Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Semringah Jelang Data Ekonomi Australia dan China

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Semringah Jelang Data Ekonomi Australia dan China

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Kamis pagi (3/6/2021) jelang rilis data Australia dan China.

Di Jepang, indeks Nikkei naik 0,23 persen, sementara itu indeks saham Topix menanjak 0,38 persen. Indeks Korea Selatan Kospi mendaki 0,33 persen. Indeks Australia menguat dengan indeks ASX 200 mendaki 0,15 persen.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,1 persen. Sementara itu, Australia akan merilis data ritel penjualan pada April 2021. Dari China akan keluarkan survei data aktivitas layanan atau jasa dan IPM pada Mei 2021. Demikian dilansir dari CNBC, Kamis (3/6/2021).

Di wall street, indeks saham acuan menguat. Indeks saham Dow Jones naik 25,07 poin ke posisi 34.600,38. Indeks S&P 500 menguat 0,14 persen ke posisi 4.208,12 dan indeks Nasdaq naik 0,14 persen ke posisi 13.756,33.

Indeks dolar AS berada di posisi 89,91, angka ini melemah setelah di posisi 90,1. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 109,59 per dolar AS. Harga minyak cenderung tertekan pada jam perdagangan Asia.

Harga minyak Brent melemah 0,1 persen ke posisi USD 71,28 per barel. Harga minyak berjangka AS merosot 0,13 persen ke posisi USD 68,74 per barel.

Saham Siklikal Masih Tertekan, Wall Street Dibuka Naik Tipis | Equityworld Futures

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Rabu, 2 Juni 2021. Indeks saham S&P 500 bergerak di dekat level tertinggi sepanjang masa.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham acuan S&P 500 naik 0,14 persen menjadi 4.208,12. Indeks saham Dow Jones bertambah 25 poin menjadi 34.600,38. Indeks saham Nasdaq naik 0,14 persen menjadi 13.756,33.

Tiga indeks saham acuan tersebut mendekati level rekor. Indeks saham Dow Jones dan Nasdaq berada 1,4 persen dan 3,2 persen di bawah rekor masing-masing.

Saham energi kembali menguat dan mengungguli pasar lebih luas pada Rabu waktu setempat. Sektor saham energi naik seiring harga minyak mentah melanjutkan kenaikan baru-baru ini. Investor telah membeli saham beberapa perusahaan minyak dan gas terbesar di negara itu, dalam beberapa sesi terakhir. Aksi beli investor itu didorong optimisme pemulihan ekonomi AS mendorong permintaan minytak mentah, tiket pesawat dan aset terkait perjalanan lainnya.

Saham Occidental Petroleum naik hampir 2,7 persen dan Marathon Oil naik 0,9 persen. ETF SDPR sektor energi naik 1,8 persen. Selain itu, pergerakan saham juga didorong harga minyak berjangka West Texas Intermediate naik 1,57 persen menjadi USD 71,35 per barel mendorong lebih tinggi harga minyak setelah berada di level teritnggi sejak 2018 pada Selasa, 1 Juni 2021.

Saham AMC yang populer di kalangan investor ritel dan sering menjadi sasaran mania perdagangan melonjak 95 persen. Saham AMC sempat dihentikan sebentar karena volatilitas. Saham AMC naik 22 persen pada Selasa 1 Juni 2021 setelah mengumpulkan USD 230,5 juta melalui penjualan saham.

Di sisi lain, beberapa saham teknologi utama melemah sehingga bebani pasar. Saham Zoom Video turun sekitar 0,2 persen meski perseroan melaporkan lonjakan laba pada Selasa, 1 Juni 2021. Penjualan tumbuh 191 persen pada kuartal I-2021. Saham Tesla dan Microsoft juga ditutup melemah.

Pasar mungkin tertahan sebelum laporan pekerjaan pada Jumat. AS kemungkinan menambahkan 671.000 nonfarm payrolls atau gaji sektor nonpertanian pada Mei 2021. Angka ini naik dari 266.000 pekerjaan yang ditambahkan pada bulan sebelumnya, menurut ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

Kekhawatiran inflasi dan cara the Federal Reserve mungkin merespons telah membebani sentimen baru-baru ini, meski pun rata-rata indeks saham utama masing di sekitar level tertinggi sepanjang masa.

