Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Menarik Beberapa Penjual di Bawah $2.700, Pantau Pelantikan Trump

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Menarik Beberapa Penjual di Bawah $2.700, Pantau Pelantikan Trump

Equityworld Futures | Harga emas (XAU/USD) melanjutkan penurunannya ke dekat $2.695 selama sesi Asia awal pada hari Senin. Dolar AS (USD) yang lebih kuat secara luas menjelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump memberikan tekanan jual pada logam kuning tersebut.

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Loyo Saat Trump Mulai Berkuasa, Mengapa?

Para analis memprakirakan harga emas akan menghadapi volatilitas sebelum Trump menjabat. Pedagang akan mengamati dengan cermat perkembangan seputar kebijakan perdagangan potensial. Setiap komentar agresif Trump terkait penggunaan tarif perdagangan untuk mendukung sektor manufaktur AS dapat mengangkat Greenback dan membebani harga komoditas berdenominasi USD.

Namun, data inflasi AS yang lebih lemah dari prakiraan minggu lalu dapat mendukung logam mulia karena dapat memicu spekulasi lebih dari satu kali pemotongan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) AS. Para pedagang menunggu pelantikan Trump pada hari Senin untuk katalis baru tentang perintah eksekutif yang dia rencanakan untuk dikeluarkan setelah dia dilantik. “Ketidakpastian terkait kebijakan yang akan diterapkan Presiden Trump telah menjadi salah satu faktor pendukung emas,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Selain itu, ketegangan geopolitik yang terus-menerus di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung dapat meningkatkan aliran safe-haven, menguntungkan harga emas. The Guardian melaporkan bahwa militer Rusia menguasai dua pemukiman lagi di wilayah Donetsk timur Ukraina pada hari Sabtu, yang terbaru dalam serangkaian keuntungan yang dilaporkan dalam kemajuan mantap mereka ke arah barat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok karena Harga Saham Raksasa Teknologi Berguguran

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok karena Harga Saham Raksasa Teknologi Berguguran

Equityworld Futures | Wall Street anjlok pada perdagangan Kamis (16/1), setelah sempat menguat berkat laporan keuangan bank-bank besar. Bursa saham Amerika ini melorot karena harga saham raksasa teknologi berguguran.

Equityworld Futures | Harga Emas Melambung Setelah Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Seluruh indeks saham di Wall Street turun. S&P melemah 0,21% ke level 5.937,34, Nasdaq 0,89% menjadi 19.338,29, dan Dow Jones Industrial Average 0,16% ke posisi 43.153,13.

Harga saham Apple anjlok 4% atau penurunan terburuk sejak 5 Agustus 2024. Begitu juga harga saham Tesla jatuh lebih dari 3%, Nvidia hampir 2%, dan induk Google, Alphabet 1%.

Padahal bursa saham Wall Street baru saja melewati sesi terkuatnya sejak November. Dow Jones melonjak lebih dari 700 poin pada perdagangan Rabu (15/1), sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,8% dan 2,5%.

Reli itu didorong oleh kenaikan inflasi inti pada indeks harga konsumen bulan Desember dan laporan pendapatan yang solid dari bank-bank besar.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun tajam dari level tertinggi dalam 14 bulan pada awal pekan ini, yakni 4,615%.

Menurut FactSet, musim laporan keuangan pada awal 2025 diawali dengan mencetak kinerja positif. Sebanyak 77% perusahaan yang telah melaporkan kinerja keuangan per 15 Januari, melampaui ekspektasi.

Manajer Portofolio Senior di Global Investments Keith Buchanan mengatakan pasar kini tertekan dan hampir mencapai titik kelelahan. Hal ini karena investor berupaya terus memperpanjang tren bullish dan mencari pemicu kenaikan berikutnya.

“Laporan keuangan bank-bank sudah mulai menunjukkan hasil positif, namun tampaknya harus ada lebih dari itu. Itulah yang terlihat dari aksi hari ini,” ujar Buchanan dikutip CNBC Internasional, Jumat (17/1).

Demo Ewf 
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 1% Usai Cetak Rekor Tertinggi Pekan Lalu

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 1% Usai Cetak Rekor Tertinggi Pekan Lalu

Equityworld Futures | Harga emas anjlok pada perdagangan hari Senin karena dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Kenaikan dolar AS yang menekan harga emas ini setelah laporan pekerjaan yang kuat minggu lalu mendorong ekspektasi bahwa Bank Sentral AS atau Federal Reserve (Fed) akan melanjutkan pemotongan suku bunga tahun ini dengan hati-hati.

