Equityworld Futures | Harga Saham, Obligasi & Emas Sudah Mahal, Telat Masuk Sekarang?

Equityworld Futures | Harga Saham, Obligasi & Emas Sudah Mahal, Telat Masuk Sekarang?

Equityworld Futures | Reli kenaikan harga aset-aset di pasar keuangan domestik masih berlanjut hari ini pasca keputusan historis Federal Reserve, memastikan dimulainya siklus penurunan suku bunga acuan global. Optimisme bahwa perekonomian Amerika Serikat (AS) berpeluang mendarat mulus alias softlanding, memberi energi besar bagi aksi beli aset portofolio di berbagai pasar di banyak negara, tak terkecuali Indonesia.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia 20 September Dekati $2600, Emas Antam Melompat Tinggi

Para investor makin bersemangat membelanjakan dana untuk ditempatkan di aset-aset investasi, mulai dari saham, surat utang atau obligasi, hingga komoditas seperti emas. Reli pembelian di pasar surat berharga negara (SBN) hari ini telah memasuki hari kelima dan membawa penguatan rupiah makin meyakinkan nyaris ke bawah Rp15.000/US$.

Mengacu data realtime Bloomberg, yield SBN berdenominasi rupiah, INDOGB tenor pendek 2Y terpangkas hingga 14,8 bps ke level 6,09%. Disusul di belakangnya adalah reli harga INDOGB 10Y dengan penurunan imbal hasil sampai 12,3 bps ke level 6,39%.

Tenor 5Y juga sempat turun 8,2 bps disusul tenor 3Y yang terkikis 7,9 bps ke level 6,15%. Penurunan tingkat imbal hasil mengindikasikan kenaikan harga obligasi yang terungkit gelombang beli investor.

Sementara di pasar saham, meski IHSG terpangkas 2% di awal pembukaan perdagangan hari ini karena sentimen saham BREN, mayoritas saham masih mencetak reli kenaikan.

Saham-saham emiten dari sektor yang diperkirakan mendapatkan keuntungan dari kebijakan moneter longgar, kompak melesat. Yang terlihat menonjol di antaranya saham-saham sektor barang konsumsi seperti AMRT yang sudah naik 2,2%, disusul oleh ICBP yang bahkan melesat 3,65%. Sementara saham perbankan sebagian kecil masih naik seperti BBRI.

Di aset non-yielding seperti emas, harganya juga makin ‘panas’. Emas Antam hari ini naik Rp13.000 dibanderol di Rp1.443.000 per gram, mendekati level rekor tertinggi sepanjang masa. Di pasar global, harga emas sudah sempat menyentuh level rekor baru di US$2.600 per troy ounce pada Rabu lalu dan hari ini bergerak stabil di kisaran US$2.592,21 per ounce.

Dengan reli harga yang sudah berlangsung saat ini, adakah terlambat bagi para investor yang berniat berburu cuan? Benarkah kenaikan harga sudah terbatas sehingga peluang cuan bagi investor semakin terbatas bila baru masuk belakangan?

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Berpotensi Menguat Usai Rilis Data NFP AS

Equityworld Futures | Harga Emas Berpotensi Menguat Usai Rilis Data NFP AS

Equityworld Futures | Harga emas (XAU/USD) pada hari ini diperkirakan akan mengalami volatilitas setelah rilis data tenaga kerja AS (Non-Farm Payrolls/NFP) yang lebih lemah dari perkiraan.

Equityworld Futures | Bank Sentral China Stop Beli 4 Bulan, Harga Emas Mulai Koreksi!

Menurut analisis Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, emas memperpanjang pemulihannya setelah data tersebut, yang meningkatkan peluang Federal Reserve (Fed) untuk menurunkan suku bunga secara agresif.

“Langkah ini dianggap sebagai nilai tambah bagi harga emas karena suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan dolar AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai,” tulis dia dalam riset harian, Senin, 9 September 2024.

Berdasarkan kombinasi indikator Moving Average yang terbentuk saat ini, tren bullish pada XAU/USD kembali memudar. Nugraha mencatat, meskipun ada pemulihan sementara, emas menghadapi tekanan bearish yang signifikan.

Proyeksi harga hari ini menunjukkan XAU/USD berpotensi turun hingga level USD2.484. Namun, jika harga gagal menembus level support ini dan terjadi rebound, maka target kenaikan terdekat berada di USD2.513.

Pergerakan emas pada hari ini juga dipengaruhi oleh data NFP AS yang dirilis Jumat, 6 September 2024.

