Equityworld Futures | Dihancurkan Trump, Emas Bangkit Lagi Dibantu The Fed, Harga ke US$2700

Equityworld Futures | Dihancurkan Trump, Emas Bangkit Lagi Dibantu The Fed, Harga ke US$2700

Equityworld Futures | Pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) memberikan gairah bagi harga emas lantaran indeks dolar (DXY) turun.

Equityworld Futures | Harga Emas Perkasa Usai The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan

Melansir Refinitiv, pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (7/11/2024) harga emas dunia (XAU) berakhir menguat 1,80% ke posisi US$ 2.706,99 per troy ons.

Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa harga emas berhasil rebound setelah pada tengah pekan ini anjlok 3% usai pernyataan kemenangan Donald Trump atas pemilu AS.

Beralih pada Jumat hari ini (8/11/2024) sampai pukul 05.30 WIB, harga emas dunia masih berjuang bertahan di posisi US$ 2.703,64, meskipun sedikit koreksi 0,12% dari pembukaan.

Harga emas kembali bangkit berkat indeks dolar AS (DXY) yang kembali melandai berkat efek pemangkasan suku bunga yang kembali digulirkan oleh the Fed.

Sebagai catatan, The Fed kembali memangkas suku bunga acuan dengan besaran 25 basis points (bps) menjadi 4,50-4,75% pada Kamis waktu AS atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Pemangkasan sebesar 25 bps ini adalah kali kedua yang dilakukan The Fed dalam dua pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) secara beruntun. Sebelumnya, The Fed memangkas suku bunga sebesar 50 bps pada September lalu. Dengan demikian, suku bunga The Fed sudah dipangkas 75 bps.

Seperti diketahui, The Fed mengerek suku bunga sebesar 525 bps sejak Maret 2022 hingga Juli 2023. Mereka kemudian menahan suku bunga di level 5,25-5,50% pada September 2023-Agustus 2024 atau lebih dari setahun.

Berkat pemangkasan suku bunga DXY pun kembali melandai. Pantauan CNBC Indonesia sampai dengan penutupan perdagangan kemarin Kamis (7/11/2024) indeks dolar AS telah melandai sebesar 0,75% dalam sehari ke posisi 104,33, semakin menjauhi posisi tertinggi sejak awal Juli 2024.

Perlu diketahui bahwa biasanya pergerakan DXY itu sering berlawanan dengan harga emas. Hal ini karena jika dolar semakin murah, maka emas menarik untuk dibeli lantaranya harganya semakin terjangkau.

Emas sempat ambruk pada perdagangan Rabu dipicu oleh kekhawatiran pasar akan dampak kemenangan Trump.

Seperti diketahui, Trump memenangi pilpres AS dengan mengalahkan pesaingnya Kamala Harris.

Analis StoneX, Rhona O’Connell, kemenangan Trump akan membuat dolar menguat. Kondisi ini tentu berdampak buruk kepada emas. Seperti diketahui, pembelian emas dikonversi dalam dolar sehingga dolar yang menguat akan membuat emas semakin tidak terjangkau untuk dibeli.
Kemenangan Trump juga menghapus adanya risiko dari ketidakpastian politik di AS.

Indeks dolar terbang ke 105,088 pada perdagangan kemarin. Posisi tersebut adalah yang tertinggi sejak 9 Juli 2024 atau lebih dari tiga bulan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 3% Usai Donald Trump Menang Pemilu AS

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 3% Usai Donald Trump Menang Pemilu AS

Equityworld Futures | Harga emas turun lebih dari 3% ke level terendah dalam tiga minggu pada hari Rabu ketika investor beralih ke dolar AS setelah Donald Trump dari Partai Republik terpilih sebagai presiden AS.

Equityworld Futures | Trump Menang, Mengapa Harga Emas Malah Anjlok 3% Lebih?

Pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve pada hari Kamis untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai siklus pelonggaran bank yang telah mendorong reli luar biasa harga emas ke rekor tertinggi berturut-turut tahun ini.

