Equityworld Futures | Turun Terus! Terus Turun, Begini Nasib Emas Antam Pekan Ini

Equityworld Futures | Harga emas dunia belum sekalipun mencatat kenaikan di pekan ini, berbanding terbalik dengan prediksi para analis sebelumnya. Alhasil, harga emas Antam di dalam negeri juga turun terus.

Pada perdagangan Jumat (6/8/2021), harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk ini turun Rp 2.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 939.000/batang, secara persentase turun 0,21%, berdasarkan data dari logammulia.com, situs resmi PT Antam.

IHSG diprediksi menguat dibayangi aksi ambil untung | Equityworld Futures

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 519,500 521,500 523,500
1 gr 939,00 943,000 947,000
2 gr 1,818,000 1,826,000 1,834,000
3 gr 2,702,000 2,714,000 2,726,000
5 gr 4,470,000 4,490,000 4,510,000
10 gr 8,885,000 8,924,000 8,964,000
25 gr 22,087,000 22,186,000 22,285,000
50 gr 44,095,000 44,293,000 44,491,000
100 gr 88,112,000 88,508,000 88,905,000
250 gr 220,015,000 221,005,000 221,995,000
500 gr 439,820,000 441,799,000 443,778,000
1000 gr 879,600,000 883,558,000 887,516,000

Harga emas dunia pada perdagangan kemarin kembali turun 0,41% ke 1.804/troy ons yang menyeret turun emas Antam hari ini. Padahal baik para analis dan pelaku pasar melihat harga emas dunia berpeluang melesat di pekan ini, terlihat dari survei mingguan yang dilakukan Kitco.

Pada pekan lalu, survei terhadap 14 analis di Wall Street menunjukkan sebanyak 11 orang atau 79% memberikan proyeksi bullish (tren naik), sisanya netral, tidak ada satu pun yang memberikan proyeksi bearish (tren turun).

Sementara survei yang dilakukan terhadap investor dan pelaku pasar lainnya atau yang dikenal dengan Main Street, dengan 862 partisipan menunjukkan 70% memberikan proyeksi bullish, 18% bearish, dan sisanya netral.

Tanda-tanda emas dunia akan melesat sebenarnya muncul pada Rabu lalu. Emas sempat melesat lebih dari 1%, tetapi akhirnya berbalik arah. Sebabnya, wakil ketua bank sentral AS (The Fed) Richard Clarida yang mengindikasikan tapering bisa dilakukan tahun ini, dan suku bunga naik di awal 2023.

Tapering merupakan musuh utama emas, pernah terjadi di tahun 2013, logam mulia akhirnya masuk tren menurun hingga 2015.

Data tenaga kerja AS yang akan dirilis malam ini bisa membuat emas berbalik arah kembali naik, atau malah jeblok lebih dalam, dan emas Antam akan mengikuti pada perdagangan Sabtu besok.

Data tenaga kerja AS merupakan salah satu acuan The Fed dalam melakukan tapering. Hasil polling yang dilakukan Reuters menunjukkan tingkat pengangguran AS di bulan Juni turun menjadi 5,7% dari bulan sebelumnya 5,9%. Sementara perekrutan tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payrolls/NFP) sebanyak 880.000 orang, lebih tinggi dari bulan Mei 850.000 orang.

Namun, data tenaga kerja versi Automatic Data Processing Inc. (ADP) yang dirilis Rabu lalu mengecewakan. ADP kemarin melaporkan sepanjang bulan Juli perekonomian AS mampu menyerap 330.000 tenaga kerja, turun lebih dari setengah dari bulan sebelumnya 680.000 tenaga kerja, serta jauh di bawah prediksi kenaikan menjadi 695.000 tenaga kerja.

Data ADP kerap dijadikan acuan rilis data tenaga kerja versi pemerintah, jika mengecewakan juga maka harga emas dunia berpeluang balik menguat. Tetapi jika data itu bagus, maka emas terancam turun lebih dalam.

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Beragam Imbas Wall Street yang Melemah

Equityworld Futures |Bursa saham Asia Pasifik menguat tipis pada perdagangan Kamis pagi (5/8/2021) seiring tekanan terhadap bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street. Hal itu yang membuat indeks Dow Jones turun lebih dari 300 poin.

