Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Usai Terpeleset, Mending Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Usai Terpeleset, Mending Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia bangkit pada perdagangan hari ini. Ke depan, bagaimanakah prospek harga sang logam mulia?

Equityworld Futures | Investor Pasti Happy Harga Emas “Diramal” ke US$2.800/Onz, Kapan?

Pada Selasa (29/10/2024) pukul 08:20 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 2.748,28/troy ons. Naik 0,14% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan ini terjadi usai harga emas sempat turun. Kemarin, harga emas menutup hari di posisi US$ 2.744,4/troy ons atau terpangkas 0,12%.

Lalu bagaimanakah prediksi pergerakan harga emas? Berapa target yang perlu menjadi catatan pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 68.38. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 50,14. Menghuni area beli (long), tetapi tidak terlampau kuat.

Tekanan terhadap harga emas sepertinya belum berakhir. Dalam waktu dekat, rasanya harga akan mengetes support terdekat di US$ 2.742/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka US$ 2.731/troy ons yang adalah MA-10 boleh menjadi target selanjutnya.

Adapun target resisten terdekat adalah US$ 2.755/troy ons. Penembusan di titik ini bisa membawa harga emas naik menuju US$ 2.761/troy ons. Target paling optimistis adalah US$ 2.776/troy ons.

Rilis Data AS

Saat ini, investor tengah menanti rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS). Pada Kamis (31/10/2024) waktu Indonesia, US Bureau of Economic Analysis akan mengumumkan data inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE). Ini adalah inflasi yang menjadi acuan bank sentral Federal Reserve.

Konsensus pasar memperkirakan laju inflasi PCE inti atau core pada September sebesar 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 0,1% mtm.

Lalu pada Jumat (1/11/2024) waktu Indonesia, US Bureau of Labor Statistics akan merilis data ketenagakerjaan. Konsensus pasar memperkirakan penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) di Negeri Paman Sam pada Oktober adalah 140.000. Jauh lebih sedikit dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 254.000.

Berbagai rilis data ini bisa mempengaruhi The Fed dalam menentukan kebijakan moneter, khususnya suku bunga acuan. Sejauh ini, pasar masih meyakini bahwa Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat akan menurunkan suku bunga acuan dalam rapat bulan depan.

Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5-4,75% pada November adalah 96,8%. Naik dibandingkan kemarin yang sebesar 95,1%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun karena ikut menurunkan opportunity cost.

Namun ini semua masih di atas kertas. Realisasinya akan menunggu rilis data ekonomi pekan ini dan rapat The Fed awal bulan depan. Sebelum itu terjadi, pelaku pasar rasanya memilih untuk wait and see.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Terbang, Terbakar Panasnya Perang Arab & Pemilu AS

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Terbang, Terbakar Panasnya Perang Arab & Pemilu AS

Equityworld Futures | Meningkatnya permintaan terhadap safe have karena tingginya kekhawatiran geopolitik di wilayah Timur Tengah hingga sengitnya pemilihan umum (Pemilu) Presiden di Amerika Serikat (AS), dorong kenaikan harga emas.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Berkilau, Dekati Rekor Tertinggi

Pada perdagangan Kamis (24/10/2024) harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,67% di level US$ 2.735,69 per troy ons. Penguatan emas ini menegaskan betapa harga emas sangat volatile sepekan ini.
Harga emas terbang 1,06% pada Selasa pekan ini sebelum jatuh pada Rabu dan kemudian terbang 0,67% pada perdagangan Kamis kemarin.

Sementara, hingga pukul 05.30 WIB Jumat (25/10/2024), harga emas di pasar spot bergerak lebih rendah 0,04% di posisi US$ 2.734,58 per troy ons.

Harga emas menguat pada perdagangan Kamis karena meningkatnya permintaan safe haven yang disebabkan kekhawatiran geopolitik yang terus-menerus hingga ketidakpastian pemilu AS semakin memperkuat harga emas dunia.

“Yang benar-benar kita lihat adalah emas terus dipandang sebagai nilai lindung yang sangat penting terhadap tekanan inflasi bersama dengan permintaan safe haven dan arus masuk dana, emas terus didukung dengan sangat baik,” ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, kepada Reuters.