Equityworld Futures | Ketidakpastian Kebijakan Trump Mengangkat Harga Emas, Selasa (14/1)

Mengutip CNBC, Selasa (14/1/2025), harga emas di pasar spot turun 1,1% menjadi USD 2.658,84 per ons, setelah sebelumnya turun 1% di awal sesi. Harga mencapai level tertinggi dalam sebulan pada hari Jumat.

“Kami memiliki laporan pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan yang memperkuat dolar AS dan imbal hasil surat utang AS. Penurunan harga emas di sini merupakan tindak lanjut dari laporan yang lebih kuat dari perkiraan,” kata analis senior RJO Futures Bob Haberkorn.

Haberkorn menambahkan, ada juga beberapa aksi ambil untung setelah emas mengalami kenaikan yang hebat pada minggu lalu.

Indeks dolar AS membuka perdagangan naik ke level tertinggi sejak November 2022 setelah laporan pekerjaan AS menggarisbawahi kekuatan ekonomi dan mengaburkan prospek Fed.

Dolar AS yang lebih tinggi membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Trump akan dilantik sebagai presiden AS minggu depan. Tarif yang diusulkannya dan kebijakan perdagangan proteksionis diperkirakan akan menimbulkan inflasi dan dapat memicu perang dagang, menambah daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Investor Menanti Data Ekonomi

Investor sekarang menunggu data inflasi AS, klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel minggu ini untuk mencari tahu lebih lanjut tentang ekonomi dan rencana kebijakan Fed.

“Jika data inflasi CPI pada hari Rabu menunjukkan tanda-tanda berlanjut, setiap seruan untuk penurunan suku bunga pada paruh pertama tahun ini akan ditolak mentah-mentah lagi,” tulis Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, dalam sebuah catatan.

Saat ini, pasar memperkirakan penurunan 25 basis poin tahun ini, dibandingkan dengan ekspektasi 40 basis poin minggu lalu.

Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Ditutup Melemah 1% Terseret Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Ditutup Melemah 1% Terseret Penguatan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga emas ditutup melemah di awal pekan ini karena dolar Amerika Serikat (AS) melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari 2 tahun setelah laporan pekerjaan yang kuat minggu lalu memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan dengan hati-hati dengan pemangkasan suku bunga tahun ini.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Minggu Ini, Bakal Naik Lagi?

Senin (13/1), harga emas spot ditutup anjlok 1% ke US$ 2.663,16 per ons troi. Harga mencapai level tertinggi dalam sebulan pada hari Jumat.

Sementara iut, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Februari 2025 ditutup anjlok 1,3% ke US$ 2.678,6 per ons troi.

“Kami memiliki laporan pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan yang memperkuat dolar AS dan imbal hasil Treasury… Penurunan (emas) di sini merupakan tindak lanjut dari laporan yang lebih kuat dari perkiraan,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Ada juga beberapa aksi ambil untung setelah emas mengalami minggu yang hebat minggu lalu, Haberkorn menambahkan.

Indeks dolar AS naik ke level tertinggi sejak November 2022 setelah laporan pekerjaan AS menggarisbawahi kekuatan ekonomi dan mengaburkan prospek The Fed.

Dolar AS yang lebih tinggi membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Trump akan dilantik sebagai presiden AS minggu depan. Tarif yang diusulkannya dan kebijakan perdagangan proteksionis diperkirakan akan menimbulkan inflasi dan dapat memicu perang dagang, menambah daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Investor kini menunggu data inflasi AS, klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel minggu ini untuk mendapatkan wawasan lebih jauh mengenai ekonomi dan rencana kebijakan Fed.

“Jika data inflasi CPI pada hari Rabu menunjukkan tanda-tanda berlanjut, seruan untuk penurunan suku bunga pada paruh pertama tahun ini akan ditolak mentah-mentah lagi,” tulis Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, dalam sebuah catatan.

Saat ini, pasar memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini, dibandingkan dengan ekspektasi 40 basis poin minggu lalu.

Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Menuju Kenaikan Mingguan, Jumat (10/1)

Equityworld Futures | Harga Emas Menuju Kenaikan Mingguan, Jumat (10/1)

Equityworld Futures | Harga emas bertahan mendekati level tertinggi dalam empat minggu pada hari Jumat (10/1). Harga emas bersiap untuk minggu terbaiknya sejak pertengahan November.

Equityworld Futures | Siap Happy Weekend! Harga Emas Terbang Lagi

Investor menunggu data pekerjaan AS untuk mengukur seberapa agresif Federal Reserve akan memangkas suku bunga tahun ini.

