Equityworld Futures | Harga Emas Melambung Tinggi, Ini Kata Financial Planner Soal Prospek Investasi Emas

Equityworld Futures | Harga Emas Melambung Tinggi, Ini Kata Financial Planner Soal Prospek Investasi Emas

Equityworld Futures | Harga emas yang terus menguat dalam beberapa waktu belakangan, membuatnya semakin diminati masyarakat. Bahkan, harga emas Antam sempat mencapai rekor tertinggi, setelah menyentuh level Rp 1,14 juta per gram pada awal Desember 2023.

Equityworld Futures | Bos The Fed Tolak Ekspektasi Pasar, Harga Emas Rehat Dulu

Seiring dengan tren kenaikan harga emas, Financial Planner sekaligus CEO and Founder Finansialku Melvin Mumpuni melihat, prospek investasi emas masih menarik.

“Sebab, emas masih menarik, khususnya untuk dana darurat karena aman, likuid, atau untuk kebutuhan jangka panjang,” ucapnya kepada Kontan.co.id, Minggu (17/12).

Melvin memprediksi, harga emas ke depannya memang ada potensi untuk turun. Akan tetapi, diperkirakan harganya masih akan naik dalam jangka panjang.

Sementara itu, Melvin berpendapat saat ini membeli emas lebih cocok untuk menabung rutin. Dia pun mengatakan sulit mendapatkan keuntungan dari emas dalam jangka pendek.

“Kecuali, perdagangan kontrak emas berjangka,” katanya.

Mengenai level ideal membeli emas, dia beranggapan tidak ada level idealnya di angka berapa.

Equityworld Futures | Wall Street Melesat, Indeks Dow Jones Kembali Sentuh Rekor Imbas Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Melesat, Indeks Dow Jones Kembali Sentuh Rekor Imbas Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan saham Kamis, 14 Desember 2023. Indeks Dow Jones melonjak seiring imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun anjlok di bawah 4 persen.

Equityworld Futures | Pesta Lanjut! Harga Emas Dekati Level US$ 2.050

Selain itu, kenaikan mengejutkan dalam penjualan ritel memberikan keyakinan lebih lanjut kepada investor pada 2024 akan membawa ekonomi yang lemah.

Dikutip dari CNBC, Jumat (15/12/2023), pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones menyentuh rekor tertinggi dengan kenaikan 158 poin atau 0,43 persen ke posisi 37.248,35.

Pada perdagangan Rabu kemarin, indeks Dow Jones sentuh level di atas 37.000 untuk pertama kali. Indeks S&P 500 menguat 0,26 persen ke posisi 4.719,55. Indeks Nasdaq menanjak 0,19 persen ke posisi 14.761,56.

Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun turun di bawah 4 persen untuk pertama kalinya sejak Agustus seiring pelaku pasar memasang taruhan pada penurunan suku bunga pada 2034.

Potensi penurunan suku bunga ini direspons positif seiring indeks Dow Jones melonjak lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu pekan ini yang mencapai rekor tertinggi di atas 37.000. Hal ini setelah the Federal Open Market Committee (FOMC) mengindikasikan akan menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2024.

“The Fed menyampaikan poros dovish yang kami perkirakan menjelang pertemuan pada Desember. Meskipun kami tidak memperkirakan the Fed akan langsung menerapkan bias pelonggaran, kami memperkirakan the Fed akan beralih ke fungsi reaksi lebih seimbang, dan jika terjadi kami pikir the Fed akan melakukan hal itu,” ujar Ekonom Bank of America, Michael Gapen.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Makin Mahal, Sekarang Dipatok Segini

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Makin Mahal, Sekarang Dipatok Segini

Equityworld Futures | Harga emas naik lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Harga emas melonjak karena indeks dolar AS dan imbal hasil Treasury turun setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) menandai berakhirnya siklus kenaikan suku bunga,

Equityworld Futures | Harga Emas Naik di Atas 1% setelah Sinyal The Fed Akhiri Kenaikan Suku Bunga

Dikutip dari CNBC, Kamis (14/12/2023), harga emas dunia di pasar spot naik 1,3% menjadi USD 2.004,79 per ounce pada pukul 14:34 ET (1934 GMT). Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup 0,2% lebih tinggi pada USD 1.997,30.

