Equityworld Futures | Harga Emas Melesat Terkatrol Pelemahan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas Melesat Terkatrol Pelemahan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga emas melonjak ke level tertinggi enam bulan pada Selasa (28/11). Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer mengatakan, harga emas melonjak didorong oleh pelemahan Dolar yang signifikan dan ekspektasi pengetatan moneter dari Federal Reserve.

Equityworld Futures | Harga Emas Melesat Lagi Imbas Ramalan The Fed Tahan Suku Bunga

Emas spot melanjutkan kenaikan sebesar 0,15%, mencapai US$2.017,40/oz pukul 07.06 WIB pada Selasa pagi, setelah penutupan naik sebesar 0,64% pada sesi Senin. Kenaikan ini membawa emas spot mencapai level tertinggi sejak 16 Mei. Sementara itu, emas berjangka juga naik 0,11% di US$2.016,65/oz setelah penutupan naik 0,63%.

Fischer menyebutkan, faktor utama yang mendukung kenaikan harga emas adalah pelemahan indeks Dolar AS, yang bergerak di dekat level terendah tiga bulan. Pelemahan Dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Pada penutupan, indeks Dolar AS turun 0,18% ke 103.120.

Menurut dia, emas akan diperdagangkan lebih tinggi jika mereka tidak jadi menaikkan suku bunga untuk saat ini.

Para trader umumnya memperkirakan bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada bulan Desember, sementara peluang pelonjakan kebijakan sekitar 50-50 pada bulan Mei tahun depan, seperti yang ditunjukkan oleh FedWatch Tool CME.

“Prospek suku bunga yang lebih rendah di masa depan cenderung mengurangi biaya peluang untuk memiliki aset tanpa bunga, yang sering kali meningkatkan daya tarik emas sebagai investasi,” jelas Fischer dalam riset harian yang dibagikan, Selasa (28/11).

Fischer menyampaikan, prediksi untuk emas masih menjadi sorotan karena dipengaruhi oleh pelemahan yang terus berlanjut terhadap USD yang cenderung menurun dan diprediksi akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Pandangan tersebut sejalan dengan sentimen pasar bahwa emas sebagai aset yang dihargai dalam Dolar, akan terus menikmati keuntungan dari pelemahan mata uang tersebut.

Faktor tambahan yang dianggap sebagai pendorong kenaikan harga emas adalah keputusan beberapa negara untuk meningkatkan simpanan emas sebagai bagian dari portofolio aset mereka untuk masa depan.

“Beberapa negara sudah membeli emas sebagai bagian dari strategi untuk aset masa depan. Dengan beberapa negara yang mengadopsi langkah serupa, ini dapat menekan harga USD lebih jauh, menyebabkan pelemahan yang signifikan,” tambah Fischer.

Selain itu, Fischer mencatat bahwa ada beberapa negara yang secara kolektif bergerak menuju meninggalkan Dolar AS sebagai mata uang cadangan utama mereka. Keputusan ini dapat memberikan tekanan tambahan terhadap nilai Dolar, yang pada gilirannya akan mendukung kenaikan harga emas.

Perhatian investor akan difokuskan pada angka PDB kuartal ketiga AS yang akan dirilis pada hari Rabu (29/11), serta indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang merupakan pengukur inflasi yang lebih disukai oleh Federal Reserve dan akan dirilis pada hari Kamis (30/11).

Kedua data ini dianggap sebagai faktor kunci yang dapat memengaruhi kebijakan moneter di masa depan dan berpotensi memberikan arah baru bagi harga emas. Para pelaku pasar akan tetap waspada terhadap perkembangan ini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Equityworld Futures |Rilis Data Inflasi AS Bakal Jadi Hambatan Wall Street Pekan Ini

Equityworld Futures |Rilis Data Inflasi AS Bakal Jadi Hambatan Wall Street Pekan Ini

Equityworld Futures |Ukuran inflasi pilihan the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) akan menjadi hambatan utama bagi pasar saham.

Equityworld Futures | Pesta! Pesta! Harga Emas Bertahan di US$ 2.000, Diramal Naik!

Dikutip dari Yahoo Finance, ditulis Senin (27/11/2023), indeks pengeluaran konsumsi pribadi atau the Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Oktober akan rilis Kamis pekan ini. Ekonom prediksi inflasi PCE atau inflasi inti yang menjadi ukuran pilihan the Fed naik 3,5 persen pada bulan lalu.

