PT Equity World | Wall Street mixed, indeks S&P 500 dan Nasdaq menuju rekor baru

PT Equity World | Wall Street mixed, indeks S&P 500 dan Nasdaq menuju rekor baru

PT Equity World | Wall Street bergerak mixed pada awal perdagangan Senin (30/8). Bursa saham Amerika Serikat (AS) mencari arah baru setelah investor mencerna hasil simposium Federal Reserve di Jackson Hole.

Senin (30/8) pukul 21.15 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 0,17% ke 35.397. Indeks S&P 500 menguat 0,25% ke 4.520. Nasdaq Composite menguat 0,61% ke 15.225.

S&P 500 dan Nasdaq mencapai level tertinggi sepanjang masa pada hari Senin. Pernyataan dovish dari Federal Reserve pekan lalu mendorong optimisme dalam rebound ekonomi dan meredakan kekhawatiran akan pengurangan stimulus moneter yang tiba-tiba.

Bursa Asia Balas Dendam, Kompak Ditutup Melesat Hijau| PT Equity World

Saham terkait teknologi termasuk Apple Inc, Microsoft Corp, Amazon.com, pemilik Google Alphabet Inc dan Tesla Inc termasuk dalam saham-saham yang memperoleh keuntungan terbesar dalam pembukaan perdagangan.

Indeks acuan S&P 500 menuju kenaikan bulanan terpanjang sejak 2018. Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan pada hari Jumat bahwa bank sentral akan terus berhati-hati dalam pendekatannya untuk mengurangi stimulus besar-besaran era pandemi. Dia menegaskan kembali adanya pemulihan ekonomi yang stabil.

“Investor merasa bahwa rezim suku bunga rendah adalah sinyal untuk tetap berinvestasi dalam saham dan lebih tertarik menjadi bagian dari kenaikan dramatis ini,” kata Rick Meckler, partner di Cherry Lane Investment New Vernon, New Jersey kepada Reuters.

S&P 500 sejauh ini telah naik 2,6% di bulan Agustus. Pasar saham biasanya tertekan pada bulan kedelapan. Analis Wells Fargo mengatakan pekan lalu mereka memperkirakan indeks akan naik 8% lagi pada akhir tahun.

Semua mata minggu ini akan tertuju pada laporan pekerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja. Data ketenagakerjaan ini bisa menjadi perhatian untuk pertemuan kebijakan The Fed pada 21-22 September.

PT Equity World | The Fed bersikap dovish, bursa asia merespon positif

PT Equity World | Kebijakan bernada dovish yang dikeluarkan Gubernur The Fed AS Jerome Powell mendorong peningkatan indeks saham di beberapa wilayah, salah satunya Asia. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,45%, dan Nikkei Jepang naik 0,28%.

Asal tahu saja, pada Simposium Jackson Hole di Wyoming, AS, akhir pekan kemarin Powell mengisyaratkan bahwa The Fed belum akan terburu-buru menaikkan kebijakan suku bunganya.

Tapering Off AS Berpotensi Tekan Harga Emas Dunia | PT Equity World

“(Powell) benar-benar menenangkan kekhawatiran pasar untuk saat ini, karena Fed sangat baik dalam melakukannya dan uang akan kembali ke AS,” kata Daniel Lam, ahli strategi lintas aset senior, di Standard Chartered Wealth Management seperti dikutip dari Reuters, Senin (30/8).

Hanya saja, saham-saham unggulan China melawan tren pertumbuhan di Asia dan turun 0,20%. Hal tersebut dipicu oleh sikap hati-hati investor terhadap prospek perusahaan China.

Perusahaan-perusahaan China di sektor-sektor mulai dari teknologi hingga properti baru-baru ini memang diguncang oleh serangkaian tindakan keras peraturan sehingga menakuti beberapa investor dan mendorong ke posisi terendah 2021 awal bulan ini.

Sementara itu, keuntungan yang lebih besar berada di pasar yang lebih kecil dengan Taiwan naik 0,54% dan Singapura naik 0,77%.

Nada dovish The Fed pun menyebabkan imbal hasil Treasury AS dan dolar tergelincir pada hari Jumat yang trennya berlanjut hingga perdagangan senin pagi di Asia.

Hasil pada catatan Treasury 10-tahun adalah 1,3070% dibandingkan dengan penutupan AS 1,312%, dan tertinggi minggu lalu 1,375%. Indeks dolar yang mengukur terhadap beberapa mata uang juga berada di level terendah dua minggu.

