertengahan Februari dalam reli yang banyak mengejutkan investor. Pasar swap atau swap market menunjukkan investor telah menurunkan harapan mereka terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Keadaan ini akan menjadi penghambat bagi logam mulia, karena logam mulia tidak memberikan penghasilan berupa bunga ke pemegangnya.

Namun, peningkatan harga emas masih mendapatkan dukungan dari faktor-faktor lain yang mendukung kenaikan harga, seperti pembelian yang kuat oleh bank sentral, dan permintaan yang meningkat dari konsumen China. Selain itu, ketegangang geopolitik yang meningkat di Timur Tengah dan Ukraina juga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Sejumlah bank Wall Street juga baru-baru ini meningkatkan perkiraan harga mereka untuk emas. Goldman Sachs Group Inc. pada hari Senin meningkatkan perkiraan akhir tahun mereka menjadi US$2.700 per ons. Pemotongan suku bunga yang diharapkan dari Fed tahun ini juga akan menambah momentum bullish emas, kata bank tersebut.

Emas spot naik 0,6% menjadi US$2.357,79 per ons pada pukul 11:14 pagi di Singapura, setelah meningkat 0,6% minggu lalu. Indeks Bloomberg Dollar Spot stagnan, mengikuti kenaikan 1,3% minggu lalu, yang paling banyak sejak September 2022. Perak naik, sementara platinum dan paladium turun.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Meroket Lagi, Terus-terusan Pecah Rekor!

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Meroket Lagi, Terus-terusan Pecah Rekor!

Equityworld Futures | Harga emas hari ini keluaran Logam Mulia Antam 24 karat, Kamis (4/4/2024), terus mengalami kenaikan dan kembali cetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Harga emas hari ini naik Rp 9.000 per gram dan berada di level Rp 1.283.000 per gram.

Equityworld Futures | Setelah 4 Hari Cetak Rekor, Harga Emas Akhirnya Turun

Untuk satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram saat ini berada di angka Rp 691.500. Sementara itu harga emas 10 gram dijual sebesar Rp 12.325.000. Sedangkan untuk ukuran emas yang terbesar, yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol dengan harga sebesar Rp 1.223.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, pergerakan harga emas hari ini dari Antam terpantau bergerak di rentang Rp 1.222.000/gram-Rp 1.283.000/gram. Sementara dalam sebulan terakhir pergerakannya ada di rentang Rp 1.164.000/gram-Rp 1.283.000/gram.

Sementara harga emas hari ini untuk buyback emas Antam juga ikut mengalami kenaikan harga sebesar Rp 7.000 per gram dan membuatnya berada di level Rp 1.175.000 per gram. Harga buyback ini berarti jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah sebesar 0,45%, harus menyertakan nomor NPWP untuk transaksinya.

Equityworld Futures | 5 Penyebab Harga Emas Terus Cetak Rekor: Perang – Aksi Borong China

Equityworld Futures | 5 Penyebab Harga Emas Terus Cetak Rekor: Perang – Aksi Borong China

Equityworld Futures | Harga emas lagi-lagi mencetak rekor baru tertinggi sepanjang masa dengan menyentuh level tertinggi pada perdagangan intraday hari ini Rabu (3/4/2024) di level US$2.288,09 per troy ons. Tercatat sejak awal tahun hingga perdagangan hari ini, harga emas telah mencatatkan kenaikan 11%.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Terperosok Lagi

Merujuk data Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 2.280,08 per troy ons atau melesat 1,32%. Penguatan ini kembali menjadikan harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa barunya kemarin, di mana sudah beberapa hari terakhir harga emas dunia terus mencetak rekor. Sejak Kamis atau tiga hari perdagangan terakhir, harga emas terus mencetak rekor baru.

Sepanjang Maret 2024, rekor harga emas sudah terpatahkan sebanyak 10 kali karena harga terus melonjak. Emas juga langsung mencetak rekor pada hari pertama dan kedua April tahun ini.

Kenaikan harga emas tak semerta-merta dan anpa alasan. Kini emas telah diburu menjadi instrument investasi safe-haven yang telah diborong oleh beberapa pihak karena ketegangan geopolitik di beberapa negara yang tak kunjung usai.

Berikut beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga emas hingga kuartal I 2024.