Kalender ekonomi juga akan menghadirkan sejumlah informasi mengenai aktivitas manufaktur, kepercayaan konsumen dan harga rumah.

Dari korporasi, ada laporan kuartalan dari Salesforce, Snowflake, Okta, Dollar Tree, Foot Locker, Kroger dan Ulta Beauty.

Laporan keuangan terbaru OpenAI dan Nivida telah menarik sebagian besar perhatian investor. Saham menguat di tengah perdagangan yang singkat. Rata-rata tiga indeks saham acuan naik 1 persen pekan lalu.

Inflasi Jadi Fokus

Pada pekan ini akan beri ujian bagi pasar saat ini karena saham-saham berakhir pada Jumat pekan ini menuju kenaikan bulanan terbaik dalam setahun.

Pembacaa inflasi pada Kamis 30 November 2023 akan memberikan peluang terakhir bagi data ekonomi untuk menggagalkan narasi yang mendukung saham-saham saat ini kalau ekonomi Amerika Serikat mungkin menuju “soft landing”. Hal ini berarti inflasi turun ke target bank sentrla 2 persen tanpa penurunan ekonomi yang parah.

Data ekonomi baru-baru ini tidak sejalan dengan jalur tersebut menyebabkan pasar saham seperti saham kapitalisasi kecil dan saham meme menjadi reli.

Data ini juga telah melampaui harapan terhadap the Fed dengan pasar sekarang prediksi hanya 12 persen kemungkinan the Fed menaikkan suku bunga lagi, menurut data dari CME Group.

Ekonom prediksi inflasi tahunan menurut ukuran inflasi pilihan the Fed, PCE inti mencapai 3,5 persen pada Oktober. Selama bulan sebelumnya, ekonom prediksi PCE inti naik 0,2 persen.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Meroket, Dijual Laku Sejuta!

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Meroket, Dijual Laku Sejuta!

Equityworld Futures | Harga emas hari ini keluaran Logam Mulia Antam 24 karat, Jumat (24/11/2023), mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan kemarin. Harga emas hari ini terbang Rp 10.000 per gram dan berada di level Rp 1.105.000 per gram.

Equityworld Futures | Pemilik Emas Bisa Kipas-Kipas Nih, Harganya Kembali Naik

Untuk satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram saat ini berada di angka Rp 602.500. Sementara itu harga emas 10 gram dijual sebesar Rp 10.545.000. Sedangkan untuk ukuran emas yang terbesar, yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol dengan harga sebesar Rp 1.045.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, pergerakan harga emas hari ini dari Antam terpantau bergerak di rentang Rp 1.095.000/gram – Rp 1.105.000/gram. Sementara dalam sebulan terakhir pergerakannya ada di rentang Rp 1.084.000/gram – Rp 1.136.000/gram.

Sementara harga emas hari ini untuk buyback emas Antam juga ikut mengalami kenaikan sebesar Rp 10.000 per gram dan membuat harga buyback saat ini bertahan di level Rp 1.004.000 per gram. Harga buyback ini berarti jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai dengan PMK No. 34/PMK 10/2017, pembelian emas batangan akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Artinya, jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, sebesar 0,45%, harus menyertakan nomor NPWP untuk transaksinya.

Equityworld Futures | Pergerakan Harga Emas Hari Ini Dipoles Suku Bunga The Fed yang Melandai

Equityworld Futures | Pergerakan Harga Emas Hari Ini Dipoles Suku Bunga The Fed yang Melandai

Equityworld Futures | Harga emas berpotensi mengalami penguatan seiring ekspektasi pasar terkait suku bunga acuan The Fed yang bakal melandai.

Equityworld Futures | The Fed Hati-Hati Naikkan Suku Bunga, Harga Emas Melambung

Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup naik pada perdagangan Selasa (21/11/2023) waktu setempat, ditopang ekspektasi pasar bahwa The Fed mungkin telah menyelesaikan kenaikan suku bunga.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 21,30 dolar AS atau 1,08%, menjadi ditutup pada 2.001,60 dolar AS per ounce.