“Ketidakpastian menjelang pemilihan umum AS merupakan satu pilar dukungan tambahan bagi pasar emas, mengingat kegelisahan yang mungkin dirasakan pasar menjelang pemilihan umum.” imbuhnya.

Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh bank sentral dan reputasi historis emas sebagai nilai lindung terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik telah mendorong harga lebih dari 32% sepanjang tahun ini, mencapai beberapa rekor puncak di sepanjang jalan.

“Kekhawatiran seputar meningkatnya prospek utang fiskal AS memperkuat investasi emas,” menurut catatan ANZ.

Melandainya indeks dolar AS juga membuat harga emas semakin menopang emas. Indeks dolar anjlok ke 104,058 pada perdagangan kemarin. Indeks dolar akhirnya melemah setelah terbang tiga hari beruntun. Melemahnya indeks menjadi tanda baik karena ada peluang rupiah menguat hari ini.

Pelemahan dolar AS dan imbal hasil US Treasury berdampak positif ke emas. Pembelian emas dikonversi ke dolar sehingga pelemahan dolar AS membuat emas menjadi makin murah untuk dibeli sehingga meningkatkan pembelian.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Boncos Gegara Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Equityworld Futures | Wall Street Boncos Gegara Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Equityworld Futures | Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street turun tajam pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), didorong oleh meningkatnya imbal hasil Treasury AS dan kekhawatiran yang berkelanjutan tentang sentimen pasar.

Equityworld Futures | Dipermainkan Amerika, Harga Emas Rekor Kemudian Jatuh Hancur Lebur

Dikutip dari Xinhua, Kamis, 24 Oktober 2024, indeks Dow Jones Industrial Average turun 409,94 poin, atau 0,96 persen, menjadi 42.514,95. Indeks S&P 500 turun 53,78 poin, atau 0,92 persen, menjadi 5.797,42. Indeks Nasdaq Composite turun 296,48 poin, atau 1,60 persen, menjadi 18.276,65.

Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor barang konsumsi dan teknologi memimpin penurunan dengan masing-masing turun 1,82 persen dan 1,68 persen. Sementara itu, sektor real estat dan utilitas naik masing-masing 1,02 persen dan 1,01 persen.

Imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke 4,25 persen, tertinggi sejak akhir Juli, menandai lonjakan 44 basis poin pada bulan Oktober. Melonjaknya imbal hasil Treasury telah menjadi titik tekanan, meskipun Federal Reserve baru-baru ini memangkas suku bunga pada September.

Data ekonomi, serta kekhawatiran tentang meningkatnya defisit fiskal di bawah kemungkinan masa jabatan kedua Trump sebagai presiden, telah disebut-sebut sebagai alasan di balik kenaikan tersebut.

Saham McDonald’s anjlok

Di antara kontributor terbesar terhadap penurunan Dow, saham McDonald’s anjlok lebih dari empat persen setelah CDC menghubungkan wabah E. coli dengan burger Quarter Pounder dari rantai makanan cepat saji tersebut, yang mengakibatkan 10 orang dirawat di rumah sakit dan satu orang meninggal. McDonald’s sendiri bertanggung jawab atas lebih dari 100 poin penurunan Dow.

Di sisi ekonomi, pengajuan hipotek di AS menurun selama empat minggu berturut-turut, menyoroti tantangan berkelanjutan yang disebabkan oleh tingginya biaya pinjaman.

Selain itu, penjualan rumah yang sudah ada turun satu persen pada September ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 3,84 juta unit, menandai level terendah sejak Oktober 2010.

Penurunan ini mengikuti angka 3,88 juta unit yang direvisi pada Agustus dan jauh di bawah ekspektasi, yang telah memperkirakan angka 3,9 juta unit. Tekanan terus-menerus dari suku bunga yang lebih tinggi melemahkan permintaan dan keterjangkauan di pasar perumahan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futurs | Meneropong Harga Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Equityworld Futures | Meneropong Harga Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Equityworld Futures | Analis optimistis harga emas kembali positif pada pekan ini, demikian juga investor ritel. Hal itu ditunjukkan dari survei emas mingguan Kitco.

Equityworld Futures | Tren Bullish Harga Emas Tak Terbendung, Berpotensi Capai US$ 2.750

Mengutip laman Kitco, ditulis Senin (21/10/2024), pada pekan ini, 16 analis berpartisipasi dalam survei emas kitco mingguan. 15 dari 16 ahli, 94 persen dari yang disurvei percaya harga emas akan naik pada pekan depan. Sedangkan satu-satunya analis yang mewakili 6 persen bersikap netral terhadap prospek emas dalam jangka pendek.