Meskipun lapangan kerja meningkat lebih sedikit dari yang diharapkan pada bulan Agustus, tingkat pengangguran menurun, dan pertumbuhan upah tetap solid.

Hal ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS sedang mendingin, namun tidak pada tingkat yang menyebabkan kepanikan.

“Kondisi ini memberikan sinyal campuran kepada para pelaku pasar terkait langkah kebijakan Fed yang akan datang,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, para pembuat kebijakan Fed pada Jumat lalu mengisyaratkan mereka siap untuk memulai serangkaian pemotongan suku bunga pada pertemuan bank sentral yang dijadwalkan pada 17-18 September 2024.

Mereka mencatat pendinginan di pasar tenaga kerja dapat berakselerasi menjadi sesuatu yang lebih buruk jika tidak ada perubahan kebijakan.

Ketidakpastian kebijakan Fed bikin harga emas fluktuatif

Oleh karena itu, meskipun harga emas masih diperdagangkan di kisaran mendekati USD2.500 pada Senin, 9 September 2024, ketidakpastian terkait kebijakan Fed membuat harga emas cenderung bergerak dalam kisaran yang relatif familiar.

Kontrak berjangka menunjukkan peluang sebesar 35 persen, Fed dapat menurunkan suku bunga hingga setengah poin persentase minggu depan.

Data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu menjadi indikator ekonomi utama berikutnya yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas.

Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan, maka peluang penurunan suku bunga yang lebih agresif oleh Fed akan meningkat, yang pada akhirnya dapat mendorong harga emas naik lebih tinggi.

Secara keseluruhan, meskipun emas memiliki peluang untuk menguat jika Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga secara agresif, ketidakpastian pasar dan proyeksi teknikal menunjukkan bahwa XAU/USD masih rentan terhadap tekanan jual.

Oleh karena itu, Nugraha merekomendasikan strategi trading yang hati-hati dengan memperhatikan level support di USD2.484 dan resistance di USD2.513 sebagai acuan pergerakan harga emas hari ini.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Tembus US$3.000 Tahun Depan, Yakin Nih?

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Tembus US$3.000 Tahun Depan, Yakin Nih?

Equityworld Futures | Harga emas melandai tetapi tetap berada di dekat puncak tertingginya sepanjang masa. Sang logam mulia melemah sejalan dengan menggeliatnya dolar Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | Rekor! Harga Emas Dunia Sentuh Harga Tertinggi Sepanjang Masa

Berdasarkan data Refinitiv, pada hari ini, Selasa (27/8/2024) pukul 19.01 WIB, harga emas tercatat di posisi US$ 2.510,89 per troy ons, turun 0,24% dari penutupan sebelumnya di US$ 2.516,89 per troy ons.

Harga emas sempat mencatatkan rekor baru pada 22 Agustus 2024 di US$ 2.483,29 per troy ons, dan terus meningkat hingga mencapai puncak tertinggi di US$ 2.516,885 pada Senin (26/8/2024). Meskipun terjadi penurunan hari ini, tren jangka panjang tetap mengindikasikan kekuatan dalam harga emas.

Harga emas melemah hari ini sejalan dengan menguatnya dolar dan imbal hasil US Treasury. Indeks dolar menguat ke 100,806 pada Selasa sore atau posisi tertinggi dalam tiga hari. Sementara itu, imbal hasil US treasury tenor 10 tahun menanjak ke 3,85% atau tertinggi dalam tiga hari.

Penguatan dolar membuat emas makin mahal karena konversi pembelian menggunakan dolar sehingga mengurangi minat beli. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Penurunan ini dipandang sebagai koreksi sementara, dengan ekspektasi bahwa faktor-faktor makro ekonomi seperti kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) dan pelemahan inflasi akan terus mendukung harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Analis bahkan berani memprediksi harga logam mulia bisa mencapai US$ 3.000 per troy ons tahun depan, seiring semakin dekatnya pertemuan The Fed.

Dilansir dari CNBC International, Sabrin Chowdhury Kepala Analisis Komoditas di BMI mengungkapkan bahwa 2024 adalah tahun di mana emas diperkirakan mencapai beberapa rekor tertinggi, mengutip daya tarik emas sebagai aset safe haven.