“Ada perasaan umum dari sedikit konsolidasi setelah berita Jumat. Dolar secara teknis berkinerja buruk hari ini, tetapi ada banyak data yang keluar minggu ini dari China dan AS dengan nonfarm payrolls pada hari Jumat.” kata Rodrigo Catril, ahli strategi senior FX di National Bank of Australia.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham Eropa juga setelah ada pernyataan dovish dari The Fed dengan saham Entra Norwegia di sektor real estate meningkat lebih tinggi setelah rekan utama mengambil saham di perusahaan.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa ditutup 0,4% lebih tinggi, dengan saham pertambangan naik 1,9% dan saham real estate naik 1,5%.

STOXX 600 memperpanjang kenaikannya setelah pengumuman Powell yang sangat dinanti yaitu yang meyakinkan investor bahwa program yang telah membanjiri pasar dengan likuiditas selama setahun terakhir akan tetap berlaku untuk saat ini.

Saham AS menyentuh rekor tertinggi setelah pengumuman tersebut, sementara saham Eropa kurang dari satu persen dari puncaknya, karena investor melihat melewati peningkatan kasus Covid-19 dan kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Equity World | Tapering 2013 Bikin Harga Emas Hancur, Terulang Tahun Ini?

Equity World | Tapering 2013 Bikin Harga Emas Hancur, Terulang Tahun Ini?

Equity World | Jelang simposium Jackson Hole di Amerika Serikat (AS) komentar-komentar mengenai tapering kembali bermunculan. Kali ini dari para pejabat elit bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Pelaku pasar pun semakin penasaran, apakah benar The Fed akan melakukan tapering di tahun ini, dan menanti komentar dari ketua The Fed, Jerome Powell, saat simposium nanti yang akan dihadiri oleh pimpinan bank sentral, menteri keuangan, akademisi hingga praktisi finansial dari berbagai negara.

Simposium tersebut seharusnya dilakukan dengan tatap muka, tetapi lonjakan kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) di AS membuat acaranya berubah menjadi daring. Lonjakan kasus Covid-19 itu juga menjadi salah satu alasan pelaku pasar yang melihat The Fed tidak akan melakukan tapering di tahun ini.

Tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) dapat memberikan dampak signifikan di pasar finansial global. Salah satu yang pasti terkena dampaknya adalah emas.

Wall Street Ambles, Bursa Asia Ikut Rontok Pagi Ini | Equity World

Pernah terjadi di tahun 2013, tapering membuat emas dunia masuk ke dalam tren bearish hingga tahun 2015. Harga emas pun hancur.

Titik terendah yang dicapai yakni US$ 1.045,85/troy ons pada 3 Desember 2015. Jika dilihat dari rekor tertinggi saat itu yang dicapai pada September 2011 US$ 1.920,3/troy ons hingga ke level terendah tersebut, artinya harga emas dunia ambrol 45,54% dalam tempo 4 tahun.Ketakutan tersebut tentunya muncul lagi di tahun ini, sebab The Fed sudah berancang-ancang melakukan tapering. Sejak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49/troy ons pada 7 Agustus 2020 lalu, harga emas terus menurun. Salah satu penyebabnya ekspektasi tapering.

Beberapa pejabat elit The Fed sudah menyuarakan untuk melakukan tapering, jelang pertemuan Jackson Hole.

“Kita kemungkinan tidak perlu lagi melakukan pembelian aset pada titik ini,” kata presiden The Fed wilayah St. Louis, James Bullard kepada CNBC International kemarin.

Bullard kembali menegaskan pilihannya untuk segara melakukan tapering QE yang saat ini senilai US$ 120 miliar per bulan, dan mengakhiri program tersebut di awal tahun depan.

Ada lagi presiden The Fed wilayah Kansas City Ester George, kepada Fox Business mengatakan ia memperkirakan informasi detail mengenai tapering akan ada setelah rapat kebijakan moneter The Fed bulan September.

“Dengan inflasi yang kuat dan pemulihan pasar tenaga kerja yang diperkirakan berlanjut, ada peluang untuk mengurangi pembelian aset,” kata George.

Ia juga lebih senang jika tapering dilakukan lebih cepat ketimbang mundur lagi.

Sementara presiden The Fed wilayah Dallas, Robert Kaplan mengatakan The Fed seharusnya mengumumkan tapering pada bulan September, dan melakukannya di bulan Oktober atau tidak jauh dari pengumuman, dan diselesaikan dalam waktu 8 bulan.

Meski demikian, para pelaku pasar juga menanti sinyal dari ketua The Fed Jerome Powell saat pertemuan Jackson Hole nanti.