Sementara itu, 159 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco. Mayoritas investor Main Street kembali bergabung untuk harga emas yang berpotensi positif. 115 pelaku pasar atau 72 persen prediksi harga emas akan naik pekan ini. Sedangkan 27 atau 17 persen yang perkirakan emas akan melemah. Sedangkan sisanya 17 mewakili 11 persen dari total suara melihat harga emas akan sideways pada pekan ini.

Chief Market Strategist SIA Wealth Management, Colin Cieszynski optimistis terhadap harga emas ke depan. “Reli saat ini tampak tak henti-hentinya dan dengan harga yang menembus level tertinggi baru dan tidak ada kalender penting, momentum positif emas,” ujar dia.

Ia menambahkan, hal yang penting bagi emas adalah reli didorong oleh apresiasi terhadap mata uang dan bukan hanya dolar AS. “Pada kasus pekan ini, lonjakan dipicu oleh pemangkasan suku bunga bank sentral Eropa,” kata Colin.

Demikian juga disampaikan Direktur Bannockburn Global Forex. Ia menuturkan, emas masih memiliki momentum naik. “Emas mencapai level tertinggi baru sebelum akhir pekan mendekati USD 2.717. Kenaikan terakhir telah terjadi bersamaan dengan dolar AS yang lebih kuat dan suku bunga AS lebih tinggi,” tutur dia.

Ia menilai, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga masih tinggi. Selain itu, KTT BRICS mendatang menyoroti permintaan bank sentrasl terhadap emas.

“Meskipun indikator momentum konstruktif, emas di pasar spot berada di atas Bollinger band atasnya,” ia menambahkan.

Ia menuturkan, pemilihan umum di Amerika Serikat juga mulai menjadi fokus. “Implikasi dari kemungkinan kemenangan Trump signifikan dan kemungkinan mendukung emas,” kata dia.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Pasar Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Sektor Teknologi Jadi Saham Berkinerja Paling Positif

Equityworld Futures | Pasar Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Sektor Teknologi Jadi Saham Berkinerja Paling Positif

Equityworld Futures | Mayoritas saham unggulan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street dibuka menguat, menyentuh rekor tertinggi pada awal perdagangan Selasa (15/10/2024).

Equityworld Futures | Harga Emas Tertahan Reli Dolar AS

Adapun penguatan saham AS dipimpin oleh indeks S&P 500 (.SPX) yang melesat naik 44,82 poin, atau 0,77 persen, menjadi 5.859,85 poin, mencetakrekor tertinggi baru pada perdagangan pekan ini.

Lonjakan serupa juga terjadi pada saham Nasdaq Composite (.IXIC) yang melesat 159,75 poin, atau 0,87 persen menjadi 18.502,69. Data Yahoo Finance menunjukkan, pergerakan reli Dow Jones Industrial Average (.DJI) ikut terdorong naik 201,36 poin atau 0,47 persen menjadi 43.065,22.

Momentum positif ini berhasil dicetak berkat aksi investor membeli saham-saham teknologi di tengah musim laporan keuangan kuartal III/2024 dan data ekonomi krusial pada pekan ini.

Lewat aksi borong tersebut, indeks saham perusahaan semikonduktor berhasil meningkat 1,8 persen ke level tertinggi dalam 2 bulan didorong oleh lonjakan harga saham Arm Holdings sebesar 6,8 persen dan Nvidia yang naik 2,4 persen ke level harga tertinggi.

Disusul indeks sektor teknologi informasi seperti saham Alphabet, Apple, Microsoft, dan Tesla melesat sekitar 0,6 persen hingga 1,6 persen.

Kendati mayoritas saham Wall Street mencatatkan lonjakan tajam, namun investor tetap waspada terhadap berbagai risiko dan ketidakpastian menjelang pemilihan presiden AS yang akan digelar pada November mendatang.

Ketidakpastian ini dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan pada imbal hasil obligasi, ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), serta tingginya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Untuk meredakan kekhawatiran investor, awal pekan kemarin kedua pembicara Fed memberikan sinyal terkait adanya pemangkasan suku bunga di masa mendatang.

