PT Equityworld | Saham Apple & Baidu Meroket, Wall Street Pesta Pora!

PT Equityworld | Saham Apple & Baidu Meroket, Wall Street Pesta Pora!

PT Equityworld | Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street mencatat rekor tinggi pada penutupan perdagangan pada Selasa (15/12/2020) waktu AS atau Rabu pagi waktu Indonesia, dengan tiga indeks utama naik.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite sama-sama ditutup hijau.

Data CNBC International mencatat, DJIA naik 337.76 poin atau 1.13% menjadi 30.199,31, sedangkan S&P 500 naik 47.13 poin atau 1.29% menjadi 3.694,62.

Indeks Nasdaq Composite naik 155.02 poin atau 1,25% menjadi 12.595,06, melebihi rekor penutupan tertinggi sebelumnya pada 8 Desember.

Saham Apple Inc menjadi pendorong teratas untuk ketiga saham benchmark di bursa AS ini, sahamnya melonjak 5% ke level tertinggi sejak September setelah sebuah laporan mengatakan Apple berencana meningkatkan produksi iPhone sebesar 30% pada paruh pertama 2021.

Indeks saham-saham sektor teknologi di S&P 500 juga menguat 1,6% berkat dukungan saham Apple. Sektor ini telah mengungguli pasar yang lebih luas selama pandemi dan naik lebih dari 35% secara tahun berjalan atau year to date.

Saham Apple di Nasdaq naik 5%, sementara kenaikan tinggi juga dicatatkan saham Baidu Inc sebesar 13,83%, dan eBay Inc 5,06%. Saham Apple juga masuk di Indeks DJIA.

“Pasar suka beralih ke [saham] teknologi ketika takut ekonomi akan terhenti karena peningkatan infeksi Covid-19 dan penutupan [lockdown],” kata Christopher Grisanti, Kepala Strategi ekuitas di MAI Capital Management, dikutip dari Reuters.

Wall Street Dibuka Naik 150 Poin Sambut Prospek Stimulus AS | PT Equityworld

Sementara indeks Russell 2000, yang berisi 2.000 emiten kecil juga melonjak sekitar 2,4% ke rekor tertinggi.

Beberapa investor memandang lonjakan infeksi dan kematian virus corona baru-baru ini, bersama dengan laporan suram ketenagakerjaan pada November, menjadi dorongan utama agar terjadi kesepakatan yang cepat akan stimulus Covid-19 sehingga bisa menyelamatkan sektor-sektor sensitif secara ekonomi.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengundang para pemimpin kongres AS untuk bertemu pada Selasa malam dalam menyelesaikan kesepakatan belanja pemerintah besar-besaran dan mencapai kesepakatan tentang paket baru bantuan virus corona.

The Fed juga diperkirakan akan memberi sinyal suku bunga rendah untuk masa mendatang dalam pertemuan 2 hari mulai Selasa. Peluncuran vaksin virus corona belum lama ini diharapkan dapat meningkatkan prospek bank sentral tahun 2021.

Peningkatan likuiditas dan suku bunga pinjaman yang sangat rendah juga mengirim investor berbondong-bondong ke saham selama pandemi Covid-19, sementara optimisme atas vaksin mendorong Indeks S&P 500 ke rekor tertinggi minggu lalu.

Saham Eli Lilly and Co melonjak 6% setelah perusahaan mengatakan akan membeli Prevail Therapeutics Inc dalam kesepakatan yang berpotensi bernilai US$ 1 miliar untuk memperluas kehadirannya di bidang terapi gen yang menguntungkan. Saham Prevail juga melonjak 82%.

Saham Moderna Inc anjlok 5%, bahkan setelah anggota staf Badan Pengawas Obat dan Makanan AS tidak menyampaikan kekhawatiran apa pun atas data tentang vaksin buatan mereka.
pada Jumat lalu.

PT Equityworld | Saham Asia-Pasifik Beragam Usai Vaksin Covid-19 Pfizer Disetujui

PT Equityworld | Saham Asia-Pasifik Beragam Usai Vaksin Covid-19 Pfizer Disetujui

PT Equityworld | Saham di Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin pagi, karena optimisme meningkat dengan persetujuan vaksin Covid-19 Pfizer.

