Equityworld Futures | Gak Lama Lagi Harga Emas Diramal Bisa Tembus US$ 2.300

Equityworld Futures | Gak Lama Lagi Harga Emas Diramal Bisa Tembus US$ 2.300

Equityworld Futures | Harga emas mengawali perdagangan dengan menguat setelah ambruk pada akhir pekan lalu. Kenaikan harga emas didorong oleh ketegangan baru di Rusia serta harapan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS tahun ini. Pelaku pasar juga masih menunggu data inflasi pekan ini untuk memastikan waktu pemangkasan tersebut.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Menuju Rekor Baru karena Investor Yakin Bunga The Fed Bakal Turun

Merujuk data Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 2.167,84 per troy ons atau menguat 0,17%. Penguatan ini memutus tren negatif sang logam mulia yang ambruk selama dua hari beruntun sebelumnya dengan pelemahan 1%.

Pada perdagangan Selasa (26/3/2024) pukul 06.37 WIB harga emas di pasar spot menguat 0,46% di posisi US$2.177,88 per troy ons.

Kenaikan emas ditopang oleh ketegangan geopolitik di Rusia serta harapan adanya pemangkasan suku bunga di AS. Seperti diketahui, kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan ke Rusia pada akhir pekan lalu.
Emas adalah aset aman yang dicari di saat ketegangan geopolitik meningkat seperti yang terjadi saat ini,

Harapan pemangkasan suku bunga juga membuat emas menguat. Pelaku pasar emas tengah menunggu data-data ekonomi AS terbaru untuk menjadi petunjuk seperti apa arah kebijakan The Fed ke depan.

Klaim pengangguran AS awal mingguan dijadwalkan keluar pada Kamis pekan ini dan akan diikuti oleh data indeks harga konsumsi pribadi inti AS (PCE) pada Jumat. Reaksi pasar terhadap data indeks harga konsumsi pribadi mungkin baru akan terlihat pekan depan karena libur Jumat Agung.

“Emas dengan mudah bisa mencapai level US$2.300 atau lebih tinggi pada kuartal kedua, saat pedagang diskresioner dan investor dana yang diperdagangkan di bursa, yang sejauh ini belum benar-benar berpartisipasi dalam reli, masuk ke pasar setelah pemotongan suku bunga dikonfirmasi,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, kepada Reuters.

Namun, data ekonomi yang lebih kuat dapat menyebabkan emas mundur, tambah Melek.

Kenaikan dolar AS juga membatasi pergerakan harga emas. Indeks dolar ditutup ke posisi 104,47 pada perdagangan kemarin, melesat dibandingkan pada akhir pekan lalu yang tercatat 104%.

Posisi indeks dolar saat ini merupakan yang tertinggi sejak 14 Februari 2024 atau lebih dari 1,5 bulan terakhir. Penguatan dolar ini terutama terjadi setelah aktivitas ekonomi AS masih kencang.

Kenaikan dolar AS membuat pembeli harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli emas karena konversi nilai. Emas pun menjadi kurang menarik.

Emas mencapai puncak rekor minggu lalu setelah Federal Reserve mengulangi pandangannya tentang tiga pemotongan suku bunga pada tahun 2024.

Pedagang memperkirakan kemungkinan pemotongan suku bunga pada bulan Juni sebesar 70%, dibandingkan dengan 65% sebelum pertemuan kebijakan Maret Fed minggu lalu.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung membuat emas yang tidak memiliki bunga lebih menarik.

Emas juga terus mendapat dukungan dari pembelian bank sentral yang kuat dan permintaan tempat perlindungan yang aman, kata para analis.

Permintaan paladium dari industri otomotif akan didukung lebih lama setelah perubahan hukum emisi baru AS minggu lalu, yang secara efektif akan memungkinkan penjualan mobil yang terkatalis lebih banyak dalam beberapa tahun mendatang, tulis para analis di Heraeus.

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Usai Ambruk, Siap Terbang atau Bakal Kesandung?

