Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Akibat Ketidakpastian Tarif Donald Trump

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Akibat Ketidakpastian Tarif Donald Trump

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street anjlok lebih dalam pada Selasa (11/3/2025) menyusul kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait tarif impor yang membuat perang dagang semakin memanas.

Equityworld Futures | Harga Emas Terbang 1% Tetapi Malah Bikin Deg-Degan

Indeks S&P 500 turun 0,8% setelah mengalami fluktuasi tajam. Bahkan pada level terendahnya sempat berada 10% di bawah rekor penutupan terendah. Indeks utama lainnya juga mengalami pergerakan liar sepanjang hari. Dow Jones Industrial Average kehilangan 478 poin atau 1,1%, sementara Nasdaq Composite merosot 0,2%.

Dilansir dari AP, ketidakpastian di pasar semakin meningkat akibat kebijakan Donald Trump yang berulang kali mengubah arah perdagangan global. Pada Selasa pagi, pasar saham mulai anjlok setelah Donald Trump mengumumkan rencananya untuk menggandakan tarif baja dan aluminium dari Kanada.

Meskipun Donald Trump mengakui bahwa kebijakan tarifnya dapat menyebabkan gangguan ekonomi, pemerintahan Gedung Putih tidak memberikan kepastian mengenai batas toleransi mereka terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt hanya menyatakan presiden akan melindungi Wall Street dan masyarakat umum.

Dalam pernyataan di media sosial, Donald Trump bahkan menyarankan agar Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS, yang menurutnya akan menghilangkan semua tarif perdagangan antara kedua negara.

Gejolak pasar ini diperparah oleh laporan terbaru dari berbagai perusahaan yang mengindikasikan ketidakpastian ekonomi. Saham Delta Air Lines jatuh 7,3% setelah melaporkan penurunan kepercayaan pelanggan, yang berdampak pada pemesanan tiket penerbangan jarak dekat.

Di sektor teknologi, saham Oracle turun 3,1% setelah melaporkan laba dan pendapatan kuartalan yang di bawah ekspektasi analis. Berbagai faktor tersebut membuat Wall Street semakin anjlok.

Secara keseluruhan, S&P 500 turun 42,49 poin menjadi 5.572,07. Dow Jones turun 478,23 poin menjadi 41.433,48, dan Nasdaq Composite turun 32,23 poin menjadi 17.436,10.

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik menjadi 4,28% dari 4,22% pada hari sebelumnya, setelah sebelumnya turun tajam akibat kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS.

Pada saat Wall Street anjlok, indeks utama di Eropa dan Asia sebagian besar juga mengalami penurunan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Babak Belur! Investor Digentayangi Hantu Resesi Trump

Equityworld Futures | Wall Street Babak Belur! Investor Digentayangi Hantu Resesi Trump

Equityworld Futures | Saham Wall Street anjlok pada hari Senin waktu setempat karena investor khawatir bahwa ketidakpastian atas kebijakan tarif Presiden Donald Trump dapat menjerumuskan ekonomi terbesar di dunia itu ke dalam resesi.

Equityworld Futures | Harga Emas Lagi Sakit-sakitan, Resesi Amerika Bisa Jadi Obat

Mengutip AFP, pergerakan itu terjadi setelah Trump menolak mengesampingkan kemungkinan terjadinya resesi pada tahun 2025, dengan mengatakan akan ada “periode transisi, karena apa yang kami lakukan sangat besar. kami membawa kekayaan kembali ke Amerika.”

Saham teknologi memimpin kemerosotan, dengan Indeks Komposit Nasdaq mencatat rekor penurunan terbesar dalam satu hari sejak 2022. Nasdaq anjlok sebesar 4,0%, menjadi 17.468,32.

Indeks S&P 500 yang berbasis lebih luas turun 2,7% menjadi 5.614,56 dan Dow Jones Industrial Average turun 2,1% menjadi 41.911,71.

