Equity World | Perdagangan Pasar Asia Pasifik Dibuka Mixed, Jepang Defisit Perdagangan US$ 15 Miliar

Equity World | Perdagangan Pasar Asia Pasifik Dibuka Mixed, Jepang Defisit Perdagangan US$ 15 Miliar

Equity World | Saham-saham di kawasan Asia Pasifik dibuka mixed pada perdagangan Kamis (17/11), seiring sejumlah data ekonomi yang dirilis di kawasan tersebut. Pemerintah Jepang melaporkan defisit perdagangan sebesar US$ 15,5 miliar, lebih besar dari ekspektasi ekonom sebesar US$ 11 miliar yang diperkirakan dalam jajak pendapat Reuters.

Equity World | Kekhawatiran Inflasi Muncul Lagi, Bursa Asia Dibuka Lesu

S&P/ ASX 200 Australia naik 0,21% dalam jam pertama perdagangannya, karena negara itu menunggu data pengangguran terbaru di kemudian hari. Nikkei 225 turun 0,28% sementara Topix naik 0,2%. Pasar di Korea Selatan buka satu jam kemudian karena ujian sekolah nasional.

Para pemimpin ekonomi kawasan akan berkumpul di Thailand untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Bank Indonesia (BI) melanjutkan pertemuan dua hari hari ini, ketika para ekonom memperkirakan suku bunga acuan akan dinaikkan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%.

Semalam di Wall Street, saham Amerika Serikat (AS) jatuh karena investor menimbang penurunan prospek kuartal keempat yang suram dari Target, memicu penurunan tajam dalam harga sahamnya serta rekan-rekan industri lainnya.

Temasek Soal Investasi FTX

Dana kekayaan negara Singapura Temasek mengumumkan akan menghapus investasi penuhnya di FTX, setelah keruntuhan perusahaan yang cepat pekan lalu.

Investor negara mengatakan dalam rilis, mengingat posisi keuangan FTX, pihaknya telah memutuskan untuk menuliskan investasi penuh dari FTX terlepas dari hasil pengajuan perlindungan kebangkrutan FTX.

Temasek mengatakan biaya investasinya di FTX kurang dari 0,1% dari nilai portofolio bersihnya sebesar 403 dolar Singapura (US$ 294 miliar), memegang kurang dari 1% di FTX International dan kurang dari 1,5% di FTX AS.

“Ada kesalahpahaman bahwa investasi kami di FTX adalah investasi ke dalam aset kripto. Untuk memperjelas, saat ini kami tidak memiliki paparan langsung dalam aset kripto,” kata perusahaan itu, Kamis.

Defisit Perdagangan Jepang

Pemerintah Jepang melaporkan defisit perdagangan yang lebih besar dari perkiraan sebesar 2,16 triliun yen (US$ 15,5 miliar), menurut rilis terbaru Kementerian Keuangan. Sebelumnya ekonom memperkirakan defisit US$ 11 miliar, menurut jajak pendapat Reuters.

Ekspor naik 25,3% menjadi 9 triliun yen pada Oktober dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara impor melonjak 53,5% menjadi 11,16 triliun yen.

Saham Ritel Tertekan

Beberapa saham ritel turun pada Rabu pagi menyusul hasil keuangan Target yang lemah dan prospek penjualan.

Target sendiri turun 15% sesaat setelah bel pembukaan. Nordstrom mengalami penurunan 9%, sementara Macy’s dan Gap masing-masing turun sekitar 7%.

Saham Lowe naik, namun hanya sebesar 3,8% setelah perusahaan melaporkan menaikkan perkiraan pendapatan setahun penuh dan melaporkan hasil yang kuat. Walmart mempertahankan kenaikan 1% setelah melaporkan hasil yang kuat pada Selasa (15/11). Costco berjuang menuju wilayah positif.

Imbal Hasil Treasury Merosot, Kekhawatiran Resesi Meningkat

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS Treasury tenor 10 tahun sementara turun di bawah 3,7%, dan selisih antara yield Treasury tenor dua tahun dan terus jatuh lebih dalam ke wilayah negatif.