  1. Optimisme pelaku pasar terhadap pemotongan suku bunga Amerika Serikat (AS)

Meskipun data ekonomi AS menunjukkan tanda penguatan, namun beberapa pihak masih optimi mengenai pemotongan suku bunga AS yang akan terjadi pada Juni mendatang.

Sebelumnya pada Jumat pekan lalu, Inflasi pengeluaran pribadi AS (PCE) AS pada Februari 2024 naik menjadi 2,5% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari sebelumnya pada Januari lalu sebesar 2,4%. Meski begitu, angka ini sudah sesuai dengan ekspektasi pasar.

Namun secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi PCE cenderung melandai sedikit menjadi 0,3%.

Sementara untuk inflasi PCE inti, yang tidak termasuk makanan dan energi meningkat 2,8% pada Februari lalu, lebih rendah sedikit dari posisi Januari lalu yang tumbuh 2,9%. Angka ini juga sudah sesuai dengan prediksi pasar sebelumnya.

Namun, Chairman bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengindikasikan bahwa laporan bulan Februari tidak melemahkan perkiraan dasar The Fed.

Pelaku pasar emas kini menunggu Powell yang akan kembali berpidato dalam Economic Outlook di Stanford Business, Government, and Society Forum, Stanford, California. Pidato Powell diharapkan bisa memberi gambaran jelas kebijakan Teh Fed ke depan dan dampaknya ke emas.

Acara ini mempertemukan para pemimpin dari kalangan bisnis, organisasi nirlaba, pemerintah, dan akademisi untuk melakukan dialog konstruktif mengenai isu-isu terkini, termasuk pasar bebas, teknologi, dan keberlanjutan.

Sebelumnya pada Jumat pekan lalu, Powell mengungkapkan bahwa data ekonomi Amerika Serikat (AS) terbaru sesuai yang diharapkan bank sentral.

Pernyataan ini sekaligus mempertahankan dasar bank sentral untuk penurunan suku bunga pada tahun 2024, meskipun angka-angka tersebut menunjukkan perlambatan yang lebih kecil dibandingkan tahun lalu.

“Anda tidak akan melihat kami bereaksi berlebihan,” ujar Powell saat tampil di pertemuan The Fed di San Francisco.

“tidak serendah sebagian besar data bagus yang kami dapatkan pada paruh kedua tahun lalu, tapi jelas lebih sesuai dengan apa yang ingin kami lihat,” tambah Powell.

  1. Permintaan safe-haven meningkat

Melonjaknya permintaan terhadap emas didorong dari panasnya situasi di Timur Tengah. Emas adalah aset aman yang dicari saat eskalasi geopolitik meningkat.

Sebelumnya, sebuah rudal Israel berhasil mengenai Kantor Konsulat Iran di Damaskus. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan 11 orang tewas dalam serangan itu.

Iran mengatakan bahwa beberapa diplomat lama tewas bersama Brigjen Mohammad Reza Zahedi dan wakil Zahedi, Jenderal Haji Rahimi. Dilaporkan juga bahwa Brigjen Hossein Amirollah, kepala staf umum pasukan al-Quds di Suriah dan Lebanon, termasuk di antara korban.

Iran pun bersumpah akan membalas dendam kepada Israel atas serangan udara terhadap kompleks kedutaan Iran di Damaskus.

  1. Adanya transaksi short-covering

Kenaikan harga emas terbaru juga terkait dengan adanya transaksi short-covering yang dilakukan oleh para trader emas.

Penawaran beli dari bank ritel dan bank sentral diikuti oleh spekulan yang mengikuti momentum yang telah memperpanjang posisi beli para spekulan setelah emas menembus di atas level psikologis US$2.200 per troy ons.

  1. Melemahnya indeks dollar AS

Indeks dolar AS terpantau melemah sejak perdagangan kemarin Selasa (2/4/2024) hingga perdagangan hari ini.

Sebelumnya indeks dola AS sempat menyentuh level tertinggi sepanjang tahun 2024 di level 105,10 pada perdagangan Selasa (2/4/2024) sebelum ditutup lebih rendah di level 104,82.

  1. Aksi borong bank sentral

Pembelian emas oleh bank sentral masih kencang hingga Januari 2024. Secara konsisten bank sentral di dunia menumpuk emas dalam dua tahun terakhir. Pembelian emas oleh bank sentral bahkan mampu menjaga harga emas saat mendapat tekanan dari sentimen suku bunga bank sentral AS.