Tak lama setelah penutupan perdagangan emas, risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dirilis, menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Federal Reserve terus khawatir terhadap percepatan kembali inflasi, dan merupakan konsensus mereka bahwa suku bunga harus tetap tinggi.

Para pejabat Fed sepakat pada pertemuan terakhir mereka, risalah rapat menunjukkan bahwa suku bunga hanya perlu dinaikkan “jika” informasi yang masuk tidak menunjukkan kemajuan yang cukup dalam menurunkan inflasi.
“Risalah rapat menunjukkan bahwa pembeli obligasi dan emas tidak boleh terlalu berlebihan,” kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York, dikutip Reuters (22/11/2023).

Sementara itu, dolar AS mencapai titik terendah dalam lebih dari 2,5 bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun juga berada di dekat posisi terendah dua bulan yang dicapai minggu lalu.

National Association of Realtors pada hari Selasa melaporkan bahwa penjualan rumah yang ada di AS turun 4,1 persen pada bulan Oktober dari bulan September ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 3,79 juta. Angka ini lebih lemah dibandingkan laju penjualan sebesar 3,90 juta yang diperkirakan para ekonom dan penjualan tersebut turun 14,6 persen dibandingkan tahun lalu.

“Sepertinya tidak akan ada lagi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, jadi itu bullish untuk emas,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Tanda-tanda melambatnya inflasi di AS telah meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan membatasi kenaikan suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah menurunkan opportunity cost memegang emas.

“Sekarang kekhawatiran mengenai konflik di Timur Tengah telah mereda, prospek suku bunga AS kembali menguntungkan emas,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Adapun, harga perak untuk pengiriman Desember naik 25,50 sen atau 1,08 persen menjadi ditutup pada 23,869 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 18,50 dolar AS atau 1,99 persen menjadi ditutup pada 945,90 dolar AS per ounce.

Equityworld Futures | Bursa Asia Dibuka Menguat Mengikuti Pergerakan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Dibuka Menguat Mengikuti Pergerakan Wall Street

Equityworld Futures | Sebagian besar bursa Asia-Pasifik mengalami kenaikan pada Selasa (21/11/2023), menyusul pergerakan serupa di Wall Street setelah reli saham di sektor teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Loyo, Investornya Deg-Degan Tunggu Data The Fed

Saham Microsoft naik 2%, mencapai rekor tertinggi dalam 52 minggu, setelah CEO Satya Nadella mengumumkan bahwa mantan kepala OpenAI, Sam Altman, akan bergabung dengan raksasa teknologi tersebut untuk memimpin tim riset kecerdasan buatan baru. Perusahaan cip Nvidia juga menambahkan 2,3%, mencapai rekor tertinggi saham sebelum laporan laba pada hari Selasa.

Investor di Asia juga memantau harga produsen Korea Selatan untuk bulan Oktober, serta data perdagangan Oktober Selandia Baru. Indeks Harga Produsen (IPP) Korea Selatan naik 0,8% secara tahunan pada bulan Oktober, menunjukkan laju kenaikan yang lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 1,3% yang terjadi pada bulan sebelumnya.

Di Australia, S&P/ASX 200 melanjutkan kenaikan dari Senin, naik 0,26%. Nikkei 225 Jepang sedikit lebih rendah 0,13%, sementara Topix dibuka turun 0,21%. Kospi Korea Selatan naik 0,76%, sementara Kosdaq naik 0,30%. Hang Seng Hong Kong menguat 1,2%.

Semalam di AS, ketiga indeks utama mencatat kenaikan, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatatkan hari kelima kenaikan berturut-turut. Nasdaq yang didominasi teknologi memimpin kenaikan, naik 1,13%, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,58% dan S&P 500 menambah 0,74%.

Equityworld Futures | Akankah Harga Emas Dunia Pekan Ini Menguat Kembali?

Equityworld Futures | Akankah Harga Emas Dunia Pekan Ini Menguat Kembali?

Equityworld Futures | Harga emas dunia mengalami koreksi pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu. Meskipun terkoreksi, emas tetap berada di jalur kenaikan mingguan untuk pertama kalinya dalam tiga minggu terakhir.

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Spot Sedikit Meredup ke US$1.975,80 pada Senin (20/11) Pagi

Investor meyakini bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (the Fed), telah menghentikan kenaikan suku bunga pada tahun ini yang memengaruhi nilai tukar dolar AS dan imbal hasil Treasury yang lebih rendah.

