Equity World | Awal Desember Bursa Asia Sumringah, Sayang IHSG Gak Ikutan

Equity World | Awal Desember Bursa Asia Sumringah, Sayang IHSG Gak Ikutan

Equity World | Mayoritas bursa Asia-Pasifik ditutup cerah bergairah pada perdagangan Kamis (1/12/2022), di mana investor cenderung optimis setelah adanya indikasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Equity World | Berita Baik di Amerika, Kabar Buruk Bagi Dunia! RI Siap?

Hanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di zona merah pada hari ini, yakni melemah 0,85% ke posisi 7.020,8.

Sedangkan sisanya ditutup cerah bergairah. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup melesat 0,92% ke posisi 28.226,08, Hang Seng Hong Kong menguat 0,75% ke 18.736,44, Shanghai Composite China bertambah 0,45% ke 3.165,47, Straits Times Singapura naik tipis 0,07% ke 3.292,73, ASX 200 Australia melonjak 0,96% ke 7.354,4, dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,3% menjadi 2.479,84.

Dari China, aktivitas manufaktur versi swasta cenderung naik sedikit pada November 2022. Berdasarkan data yang dirilis Caixin, aktivitas manufaktur yang tergambarkan pada purchasing manager’s index (PMI) tercatat sebesar 49,4 pada November 2022, naik sedikit dari periode Oktober lalu yang sebesar 49,2.

Angka ini masih lebih tinggi dari ekspektasi pasar dalam polling Reuters yang memperkirakan PMI manufaktur China versi Caixin pada bulan lalu mencapai 48,4. Meski naik sedikit, tetapi PMI manufaktur China tersebut masih berada di zona kontraksi, seperti versi resmi (NBS).

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas. Di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya ekspansi.

Sebelumnya kemarin, versi resmi dari NBS menunjukkan bahwa PMI manufaktur Negeri Panda kembali berkontraksi menjadi 49. Hal ini menandakan bahwa sektor manufaktur China telah berkontraksi selama dua bulan beruntun.

Hingga kini, China masih bersikeras pada kebijakan nol-Covid untuk memberantas wabah dengan karantina ketat dan pengujian massal yang disebut-sebut menjadi biang kerok turunnya kepercayaan bisnis di negara itu.

Di lain sisi, investor di Asia-Pasifik cenderung optimis setelah adanya indikasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga.

“Masuk akal untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga kami saat kami mendekati tingkat pengekangan yang cukup untuk menurunkan inflasi. Waktu untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga mungkin akan datang segera setelah pertemuan Desember” tuturnya dikutip CNBC International.

Sebelumnya kemarin, versi resmi dari NBS menunjukkan bahwa PMI manufaktur Negeri Panda kembali berkontraksi menjadi 49. Hal ini menandakan bahwa sektor manufaktur China telah berkontraksi selama dua bulan beruntun.

Hingga kini, China masih bersikeras pada kebijakan nol-Covid untuk memberantas wabah dengan karantina ketat dan pengujian massal yang disebut-sebut menjadi biang kerok turunnya kepercayaan bisnis di negara itu.

Di lain sisi, investor di Asia-Pasifik cenderung optimis setelah adanya indikasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga.

“Masuk akal untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga kami saat kami mendekati tingkat pengekangan yang cukup untuk menurunkan inflasi. Waktu untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga mungkin akan datang segera setelah pertemuan Desember” tuturnya dikutip CNBC International.

Equity World | IHSG Bergerak Liar Pagi Ini, Saat Bursa Asia Menghijau dan Jelang Rilis Inflasi

Equity World | IHSG Bergerak Liar Pagi Ini, Saat Bursa Asia Menghijau dan Jelang Rilis Inflasi

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak liar di tengah kenaikan pasar regional dana jelang rilis data inflasi pada perdagangan Kamis (1/12). Mengutip RTI pukul 09.12 WIB, indeks terkoreksi 0,21% atau 14,644 poin ke level 7.066,669.