Equityworld Futures | Harga Emas Bangkit Usai Ambruk, Siap Terbang atau Bakal Kesandung?

Equityworld Futures | Harga emas mengawali perdagangan dengan menguat setelah ambruk pada akhir pekan lalu. Namun, harganya masih rawan tergelincir karena dolar Amerika Serikat (AS) terus berlari kencang.

Equityworld Futures | Harga Emas Berpotensi Koreksi Pekan Ini di Tengah Sentimen The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga

Pada perdagangan Senin (25/3/2024) pukul 06.30 WIB harga emas di pasar spot menguat 0,17% di posisi US$2.167,84 per troy ons. Kenaikan emas ini menjadi kabar gembira mengingat emas ambruk pada perdagangan terakhir pekan lalu.

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (22/3/2204), harga emas ditutup di posisi US$ 2.164,15 per troy ons. Harganya melemah 0,76%. Pelemahan ini memperpanjang derita sang logam mulia. Emas sudah ambruk dalam dua hari terakhir dengan pelemahan mencapai 1%.

Kendati demikian, harga emas menguat 0,40% dalam sepekan pada pekan lalu. Penguatan ini menjadi kabar baik setelah emas ambruk 1,01% pada pekan sebelumnya

Penguatan harga emas ditopang oleh melemahnya imbal hasil US Treasury. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melandai ke 4,22% pada perdagangan pekan lalu, dari 4,27% pada perdagangan hari sebelumnya. Emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga melandainya imbal hasil membuat emas lebih menarik.

Kenaikan harga emas juga dipicu oleh ketegangan baru di Rusia, Moskow setelah ISIS menyerbu sebuah konser pada Jumat lalu. Serangan ini setidaknya menewaskan 60 orang. Emas adalah aset aman sehingga dicari ketika terjadi ketegangan geopolitik.

Kenaikan harga emas juga ditopang masih besarnya permintaan emas dari China, terutama dari bank sentral PBoC Tiongkok mungkin secara diam-diam menyimpan lebih banyak emas daripada yang telah dilaporkannya. Laporan terbaru oleh ahli pasar emas Tiongkok, Jan Nieuwenhuijs , menjelaskan PBOC bisa menyimpan lebih dari 5.300 ton emas, sebuah angka yang jauh lebih besar dari angka resmi yang dilaporkan oleh institusi tersebut.

Data resmi Wolrd Gold Council menyebut Bank sentral China (PBoC) memborong emas sebesar 224,88 ton pada 2023. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan pada 2022 yang tercatat 62,2 ton.

Perlambatan ekonomi serta krisis properti membuat ekonomi China menjadi salah satu alasan pembelian emas secara masif oleh bank sentral China. Emas adalah aset aman yang bisa menjadi lindung nilai saat terjadi ketidakpastian ekonomi dan politik.

Tak hanya bank sentral, investor China juga memborong emas besar-besaran untuk perhiasan dan koin untuk investasi.

Konsumen China bahkan menggeser India sebagai pemborong emas terbesar di dunia. Mereka memborong emas sebesar 603 ton pada 2023, naik 10% dibandingkan 2022.

“Di level konsumen ritel, China adalah faktor utama dari meningkatnya permintaan emas dunia tahun lalu. Mereka mulai membagi investasi mereka ke dalam banyak aset, termasuk emas,” ujar Fan.
Pembelian emas oleh konsumen India turun 6% menjadi 562,3 ton pada 2023.

Meski naik pada hari ini, harga emas rawan tergelincir karena kencangnya dolar AS. Indeks dolar melesat ke 104,39. Posisi tersebut adalah yang tertinggi sejak 12 Februari 2024 atau lebih dari 1,5 bulan. Kenaikan dolar AS membuat harga emas semakin mahal untuk dibeli investor karena pembeliannya dikonversi dalam dolar. Permintaan pun bisa tertekan.

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Turun Usai Cetak Rekor, Kehabisan Tenaga?

Equityworld Futures | Harga Emas Mulai Turun Usai Cetak Rekor, Kehabisan Tenaga?