“Ekspektasi inflasi juga meningkat melampaui apa yang mungkin dapat dicapati dalam waktu dekat. Inflasi sedang naik dalam pandangan kami dan pada akhirnya akan melampaui target the Federal Reserve secara berkelanjutan,” ujar Chief US Equity Strategist Mike Wilson, dilansir dari CNBC, Kamis (3/6/2021).

Ia menambahkan, ekspektasi juga telah meningkat. Kenaikan harga banyak di pasar aset. Di ssi lain, Juni secara historis merupakan bulan yang lemah untuk saham. Akan tetapi, Instinet menunjukkan S&P 500 memiliki rekam jejak lebih baik baru-baru ini, alami kenaikan setiap Juni sejak 2016.

Equityworld Futures | Malaysia Resmi Lockdown, Bursa Asia Justru Menghijau

Equityworld Futures | Malaysia Resmi Lockdown, Bursa Asia Justru Menghijau

Equityworld Futures | Bursa saham Asia menghijau pada perdagangan Selasa (1/6/2021), yang tentunya bisa menjadi kabar baik bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu besok. Pasar saham Indonesia hari ini libur Hari Lahir Pancasila.

Selain indeks Nikkei Jepang dan Sensex India, semua bursa saham Asia menguat pada hari ini. Indeks Shanghai Composite China dan hang Seng Hong Kong menguat masing-masing 0,26% dan 1,08%. Kemudian Kospi Korea Selatan naik 0,56%. Indeks Strait Times Singapura juga menguat 0,56%.

Indeks SET Thailand melesat lebih dari 1,5%. Bahkan, indeks FTSE Malaysia juga menguat 0,15% meski Negeri Jiran mulai melakukan lockdown pada hari ini.

Malaysia resmi menerapkan lockdown nasional secara total untuk semua sektor sosial dan ekonomi mulai hari ini hingga 14 Juni.

Hal tersebut dilakukan setelah pada Jumat (28/5/2021) negara itu memecahkan rekor infeksi harian baru dengan angka 8.290 kasus infeksi. Angka tersebut angka yang tertinggi dalam sejarah pandemi Covid-19 di Malaysia.

Australia Rilis Data PDB Kuartal I 2021, Bursa Saham Asia Beragam | Equityworld Futures

Pengumuman lockdown total disampaikan langsung oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin. “Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang akan diizinkan untuk beroperasi,” ujar Muhyiddin dilansir Straits Times, Sabtu (29/5/2021).

Selain menerapkan lockdown, pemerintah Malaysia juga memberikan stimulus yang membuat bursa Malaysia mampu menguat.

PM Yassin Senin kemarin mengumumkan paket stimulus senilai RM 40 miliar (US$ 9,7 miliar) guna memitigasi dampak dari lockdown.

Dari total stimulus tersebut, sebanyak RM 2,1 miliar merupakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan diberikan kepada masyarakat yang berpendapatan kurang dari RM 5.000 per bulan.

Sementara itu kabar baik datang China, ekspansi sektor manfakturnya menunjukkan peningkatan meski tipis.

Caixin/Markit melaporkan purchasing managers’ index (PMI) manufaktur bulan Mei naik menjadi 52, dari bulan sebelumnya 51,9.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Angka di atas 50 menunjukkan dunia usaha tengah dalam fase ekspansi. Analis yang disurvei Reuters sebelumnya memprediksi ekspansi sektor manufaktur China akan tetap sebesar 51,9.

Equityworld Futures | IHSG Makin Ngegas, 281 Saham Tokcer

Equityworld Futures | IHSG Makin Ngegas, 281 Saham Tokcer

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu naik hingga akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (31/5/2021). IHSG menguat 47,17 poin atau 0,81% ke 5.895,79.

Ada 281 saham naik, 208 saham melemah dan 143 saham flat. Nilai transaksi menyentuh Rp7,76 triliun.

Investor asing mencatat net buy Rp265,69 di seluruh pasar.

Sebelumnya, IHSG dibuka naik 0,35% ke level 5.869,21 pada perdagangan tadi pagi.

Memasuki selang 10 menit IHSG masih lanjut melaju di zona hijau 0,31% di level 5.868,43 jelang libur Hari Lahir Pancasila besok hari.