Dikutip dari CNBC, Kamis (7/11/2024), harga emas spot turun 3% menjadi USD 2.660,1 per ounce setelah menyentuh level terendah tiga minggu di USD 2.652,19. Logam mulia ini sedang menuju penurunan harian terbesar dalam lima bulan terakhir.

Futures emas AS turun 2,9% menjadi USD 2.669,2.

“Kemenangan presiden yang jelas, ketika pasar sebelumnya memperkirakan hasil yang diperdebatkan, menghilangkan elemen risiko. Perdagangan Trump ini termasuk penguatan dolar pagi ini, dan kombinasi keduanya telah menekan harga emas,” kata analis StoneX, Rhona O’Connell.

Donald Trump Jadi Presiden AS Lagi

Donald Trump merebut kembali Gedung Putih dengan mendapatkan lebih dari 270 suara Electoral College yang dibutuhkan untuk memenangkan kursi kepresidenan, menurut proyeksi Edison Research.

Investor yakin bahwa kepemimpinan Trump akan memperkuat dolar AS, membuat Federal Reserve mungkin menunda siklus pelonggarannya jika inflasi melonjak setelah pengenaan tarif baru yang diharapkan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Kemenangan Trump Jadi Teror Baru Buat Pemilik Emas, Harga Ambruk 3%

Equityworld Futures | Kemenangan Trump Jadi Teror Baru Buat Pemilik Emas, Harga Ambruk 3%

Equityworld Futures | Harga emas babak belur setelah Donald Trump memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | Trump Menang, Mengapa Harga Emas Malah Anjlok 3% Lebih?

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (6/11/2024) ditutup di posisi US$ 2.659,24 per troy ons atau jeblok32,07%. Harga ini adalah yang terendah sejak 17 Oktober atau 13 hari perdagangan terakhir.

Pelemahan sebesar 3,07% juga menjadi yang terdalam sejak Juni 2024 atau lebih dari empat bulan.

harga emas sedikit membaik pada hari ini. Pada Jumat (7/11/2024) pukul 07.23 WIB, harga emas ada di posisi US$ 2.662,88 per troy ons atau menguat 0,14%.

Ambruknya emas dipicu oleh kekhawatiran pasar akan dampak kemenangan Trump.

Seperti diketahui, Trump memenangi pilpres AS dengan mengalahkan pesaingnya Kamala Harris. Hingga Kamis pagi (7/11/2024) pukul 07.24 WIB, Trump sudah unggul 295 electoral college sementara Harris 224.

Batas kemenangan electoral college adalah 270.

Analis StoneX, Rhona O’Connell, kemenangan Trump akan membuat dolar menguat. Kondisi ini tentu berdampak buruk kepada emas. Seperti diketahui, pembelian emas dikonversi dalam dolar sehingga dolar yang menguat akan membuat emas semakin tidak terjangkau untuk dibeli.
Kemenangan Trump juga menghapus adanya risiko dari ketidakpastian politik di AS.

Indeks dolar terbang ke 105,088 pada perdagangan kemarin. Posisi tersebut adalah yang tertinggi sejak 9 Juli 2024 atau lebih dari tiga bulan.

“Kemenangan Trump yang sangat siginfikan menghilangkan elemen risiko (ketidakpastian). Sementara penguatan dolar pagi itu turut menurunkan harga emas,” tutur O’Connel, dikutip dari Reuters.

Investor memperkirakan kepresidenan Trump akan memperkuat dolar AS, yang dapat menyebabkan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) menghentikan siklus penurunan suku bunganya jika inflasi meningkat akibat tarif baru yang diharapkan diberlakukan Trump.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan bahwa risiko inflasi yang meningkat bisa memperlambat laju pemangkasan suku bunga AS seiring dengan penerapan tarif baru.

“Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) kemungkinan masih akan memangkas suku bunga pada hari Kamis, tetapi setelahnya akan diawasi dengan seksama untuk mencari tanda-tanda penundaan,” kata Hansen.