Equity World | Saham Asia Pasifik Naik, Fed Beri Sinyal Laju Suku Bunga Melambat

Tercatat 187 saham turun, 220 saham naik, dan 208 saham stagnan. Total volume perdagangan capai 2,56 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 1,95 triliun.

Tiga sektor pemberat langkah IHSG ytakni IDX-Tecno 1,20%, IDX-Helath 0,44%, dan IDX-NonCycc 0,30%.

Saham-saham top losers LQ45:

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 6,62%
  • PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun 1,61%
  • PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun 1,40%

Saham-saham top gainers LQ45:

  • PT Medco Energi International Tbk (MEDC) naik 3,29%
  • PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 3,10%
  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) naik 3,02%

Sementara itu, bursa saham Asia diperdagangkan lebih tinggi, melanjutkan optimisme di balik reli Wall Street. Setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengonfirmasi kenaikan suku bunga yang lebih kecil dapat dimulai pada bulan Desember.

Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin kenaikan di pasar regional, naik 1,9% pada jam pertama perdagangannya. Dengan indeks Hang Seng Tech diperdagangkan 4% lebih tinggi.

Di China daratan, Shanghai Composite naik 1,29% dan Shenzhen Component naik 2,11%.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 1,13% dan Topix naik 0,25%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,77% dan S&P/ASX 200 di Australia naik 0,82% pada perdagangan pagi Asia.

Equity World | Dibuka Melemah, IHSG Melaju di Zona Hijau

Equity World | Dibuka Melemah, IHSG Melaju di Zona Hijau

Equity World | Ditutup melemah sebesar 5 poin (0,08%) ke level 7.012, IHSG dibuka melemah 15,67 poin (0,22%) di posisi 6.996,39 pada perdagangan sesi I, Rabu (30/11/2022). Kemudian, IHSG melaju di zona hijau. Sehingga IHSG hari ini bergerak pada rentang 6.994-7.021.

Equity World | Isu Resesi Kembali Muncul, Bursa Asia Dibuka ‘Kebakaran’

Tercatat sebanyak 676,52 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 544,58 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 34.201 kali transaksi. Sebanyak 190 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 110 saham terkoreksi, dan 231 saham stagnan.

Wall Street beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan S&P 500 turun terseret kerugian Apple dan Amazon menjelang pidato Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang dapat memberikan petunjuk tentang besarnya kenaikan suku bunga di waktu mendatang.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 3,07 poin (0,01%) menjadi menetap di 33.852,53 poin. Indeks S&P 500 tergelincir 6,31 poin (0,16%), menjadi berakhir di 3.957,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 65,72 poin (0,59%) menjadi ditutup di 10.983,78 poin.

Investor juga fokus pada protes baru-baru ini terhadap pembatasan Covid-19 di Tiongkok, termasuk di pabrik iPhone terbesar di dunia. Saham Apple turun 2,1 %, melemah untuk sesi keempat berturut-turut.

Saham Asia-Pasifik jatuh pada Rabu (30/11/2022) menjelang rilis data aktivitas pabrik Tiongkok November, di mana analis memperkirakan akan melihat kontraksi untuk kedua kalinya berturut-turut.

Di Australia, S&P/ASX 200 adalah 0,37% lebih rendah. Nikkei 225 di Jepang turun 0,52% dan Topix tergelincir 0,42%. Kospi Korea Selatan turun 0,35%. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,14%.

Prediksi Analis

Reliance Sekuritas mengatakan, pasar akan menanti rilis inflasi Indonesia. Untuk itu, IHSG diperkirakan mixed cenderung melemah pada perdagangan Rabu (30/11/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.990 – 7.050. Pantau jajaran saham potensi naik hari ini, salah satunya BBRI.