“Emas berkembang di tengah ketidakpastian… dan ketidakpastian saat ini berada di puncaknya,” ujar Sabrin dengan merujuk pada tahun pemilihan umum, insiden terbaru di Ukraina, dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Israel dan Iran tampaknya berada di ambang konflik langsung setelah Iran bersumpah untuk membalas dendam atas pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran awal bulan ini. Israel telah menempatkan militernya dalam siaga tinggi, dan AS mengirimkan kapal induk serta kapal selam rudal untuk mendukung pertahanan sekutunya di kawasan tersebut.

Faktor lain yang mendorong harga emas adalah meningkatnya kemungkinan pemotongan suku bunga oleh The Fed pada September. Pertemuan The Fed pada Juli lalu memperkuat keyakinan investor bahwa pemotongan suku bunga bulan depan “ada dalam agenda”.

“Begitu The Fed mulai memangkas suku bunga, kemungkinan bulan depan, emas bisa mencapai US$ 2.700 per ons,” kata analis BMI. Analis lain juga memiliki pandangan optimis yang serupa.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk membeli emas, menjadikannya lebih menarik dibandingkan aset berbunga seperti Treasury, yang bersaing dengan emas sebagai penawaran safe haven.

Suku bunga yang lebih rendah juga memberikan tekanan pada dolar, membuat emas yang dihargai dalam mata uang dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Analis Citi mengatakan sentimen investor emas tampaknya akan naik dalam jangka waktu tiga hingga enam bulan. Bank tersebut menambahkan bahwa mereka melihat potensi harga terbang ke US$ 3.000 per troy ons pada pertengahan 2025, dan proyeksi harga rata-rata kuartal keempat sebesar US$ 2.550 per troy ons.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Diprediksi Bakal Lampaui Level USD2.500

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Diprediksi Bakal Lampaui Level USD2.500

Equityworld Futures | Harga emas dunia memperpanjang kenaikannya pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah meningkatnya taruhan Federal Reserve AS (Fed) akan mulai melonggarkan kebijakan pada September 2024.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Catat Rekor Tertinggi, Investor Silahkan Pesta Pora

Hal ini merupakan kepastian menyusul pidato Ketua Fed Jerome Powell di Jackson Hole. Pada saat itu ia mengatakan, waktunya telah tiba bagi kebijakan untuk menyesuaikan diri.

Melansir fxstreet.com, Selasa, 27 Agustus 2024, XAU/USD diperdagangkan pada USD2.516 per troy ons. Level ini mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen.

Jumat lalu, Jerome Powell mengatakan ia yakin inflasi sedang menuju sasaran Fed sebesar dua persen dan menyatakan kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja yang lebih lemah, yang menunjukkan risiko ketenagakerjaan condong ke arah positif.

Powell memberi lampu hijau pada pemotongan suku bunga, seraya menambahkan pendinginan lebih lanjut di pasar tenaga kerja tidak diinginkan.

Pernyataan Powell disuarakan oleh Presiden Fed San Francisco Mary Daly, yang mengatakan, “Saatnya untuk menyesuaikan kebijakan sudah di depan mata. Sulit membayangkan ada hal yang dapat menggagalkan pemangkasan suku bunga pada September,” tutur dia.

Daly menambahkan masih terlalu dini untuk mengetahui besarnya penurunan suku bunga, namun menyatakan jika ekonomi melemah lebih dari yang diantisipasi, kita perlu bersikap lebih agresif.

Ekonomi AS masih tangguh

Adapun pesanan Barang Tahan Lama AS melonjak dari kontraksi 6,9 persen pada Juni menjadi ekspansi 9,9 persen (mom) pada Juli, melampaui perkiraan kenaikan empat persen. Ini menjadi kenaikan paling signifikan sejak Mei 2020, mengisyaratkan ekonomi masih tangguh meskipun menunjukkan beberapa tanda perlambatan.

Harga emas batangan mendapat untung dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah seiring meningkatnya konflik Israel-Hizbullah selama akhir pekan. Kekhawatiran konflik dapat meluas akan berdampak positif bagi logam emas tersebut.

Imbal hasil obligasi Treasury AS telah pulih karena obligasi acuan AS 10 tahun naik satu basis poin menjadi 3,81 persen. Sementara itu, para pedagang mengurangi taruhan mereka Fed akan memangkas suku bunga sebesar 50 bps pada pertemuan September.

Alat CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar telah sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga sebesar 25 bps, sementara peluang untuk penurunan yang lebih besar berada di angka 30 persen, turun dari 36,5 persen Jumat lalu.