Dimulai Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari yang mengatakan ia melihat penurunan suku bunga yang moderat di masa mendatang karena inflasi mendekati target bank sentral sebesar 2 persen.

Sejalan dengan proyeksi Kashkari, Gubernur Fed Christopher Waller juga menyerukan lebih banyak penurunan suku bunga di masa mendatang.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Banyak Kabar Genting, Siap-siap Pekan Ini Pemilik Emas Dibuat Pening

Equityworld Futures | Banyak Kabar Genting, Siap-siap Pekan Ini Pemilik Emas Dibuat Pening

Equityworld Futures | Pekan ini pergerakan harga emas dunia diperkirakan akan penuh gejolak. Terutama karena akan ada rilis data penting dari Amerika Serikat dan China.

Equityworld Futures | Harga Emas Dibayangi Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah, Berpeluang Menguat Pekan Ini?

Berdasarkan data Refinitiv harga emas dunia di pasar spot pada perdagangan awal Senin (14/10/2024) pukul 6.00 WIB tercatat US$2.649,37 per troy ons, turun 0,25% dibandingkan posisi sebelumnya.

Pekan ini akan ada rilis data ekonomi China, sebagai konsumen emas terbesar dunia, yang akan berpengaruh terhadap permintaan emas.

Pada akhir pekan depan (18/10/2024), China akan merilis pertumbuhannya untuk kuartal III-2024.

Sebelumnya pada kuartal II-2024 tercatat bahwa ekonominya tumbuh 4,7% year on year/yoy. Ini adalah peningkatan tahunan terlemah sejak kuartal I-2023, di tengah penurunan sektor properti yang berkepanjangan, permintaan domestik yang lemah, melemahnya yuan, dan ketegangan perdagangan dengan Barat.

Angka terbaru ini muncul saat partai komunis memulai Pleno Ketiga, sebuah peristiwa politik penting di mana berbagai langkah reformasi kemungkinan akan diluncurkan, bersama dengan rekomendasi untuk tindakan dukungan lebih lanjut guna mempercepat pemulihan. Ekonomi tumbuh sebesar 5,0% selama paruh pertama tahun ini, sementara pemerintah menargetkan pertumbuhan PDB sekitar 5,0% tahun ini.

Untuk kuartal III-2024, tampak konsensus menilai bahwa ekonomi China masih cukup tertekan dengan proyeksi hanya sebesar 4,6% yoy.

Selain itu, ada sentimen dari Amerika Serikat akan menjadi perhatian pelaku pasar.

AS akan merilis angka klaim pengangguran baik initial maupun continuing. Angka ini nantinya akan menjadi pertimbangan bank sentral AS (The Fed) untuk memutuskan suku bunga The Fed ke depan dengan sudut pandang data ketenagakerjaan.

Jika semakin banyak orang yang melakukan klaim pengangguran, maka probabilitas The Fed untuk membabat suku bunganya akan semakin besar.

Sebagai informasi, dalam dokumen Summary Economic Projections (SEP), masih ada peluang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga acuannya dengan total 50 bps hingga Desember 2024 nanti.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Investor Serok di Bawah, Harga Emas Naik

Equityworld Futures | Investor Serok di Bawah, Harga Emas Naik

Equityworld Futures | Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Sepertinya investor ‘menyerok’ emas karena harganya sudah turun.

Equityworld Futures | Breaking! Harga Emas Meroket Hampir 1% Setelah Mati Suri 6 ha

Pada Kamis (10/10/2024), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.628/troy ons. Naik 0,77% dibandingkan hari sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, harga emas mengalami koreksi 1,02% secara point-to-point. Koreksi tersebut sepertinya yang menjadi penyebab investor memburu emas, sehingga harganya naik.

Sementara data inflasi Amerika Serikat (AS) cenderung mixed. US Bureau of Labor Statistics melaporkan, laju inflasi AS pada September sebesar 2,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Ini adalah yang terendah sejak Agustus 2021 atau lebih dari 3 tahun terakhir.

Akan tetapi, realisasi tersebut masih di atas ekspektasi pasar. Konsensus pasar memperkirakan inflasi September sebesar 2,3% yoy.

Sementara laju inflasi inti (core) pada September adalah 3,3% yoy. Lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 3,2% yoy.

