PT Equityworld | Harga Emas Turun Tipis Pagi Ini

PT Equityworld | Harga emas melemah di awal perdagangan pekan ini. Senin (28/3) pukul 6.30 WIB, harga emas melemah 0,13% ke US$ 1.955,64 per ons troi dari penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.958,29 per ons troi.

Sedangkan harga emas kontrak Juni 2022 di Commodity Exchange menguat tipis 0,07% ke US$ 1.961,10 per ons troi. Harga emas berjangka ini berakhir di U$ 1.959,80 per ons troi pada pekan lalu.

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Tembus USD 2.000 per Ons | PT Equityworld

Pekan lalu, harga emas cenderung menguat di tengah konflik Rusia-Barat yang masih berlanjut. Kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada pekan sebelumnya yang menekan harga emas dari kisaran level tertinggi sudah mulai dinilai normal oleh pasar safe haven.

Saat ini, harga emas masih bertahan di tengah potensi kenaikan inflasi akibat kenaikan harga komoditas energi.

“Kami memperkirakan penurunan harga emas prematur karena ada potensi risiko eskalasi konflik,” kata Daniel Briesemann, analis Commerzbank kepada Reuters.

Equityworld Futures | Rekomendasi Harian Indeks Hang Seng 25 Maret 2022

Equityworld Futures | Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup turun 0,94%, atau 208,13 poin menjadi 21.945,95. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 1,4% atau 106,99 poin menjadi 7.528,14.

Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2022 bergerak negatif dengan turun 164 poin atau 0,73% ke posisi 21936.

Wall Street Menguat Ditopang Data Tenaga Kerja | Equityworld Futures

Hang Seng jatuh dari level tertinggi tiga minggu setelah serangkaian kekecewaan laporan keuangan dari perusahaan China termasuk Tencent Holdings dan kekhawatiran atas ketegangan geopolitik seputar konflik Rusia-Ukraina yang meningkatkan ketegangan AS-China setelah Washington berusaha untuk mencegah Beijing membantu Rusia yang terkena sanksi.

Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street semalam rebound cukup kuat dengan semua indeks mendaki kembali ke posisi tertinggi 1 bulan lebih. Disupport laporan klaim pengangguran terendah dalam 50 tahun.

Harga minyak mentah turun lebih dari 3% menjadi di bawah $ 111 per barel menyusul lonjakan 5% di sesi sebelumnya, karena profit taking dan menilai prospek penawaran dan permintaan, dengan perang di Ukraina tetap menjadi sorotan.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi akan turun ke posisi 21680, jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2. Namun jika kemudian rebound dapat naik ke posisi 22086 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2.

Equityworld Futures | Wall Street Lesu Imbas Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Rabu, 23 Maret 2022. Hal ini seiring kenaikan harga minyak memicu ketakutan inflasi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 448,96 poin atau 1,3 persen menjadi 34.358,50. Indeks S&P 500 tergelincir 1,2 persen menjadi 4.456,24. Indeks Nasdaq susut 1,3 persen menjadi 13.922,60.

Rekomendasi Harian Indeks Nikkei 24 Maret 2022 | Equityworld Futures

Traders mencerna berita terbaru tentang perang Ukraina-Rusia. Presiden Ukraina Volodymr Zelenskyy menyerukan lebih banyak tekanan pada Rusia dari negara lain karena konflik tampaknya memasuki jalan buntu.

Harga minyak menguat dengan harga minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 5 persen menjadi hampir USD 115 per barel. Harga minyak Brent naik lebih dari 5 persen menjadi USD 121 per barel.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melampaui 2,41 persen pada sesi perdagangan Rabu pekan ini. Posisi yang tidak terlihat sejak Mei 2019. Suku bunga acuan telah melonjak sejak awal pekan, ketika ketua the Federal Reserve Jerome Powell berjanji untuk agresif terhadap inflasi. The Fed pekan lalu menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2018.

“Pasar masih berusaha menemukan pijakannya,” ujar Chief Investment Officer Cresset Capital, Jack Ablin dilansir dari CNBC, Kamis (24/3/2022).

Ia menambahkan, sangat sulit untuk mencoba mengukur bagaimana suku bunga lebih tinggi akan berdampak pada inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan. “Dan kemudian Anda menambahkan perang yang membatasi minyak,” kata dia.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Kembali Tergelincir

Equityworld Futures | Harga emas jatuh mendekati level terendah satu minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga besar tahun ini untuk memerangi inflasi yang melonjak, mengirim imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi.