Reliance Sekuritas mengatakan, pasar akan menanti rilis inflasi Indonesia dimana konsesnsus memperkirakan akan ada punurunan menjadi 5,5% YoY. Sedangkan dari eksternal, sentimen negatif datang dari Tiongkok sebagai salah satu negara tujuan ekspor terbesar Indonesia.

“Tiongkok kembali menerapkan lockdown akibat kenaikan kasus Covid-19,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Rabu (30/11/2022).

Secara teknikal, Reliance Sekuritas menambahkan, IHSG membentuk candle spinning diikuti dengan volume jual yang masih tinggi. Indicator MACD dan stochastic telah membentuk deathcross. “Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu BBRI, PTRO, MPPA, ADRO, BBNI, HRUM, SMRA,” tambah Reliance Sekuritas.

Equity World | Investor Kena Ghosting IHSG, Lagi-Lagi Karena China Effect

Equity World | Investor Kena Ghosting IHSG, Lagi-Lagi Karena China Effect

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan sesi I Senin (28/11) ditutup berbalik arah. Meski sempat bertahan di zona hijau, IHSG kembali terlempar ke zona merah tepatnya di level 7037.26 atau turun 0.23%. Beberapa sentimen global mempengaruhi pergerakan IHSG kali ini.

Equity World | Harga Emas Melemah 13,70 Dolar AS karena Tertekan Greenback

Berdasarkan data statistic dari RTI Business, pada pukul 09.20 IHSG berada di level 7078.34, selang 15 menit berikutnya masih berada di di level 7074. Namun IHSG perlahan menurun. Pada pukul 10.00, meski masih di zona hijau, IHSG terpantau turun ke 7062.45.

Pergerakan saham terus melemah dan berbalik arah ke zona merah hingga penutupan sesi I. Perdagangan mencatatkan volume saham ada sebanyak 24 miliar lembar diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1.1 juta kali serta nilai kapitalisasi pasar senilai 9.5 Triliun.

Pada pukul 11.30, seluruh saham Asia melemah. Nikkei 225 Index (N225) merosot 0.51%, disusul Hang Seng Index (HIS) turun sebesar 1.98%. Shanghai Composite Index juga mengalami hal yang sama dengan pelemahan sebesar 1.03%. Kemudian Strait Times Index turun 0.43%.

Saham Asia-Pasifik diperdagangkan lebih rendah pada hari Senin di tengah kerusuhan di China atas kebijakan nol-Covid yang berkelanjutan dan semakin banyak kasus yang dilaporkan di negara tersebut. Kekhawatiran akan pembatasan yang berlanjut di China kembali mencuat.

Harga minyak tergelincir karena protes Covid China berlanjut. Minyak mentah berjangka tergelincir di awal karena tingginya kasus Covid, pembatasan virus, dan kerusuhan di China meningkatkan kekhawatiran tentang permintaan dari konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate turun 0,35% menjadi $76,01 per barel, sementara minyak mentah Brent berjangka kehilangan 0,26% menjadi $83,41 per barel.

Beralih ke AS, bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu (25/11/2022) berakhir cenderung melemah. Kedua indeks utama Wall Street kompak terkoreksi, sedangkan Dow Jones sukses parkir di zona hijau.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) berakhir menguat 152 poin atau 0,45% dan sukses membukukan penguatan selama tiga hari beruntun. Sedangkan, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite kompak melemah yang masing-masing 0,03% dan 0,52%.

Adapun top gainers untuk perdagangan sesi I kali ini yaitu SINI (+23%), GULA (+13.8%), dan ZATA (+13.5%). Sementara untuk top losers adalah MDKA (-6.85%), WIRG (-6.84%) dan PNLF (-6.80%)

Equity World | Pekan Terakhir November, Investor Wall Street Amati Laporan Keuangan

Equity World | Pekan Terakhir November, Investor Wall Street Amati Laporan Keuangan

Equity World | Ketiga indeks utama berakhir lebih tinggi pekan lalu, bahkan dengan waktu perdagangan yang dipersingkat karena liburan Thanksgiving. Pada minggu terakhir November 2022, investor akan mengamati lebih banyak laporan pendapatan.