Pada Januari 2024, bank sentral melaporkan bahwa mereka meningkatkan cadangan emas resmi global sebesar 39 ton, angka ini lebih dari dua kali lipat pembelian bersih bulan Desember (yang direvisi) sebesar 17 ton, dan pembelian bersih bulan kedelapan berturut-turut.

Pertama, Bank Sentral Turki adalah pembeli terbesar, meningkatkan kepemilikan emas resmi sebesar 12 ton. Hal ini membantu meningkatkan total kepemilikan emas menjadi 552 ton, hanya turun 6% dari rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 587 ton pada Februari 2023

Kedua, Bank Rakyat China meningkatkan kepemilikannya sebesar 10 ton pada bulan Januari 2024, menandai penambahannya selama 15 bulan berturut-turut. Total kepemilikan emas saat ini mencapai 2.245 ton, hampir 300 ton lebih tinggi dibandingkan akhir Oktober 2022 ketika bank kembali melaporkan pembelian emas.

Bank sentral China rajin memborong emas dalam dua tahun terakhir. Bank sentral China (PBoC) memborong emas sebesar 224,88 ton pada 2023. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan pada 2022 yang tercatat 62,2 ton.

Ketiga, Reserve Bank of India menambahkan hampir sembilan ton logam mulia. Penambahan ini adalah peningkatan bulanan pertama cadangan emasnya sejak Oktober 2023 dan terbesar sejak Juli 2022, kepemilikan emasnya sekarang berjumlah 812 ton.

Keempat, Bank Nasional Kazakhstan membeli enam ton emas, penambahan bulanan pertama mereka sejak Januari 2023.

Equityworld Futures | Lagi-lagi Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi sepanjang Sejarah

Equityworld Futures | Lagi-lagi Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi sepanjang Sejarah

Equityworld Futures | Harga emas dunia menguat dan kembali mencetak level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan hari Senin. Pendorong kenaikan harga emas dunia ini karena ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) dan daya tarik logam mulia ini sebagai aset save haven.

Equityworld Futures | Emas Kembali Cetak Sejarah Baru, Harganya Tembus US$ 2.250

Mengutip CNBC, Selasa (2/4/2024). harga emas di pasar spot naik 0,3% dan diperdagangkan pada level USD 2.240,04 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,8% menjadi USD 2.257.10 per ounce.

Harga logam mulia ini mencapai level tertinggi di angka USD 2.286,4 per ounce.

“Saya pikir ini adalah momen yang sangat menarik untuk emas,” kata analis pasar World Gold Council, Joseph Cavatoni kepada CNBC.

Para analis dan pengamat memperkirakan the Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Juni.

Berdasarkan data yang dirilis pada Jumat lalu, pengukur inflasi utama The Fed untuk Februari naik 2,8% YoY. Kemungkinan akan membuat bank sentral AS menahan diri sebelum dapat mulai mempertimbangkan penurunan suku bunga.

The Fed tetap mempertahankan suku bunga pada akhir pertemuan bulan Maret kemarin. Namun tetap bertahan pada perkiraan penurunan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun ini.

Harga emas cenderung memiliki hubungan terbalik dengan suku bunga. Ketika suku bunga turun, emas menjadi lebih menarik dibandingkan dengan aset pendapatan tetap seperti obligasi, yang akan memberikan imbal hasil yang lebih lemah di lingkungan dengan suku bunga rendah.

Harga Emas Batangan

Manajer portofolio di perusahaan manajemen investasi Gabelli Funds Caesar Bryan mengatakan, harga emas batangan menguat karena permintaan luar negeri yang melambung.

“Di Tiongkok, investor swasta tertarik pada emas karena kinerja sektor real estate yang buruk,” kata Bryan, seraya menambahkan bahwa perekonomian Tiongkok secara umum masih lemah dan pasar saham serta mata uangnya tidak berkinerja baik.

Reli emas sejauh ini dipicu oleh kuatnya pembelian dari bank sentral dunia dalam upaya mendiversifikasi portofolio cadangan karena risiko geopolitik, inflasi domestik, dan melemahnya dolar AS, kata Cavatoni dari World Gold Council.

“Dasar yang sangat kuat bagi mereka untuk terus membeli. Tetapi mari kita lihat apakah jumlah mereka akan terus meningkat dan bertahan lama,” tambahnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Perkasa, Bagaimana Prediksinya di Awal April 2024?