Bank sentral AS mempertahankan suku bunga stabil pada hari Rabu. Sebanyak 17 dari 19 pejabat Fed memproyeksikan tingkat suku bunga kebijakan akan lebih rendah pada akhir tahun 2024 dibandingkan saat ini, dengan proyeksi yang menunjukkan tingkat suku bunga akan turun tiga perempat poin persentase dari 5,25%-5,50% saat ini.

“Kami yakin kenaikan harga emas saat ini adalah reli yang berkelanjutan,” lanjut dia.

Kurs Dolar Tergelincir

Kurs dolar tergelincir 0,6% setelah keputusan The Fed, membuat harga emas lebih murah bagi pembeli di luar negeri. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun melanjutkan penurunannya.

Imbal hasil Treasury 10-tahun mencapai level terendah sejak Agustus setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil untuk pertemuan ketiga berturut-turut dan menetapkan tiga pemotongan pada tahun 2024. Treasury 10-tahun turun 19 basis poin menjadi 4,016%.

Para pedagang sekarang memperkirakan kemungkinan hampir 60% penurunan suku bunga AS pada bulan Maret 2024, menurut alat CME Fedwatch.

Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik untuk memegang emas batangan tanpa imbal hasil.

Equityworld Futures | Bursa Wall Street Kompak Menguat, Investor Tunggu Pengumuman The Fed

Equityworld Futures | Bursa Wall Street Kompak Menguat, Investor Tunggu Pengumuman The Fed

Equityworld Futures | Indeks bursa Amerika Serikat, Wall Street kompak ditutup melesat pada perdagangan Selasa waktu setempat (12/12) menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tahun ini pada Rabu ini (13/12). Pelaku pasar menanti pengumuman The Federal Reserve perihal petunjuk pelonggaran kebijakan moneter.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil setelah Rilis Data Inflasi AS

Indeks S&P 500 terapresiasi sebesar 0,46% dan mencapai 4.643,70. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average juga meningkat 173,01 poin atau 0,48%, berakhir di 36.577,94. Nasdaq Composite juga naik 0,70% dan menjadi 14.533,40.

Tak hanya itu, ketiga indeks utama mencapai level tertinggi dalam 52 minggu secara intraday. S&P 500 mencapai level intraday tertinggi sejak Januari 2022. Sementara Nasdaq, yang didominasi oleh perusahaan teknologi, mencapai level tertinggi sejak April tahun lalu.
Dow Jones, yang mencakup saham-saham industri besar, juga mencatat level intraday tertinggi sejak Januari tahun lalu.

Seiring dengan hal itu, pada bulan November, indeks harga konsumen (IHK) melesat hingga 3,1% dari tahun ke tahun dan naik sebanyak 0,1% dari bulan sebelumnya. Para ekonom yang disurvei sebelumnya oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan tahunan sebanyak 3,1%. Mereka juga memperkirakan IHK akan tetap stabil dari bulan ke bulan. Ketika mempertimbangkan data yang tidak termasuk makanan dan energi, inflasi naik sesuai dengan harapan para ekonom.

Para investor tengah berusaha menutup tahun dengan pencapaian yang baik sebab Dow, S&P 500, dan Nasdaq Composite telah melesat dalam enam minggu berturut-turut.

Presiden Vital Knowledge, Adam Crisafulli mencatat bahwa baik para pelaku pasar yang optimis maupun yang pesimis memiliki argumen masing-masing terkait dengan indeks harga konsumen pada November. Namun, pada kenyataannya, angka yang tercatat sangatlah sesuai dengan harapan.
“Pola pikir konsensus tampaknya sangat mengharapkan pullback yang dapat dibeli (karena orang-orang yang kurang berinvestasi ingin menggunakan modal yang tidak digunakan), yang kemungkinan besar tidak akan terjadi,” kata Crisafulli dikutip dari CNBC, Rabu (13/12).