Equity World | IHSG-Bursa Asia Kompak ‘Kebakaran’

Dow naik 1,78%, dan S&P 500 naik 1,53% selama minggu singkat. Nasdaq yang padat teknologi tertinggal dari dua indeks lainnya tetapi masih naik 0,72% dalam jangka waktu yang sama.

Pasar saham terangkat selama seminggu oleh komentar dari pejabat Federal Reserve (Fed) yang mengisyaratkan bahwa bank sentral akan mundur dari jalur kenaikan suku bunga yang agresif karena inflasi mereda. Risalah dari pertemuan November Fed mengonfirmasi kemungkinan perubahan arah kebijakan.

“Sebagian besar peserta menilai bahwa perlambatan laju kenaikan kemungkinan akan segera terjadi,” bunyi risalah tersebut, pekan lalu.

Selain itu, sejumlah rilis ekonomi akan memberikan informasi lebih lanjut tentang keadaan konsumen dan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Intuit, Salesforce, dan Five Below dijadwalkan untuk melaporkan pendapatan. Data konsumsi pribadi dan laporan tenaga kerja November juga akan dirilis minggu ini.

Penghasilan di Geladak untuk Minggu Terakhir November

Berikut adalah perusahaan yang dijadwalkan untuk melaporkan pendapatan kuartalan minggu ini.

Senin – Azek

Selasa – Hewlett Packard Enterprise, NetApp, CrowdStrike, Intuit

Rabu – Salesforce, Box, Petco, Pure Storage, Splunk, Five Below, Hormel, Snowflake, Octa, Royal Bank of Canada, PVH, Victoria’s Secret, Synopsis, La-Z-Boy

Kamis – Kroger, Zscaler, ChargePoint, Dollar General, Ulta Beauty, Ambarella, Lands’ End, Ambarella, Designer Brands, American Outdoor Brands, Asana, Marvell Tech, Big Lots, Toronto Dominion, Bank of Montreal, Canadian Imperial Bank, Zumiez

Jumat – Cracker Barrel

Saham Berjangka Jatuh pada Minggu

Saham berjangka AS tergelincir pada Minggu malam setelah Wall Street membukukan keuntungan selama minggu singkat liburan Thanksgiving.

Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average kehilangan 72 poin, atau 0,21%. S&P 500 berjangka turun 0,32% dan Nasdaq 100 berjangka turun 0,48%.

Equity World | Dibuka Melemah, IHSG Galau di Awal Perdagangan

Equity World | Dibuka Melemah, IHSG Galau di Awal Perdagangan

Equity World | Ditutup menguat sebesar 26 poin (0,37%) ke level 7.080, IHSG dibuka melemah 7,43 poin (0,11%) di posisi 7.073,08 pada perdagangan sesi I, Jumat (25/11/2022). IHSG bergerak galau di awal perdagangan sehingga bergerak bervariasi pada rentang 7.068-7.086.

Equity World | Pasar Asia Pasifik Dibuka Mixed, Pasar AS Ditutup untuk Thanksgiving

Tercatat sebanyak 526.298 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 572,58 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 43.343 kali transaksi. Sebanyak 142 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 119 saham terkoreksi, dan 228 saham stagnan.

Bursa Amerika Serikat ditutup libur. Dow Jones ditutup 34.194,06 (0,00%), NASDAQ ditutup 11.285,32 (0,00%), S&P 500 ditutup 4.027,26 (0,00%). Bursa saham Amerika Serikat ditutup libur menyambut Thanks giving day.

Bursa saham eropa juga ditutup menguat sementara bursa saham asia dibuka menguat pagi hari ini. Investor menyambut optimis harga minyak mentah yang cukup stabil beberapa hari terakhir dan dinilai mampu membantu menekan inflasi kedepannya.