Saham-saham teknologi utama mengalami kerugian tajam, dengan Tesla anjlok 15,4%. Saham-saham yang tergolong saham Magnificent Seven, yang meliputi induk perusahaan Google Alphabet, Amazon, Meta dan Nvidia, juga berada di zona merah.

Sementara pasar sebelumnya didukung oleh harapan pemotongan pajak dan regulasi yang lebih longgar, Steve Sosnick dari Interactive Brokers mencatat bahwa sentimen telah terhambat oleh kekhawatiran yang lebih mendesak atas tarif.

Sebagai informasi, sejak menjabat pada bulan Januari, Trump telah mengenakan tarif besar-besaran pada impor dari Kanada, Meksiko dan Cina. Bahkan ketika ia menarik kembali beberapa pungutan pada tetangga langsung negaranya.

Adapun gelombang tarif baru mengancam akan terjadi minggu ini, dengan pungutan tajam sebesar 25% pada baja dan aluminium akan mulai berlaku pada hari Rabu.

“Kebingungan yang terus berlanjut tentang tarif dan kekhawatiran bahwa pemotongan DOGE mungkin berlebihan menyebabkan penurunan sentimen konsumen, dan sekarang mengarah pada kekhawatiran akan perlambatan atau inflasi yang lebih tinggi atau keduanya,” kata Sosnick dikutip dari AFP, Selasa (11/3/2025).

Dia merujuk pada pemotongan besar-besaran pada pemerintah federal yang diawasi oleh penasihat miliarder Trump, Elon Musk. Pemerintah federal itu disebut Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE).

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas: Bersiaplah Hadapi Pekan Penuh Guncangan!

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas: Bersiaplah Hadapi Pekan Penuh Guncangan!

Equityworld Futures | Harga emas kini tengah berada di area konsolidasi dan sedang menentukan arah untuk melanjutkan kenaikan atau bahkan penurunan. Data inflasi Amerika Serikat (AS) pekan ini serta keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pekan depan menjadi penentu arah perginya emas.

Equityworld Futures | Harga Emas Bisa Merosot Jika Ini Terjadi, Pemodal Wajib Tahu

Pada perdagangan hari ini Senin (10/3/2025) hingga pukul 06.16 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,1% di posisi US$2.913,77 per troy ons.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (7/3/2025), harga emas dunia di pasar spot naik tipis 0,03% di level US$2.910,79 per troy ons.

Harga emas kini tengah berada di area konsolidasi alias sideaway karena arus masuk safe haven dan laporan lapangan kerja AS yang mengungkapkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan pada Februari, menunjukkan bahwa The Federal Reserve (The Fed) berada di jalur yang tepat untuk memangkas suku bunga tahun ini.

Jatuhnya indeks dolar AS juga menjadi harapan untuk kenaikan emas. Hingga perdagangan pagi hari ini pukul 05.42 WIB, indeks dolar AS telah merosot 0,09% di level 103,75. Posisi tersebut merupakan kejatuhan indeks dolar AS ke level terendah dalam empat bulan dan menuju penurunan mingguan tertajam sejak November 2022.

Pembelian emas dikonversi ke dolar sehingga melemahnyadolar AS membuat emas menjadi makin murah untuk dibeli sehingga pembelian meningkat.

“Angka tenaga kerja yang lebih lemah dari yang diharapkan memberikan sedikit dorongan pada emas, selain itu dolar yang lebih lemah untuk minggu kemarin pun dapat membantu kenaikan harga emas,” ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures,kepada Reuters.

Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan ada tambahan 151.000 pekerjaan pada Februari 2025, dibandingkan dengan kenaikan 160.000 yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters, sedangkan tingkat pengangguran berada pada 4,1% dibandingkan dengan ekspektasi 4%.

Pasar saat ini emas berada dalam fase konsolidasi, dengan minat safe haven memberikan dukungan berkelanjutan, menurut Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya mengatakan The Federal Reserve akan mengambil pendekatan hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan moneter, menambahkan bahwa ekonomi saat ini terus berada di tempat yang baik.