Apa yang disebut pembalikan hasil adalah peringatan resesi. Yield obligasi 10 tahun 3,73% dalam perdagangan sore, setelah turun ke level 3,69%. Treasury tenor dua tahun berada di 4,35%.

Dia mengatakan target selanjutnya untuk imbal hasil 10 tahun adalah 3,55%. Imbal hasil bergerak lebih rendah karena harga obligasi naik.

“Dorongan besar di balik reli adalah pasar yang melihat melewati siklus pengetatan saat ini dan mulai tumbuh semakin gelisah tentang potensi kejatuhan yang lebih signifikan, karena (Federal Reserve) Fed terus menegaskan kembali keinginannya untuk menaikkan ekonomi ke dalam resesi,” kata Lyngen.

Tencent Laporkan Keuangan, Babak Baru PHK

Raksasa teknologi Tiongkok Tencent akan merilis laporan keuangan kuartal III-2022. Perusahaan diperkirakan akan mengalami penurunan pendapatan lagi, setelah membukukan penurunan pendapatan pertama kali pada kuartal sebelumnya yang berakhir pada Juni. Perkiraan median dari Refinitiv memperkirakan penurunan 0,47% menjadi 141,7 miliar yuan Tiongkok (US$ 20 miliar).

Secara terpisah, sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Tencent memulai babak baru pemutusan hubungan kerja (PHK). Berita itu muncul ketika perusahaan teknologi di seluruh dunia mengumumkan langkah PHK yang sama.

Saham Tencent naik sebanyak 3% pada awal perdagangan dan terakhir naik 0,83%, dibandingkan dengan penurunan 0,81% pada indeks Hang Seng yang lebih luas.

Equity World | Bursa Asia Dibuka Cenderung Datar, Tenaganya Sudah Habis?

Equity World | Bursa Asia Dibuka Cenderung Datar, Tenaganya Sudah Habis?

Equity World | Bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung beragam pada perdagangan Rabu (16/11/2022), meski sentimen pasar global pada hari ini masih cenderung positif.

Equity World | Mantap, Harga Emas Dunia Nyaris Tembus Level Termahal dalam 3 Bulan

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka naik 0,11%, Straits Times Singapura naik tipis 0,07%, dan KOSPI Korea Selatan menguat 0,12%.

Sedangkan untuk indeks Hang seng Hong Kong dibuka merosot 0,97%, Shanghai Composite China turun tipis 0,07%, dan ASX 200 Australia juga turun tipis 0,08%.

Bursa Asia-Pasifik yang cenderung beragam terjadi setelah bank investasi AS, JPMorgan memangkas proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) China pada tahun 2022 dan 2023 sebagai tanggapan terhadap perkembangan pandemi Covid-19 terbaru.

“Hambatan penting pada aktivitas domestik,” kata para analis JPMorgan dalam sebuah catatan.

JPMorgan memprediksi PDB China untuk tahun 2022 mencapai 2,9%, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,1%. Sedangkan di tahun 2023, JPMorgan melihat ekonomi China tumbuh 4%, juga turun dari prediksi sebelumnya sebesar 4,5%.

Data penjualan ritel dan produksi industri periode Oktober lalu cenderung mengecewakan karena pertumbuhan global melambat dan China masih berjuang melawan pandemi Covid-19.

Selain itu, bervariasinya bursa Asia-Pasifik juga terjadi di tengah cerahnya kembali bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street pada perdagangan Selasa kemarin, setelah laporan lain mengisyaratkan bahwa inflasi bisa melambat lebih cepat, menghidupkan kembali optimisme investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 0,147%, S&P 500 menguat 0,87%, dan Nasdaq Composite melesat 1,45%.

Inflasi di tingkat produsen (Indeks Harga Produsen/IHP) di AS naik 0,2% secara bulanan (month-to-month/mtm) untuk periode Oktober, lebih landai dari perkiraan konsensus yang semula mengharapkan kenaikan 0,4%.

Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy), IHP Negeri Paman Sam pada bulan lalu melandai sedikit menjadi 8%, dari sebelumnya pada September lalu sebesar 8,4%.