Oleh karena itu, pasar masih memperkirakan bank sentral Federal Reserve akan bergerak hati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter. Mengutip CME FedWatch, peluang suku bunga acuan turun 25 basis poin (bps) menjadi 4,5-4,75% pada November adalah 86,9%. Sementara peluang penurunan yang lebih agresif yaitu 50 bps ke 4,25-4,5% praktis tidak ada, 0%.

Bahkan ada kemungkinan The Fed tetap mempertahankan Federal Funds Rate di 4,75-5% dalam rapat November. Probabilitasnya adalah 13,1%.

Data ini sejatinya kurang kondusif bagi emas. Sebab, emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.

Namun karena aksi membeli di harga murah (bargain buying), harga emas masih bisa naik.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertengger di zona bullish. Terbukti dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 57,17. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 19,05. Sudah di bawah 20, yang berarti jenuh jual (oversold). Tidak heran aksi bargain buying terjadi, karena investor menyerok di bawah.

Dalam waktu dekat, kenaikan harga emas masih bisa terjadi. Target resisten terdekat adalah US$ 2.631/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka US$ 2.642/troy ons yang menjadi MA-10 bisa menjadi target berikutnya.

Akan tetapi, investor perlu waspada dengan titik harga US$ 2.612/troy ons yang adalah pivot point. Dari sini, harga emas akan menguji target support di rentang US$ 2.605-2.600/troy ons.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street anjlok pada perdagangan Senin (7/10) akibat kenaikan harga minyak dan lonjakan imbal hasil surat berharga atau treasury AS. Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 398,51 poin atau 0,94% menjadi 41.954,24, S&P 500 turun 0,96% ke 5.695,94 dan Nasdaq Composite anjlok 1,18% ke 17.923,90.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Imbas Dolar AS Menguat

Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun naik lebih dari empat basis poin dan mencapai 4,02% untuk pertama kalinya sejak Agustus. Adapun harga minyak mentah AS melonjak lebih dari 3%, menembus US$ 77 per barel, didorong oleh ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah.

Chief Market Strategist di B. Riley Wealth, Art Hogan mengatakan bahwa laporan pekerjaan pada hari Jumat telah membantu menyelamatkan Wall Street pekan sebelumnya. Dua faktor utama yang yang menjadi perhatian para investor pada perdagangan awal pekan ini adalah kenaikan imbal hasil obligasi negara dan meningkatnya harga energi.

Ia menilai kondisi tersebut bisa membuat investor khawatir bahwa situasinya mungkin akan menjadi lebih buruk. “Hal ini tentu menjadi alasan bagi investor untuk lebih berhati-hati saat memasuki awal musim laporan keuangan,” kata Wealth dikutip CNBC, Selasa (8/10).

Saham-saham di sektor energi naik sekitar 0,4% dan menjadi satu-satunya sektor dalam S&P 500 yang berakhir di zona hijau. Sedangkan sektor utilitas dan consumer discretionary terkoreksi paling dalam, masing-masing sekitar 2%,

Ada beberapa rilis data penting yang dapat mewarnai pergerakan Wall Street pekan ini, antara lain risalah rapat The Federal Reserve pada Rabu (9/10) dan laporan indeks harga konsumen atau inflasi pada Kamis (10/10). Selain itu, musim laporan keuangan akan semakin aktif, dengan Delta Air Lines dan JPMorgan Chase dijadwalkan merilis laporan keuangannya masing-masing pada Kamis dan Jumat.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Turun, Investor Pertimbangkan Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Geopolitik

Equityworld Futures | Wall Street Turun, Investor Pertimbangkan Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Geopolitik

Equityworld Futures | Indeks saham Amerika serikat melemah pada perdagangan Kamis, karena para investor mempertimbangkan data yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih lemah dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Melemah tapi Masih Terkonsolidasi

Kontrak Dow Jones Industrial Average turun 184 poin, atau 0,4 persen, indeks S&P 500 turun 0,17 persen, dan NASDAQ Composite turun 0,04 persen.

Timur Tengah menghantam aset-aset berisiko

Melansir Investing.com, Jumat, 4 Oktober 2024, sentimen risiko terpukul minggu ini terjadi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Kamis bahwa ia tidak memperkirakan Israel akan melakukan serangan balasan terhadap Iran hari ini setelah serangan terakhir di Tel Aviv pada awal minggu ini.