Nilai transaksi hari ini sebesar Rp0,6 triliun dan terpantau investor asing membeli bersih Rp43 miliar di pasar reguler. Pada pukul 09.10 WIB, data BEI mencatat asing masuk Rp64 miliar di pasar reguler.

Harga Emas Antam Masih Betah di Rp965.000 per Gram | Equityworld Futures

Adapun hingga jelang pukul 09:30 WIB, IHSG masih menguat pada kisaran level 5.877,419.

Sekadar informasi, IHSG secara teknikal diprediksi bergerak dengan pola candlestick bearish counter attack yang menguji resistance moving average 20 hari dikisaran 5.906.

IHSG (+0.12%) menutup pekan dengan menguat tipis 6.79 poin kelevel 5848.62 dengan trend pergerakan menurun hingga sempat berada dizona negatif dihari jumat. Saham TLKM (-3.3%), ARTO (+2.6%) dan TOWR (-5.2%) yang pada perdagangan sebelumnya menjadi leader penguatan kali ini berbalik menjadi laggard pada pergerakan IHSG.

” Investor domestik terlihat melakukan aksi ambil untung sehingga tercatat investor asing memimpin net buy sebesar Rp343.32 miliar pada pasar reguler, ” ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (31/5/2021).

Mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat kecuali indeks CSI300 (-0.32%) yang ditutup melemah. Indeks Nikkei (+2.10%) dan TOPIX(+1.91%) naik mengiringi penguatan indeks berjangka AS yang optimis. Data ekonomi AS yang mendukung menjadi salah satu faktor utama. MSCI Asia Pacific Index naik sebanyak 1,2%, memperpanjang kenaikannya selama seminggu menjadi lebih dari 2%.

” Sebuah ukuran perusahaan kebijaksanaan konsumen memberikan dorongan terbesar untuk patokan regional, dengan pembuat mobil Jepang Toyota Motor dan Honda Motor di antara kontributor utama, ” imbuhnya.

Bursa Eropa menutup pekan dengan menguat. Indeks Eurostoxx (+0.78%), FTSE (+0.04%), DAX (+0.74%) dan CAC40 (+0.75%) naik lebih dari setengah persen. Ekuitas Eropa mencapai rekor tertinggi kedua dalam beberapa hari didorong oleh ekspektasi bahwa ECB tidak akan menginjakan rem-nya pada langkah-langkah stimulus meskipun bukti memuncak dari reboundnnya ekonomi yang lebih cepat.

” Ketakutan overheating tampaknya mereda, dengan komoditas dan imbal hasil obligasi keduanya turun, yang terakhir meskipun sinyal tapering lembut dari Fed, ” jelasnya.

Indeks saham di Wallstreet kompak dibuka pada zona positif mengikuti bursa Asia dan Eropa. Indeks DJIA (+0.19%), S&P500 (+0.08%), NASDAQ (+0.09%) dan NYSE (+0.14%) menguat tipis. Ekuitas AS mencatatkan kenaikan bulanan keempat berturut-turut karena data menandakan prospek untuk rebound yang berkelanjutan dari Ekonomi terbesar dunia melebihi kekhawatiran akan dampak inflasi yang lebih capat.

“Investor fokus pada prospek pengeluaran yang lebih tinggi yang dapat mendorong pertumbuhan, bahkan setelah konsumsi pribadi naik paling tinggi dalam dua dekade, ” jelasnya.

Presiden Joe Biden mengeluarkan proposal anggaran penuh pertamanya, merinci ambisinya untuk memperluas ukuran dan ruang lingkup pemerintah federal dengan pengeluaran lebih dari US$6 triliun selama tahun fiskal mendatang. selanjutnya investor akan terfokus pada data awal bulan seperti indeks kinerja manufaktur dan tingkat inflasi. Sedangkan untuk laju IHSG, indikator stochastic dan rsi memberikan momentum bullish dengan MACD yang membentuk pola cross overpositif pada kondisi undervalue. Secara teknikal IHSG berpotensi kembali mencoba uji resistance MA20 dengan menguat pada support resistance 5.815-5.906.

PT Equity World | Wall Street Berpesta, Mengapa Rupiah Bermuram Durja?