Pada perdagangan Jumat (17/11/2023), harga emas di pasar spot ditutup melemah sebanyak 0,04% di posisi US$ 1.980,01 per ons. Dalam sepekan terakhir, terjadi kenaikan harga sebesar 2,23%.

Sementara itu, hingga pukul 06.00 WIB Senin (20/11/2023), harga emas di pasar spot dibuka lebih rendah, turun sebanyak 0,16% di posisi US$ 1.976,78 per ons.

Dolar AS sedang mengalami penurunan mingguan, membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya. Di samping itu, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun berada di dekat posisi terendah dalam dua bulan.

Data klaim tunjangan pengangguran AS yang meningkat pada minggu lalu menambah bukti bahwa ekonomi AS sedang mengalami perlambatan. Selain itu, tingkat inflasi AS melandai menjadi 3,2% (year on year/yoy) pada Oktober 2023, turun dari 3,7% (yoy) pada September 2023.

Perlambatan pasar tenaga kerja dan data inflasi konsumen yang lebih lemah dari perkiraan mendorong pelaku pasar untuk merevisi pandangan mereka terhadap langkah-langkah yang akan diambil oleh The Federal Reserve di masa depan.

Menurut CME FedWatch, para pelaku pasar saat ini memproyeksikan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan 12-13 Desember mendatang.

Kondisi ini diharapkan memberikan dampak positif pada harga emas, yang sangat peka terhadap perubahan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS cenderung membuat dolar AS dan imbal hasil Treasury menguat, merugikan emas karena membuatnya lebih sulit dibeli dan menurunkan permintaan. Emas juga tidak memberikan imbal hasil, sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah akan melemahkan dolar AS dan imbal hasil Treasury, mengurangi opportunity cost dari kepemilikan emas. Hal ini membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor.

Minggu ini, investor menantikan data risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu. Risalah tersebut diharapkan dapat memberikan sinyal lebih jelas mengenai kebijakan suku bunga ke depan.

“Ada potensi besar emas terus mengalami kenaikan ke depan, tetapi saat ini, emas mungkin perlu mengalami koreksi sedikit sebelum memulai kenaikan berikutnya. Emas sedang mencoba menembus level US$ 2.000 per ons,” ujar Everett Millman, seorang analis dari Gainesville Coins, kepada Reuters.

Equityworld Futures | Wall Street & Bursa Global Kena Profit Taking usai Reli 5 Hari

Equityworld Futures | Wall Street & Bursa Global Kena Profit Taking usai Reli 5 Hari

Equityworld Futures | Wall Street & sejumlah bursa global menghentikan reli lima hari pada hari Kamis karena investor mengambil aksi profit taking, sementara harga minyak merosot hampir US$4 per barel ke level terendah dalam empat bulan, di tengah sinyal meningkatnya pasokan AS dan lemahnya permintaan Tiongkok.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Naik Gara-Gara Data Pengangguran Naik

Pada akhir sesi, ukuran saham MSCI di seluruh dunia (.MIWD00000PUS) turun tipis 0,13%, dan saham-saham di Wall Street mencatat sedikit keuntungan atau kerugian.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) kehilangan 0,13%, S&P 500 (.SPX) bertambah 0,12% dan Nasdaq Composite (.IXIC) hampir tidak berubah. Suasana di Wall Street tidak terbantu oleh anjloknya saham Cisco Systems (CSCO.O) dan Walmart (WMT.N) menyusul perkiraan permintaan yang mengecewakan.

Beberapa analis berpendapat bahwa pasar saham kemungkinan besar tidak akan turun tajam untuk saat ini, meskipun terjadi kenaikan tajam baru-baru ini, karena investor merayakan prospek bahwa suku bunga AS mungkin telah mencapai puncaknya.

“Risiko positif terhadap inflasi dan risiko negatif terhadap pertumbuhan berarti aliran data yang positif terhadap risiko kemungkinan besar tidak akan bertahan hingga tahun 2024, namun tidak jelas apakah akan ada cukup data untuk menyangkal narasi yang menggembirakan, jika mungkin tidak berkelanjutan, sebelum akhir tahun ini. ” kata analis di Citi.