Meskipun menjadi nilai lindung inflasi, suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Saat ini, pasar memperkirakan penurunan suku bunga The Fed sebesar 76 bps pada akhir tahun, dimulai pada bulan Juni.

China melanjutkan pembelian emasnya untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Februari.

Emas Hadapi Pekan Genting
Emas akan menghadapi banyak rintangan untuk menguat pekan ini. Pasalnya ada begitu banyak data ekonomi AS yang akan keluar pekan ini. Data-data ini bisa menjadi pertimbangan The Fed dalam menentukan suku bunga ke depan sehingga berdampak ke emas. Di antaranya adalah:

Lowongan JOLTS AS
Pada Selasa (11/3/2025), Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan melaporkan Jumlah lowongan pekerjaan JOLTS periode Januari 2025. Sebelumnya, jumlah lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,6 juta pada hari kerja terakhir bulan Desember, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan.

Selama bulan tersebut, perekrutan dan total pemutusan hubungan kerja sedikit berubah pada masing-masing 5,5 juta dan 5,3 juta. Dalam pemutusan hubungan kerja, berhenti (3,2 juta) dan PHK dan pemecatan (1,8 juta) sedikit berubah. Rilis ini mencakup estimasi jumlah dan tingkat lowongan pekerjaan, perekrutan, dan pemutusan hubungan kerja untuk seluruh sektor nonpertanian, menurut industri, dan menurut kelas ukuran perusahaan.

Inflasi AS
Masih di hari yang sama Rabu (12/3/2025), terdapat data inflasi AS periode Februari 2025. Sebelumnya, tingkat inflasi tahunan di AS naik tipis menjadi 3% pada Januari 2025, dibandingkan dengan 2,9% pada Desember 2024, dan di atas perkiraan pasar sebesar 2,9%, yang menunjukkan kemajuan yang terhenti dalam mengekang inflasi.

Biaya energi naik 1% tahun-ke-tahun, kenaikan pertama dalam enam bulan, setelah penurunan 0,5% pada Desember, terutama karena bensin (-0,2% vs -3,4%), bahan bakar minyak (-5,3% vs -13,1%) dan gas alam (4,9% vs 4,9%).

Selain itu, harga mobil dan truk bekas pulih (1% vs -3,3%), biaya transportasi meningkat (8% vs 7,3%) dan turun lebih sedikit untuk kendaraan baru (-0,3% vs -0,4%). Di sisi lain, inflasi stabil untuk makanan (2,5% vs 2,5%) dan melambat untuk tempat tinggal (4,4% vs 4,6%).

Secara bulanan, inflasi AS naik sebesar 0,5%, di atas 0,4% pada bulan sebelumnya dan ekspektasi akan melambat menjadi 0,3%. Indeks untuk tempat tinggal naik 0,4%, yang mencakup hampir 30% dari kenaikan tersebut. Sementara itu, inflasi inti tahunan secara tak terduga naik menjadi 3,3%, dibandingkan dengan perkiraan yang akan melambat menjadi 3,1%. Tingkat bulanan naik lebih dari yang diharapkan menjadi 0,4%.

Harga Produsen AS
Berlanjut pada hari Kamis (13/3/2025), terdapat rilis data indeks harga produsen (PPI) AS periode Februari 2025. Sebelumnya, indeks harga produsen (PPI) AS, yang mengukur apa yang diperoleh produsen untuk barang dan jasa mereka, meningkat sebesar 0,4% yang disesuaikan secara musiman pada bulan tersebut, dibandingkan dengan estimasi Dow Jones sebesar 0,3%, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan.

Tidak termasuk makanan dan energi, PPI inti naik 0,3%, sesuai dengan perkiraan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Usai Trump Ketok Tarif Impor Lebih Tinggi ke Kanada-China

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Usai Trump Ketok Tarif Impor Lebih Tinggi ke Kanada-China

Equityworld Futures | Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (4/3). Nasdaq yang banyak diisi saham teknologi mendekati wilayah koreksi, karena ketegangan perdagangan meningkat menyusul tarif impor baru Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada, Meksiko, dan China.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik ke US$2.898,25 Selasa (4/3), di Tengah Ketakutan Perang Dagang

Mengutip Reuters, rata-rata Industri Dow Jones (.DJI), turun 670,25 poin, atau 1,55 persen menjadi 42.520,99, S&P 500 (.SPX), kehilangan 71,57 poin, atau 1,22 persen menjadi 5.778,15 dan Nasdaq Composite (.IXIC), kehilangan 65,03 poin atau 0,35 persen menjadi 18.285,16.