Laporan tersebut menjadi data penunjang krusial setelah indeks harga konsumen (IHK) pekan lalu menunjukkan tanda-tanda tekanan inflasi mulai mereda pada bulan lalu, yang berkontribusi pada reli tajam pasar ekuitas AS pada pekan lalu.

“Data IHP tentu menambah lebih banyak bahan bakar bagi investor yang merasa AS mungkin akhirnya berada pada tren penurunan inflasi,” kata Mike Loewengart, analis dari Morgan Stanley, dilansir CNCB International.

“Pasar merespons penurunan konsumen minggu lalu dan reaksi awal hari ini tampaknya kurang lebih sama,” tambahnya.

Narasi inflasi puncak terlihat mendapatkan daya tarik di antara para investor di pasar, tetapi batasan untuk angkanya masih tinggi bagi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk dapat berbalik arah secara cepat.

Selain kondisi makro yang mulai membaik di AS, pasar modal juga mendapat dorongan dari jabat tangan antara Presiden China, Xi Jinping dengan Presiden AS, Joe Biden.

Hal ini karena pasar merespons positif pertemuan kedua pemimpin negara ekonomi terbesar dunia tersebut dengan harapan hubungan yang lebih stabil antara AS dan China setelah kepulangan dari KTT G20 di Bali, Indonesia.

Biden dan Xi berusaha untuk menghentikan hubungan bilateral yang kian suram antara Washington dan Beijing, menginstruksikan para pejabat untuk melanjutkan pembicaraan yang macet tentang prioritas global utama.

Meski demikian, kedua negara tersebut juga ikut mengakui adanya sederet ketidaksepakatan mendalam yang dapat mengganggu upaya tersebut.

Biden muncul dari pertemuan tersebut dengan memproyeksikan optimisme namun tetap berhati-hati, dengan China juga mengirimkan sinyal kesediaan baru dari Beijing untuk ikut serta berdiskusi secara aktif dengan AS.

Equity World | Wall Street Merah, IHSG Tunggu Booster Data Neraca Dagang

Equity World | Wall Street Merah, IHSG Tunggu Booster Data Neraca Dagang

Equity World | Awal pekan ini, pasar keuangan Tanah Air Indeks ramai-ramai berakhir di zona merah. Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah nyaris 1%. Rupiah gagal menjaga momentum setelah sukses melibas dolar Amerika Serikat (AS) pekan lalu, serta imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) juga ditutup bervariasi.

Equity World | Bursa Asia Ditutup Bervariasi Pada Senin (14/11) Usai Rilis Data Inflasi AS

Indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut turun 0,98% pada penutupan perdagangan Senin (14/11) kemarin. Namun masih mampu bertahan di level 7.000, tepatnya berakhir di posisi 7.019,392.

Pelemahan IHSG hari ini selaras dengan pergerakan mayoritas bursa utama Asia lainnya yang juga berakhir di zona merah, kecuali indeks acuan bursa Hong Kong dan Singapura. Hari ini tidak terdapat banyak sentimen positif yang mampu menopang IHSG karena investor masih menunggu sejumlah data makroekonomi penting yang akan dirilis pekan ini.

Selain itu, investor domestik tampaknya juga masih menunggu kick-off KTT G20 yang secara resmi dimulai besok. Kemarin perhelatan B20 resmi berakhir, dengan Elon Musk dan bos bursa kripto terbesar dunia Binance Changpeng Zhao (CZ) masih tidak mampu mengerek gairah pasar.

Nilai transaksi IHSG kemarin mencapai Rp 12,71 triliun dan melibatkan 25,46 miliar saham dab berpindah tangan 1,43 juta kali. Investor asing juga tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 1,12 triliun di pasar reguler.

Aksi jual asing utamanya terjadi di saham blue chip, dengan empat saham paling terdampak secara berurutan dari yang terbesar adalah Telkom Indonesia (TLKM), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Astra Internasional (ASII) dan Bank Negara Indonesia (BBNI). Diperberat aksi jual asing keempat saham kompak ditutup melemah, masing-masing ambles lebih dari 1,50%.

Sementara itu dua emiten batu bara menjadi yang paling diminati asing dengan net buy terbesar yakni Adaro Minerals (ADMR) dan Harum Energy (HRUM).