Equityworld Futures | Harga emas melandai setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High pada perdagangan intraday kemarin sebelum ditutup di zona merah. Kenaikan emas berhenti sejenak setelah rekor reli yang dipicu oleh keputusan The Federal Reverse (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Equityworld Futures | Dolar AS Perkasa, Emas Terpeleset dari Rekor Harga Tertinggi

Pada perdagangan Kamis (21/3/2024) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,23% di posisi US$2.180,98 per troy ons. Sebelum ditutup lebih rendah, pada perdagangan Kamis emas kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dalam perdagangan intraday di level US$2.217,79 per troy ons.
Pelemahan emas kemarin juga berbanding terbalik dengan penguatan sebesar 1,33% pada Rabu (20/1/2024) yang membawa emas ke rekor baru pada harga penutupan di US$ 2.180,99 per troy ons.

Sementara, hingga pukul 05.18 WIB Jumat (22/3/2024), harga emas di pasar spot bergerak lebih tinggi atau naik 0,04% di posisi US$2.181,95 per troy ons.

Emas sedikit melemah pada perdagangan Kamis, setelah reli dari dorongan Ketua The Federal Reserve Jerome Powell yang mengisyaratkan bahwa bank sentral berada di jalur untuk tiga kali penurunan suku bunga pada tahun 2024.

Sementara itu, dolar AS bangkit kembali dengan mencatat kenaikan 0,16% dan kembali ke level psikologis 104, setelah tergelincir ke level terendah dalam satu minggu, membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

“Pembelian agresif terhadap emas semalam tampaknya telah kehabisan tenaga dan harga emas terkoreksi, mengingat pasar suku bunga hanya sedikit mengabaikan risiko penurunan suku bunga lebih lanjut pada tahun 2024,” ujar Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, kepada Reuters.

Menurut alat FedWatch, para pelaku pasar saat ini memperkirakan kemungkinan sebesar 72% bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada Juni 2024, naik dari 65% sebelum keputusan suku bunga.

Meskipun angka inflasi tinggi baru-baru ini, Powell mengatakan bank sentral masih mungkin menurunkan suku bunga sebesar tiga perempat poin persentase pada akhir tahun 2024.

“Emas masih menjadi salah satu perdagangan favorit kami pada tahun 2024 sebagai nilai lindung portofolio yang menarik bagi investor ekuitas,” menurut catatan BofA Research.

“Suasana di pasar emas berjangka sangat bullish, sehingga dana nilai lindung Anda atau trader atau pengikut tren lainnya diposisikan untuk harga emas yang lebih tinggi, dan menurut saya segmen inilah yang menjadi pendorong sementara pasar emas fisik sedikit lunak,” ujar analis Julius Baer, Carsten Menke, kepada Reuters.

Sementara itu, data ekonomi AS yang dirilis pada Kamis pagi menahan kenaikan harga emas.

Klaim awal tunjangan pengangguran AS turun 2.000 menjadi 210.000 untuk pekan yang berakhir 16 Maret, menurut data Departemen Tenaga Kerja. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan 215.000 klaim pada minggu terakhir.

Sementara, dalam laporan terpisah pada hari Kamis, National Association of Realtors mengatakan penjualan rumah AS melonjak 9,5% pada periode Februari ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,38 juta unit, level tertinggi sejak Februari 2023. Peningkatan penjualan bulanan juga merupakan yang terbesar sejak Februari 2023.

Hal ini menunjukkan adanya penguatan ekonomi AS yang dapat mendorong emas untuk turun lebih jauh.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk dikoleksi.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Berkilau, Didukung Prospek Penurunan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Berkilau, Didukung Prospek Penurunan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga emas kembali melonjak pada perdagangan Kamis (21/3) pagi. Pukul 07.26 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2024 di Commodity Exchange ada di US$ 2.225,60 per ons troi, naik 1,97% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 2.182,40 per ons troi.