Jumat (10/1) pukul 10.09 WIB, harga emas spot naik tipis 0,1% menjadi US$ 2.672,64 per ons troi. Harga emas batangan telah naik lebih dari 1% sepekan terakhir.

Harga emas berjangka AS naik 0,2% menjadi US$ 2.696,30 per ons troi.

Investor akan mencermati laporan penggajian pemerintah utama yang dijadwalkan untuk dirilis pada pukul 20.30 WIB. Menurut survei Reuters, penggajian nonpertanian diperkirakan meningkat sebesar 160.000 pada bulan Desember, menyusul lonjakan 227.000 pada bulan November.

Jigar Trivedi, analis senior di Reliance Securities memperkirakan harga emas akan turun sedikit jika laporan non-farm payroll (NFP) menunjukkan sisi yang lebih tinggi. Laporan menunjukkan bahwa Presiden terpilih Trump mungkin mengumumkan keadaan darurat ekonomi untuk memberlakukan tarif dengan lancar.

“Semua ini akan mendukung dolar dan emas mungkin akan turun dalam waktu dekat. Meskipun demikian, US$ 2.650 adalah support yang baik,” kata Trivedi seperti dikutip Reuters.

Harga emas menguat ke level tertinggi hampir empat minggu pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga emas didukung oleh permintaan safe haven. Sementara investor mempertimbangkan bagaimana kebijakan presiden terpilih AS Trump akan berdampak pada ekonomi dan inflasi.

Trump akan kembali menjabat pada 20 Januari dan tarif yang diusulkannya serta kebijakan proteksionis diperkirakan akan memicu inflasi.

Presiden Federal Reserve Kansas City Jeff Schmid mengisyaratkan pada hari Kamis bahwa dia enggan untuk memangkas suku bunga lagi karena bank sentral AS memasuki tahun baru dengan menghadapi ekonomi yang tangguh dan inflasi yang masih di atas target 2%.

Emas digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Tetapi suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga perak spot naik 0,4% menjadi US$ 30,24 per ons, harga platinum turun 0,1% menjadi US$ 957,43 dan paladium naik 1,4% menjadi US$ 939,13. Ketiga logam tersebut menuju kenaikan mingguan.

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS Jelang Rilis Data Ekonomi

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS Jelang Rilis Data Ekonomi

Equityworld Futures | Harga emas ditutup turun pada perdagangan Senin (6/1/2025) karena Imbal hasil obligasi AS meningkat, sementara petunjuk Federal Reserve baru-baru ini mengenai laju penurunan suku bunga yang lebih lambat pada tahun 2025 membuat investor menantikan serangkaian data ekonomi yang akan dirilis minggu ini untuk menjelaskan pandangan tersebut.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun pada Selasa (7/1) Pagi, Investor Menimbang Risiko Perdagangan Global

Mengutip Reuters, Selasa (7/1/2025), harga emas di pasar spot ditutup turun 0,2% ke level US$2,634.52 per ounce. Sementara emas berjangka ditutup 0,3% lebih rendah ke posisi US$2,647.40.

“Imbal hasil obligasi kembali naik, memberikan tekanan pada emas,” kata Nitesh Shah, ahli strategi komoditas di WisdomTree.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam delapan bulan, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

“Kami memperkirakan $3,050/oz pada akhir tahun ini berdasarkan pandangan ekonomi ‘konsensus’ mengenai depresiasi dolar dan penurunan imbal hasil obligasi. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat meningkatkan risiko terhadap perkiraan kami,” kata Shah.

Proyeksi terbaru The Fed pada bulan Desember menyiratkan pergeseran ke arah penurunan suku bunga yang lebih hati-hati pada tahun ini, dengan mayoritas pengambil kebijakan menyatakan kekhawatiran bahwa inflasi dapat kembali meningkat.

Bank sentral mungkin perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama untuk mengatasi inflasi yang terus berlanjut, yang masih berada di atas target 2%.

Presiden terpilih AS Donald Trump akan mulai menjabat pada 20 Januari. 20, kebijakan proteksionis yang diusulkannya diperkirakan akan memicu inflasi lebih lanjut.

“Ada spekulasi bahwa Trump akan menarik kembali tarif… Jika (harga) komoditas naik, inflasi akan tetap tinggi lebih lama,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.

Emas turun meskipun indeks dolar (.DXY) merosot 1%, turun dari level tertinggi dalam lebih dari dua tahun pada hari Kamis.

Pelaku pasar kini menantikan AS. laporan pekerjaan pada hari Jumat, yang dapat membantu menjelaskan jalur kebijakan Fed ke depan.
Investor juga menunggu data lowongan pekerjaan pada hari Selasa, angka ketenagakerjaan ADP, dan risalah pertemuan kebijakan terbaru The Fed pada hari Rabu.