Investor tengah menanti hasil rapat The Fed. Hasil rapat akan diumumkan hari ini atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Investor meyakini The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan ini.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Balik Arah, Kapan Cetak Rekor Baru?

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Balik Arah, Kapan Cetak Rekor Baru?

Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dunia tampak mulai balik arah, semakin mendekati level All Time High-nya.

Equityworld Futures | Hasil Pilpres Amerika Serikat Mulai Terlihat, Harga Emas Naik Tipis

Melansri Refinitiv, pada penutupan perdagangan kemarin Selasa (5/11/2024) harga emas dunia (XAU) di pasar spot senilai US$ 2.743,59 per troy ons, dalam sehari telah menguat 0,26%.

Harga emas sudah naik dua hari dan berupaya mendekati level tertinggi sepanjang masa yang dicapai 30 Oktober 2024 lalu di harga penutupan US$ 2.786,50 per troy ons.

Sementara itu, untuk pergerakan harga emas dunia pada hari ini, Rabu (6/11/2024) hingga pukul 06.15 WIB terpantau masih koreksi tipis 0,02%

Harga emas naik tipis pada hari Selasa karena investor bersiap menghadapi ketegangan politik setelah jajak pendapat menunjukkan Donald Trump dan Kamala Harris bersaing ketat dalam pemilihan presiden AS di mana kemungkinan hasil yang diperebutkan sangat tinggi.

Melansir Reuters, Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures mengatakan bahwa harga emas didukung oleh “ketidakpastian pemilu” yang memberikan gambaran kebijakan fiskal beda-beda.

“Sebagian karena apa yang terjadi jika keadaan tidak berjalan mulus, sebagian lagi karena kemungkinan tarif, beberapa jenis perubahan ekonomi,” ungkapnya.

Dengan persaingan ketat antara mantan Presiden Trump dari Partai Republik dan Wakil Presiden Harris dari Partai Demokrat serta kendali Kongres AS yang dipertaruhkan, investor khususnya merasa gelisah dengan hasil yang tidak jelas atau diperebutkan, terutama jika hal itu memicu keresahan.

“Jika hasil pemilu tidak pasti selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, emas akan diuntungkan dari ketidakpastian yang diakibatkannya,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Stabil Jelang Pilpres AS dan Putusan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Stabil Jelang Pilpres AS dan Putusan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga emas hari ini, Senin (4/11) stabil karena investor bersiap menghadapi pekan penting bagi ekonomi global, menjelang pemilihan umum (Pemilu) presiden Amerika Serikat (AS) dan kemungkinan penurunan suku bunga lagi oleh Bank Sentral The Federal Reserve (The Fed). Harga emas spot naik tipis 0,2% menjadi US$2.741,63 per ons, pada pukul 05.23 GMT, Senin (4/11). Harga emas batangan mencapai rekor tertinggi US$2.790,15 pada Kamis pekan lalu. Harga emas berjangka AS stabil di US$2.750,6 pada Senin.

Equityworld Futures | Pemilu AS Diprediksi Kacau, Harga Emas Naik Tipis

Dilansir Reuters (4/11), Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade menyatakan ketidakpastian pekan ini dinilai bisa menguntungkan emas, karena penundaan hasil Pemilu atau pemisahan kendali DPR dan Senat dapat mendorong arus dana masuk di aset safe haven, sehingga mendorong harga emas lebih tinggi.

Pemilihan presiden AS akan berlangsung pada hari Selasa, 5 November, dengan jajak pendapat yang terlalu ketat untuk menentukan pemenang antara kandidat dari Partai Demokrat Kamala Harris dan kandidat dari Partai Republik Donald Trump.

“Dolar AS telah kehilangan daya tarik di awal pekan, yang telah membuka peluang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi,” kata Waterer.