Meski begitu, harga minyak turun ke level yang terakhir terlihat pada 7 Juli, dengan minyak mentah AS merosot 4,9% menjadi $72,89 per barel dan Brent berada di $77,46, turun 4,6% hari ini.

Harga minyak jatuh sebagian karena stok minyak mentah AS naik 3,6 juta barel pada pekan lalu menjadi 421,9 juta barel, data pemerintah menunjukkan pada hari Rabu, jauh melebihi ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters.

Di Eropa, indeks STOXX 600 pan-Eropa (.STOXX) kehilangan 0,72% dari level tertinggi satu bulan. Dolar AS tergelincir setelah data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran mencapai level tertinggi dalam tiga bulan pada minggu lalu, menunjukkan melambatnya pasar tenaga kerja yang dapat membantu upaya Federal Reserve melawan inflasi.

Indeks dolar mempersempit penurunan sebelumnya dan datar, sementara euro juga sedikit berubah pada $1,08485.

Pelemahan dolar menguntungkan harga emas, yang melonjak 1,2% menjadi $1,980.42 per ounce.

Indikasi melemahnya pasar tenaga kerja AS membebani imbal hasil Treasury. Obligasi obligasi 10 tahun turun 9,2 basis poin menjadi 4,445%, dari 4,537% pada akhir Rabu.
Surat utang 2 tahun terakhir turun 8,5 basis poin menjadi 4,846%, dari 4,916%.

“Jika Anda tidak mendapatkan konfirmasi arah perlambatan ekonomi dari setiap data setiap hari, kita berisiko kehabisan momentum pada perdagangan besar,” kata ahli strategi Societe Generale FX, Kit Juckes. “Sampai kita sampai pada titik di mana penurunan suku bunga akan segera terjadi, semuanya akan terhenti. Aksi jual dolar adalah stop-start, reli pasar obligasi benar-benar stop-start dan pasar ekuitas akan terhenti. seluruh tempat.”

Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman merosot ke level terendah dalam dua bulan di 2,588%, sementara sterling merosot ke level terendah enam bulan terhadap euro karena para dealer di London semakin mendekati prediksi mereka mengenai kapan Bank of England (BoE) akan mulai melakukan pemotongan. tarif. EUR/GVD
Saat ini banyak pihak yang berpikir hal ini mungkin terjadi pada bulan Mei, meskipun pembuat kebijakan BoE Meg Greene memperingatkan bahwa investor kehilangan pesan yang baru-baru ini ditekankan oleh bank sentral bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
“Saya pikir pasar secara global belum benar-benar memperhatikan hal ini,” kata Greene kepada Bloomberg Television, seraya menambahkan bahwa BoE tidak berbicara tentang pemotongan suku bunga.

Equityworld Futures | Reli Wall Street, Obat Kuat Buat Saham Raksasa RI

Equityworld Futures | Reli Wall Street, Obat Kuat Buat Saham Raksasa RI

Equityworld Futures | Pasar saham global berpesta usai data inflasi teranyar Amerika Serikat (AS) yang mendingin yang memicu reli di Wall Street hingga obligasi pemerintah US Treasury. Saham big cap dalam negeri juga bangkit pada Rabu (15/11/2023).

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Loyo, Sekarang Dipatok Segini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,53% dan kembali ke atas 6.900, di level 6.965 pada perdagangan Rabu (15/11/2023). Indeks saham big cap berkualitas LQ45 juga terbang 1,9%.

Kuartet empat saham bank kakap, yang merupakan soko guru IHSG, kompak menghijau. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melejit 3,94%, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 2,25%, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 1,29%.

Selain itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terangkat 1,12%.

Saham big cap penghuni LQ45 lainnya, emiten e-commerce dan jasa ride hailing PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terdongkrak 4,94 %, PT Bank Jago Tbk (ARTO) melambung 11,71%.

Nama lainnya, saham Grup Emtek EMTK dan tambang emas-tembaga MDKA masing-masing melompat 8,33% dan 4,68%. Saham bank pelat merah BBTN dan BRIS juga naik 3,74% dan 3,72%.

Sebanyak 32 saham LQ45 yang menguat pada Rabu, tiga stagnan, dan hanya 10 yang melemah.

Ini menandakan optimisme pasar saham domestik yang kembali.