Para pelaku pasar saat ini akan mengalihkan fokus mereka ke pengumuman kebijakan yang dijadwalkan oleh The Fed pada Rabu ini pukul 14.00 WIB waktu setempat. Mayoritas pelaku pasar Wall Street memperkirakan, bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga saat ini. Namun, perhatian akan difokuskan pada komentar Ketua Jerome Powell demi mencari petunjuk tentang potensi penurunan suku bunga di masa mendatang.

Pada hari yang sama, saham raksasa teknologi Oracle anjlok lebih dari 12% setelah pendapatan perusahaan untuk kuartal kedua fiskal ternyata di bawah ekspektasi Wall Street. Sementara itu, Macy’s juga turun 8% usai pengurangan peringkat menjadi “jual” oleh Citi pada Selasa (12/12) kemarin.

Equityworld Futures | Wall Street Melesat, Investor Menanti Data Inflasi hingga Pertemuan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Melesat, Investor Menanti Data Inflasi hingga Pertemuan The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan saham Senin, 11 Desember 2023. Indeks S&P 500 menguat pada awal pekan ini seiring investor mencoba melanjutkan momentum akhir tahun wall street.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk 2% Lebih! Selamat Tinggal Level US$ 2.000

Dikutip dari CNBC, Selasa (12/12/2023), pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 menguat 0,39 persen ke posisi 4.622,44. Indeks saham acuan tersebut ditutup ke level tertinggi sejak Maret 2022. Indeks Dow Jones bertambah 157,06 poin atau 0,43 persen ke posisi 36.404,93, yang merupakan penutupan tertinggi sejak Januari 2022. Indeks Nasdaq mendaki 0,20 persen ke posisi 14.432,49.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami kenaikan selama enam minggu berturut-turut. Pekan ini, investor menantikan data inflasi utama yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar dan kebijakan suku bunga the Federal Reserve (the Fed). Bank sentral memulai pertemuan dua harinya pada Selasa pekan ini.

Dalam hal data ekonomi, pembacaan indeks harga konsumen November akan dirilis pada Selasa pekan ini. Sedangkan indeks harga produsen akan dirilis pada Rabu pekan ini. Rilis data yang akan datang adalah beberapa hambatan terakhir yang tersisa bagi pasar untuk tetap kuat hingga akhir 2023.

“Tidak ada yang mengharapkan kenaikan suku bunga, namun angka inflasi lebih tinggi dari perkiraan dapat meredam gagasan penurunan suku bunga akan terjadi lebih cepat,” kata Head of Trading and Investing E-Trade, Chris Larkin.

Di sisi lain, saham Macy’s menguat lebih dari 19 persen di tengah berita, peritel tersebut menerima tawaran pembelian USD 5,8 miliar. Saham teknologi Apple dan Nvidia masing-masing naik 1,3 persen dan 1,9 persen, sehingga membatasi kenaikan indeks Nasdaq.

Saham Meta merosot 2,2 persen. The Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 5,25 persen-5,5 persen. Ketua the Fed Jerome Powell diperkirakan kembali menegaskan komitmen untuk menurunkan inflasi dalam konferensi persnya pada Rabu pekan ini. Sekitar 40 persen kemungkinan bank sentral AS akan menurunkan suku bunga 25 basis poin (bps) pada Maret 2023.

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Jelang Rilis Data Non-Farm Payroll AS

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Jelang Rilis Data Non-Farm Payroll AS

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Kamis (7/12/2023). Dow Jones dan S&P 500 menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut menjelang rilis data non-farm payroll Amerika Serikat (AS) pada Jumat (7/12/2023).

Equityworld Futures | Harga Emas Terus Naik, Bisa Terbang Lagi Karena Pemilu AS

Dikutip dari Reuters, S&P 500 naik 0,80% menjadi 4.585,59. Sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 62,95 poin (0,17%) menjadi 36.117,38. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 1,37% menjadi 14,339.99 karena kinerja saham teknologi yang lebih baik.

Saham Alfabet, induk Google, naik lebih dari 5% karena traders menyambut baik peluncuran model kecerdasan buatan Gemini yang diluncurkan perusahaan tersebut. Nvidia dan AMD juga melesat, masing-masing lebih dari 2% dan 9%.