Dikutip dari Antara, Rabu, 23 Maret 2022, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD 8 atau 0,41 persen, menjadi USD1.921,50 per ons. Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena mereka meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga yang Lebih Besar, Kilau Emas Pudar | Equityworld Futures

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa pembuat kebijakan perlu bergerak secepatnya karena inflasi semakin panas. Dia meningkatkan kemungkinan kenaikan 50 basis poin (bps) pada pertemuan mendatang, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS naik.

Sikap hawkish Powell memicu aksi jual di pasar obligasi yang tajam dan mengirim imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun ke level tertinggi sejak Mei 2019.

Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan Selasa 22 Maret 2022, dalam wawancara televisi Bloomberg, bahwa Federal Reserve perlu bergerak agresif pada kenaikan suku bunga.

“Fakta bahwa Fed siap untuk melakukan kenaikan setengah poin versus seperempat poin bergerak maju semuanya cukup hawkish dan telah mendorong emas lebih rendah,” kata ahli strategi pasar senior RJO Futures Bob Haberkorn.

“Komentar seperti itu biasanya akan mengirim emas secara signifikan lebih rendah, seperti penurunan 50 dolar AS, tetapi fakta bahwa situasi Rusia-Ukraina berada di garis depan menjaga harga emas.” jelas dia.

Pedagang sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan Fed berikutnya pada Mei. Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Meskipun demikian, tekanan pada emas telah relatif diredam karena fokus investor adalah pada konflik Ukraina, dengan setiap perkembangan besar kemungkinan akan memicu perubahan harga yang tajam, kata para analis.

Selain itu, varian virus corona baru BA.2, yang sekarang menyumbang setengah dari semua kasus baru di sebagian besar Amerika Serikat, memberi emas beberapa dukungan.

“Meningkatnya kepemilikan exchange-traded fund (ETF) berbasis emas menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi harga sehari-hari, manajer aset bergerak kembali ke emas untuk diversifikasi dan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan ekonomi,” kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

Emas mungkin memiliki dukungan yang layak di atas level USD1.900 per ons, menurut para analis pasar. Tetapi jika emas menembus level, itu bisa turun dengan cepat. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 40,9 sen atau 1,62 persen, menjadi ditutup pada USD24,904 per ons. Platinum untuk pengiriman April turun USD19,6 atau 1,88 persen menjadi USD1.025,10 per ons.

Equityworld Futures | Selasa Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Naik

Equityworld Futures | Saham di kawasan Asia-Pasifik pada perdagangan Selasa pagi (22/3/2022) mayoritas dibuka naik. Investor mengamati reaksi pasar terhadap komentar Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang akan mengambil tindakan tegas terhadap inflasi.

Nikkei 225 di Jepang melonjak 1,23% pada awal perdagangan sementara indeks Topix naik 1,14%.

Wall Street Ditutup Jatuh Merespons Sikap Hawkish The Fed | Equityworld Futures

Kospi Korea Selatan naik 0,32%.

Di Australia, S&P/ASX 200 naik sekitar 1% pada perdagangan pagi.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,15% lebih tinggi.

Ketua Fed Powell mengatakan pada hari Senin bahwa inflasi “terlalu tinggi,” dan bank sentral akan “mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kembalinya stabilitas harga.”

“Secara khusus, jika kami menyimpulkan bahwa pantas untuk bergerak lebih agresif dengan menaikkan suku bunga dana federal lebih dari 25 basis poin pada pertemuan atau rapat, kami akan melakukannya,” kata Powell.

Komentar itu muncul kurang dari seminggu setelah bank sentral menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Pesan Powell “tidak bisa lebih jelas,” menurut Ray Attrill dari National Australia Bank.

Saham di Wall Street merosot semalam, dengan S&P 500 sedikit lebih rendah di 4.461,18 sementara Dow Jones Industrial Average tergelincir 201,94 poin menjadi 34.552,99. Nasdaq Composite turun 0,4% menjadi 13.838,46.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 98,486 — masih di bawah level di bawah 98 yang terlihat minggu lalu.