Selanjutnya Mata uang Garuda juga keok melawan dolar dan berakhir melemah 0,16% ke Rp 15.515/US$, meskipun sempat terapresiasi pada awal perdagangan.

Rupiah tampaknya masih kekurangan tenaga, mengingat pelemahan ini terjadi kala indeks dolar AS yang mengukur kinerja si greenback terhadap enam mata uang dunia lainnya, juga terpantau melemah 1,65% di posisi 106,42 pada pukul 15.00 WIB.

Terakhir harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) ditutup bervariasi pada perdagangan kemarin. Investor cenderung memburu SBN tenor pendek, ditandai dengan turunnya imbal hasil (yield) SBN tenor 5 dan 10 tahun. Sementara itu yoeld SBN tenor 15 dan 20 tahun naik yang berarti investor melepas kepemilikan di surat berharga tersebut. Adapun SBN tenor 30 tahun relatif tidak mengalami perubahan signifikan atau terpantau stagnan.

Equity World | Harga Emas Terkoreksi, Dipicu Penguatan Dolar AS

Equity World | Harga Emas Terkoreksi, Dipicu Penguatan Dolar AS

Equity World | Harga emas terkoreksi pada perdagangan Senin (14/11) pagi. Pukul 07.40 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2022 di Commodity Exchange ada di US% 1.7665,00 per ons troi, turun 0,24% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.769,40 per ons troi.

Equity World | Harga Emas Antam Turun, Segram Jadi Rp970.000

Harga emas turun karena dolar AS menguat setelah pejabat Federal Reserve memperingatkan bahwa bank sentral AS tidak akan berhenti untuk menaikkan suku bunga guna meredam inflasi.

Mengutip Bloomberg, pengetatan kebijakan moneter yang agresif tahun ini mendorong greenback dan membebani emas. Logam mulia, yang dihargai dalam mata uang AS dan tidak memberikan imbal hasil ini biasanya memiliki korelasi negatif dengan dolar dan kurs.

Meski data inflasi AS pekan lalu lebih rendah dari perkiraan dan berhasil mendorong kenaikan harga emas, namun, komentar hawkish pejabat The Fed Christopher Waller mendorong penguatan dolar AS, sehingga memicu koreksi emas.

“Tingkat (suku bunga) ini akan terus naik dan tetap akan tinggi untuk sementara, sampai kita melihat inflasi turun mendekati target,” kata Waller pada konferensi UBS Group AG di Sydney seperti dikutip Bloomberg.

Equity World | Saham Blue Chip Melonjak, IHSG Ngegas di Sejam Perdagangan

Equity World | Saham Blue Chip Melonjak, IHSG Ngegas di Sejam Perdagangan

Equity World | Dibuka melonjak 77,62 poin (1,11%) di posisi 7.044, IHSG ngegas pada sejam perdagangan Jumat (11/11/2022). Pada pukul 10.00 WIB, IHSG tercatat menguat 87,04 poin (1,25%) ke level 7.053,88. IHSG hari ini bergerak positif di rentang 7.024-7.065. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 melonjak 1,57%.

Equity World | Bursa Asia Berjatuhan, Cuma Straits Times yang Selamat

Berdasarkan data RTI, sebanyak 13,61 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp 5,53 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 547.530 kali transaksi.

Tercatat sebanyak 306 saham mengalami kenaikan, 169 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 194 saham stagnan. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 melonjak 1,57%.

Pada sejam perdagangan, saham-saham ini mencatatkan kenaikan tertinggi (top gainers). Kenaikan tertinggi dipimpin PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang naik sebesar 34,81%.

Disusul, PT Bank Jago Tbk (ARTO) kenaikan 18,68%, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) terkerek 15,7%, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menguat 8,51%, PT Menthobi Karyatama raya Tbk (MKTR) naik 7,26%.