Bursa saham di Asia-Pasifik diperdagangkan beragam. Hal ini karena investor mencerna data ekonomi dari wilayah tersebut, termasuk indeks harga konsumen Tokyo dan pembacaan produk domestik bruto akhir Singapura. Pasar di AS tutup untuk liburan Thanksgiving dan akan tutup lebih awal pada hari Jumat.

Di Australia, S&P/ASX 200 di Australia naik 0,15%. Nikkei 225 turun 0,32% dan Topix juga turun 0,21%. Di Korea Selatan, Kospi turun 0,22%.

Prediksi Analis

Reliance Sekuritas menyebut investor tengah menunggu arah kebijakan suku bunga dalam negeri. Alhasil, IHSG akan bergerak pada rentang 7.060 – 7.130. Intip jajaran saham bakal meroket hari ini, salah satunya AVIA.

Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG akan berpotensi diperdagangkan menguat, ditengah sinyal yang beragam dari pasar regional. Para investor masih akan menunggu arah kebijakan suku bunga di dalam negeri dengan menungu data ekonomi lebih lanjut. “Sementara harga komoditas sedang berfluktuasi seperti minyak, batu bara dan nikel,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Jumat (25/11/2022).

Secara teknikal, Reliance Sekuritas mengatakan, IHSG masih berada di trend sideway sehingga masih akan menguji untuk menguji support dan resistance. “Beberapa saham yang memiliki bakal meroket untuk perdagangan hari ini yaitu AVIA, PWON, CTRA, BSDE, MIKA, BBRI, TBIG,” tambah Reliance Sekuritas.

Equity World | Mengekor Bursa Asia, IHSG Dibuka Menguat!

Equity World | Mengekor Bursa Asia, IHSG Dibuka Menguat!

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini dibuka menguat. Penguatan IHSG senada dengan pergerakan bursa Asia.

Equity World | Menanti Risalah The Fed, Wall Street Dibuka Cerah

Mengutip data RTI, Kamis (24/11/2022) IHSG menguat 29 poin (0,42%). IHSG pada pukul 09.00 tadi berada di level 7.083.

Indeks LQ45 juga bertambah 5 poin (0,50%) ke level 1.003.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 34,194.06 (+0.28%), NASDAQ ditutup 11,285.32 (+0.99%), S&P 500 ditutup 4,027.26 (+0.59%). Wall Street ditutup dengan kenaikan solid setelah risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) bulan November 2022 menunjukkan kenaikan suku bunga mungkin akan segera melambat.

Sejak pertemuan terakhir The Fed pada 1-2 November, investor lebih optimis bahwa tekanan harga mulai mereda, yang berarti kenaikan suku bunga yang lebih kecil dapat mengurangi inflasi. Volume perdagangan tipis menjelang liburan Thanksgiving pada hari Kamis, dengan pasar saham AS dibuka untuk setengah sesi pada hari Jumat.

Penguatan IHSG juga sejalan dengan pergerakan bursa Asia pada pagi ini.

Berikut pergerakan bursa Asia pada pagi ini

Indeks Nikkei menguat 332 poin ke level 28.447,939
Indeks Hang Seng bertambah 97 poin ke 17.621
Indeks Shanghai naik 1 poin ke 3.098
Indeks Strait Times naik 4 poin ke 3.260

Equity World | Pasar Asia Pasifik Bergerak Mixed Jelang Risalah Fed

Equity World | Pasar Asia Pasifik Bergerak Mixed Jelang Risalah Fed

Equity World | Saham di Asia Pasifik sebagian besar naik pada perdagangan Rabu (23/11), setelah saham di Amerika Serikat (AS) naik semalam menjelang risalah Federal Reserve (Fed). Bank sentral Selandia Baru memberikan kenaikan 75 basis poin (bps), sesuai ekspektasi dalam jajak pendapat Reuters, menjadi kenaikan suku bunga terbesar dalam sejarah bank sentral.