Dikutip dari CNBC, Senin (14/12/2020), di Jepang, Nikkei 225 naik 0,2 persen pada awal perdagangan. Sementara indeks Topix naik 0,32 persen.

Survei tankan triwulanan Bank of Japan menunjukkan pada hari Senin sentimen bisnis di Jepang membaik dalam tiga bulan hingga Desember.

Indeks utama untuk sentimen produsen besar meningkat menjadi minus 10 dibandingkan dengan minus 27 pada bulan September. Perkiraan pasar median memperkirakan angka tersebut akan datang pada minus 15, menurut Reuters.

AS Segera Mulai Vaksinasi Corona, Apa Kabar Bursa Saham Asia? | PT Equityworld

Di Korea Selatan, Kospi turun 0,46 persen. Sementara itu, saham di Australia naik tipis, dengan S&P/ASX 200 naik sekitar 0,4 persen.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan datar.

Dalam perkembangan virus corona di Amerika Serikat, Direktur CDC Robert Redfield telah menandatangani vaksin Covid-19 Pfizer, memungkinkan inokulasi untuk secara resmi bergerak maju untuk orang yang berusia 16 tahun atau lebih.

Itu terjadi setelah otorisasi darurat FDA atas vaksin Pfizer. AS telah mulai mengirimkan dosis ke ratusan pusat distribusi di seluruh negeri.

Equityworld Futures | Parah! Harga Emas Antam Hari Ini Jeblok Lagi Jadi Rp 896.120

Equityworld Futures | Parah! Harga Emas Antam Hari Ini Jeblok Lagi Jadi Rp 896.120

Equityworld Futures | Harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali turun pada perdagangan Jumat (11/12/2020), masih terseret penurunan harga emas dunia.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan hari ini dibanderol Rp 89.612.000/batang atau Rp 896.120/gram, turun 0,22% dibandingkan harga Kamis kemarin yang merosot 1,1%.

Sementara satuan 1 gram juga turun 0,21% ke Rp 954.000/batang.

Harga emas dunia yang diprediksi akan menguat di pekan ini justru melemah lagi 0,21% ke US$ 1.835,31/troy ons pada perdagangan Kamis kemarin. Pada perdagangan Rabu bahkan lebih parah ambrol 1,72%.

Kitco pada pekan lalu melakukan survei terhadap para analis di Wall Street, hasilnya kembali memberikan proyeksi bullish (tren naik) untuk emas dunia di pekan ini.

IHSG Menguat di Tengah Koreksi Bursa Saham Asia | Equityworld Futures

Dari 14 analis di Wall Street yang disurvei, sebanyak 10 orang atau 71% memberikan proyeksi bullish, sementara 3 analis atau 21% memberikan outlook bearish (tren turun) dan 1 orang netral.

Sementara survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street dengan 1.147 partisipan menunjukkan 65% diantaranya bullish, 20% bearish dan 15% netral.

Tetapi emas justru melempem di pekan ini. Sebabnya pembahasan stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) yang masih belum ada titik terang. Padahal banyak yang berharap stimulus tersebut bisa cair di pekan ini.

Stimulus fiskal serta stimulus moneter merupakan bahan bakar bagi emas untuk menanjak. Sehingga belum pastinya kapan stimulus tersebut akan cair membuat emas merosot.

Meski demikian, Meski demikian, analis dari bank Wells Fargo memprediksi harga emas akan kembali menguat di tahun depan, bahkan mencetak rekor tertinggi baru, sebab pasar finansial disebut sedang “mabuk” likuiditas.

Equityworld Futures | Saham Teknologi Ambruk, Wall Street Ditutup Merosot Usai Cetak Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Saham Teknologi Ambruk, Wall Street Ditutup Merosot Usai Cetak Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Bursa saham di Amerika Serikat (AS) jatuh pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta), mundur dari rekor tertinggi yang berhasil dicapai sebelumnya. Hal ini karena saham teknologi merosot dan para investor mempertimbangkan prospek stimulus fiskal baru.

Dikutip dari CNBC, Kamis (10/12/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup turun 105,07 poin atau 0,35 persen pada level 30.068,81. S&P 500 turun 0,8 persen menjadi 3.672,82.