Maklum, saham big cap, sebagian karena porsi investor asing yang tinggi, sangat sensitif dengan kondisi makro dan kebijakan moneter global, terutama AS. Karenanya, turunnya yield obligasi AS (yang menandakan reli di pasar obligasi), melemahnya dolar AS, dan melonjaknya Wall Street menjadi angin segar untuk saham-saham raksasa RI.

Wall Street Gembira

Bursa saham AS Wall Street kompak ditutup menguat pada Selasa (14/11/2023) waktu setempat setelah data yang dinanti-nanti para investor yakni inflasi memberi kabar menggembirakan.

Dow Jones melonjak 1,43% , S&P 500 melesat 1,91% an Nasdaq melejit 2,37% pada Selasa (14/11/2203). Tren positif kembali dilanjutkan pada Rabu (15/11/2023). Dow Jones ditutup terapresiasi 0,47% di level 34.991,21, S&P 500 naik 0,16% di level 4.502,88, dan Nasdaq menguat 0,07% di level 14.103,84.

Wall Street kompak menghijau karena data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan mendukung pandangan bahwa bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed)mungkin tidak akan menaikkan suku bunga.

Inflasi AS melandai ke 3,2% (year on year/yoy) pada Oktober 2023, lebih rendah dibandingkan 3,7% (yoy) pada September serta di bawah ekspektasi pasar (3,3%). Ini adalah kali pertama inflasi AS melandai dalam empat bulan terakhir.

Data menunjukkan harga konsumen AS secara bulanan (month to month/mtm) tidak berubah pada Oktober karena masyarakat AS membayar lebih sedikit untuk bensin, dan kenaikan inflasi tahunan merupakan yang terkecil dalam dua tahun terakhir.

“Katalis yang jelas adalah laporan inflasi yang lebih lemah dari perkiraan. Mendapatkan pembacaan inflasi yang lebih lemah memberi pasar kenyamanan tambahan bahwa Fed tidak perlu menerapkan sejumlah besar kebijakan pembatasan tambahan untuk terus menurunkan harga konsumen,” ujar Craig Fehr, kepala strategi investasi di Edward Jones, dikutip dari CNBC International.

Sejak Maret 2022, The Fed telah menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 525 basis poin ke level 5,25-5,50% untuk melawan inflasi yang tinggi.

Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed tahun depan juga bergeser mengikuti data yang dirilis hari ini. Suku bunga berjangka AS pada hari Selasa memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 65% di bulan Mei 2024, dibandingkan dengan 34% pada hari Senin, menurut alat FedWatch CME.

Investor juga fokus pada negosiasi yang dilakukan anggota parlemen AS mengenai rancangan undang-undang pendanaan karena mereka menghadapi tenggat waktu akhir minggu ini untuk mendanai pemerintah federal.

Indeks Volatilitas, atau VIX, yang dikenal sebagai “pengukur ketakutan” Wall Street, telah jatuh dari level tertingginya di bulan Oktober, dan baru-baru ini merosot selama delapan sesi berturut-turut. VIX sempat di level 23,08 pada 23 Oktober 2023 sebelum per 15 November berada di 14,16.

Sementara, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah atau kerap disebut US Treasury, yang telah memicu sebagian besar volatilitas baru-baru ini, turun tajam ke 4,44% seiring rilis data inflasi AS terbaru setelah sempat menembus 5% untuk pertama kalinya dalam 16 tahun pada Oktober, memberikan amunisi tambahan bagi kenaikan saham. Yield obligasi pemerintah RI bertenor 10-tahun juga merosot ke 6,83% dari hari sebelumnya 6,95%.

Indeks dolar juga melorot ke 104,11 pada 15 November usai sempat ke 107,35 pada 3 Oktober lalu. Ini kabar baik untuk rupiah dan pasar saham RI.

Nilai tukar rupiah menguat drastis dalam perdagangan Rabu (15/11). Dilansir dari Refinitiv, rupiah sempat menguat 1,46% ke posisi Rp15.460/US$, sebelum akhirnya menguat 0,92%.

Dari pasar saham Asia, Nikkei 225 naik 2,5%, Hang Seng meroket 3,92%, Shanghai Composite 0,55%, Straits Times Singapura menguat 0,69%. Dari Eropa, FTSE 100 Index London menghijau 0,98%, Dax Frankfurt naik 0,27%.