AS telah memberlakukan tarif bea masuk sebesar 25 persen untuk Meksiko dan Kanada, juga bea masuk dua kali lipat atas barang-barang China, per Selasa (4/3).

China dan Kanada membalas. Sementara Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berjanji akan menanggapi hal yang sama, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

“Valuasi ekuitas telah sangat tinggi dan ada tanda-tanda peringatan di mana-mana mengingat adanya upaya untuk memangkas pengeluaran pemerintah. Sekarang, selain itu, kita juga memiliki semua retorika seputar tarif,” kata Kepala Investasi di IDX Insights di Tampa, Florida, Ben McMillan dikutip dari Reuters, Rabu (5/3).

Nasdaq Composite berakhir lebih rendah setelah berbelok ke wilayah koreksi selama sesi tersebut tetapi memangkas kerugian dalam perdagangan yang tidak menentu. Indeks ditutup turun 9,3 perseb dari rekor penutupan tertingginya pada 16 Desember.

Saham dalam keuangan (.SPSY), dan industri (.SPLRCI), merupakan sektor yang mengalami kerugian terbesar di antara 11 sektor utama indeks acuan S&P 500.

Target Corporation (TGT.N) turun setelah diramal penjualan sebanding setahun penuh di bawah estimasi. Beli Terbaik (BBY.N), merosot setelah ritel elektronik tersebut mengeluarkan perkiraan yang suram.

Citigroup (Cina), dan JPMorgan Chase & Co (JPM.N), jatuh, masing-masing 6,2 persen dan 4 persen menyebabkan indeks bank-bank besar (.SPXBK), lebih rendah turun 4,7 persen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Naik Sangat Tinggi!

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Naik Sangat Tinggi!

Equityworld Futures | Harga emas keluaran Logam Mulia Antam 24 Karat hari ini, Selasa (4/3/2025) naik tinggi mendekati level termahal sepanjang sejarah. Harga emas hari ini tercatat terbang hingga Rp 25.000 per gram ke Rp 1.704.000 per gram.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik ke US$2.898,25 Selasa (4/3), di Tengah Ketakutan Perang Dagang

Mengutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 902.000. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 16.535.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 1.644.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, pergerakan harga emas Antam terpantau bergerak di rentang Rp 1.672.000-1.707.000 per gram. Sementara dalam sebulan terakhir, pergerakan harga emas berada di rentang Rp 1.650.000-1.708.000 per gram.

Harga emas Antam untuk buy back ikut naik Rp 25.000 per gram dan berada di level Rp 1.553.000 per gram. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah sebesar 0,45%, harus menyertakan NPWP untuk transaksinya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Siap Jatuh, Mengekor Wall Street akibat Tarif AS

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Siap Jatuh, Mengekor Wall Street akibat Tarif AS

Equityworld Futures | Bursa saham Asia akan jatuh karena janji Donald Trump untuk mengenakan tarif pada mitra dagang dalam hitungan jam membuat bursa saham AS, Wall Street, anjlok paling besar tahun ini dan meningkatkan kekhawatiran perang dagang yang akan menghantam pertumbuhan ekonomi global.

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi Tipis pada Selasa (4/3) Pagi

Pasar saham berjangka menunjukkan indeks ekuitas dari Hong Kong, Tokyo, hingga Sydney akan dibuka lebih rendah hari ini, Selasa (4/3/2025).