Pada sejam diperdagangkan, bursa saham Asia kompak menghijau. Nikkei (Jepang) naik 2,75%, Hang Seng (Hong Kong) melonjak 5,4%, Shanghai (Tiongkok) terkerek 1,4%, dan Straits Time (Singapura) menguat 1,56%

Equity World | Bursa Asia Kompak Melemah, Mengekor Penurunan Wall Street

Equity World | Bursa Asia Kompak Melemah, Mengekor Penurunan Wall Street

Equity World | Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Kamis (10/11) pagi. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 304,95 poin atau 1,10% ke 27.411,29, Hang Seng turun 220,30 poin atau 1,35% ke 16.138,22, Taiex turun 106,68 poin atau 0,81% ke 13.534,21, Kospi turun 0,82 poin atau 0,03% ke 2.423,66, ASX 200 turun 14,69 poin atau 0,21% ke 6.984,00, Straits Times turun 1,78 poin atau 0,07% ke 3.164,35 dan FTSE Malaysia turun 3,65 poin atau 0,25% ke 1.442,56.

Equity World | Pemilu AS Bikin Wall Street Rontok, Awas IHSG Menyusul!

Bursa Asia turun mengekor pelemahan Wall Street, dan ketakutan yang menyapu cryptocurrency, mengurangi selera risiko investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat.

Mengutip Bloomberg, saham di Jepang dan Australia turun.

Pemilihan AS memberikan vonis beragam dalam pemilihan paruh waktu. Partai Republik menuju kendali DPR dengan margin yang lebih kecil dari perkiraan, sementara perlombatan untuk senat terus berlanjut.

“Kongres yang terbagi kemungkinan akan menghalangi langkah fiskal yang berani,” kata Mark Haefele, kepala investasi UBS Global Wealth Management seperti dikutip Bloomberg.

“Bagi pasar, bagaimanapun, kebijakan Federal Reserve akan menjadi pendorong utama, ketimbang kebijakan fiskal.”

Sementara itu, data inflasi Oktober akan memberikan petunjuk tentang jalur pengetatan moneter The Fed.

Equity World | Harga Emas Melonjak Imbas Pelemahan Greenback

Equity World | Harga Emas Melonjak Imbas Pelemahan Greenback

Equity World | Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut dan bertengger di atas level psikologis baru 1.700 dolar AS, karena greenback mundur di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih kecil dari Federal Reserve.

Equity World | Bursa Asia Menghijau Lagi, Kecuali Hang Seng Paling Sengsara

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak 35,5 dolar AS atau 2,11 persen menjadi ditutup pada 1.716,00 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan berkisar di tertinggi sesi 1.720,40 dolar AS dan terendah 1.667,10 dolar AS.

Emas berjangka terdongkrak 3,90 dolar AS atau 0,23 persen menjadi 1.680,50 dolar AS pada Seni (7/11/2022), setelah melambung 45,70 dolar AS atau 2,8 persen menjadi 1.676,60 dolar AS pada Jumat (4/11/2022), dan jatuh 19,10 dolar AS atau 1,16 persen menjadi 1.630,90 dolar AS pada Kamis (3/11/2022).

Emas menembus 1.700 dolar AS pada Selasa (8/11/2022) untuk menetap di harga tertinggi sejak 6 Oktober. Mundurnya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mendukung harga emas.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,44 persen menjadi 109,6390, setelah tergelincir ke level terendah hampir dua minggu pada Senin (7/11/2022). memperpanjang penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut.

Beberapa pejabat dari bank sentral AS menyuarakan dukungan untuk laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat untuk mencegah kehancuran ekonomi, bahkan ketika inflasi AS mengamuk mendekati level tertinggi 40 tahun memberikan tekanan terhadap dolar.

Investor juga menunggu data inflasi harga konsumen AS Oktober yang akan dirilis pada Kamis (10/11/2022). Data tersebut dapat membantu memandu keputusan Federal Reserve selanjutnya tentang kebijakan moneter.

Sementara itu, Federasi Nasional Bisnis Independen mengatakan Selasa (8/11/2022), Indeks Optimisme Bisnis Kecil turun 0,8 poin menjadi 91,3 pada Oktober ke level terendah sejak Juli, memberikan dukungan tambahan terhadap logam kuning.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 58,3 sen atau 2,79 persen, menjadi ditutup pada 21,502 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 25,10 dolar AS atau 2,54 persen, menjadi ditutup pada 1.014,50 dolar AS per ounce.