Equityworld Futures | Harga Komoditas Hari Ini (21/3): Emas Tembus US$2.200, CPO Menguat

Harga emas melonjak di atas level US$ 2.200 per ons troi setelah pejabat Federal Reserve mengungkapkan prospek penurunan suku bunga sebesar tiga perempat poin pada tahun ini.

Mengutip Bloomberg, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa sudah sepantasnya untuk mulai melakukan pelonggaran pada suatu saat di tahun ini.

Para pengambil kebijakan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan federal pada kisaran 5,25%-5,5% pada pertemuan kebijakan Rabu (20/3).

The Fed mengisyaratkan bahwa mereka masih berada pada jalur penurunan suku bunga tahun ini.

“Kami percaya bahwa suku bunga kebijakan kami kemungkinan akan mencapai puncaknya dalam siklus pengetatan ini, dan jika perekonomian berkembang sesuai perkiraan, maka akan tepat untuk mulai mengurangi pembatasan kebijakan pada tahun ini,” kata Powel dalam konferensi persnya.

“Keputusan suku bunga tersebut menjadi bullish bagi emas, karena pasar khawatir terhadap dot plot yang hanya menunjukkan dua kali pemangkasan,” kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank A/S.

Equityworld Futures | Data Inflasi Bikin Investor Was-was, Wall Street Anjlok

Equityworld Futures | Data Inflasi Bikin Investor Was-was, Wall Street Anjlok

Equityworld Futures | Saham berjangka AS ditutup hampir datar pada Kamis malam. Para investor menganalisis sejumlah pendapatan perusahaan baru dan mencoba untuk melihat lebih jauh dari angka inflasi terbaru.

Equityworld Futures | Harga Emas Melemah Jelang Akhir Pekan Karena Inflasi AS yang Lebih Tinggi

Melansir CNBC International, Jumat, 15 Maret 2024, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 18 poin, diperdagangkan di dekat garis datar. Indeks S&P 500 berjangka dan Nasdaq 100 berjangka juga sedikit berubah.

Saham penyedia perangkat lunak Adobe turun hampir 11 persen karena panduan penjualan yang lemah. Saham kecantikan Ulta turun lebih dari 6 persen setelah perkiraan pendapatan setahun penuh sebagian besar mengecewakan para analis.

Pergerakan tersebut mengikuti hari yang merugi di Wall Street. Dow tergelincir lebih dari 100 poin, atau sekitar 0,4 persen, untuk menghentikan kenaikan beruntun selama tiga hari. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun sekitar 0,3 persen.

Penurunan Kamis terjadi setelah indeks harga produsen Februari, pengukur inflasi grosir, naik lebih dari yang diantisipasi oleh para ekonom.

Imbal hasil obligasi naik pada sesi tersebut, dengan patokan Treasury 10-tahun mencapai 4,29 persen. Saat ini investor bertanya-tanya apakah data ekonomi baru-baru ini terlalu kuat bagi Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Yang pasti, Fed funds futures memberikan harga 99 persen kemungkinan bank sentral mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakannya minggu depan, menurut CME FedWatch Tool.

Mempertanyakan inflasi

Namun, Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott, Mark Luschini mengatakan, rilis data ekonomi baru-baru ini dapat menimbulkan pertanyaan apakah the Fed merasa inflasi telah cukup dingin untuk mulai menurunkan suku bunga di akhir tahun ini.

“Jalan menuju target suku bunga dua persen setidaknya akhir-akhir ini, sama sekali tidak linier,” kata Luschini.

“Saya rasa itu sudah cukup untuk… meredam antusiasme, jika Anda mau, para pelaku pasar,” sambung dia.

Luschini memperingatkan penurunan seperti hari Kamis juga dapat dianggap normal setelah kenaikan baru-baru ini. Meskipun turun, Dow dan S&P 500 masih melacak untuk mengakhiri minggu ini dengan kenaikan sekitar 0,5 persen, sementara Nasdaq berada di jalur yang tepat untuk menambah 0,3 persen. Ketiganya juga lebih tinggi pada tahun ini.