Equity World | Bursa Asia Berikan Sinyal Baik Untuk IHSG Hari Ini

Indeks NZX 50 di Selandia Baru turun 0,8%.

S&P/ ASX 200 naik 0,7% meskipun Gubernur bank sentral Australia (RBA) Philip Lowe pada Selasa (22/11) mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Di Korea Selatan, Kospi naik 0,56%, sedangkan Kosdaq naik 1,12%.

Pasar Jepang tutup untuk hari libur umum.

Pemerintah Singapura akan merilis data inflasinya, sementara Australia diperkirakan akan mengunggah data manufakturnya. Pembuat ponsel pintar Tiongkok Xiaomi dijadwalkan untuk merilis laporan keuangan hari ini.

Presiden Fed Cleveland Loretta Mester juga mengatakan data inflasi baru-baru ini menjanjikan. Ia akan mendukung pengurangan kenaikan suku bunga ke depan.

Bank sentral Selandia Baru Naikkan Suku Bunga

Bank sentral Selandia Baru (RBNZ) menaikkan suku bunga resmi sebesar 75 bps, rekor kenaikan terbesar, menjadi 4,25%.

Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi analis, menurut jajak pendapat Reuters.

Ini adalah kenaikan kesembilan berturut-turut sejak RBNZ pertama kali memulai siklus kenaikan suku bunga pada Oktober 2021, lima di antaranya adalah kenaikan 50 bps.

Inflasi Selandia Baru saat ini mencapai 7,2%, tepat di bawah level tertinggi tiga dekade.

Investor Beralih ke Saham Teknologi Tiongkok Lapis Kedua

Investor harus mengambil keuntungan dari naik turunnya saham teknologi Tiongkok untuk pindah ke perusahaan yang lebih kecil dan kurang mapan, menurut Eva Lee, kepala ekuitas Tiongkok yang lebih besar di kantor kepala investasi UBS Global Wealth Management.

“Di bawah peraturan saat ini, pemain lapis kedua akan lebih baik daripada yang teratas. Gunakan kesempatan ini untuk merotasi ke perusahaan lapis kedua,” seperti perusahaan dengan pendapatan yang tangguh, katanya, dilansir dari CNBC pada Rabu (23/11).

Raksasa teknologi dianggap sebagai proksi pemulihan ekonomi makro. Sementara jalan menuju pembukaan kembali secara penuh pada akhirnya akan naik turun, berombak, katanya.

“Akhirnya kita pindah ke sana tapi butuh waktu,” kata Lee.

Equity World | Harga Emas Ditutup Melemah, Simak Sentimen yang Menyeretnya

Equity World | Harga Emas Ditutup Melemah, Simak Sentimen yang Menyeretnya

Equity World | Harga emas tak berdaya ke level terendah dalam lebih dari seminggu setelah jatuh lebih dari 1%. Sentimen negatif datang setelah dolar Amerika Serikat (AS) memperpanjang kenaikan, sementara perhatian pasar beralih ke risalah pertemuan November Federal Reserve yang akan dirilis pekan ini.

Equity World | Sudah Was-was Di Awal Pekan, Wall Street Dibuka Beragam!

Senin (21/11), harga emas spot ditutup melemah 0,7% ke US$ 1.738,05 per ons troi, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak 10 November di US$ 1.731.40.

Setali tiga uang, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Februari 2023 ditutup melemah 0,8% ke US$ 1.739,6 per ons troi.

“Secara keseluruhan, lingkungan makro umum masih berupa tingkat suku bunga yang lebih tinggi, yang merupakan hal negatif bagi logam mulia karena bank sentral terus berupaya menaikkan suku bunga,” kata Chris Gaffney, President of World Markets di TIAA Bank.