Di bursa saham Asia, indeks Nikkei 225 naik 0,15 persen pada awal perdagangan. Indeks Topix mendatar. Indeks Korea Selatan Kospi menguat tipis 0,1 persen.

Segini Harga Emas Antam Dijual pada 5 Agustus 2021 | Equityworld Futures

Di Australia, indeks saham ASX200 sedikit berubah. Australia akan merilis data perdagangan Juni pada Kamis pagi. Demikian dilansir dari CNBC, Kamis pekan ini.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang cenderung mendatar. Di bursa saham AS, indeks Dow Jones melemah 323,73 poin ke posisi 34.792,67. Indeks S&P 500 merosot 0,46 persen ke posisi 4.402. Indeks Nasdaq naik 0,13 persen menjadi 14.780.

Pergerakan wall street terjadi setelah data pekerjaan dari ADP di bawah harapan. Survei penggajian swasta menunjukkan kenaikan 330.000 pekerjaan pada Juli 2021. Angka ini di bawah perkiraan konsensus 653.000.

Rilis nonfarm payroll Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat yang lebih dicermati investor akan keluar pada Jumat pekan ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Lanjut Naik, Investor Tunggu Data Ekonomi AS

Equityworld Futures | Harga emas lanjut naik pada Rabu (04/08) petang. Saat menerima dorongan dari dolar AS yang melemah, logam kuning bergerak dalam kisaran yang sempit karena investor masih menunggu pengumuman data pekerjaan AS terbaru.

Harga emas berjangka naik 0,09% di $1.815,65 per troy ons pukul 13.12 WIB. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, turun 0,06% di 92,035 dan mendekati posisi terendah baru-baru ini.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp5.000 dari Rp948.000 pada Selasa menjadi Rp943.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.23 WIB.

“Emas, seperti pasar mata uang, tampaknya berada dalam mode tunggu dan lihat… aksi harga emas tetap konsolidasi tetapi secara struktural positif dan saya percaya itu menunjukkan kenaikan lebih lanjut ke depan. Rata-rata pergerakan 100 dan 200 hari yang konvergen menunjukkan penembusan akan datang dan saya yakin data AS hari Jumat akan menjadi katalis,” Analis Pasar Senior OANDA untuk Asia Pasifik Jeffrey Halley menyatakan kepada Reuters.

Turun Rp4.000 Per Gram, Ini Daftar Harga Emas Antam | Equityworld Futures

Di sisi data, investor menunggu perubahan ketenagakerjaan nonpertanian ADP untuk bulan Juli, di samping Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Komposit Markit (PMI), { {ecl-1062||PMI layanan}} dan PMI non manufaktur dari Institute of Supply Management (ISM), pada sesi hari ini.

Data tersebut muncul menjelang laporan pekerjaan AS terbaru, yang akan dirilis pada hari Jumat.

Dengan Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa kenaikan suku bunga masih “jauh” saat The Fed merilis keputusan kebijakannya selama seminggu terakhir, pejabat Fed lainnya juga mendukung statemen itu.

Pasar tenaga kerja akan membutuhkan waktu untuk pulih dari dampak COVID-19 dan lebih banyak yang harus dilakukan agar ekonomi dapat sepenuhnya kembali ke jalurnya, Gubernur Federal Reserve AS Michelle Bowman mengatakan pada hari Selasa. Pandangan Bowman juga digaungkan oleh Presiden Fed San Francisco Mary Daly.

Bank of England (BOE) dan Reserve Bank of India akan memberikan keputusan kebijakan masing-masing pada hari Kamis dan Jumat.

Di Asia, Indeks manajer pembelian jasa Caixin (PMI), yang dirilis sebelumnya, mencapai angka 54,9 pada bulan Juli. Angka tersebut lebih tinggi dari 50,3 dari bulan sebelumnya.

Kepemilikan SPDR Gold Trust (P:GLD) turun 0,2% menjadi 1.027,97 ton pada hari Selasa.

Di logam mulia lainnya, perak naik 0,56% di 25,725 dan platinum naik tipis 0,02% ke 1.045,00. Palladium naik tipis 0,21% ke 2.649,00 setelah mencapai titik tertinggi satu minggu di $2,707,28 selama sesi sebelumnya.