Indeks dolar (DXY) turun 0,5%, bertahan mendekati level terendah dalam hampir 2 minggu yang dicapai pada sesi sebelumnya. Dolar yang lebih lemah membuat emas lebih menarik bagi pembeli dengan mata uang lain selain dolar AS. Fokus pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga The Fed dan pernyataan Ketua Jerome Powell pada Kamis dalam rapat FOMC 6-7 November.

Saat ini, menurut CME FedWatch, pelaku pasar mengantisipasi peluang hampir 100% untuk penurunan suku bunga AS 0,25% pekan ini. Emas dianggap sebagai investasi yang aman selama masa gejolak ekonomi dan geopolitik. Emas juga bergairah saat suku bunga rendah.

Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China mengadakan pertemuan pada 4-8 November. Pasar mengharapkan persetujuan atas lebih banyak langkah stimulus fiskal Negara Panda. Sedangkan Tiongkok adalah konsumen utama logam mulia.

Dilansir Kitco News (2/11), dalam hasil survei emas mingguan Kitco News terbaru menunjukkan sentimen bullish yang lemah dari para pakar industri dan trader emas akibat ketidakpastian Pemilu AS yang membebani pasar logam. Sebanyak 17 analis berpartisipasi dalam survei tersebut.

Sembilan pakar atau 53% responden memperkirakan harga emas akan naik pekan ini, sementara enam analis atau 35% memperkirakan penurunan harga logam mulia. Dua analis lainnya yang mewakili 12% menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi pada Pilpres AS dan The Fed.

Sementara itu, 139 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco, dengan mayoritas investor Main Street mengungkapkan pendapatn bullish terhadap emas. Tercatat sebanyak 85 trader emas atau 61%, memperkirakan harga emas akan naik minggu ini, sementara 31 lainnya atau 22% memperkirakan logam kuning akan diperdagangkan di harga lebih rendah.

Sedangkan 23 investor lainnya yang mewakili 17% dari total responden, menganggap lebih baik bersikap hati-hati menjelang hasil Pilpres AS dan putusan suku bunga The Fed pekan ini.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Waspada Harga Emas Jatuh ke Level Ini di Tengah Penantian Hasil Pilpres

Equityworld Futures | Waspada Harga Emas Jatuh ke Level Ini di Tengah Penantian Hasil Pilpres

Equityworld Futures | Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas jatuh ke level US$ 2.700 pada pekan ini. Di tengah pasar menantikan hasil pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (5/11/2024) waktu setempat.

Equityworld Futures | Emas Hadapi Guncangan Besar Pekan Ini, Sanggup Bertahan di US$ 2700?

Harga emas ditutup melemah 0,32% menjadi US$ 2,735,1 pada Sabtu (2/11/2024). Sedangkan rekor tertinggi harga emas sepanjang masa (all time high/ATH) sebesar US$ 2.790 yang dicetak pada 31 Oktober 2024.

Ibrahim menjelaskan, harga emas akan jatuh ke level US$ 2.700 pada awal pekan ini. Hal itu terjadi seiring dengan penguatan dolar AS menjelang hasil pilpres AS. Hal itu mengingat data ekonomi AS yang dirilis pada pekan lalu menunjukan hasil yang bagus. “Terutama data ketenagakerjaan AS yang menunjukan pasar tenaga kerja tetap solid,” ungkap Ibrahim kepada Investor Daily, Minggu (3/11/2024).

Namun, Ibrahim menegaskan, berlanjutnya atau tidaknya pelemahan harga emas tersebut akan sangat bergantung pada siapa yang memenangkan hasil pilpres tersebut. Jika hasil Pilpres AS ternyata dimenangkan oleh Donald Trump, harga emas akan bergejolak. Sebab, akan melejit tinggi ke level US$ 2.780.

“Setelah harga emas mencapai level US$ 2.780, investor akan melancarkan aksi profit taking sehingga jatuh ke US$ 2.620. Harga emas akan terus terjun bebas hingga akhirnya akan menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir, yaitu US$ 2.450,” jelas Ibrahim.