Nasdaq juga berkinerja lebih baik selama seminggu ini, naik sekitar 0,2%. Sedangkan, Dow dan S&P 500 berada pada laju mengakhiri minggu ini dengan penurunan masing-masing sekitar 0,4% dan 0,2%.

Kenaikan pada Kamis menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut pertama sejak Oktober untuk Dow dan S&P 500. Penurunan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran apakah reli di akhir tahun 2023 terhenti. Tiga indeks utama masih bersiap untuk mengakhiri kuartal keempat dan tahun kalender dengan lebih tinggi, menggarisbawahi kekuatan reli yang terlihat sebelumnya.

Pasar tenaga kerja AS telah menjadi fokus investor minggu ini di tengah serangkaian rilis data yang beragam.

Klaim pengangguran mingguan yang dirilis pada Kamis (7/12/2023), berada di bawah ekspektasi ekonom dan angka klaim pengangguran yang berkelanjutan menurun, menunjukkan bahwa laju PHK tidak meningkat.

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun imbal hasil sempat melonjak setelah angka tersebut muncul, mencerminkan kekhawatiran seputar kekuatan pasar tenaga kerja meskipun ada upaya The Fed untuk mengendalikan inflasi. Imbal hasil berakhir naik hampir 3 basis poin pada 4,148%.

Data penggajian swasta yang dikeluarkan pada Rabu menunjukkan bahwa pemberi kerja menambah lebih sedikit posisi dibandingkan perkiraan ekonom.

Sementara itu, volume lowongan pekerjaan pada Oktober turun ke level terendah sejak Maret 2021, menurut data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis Selasa.

Hal ini meninggalkan gambaran yang membingungkan bagi traders menjelang laporan pekerjaan resmi pada Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan bahwa 190 ribu pekerjaan akan ditambahkan pada November, sebuah peningkatan dari bulan sebelumnya. Investor mengharapkan tanda-tanda pendinginan di pasar tenaga kerja, sehingga The Fed merasa nyaman dengan keputusannya untuk menghentikan kenaikan suku bunga.

“Pasar kemungkinan besar terlalu terburu-buru dalam memperkirakan penurunan suku bunga pada awal tahun depan. Jumlah pekerjaan besok bisa melemahkan sentimen,” kata Alex McGrath, kepala investasi di NorthEnd Private Wealth.

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Jelang Rilis Data Non-Farm Payroll AS

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Kamis (7/12/2023). Dow Jones dan S&P 500 menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut menjelang rilis data non-farm payroll Amerika Serikat (AS) pada Jumat (7/12/2023).

Equityworld Futures | Harga Emas Terus Naik, Bisa Terbang Lagi Karena Pemilu AS

Dikutip dari Reuters, S&P 500 naik 0,80% menjadi 4.585,59. Sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 62,95 poin (0,17%) menjadi 36.117,38. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 1,37% menjadi 14,339.99 karena kinerja saham teknologi yang lebih baik.

Saham Alfabet, induk Google, naik lebih dari 5% karena traders menyambut baik peluncuran model kecerdasan buatan Gemini yang diluncurkan perusahaan tersebut. Nvidia dan AMD juga melesat, masing-masing lebih dari 2% dan 9%.

Nasdaq juga berkinerja lebih baik selama seminggu ini, naik sekitar 0,2%. Sedangkan, Dow dan S&P 500 berada pada laju mengakhiri minggu ini dengan penurunan masing-masing sekitar 0,4% dan 0,2%.

Kenaikan pada Kamis menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut pertama sejak Oktober untuk Dow dan S&P 500. Penurunan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran apakah reli di akhir tahun 2023 terhenti. Tiga indeks utama masih bersiap untuk mengakhiri kuartal keempat dan tahun kalender dengan lebih tinggi, menggarisbawahi kekuatan reli yang terlihat sebelumnya.

Pasar tenaga kerja AS telah menjadi fokus investor minggu ini di tengah serangkaian rilis data yang beragam.

Klaim pengangguran mingguan yang dirilis pada Kamis (7/12/2023), berada di bawah ekspektasi ekonom dan angka klaim pengangguran yang berkelanjutan menurun, menunjukkan bahwa laju PHK tidak meningkat.