Equityworld Futures | Wall Street loyo, S&P 500 dan Dow Jones koreksi di tengah lonjakan virus corona

Equityworld Futures | Wall Street loyo, S&P 500 dan Dow Jones koreksi di tengah lonjakan virus corona

Equityworld Futures | Wall Street tampil loyo di awal pekan ini. Dua dari tiga indeks utama ditutup melemah karena kekhawatiran tentang varian Delta dan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang melambat membayangi optimisme seputar lebih banyak stimulus fiskal serta laporan kinerja kuartal kedua yang kuat.

Senin (2/8), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 97,31 poin atau 0,28% menjadi 34.838,16, indeks S&P 500 koreksi 8,1 poin atau 0,18% ke level 4.387,16. Hanya indeks Nasdaq Composite yang naik tipis 8,39 poin atau 0,06% ke posisi 14.681,07.

Dalam perdagangan tersebut, hanya empat dari 11 sektor di indeks S&P yang diperdagangkan lebih tinggi, di antaranya sektor utilitas dan real estat. Sektor tersebut umumnya dianggap sebagai taruhan yang aman pada saat terjadi ketidakpastian.

Imbal Hasil Treasury AS Turun, Wall Street Melemah | Equityworld Futures

Sementara itu, salah satu pejabat Federal Reserve Christopher Waller mengatakan dalam wawancaranya dengan CNBC di akhir sesi bahwa The Fed dapat mulai mengurangi dukungannya terhadap ekonomi pada bulan Oktober. Tetapi dengan syarat, jika dua laporan tenaga kerja bulanan berikutnya, masing-masing menunjukkan pekerjaan meningkat sebesar 800.000 hingga 1 juta.

Dia juga menyarankan bank sentral dapat mengumumkan hal tersebut pada bulan September, untuk mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan. Ini akhirnya dapat mengangkat imbal hasil obligasi namun bukan berita terbaik untuk pasar saham.

Data pada hari sebelumnya menunjukkan, bahwa meskipun manufaktur AS tumbuh pada bulan Juli, lajunya melambat untuk bulan kedua berturut-turut. Hal itu terlihat dari pengeluaran diputar kembali ke layanan dari barang, dan kekurangan bahan baku tetap ada.

Data yang lebih lemah dari perkiraan juga mengirim imbal hasil obligasi AS ke level terendah sejak 20 Juli. Ini turut menjatuhkan sektor saham blue-chip Dow Jones dari rekor tertinggi intra-day yang sempat terjadi di awal perdagangan.

“Masalah untuk pasar adalah munculnya ketakutan terkait pertumbuhan ekonomi”, kata Rob Haworth, Senior Investment Strategist di US Bank.

Dia melanjutkan, hal tersebut terkait kebijakan yang lebih ketat di China dengan infeksi yang meningkat di 14 provinsi sekarang. “Belum lagi ada pertanyaan tentang seberapa jauh AS harus pergi dengan mandat menggunakan masker lagi.”

Pada perdagangan kali ini, saham Square Inc, perusahaan pembayaran yang dimiliki salah satu pendiri Twitter Inc, Jack Dorsey, melonjak usai mengatakan akan membeli perusahaan asal Australia yang menjadi pelopor pembayaran pay later, Afterpay Ltd, sebesar US$ 29 miliar.

Dengan data aktivitas manufaktur yang lebih lemah dari yang diharapkan, fokus investor sekarang beralih ke data sektor jasa yang dirilis pada hari Rabu (4/8) dan laporan tenaga kerja bulanan dari Departemen Tenaga Kerja yang dirilis Jumat (6/8).

Setelah laporan triwulanan beragam dari raksasa teknologi minggu lalu, semua mata akan tertuju pada pendapatan dari perusahaan termasuk Eli Lilly and Co, CVS Health Corp dan General Motors Co.

Equityworld Futures | MAKI Berharap DPR Bentuk Pansus Usut Kasus Impor Emas

Equityworld Futures | Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman mendesak aparat penegak hukum agar serius membongkar dugaan skandal penyelundupan impor emas batangan yang dilakukan PT Aneka Tambang (Antam).

Pasalnya dugaan penyelundupan emas dari Singapura ke Indonesia yang terjadi di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta itu bernilai fantastis yakni sebesar Rp 47,1 triliun.

Menurut Boyamin, keseriusan Kejagung dalam mengusut skandal sangat penting.

Sebab sangat mungkin banyak aktor di balik skandal besar tersebut.