Equity World | Pemilu Tengah Semester AS Dongkrak Saham Wall Street

Equity World | Pemilu Tengah Semester AS Dongkrak Saham Wall Street

Equity World | Saham Wall Street naik untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) setelah dolar Amerika Serikat (AS) melemah. Pemilihan umum (pemilu) tengah semester juga masih mendongkrak saham AS, walaupun pasar mulai melihat melewati pemilu.

Equity World | Sentimen Pemilu AS dan Bank Sentral Jepang Angkat Saham Asia Pasifik

Jajak pendapat yang menunjukkan Partai Republik kemungkinan akan memenangkan setidaknya satu majelis Kongres. Karenanya, analis menyambut prospek kemacetan politik lebih lanjut, sebuah skenario yang mengurangi ketidakpastian kebijakan sebagai risiko.

Bahkan jika partai Presiden AS Joe Biden melatih kembali kontrol sempit legislatif, pasar saham secara historis mendorong lebih tinggi setelah pemungutan suara paruh waktu, kata Karl Haeling dari LBBW. Ia mencatat bahwa pada November tahun ini hingga April tahun depan, ketika anggota parlemen baru akan menjabat, adalah periode kuat musiman untuk ekuitas.

“Saya tidak berpikir itu khusus untuk harapan apa pun untuk kemenangan Partai Republik. Sederhananya begitu pemilihan tengah semester selesai, pasar saham cenderung berjalan dengan baik di akhir tahun,” kata Haeling tentang rapat umum, Selasa (8/11).

Dow Jones Industrial Average naik 1,3% menjadi berakhir pada 32.827,00.

S&P 500 berbasis luas naik 1,0% menjadi 3.806,80, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi naik 0,9% menjadi 10.564,52.

Kalender minggu ini juga mencakup data indeks harga konsumen (CPI) pada Kamis (10/11), yang akan menjadi ujian utama apakah kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) telah mengurangi inflasi dan apakah bank sentral AS akan merasa perlu untuk memberlakukan kenaikan suku bunga besar lainnya bulan depan.

Di antara masing-masing perusahaan, saham Walgreens Boots Alliance melonjak 4,1% setelah mengumumkan pembelian Summit Health-CityMD senilai US$ 8,9 miliar, sebuah perusahaan perawatan darurat.

Tyson Foods turun 0,1% setelah kepala keuangan perusahaan John Tyson ditangkap setelah diduga mabuk dan masuk tanpa izin, menurut laporan berita. Dia adalah cucu dari pendiri perusahaan.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Dibuka Lebih Tinggi Jelang Data Perdagangan Tiongkok

Equity World | Pasar Asia Pasifik Dibuka Lebih Tinggi Jelang Data Perdagangan Tiongkok

Equity World | Saham di Asia Pasifik naik pada perdagangan Senin (7/11) pagi, saat investor mencerna laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) terbaru dan menantikan pemilihan umum (pemilu) tengah semester.

Equity World | Pasar Modal Masih Menarik, Enam Sektor Ini Menjanjikan di 2023

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 1,08% dan indeks Hang Seng Tech naik 1,33%. Shanghai Composite (SHCOMP) Tiongkok Daratan kehilangan 0,28%, sementara Komponen Shenzhen turun 0,35%.

Nikkei 225 di Jepang 1,23% lebih tinggi dan Topix juga naik 1,04%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,69%. S&P/ ASX 200 diperdagangkan 0,34% lebih tinggi di Australia.

Otoritas Tiongkok dijadwalkan untuk merilis data perdagangan hari ini. Sementara itu, pemasok Apple di wilayah tersebut akan menjadi fokus karena perusahaan memperingatkan pembatasan Covid-19 di Tiongkok mengganggu produksi iPhone.

Pejabat kesehatan Tiongkok memperbarui sikapnya untuk tetap berpegang pada langkah-langkah ketat, yang terlihat mengurangi sentimen pasar setelah melihat lonjakan selera risiko pada Jumat (4/11) dengan spekulasi rencana bersyarat untuk pembukaan kembali aktivitas secara normal.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 1%.