Sekarang, dengan peralihan Fed ke pasar kerja, laporan Nonfarm Payrolls Agustus akan menjadi bagian terakhir dari teka-teki untuk menentukan besaran pemotongan.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Dekati Rekor Tertinggi Setelah Pidato Powell

Equityworld Futures | Harga Emas Dekati Rekor Tertinggi Setelah Pidato Powell

Equityworld Futures | Harga emas stabil mendekati rekor tertinggi setelah Gubernur bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menegaskan ekspektasi bahwa bank sentral akan mulai memangkas suku bunga bulan depan.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Bakal Makin Berkilau Pekan Ini

Logam mulia tersebut diperdagangkan dekat US$2,510 per ons setelah naik 1,1% pada Jumat (23/08/2024). Powell mengatakan “waktunya telah tiba” untuk beralih ke pelonggaran moneter di Jackson Hole, Wyoming pekan lalu dan juga menegaskan niatnya untuk mencegah pendinginan lebih lanjut dalam pasar tenaga kerja AS. Biaya pinjaman yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik emas, yang tidak membayar bunga, relatif terhadap obligasi pemerintah.

Logam mulia tersebut telah melonjak lebih dari 20% tahun ini dalam reli yang kuat yang sebagian didorong oleh optimisme bahwa The Fed semakin dekat dengan pivot yang sangat dinanti-nantikan. Permintaan safe-haven karena meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian menjelang pemilu AS pada November telah menambah optimisme, serta pembelian dari bank sentral dan konsumen Asia.

Harga emas spot stabil pada US$2,515,12 pada pukul 7:40 pagi di Singapura setelah menyentuh rekor tertinggi US$2,531,75 minggu lalu. Bloomberg Dollar Spot Index datar, setelah turun 1,2% minggu lalu. Perak sedikit berubah, sementara platinum dan paladium turun.

Ini adalah minggu dengan banyak perilisan data di AS, yang dapat mengubah ekspektasi tentang seberapa cepat suku bunga akan dipotong. Yang paling menonjol adalah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures price index/PCE) – ukuran inflasi pilihan The Fed – untuk Juli yang akan dirilis pada Jumat (30/08/2024). Investor juga akan memantau meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, setelah Israel melancarkan serangan pendahuluan terhadap target Hizbullah di Lebanon selatan selama akhir pekan.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Pada Jumat (23/8) Pagi, Pasar Menanti Pidato Powell di Jackson Hole

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Pada Jumat (23/8) Pagi, Pasar Menanti Pidato Powell di Jackson Hole

Equityworld Futures | Harga emas naik pada perdagangan Jumat (23/8) pagi. Pukul 07.30 WIB, harga emas spot ada di level US$ 2.487,72 per ons troi, naik 0,12% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 2.484,75 per ons troi.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Terjun Bebas Usai Cetak Rekor Termahal

Mengutip Bloomberg, harga emas naik tipis setelah turun kemarin, lantaran investor menanti pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada pertemuan Jackson Hole yang diharapkan dapat memberikan petunjuk baru mengenai jalur kebijakan moneter bank sentral.

Kemarin, harga emas turun 1,1% imbas dari penguatan dolar AS. Penguatan dolar biasanya berdampak negatif terhadap emas.

Fokus investor tertuju pada pidato Powell dalam simposium Jackson Hole Jumat (23/8) malam.

Emas diperdagangkan dalam kisaran yang relatif sempit pekan ini, setelah mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa pada Selasa kemarin.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik lebih dari 20%, didukung oleh pembelian besar oleh bank sentral dan tingginya permintaan safe haven di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Lagi, Dipatok Segini Sekarang

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Lagi, Dipatok Segini Sekarang

Equityworld Futures | Harga emas di pasar spot naik tipis 0,3% menjadi USD 2.455,79, setelah naik sebanyak 0,9% di awal sesi. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,6% menjadi USD 2.493,6.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Bakal Terus Ngasih Diskon, Ini Gegaranya

Harga emas memangkas kenaikan pada perdagangan Kamis (Rabu waktu Jakarta). Harga emas dunia naik tipis karena dolar dan imbal hasil Treasury naik setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih kuat dari perkiraan yang dapat memengaruhi besarnya penurunan suku bunga dari Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari CNBC, Jumat (16/8/2024) harga emas dunia di pasar spot naik tipis 0,3% menjadi USD 2.455,79, setelah naik sebanyak 0,9% di awal sesi. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,6% menjadi USD 2.493,6.