Biden juga mengatakan AS sedang melakukan pembicaraan dengan Israel mengenai target serangan potensial di Iran, dengan fasilitas-fasilitas minyak republik Islam tersebut kemungkinan besar akan menjadi sasaran.

AS percaya respons Israel kemungkinan akan cukup terukur untuk menghindari babak baru eskalasi, Financial Times melaporkan pada hari Kamis, mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Harga minyak terus naik karena ketegangan Timur Tengah yang lebih tinggi, mendorong saham-saham energi berakhir di zona hijau.

“Eskalasi di Timur Tengah telah membuat pasar menilai risiko yang lebih besar dari konflik penuh di wilayah tersebut, yang berpotensi melibatkan AS,” analis di ING mengatakan, dalam sebuah catatan

Klaim pengangguran AS

Para trader juga tetap waspada menjelang laporan gaji nonpertanian utama pada hari Jumat, yang kemungkinan akan menentukan arah pasar menjelang pertemuan penetapan suku bunga Federal Reserve berikutnya.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran negara bagian naik lebih dari yang diantisipasi minggu lalu, tetapi tidak menyimpang terlalu jauh dari level terendah empat bulan yang disentuh pada minggu sebelumnya.

Klaim pengangguran awal yang disesuaikan secara musiman naik menjadi 225 ribu dalam pekan yang berakhir pada 28 September, meningkat dari angka yang direvisi naik 219 ribu pekan lalu, data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan pada Kamis. Para ekonom telah mengantisipasi 222 ribu.

Angka sebelumnya untuk minggu yang berakhir pada 21 September adalah 218 ribu, angka itu merupakan terendah sejak pertengahan Mei.

Di bagian lain dari sisi ekonomi, aktivitas jasa turun sedikit lebih banyak dari yang diperkirakan di September.

demo ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak ke Zona Hijau, Saham Tesla dan Nike Melorot

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak ke Zona Hijau, Saham Tesla dan Nike Melorot

Equityworld Futures | Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street dibuka di zona hijau, menguat tipis pada perdagangan Rabu (2/10/2024).

Equityworld Futures | Pemilik Logam Mulia yang Sabar, Gerak Harga Emas Bak Roller Coaster

Mengutip data APnews, Industri Dow Jones (.DJI) naik 39,55 poin atau 0,09 persen menjadi 42.196,52. Kemudian, S&P 500 (.SPX) melesat 0,79 poin atau 0,01 persen menjadi 5.709,54.

Diikuti kenaikan Nasdaq Composite (.IXIC) yang bergerak naik 14,76 poin atau 0,08 persen menjadi 17.925,12.

Pergerakan positif juga terlihat pada indeks saham Nvidia (NVDA.O) melesat 1,6 persen, mengangkat indeks teknologi S&P 500 (.SPLRCT) melesat ke zona hijau.

Saham Tesla (TSLA.O) turun 3,5 persen setelah produsen mobil listrik melaporkan pengiriman kendaraan kuartal ketiga, di bawah perkiraan.

Disusul saham Nike anjlok 6,8 persen setelah perusahaan mengumumkan perkiraan kinerja keuangan setahun penuh menjelang pergantian CEO.

Sebelum mencatatkan kenaikan, di awal pekan kemarin mayoritas saham di bursa Wall Street membukukan rapor merah, anjlok tajam akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan politik yang dimaksud yakni Iran yang melancarkan sekitar 200 rudal balistik, menyasar pangkalan militer Israel pada Selasa malam. Jadi serangan balasan terbesar kedua yang pernah dilakukan oleh Iran.

Pasukan Garda Revolusioner Islam Iran (IRGC) berdalih tembakan itu adalah balasan atas serangan Israel yang menewaskan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah minggu lalu dan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh pada akhir Juli.

Merespon serangan tersebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan menyerang balik Iran. Imbas ketegangan tersebut investor bereaksi negatif pada pergerakan pasar saham.

Namun setelah Data Pemerintah AS yang dirilis pada hari Rabu pagi menunjukkan bahwa jumlah pekerja swasta di AS mengalami peningkatan lebih besar dari yang diharapkan pada bulan September, pasar kembali menguat.

demo ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started