Sedangkan Nasdaq Composite turun 1,9 persen dan ditutup pada 12.338,95. Di awal sesi, Dow naik lebih dari 100 poin. Ketiga indeks saham tersebut juga sempat menyentuh rekor harian baru.

Saham Apple menjadi salah satu komponen Dow dengan kinerja terburuk, dengan jatuh lebih dari 2 persen. Salesforce turun 3,2 persen. Sektor teknologi S&P 500 turun 1,9 persen untuk memimpin indeks yang lebih rendah.

Facebook turun 1,9 persen setelah Komisi Perdagangan Federal, bersama dengan beberapa negara bagian, mengajukan tuntutan hukum yang dapat memaksa raksasa media sosial itu untuk mendivestasi Instagram dan WhatsApp.

Dow Futures di Zona Hijau, Wall Street Bersiap Pecahkan Rekor | Equityworld Futures

NXP Semiconductor dan Qorvo masing-masing turun lebih dari 5 persen dan termasuk di antara saham chip berkinerja terburuk pada hari Rabu.

VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH) ditutup 3,1 persen lebih rendah. Sektor teknologi secara keseluruhan berada di bawah tekanan bahkan setelah DoorDash menjadi perusahaan terbaru dari sektor tersebut yang membuat debut pasar publik yang spektakuler. Saham DoorDash ditutup lebih tinggi 85 persen.

“Saya pikir kita mengalami sedikit kesulitan setelah mencapai titik tertinggi baru,” kata Keith Lerner, Kepala Strategi Pasar di Truist.

Rata-rata saham utama memberikan kembali keuntungan awal mereka setelah Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan kepada Politico bahwa Partai Republik dan Demokrat masih mencari jalan ke depan untuk bantuan fiskal tambahan.

Pernyataan itu muncul setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada Selasa mengajukan paket stimulus USD 916 miliar kepada Ketua DPR Nancy Pelosi.

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq Rekor Terdorong Selera Investor di Mega-cap, Dow dan S&P Turun

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq Rekor Terdorong Selera Investor di Mega-cap, Dow dan S&P Turun

Equityworld Futures | Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi pada Hari Senin (6/12) waktu Amerika Serikat (AS) setelah investor pindah ke saham berkapitalisasi super besar atau mega-cap. Rekor itu terjadi bahkan ketika babak baru pembatasan Covid-19 menandai dampak ekonomi berkelanjutan di AS.

Duh! Bursa Asia Merah, IHSG Bisa Ramai Profit Taking Nih | Equityworld Futures

Nasdaq yang merupakan indeks teknologi (tech-heavy) melaju ke rekor tertinggi sejalan dengan kenaikan beberapa saham terbesarnya termasuk Apple dan Facebook Inc. Namun, penurunan saham-saham seperti Alphabet dan Microsoft membuat kenaikan Nasdaq tetap terkendali.

Equityworld Futures | Indeks Berjangka Wall Street Lanjutkan Tren Positif

Equityworld Futures | Indeks Berjangka Wall Street Lanjutkan Tren Positif

Equityworld Futures | Indeks berjangka AS menguat pada perdagangan Senin malam waktu setempat (6/12/2020), melanjutkan tren positif pada penutupan Jumat lalu yang mencatat rekor baru.

Dow Jones futures naik 0,2%, S&P 500 naik 0,2%, dan Nasdaq 100 futures naik 0,3%.

Pada penutupan Jumat, indeks-indeks acuan mengukir rekor penutupan baru. Dow Jones naik 0,83% ke 30.218,3, S&P 500 naik 0,88% ke 3.699,12, dan Nasdaq naik 0,7% ke 12.464,23.

Lonjakan Jumat menyebabkan rata-rata indeks utama Wall Street mencatat kenaikan mingguan keempat dalam lima minggu. Dow naik 1% minggu ini. S&P 500 menguat 1,7% dan Nasdaq Composite menguat 2,2% minggu ini.

Wall Street menguat ke level tertinggi sepanjang masa | Equityworld Futures

Lapangan pekerjaan di AS bulan November bertambah 245.000, atau jauh di bawah perkiraan konsensus Dow Jones sebesar 440.000. Tingkat pengangguran sesuai ekspektasi turun menjadi 6,7% dari 6,9%.

Namun, beberapa investor melihat angka ini sebagai hal positif karena dapat menekan anggota parlemen bergerak maju dengan stimulus fiskal tambahan.