Pasar AS dan Eropa naik pada perdagangan Jumat, di tengah harapan The Federal Reserve (The Fed) akan mengurangi kenaikan suku bunga di masa depan menyusul laporan pekerjaan terbaru. Laporan kali ini diperkirakan menandai laju kenaikan pekerjaan paling lambat sejak Desember 2020, meskipun pertumbuhan ekonomi lebih kuat dari perkiraan.

Spekulasi pembukaan kembali aktivitas ekonomi secara normal Tiongkok daratan menyebabkan reli di pasar minggu lalu. Tetapi ekonom di Goldman Sachs mengatakan bahwa itu masih akan terjadi beberapa bulan lagi.

“Pembukaan kembali sebenarnya masih beberapa bulan lagi karena tingkat vaksinasi lansia tetap rendah dan tingkat kematian kasus tampak tinggi, di antara mereka yang tidak divaksinasi berdasarkan data resmi Hong Kong,” kata ekonom yang dipimpin oleh Hui Shan dalam sebuah catatan, Senin.

Mereka menambahkan bahwa pemerintah mungkin sedang mengerjakan strategi keluar dan bahwa perusahaan mengharapkan negara itu dibuka kembali pada kuartal kedua II-2023.

Equity World | Duh, IHSG Dibuka Melemah Jelang Akhir Pekan

Equity World | Duh, IHSG Dibuka Melemah Jelang Akhir Pekan

Equity World | Ditutup menguat sebesar 18 poin (0,27%) ke level 7.034, IHSG dibuka melemah 9,76 poin (0,14%) di posisi 7.024,8 pada perdagangan sesi I, Jumat (4/11/2022). IHSG hari ini bergerak mixed pada rentang 7.015-7.037.

Equity World | Pasar Asia Dibuka Lebih Rendah Jelang Laporan Pekerjaan AS

Tercatat sebanyak 375,02 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 232,35 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 25.949 kali transaksi. Sebanyak 163 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 105 saham terkoreksi, dan 234 saham stagnan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 32,001,25 (-0.46%), NASDAQ ditutup 10,342.94 (-1.73%), S&P 500 ditutup 3,719.89 (-1.06%). Bursa saham wall street ditutup melemah empat hari berturut-turut setelah Federal Reserve menyampaikan kenaikan suku bunga tiga perempat poin lagi dan mengisyaratkan bahwa pivot atau penurunan suku bunga tidak akan datang dalam waktu dekat.

Imbal hasil US Treasury melonjak karena para pedagang mencerna keputusan suku bunga terbaru, memberi tekanan pada ekuitas. Banyak yang memperkirakan pasar akan terus turun sampai jelas bahwa inflasi telah mendingin dan The Fed akan berhenti mendaki.

Pasar Asia-Pasifik dibuka lebih rendah pada Jumat (4/11/2022) karena pasar tengah mencerna kenaikan suku bunga 75 basis poin Federal Reserve AS. Nikkei 225 (Jepang) turun 1% di awal perdagangan. Topix turun 0,8%. Di Korea Selatan, Kospi menurun secara fraksional. Kosdaq turun 0,36%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang sedikit berubah.

S&P/ASX 200 Australia tergelincir 0,23%. Reserve Bank of Australia dijadwalkan untuk merilis pernyataan kebijakan moneter Jumat nanti.

Prediksi Analis

Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi IHSG tertekan pada perdagagangan Jumat (4/11/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.954 – 7.172. Ini daftar belanja saham jelang akir pekan, salah satunya WIKA.

Yugen Bertumbuh Sekuritas menjelaskan, akhir pekan pertama di bulan kesebelas 2022, IHSG masih terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi. Pola sideways dengan potensi tekanan yang masih terlihat besar saat ini ditopang oleh laporan kinerja emiten yang diharapkan dapat memberikan sentimen positif.

“Sentimen ini dapat menopang pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Namun, IHSG hari ini berpotensi tertekan,” tulis Yugen Bertumbuh Sekuritas dalam risetnya, Jumat (4/11/2022).

Yugen Bertumbuh Sekuritas merekomendasikan daftar belanja saham jelang akhir pekan. Daftar belanja saham tersebut terdiri dari HMSP, WIKA, WTON, ASRI, UNVR, ICBP, BBCA, BBNI, ASII.

Design a site like this with WordPress.com
Get started