Indeks S&P 500 ditutup turun hampir 2% karena Presiden AS mengatakan Meksiko dan Kanada tidak bisa menegosiasikan penangguhan tarif yang mulai berlaku Selasa dan menandatangani perintah penggandaan pungutan terhadap China menjadi 20%. Dolar Kanada dan peso Meksiko drop.

Penurunan saham-saham perusahaan teknologi besar membebani ekuitas, yang juga terpukul oleh data manufaktur yang menyoroti kelemahan ekonomi AS. Obligasi naik, sedangkan harga minyak merosot karena OPEC+ akan melanjutkan rencana untuk menghidupkan kembali produksi yang terhenti.

Data manufaktur Senin merupakan yang terbaru dari serangkaian laporan ekonomi AS yang mengecewakan dalam dua minggu terakhir, menunjukkan properti lebih lemah, klaim pengangguran meningkat, dan belanja pribadi turun. Kripto, proksi utama untuk risiko di pasar pasca-Pemilu, jatuh sehari setelah industri ini melonjak karena Trump meningkatkan seruan untuk menimbun aset digital.

“Inilah saatnya merasa gugup,” kata Callie Cox di Ritholtz Wealth Management. “Bukan bearish, tapi gugup. Meski tidak ada cukup bukti untuk berpikir bahwa kita sedang di puncak kemunduran yang dalam, ekonomi berubah dengan cepat. Berita utama terus menerus muncul, sehingga orang tak tahu harus berbuat apa. Jadi, mereka menunggu sinyal yang lebih baik.”

Indeks S&P 500 turun 1,8%. Nasdaq 100 melemah 2,2%. Dow Jones Industrial Average melandai 1,5%. Indeks Magnificent Seven megacaps merosot 3,1%. Sekelompok saham AS UBS, yang terdampak negatif oleh tarif, anjlok 2,9%.

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun lima basis poin menjadi 4,16%. Indeks Spot Dolar Bloomberg ambles 0,4%. Bitcoin anjlok lebih dari 9%.

Di Asia, ada kekhawatiran yang berkembang bahwa tindakan Trump pada Senin merupakan langkah tegas lainnya untuk menciptakan perang dagang global.

Kantor berita yang didukung Partai Komunis, Global Times melaporkan pada Senin bahwa Beijing sedang mempertimbangkan menyasar pertanian dan produk pangan AS sebagai pembalasan atas tarif terbaru Trump. Balasan dari Beijing mungkin akan mencakup tarif dan non-tarif.

Ancaman ini menyebabkan harga kedelai China — yang digunakan untuk makanan dan pakan ternak — ditutup naik 2,6% pada Senin, tertinggi dalam lebih dari tiga pekan terakhir. Gangguan pada pengiriman kedelai AS bisa semakin memperketat pasar.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Tutup Februari di Zona Hijau, Ketegangan Trump-Zelensky Jadi Sorotan

Equityworld Futures | Wall Street Tutup Februari di Zona Hijau, Ketegangan Trump-Zelensky Jadi Sorotan

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup di zona hijau pada perdagangan yang berakhir pekan lalu, Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB). Peningkatan ini terjadi setelah pasar menghadapi pekan yang bergejolak dan kerugian sepanjang Februari. Indeks S &P 500 naik 1,59 persen pada Jumat dan ditutup pada level 5.954,50.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Awal Maret 2025, Bisa Tembus Segini

Lalu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 601,41 poin, atau 1,39 persen, dan ditutup pada level 43.840,91. Selanjutnya, indeks Nasdaq Composite naik 1,63 persen dan ditutup pada level 18.847,28.

Sesi perdagangan hari Jumat melihat kemunduran singkat atas meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berselisih mengenai pandangan berbeda tentang cara mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.

Saham melonjak tajam pada penutupan Jumat, sebagian karena penyeimbangan kembali indeks dan sumber pembelian teknis lainnya.

Sementara itu, Pasar Asia-Pasifik naik pada awal pekan karena investor menunggu kejelasan mengenai rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif minggu ini pada mitra dagang utama AS.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dilaporkan mengatakan bahwa tarif yang akan dikenakan terhadap Meksiko dan Kanada mulai hari Selasa masih tidak pasti. Artinya, tarif tersebut bisa lebih rendah dari usulan 25 persen.