Tapering memang akan membuat harga emas tertekan, tetapi kali ini justru banyak yang melihat emas masih punya kesempatan melesat.

Equity World | Wall Street menguat, terkerek kenaikan saham finansial

Equity World | Pasar saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, mencatat kenaikan pada Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB, didorong oleh penguatan saham-saham sektor finansial.

Bursa Asia Beranjak Melemah, Aturan Ketat China Terus Berlanjut | Equity World

Indeks Dow Jones Industrial Averagenaik 39,24 poin atau 0,11 persen menjadi 35.405,50. Indeks S&P 500 naik 9,96 poin atau 0,22 persen menjadi 4.496, 19. Indeks Komposit Nasdaq naik 22,06 poin atau 0,15 persen menjadi 15.041,86.

Saham-saham pada tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor finansial naik 1,21 persen, memimpin kenaikan. Saham layanan kesehatan turun 0,26 persen, mencatat kinerja terburuk di kelompok.

Saham perusahaan China yang tercatat di bursa AS hampir seluruhnya mencatat kenaikan.

“Saham-saham menunjukkan kinerja bagus sejak Maret lalu karena pertumbuhan ekonomi melonjak dan Federal Reserve (Fed) telah mengimplementasikan sejumlah kebijakan yang membuat akses ke pasar modal sangat mudah,” kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management Solita Marcelli.

Investor menunggu pertemuan kunci bank sentral AS, di mana Ketua Fed Jerome Powell dijadwalkan menyampaikan pidato secara virtual pada 27 Agustus 2021, dalam acara tahunan simposium kebijakan ekonomi Jackson Hole.

Pasar berharap dari pidato Powell akan ada petunjuk lebih lanjut dari rencana pengetatan (taper plan) bank sentral AS.

Equity World | Menyusul Penguatan Bursa Asia, IHSG Dibuka Naik Pagi Ini

Equity World | IHSG pagi hari ini dibuka naik tipis 0.08% atau 4.64 poin ke level 6094.14. Demikian juga dengan indeks LQ45, menguat 0.11% atau 0.93 poin ke 856.90.

Wall Street Ditutup Menguat, S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa | Equity World

Bursa Asia bergerak positif pagi hari ini, didorong penguatan Wall Street dan reli harga komoditas yang meningkatkan kepercayaan pada pemulihan ekonomi dari pandemic.

Indeks Nikkei 225 telah naik 0.33% atau 92.03 poin ke level 27824.13, seperti yang terpantau pada layar RTI pukul 08:49 WIB.

Demikian juga dengan indeks Hangseng, menguat 0.77% atau 197.17 poin ke level 25925.09 dan indeks Shanghai SSEC, naik terbatas 0.10% atau 3.66 poin ke level 3518.13.

Harga emas keluaran ANTAM pagi ini digelar di harga Rp.950.000 per gram, lebih murah Rp.3000 dibandingkan harga penutupannya kemarin sore, di Rp.953.000 per gram.

Equity World | Jangan Kaget Emas Terbang Pekan Ini! Begini Ramalan Para Ahli

Equity World | Jangan Kaget Emas Terbang Pekan Ini! Begini Ramalan Para Ahli

Equity World | Harga emas dunia mampu mencatat penguatan 0,1% pada pekan lalu ke US$ 1.780,86/troy ons, padahal isu tapering sedang panas-panasnya.

Tapering merupakan musuh utama emas saat ini, pernah terjadi pada tahun 2013, emas ketika itu masuk dalam tren menurun hingga tahun 2015. Dari rekor tertinggi saat itu yang dicapai September 2011, emas dunia ambrol hingga 45%.

Tapering bahkan tidak sekedar isu tetapi keluar langsung dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed). Risalah rapat kebijakan moneter The Fed edisi Juli yang dirilis pekan lalu menunjukkan peluang tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) di tahun ini.
Inflasi di AS yang dikatakan sudah mencapai target dan pemulihan pasar tenaga kerja juga hampir sesuai ekspektasi, membuat mayoritas anggota dewan memilih tapering di tahun ini.

Equity World

“Melihat ke depan, sebagian besar partisipan (Federal Open Market Committee/FOMC) mencatat bahwa selama pemulihan ekonomi secara luas sesuai dengan ekspektasi mereka, maka akan tepat untuk melakukan pengurangan nilai pembelian aset di tahun ini,” tulis risalah tersebut yang dirilis Kamis (19/8/2021) dini hari waktu Indonesia.