PT Equity World | Wall Street Berpesta, Mengapa Rupiah Bermuram Durja?

PT Equity World | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot pagi ini. Faktor musiman sepertinya menjadi penyebab depresiasi mata uang Tanah Air.

Pada Jumat (28/5/2021), US$ 1 setara dengan Rp 14.285 kala pembukaan pasar spot. Sama persis dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya atau stagnan.

Wall Street: S&P 500, Dow naik lebih tinggi karena klaim pengangguran mingguan turun | PT Equity World

Namun tidak lama kemudian rupiah masuk jalur merah. Pada pukul 09:06 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.300 di mana rupiah melemah 0,11%.

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot di posisi Rp 14.285/US$. Ini adalah posisi terkuat sejak 19 Mei lalu.

Mata uang Ibu Pertiwi sedang berada dalam tren menguat. Selama sebulan terakhir, rupiah terapresiasi 1,35% di hadapan dolar AS secara point-to-point.

PT Equity World | Wall Street menguat, pejabat The Fed meredakan kekhawatiran soal kenaikan inflasi AS

PT Equity World | Wall Street menguat, pejabat The Fed meredakan kekhawatiran soal kenaikan inflasi AS

PT Equity World | Indeks utama Wall Street naik tipis pada perdagangan Rabu (26/5), setelah pernyataan The Fed membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang tinggi, sementara penurunan imbal hasil obligasi baru-baru ini mendukung saham-saham sektor teknologi kelas berat.

Mengutip Reuters, pada pukul 9:40 am ET, Dow Jones Industrial Average naik 53,58 poin, atau 0,16% ke level 34.366,04, S&P 500 naik 6,12 poin, atau 0,15% ke level 4.194,25, dan Nasdaq Composite naik 55,28 poin, atau 0,40 % ke level 13.712,46.

Saham Apple Inc, Amazon.com Inc dan Alphabet Inc naik sekitar 0,2% dan 0,5%, karena imbal hasil pada US Treasury bertenor 10-tahun berdiri di posisi terendah lebih dari dua minggu di 1,557%.

Penilaian tekanan imbal hasil yang lebih tinggi untuk saham teknologi dan pertumbuhan lainnya, yang arus kas masa depannya didiskon dengan harga yang lebih tinggi.

“Teknologi telah mengumpulkan banyak tekanan di tengah kekhawatiran bahwa suku bunga harus dinaikkan tetapi sekarang karena inflasi telah dianggap berlebihan, fund manajer menumpuk kembali ke bagian tertentu,” kata Thomas Hayes, anggota pengelola di Great Hill Capital Llc di New York seperti dikutip Reuters.

Bursa Asia Beragam, Saham Xiaomi di Hong Kong Melonjak | PT Equity World

“Orang-orang menyadari bahwa akan ada komponen utama inflasi yang bersifat sementara dan akan ada beberapa inflasi moderat yang akan terus berlanjut.”

Setelah kekhawatiran kenaikan inflasi mengguncang indeks utama Wall Street awal bulan ini, semua mata akan tertuju pada laporan konsumsi pribadi bulanan AS yang diawasi ketat, pengukur inflasi favorit Fed, yang akan dirilis akhir pekan ini.

Wakil Gubernur Fed Richard Clarida meremehkan efek dari tekanan harga yang lebih tinggi pada hari Selasa, menyuarakan kepercayaan pada kemampuan bank sentral untuk merekayasa “soft landing” jika harga terus meningkat melebihi apa yang diharapkan.

Saham terkait Cryptocurrency termasuk yang ada di Riot Blockchain, Marathon Patent Group dan Coinbase Global naik antara 5,1% dan 2,2% karena bitcoin naik kembali di atas US$ 40.000 untuk pertama kalinya minggu ini.

Saham Ford Motor Co naik 4,9% setelah menguraikan rencana untuk meningkatkan pengeluaran untuk upaya elektrifikasi lebih dari sepertiga.

PT Equity World | Bursa Saham Asia Dibuka Positif

PT Equity World | Bursa Saham Utama Asia dibuka Positif.

Sementara itu di Wall Street, Dow Jones Industrial turun 0 ke 0, S&P 500 turun 0 ke 0 dan Nasdaq 100 turun 0 ke 0 .