Yen Jepang diperdagangkan pada 119,66 per dolar, lebih lemah dari level di bawah 118,3 yang terlihat terhadap greenback minggu lalu. Dolar Australia berada di $0,7393, sebagian besar mempertahankan kenaikan menyusul kenaikannya dari bawah $0,72 minggu lalu.

PT Equity World | Labil Kaya ABG, Harga Emas Turun Lagi Setelah Sempat Naik

PT Equity World | Harga emas kembali turun setelah sempat menanjak kemarin. Pada Jumat (18/3/2022) pukul 06:15 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.941,71/troy ons. Melemah 0,05% dari hari sebelumnya.

Harga emas sempat naik 0,76% pada perdagangan kemarin ke US$ 1942,64/troy ons. Hari sebelumnya, harga sang logam mulia menguat 0,52% ke US$ 1.927,93/troy ons.

Rekomendasi Harian Indeks Nikkei 18 Maret 2022 | PT Equity World

Meski melemah, ada harapan emas untuk kembali naik. Sentimen negatif dari kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sedikitnya sudah mereda karena pasar sudah mengetahui arah kebijakan The Federal Reserve/The Fed ke depan.

“Permintaan emas masih banyak dan begitu banyak kekhawatiran yang membuat permintaannya naik. Bukan tidak mungkin emas akan menyentuh level US$ 2.000 lagi,” tutur Miguel Perez-Santalla, kepala marketing dan penjualan trading di Heraeus Metal Management New York, seperti dikutip Reuters.

Perez menjelaskan situasi di Ukraina belum pasti meskipun pembicaraan perdamaian masih berlangsung. Situasi bisa memanas jika banyak negara NATO mendesak organisasi tersebut turun ke dalam perang Rusia-Ukraina. Estonia, negara NATO di Eropa Timur sudah meminta NATO untuk turun tangan jika Rusia mengerahkan senjata pemusnah massal.

Sebelumnya, Wang Tao, Analis Pasar Reuters, menilai harga emas kemungkinan berbalik ke zona US$ 1.960-1.979/troy ons dengan titik support kuatnya di US$ 1.890/troy ons.

PT Equity World | The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Anjlok

PT Equity World | Harga emas dunia turun pada perdagangan Rabu, karena dolar melemah setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga seperempat poin persentase dalam langkah yang diperkirakan secara luas.

Mengutip CNBC, Kamis (17/3/2022) harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.920,45 per ounce. Di awal sesi, emas merosot sebanyaknya 1,2 persen menjadi USD1.894,70 karena imbal hasil US Treasury melonjak setelah pengumuman The Fed.

Setelah Kenaikan Suku Bunga, Emas Dunia Jatuh 1,06% | PT Equity World

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup merosot 1,1 persen menjadi USD1.908,40 per ounce.

“Emas bertahan dengan baik karena kemunduran tajam baru-baru ini mungkin telah berjalan dengan sendirinya. Saya memperkirakan harga emas diperdagangkan antara kisaran USD1.880-1.960 dalam jangka pendek,” kata Tai Wong, trader logam independen di New York.

Namun kata Wong, The Fed agak lebih hawkish ketimbang ekspektasi. “Mereka memproyeksikan kenaikan pada setiap pertemuan ke depan pada tahun ini. Itu bukan pertanda baik bagi pasar emas.” Katanya.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga The Fed, karena itu meningkatkan opportunity cost menahan logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil, sekaligus meningkatkan dolar, di mana bullion dihargakan.

Namun, Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,5 persen terhadap sekeranjang pesaingnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sementara imbal hasil US Treasury 10-tahun juga mundur dari level tertinggi baru-baru ini.

The Fed memproyeksikan tingkat kebijakannya akan mencapai kisaran antara 1,75 persen dan 2 persen pada akhir tahun, tetapi menandai ketidakpastian besar yang dihadapi ekonomi dari perang di Ukraina dan krisis kesehatan Covid-19 yang sedang berlangsung.

Sementara itu, harapan seputar kemajuan dalam perundingan damai antara Rusia dan Ukraina ditambah dengan kejatuhan harga minyak mengurangi permintaan untuk aset safe haven, seperti emas.

Harga perak di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD24,94 per ounce, sementara platinum melambung 3,3 persen menjadi USD1.018,65.

Sedangkan paladium turun 0,2 persen menjadi USD2.418,56 per ounce di tengah surutnya kekhawatiran pasokan.