Perak di pasar spot naik 1,1% menjadi US$29,93 per ounce, platinum turun 0,8% menjadi US$930,41, dan paladium turun 0,4% menjadi US$918,25.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS Jelang Rilis Data Ekonomi

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS Jelang Rilis Data Ekonomi

Equityworld Futures | Harga emas ditutup turun pada perdagangan Senin (6/1/2025) karena Imbal hasil obligasi AS meningkat, sementara petunjuk Federal Reserve baru-baru ini mengenai laju penurunan suku bunga yang lebih lambat pada tahun 2025 membuat investor menantikan serangkaian data ekonomi yang akan dirilis minggu ini untuk menjelaskan pandangan tersebut.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun pada Selasa (7/1) Pagi, Investor Menimbang Risiko Perdagangan Global

Mengutip Reuters, Selasa (7/1/2025), harga emas di pasar spot ditutup turun 0,2% ke level US$2,634.52 per ounce. Sementara emas berjangka ditutup 0,3% lebih rendah ke posisi US$2,647.40.

“Imbal hasil obligasi kembali naik, memberikan tekanan pada emas,” kata Nitesh Shah, ahli strategi komoditas di WisdomTree.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam delapan bulan, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

“Kami memperkirakan $3,050/oz pada akhir tahun ini berdasarkan pandangan ekonomi ‘konsensus’ mengenai depresiasi dolar dan penurunan imbal hasil obligasi. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat meningkatkan risiko terhadap perkiraan kami,” kata Shah.

Proyeksi terbaru The Fed pada bulan Desember menyiratkan pergeseran ke arah penurunan suku bunga yang lebih hati-hati pada tahun ini, dengan mayoritas pengambil kebijakan menyatakan kekhawatiran bahwa inflasi dapat kembali meningkat.

Bank sentral mungkin perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama untuk mengatasi inflasi yang terus berlanjut, yang masih berada di atas target 2%.

Presiden terpilih AS Donald Trump akan mulai menjabat pada 20 Januari. 20, kebijakan proteksionis yang diusulkannya diperkirakan akan memicu inflasi lebih lanjut.

“Ada spekulasi bahwa Trump akan menarik kembali tarif… Jika (harga) komoditas naik, inflasi akan tetap tinggi lebih lama,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.

Emas turun meskipun indeks dolar (.DXY) merosot 1%, turun dari level tertinggi dalam lebih dari dua tahun pada hari Kamis.

Pelaku pasar kini menantikan AS. laporan pekerjaan pada hari Jumat, yang dapat membantu menjelaskan jalur kebijakan Fed ke depan.
Investor juga menunggu data lowongan pekerjaan pada hari Selasa, angka ketenagakerjaan ADP, dan risalah pertemuan kebijakan terbaru The Fed pada hari Rabu.

Perak di pasar spot naik 1,1% menjadi US$29,93 per ounce, platinum turun 0,8% menjadi US$930,41, dan paladium turun 0,4% menjadi US$918,25.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Rebound, IHSG Siap Terjang Level 7.225

Equityworld Futures | Wall Street Rebound, IHSG Siap Terjang Level 7.225

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street menyudahi perdagangan akhir pekan lalu kompak menguat. Itu ditopang lonjakan saham sektor teknologi berkapitalisasi besar. Terutama berkenaan dengan teknologi kecerdasan buatan (Nvidia 4,7 persen, dan Super Micro Computer 10,9 persen).

Equityworld Futures | Harga Emas Diprediksi Tembus Segini di 2025

Lompatan itu, seiring rencana Microsoft menggelontorkan belanja modal senilai USD80 miliar untuk mengembangkan data center berbasis artificial intelligence (AI) pada tahun fiskal 2025. Penguatan indeks bursa Wall Street seiring lonjakan saham sektor teknologi diprediksi menjadi sentimen positif pasar.

Sementara itu, peningkatan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, crude palm oil (CPO), timah, nikel, tembaga, dan pulp berpotensi menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Sepanjang perdagangan Senin, 6 Januari 2025, IHSG akan mengitari kisaran support 7.135-7.105, dan resistance 7.195-7.225.