Ia menambahkan bahwa bea masuk tambahan sebesar 10 persen atas impor dari China sudah ditetapkan.

Indeks acuan Nikkei 225 Jepang mengawali hari dengan kenaikan 0,97 persen. Adapun, indeks Topix yang lebih luas menguat 1,12 persen.

Kemudian, indeks S&P/ASX 200 Australia diperdagangkan 0,32 persen lebih tinggi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Lesu, Saham Produsen Chip Berjatuhan

Equityworld Futures | Wall Street Lesu, Saham Produsen Chip Berjatuhan

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan Kamis 27 Februari 2025 waktu setempat.

Equityworld Futures | Harga Emas 10 Tahun Terakhir: yang Koleksi Pasti Bahagia!

Saham produsen chip Nvidia merosot setelah laporan triwulanannya gagal menghidupkan kembali reli AI.

Dikutip dari Reuters, S&P 500 ditutup turun 1,59 persen atau 94,49 poin menjadi 5.861,57.

Nasdaq Composite Index melemah 2,78 persen atau 530,84 poin menjadi 18.544,42.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,45 persen atau 193,62 menjadi 43.239,50.

Laporan keuangan yang kurang menguntungkan membuat saham Nvidia terjerembab 8,5 persen.

Saham produsen chip Broadcom juga kehilangan lebih dari 7 persen. Saham Advanced Micro Devices jatuh 5 persen.

Dengan laporan kinerja dan prospek Nvidia yang gagal mengesankan investor yang memiliki ekspektasi tinggi, sahamnya kini merosot hampir 20 persen dari rekor penutupan tertingginya pada 6 Januari.

“Laporan keuangan Nvidia bagus, tetapi tidak seperti keuntungan besar yang mereka hasilkan selama beberapa waktu,” kata Scott Welch, Chief Investment Officer Certuity.

Volume di bursa Wall Street sangat tinggi, dengan 15,8 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 15,3 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Di bursa Eropa, saham-saham otomotif tersungkur sejak Trump mengumumkan memberlakukan tarif timbal balik sebesar 25 persen untuk mobil Eropa dan barang-barang lainnya.

Saat ini, investor juga fokus pada data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulanan, pengukur inflasi pilihan Federal Reserve,yang akan dirilis Jumat.

Saham Salesforce melemah 4 persen setelah penjual perangkat lunak bisnis tersebut memperkirakan pendapatan tahun fiskal 2026 di bawah ekspektasi.

Saham Warner Bros Discovery melonjak 4,8 persen setelah memperkirakan laba streaming akan berlipat ganda tahun ini.

Laba McDonald’s juga menguat 1,87 persen.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | IHSG Menguat di Zona Hijau, Bergerak Berlawanan dengan Wall Street

Equityworld Futures | IHSG Menguat di Zona Hijau, Bergerak Berlawanan dengan Wall Street

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pergerakan positif mengawali perdagangan hari ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Jeblok 1,2% Karena Investor Mulai Serakah: Hati-Hati!

Mengacu pada data RTI, Rabu, 26 Februari 2025, IHSG dibuka di level 6.587,08 dan terus menguat. Hingga pukul 09.10 WIB, indeks naik 1,01 persen atau bertambah 66,33 poin ke posisi 6.653,42.

Aktivitas perdagangan di sesi pagi menunjukkan pergerakan cukup aktif dengan total 2,26 miliar saham berpindah tangan. Nilai transaksi mencapai Rp1,15 triliun.

Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan harga pada 249 saham emiten, sementara 134 saham mengalami pelemahan dan 188 saham stagnan.

Analisis teknikal IHSG
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, meski mengalami koreksi cukup dalam kemarin, IHSG hari ini memiliki peluang untuk mengalami technical rebound.

Level support IHSG saat ini berada di kisaran 6.525-6.550, sementara resistance berada di rentang 6.600-6.700.