Ed Yardeni dari Yardeni Research mengatakan melambatnya pasar tenaga kerja bulan lalu sebagian besar berasal dari pekerjaan pemerintahan. “Meskipun pemulihan tenaga kerja tidak secepat pemulihan PDB, tetapi keduanya mulai menutup kontraksi akibat lockdown Maret dan April,” kata dia.

Angka Covid-19 yang sudah menembus 15 juta juga semakin mendesak Senat untuk mengesahkan stimulus fiskal secepatnya.

PT Equity World | Bursa Saham Asia Dibuka Beragam di Akhir Pekan

PT Equity World | Bursa Saham Asia Dibuka Beragam di Akhir Pekan

PT Equity World | Saham di Asia-Pasifik beragam pada pembukaan perdagangan Jumat pagi setelah sebuah laporan mengatakan Pfizer memperkirakan akan mengirimkan setengah dari dosis vaksin Covid-19 yang semula direncanakan untuk tahun ini karena masalah rantai pasokan.

Dikutip dari CNBC, Jumat (4/12/2020), di Jepang, Nikkei 225 merosot 0,23 pada awal perdagangan sementara Topix sedikit lebih rendah. Kospi Korea Selatan, di sisi lain, menambahkan 0,67 persen.

Sementara itu, saham di Australia naik tipis, karena S & P / ASX 200 naik sekitar 0,2 persen. Data penjualan ritel Australia untuk Oktober akan dirilis sekitar 8:30 HK / SIN.

Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,18 persen lebih tinggi.

Ke depan, Reserve Bank of India juga diperkirakan akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada hari Jumat.

Dalam perkembangan perusahaan, investor akan memantau saham raksasa e-commerce China yang terdaftar di Hong Kong, JD.com. Reuters melaporkan, mengutip sumber, JD Logistics sedang mencari penawaran bank untuk IPO Hong Kong hingga USD 3 miliar.

Reli Terhenti, Pasar Asia Ditutup Variatif | PT Equity World

Perkembangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah unit perawatan kesehatan digital JD.com, JD Health, mengumpulkan USD 3,5 miliar dalam IPO Hong Kong. Saham JD Health diharapkan mulai diperdagangkan pada hari Selasa.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Pfizer pada awalnya berencana untuk mengirimkan 100 juta dosis tahun ini, tetapi beberapa bahan baku awal yang dibutuhkan untuk vaksin gagal memenuhi standar.

Produsen obat tersebut berulang kali mengatakan secara terbuka bahwa mereka berencana untuk mengirimkan 50 juta dosis vaksin tahun ini dan hingga 1,3 miliar dosis pada akhir tahun 2021. Namun, laporan Journal tersebut memicu aksi jual di pasar AS.

S&P 500 merosot semalam di Wall Street setelah laporan itu, turun kurang dari 0,1 persen menjadi ditutup pada 3.666,72. Dow Jones Industrial Average naik 85,73 poin untuk menyelesaikan hari perdagangannya di 29.969,52 sedangkan Nasdaq Composite naik 0,2% menjadi ditutup pada 12.377,18.

PT Equity World | Saham Asia Bervariasi, Merespons Fluktuasi Wall Street

PT Equity World | Saham Asia Bervariasi, Merespons Fluktuasi Wall Street

PT Equity World | Perdagangan saham Asia bervariasi pada Kamis (3/12), merespons perdagangan Wall Street yang fluktuatif. Sebagian berkat laporan pekerjaan AS yang mengecewakan.

Sementara itu dolar AS masih berada di dekat posisi terendah dalam 2,5 tahun di tengah meningkatnya optimisme vaksin virus corona.

Inggris menjadi negara Barat pertama yang menyetujui vaksin Covid-19, dengan 800 ribu dosis vaksin Pfizer dan BioNTech tersedia untuk mereka yang berisiko tinggi mulai minggu depan. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengadakan pertemuan komite penasihat minggu depan, sementara Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan pengiriman pertama negara bagian itu, cukup untuk 170 ribu penduduk, diperkirakan pada 15 Desember.