Oleh karena itu, emas yang mampu mencatat penguatan tipis pada pekan lalu bisa dikatakan bisa dikatakan membukukan kinerja yang apik.

Penguatan berlanjut lagi pada perdagangan Senin (23/8/2021) kemarin, bahkan melesat 1,37% US$ 1.805,19/troy ons.

Equity World | Menanti Pidato The Fed, Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar AS

Equity World | Pergerakan harga emas masih tertahan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang masih bertengger di level tinggi awal pekan ini.

Harga emas bertahan dari risiko penurunan lebih dalam berkat kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak ekonomi dari penyebaran Covid-19 varian Delta.

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk turun Rp 2.000 ke level Rp 946 ribu per gram pada perdagangan hari ini (23/8). Mengutip laman Logam Mulia, harga buyback atau harga jual emas juga turun Rp 1.000 ke level Rp 828 ribu per gram.

IHSG Menguat Ikuti Bursa Asia, Investor Asing Borong Saham BBRI hingga BFIN | Equity World

Sementara itu, melansir Bloomberg pada perdagangan pagi ini, harga emas commodity exchange (Comex) untuk kontrak Desember 2021 turun 0,26% ke level US$ 1.779,3 per troy ons.

Sedangkan untuk emas spot (XAUUSD) turun 0,25% ke level US$ 1.776,6 per troy ons. Adapun untuk indeks dolar AS spot turun 0,09% ke 93,41.

Harga emas dan pergerakan indeks dolar AS saling berkaitan. Keduanya dianggap sebagai aset lindung nilai alias safe haven ketika kondisi ekonomi dan politik menghadapi ketidakpastian.

Indeks dolar AS yang tinggi akan berdampak pada besarnya biaya kepemilikan emas, sehingga mampu menekan harga logam kuning tersebut.

Melansir Reuters, dolar AS diperdagangkan di mendekati level tertinggi dalam 9 bulan lebih pada perdagangan pekan lalu. Penguatan terjadi di tengah sinyal Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) untuk mulai memangkas stimulus ekonominya.

Namun, potensi tersebut masih harus menyesuaikan dengan perkembangan kasus Covid-19 varian Delta.

“Dolar AS relatif kuat akhir-akhir ini sebagai ekspektasi bahwa The Fed akan menuju tapering off (pengetatan kebijakan moneter), berdasarkan komentar baru-baru ini,” kata Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger dilansir dari Reuters, Jumat (20/8).

Pekan ini pelaku pasar tengah menanti simposium ekonomi tahunan yang diselenggarakan The Fed di Jackson Hole Wyoming. Pelaksanaannya akan dilakukan secara virtual karena melonjaknya varian Delta. Nantinya, Gubernur The Fed Jerome Powell akan memberikan pidato terkait prospek ekonomi.

“Begitu The Fed mengumumkan mereka akan mulai mengurangi belanja obligasi, hambatan penting untuk harga emas akan hilang,” kata Analis Commerzbank dalam catatannya.

Nilai pada emas perhiasan dan emas untuk investasi berbeda. Hal tersebut bergantung pada tingkat gramasi dan kandungan emas murni pada produk tersebut.

Umumnya, emas batangan dipilih untuk investasi, karena semakin besar gramasi semakin baik harga yang diperoleh atau mendekati pergerakan harga emas global.

Selain emas batangan, saat ini sudah banyak platform yang menawarkan investasi secara digital, sehingga mempermudah masyarakat dalam bertransaksi hingga menyimpan emas.

Berikut adalah harga emas batangan di butik Logam Mulia Antam pada Senin (23/8):

  • Harga emas batangan 0,5 gram Rp 523.000
  • Harga emas batangan 1 gram Rp 946.000
  • Harga emas batangan 10 gram Rp 8.955.000
  • Harga emas batangan 25 gram Rp 22.262.000
  • Harga emas batangan 50 gram Rp 44.445.000
  • Harga emas batangan 100 gram Rp 88.812.000

PT Equityworld | Investor Cerna Risalah Fed, Wall Street Bervariasi

PT Equityworld | Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor mencerna risalah pertemuan Federal Reserve Juli dan data ekonomi terbaru. Adapun mayoritas pejabat Fed dalam risalah yang dirilis setuju untuk mengurangi pembelian aset di akhir tahun ini.

Mengutip Antara, Jumat, 20 Agustus 2021, indeks Dow Jones Industrial Average turun 66,57 poin atau 0,19 persen menjadi 34.894,12. Kemudian indeks S&P 500 melonjak sebanyak 5,53 poin atau 0,13 persen menjadi 4.405,80. Indeks Komposit Nasdaq naik 15,87 poin atau 0,11 persen menjadi 14.541,79.