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Perkasa, Bagaimana Prediksinya di Awal April 2024?

Equityworld Futures | Harga emas terus melonjak dan tidak dapat dihentikan karena mencatat kinerja sangat baik dengan menutup bulan dan kuartal mendekati rekor tertinggi, jauh di atas USD 2.200 per ounce.

Equityworld Futures | Nggak Bosan Buat Rekor! Harga Emas Pagi Ini Tertinggi dalam Sejarah

Para analis mencatat bahwa kinerja emas pada Kamis, 28 Maret 2024 yang mengakhiri minggu perdagangan yang dipersingkat menjelang akhir pekan panjang Paskah, lebih mengesankan jika dibandingkan dengan Indeks dolar AS, yang diperdagangkan mendekati level tertinggi enam minggu di atas 104 poin.

Dorongan emas lebih lanjut ke wilayah langit biru juga terjadi menjelang data inflasi yang penting. Meskipun pasar tutup pada hari Paskah, namun hari tersebut bukan merupakan hari libur pemerintah, sehingga Biro Analisis Ekonomi AS akan merilis Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE). Menurut perkiraan konsensus, para ekonom memperkirakan inflasi akan meningkat 0,3% di bulan Februari.

Prediksi Analis

Beberapa analis mengatakan bahwa emas menarik momentum baru karena ancaman inflasi tidak sebesar sebelumnya. Pekan lalu Federal Reserve memberi isyarat mereka masih memperkirakan tiga kali penurunan suku bunga tahun ini meskipun mereka melihat inflasi bertahan di atas target 2%.

Analis Pasar Senior di Barchart, Darin Newsom mengatakan reli emas adalah sinyal bahwa investor khawatir bahwa Federal Reserve tidak akan mampu mengendalikan inflasi karena mulai menurunkan suku bunga.

“Ketakutan geopolitik masih ada dan akan terus meningkat menjelang pemilu AS pada bulan November,. Jika The Fed mulai menurunkan suku bunga, imbal hasil obligasi akan turun, sehingga menjadikan emas sebagai aset safe-haven yang lebih menarik,” kata Newsom, dikutip dari Kitco, Minggu (31/3/2024).

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Perkasa, Bagaimana Prediksinya di Awal April 2024?

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Masih Perkasa, Bagaimana Prediksinya di Awal April 2024?

Equityworld Futures | Harga emas terus melonjak dan tidak dapat dihentikan karena mencatat kinerja sangat baik dengan menutup bulan dan kuartal mendekati rekor tertinggi, jauh di atas USD 2.200 per ounce.

Equityworld Futures | Nggak Bosan Buat Rekor! Harga Emas Pagi Ini Tertinggi dalam Sejarah

Para analis mencatat bahwa kinerja emas pada Kamis, 28 Maret 2024 yang mengakhiri minggu perdagangan yang dipersingkat menjelang akhir pekan panjang Paskah, lebih mengesankan jika dibandingkan dengan Indeks dolar AS, yang diperdagangkan mendekati level tertinggi enam minggu di atas 104 poin.

Dorongan emas lebih lanjut ke wilayah langit biru juga terjadi menjelang data inflasi yang penting. Meskipun pasar tutup pada hari Paskah, namun hari tersebut bukan merupakan hari libur pemerintah, sehingga Biro Analisis Ekonomi AS akan merilis Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE). Menurut perkiraan konsensus, para ekonom memperkirakan inflasi akan meningkat 0,3% di bulan Februari.

Prediksi Analis

Beberapa analis mengatakan bahwa emas menarik momentum baru karena ancaman inflasi tidak sebesar sebelumnya. Pekan lalu Federal Reserve memberi isyarat mereka masih memperkirakan tiga kali penurunan suku bunga tahun ini meskipun mereka melihat inflasi bertahan di atas target 2%.

Analis Pasar Senior di Barchart, Darin Newsom mengatakan reli emas adalah sinyal bahwa investor khawatir bahwa Federal Reserve tidak akan mampu mengendalikan inflasi karena mulai menurunkan suku bunga.

“Ketakutan geopolitik masih ada dan akan terus meningkat menjelang pemilu AS pada bulan November,. Jika The Fed mulai menurunkan suku bunga, imbal hasil obligasi akan turun, sehingga menjadikan emas sebagai aset safe-haven yang lebih menarik,” kata Newsom, dikutip dari Kitco, Minggu (31/3/2024).