“Ini skandal besar, Kejaksaan Agung harus serius mengusut masalah ini,” kata Boyamin kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/8/2021).

IHSG menguat 0,44% ke 6.096 pada Senin (2/8) | Equityworld Futures

Bahkan, menurut Boyamin, seharusnya tidak hanya Kejaksaan Agung yang turun tangan membongkar skandal ini, tetapi juga bisa penegak hukum yang lain.

Ini mengingat banyaknya pelanggaran hukum di balik kasus ini.

“Saya kira penegak hukum lain perlu juga terlibat. Kepolisian misalnya mengusut soal pemalsuan dan penipuannya dalam hal ini kasus mengubah kode. Itu kan bisa terjadi penipuan. KPK bisa turun dalam kasus suap atau korupsinya,” jelasnya.

Oleh karenanya, MAKI juga setuju dengan rencana DPR terkait pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Skandal Impor Emas PT Antam ini.

Dengan Pansus, kata dia, akan dapat dibongkar dan diketahui aktor utamanya.

“DPR menurut saya membuat Pansus seperti Century untuk meneliti sebenarnya pemainnya ini siapa, yang mendapatkan keuntungan paling besar di belakang perusahaan (Antam) ini siapa. Siapa saja yang terlibat, DPR bisa menggali,” tegasnya.

Kasus terungkap saat Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan menyebutkan ada dugaan kasus penggelapan uang bermodus impor emas melalui Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Tangerang.

Hal itu diungkapkannya saat rapat bersama Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin pada Senin (14/6/2021) lalu.

Arteria bahkan meminta Kejaksaan Agung memeriksa petinggi Antam, lantaran menduga ada keterlibatan perusahaan ini terkait penggelapan dana dari impor emas.

a menyebut ada indikasi manipulasi produk emas dengan mengubah kode HS untuk impor tersebut.

Sehingga yang seharusnya dikenakan bea masuk hingga 5 persen tapi menjadi 0 persen ketika tiba di Indonesia.

Tanggapan Antam

Sebelumnya, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam menanggapi tudingan keterlibatan dalam dugaan kasus penggelapan uang bermodus impor emas senilai Rp 47,1 triliun.

Selain Antam, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga disebut terlibat.

SVP Corporate Secretary Antam Yulan Kustiyan mengatakan, sebagai perusahaan pelat merah, Antam telah memenuhi seluruh ketentuan dalam impor emas sesuai dengan praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

“Antam senantiasa berkomitmen mematuhi peraturan yang berlaku dalam setiap lini bisnis Perusahaan, termasuk dalam kegiatan impor emas yang dilakukan perusahaan melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia,” ujar Yulan kepada Kompas.com, Selasa (22/6/2021).

Ia menjelaskan, Antam memang melakukan impor emas yakni gold casting bar atau emas hasil tuangan dengan berat 1 kilogram untuk bahan baku produk logam mulia.

Produk tersebut masuk dalam kategori pos tarif (HS Code) 7108.12.10 berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 6/PMK.010/2017.

Menurut Yulan, perseroan telah memenuhi ketentuan dalam impor produk emas tersebut, termasuk dalam hal kewajiban tarif bea masuk.

“Perusahaan secara transparan telah melaksanakan seluruh kewajiban sebagai importir, termasuk aspek perpajakan, dan senantiasa bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung penerapan tata kelola impor sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata dia.

Yulan menjelaskan, emas casting bar yang di impor Antam masuk ke golongan emas non-monetary. Emas ini dalam bentuk bongkah, ingot atau batang tuangan.

Emas tersebut tidak diperjual belikan secara langsung, tapi digunakan sebagai bahan baku yang kemudian di lebur dan di olah kembali menjadi produk hilir emas (minting bar) dengan teknologi certy eye.

Nanti akan menjadi pecahan emas 0,5-100 gram, serta varian lain seperti gift series, emas seri batik dan lain sebagainya yang dibuat di pabrik pengolahan dan pemurnian UBPP Logam Mulia.

“Impor emas casting bar (ingot dalam pecahan 1 kilogram) diperuntukan sebagai bahan baku pembuatan produk emas minted bar yang kemudian dijual kepada pelanggan,” jelas Yunan.

PT Equity World | Angin Segar dari Ekonomi AS, Akankah Menular ke yang Lain?