Wall Street melemah, IHSG justru menguat
Berbeda dengan pergerakan IHSG, indeks-indeks utama Wall Street justru mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, 25 Februari 2025.

Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap kebijakan pembatasan ekspor chip AS ke Tiongkok, yang berdampak negatif pada sektor teknologi. S&P 500 turun 0,47 persen, Nasdaq Composite anjlok 1,35 persen, dipimpin oleh penurunan saham Nvidia sebesar 2,8 persen. Sementara Dow Jones justru menguat 0,37 persen

Selain itu, survei kepercayaan konsumen dari Conference Board menunjukkan hasil yang jauh di bawah ekspektasi, memicu kekhawatiran pasar terhadap daya beli masyarakat.

Perusahaan ritel besar seperti Walmart juga memberikan panduan keuangan yang pesimistis, semakin menekan sentimen investor.

Saham perbankan utama seperti Goldman Sachs, Wells Fargo, dan JPMorgan Chase masing-masing turun lebih dari 1 persen. Saham-saham teknologi juga tertekan, dengan Nvidia dan Palantir anjlok 4 persen, Meta Platforms turun 1,4 persen, dan Tesla melemah lebih dari 9 persen, menyebabkan kapitalisasi pasarnya kembali di bawah ambang USD1 triliun.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Rontok Gegara Trump

Equityworld Futures | Harga Emas Diramal Rontok Gegara Trump

Equityworld Futures | Harga emas diprediksi rontok pada pekan ini. Hal itu karena kemungkinan besar ada kesepakatan perang dagang yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping dalam waktu dekat.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Tembus Rp 2 Juta Segram, Kapan?

Harga emas ditutup turun tipis 0,09% menjadi US$ 2.936,03 pada Jumat (21/2/2025). Harga emas pada pekan lalu sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 2.954,7 yang dicetak pada 20 Februari 2025.

Analis komoditas keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen yang mempengaruhi pelemahan harga emas adalah adanya kemungkinan terjadi kesepakatan antara Trump dengan Jinping mengenai tarif yang akan diumumkan dalam pekan ini. Sebab, Trump dinilai sebenarnya juga tidak menginginkan adanya perang dagang secara brutal dengan China, mengingat kondisi perekonomian AS saat ini, terutama inflasi yang terus tinggi.

“Kemungkinan deal Trump dengan Jinping inilah yang akan menyeret harga emas ke bawah,” ungkapnya kepada Investor Daily, Minggu (23/2/2025).

Tidak hanya itu, lanjut Ibrahim, harga emas yang kembali menembus rekor tertinggi pada pekan lalu itu sudah terlalu tinggi. Hal itu menyebabkan banyak fund-fund besar akan melakukan profit taking pada pekan ini. Nantinya, setelah harga emas berada di bawah, fund besar tersebut akan kembali melakukan pembelian. Mengingat, permintaan emas sebagai aset safe haven masih tinggi mengingat masih adanya potensi ancaman perang dagang global.

Menurut Ibrahim, kondisi perang dagang ini membuat pergerakan harga emas terbilang cukup unik. Sebab, di tengah penguatan dolar dan inflasi AS tinggi yang malah membuat emas semakin digdaya. Hal itu sangat terlihat pada perubahan drastis negara-negara yang tadinya tidak memiliki cadangan emas, malah sekarang melakukan pembelian emas, termasuk Indonesia.

“Ini terlihat dari langkah pemerintah Indonesia yang membentuk bullion bank. Sebab, melihat emas bukan hanya sebagai lindung nilai, tapi juga menjadi cadangan devisa selain dolar AS,” jelas Ibrahim.

Untuk itu, Ibrahim memprediksi, secara teknikal harga emas akan terkoreksi pada pekan ini. Hal itu mengingat pada pekan lalu, harga emas telah mencapai rekor tertinggi. “Harga emas akan terkoreksi, meskipun masih di kisaran yang tinggi, yaitu ke US$ 2.900. Kalaupun mengalami penguatan, harga emas bisa menuju US$ 2.956,” tutupnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started