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun imbal hasil sempat melonjak setelah angka tersebut muncul, mencerminkan kekhawatiran seputar kekuatan pasar tenaga kerja meskipun ada upaya The Fed untuk mengendalikan inflasi. Imbal hasil berakhir naik hampir 3 basis poin pada 4,148%.

Data penggajian swasta yang dikeluarkan pada Rabu menunjukkan bahwa pemberi kerja menambah lebih sedikit posisi dibandingkan perkiraan ekonom.

Sementara itu, volume lowongan pekerjaan pada Oktober turun ke level terendah sejak Maret 2021, menurut data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis Selasa.

Hal ini meninggalkan gambaran yang membingungkan bagi traders menjelang laporan pekerjaan resmi pada Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan bahwa 190 ribu pekerjaan akan ditambahkan pada November, sebuah peningkatan dari bulan sebelumnya. Investor mengharapkan tanda-tanda pendinginan di pasar tenaga kerja, sehingga The Fed merasa nyaman dengan keputusannya untuk menghentikan kenaikan suku bunga.

“Pasar kemungkinan besar terlalu terburu-buru dalam memperkirakan penurunan suku bunga pada awal tahun depan. Jumlah pekerjaan besok bisa melemahkan sentimen,” kata Alex McGrath, kepala investasi di NorthEnd Private Wealth.

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Dunia Memudar Tertutup Bayang Dolar AS yang Naik

Equityworld Futures | Kilau Harga Emas Dunia Memudar Tertutup Bayang Dolar AS yang Naik

Equityworld Futures | Harga emas tergelincir setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di sesi sebelumnya karena dolar kembali menguat pada Rabu dini hari, (6/12/2023).

Equityworld Futures | Harga Emas Jeblok! Ini Bocoran Kapan Tembus US$ 2.100 Lagi

Investor menahan diri untuk tidak membuat taruhan besar menjelang data ketenagakerjaan AS yang dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai jalur suku bunga AS.

Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$2,020.29 per ons. Emas batangan telah naik ke rekor tertinggi US $2,135.40 pada hari Senin, sebelum turun lebih dari US $100 dalam satu hari dan ditutup lebih rendah 2%.

Momentum yang mendorong emas jatuh dari rekor tertinggi karena ketidakpastian mengenai waktu pelonggaran moneter AS. Namun risiko geopolitik yang lebih luas akan memberikan dorongan menuju puncak baru, kata para analis.

Kenaikan harga emas sudah habis dan terhenti setelah reli, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan bahwa “level US$2.000 mungkin akan menjadi titik terendah jangka pendek di bawah pasar emas.”

Dolar naik 0,2% mendekati level tertinggi dua minggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pedagang sekarang memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 66% pada bulan Maret, menurut alat CME FedWatch. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung emas batangan yang tidak berbunga.

“Kami hanya memperkirakan harga emas akan naik selamanya menjadi $2.100 per troy ounce pada paruh kedua tahun 2024, ketika The Fed mulai menurunkan suku bunganya,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Data menunjukkan lowongan pekerjaan di AS turun ke level terendah dalam dua setengah tahun pada bulan Oktober, menandakan bahwa suku bunga yang lebih tinggi mengurangi permintaan akan pekerja.

Investor mengamati laporan non-farm payrolls AS untuk bulan November yang akan dirilis pada hari Jumat.

Harga perak di pasar spot turun 1,4% menjadi US$24,16 per ounce, sementara platinum turun 1,8% menjadi US$899,80. Paladium tergelincir 4,1% ke level terendah dalam lebih dari lima tahun di US$936,24 per ounce.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 2% setelah Tembus Level Tertinggi Sepanjang Masa

Equityworld Futures | Harga emas turun lebih dari 2% pada penutupan perdagangan Senin (4/12/2023) waktu setempat, setelah menembus level tertinggi sepanjang masa. Harga emas batangan tetap berada di atas US$2.000 per troy ounce setelah para investor memangkas perkiraan penurunan suku bunga pertama oleh Bank Sentral Federal Rerserve pada awal 2024.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Dunia Usai Cetak Rekor Tertinggi, Bakal Lebih Mahal Lagi?