Berdasar data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan para investor untuk menjala sejumlah saham berikut. Yaitu, Telkom (TLKM), London Sumatera (LSIP), Astra (ASII), Barito Energy (BREN), Essa Industries (ESSA), dan Goto Group (GOTO). (*)

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Naik ke Level Tertinggi 3 Pekan, Jumat (3/1), Karena Permintaan Safe Haven

Equityworld Futures | Harga Emas Naik ke Level Tertinggi 3 Pekan, Jumat (3/1), Karena Permintaan Safe Haven

Equityworld Futures | Harga emas mencapai level tertinggi dalam tiga pekan. Kenaikan harga emas didorong oleh pembelian aset safe haven.

Equityworld Futures | Tahun Baru Harga Emas Melesat 1,3%, Pemiliknya Bisa Pesta Pora

Sementara pasar mengambil posisi menjelang prospek suku bunga Federal Reserve dan potensi dampak tarif perdagangan yang diusulkan presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump.

Jumat (3/1) pukul 6.17 WIB, harga emas spot berada di US$ 2.659 per ons troi. Harga emas spot menguat tipis 0,04% dari penutupan perdagangan kemarin di US$ 2.657,90 per ons troi.

Ini adalah harga tertinggi emas spot sejak 13 Desember atau dalam tiga pekan terakhir.

Sedangkan harga emas kontrak Februari 2025 di Commodity Exchange pagi ini berada di US$ 2.671,20 per ons troi. Harga emas berjangka AS ini menguat 0,08% dari posisi kemarin. Harga emas ini pun naik 1,06% pada perdagangan Kamis (2/1), sejalan dengan harga emas spot.

“Saya tidak melihat ada pergerakan pasar dalam berita, tetapi kekuatan geopolitik mendukung,” kata analis StoneX Rhona O’Connell dalam email yang dikutip Reuters.

Emas batangan melesat ketika suku bunga bertahan rendah. Emas juga bertindak sebagai lindung nilai terhadap risiko ekonomi dan geopolitik.

Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak di Kyiv pada Rabu (1/1) pagi, menyebabkan kerusakan di sedikitnya dua distrik. Sementara militer Israel menyerang pinggiran Kota Gaza.

Para pelaku pasar menunggu data lowongan kerja AS minggu depan, laporan ketenagakerjaan ADP, risalah rapat FOMC bulan Desember dari Fed, dan laporan ketenagakerjaan AS untuk mengukur prospek suku bunga untuk tahun 2025.

Pada tahun 2024, pemotongan suku bunga, pembelian bank sentral, dan ketegangan geopolitik mendorong emas ke rekor tertinggi dengan kenaikan tahunan lebih dari 27%, yang terbesar sejak 2010.

“Koreksi atau konsolidasi di awal tahun dapat menjadi panggung bagi reli baru,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di Forex.com. Dia menambahkan bahwa target harga emas sebesar US$ 3.000 per ons dapat dicapai.

Razaqzada mengatakan, berakhirnya ‘perdagangan Trump’ – fenomena yang ditandai dengan dolar AS yang kuat dan pasar saham yang kuat – dapat melemahkan dolar dan mendongkrak harga emas.

Pelantikan Trump pada 20 Januari telah meningkatkan ketidakpastian. Tarif yang diusulkan dan kebijakan proteksionisnya yang diperkirakan akan bersifat inflasioner dan berpotensi memicu perang dagang.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Mengawali 2025 di Zona Hijau, Waktunya Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga Emas Mengawali 2025 di Zona Hijau, Waktunya Jual atau Beli?

Equityworld Futures | Harga emas dunia naik tipis pada awal perdagangan perdana 2025. Ke depan, bagaimanakah prospek harga sang logam mulia?

Equityworld Futures | Pemilik Logam Mulia Silahkan Pesta Pora, Harga Emas Melesat 26%!

Pada Kamis (2/1/2025), harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 2.625,49/troy ons. Menguat 0,04% dibandingkan posisi sebelum libur Tahun Baru.

Sepanjang tahun lalu, harga aset ini meroket 27,24% secara point-to-point. Ini adalah kenaikan tahunan tertinggi sejak 2010.

Lalu bagaimana prediksi pergerakan harga emas hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tertahan di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 48.

RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas tidak terlalu jauh dari 50 sehingga boleh dibilang netral saja.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 89,15. Sudah di atas 80, yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).

Oleh karena itu, waspadai risiko koreksi harga emas meski tipis saja. Waspadai pivot point di US$ 2.623/troy ons.

Jika pivot point itu tertembus, maka target support terdekat adalah Moving Average (MA) 5 di US$ 2.620/troy ons. Penembusan di titik itu akan membawa harga emas turun lagi menuju MA-10 di US$ 2.617/troy ons.

Sementara target resisten ada di US$ 2.636/troy ons yang merupakan MA-20. Resisten terjauh adalah MA-50 di US$ 2.657/troy ons.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started