Penjualan ritel AS meningkat 1,0% bulan lalu setelah penurunan 0,2% yang direvisi turun pada bulan Juni, kata Biro Sensus Departemen Perdagangan.

Secara terpisah, laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran mencapai 227.000 untuk per 10 Agustus, dibandingkan dengan perkiraan 235.000.

Menyusul data AS, kurs dolar naik 0,4% terhadap para pesaingnya, membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Sedangkan imbal hasil acuan Treasury 10-tahun juga melonjak.
Penurunan Suku Bunga

Sementara itu, dua pejabat Fed pada hari Kamis mendukung kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral AS bulan depan, membalikkan skeptisisme mereka sebelumnya tentang penurunan biaya pinjaman terlalu cepat.

Menurut CME FedWatch Tool, pasar melihat peluang 100% untuk pemangkasan suku bunga AS pada bulan September. Namun, data yang kuat telah menyingkirkan pemangkasan 50 basis poin.

Kondisi suku bunga rendah cenderung mendongkrak daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. “Ketidakpastian politik akan terus berdampak positif pada harga emas, tetapi juga akan menambah volatilitas,” kata Mitra Pengelola CPM Group, Jeffrey Christian.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Gara-gara Data Inflasi AS, Harga Emas Turun 2 Hari Beruntun

Equityworld Futures | Gara-gara Data Inflasi AS, Harga Emas Turun 2 Hari Beruntun

Equityworld Futures | Harga emas dunia ditutup turun pada perdagangan kemarin. Sang logam mulia sudah turun harga selama 2 hari beruntun.

Equityworld Futures | Emas Bikin Sport Jantung, Inflasi AS Landai Harga Malah Jatuh 1%

Pada Rabu (14/8/2024), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.447,5/troy ons. Turun 0,67% dibandingkan hari sebelumnya.

Dengan demikian, harga emas resmi turun 2 hari berturut-turut. Selama 2 hari itu, harga terpangkas 1,13%.

Namun dalam seminggu terakhir, harga emas masih membukukan kenaikan 2,63% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga naik 1,04%.

Rilis data inflasi di Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen negatif pagi harga emas. Malam tadi waktu Indonesia, US Labor Statistics mengumumkan inflasi Negeri Adikuasa pada Juli tercatat 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Ini menjadi catatan tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Sementara laju inflasi inti ada di 0,2% mtm pada Juni. Lebih tinggi dibandingkan Juni yang sebesar 0,1% mtm.

Namun secara tahunan (year-on-year/yoy), laju inflasi umum dan inti kompak melambat. Inflasi umum melambat dari 3% yoy menjadi 2,9% yoy. Adapun inflasi inti melambat dari 3,3% menjadi 3,2%.

Data ini membuat pelaku pasar tetap meyakini bahwa bank sentral Federal Reserve akan tetap menurunkan suku bunga acuan pada rapat September. Akan tetapi, sepertinya Federal Funds Rate hanya akan dipangkas 25 basis poin (bps), bukan 50 bps.

Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga acuan sebanyak 25 bps ke 5-5,25% bulan depan adalah 64%. Sedangkan probabilitas pengguntingan 50 bps adalah 36%.

“Saat ini ekspektasi bergeser menuju 25 bps. Ini akan meredam momentum kenaikan harga emas,” ujar Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, seperti diberitakan Bloomberg News.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 58,89. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 61,89. Menempati zona beli (long).

Meski demikian, sepertinya tekanan terhadap harga emas masih belum usai. Setelah menembus Moving Average (MA) 5 di US$ 2.449/troy ons, harga emas kemungkinan akan menuju MA-10 di US$ 2.431/troy ons.

Sedangkan target resisten yang paling dekat ada di US$ 2.456/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi membawa harga emas naik menuju US$ 2.466/troy ons.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Data Inflasi AS Terkendali, Wall Street “Hijau”

Equityworld Futures | Data Inflasi AS Terkendali, Wall Street “Hijau”

Equityworld Futures | Bursa saham AS atau Wall Street berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa (13/8/2024) waktu setempat. Data inflasi yang terkendali memicu pemulihan pasar.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Sedikit Turun Rabu (14/8) Siang, Jelang Data Inflasi AS

Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengakhiri sesi perdagangan dengan kenaikan 408 poin, atau 1,04 persen, pada level 39.765,64. Nasdaq Komposit melonjak 2,43 persen dan ditutup pada level 17.187,61, sementara S&P 500 naik 1,68 persen menjadi 5.434,43.