PT Equity World | Wall Street beragam, saham teknologi dan pertumbuhan pimpin penurunan

PT Equity World | Wall Street beragam pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan indeks saham utama sebagian besar lebih rendah dipimpin oleh penurunan lebih dari dua persen di Nasdaq, karena investor menjual ekuitas teknologi dan pertumbuhan ternama menjelang pertemuan Federal Reserve minggu ini dan perkiraan kenaikan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 1,05 poin atau 0,003 persen, menjadi menetap 32.945,24. Indeks S&P 500 berkurang 31,20 poin atau 0,74 persen, menjadi berakhir di 4.173,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 262,59 poin atau 2,04 persen, menjadi ditutup di 12.581,22 poin.

3 Indeks Utama Wall Street Melesat, Investor Harap The Fed Naikkan Suku Bunga | PT Equity World

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan teknologi masing-masing merosot 2,89 persen dan 1,9 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor keuangan naik 1,25 persen, merupakan kelompok berkinerja terbaik.

Perkembangan dalam konflik Ukraina-Rusia menambah kehati-hatian investor ketika delegasi Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan putaran keempat pada Senin (14/3/2022), tetapi tidak ada kemajuan yang diumumkan, sementara pasukan Rusia mengizinkan konvoi mobil pertama untuk melarikan diri dari pelabuhan Mariupol yang dikepung di Ukraina.

Saham Apple Inc jatuh 2,7 persen dan paling membebani S&P 500 dan Nasdaq setelah pemasoknya Hon Hai Precision Industry Co Ltd, yang dikenal sebagai Foxconn, menghentikan operasi di Shenzhen China di tengah meningkatnya kasus COVID-19.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada Rabu (16/3/2022) dalam upaya untuk memerangi kenaikan inflasi.

“Kami melihat rotasi ke dalam saham bervaluasi rendah dan menjauh dari saham pertumbuhan, dan banyak dari itu terkait dengan apa yang terjadi pada suku bunga,” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Investment Management di Chicago.

“Pasar ekuitas akan ditantang ke depan, dan hari ini adalah contoh lain dari itu.”

Sektor teknologi dan konsumer nonprimer adalah hambatan terbesar pada S&P 500. Suku bunga yang lebih tinggi adalah negatif untuk saham teknologi dan pertumbuhan karena penilaian mereka lebih bergantung pada arus kas masa depan.

Indeks Russell 2000 dari saham-saham berkapitalisasi kecil jatuh 1,9 persen dan turun lebih dari 20 persen dari rekor penutupan tertinggi November. Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik.

Sektor energi merosot 2,9 persen, karena minyak mentah Brent turun di bawah 110 dolar AS per barel, seminggu setelah naik setinggi 139 dolar AS karena krisis Ukraina. Harga minyak dan komoditas lainnya melonjak menyusul sanksi keras Barat terhadap Rusia.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 14,26 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,7 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

PT Equity World | Harga Emas Lebih Murah usai Imbal Hasil Treasury AS Naik

PT Equity World | Harga emas turun pada hari Senin karena imbal hasil Treasury AS naik karena ekspektasi kenaikan suku bunga, dengan selera risiko yang lebih tinggi di tengah harapan perdamaian antara Rusia dan Ukraina mengurangi daya tarik safe-haven emas lebih lanjut.

Dikutip dari CNBC, Selasa (15/3/2022), harga emas di pasar spot turun hampir 1,6 persen menjadi USD 1.953,40 per ounce. Emas berjangka AS turun 1,5 persen menjadi USD 1.955,8 per ounce.

Rekomendasi Harian Indeks Hang Seng 15 Maret 2022 | PT Equity World

“Salah satu alasan utama adalah melonjaknya imbal hasil treasury. Pasar juga tampaknya memperkirakan pertemuan FOMC pada hari Rabu di mana Fed mungkin mulai memulai siklus pengetatan. Jadi, ini adalah faktor negatif untuk emas,” kata Margaret Yang, ahli strategi di DailyFX.

“Mengingat fakta bahwa kedua belah pihak bersedia untuk berbicara, saya pikir yang terburuk dari krisis Ukraina mungkin ada di belakang kita. Tidak mungkin harga emas akan melonjak melampaui level tertinggi sebelumnya dari minggu lalu atau mencapai rekor tertinggi dalam waktu dekat.”

Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun mencapai 2,09 persen pada Senin pagi, titik tertinggi sejak Juli 2019, karena Federal Reserve AS secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga seperempat poin persentase pada acara dua hari akhir pekan ini.

Penguatan Pasar Saham

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Menekan permintaan safe-haven emas, saham global menguat pada hari Senin di tengah harapan jeda dalam krisis Ukraina bahkan ketika pertempuran berkecamuk.

PT Equity World | Saham Asia naik, minyak turun di tengah harapan pembicaraan Ukraina

PT Equity World | Saham-saham Asia menguat dan minyak tergelincir pada perdagangan Senin pagi, di tengah harapan kemajuan dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina bahkan ketika pertempuran berkecamuk, sementara pasar obligasi bersiap untuk kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan Inggris minggu ini.

Sementara rudal Rusia menghantam pangkalan besar Ukraina di dekat perbatasan dengan Polandia pada Minggu (13/3/2022), kedua belah pihak memberikan penilaian paling optimis tentang prospek pembicaraan.

Harga Emas Dunia Melemah 0,63% | PT Equity World

Peluang perdamaian mendorong indeks saham berjangka S&P 500 bertambah 0,7 persen, sementara Indeks Nasdaq berjangka naik 0,6 persen.

Nikkei Jepang bertambah 1,1 persen, sementara Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,1 persen setelah meluncur hampir 4,0 minggu lalu.

Obligasi tetap di bawah tekanan setelah terpukul minggu lalu karena lonjakan harga-harga komoditas tampaknya akan meningkatkan inflasi lebih jauh, dengan imbal hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun naik tiga basis poin pada Senin pagi menjadi 2,03 persen.

Ukuran utama ekspektasi inflasi AS naik ke 3,0 persen dan mendekati rekor tertinggi.

Itu hanya memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan minggu ini dan memberi sinyal lebih banyak untuk datang melewati prakiraan “dot plot” para anggota.

“Titik-titik kemungkinan besar akan mengelompok di sekitar empat atau lima kenaikan untuk 2022, naik dari tiga sebelumnya, mengingat laju inflasi yang lebih kuat sejak pertemuan FOMC Januari,” kata Kepala Ekonom AS NatWest Markets, Kevin Cummins.

“Kami menduga kami juga bisa mendapatkan adendum tentang bagaimana Fed berencana untuk mengurangi ukuran neraca secepatnya minggu ini.”

Bank sentral Inggris diperkirakan akan menaikkan suku bunganya menjadi 0,75 persen pada Kamis (17/3/2022), kenaikan ketiga berturut-turut, dan memberi sinyal lebih banyak dengan pasar memperkirakan agresif sebesar 2,0 persen hingga akhir tahun.

Dana berjangka Fed menyiratkan tidak kurang dari enam atau tujuh kenaikan tahun ini menjadi sekitar 1,75 persen, menjaga dolar AS didukung di dekat level tertinggi sejak Mei 2020.

Euro bertahan di 1,0927 dolar, dan tidak jauh dari palung 22 bulan terakhir di 1,0804 dolar, sementara dolar mencapai puncak baru lima tahun terhadap yen di 117,55 yen.

“Yen tidak dapat menampilkan atribut safe-haven khasnya, sebagian karena kenaikan besar dalam imbal hasil AS dan kebijakan kontrol kurva imbal hasil bank sentral Jepang (BoJ) yang mencegah obligasi pemerintah Jepang mengikuti kenaikan imbal hasil global inti,” kata Analis Senior Valas NAB, Rodrigo Catril.

“Jepang juga merupakan negara pengimpor energi besar yang menambah kekhawatiran atas guncangan perdagangan dari harga energi yang lebih tinggi.”

Emas kehilangan sebagian dari pesona safe-haven-nya pada Senin pagi, turun 0,6 persen menjadi 1.972 dolar AS per ounce dan menjauh dari puncak minggu lalu di 2.069 dolar AS.

Demikian juga, peluang kemajuan di Ukraina membuat harga minyak menyerah sedikit dari kenaikan baru-baru ini, bahkan ketika pembicaraan dengan produsen Iran tampaknya terhenti.

Brent terakhir dikutip 1,69 dolar AS lebih rendah pada 110,98 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS turun 2,11 dolar AS menjadi 107,22 dolar AS per barel.

Design a site like this with WordPress.com
Get started