PT Equity World | Angin Segar dari Ekonomi AS, Akankah Menular ke yang Lain?

PT Equity World | Pasar saham dan mata uang menguat pada perdagangan Kamis (29/7/2021), sementara obligasi diburu yang mengindikasikan masih ada risiko ekonomi yang diantisipasi pasar. Hari ini, angin segar berhembus dari Amerika Serikat (AS).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan apresiasi 0,53% (32,2 poin) ke 6.120,727. Investor memanfaatkan eforia di bursa Asia untuk mengoleksi saham yang sudah tertekan, dan menafikan temuan virus Covid-19 varian Delta plus di Tanah Air.

Seluruh bursa utama Asia memang menguat kemarin, dipimpin indeks Hang Seng Hongkong dengan reli sebesar 3,3%, disusul indeks bursa Shenzen yang menguat 3%. Keduanya terkoreksi parah dalam perdagangan dua hari sebelumnya akibat pengetatan kebijakan pemerintah China terhadap perusahaan digital yang tercatat di bursa luar negeri.

Wall Street Melambung, Indeks Dow Jones Sentuh Rekor Usai Investor Abaikan Data Ekonomi | PT Equity World

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi sebesar Rp 13,3 triliun dengan 22,7 miliar saham berpindah tangan sebanyak 1,47 juta kali. Investor asing mencetak pembelian bersih (net buy) senilai Rp 65,1 miliar di pasar reguler.

Saham unggulan yang pada perdagangan Rabu tertekan, kemarin berbalik menguat, terutama saham-saham bank buku IV. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencetak nilai transaksi yang terbesar, yakni mencapai Rp 510 miliar dalam sehari kemarin.

Di pasar uang, rupiah bertengger di jalur hijau, di tengah tren koreksi dolar Amerika Serikat (AS) secara global, di mana indeks dolar AS sempat jeblok 0,27% ke 92,077.

Tekanan atas Greenback terjadi setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mempertahankan suku bunga acuan dan tak memberikan kepastian mengenai kapan dimulainya kebijakan tapering (pengurangan pembelian surat berharga di pasar).

Melansir data Refinitiv, rupiah yang dibuka menguat 0,03% di Rp 14.480/US$ sempat tertekan dan melemah 0,07%, sebelum tertahan di zona merah nyaris sepanjang hari. Namun di ujung perdagangan, Mata Uang Garuda ini bangkit dan menguat 0,03% ke Rp 14.480/US$.

Sementara itu, data Bank Indonesia (BI) menyebutkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di level Rp 14.491 per dolar AS, alias menguat 0,05% dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya.

Tidak hanya rupiah, mayoritas mata uang utama Asia pun berjaya di hadapan Greenback pada sore kemarin. Hanya peso Filipina dan baht Thailand yang melemah.

PT Equity World | IHSG Kamis Siang Rebound 0,3% ke Level 6.104; Bursa Asia Menguat oleh the Fed yang Dovish

PT Equity World | Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (28/7) terpantau rebound 16,128 poin (0,26%) ke level 6.104,651 setelah dibuka naik ke level 6.118,935. IHSG bangkit dari koreksi 2 hari sebelumnya searah regional, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat dipimpin rebound tajam Hang Seng serta setelah the Fed mempertahankan suku bunga acuannya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau menguat terbatas 0,01% atau 2 poin ke level Rp 14.491, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah melemah 3 hari di sesi global sebelumnya; tertekan oleh sikap the Fed Powell yang menilai kenaikan bunga belum masuk dalam radar. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.493.

Orang RI Habis-Habisan: Emas Batangan-Motor Digadai Pandemi! | PT Equity World

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 30,412 poin (0,50%) ke level 6.118,935. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,723 poin (0,45%) ke level 834,423. Siang ini IHSG rebound 16,128 poin (0,26%) ke level 6.104,651. Sementara LQ45 terlihat naik 0,11% atau 0,943 poin ke level 831,643.

Siang ini delapan dari sebelas sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang menanjak 1,76%, diikuti sektor teknologi yang naik 1,59%.