Indeks Dolar AS naik 0,9%, membebani komoditas logam mulia seperti emas yang membuatnya lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Risalah pertemuan Fed November akan dirilis pada hari Rabu (23/11), dengan sebagian besar pedagang bertaruh pada kenaikan 50 basis poin pada pertemuan Desember, dan beberapa melihat peluang 24,2% dari kenaikan 75 bps menyusul komentar baru-baru ini oleh pejabat The Fed.

Suku bunga yang lebih tinggi merusak daya tarik emas, yang secara tradisional merupakan lindung nilai terhadap inflasi, karena menaikkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak menghasilkan bunga.

“Kami mungkin akan menjelajah ke level terendah di US$ 1.700-an… itu adalah level support yang kemungkinan besar akan kami turunkan,” kata Bart Melek, Head of Commodity Markets Strategy di TD Securities.

Di sisi lain, distrik terpadat di Beijing mendesak penduduk untuk tinggal di rumah pada hari Senin ketika jumlah kasus COVID-19 di kota itu meningkat.

“China khususnya adalah pasar aktif untuk logam mulia dan jika mereka terus mengunci… [itu] lebih sedikit uang untuk dibelanjakan di China untuk tujuan investasi,” kata Gaffney.

Equity World | Wall Street Menguat Imbas Kenaikan Saham Defensif

Equity World | Wall Street Menguat Imbas Kenaikan Saham Defensif

Equity World | Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (18/11). Hal ini disebabkan oleh kenaikan saham defensif yang membayangi penurunan sektor energi dan para investor mengabaikan komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga.

Equity World | IHSG Loyo ke 7.063 Ikuti Bursa Asia

Mengutip Reuters, Senin (21/11), indeks Dow Jones Industrial Average naik 199,37 poin atau 0,59 persen menjadi 33.745,69. Indeks S&P 500 menguat 18,78 poin atau 0,48 persen ke 3.965,34 dan indeks Nasdaq Composite naik 1,11 poin atau 0,01 persen menjadi 11.146,06.

Pemimpin Federal Reserve Bank of Boston, Susan Collins, mengatakan dengan sedikit bukti tekanan harga berkurang, The Fed mungkin perlu memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi sebagai upaya mengendalikan inflasi.

Pada hari Kamis, Presiden Fed St. Louis James Bullard memicu penurunan saham ketika dia mengatakan The Fed perlu terus menaikkan suku bunga karena pengetatannya sejauh ini hanya berdampak terbatas pada inflasi.

“Dengan pernyataan Collins dan kemudian Bullard, kami telah melakukan pembicaraan yang sangat hawkish, tetapi pasar benar-benar meresponsnya dengan tenang,” kata Co-Chief Investment Officer Trust Advisory Services, Keith Lerner.

“Itu belum memukul pasar ke sisi negatifnya seperti di masa lalu,” ujarnya lagi.

Selama pekan ini, indeks S&P 500 turun 0,7 persen, terkoreksi sedikit setelah reli kuat selama sebulan didorong oleh data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan yang memicu harapan bank sentral dapat meredam kenaikan suku bunga yang menghukum pasar. Sementara Nasdaq menurun 1,6 persen di pekan ini, sedangkan Dow Jones pada dasarnya tidak berubah.

“Pasar berada dalam sedikit pola bertahan” jelang data ketenagakerjaan dan ekonomi lainnya, ungkap Ekonom dan Ahli Strategi Portofolio New York Life Investments, Lauren Goodwin.

Menurut dia, apa yang mendorong semua ekuitas adalah kebijakan The Fed dan gaya gravitasi yang ditimbulkan oleh kenaikan suku bunga terhadap kompleks ekuitas secara keseluruhan. “Kami tidak akan melihat bukti nyata dalam hal potensi penurunan tekanan upah atau inflasi. Tekanan selama beberapa minggu lagi,” pungkasnya.

Design a site like this with WordPress.com
Get started