Hal ini, lanjut Ibrahim, karena Trump kemungkinan akan menghentikan semua peperangan yang ada di Timur Tengah dan Eropa. Dengan demikian akan terjadi penurunan tensi geopolitik dunia. Padahal, tensi geopolitik dunia merupakan penyebab utama harga emas terus menerus melesat hingga beberapa kali menembus rekor tertinggi dan menyebabkan harga emas melonjak hingga di atas 35% sepanjang 2024.

“Pergerakan harga emas akan berbeda jika Kamala Harris yang memenangkan pilpres AS tersebut. Harga emas akan terus melaju hingga menembus US$ 2.800 karena perang kemungkinan besar akan terus berlanjut seiring dengan adanya serangan balasan dari Iran ke Israel,” paparnya.

Ibrahim menilai, pasar melihat kecenderungan masyarakat AS akan memilih Trump sebagai presiden untuk periode 2025-2029. Terlihat dari beberapa jajak pendapat yang diadakan di negara tersebut menunjukan hasil Trump akan memenangkan pilpres AS. Ditambah lagi, masyarakat AS menilai, Harris adalah pemimpin masa depan, artinya kemungkinan baru akan menjadi presiden pada lima tahun mendatang,

Tidak hanya itu, Ibrahim menambahkan, gejolak harga emas pada pekan ini juga disebabkan oleh pasar menantikan hasil Kongres Rakyat Nasional di China. Dalam kongres ini akan membahas mengenai stimulus fiskal yang lebih banyak lagi dari pemerintah China. “Ada kemungkinan China akan menerbitkan surat utang sebesar US$ 1,4 triliun bertujuan untuk membangkitkan perekonomian mereka,” jelas Ibrahim.

Selain itu, lanjutnya, gejolak geopolitik di Timur Tengah juga masih menjadi fokus investor pekan ini. Terutama mengenai serangan balasan Iran ke Israel. Ditambah lagi, dengan pertemuan The Fed yang terjadi pada 6-7 November, yang diprediksi akan melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).

Untuk itu, Ibrahim merekomendasikan kepada investor untuk berhati-hati di pekan ini. Sebab, kemungkinan para hedge fund akan melancarkan profit taking jika harga emas melonjak di harga US$ 2.780. Dengan demikian, aksi tersebut akan mendorong harga emas jatuh ke level US$ 2.450. “Nanti setelah mencapai level US$ 2.450, mereka akan kembali melancarkan aksi pembelian. Mengingat pada 2025, kemungkinan dunia masih akan dihantui dengan suku bunga tinggi,” tutupnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Berkali-kali Akhiri Tren Deflasi RI

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Berkali-kali Akhiri Tren Deflasi RI

Equityworld Futures | Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,08% sepanjang Oktober 2024. Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, komponen penyumbang inflasi terbesar pada Oktober berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 0,94% dan memberikan andil inflasi sebesar 0, 06%.

Equityworld Futures | Harga Emas Bikin Pening! Habis Pecah Rekor Langsung Ambles1,5%

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan yang memberikan andil inflasi sebesar 0,06%.” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/11/2024).

Kenaikan harga emas pada komoditas pasar internasional sepanjang Oktober disebut ikut tercermin pada pasar dalam negeri. Diketahui sepanjang Oktober, harga emas berkali-kali mencetak rekor tertinggi.

Selanjutnya, komoditas lainnya yang memberikan andil inflasi secara dominan disumbang oleh harga nasi dengan lauk, kopi bubuk, dan minyak goreng.

“Komoditas lain yang memberikan andil inflasi antara lain daging ayam ras dengan inflasi 0,04% bawang merah ambil inflasi 0,03%, tomat nasi dan lauk andil inflasi sebesar 0,02%, kopi bubuk, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan telur ayam ras memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01%.” jelas Amalia.