Tercatat sebanyak 237 saham naik, 236 saham turun dan 161 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 935,25 kali transaksi sebanyak 13,14 miliar lembar saham senilai Rp 7,070 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya menguat, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,70%, dan Hang Seng yang naik 2,74%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Bank Bumi Arta (BNBA) 10,90%, Adaro (ADRO) 4,72%, Elang Mahkota (EMTK) 3,82%, dan Saratoga (SRTG) 3,02%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bangkit dan bertahan di zona hijau searah regional, sedangkan bursa kawasan Asia menguat dipimpin rebound Hang Seng setelah the Fed kembali dovish. Berikutnya IHSG kemungkinan tetap bertahan di zona hijau, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.135 dan 6.231. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.913, dan bila tembus ke level 5.884.

PT Equity World | Rabu Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Terkoreksi Monitoring Pasar Tiongkok

Equityworld Futures | Kekhawatiran pasar mereda, bursa saham Asia menikmati reliPT Equity World | Rabu Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Terkoreksi Monitoring Pasar Tiongkok

PT Equity World | Saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas dibuka terkoreksi pada perdagangan Rabu pagi (28/7/2021), setelah indeks utama di Wall Street tergelincir semalam dari rekor tertingginya.

Investor memonitor kejatuhan saham Tiongkok. Saham teknologi China melanjutkan aksi jual mereka pada hari Selasa karena kekhawatiran seputar tindakan keras peraturan dari pemerintah yang mendorong indeks Hang Seng Hong Kong turun lebih dari 8% sejak awal minggu.

Mengawali pembukaan perdagangan Rabu, Nikkei 225 Jepang turun 0,82%, sementara indeks Topix tergelincir 0,48%. Kospi Korea Selatan turun 0,13%. S&P/ASX 200 di Australia turun 0,11%. Indeks harga konsumen kuartal kedua Australia akan dirilis pada 09:30 HK/SIN pada hari Rabu. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,13% lebih rendah.

Saham pemasok saham Apple di Asia-Pasifik juga diawasi oleh investor setelah raksasa teknologi itu memperingatkan bahwa kendala pasokan chip dapat berdampak pada iPhone dan iPad pada kuartal ini. Pada perdagangan Rabu pagi, saham Murata Manufacturing di Jepang turun 1,2% sementara LG Display Korea Selatan naik tipis 0,67%. Semalam di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average turun 85,79 poin menjadi 35.058,52 sementara S&P 500 turun 0,47% menjadi 4.401,46.

Nasdaq Composite turun 1,21% menjadi 14.660,58. Mata Uang dan Minyak Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 92,457 menyusul penurunan baru-baru ini dari atas 92,7. Yen Jepang diperdagangkan pada 109,81 per dolar, lebih kuat dari level di atas 110,4 yang terlihat terhadap greenback awal pekan ini. Dolar Australia berpindah tangan pada $0,7365, di atas level di bawah $0,732 yang terlihat minggu lalu. Harga minyak lebih tinggi di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 0,3% menjadi $74,70 per barel. Minyak mentah berjangka AS naik 0,47% menjadi $71,99 per barel.

PT Equity World | Sentimen Beragam, Wall Street Dibuka Variatif

PT Equity World | Sentimen Beragam, Wall Street Dibuka Variatif

PT Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin (26/7/2021), di tengah koreksi di bursa China dan Hongkong menyusul pengetatan kebijakan pemerintah China terhadap perusahaan digitalnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 31,9 poin (-0,09%) pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan 15 menit kemudian menjadi minus 24,3 poin (-0,07%) ke 35.037,24. Namun, Nasdaq naik 8,5 poin (+0,06%) ke 14.845,5 dan S&P 500 bertambah 1,2 poin (+0,03%) ke 4.413.

Pelemahan itu terjadi di tengah anjloknya bursa Hong Kong dengan indeks Hang Seng ambrol hingga 4% di tengah kekhawatiran pengetatan pemerintah China terhadap perusahaan digital mereka yang tercatat di negara Barat.

Pelaku pasar juga memantau rilis kinerja raksasa teknologi, di mana Tesla akan mengawali setelah penutupan pasar. Pekan lalu, CEO Tesla Elon Musk mengatakan produsen otomotif tersebut akan menerima kembali pembayaran bitcoin. Mata uang kripto tersebut pun melesat ke level US$ 39.000/keping.

Saham Apple, Alphabet (induk usaha Google), Microsoft, Facebook, dan Amazon akan menyusul dengan merilis kinerja keuangannya sepekan ini. Sejauh ini 88% dari konstituen indeks S&P 500 mencetak laba bersih, atau yang terbaik sejak 2008 menurut pantauan FactSet.