Harapan bahwa pandemi, yang sejauh ini telah menewaskan hampir 1,5 juta orang secara global, akhirnya akan bertekuk lutut, memicu reli risiko di pasar mata uang dengan dolar Australia dan Selandia Baru menguat terhadap dolar AS. Indeks dolar merosot ke level terendah 2,5 tahun di 90,987 pada hari Rabu dan terakhir berada di posisi 91,048.

Siap-Siap, Harga Emas di Pegadaian Berpeluang “Terbang” Besok | PT Equity World

“Investor mata uang mengambil lebih banyak risiko setelah terobosan vaksin terbaru,” kata Morgan Stanley dalam sebuah catatan.

Harapan adanya paket dukungan fiskal di Amerika Serikat juga mendorong optimisme investor. Tapi trader saham kurang diminati.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang hampir tidak berubah setelah dua hari berturut-turut naik. Nikkei Jepang 0,2 persen lebih lemah, sementara KOSPI Korea Selatan flat dan indeks acuan Australia sedikit lebih tinggi. Saham China dibuka sedikit lebih rendah, dengan indeks blue-chip CSI300 turun 0,03 persen.

“Pasar sangat mungkin kacau dari sini. Harga vaksin semakin mahal. Beberapa bulan lalu, tidak ada yang tahu seberapa dalam virus corona, atau seperti apa hasil pemilu. Sekarang kedua sumber ketidakpastian telah dihapus.” kata Michael Frazis, manajer portofolio di Frazis Capital Partners di Sydney.

Kekhawatiran bahwa ekonomi AS mungkin melambat membebani saham setelah gaji swasta AS menunjukkan pekerjaan yang lebih sedikit dari yang diharapkan ditambahkan pada November, karena meningkatnya infeksi Covid-19 baru menyebabkan pembatasan bisnis tambahan.

Dalam semalam, Wall Street berfluktuasi di antara zona merah dan hijau, tetapi akhirnya berakhir sedikit lebih kuat. Dow Jones dan S&P 500 masing-masing naik 0,2 persen, sementara Nasdaq yang banyak saham teknologi, hampir tidak bergerak.

PT Equity World | Bursa Saham Asia Dibuka Beragam meski Wall Street Menghijau

PT Equity World | Bursa Saham Asia Dibuka Beragam meski Wall Street Menghijau

PT Equity World | Bursa saham di Asia-Pasifik beragam dalam perdagangan Rabu pagi bahkan saat Wall Street melonjak ke rekor tertinggi semalam.

Dikutip dari CNBC, Rabu (2/12/2020), di Jepang, indeks saham Nikkei 225 merosot 0,14 persen pada awal perdagangan sementara indeks Topix menambahkan 0,24 persen Kospi Korea Selatan naik 0,65 persen.

Saham di Australia naik lebih tinggi, karena S & P / ASX 200 naik 0,1 persen.

Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,19 persen lebih tinggi.

Pencetakan PDB kuartal ketiga Australia diperkirakan akan keluar sekitar pukul 8:30 pagi HK / SIN pada hari Rabu.

Dolar AS anjlok ke terendah 2,5 tahun, bitcoin capai rekor tertinggi | PT Equity World

Menjelang rilis tersebut, dolar Australia berpindah tangan pada USD 0,7374, setelah melihat level di bawah USD 0,736 kemarin.

Wall Street melihat rekor baruS&P 500 naik 1,1 persen, ditutup pada 3.662,45 – rekor penutupan tertinggi baru. Nasdaq Composite juga mengalami rekor penutupan karena melonjak 1,3 persen menjadi 12.355,11. Dow Jones Industrial Average bertambah 185,28 poin mengakhiri hari perdagangan di Amerika Serikat pada 29.823,92.

Sentimen juga bisa mendapat dorongan dari harapan vaksin virus corona. Pfizer dan BioNTech mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah mengajukan permohonan ke Badan Obat Eropa untuk otorisasi pemasaran bersyarat dari vaksin virus corona mereka. Jika otorisasi diberikan, itu dapat memungkinkan penggunaan vaksin di Eropa bulan ini, menurut BioNTech.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 91,313 menyusul penurunan awal pekan ini dari level di atas 91,5.

Yen Jepang diperdagangkan pada 104,25 per dolar, turun di bawah 104,1 melawan dolar yang terlihat di awal pekan perdagangan.