Harga emas di pasar spot tergelincir 2,1% menjadi US$2.026.69 per troy ounce pada Senin, atau menuju penurunan terburuk sejak Februari 2023. Adapun harga emas berjangka Comex AS ditutup turun 2,3% menjadi US$2.042.20.

Di awal sesi perdagangan Asia, emas sempat mencapai rekor tertinggi baru US$2.135.4 di tengah meningkatnya kepercayaan terhadap penurunan suku bunga menyusul komentar Ketua Fed Jerome Powell pada Jumat pekan lalu.

“Meskipun pasar semakin dekat dengan poros Federal Reserve, mungkin terlalu dini untuk melihat harga-harga ini dipertahankan… pasar ini menjadi sedikit lelah,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, mengutip Reuters, Selasa (5/12/2023).

Menurutnya, pasar akan membutuhkan lebih banyak katalis, dan katalis tersebut akan datang dalam bentuk data ekonomi yang lemah.

The Fed tampaknya akan mengakhiri tahun ini dengan tidak lagi menaikkan suku bunga, namun dengan tantangan yang akan datang mengenai kapan dan bagaimana memberi sinyal untuk beralih ke penurunan suku bunga.

Faktor lain yang ikut menekan emas adalah indeks dolar naik 0,5%. Hal ini membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga meningkat.

Menurut indikator FedWatch Tool CME, pedagang melihat peluang 57% untuk penurunan suku bunga pada Maret 2024, turun dari 63% pada Jumat. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi cost opportunity untuk memegang emas batangan.

Data minggu lalu menunjukkan berkurangnya tekanan inflasi dan pelonggaran pasar tenaga kerja secara bertahap memperkuat gagasan penurunan suku bunga lebih awal. Para pedagang sedang menunggu rilis data non-farm payrolls AS pada Jumat pekan ini, yang dapat membantu mengukur lebih lanjut terkait prospek suku bunga.

Adapun harga logam mulia yang lain seperti perak tergelincir 3,6% menjadi US$24,50 per ounce, mencatat hari terburuk dalam dua bulan setelah mencapai puncak tujuh bulan di awal sesi. Paladium turun 1,7% menjadi US$917,31, dan platinum turun 2,8% menjadi US$972,67 pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat.

Equityworld Futures | Wall Street: Dow Naik 500 Poin ke Level Tertinggi Baru 2023 pada hari Kamis (30/11)

Equityworld Futures | Wall Street: Dow Naik 500 Poin ke Level Tertinggi Baru 2023 pada hari Kamis (30/11)

Equityworld Futures | Dow Jones Industrial Average ditutup pada level tertinggi sejak Januari 2022 pada perdagangan Kamis (30/11). Investor melewati garis akhir bulan yang luar biasa untuk saham dan melihat data inflasi yang mendingin sebagai pertanda pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Catatkan Kenaikan Bulanan Kedua Berturut-turut pada Kamis (30/11)

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 520,47 poin atau 1,47% menjadi 35.950,89, S&P 500 menguat 17,22 poin atau 0,38% pada 4.567,8, dan Nasdaq Composite turun 32,27 poin, atau 0,23%, menjadi 14.226,22.

Dow jelas menjadi yang terbaik, dengan dorongan yang kuat dari Salesforce setelah laporan laba yang mengalahkan konsensus.

S&P 500 ditutup sedikit hijau. Sementara saham-saham teknologi dan saham-saham yang memiliki momentum yang berdekatan dengan teknologi, yang dipimpin oleh Nvidia, menarik Nasdaq ke wilayah negatif.

Namun, S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan kenaikan persentase bulanan terbesar sejak Juli 2022. November adalah bulan terbaik Dow untuk persentase kenaikan sejak Oktober 2022.

“Kami menempatkan ceri di atas bulan yang luar biasa,” kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group dikutip dari Reuters.

“Ini adalah pengingat yang bagus bagi investor betapa khawatirnya semua orang sebulan yang lalu, dan kami baru saja menyelesaikan salah satu bulan terbaik dalam sejarah untuk saham.”

Di antara data yang dirilis hari Kamis, laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) yang diawasi secara ketat menunjukkan, inflasi menurun seperti yang diharapkan, bersama dengan belanja konsumen.

Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed telah menyelesaikan siklus kenaikan suku bunganya.

Sementara Presiden The Fed New York John Williams menegaskan kembali tekad bank sentral untuk tetap bergantung pada data.

Ia tidak akan mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika inflasi gagal untuk terus moderat.

“Memulai sebagian besar kekuatan bulan ini adalah kesadaran bahwa inflasi dengan cepat kembali ke bumi, kita melihat hal itu lagi hari ini dengan data PCE inti yang menunjukkan bahwa inflasi tidak lagi menjadi penghalang utama,” tambah Detrick.

Pasar keuangan telah memperhitungkan kemungkinan 95,8% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuannya di 5,25%-5,50% pada pertemuan kebijakan Desember.

“Kemungkinan tidak ada kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, langkah selanjutnya kemungkinan adalah pemangkasan, mungkin di pertengahan tahun depan,” kata Detrick.

“Penurunan besar-besaran dalam imbal hasil (Treasury) bulan ini adalah cara pasar obligasi untuk mengatakan bahwa mereka berpikir bahwa The Fed memang sudah selesai menaikkan suku bunga.”

Powell dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam dua diskusi terpisah pada hari Jumat, pada pukul 11 pagi dan 2 siang waktu setempat.

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi, Investor Cerna Kebijakan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi, Investor Cerna Kebijakan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street ditutup bervariasi dan cenderung flat pada Rabu (29/11/2023) waktu setempat karena investor mencerna proyeksi The Fed terkait kebijakan suku bunga.

Equityworld Futures | Emas Stabil di Dekat Puncak 7 Bulan, di Tengah Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Dow Jones naik 0,04% ke 35.430,42, S&P turun 0,09% menjadi 4.550,58, dan Nasdaq terkoreksi 0,16% menuju 14.258,49.

Saham-saham AS bervariasi pada hari Rabu karena investor mencerna kemungkinan Federal Reserve memangkas suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang. Data terbaru menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari yang dilaporkan sebelumnya pada kuartal ketiga.

Harapan terhadap poros kebijakan tumbuh setelah Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan “tidak ada alasan” untuk menegaskan suku bunga tetap “sangat tinggi” jika inflasi terus menurun secara konsisten.

Meskipun Gubernur Fed Michelle Bowman berbeda pendapat, pejabat lain juga menyuarakan komentar dovish Waller, dengan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menyuarakan kekhawatiran tentang mempertahankan suku bunga “terlalu tinggi untuk waktu yang terlalu lama.”

Investor berpengaruh Bill Ackman termasuk di antara mereka yang kini bertaruh bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga lebih awal dari perkiraan, dan mengatakan bahwa langkah tersebut dapat dilakukan segera setelah kuartal I/2024.

Obligasi memperpanjang kenaikan yang dipicu oleh komentar dovish, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun (TNX) – yang bergerak berbanding terbalik dengan harga – turun sekitar 6 basis poin menjadi sekitar 4,27%, terendah sejak September.

Data terbaru mengenai PDB AS pada kuartal ketiga menunjukkan perekonomian AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 5,2% pada kuartal terakhir, direvisi naik dari angka sebelumnya sebesar 4,9%.

Berdasarkan indikator FedWatch CME, pasar keuangan memperkirakan kemungkinan sebesar 98,9% bahwa FOMC akan membiarkan suku bunga The Fed berada pada level 5,25%-5,50% ketika pertemuan bulan depan.

Musim belanja liburan yang penting telah semakin meningkat, dengan data survei dari National Retail Federation menunjukkan konsumen AS berencana untuk membelanjakan sekitar 5% lebih banyak tahun ini.

Hal ini sesuai dengan data kepercayaan konsumen Conference Board yang dirilis Selasa pagi, yang mengejutkan karena membaiknya ekspektasi jangka pendek.

Pada minggu ini, Departemen Perdagangan AS akan merilis perkiraan kedua untuk Produk Domestik Bruto kuartal ketiga, dan laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang mencakup pendapatan, pengeluaran, dan yang terpenting, inflasi.

Design a site like this with WordPress.com
Get started