Harga Emas Kayaknya Galau Nih, Terus Aku Kudu Piye…? | PT Equity World

“Pasar saham AS masih tangguh dengan terus menguat melewati tembok kecemasan menuju area rekor tertinggi baru,” tutur Craig Johnson, Kepala Teknikal Pasar Piper Sandler, kepada CNBC International.

Investor memantau Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) yang rapat selama 2 hari. Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bakal memberikan pandangan terbaru mereka terkait kondisi ekonomi, serta peluang tapering off atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE).

Hari ini, Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS akan merilis data penjualan rumah baru dan The Fed Dallas akan merilis indeks aktivitas bisnis bulanan untuk sektor manufaktur di Texas.

Pada Jumat pekan lalu, Dow Jones Industrial Average naik 238,2 poin (+0,68%) ke 35.061,55 yang merupakan level tertinggi sepanjang masa dan mencetak reli tahun berjalan 14%. S&P 500 naik 44,3 poin (+1,01%) ke 4.411,79. Nasdaq tumbuh 152,4 poin (+1,04%) ke 14.836,99.

Kecemasan seputar penyebaran virus Covid-19 memicu aksi beli obligasi pemerintah AS, sehingga imbal hasil (yield) surat berharga negara AS tenor 10 tahun-yang menjadi acuan di pasar-melemah sepekan lalu.

Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah, sehingga aksi beli-mencerminkan kekhawatiran pasar-memicu penguatan harga dan penurunan yield. Di bursa, hal ini memicu aksi beli saham teknologi, yang selama pembatasan sosial di kala pandemi justru mendapatkan berkah berupa peningkatan aktivitas pengguna.

PT Equity World | Pendapatan Perusahaan Meroket, Picu Minat Investor Wall Street Terhadap Aset Berisiko

PT Equity World | Pendapatan Perusahaan Meroket, Picu Minat Investor Wall Street Terhadap Aset Berisiko

PT Equity World | Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan, dengan mencatatkan rekor penutupan tertinggi indeks Dow Jones. Optimisme kinerja laba emiten dan sinyal kebangkitan ekonomi memicu minat investor terhadap aset berisiko.

Bursa saham Asia sedang berjuang untuk reli pada perdagangan pagi ini. Hal ini karena pendapatan perusahaan Amerika Serikat (AS) yang sangat kuat, menyedot dana dari pasar negara berkembang dan masuk ke Wall Street.

Melansir Channel News Asia, Senin, 26 Juli 2021, lebih dari sepertiga perusahaan di bawah indeks S&P 500 akan melaporkan hasil kuartalan minggu ini, dipimpin oleh Facebook Inc, Tesla Inc, Apple Inc, Alphabet Inc, Microsoft Corp, dan Amazon.com.

Senin Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Menguat Fluktuatif | PT Equity World

Dengan lebih dari seperlima dari perusahaan S&P 500 telah melaporkan pendapatan, 88 persen perusahaan telah mengalahkan konsensus ekspektasi analis. Itulah alasan utama pengelola uang global telah menggelontorkan lebih dari USD900 miliar ke dalam dana AS pada paruh pertama 2021.

Pelaku pasar menunggu rapat kebijakan The Fed dan rilis kinerja sejumlah emiten papan atas, pekan ini. Imbal hasil US Treasury 10 tahun, naik menjadi 1,281%, dari 1,13% pada awal pekan lalu.

Sebanyak 120 emiten S&P 500 telah menyampaikan rilis kinerja laba kuartal II, 88% diantaranya mengalahkan ekspektasi. Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, hanya sektor energi yang melemah.

Jasa komunikasi melonjak 2,7%. Facebook melejit 5%. Twitter Inc. dan Alphabet melonjak 3,0%. Snap Inc. melambung 23,8%. Moderna Inc melesat 7,8%, American Express melompat 1,3%. Saham Intel Corp anjlok 5,3%.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average pagi ini naik 0,68% (238,2 poin) menjadi 35.061,55, indeks S&P 500 melaju 1,01% (44,31 poin) ke posisi 4.411,79, dan indeks Nasdaq Composite melompat 1,04% (152,39 poin) ke level 14.836,99.

Design a site like this with WordPress.com
Get started