Spot Metal Gold turun 7.47 ke 1873.6 dan WTI Crude Oil naik 0.15 ke 66.2.

Berikut ini rangkuman bursa saham Asia:

Singapura Catat Ekonomi Tumbuh 1,3 Persen, Bursa Saham Asia Menguat
| PT Equity World

China CSI 300 – 5183 (+0.53%)

China SHANGHAI 50 – 3530 (+0.92%)

Jakarta JCI – 5790 (+0.46%)

Taiwan TAIEX – 16589 (+1.54%)

Malaysia FKLCI – 1568 (-0.22%)

Singapore STI – 3140 (+0.51%)

Malaysia FKLCI – 1562 (-0.83%)

Singapore STI – 3118 (+0.26%)

PT Equity World | Bursa Saham Asia Dibuka Positif

PT Equity World | Bursa Saham Utama Asia dibuka Positif.

Sementara itu di Wall Street, Dow Jones Industrial turun 0 ke 0, S&P 500 turun 0 ke 0 dan Nasdaq 100 turun 0 ke 0 .

Spot Metal Gold turun 7.47 ke 1873.6 dan WTI Crude Oil naik 0.15 ke 66.2.

Berikut ini rangkuman bursa saham Asia:

Singapura Catat Ekonomi Tumbuh 1,3 Persen, Bursa Saham Asia Menguat
| PT Equity World

China CSI 300 – 5183 (+0.53%)

China SHANGHAI 50 – 3530 (+0.92%)

Jakarta JCI – 5790 (+0.46%)

Taiwan TAIEX – 16589 (+1.54%)

Malaysia FKLCI – 1568 (-0.22%)

Singapore STI – 3140 (+0.51%)

Malaysia FKLCI – 1562 (-0.83%)

Singapore STI – 3118 (+0.26%)

Equity World | Naik Tipis, Simak Rincian Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini

Equity World | Naik Tipis, Simak Rincian Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini

Equity World | Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada hari ini, Senin (24/5/2021) mengalami kenaikan. Dikutip dari situs remis Logam Mulia, harga emas Antam dibanderol pada Rp 959.000 per gram. Harga tersebut naik Rp 1.000 per gram dari sebelumnya yang sebesar Rp 958.000 per gram.

Kenaikan juga diikuti pada harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut, yakni sebesar Rp 1.000 per gram. Harga buyback emas batangan Antam hari ini menjadi berada di angka Rp 869.000 per gram, dari sebelumnya sebesar Rp 868.000 per gram.

Wall Street dan Bursa Asia Menguat, IHSG Diprediksi ke Zona Hijau | Equity World

Tetapi perlu diketahui, harga emas Antam tersebut adalah yang berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara pada gerai penjualan emas Antam lain harganya bisa saja berbeda. Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Equity World | Wall Street Akhirnya Menguat Ditopang Saham Google hingga Apple

Equity World | Wall Street Akhirnya Menguat Ditopang Saham Google hingga Apple

Equity World | Indeks-indeks utama Wall Street rebound pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Wall Street menguat setelah penurunan tiga hari, didukung oleh reli saham-saham teknologi ketika klaim pengangguran mingguan terendah sejak dimulainya resesi yang didorong pandemi mengangkat sentimen investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 188,11 poin atau 0,55%, menjadi menetap di 34.084,15 poin. Indeks S&P 500 bertambah 43,44 poin atau 1,06%, menjadi ditutup pada 4.159,12 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 236,00 poin atau 1,77% menjadi berakhir di 13.535,74 poin, dilansir dari Antara, Jumat (21/5/2021).

Jumat Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Menguat | Equity World

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi dan jasa komunikasi masing-masing terangkat 1,87% dan 1,67%, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor energi kehilangan 0,12%, satu-satunya kelompok yang menurun.

Saham-saham raksasa teknologi AS, yang disebut grup FAANG terdiri dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan induk perusahaan Google, Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi.

Equity World | IHSG tertekan sentimen eksternal dan internal, simak proyeksinya ke depan

Equity World | IHSG tertekan sentimen eksternal dan internal, simak proyeksinya ke depan

Equity World | Harga Saham Gabungan (IHSG) masih kurang berstamina. Pada Rabu (19/5), IHSG melemah 1,27% ke level 5.760,584. Pelemahan IHSG dipicu oleh sentimen eksternal dan internal.