Inflasi yang tercatat pada Oktober mengakhiri tren deflasi Indonesia pada lima bulan terakhir. Sebanyak 28 dari 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sisanya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Maluku sebesar 0,65%. Sementara deflasi terdalam terjadi di Maluku Utara sebesar 1,05%.

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk Gara-gara Dolar AS Perkasa

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk Gara-gara Dolar AS Perkasa

Equityworld Futures | Harga emas di ujung tanduk pada Kamis (31/10/2024), setelah mencapai level tertinggi baru pada Rabu (30/10/2024). Hal itu karena Laporan Ketenagakerjaan ADP Amerika Serikat (AS) telah melampaui ekspektasi, mengatasi keraguan investor yang dipicu oleh laporan Lowongan Kerja JOLTS Selasa lalu dan membuat Dolar AS perkasa.

Equityworld Futures | Harga Emas Pullback Dampak Penguatan Dolar AS

Saat berita ini ditulis, harga emas terlihat turun tipis 0,06% di level US$ 2.785,7. Sedangkan rekor tertinggi harga emas sepanjang masa (all time high/ATH) berada di level US$ 2.789,73.

Analisis Dupoin Indonesia Andy Nugraha mengatakan, ADP melaporkan adanya kenaikan sebanyak 233 ribu payrolls, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 115 ribu. Angka ini juga melampaui revisi bulan September yang menunjukkan kenaikan dari estimasi awal 143 ribu menjadi 159 ribu. Angka yang lebih tinggi dari perkiraan ini telah meredakan kekhawatiran yang muncul dari data JOLTS, yang sempat menunjukkan penurunan lapangan pekerjaan terbuka pada bulan September ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir, yakni sebesar 7,44 juta.

Dari perspektif teknikal, Andy melihat indikator Moving Average yang terbentuk pada grafik harian harga emas, yang secara jelas menunjukkan dominasi tren bullish. Harga emas yang naik hingga ke level 2.790 pada Kamis (31/10/2024), mencerminkan permintaan yang meningkat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian politik di AS.

“Indikator teknikal mendukung proyeksi bullish ini, sehingga peluang emas melanjutkan kenaikan menuju level 2.800 semakin kuat, selama tidak ada faktor eksternal signifikan yang membalikkan tren,” paparnya.

Namun, Andy juga memperingatkan, pergerakan harga emas hari ini perlu dicermati lebih lanjut. Jika harga gagal mempertahankan momentum kenaikan, maka potensi pembalikan arah ke bawah dapat membawa harga turun hingga ke level 2771 sebagai target terdekatnya. “Pelaku pasar disarankan untuk mempertimbangkan level-level ini sebagai area penting dalam perdagangan hari ini,” ujar Nugraha.

Di sisi fundamental, data ekonomi AS terus memberikan dampak pada pergerakan harga emas. Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh sebesar 2,8% pada kuartal ketiga, sedikit di bawah perkiraan 3%, tetapi masih menunjukkan bahwa ekonomi AS relatif kuat dibandingkan ekonomi utama lainnya. Selain itu, data Konsumsi Pribadi Inti tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat, di mana angka ini naik sebesar 2,2%, melebihi ekspektasi 2,1%.

“Dengan konsumsi yang tetap kuat, kondisi ini menjadi bukti bahwa perekonomian AS masih berada di jalur yang stabil,” tegasnya.

Data positif dari PDB AS dan konsumsi ini, lanjut Andy, telah menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, yang sering kali menjadi penghambat kenaikan harga emas karena meningkatkan daya tarik dolar AS.

Meski demikian, ekspektasi pasar tetap memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin minggu depan, dengan peluang mencapai 96,3%. Selain itu, pasar masih memberikan probabilitas sebesar hampir 70% untuk pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember, menurut Fedwatch tool dari CME Group.