Indeks harga produsen atau producer price index (PPI) ukuran harga grosir naik 0,1 persen bulan lalu. Para ekonom konsensus Dow Jones memperkirakan adanya kenaikan bulanan sebesar 0,2 persen pada Juli 2024, sejalan dengan pembacaan bulan sebelumnya.

PPI menjadi salah satu data yang membayangi pasar dan diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 0,2 persen bulan ke bulan, atau naik dari dari tahun sebelumnya 0,1 persen. Data tersebut memberikan arah bagi pasar yang tidak pasti setelah pelemahan pekan lalu.

“Data PPI hari ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa inflasi telah berubah, terutama dalam layanan,” kata kepala strategi pasar global di TradeStation David Russell.

Reli pada hari Selasa menambah keuntungan usai pelemahan minggu lalu, dimana kondisi pasar yang terlihat semakin pulih dari aksi jual tajam pada tanggal 5 Agustus lalu. Sejak penutupan itu, S&P 500 telah melonjak 4,2 persen.

Volatilitas juga telah mereda dimana Indeks Volatilitas Cboe (VIX) berada di bawah 20 pada hari Selasa setelah sempat melonjak di atas 65 minggu lalu.

Sementara itu, saham Starbucks melonjak 24,5 persen setelah jaringan kedai kopi itu mengangkat kepala eksekutif Chipotle saat ini, Brian Niccol, sebagai CEO-nya. Sementara itu, saham Chipotle anjlok 7,5 persen.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Jelang Data Inflasi AS & Ketegangan Geopolitik

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Jelang Data Inflasi AS & Ketegangan Geopolitik

Equityworld Futures | Harga emas naik, mendekati rekor lagi saat para trader menilai perkembangan geopolitik sambil menunggu data ekonomi utama AS yang akan dirilis pekan ini. Data inflasi yang akan dirilis pada Selasa (13/08/2024) dan Rabu (14/08/2024) dapat membantu menentukan jalur suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Equitworld Futures | Harga Emas Naik Lebih dari 1 Persen, Dekati Rekor Tertinggi

Harga emas naik hingga 1,6% menjadi US$2.471 per ons, hampir menyentuh rekor tertinggi bulan lalu sebesar US$2.483,73. Para trader terus memantau respons Iran atas pembunuhan seorang pemimpin Hamas di Teheran bulan lalu.

Investor juga bersiap untuk rilis data indeks harga produsen (IHP) AS pada Selasa dan indeks harga konsumen (IHK) pada Rabu. Keduanya akan memberikan gambaran tentang inflasi di negara dengan perekonomian terbesar dunia itu.

Emas didorong oleh “kombinasi geopolitik dan penurunan suku bunga, ditambah tekanan penurunan yang lebih kecil dari pengetatan bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ),” kata Bart Melek, kepala global strategi komoditas di TD Securities.

Meskipun IHK diperkirakan akan menunjukkan kenaikan harga yang sedikit meningkat pada Juli, metrik tahunan diperkirakan akan terus naik dengan kecepatan lambat. Penurunan tekanan harga baru-baru ini telah meningkatkan kepercayaan para pembuat kebijakan bahwa mereka dapat mulai menurunkan biaya pinjaman sambil memfokuskan kembali perhatian pada pasar tenaga kerja, yang menunjukkan tanda-tanda pendinginan yang lebih besar.

Anggota Dewan Gubernur The Fed Michelle Bowman mengatakan pada Sabtu (10/08/2024) bahwa dia masih melihat risiko kenaikan inflasi dan kekuatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja. Hal ini menandakan dia mungkin belum siap untuk mendukung pemotongan suku bunga pada September. Biaya pinjaman yang lebih tinggi biasanya negatif untuk emas, karena tidak membayar bunga.

Logam mulia ini telah naik hampir 20% tahun ini. Seiring dengan ekspektasi penurunan suku bunga, emas juga didukung oleh pembelian bank sentral yang kuat dan permintaan yang kuat dari konsumen China. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah juga telah meningkatkan daya tarik emas sebagai aset aman.

Sementara itu, angka untuk taruhan bullish bersih para manajer uang mencapai level terendah dalam lima minggu, menurut data mingguan dari Commodity Futures Trading Commission.

Harga emas spot naik 1,6% menjadi US$2.470,71 per ons pada pukul 2:50 sore di New York. Indeks Dolar Spot Bloomberg naik 0,2% setelah yen jatuh lebih dari 1%. Paladium, platinum, dan perak semuanya naik.

demo ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started