Analis Phillip Sekurits Indonesia Dustin Dana Pramitha menilai, proyeksi sentimen awal tahun memang cukup berbeda dengan kondisi saat ini. Amerika Serikat sendiri sudah semakin nyata menghadapi ancaman inflasi yang semakin meningkat.

Ditambah lagi, sebenarnya India sudah bisa mengurangi angka Covid-19 bahkan sudah memproduksi vaksin yang cukup banyak. Akan tetapi, stok vaksin di India menipis setelah gelombang besar Covid-19 yang diikuti lonjakan kasus dan kematian.

“Jadi buat investor yang awalnya sudah berkurang kekhawatiran nya tentang Covid-19, sekarang timbul lagi,” terang Dustin.

Indonesia juga masih berkutat mengatasi kasus Covid19 di tanah air. Belum lagi, perekonomian yang masih cenderung datar (flat).

“Tekanan dari gambaran inflasi AS + Covid di Regional Asia menjadi sentimen besar dan melemahkan indeks,” sambung dia.

Neraca Dagang Bakal Bayangi IHSG, Cek Saham Pilihan Ini | Equity World

Ke depan, Phillip Sekuritas menilai sentimen besar masih berasal dari perkembangan Covid-19 dan menunggu rilis pidato The Fed yang dijadwalkan digelar Kamis pagi. Selain itu, pasar juga perlu mencermati realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021, apakah sudah optimal atau realisasi nya lebih rendah dari rencana.

Sebab di dalam anggaran tersebut terdapat anggaran yang dirasa cukup mampu mendongkrak ekonomi Indonesia di tahun ini.

Pasar juga perlu melihat realisasi kebijakan UU Cipta Kerja yang diharapkan dapat menarik perusahaan asing ke Indonesia dan harapan nya dapat menambah lapangan pekerjaan.

Untuk tahun ini, jika melihat dari base case yang disusun oleh tim riset Phillip Sekuritas Indonesia, IHSG berpotensi mencapai level 6.820, yang mencerminkan pertumbuhan EPS sebesar 30% dan P/E sebesar 17,4 kali.

Equity World | Naik lagi, ini daftar lengkap harga emas Antam untuk siang ini (19/5)

Equity World | Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada Rabu (19/5)

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 948.000. Harga emas Antam ini naik Rp 1.000 dari harga Selasa (18/5) yang berada di level Rp 947.000 per gram.

Harga Emas di Pegadaian Kompak Naik, Jangan Lupa Bersyukur! | Equity World

Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 858.000 per gram. Harga tersebut juga naik Rp 1.000 dibandingkan harga buyback pada Selasa (18/4) yang ada di Rp 857.000 per gram.

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Rabu (19/5) dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp 524.000
Harga emas 1 gram: Rp 948.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.515.000
Harga emas 10 gram: Rp 8.975.000
Harga emas 25 gram: Rp 22.312.000
Harga emas 50 gram: Rp 44.545.000
Harga emas 100 gram: Rp 89.012.000
Harga emas 500 gram: Rp 444.320.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 888.600.000

Equity World | Naik lagi, ini daftar lengkap harga emas Antam untuk siang ini (19/5)

Equity World | Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada Rabu (19/5)

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 948.000. Harga emas Antam ini naik Rp 1.000 dari harga Selasa (18/5) yang berada di level Rp 947.000 per gram.

Harga Emas di Pegadaian Kompak Naik, Jangan Lupa Bersyukur! | Equity World

Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 858.000 per gram. Harga tersebut juga naik Rp 1.000 dibandingkan harga buyback pada Selasa (18/4) yang ada di Rp 857.000 per gram.

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Rabu (19/5) dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp 524.000
Harga emas 1 gram: Rp 948.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.515.000
Harga emas 10 gram: Rp 8.975.000
Harga emas 25 gram: Rp 22.312.000
Harga emas 50 gram: Rp 44.545.000
Harga emas 100 gram: Rp 89.012.000
Harga emas 500 gram: Rp 444.320.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 888.600.000
Design a site like this with WordPress.com
Get started