Equityworld Futures | Impor Emas India Bulan Maret Melorot 90%, Apa Penyebabnya?

Equityworld Futures | Impor Emas India Bulan Maret Melorot 90%, Apa Penyebabnya?

Equityworld Futures | Impor emas India diperkirakan turun lebih dari 90% pada bulan Maret dibandingkan bulan sebelumnya.

Equityworld Futures | Lagi-Lagi Emas Catat Rekor, Penyebab Lonjakan Harga Jadi Misteri

Seorang pejabat pemerintah dan dua bank dealer mengatakan kepada Reuters, penurunan impor emas India mencapai level terendah sejak pandemi COVID karena bank-bank mengurangi impor setelah harganya yang mencapai rekor tertinggi.

Penurunan impor emas India, yang merupakan konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia, dapat membatasi kenaikan harga global yang mencapai rekor tertinggi awal bulan ini di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga di 2024.

Penurunan impor juga dapat membantu India mempersempit defisit perdagangannya dan mendukung pergerakan rupee.

Sementara itu, seorang pejabat pemerintah memprediksi, impor emas India kemungkinan akan turun menjadi 10 hingga 11 metrik ton pada bulan Maret dari 110 metrik ton pada bulan Februari. Dia menolak disebutkan namanya karena ia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Impor emas pada bulan Maret 2024 diperkirakan akan menjadi yang terendah sejak pandemi COVID, ketika pembatasan lalu lintas udara membatasi impor dan lockdown menyebabkan penutupan toko perhiasan.

“Emas dalam jumlah kecil dikeluarkan dari bea cukai bulan ini setelah membayar bea. Ada penurunan tajam dalam impor emas dibandingkan bulan lalu,” kata pejabat pemerintah.

Dua dealer emas batangan yang berbasis di Mumbai dari dua bank pengimpor emas terkemuka mengatakan mereka mengimpor sangat sedikit emas pada bulan Maret karena lemahnya permintaan.

“Pengusaha perhiasan tidak membeli emas bahkan dengan diskon melebihi US$ 35 per ons. Tidak ada alasan untuk mengimpor logam dengan harga tertinggi dan menunggu permintaan,” salah satu pedagang emas batangan mengatakan.

Di India, harga emas domestik naik ke level rekor 66.943 rupee per 10 gram pada awal bulan ini. Hal ini mendorong para dealer untuk menawarkan diskon sekitar US$ 38 per ons dibandingkan harga resmi domestik.

Itu juga termasuk pajak impor sebesar 15% dan retribusi penjualan sebesar 3%, yang merupakan tingkat tertinggi sejak bulan Maret 2023.

Permintaan emas biasanya tetap kuat di bulan Maret karena persediaan perhiasan untuk musim pernikahan di India yang mana sudah berjalan lancar dan emas merupakan bagian intrinsiknya.

Selain itu, pelanggan menukarkan perhiasan lama dengan yang baru karena tingginya harga, sehingga penjual perhiasan berhenti membeli emas dari bank, kata dealer tersebut.

Equityworld Futures | Penguatan Harga Emas Dunia Terbatas

Equityworld Futures | Penguatan Harga Emas Dunia Terbatas

Equityworld Futures | Harga emas dunia diperdagangkan di zona hijau namun turun dari level tertingginya yang USD2.200 semalam di tengah melemahnya dolar AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Pelan-Pelan. Tunggu Aba-Aba The Fed untuk Terbang

Pada pembukaan Wall Street, greenback memperpanjang pemulihannya. Sementara penurunan imbal hasil obligasi AS mempertahankan logam mulia ini di zona hijau.

Melansir FX Street, Rabu, 27 Maret 2024, harga emas dunia diperdagangkan pada USD2.177, naik 0,31 persen.

Indeks dolar AS datar

Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang lainnya, diperdagangkan datar di 104,30, menjadi hambatan bagi logam tanpa imbal hasil.

Namun demikian, suku bunga acuan 10 tahun AS turun tipis satu basis poin menjadi 4,243 persen, mendorong logam mulia.

Data ekonomi AS menunjukkan pesanan barang tahan lama (Durable Goods Orders) naik ke level tertinggi sejak 2022.

Sementara itu, Conference Board menunjukkan Kepercayaan Konsumen menurun lebih lanjut di Maret, mencapai level terendah dalam empat bulan terakhir.

Design a site like this with WordPress.com
Get started