Rekomendasi Harian Indeks Kospi 20 Agustus 2021 | PT Equityworld

Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan saham teknologi naik 0,99 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan saham di sektor energi tergelincir 2,65 persen, menjadi kelompok berkinerja terburuk.

Saham perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah dengan sembilan dari 10 saham teratas dalam indeks S&P AS Listed Tiongkok 50 mengakhiri hari dengan catatan suram.

Reaksi pasar tersebut terjadi ketika risalah pertemuan Fed yang dirilis Rabu waktu setempat menunjukkan sebagian besar pejabat setuju untuk mulai mengurangi pembelian aset tahun ini, jika ekonomi berkembang secara luas seperti yang mereka perkirakan.

Risalah juga mengungkapkan bahwa beberapa pejabat Fed lain mengatakan bahwa pengurangan laju pembelian aset lebih mungkin menjadi langkah tepat pada awal tahun depan.

The Fed telah berjanji untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah mendekati nol, sembari melanjutkan program pembelian asetnya setidaknya pada kecepatan saat ini sebesar USD120 miliar per bulan sampai kemajuan lebih lanjut yang substansial telah dilakukan di lapangan kerja dan inflasi.

Pada Rabu, ekuitas AS mengalami kemunduran yang nyata dengan Dow ditutup turun 382 poin, setelah rilis risalah Fed. Di sisi ekonomi, klaim pengangguran awal AS, yang digunakan untuk mengukur PHK, turun 29 ribu menjadi 348 ribu dalam pekan yang berakhir 14 Agustus, angka terendah baru ada era pandemi, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis.

PT Equityworld | IHSG Sesi I Anjlok 93,39 Poin, Namun Saham DIGI dan RELI Justru “Auto Reject” Atas

PT Equityworld | Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I ditutup anjlok 93,39 poim (1,53%) menjadi 6.024,76. IHSG bergerak sepanjang sesi I hari ini dalam rentang 6.024,26-6.111,01 dengan nilai transaksi Rp 7,47 triliun.

Penurunan indeks dipengaruhi atas pelemehan seluruh bursa saham Asia, seperti saham Nikkei melemah 189 poin, indeks Hang Seng turun 474 poin, dan Strait Times melemah 30,44 poin. Sedangkan semlam Dow Jones melemah 382 poin dan Nasdaq turun 130 poin.

Harga Emas Dunia Masih Melemah, Terdorong Penguatan Dolar dan Langkah Investor | PT Equityworld

Sedangkan sektor saham yang mengalami penurunan terdalam, yaitu saham sektor teknologi 2,70%, sektor keuangan 1,85%, sektor energy 1,50%, sektor kesehatan 1,55%,sektor material dasar 1,45%, dan sektor consumer non cyclicals 1,27%. Sedangan satu-satunya sektor saham yang naik adalah transportasi dan logistik 0,97%.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) justru bertahan auto reject atas dengan kenaikan Rp 235 (24,74%) menjadi Rp 1.185 dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) naik Rp 68 (24,82%) menjadi Rp 342.

Penguatan juga melanda saham PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) Rp 28 (31,11%) menjadi Rp 118, PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) naik Rp 39 (22,29%) menjadi Rp 214, dan PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) menguat Rp 145 (21,17%) menjadi Rp 830.

Sedangkan lima saham dengan penurunan terdalam terdiri atas saham PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII).

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Lebih Mahal pada 18 Agustus 2021, Cek Rinciannya

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Lebih Mahal pada 18 Agustus 2021, Cek Rinciannya

Equityworld Futures | Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau Antam naik Rp 4.000 per gram dari Rp 942 ribu menjadi Rp 946 ribu per gram pada hari ini.

Harga buyback Emas Antam juga naik Rp 4.000 per gram di level Rp 826 ribu per gram. Harga buyback artinya, saat menjualnya kembali ke Antam maka konsumen akan dipatok harga senilai itu.

Hingga pukul 07.56 WIB, Rabu (18/8/2021), mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia. Antam saat ini menjual emas berukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Naik Rp 4.000, Simak Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini | Equityworld Futures

Selain itu, Antam juga menyedian emas dalam bentuk lain, seperti koin dinar, dirham maupun emas koleksi lainnya.

Khusus harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.810.000, dan ukuran 20 gram dijual Rp 18.980.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Namun jika bisa menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Design a site like this with WordPress.com
Get started