Equityworld Futures | Moody’s Pangkas Prospek Peringkat Utang AS, Wall Street Ditutup Bervariasi

Equityworld Futures | Moody’s Pangkas Prospek Peringkat Utang AS, Wall Street Ditutup Bervariasi

Equityworld Futures | Bursa saham AS atau Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Senin (13/11/2023) waktu setempat atau Selasa pagi WIB. Pergerakan saham di Wall Street tertekan setelah Moody’s Investors Service memangkas prospek peringkat utang AS menjadi negatif.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Naik atau Turun

S&P 500 ditutup turun tipis 0,08 persen pada level 4.411,55. Nasdaq Komposit melemah 0,22 persen di posisi 13.767,74. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 0,16 persen atau 54,77 poin ke posisi 34.337,87.

Investor menantikan pembacaan indeks harga konsumen pada bulan Oktober, yang akan dirilis pada hari Selasa, sebagai katalis berikutnya bagi pasar. Inflasi umum diperkirakan naik menjadi 3,3 persen YoY dan 0,1 persen MoM, menurut ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

Jumat lalu, Moody’s menggarisbawahi adanya defisit fiskal AS sangat besar. Lembaga pemeringkat ini menegaskan kembali bahwa peringkat kredit Amerika berada di level AAA, yang merupakan posisi tertinggi. Tiga bulan lalu, Fitch juga menurunkan peringkat default jangka panjang penerbit mata uang asing AS menjadi AA+ dari AAA. Penurunan peringkat sebagai dampak memburuknya fiskal AS, dan meningkatnya beban utang.

Imbal hasil Treasury AS bergerak cenderung datar pada hari Senin meskipun prospeknya negatif. Surat utang Treasury AS tenor 10 tahun juga mencatat imbal hasil 4,6 persen atau naik sekitar 1 basis poin.

“Kami melihat reaksi investor terhadap pemangkasan dari Moody’s, namun kami juga melihat kegelisahan terhadap beberapa perkembangan besar yang tertunda minggu ini,” kata Greg Bassuk, CEO AXS Investments.

“Kami pikir semua perhatian terfokus pada data inflasi minggu ini dan kebijakan Fed ke depannya,” lanjut dia.

Bassuk memperkirakan volatilitas pasar akan terus berlanjut hingga akhir tahun, terutama mengingat kondisi geopolitik saat ini yang sedang berlangsung. Kondisi yang dikombinasikan dengan data ekonomi yang beragam tentu akan meningkatkan volatilitas pasar.

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak Ditopang Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak Ditopang Saham Teknologi

Equityworld Futures | Indeks Utama Saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/11). Kenaikan tersebut ditopang oleh saham-saham teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Rebound Pada Perdagangan Senin (13/11) Pagi

Mengutip Reuters, Senin (13/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 391,16 poin menjadi 34.283,1, S&P 500 (.SPX) naik 67,89 poin menjadi 4.415,24, dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 276,66 poin menjadi 13.798,11.

“Ekuitas bangkit kembali dari penurunan pada sesi sebelumnya menyusul komentar hawkish Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang suku bunga,” tulis laporan itu.

Di sisi lain, investor juga fokus pada imbal hasil Treasury, yang sedikit turun dari level tertingginya dalam 16 tahun. Serta kebijakan moneter apakah The Fed akan menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi atau kapan bank sentral dapat mulai menurunkan suku bunganya.

“Suku bunga telah sedikit berubah di sini dan saya pikir itulah salah satu alasan kita melihat kenaikan ini selama beberapa minggu terakhir,” kata CEO Horizon Investment, Chuck Carlson.

Lebih lanjut, pada minggu ini, investor akan fokus kepada laporan indeks harga konsumen atau inflasi serta rilis data harga produsen dan penjualan ritel.

“Secara umum, ekspektasi yang dimiliki investor adalah bahwa data inflasi yang akan datang akan berdampak positif bagi pasar dan saya pikir mereka ingin sedikit lebih maju,” kata Partner Cherry Lane Investments, Rick Meckler.

Adapun, saham-saham Wall Street yang naik dalam sepekan melebihi jumlah yang turun dengan rasio 2,7 banding 1 di NYSE. Ada 70 titik tertinggi baru dan 152 titik terendah baru di NYSE.

Design a site like this with WordPress.com
Get started