PT Equity World | Wall Street koreksi di penghujung November, aksi profit taking jadi pemberat

PT Equity World | Wall Street koreksi di penghujung November, aksi profit taking jadi pemberat

PT Equity World | Wall Street ditutup koreksi pada perdagangan awal pekan ini. Tiga indeks utama kompak melemah walau mencetak penguatan bulanan tertinggi.

Senin (30/11), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,91% ke 29.638,64 poin. Sedangkan indeks S&P 500 melemah 0,46% menjadi 3.621,67 dan indeks Nasdaq Composite koreksi 0,06% ke level 12.198,74.

Di sisi lain, untuk bulan November saja, indeks S&P 500 telah menguat 10,8%. Sementara indeks Dow melesat 11,9% dan Nasdaq naik 11,8%. Ini adalah kenaikan bulanan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq sejak April. Sedangkan bagi Dow Jones, ini adalah penguatan bulanan tertinggi sejak tahun 1987.

Pelemahan tiga indeks utama pada akhir bulan November ini terjadi karena investor melakukan aksi profit taking usai reli tajam dalam beberapa pekan terakhir sebelum libur Thanksgiving.

Sembilan dari 11 sektor utama pada indeks S&P 500 melemah dengan indeks energi jatuh 5,4% dan memimpin penurunan, mengikuti penurunan harga minyak mentah.

Sedangkan sektor teknologi pada S&P 500 naik 0,7%, sebagian berkat penguatan 2,1% pada saham Apple Inc.

IHS Markit melonjak 7,4% setelah raksasa data S&P Global setuju untuk membeli penyedia informasi keuangan tersebut dalam kesepakatan US$ 44 miliar yang akan menjadi akuisisi perusahaan terbesar di tahun 2020.

Penyeimbangan kembali portofolio akhir bulan memainkan peran penting dari pelemahan di bursa saham Amerika Serikat (AS) ini. Para analis menyebut, para investor menguangkan keuntungan setelah kinerja bulanan yang kuat ditandai oleh pembaruan vaksin Covid-19 yang membuat kemajuan dan harapan pemulihan ekonomi yang cepat tahun depan.

Prospek Positif Vaksin Covid-19, Saham Asia Terdorong Naik | PT Equity World

Rotasi ke energi, industri dan keuangan, semua diharapkan oleh banyak investor untuk mengungguli karena ekonomi pulih dari penurunannya, mendorong kenaikan hampir 11% untuk S&P 500 pada bulan November dan membantu Dow Jones Industrial Average membuat keuntungan bulanan terbesar sejak 1987 .

“Saya akan mengaitkan (penurunan Senin) dengan kekhawatiran yang bertambah atas virus corona, dikombinasikan dengan pasar yang hanya ingin mencerna beberapa keuntungan baru-baru ini selama sebulan terakhir,” kata Kepala Strategi Investasi CFRA Sam Stovall.

“Saat Anda berlari dan kehabisan napas, Anda harus memperlambat kecepatan untuk mengatur napas,” lanjut dia.

Setelah ledakan infeksi dan pembatasan bisnis bulan lalu yang menghentikan pemulihan pasar tenaga kerja AS, fokus telah bergeser ke pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell hari Selasa (1/12) di hadapan Komite Perbankan Senat, Beige Book Fed pada hari Rabu dan laporan pekerjaan bulanan pada hari Jumat.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengatakan pada hari Senin bahwa dua vaksin pertama yang akan digunakan untuk melawan virus corona baru dapat tersedia untuk warga AS sebelum Natal.

Saham Moderna Inc pun melonjak 20% setelah mengumumkan rencana untuk mengajukan izin darurat di AS dan Eropa untuk vaksin Covid-19-nya.

Sedangkan saham Macy’s Inc dan Kohl’s Corp masing-masing turun 5,9% dan 3,9%, setelah jumlah pengunjung saat Black Friday di AS lebih kecil dari perkiraan akibat lonjakan kasus Covid-19 yang menumpulkan antusiasme warga untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan.

Sementara itu, saham Nikola Corp anjlok 27% setelah perusahaan itu dan General Motors Co mengumumkan kesepakatan ulang pada kemitraan sel bahan bakar yang menghilangkan saham ekuitas dalam startup untuk pembuat mobil Detroit dan berencana membangun truk pickup listriknya.

Design a site like this with WordPress.com
Get started