Andy menegaskan, Permintaan emas tetap tinggi di tengah ketidakpastian global dan politik di Amerika Serikat. Harga emas, yang saat ini bergerak di sekitar level 2.790, menunjukkan bahwa pasar terus mencari aset safe haven sebagai pelindung nilai dari volatilitas ekonomi dan politik. “Meski demikian potensi harga emas untuk mencapai 2800 hari ini cukup besar jika momentum bullish tetap terjaga,” tutupnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Nasdaq Composite Cetak Rekor

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Nasdaq Composite Cetak Rekor

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi menjelang rilis pendapatan perusahaan teknologi raksasa.

Equityworld Futures | Reli Harga Emas Hingga Bitcoin Sepekan Jelang Pemilu AS

Indeks Nasdaq Composite mencapai rekor baru selasa sesi perdagangan Selasa kemarin dan ditutup naik 0,78 persen. Sementara indeks S&P 500 naik 0,16 persen.
Berbeda, Indeks Dow Jones yang terdiri dari 30 saham justru berkinerja buruk, dan turun 0,36 persen.

Induk perusahaan Google ini melampaui ekspektasi analis karena melihat pertumbuhan pendapatan kuartalan yang kuat dari bisnis cloud-nya, yang menyebabkan saham naik lebih dari 5,5 persen setelah penutupan pasar.

Masih dari bidang teknologi, saham Snap dan Reddit melonjak masing-masing 10 persen dan 24 persen, karena hasil kuartalan yang kuat.

Sedangkan, saham produsen chip AMD anjlok 8 persen karena panduan pendapatan kuartal IV gagal mengesankan investor, meski membukukan pertumbuhan kuat di unit pusat datanya.

Kemudian, raksasa teknologi seperti Meta Platforms dan Microsoft akan melaporkan kinerja keuangan pada Rabu, sementara Apple dan Amazon akan memberikan laporan pada publik dalam waktu dekat.

Di sisi ekonomi, investor mengantisipasi pembacaan awal pertama produk domestik bruto AS yang akan dirilis pada Rabu (30/10/2024) waktu setempat. Laporan tersebut diharapkan menunjukkan, produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 3,1 persen secara tahunan pada kuartal III-2024.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Beragam: Nasdaq Raup Cuan, Dow Jones Boncos

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Beragam: Nasdaq Raup Cuan, Dow Jones Boncos

Equityworld Futures | Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor menunggu laporan pendapatan utama dari perusahaan teknologi besar.

Equityworld Futures | Reli Harga Emas Hingga Bitcoin Sepekan Jelang Pemilu AS

Mengutip Xinhua, Rabu, 30 Oktober 2024, indeks Dow Jones Industrial Average turun 154,52 poin, atau 0,36 persen, menjadi 42.233,05. Indeks S&P 500 naik 9,40 poin, atau 0,16 persen, menjadi 5.832,92. Indeks Nasdaq Composite naik 145,56 poin, atau 0,78 persen, menjadi 18.712,75.

Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor utilitas dan energi memimpin penurunan dengan masing-masing turun 2,13 persen dan 1,44 persen. Sementara itu, sektor layanan komunikasi dan teknologi naik masing-masing 1,56 persen dan 1,12 persen.

Alphabet akan merilis pendapatan setelah pasar tutup, diikuti oleh Meta Platforms dan Microsoft pada Rabu, serta Apple dan Amazon pada Kamis.

Lowongan pekerjaan AS turun tajam

Dalam data ekonomi, lowongan pekerjaan turun tajam pada periode September ke level terendah dalam lebih dari tiga setengah tahun, dengan revisi yang juga menurunkan angka Agustus.

Laporan JOLTS dari Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan penurunan 418 ribu lowongan pekerjaan menjadi 7,443 juta pada akhir September, yang menunjukkan pelonggaran signifikan dalam kondisi pasar tenaga kerja.

Sementara itu, pemilihan presiden AS menambah ketidakpastian di pasar saat hari-hari terakhir kampanye yang intens berlangsung.

Pembeli rumah di AS juga menekan tombol jeda di tengah suku bunga hipotek yang lebih tinggi dan ketidakpastian pemilu, menurut pembangun rumah terbesar di Amerika.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started