Para investor akan mengamati data ekonomi pada Jumat pagi untuk topik-topik seperti sentimen konsumen, harga impor, dan produksi industri.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tembus Level Tertinggi dalam Sejarah Lagi

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tembus Level Tertinggi dalam Sejarah Lagi

Equityworld Futures | Harga emas menguat ke rekor tertingginya pada hari Rabu, membangun momentum luar biasa yang sebagian besar didorong oleh spekulasi pelonggaran moneter AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Catatkan Rekor Tertinggi, Ternyata Ini Penyebabnya

Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup 0,8% lebih tinggi pada USD 2,158.2.

Harga emas batangan mendapat dorongan tambahan karena dolar AS melemah setelah Ketua Fed Jerome Powell mengindikasikan penurunan suku bunga pada akhir tahun ini.

“Emas kemungkinan akan terdorong lebih tinggi karena sentimen bullish masih dominan. Namun, emas batangan mungkin memerlukan sedikit waktu untuk mencerna komentar Powell secara keseluruhan serta melihat laporan ketenagakerjaan pada hari Jumat,” kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York.

Emas menderita ketika suku bunga AS yang tinggi meningkatkan imbal hasil aset pesaing seperti obligasi dan meningkatkan nilai dolar, sehingga membuat emas batangan menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

“Pastinya terdapat data makro yang mendorong kita ke arah ini dan tindak lanjut dari ekspektasi kebijakan dari The Fed… namun respons di pasar emas jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang disarankan oleh model nilai wajar jangka panjang,” kata Michael Hsueh, Analis Strategi Valas & Komoditas di Deutsche Bank.

Penurunan Suku Bunga AS

Pedagang sekarang melihat peluang 70% untuk penurunan suku bunga Fed pada bulan Juni.

“CTA sekarang melakukan aksi beli pada semua silinder emas, dengan dana memegang sekitar 80% dari posisi max long bersejarah mereka,” tulis Ryan McKay, ahli strategi komoditas senior di TD Securities.

Patokan harga emas London mencapai titik tertinggi sepanjang masa di USD 2,142.85 per troy ounce pada lelang sore hari, kata London Bullion Market Association.

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok, Investor AS Tunggu Data Ketenagakerjaan

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok, Investor AS Tunggu Data Ketenagakerjaan

Equityworld Futures | Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Rabu (4/3). Sebab, Investor menantikan data pekerjaan utama dan kesaksian Kongres Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada akhir pekan ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Melonjak Karena Meningkatnya Taruhan Penurunan Suku Bunga

Mengutip Reuters, Rabu (5/3) Industri Dow Jones (.DJI) turun 97,55 poin atau 0,25 persen menjadi 38.989,83, S&P 500 (.SPX) kehilangan 6,13 poin atau 0,12 persen, menjadi 5.130,95 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 67,43 poin atau 0,41 persen menjadi 16.207,51.

“Setelah saham-saham Eropa mundur dari rekor tertingginya, indeks ekuitas utama AS pun mengikuti jejaknya, gagal menambah kenaikan lebih lanjut menyusul rekor reli yang terjadi pada hari Jumat,” tulis laporan Reuters.

Pelaku pasar tampaknya menunjukkan kehati-hatian menjelang kesaksian Powell di kongres selama dua hari pada hari Rabu dan Kamis (6/3). Serta keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa dan laporan penting ketenagakerjaan bulan Februari dari Departemen Tenaga Kerja yang akan dirilis pada hari Jumat pagi.

“Tidak ada yang benar-benar terjadi (Senin) dan itulah mengapa pasar saham berfluktuasi dalam batas-batas kecil,” kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall.

“Pasar sedang menunggu kesaksian Jerome Powell di depan Kongres, menunggu data ketenagakerjaan pada hari Jumat dan bertanya-tanya apakah kita akan mendapatkan pemahaman yang berarti atas kenaikan baru-baru ini,” tambahnya.

Kesaksian Powell dan data ketenagakerjaan akan diteliti untuk mendapatkan klarifikasi mengenai waktu dan sejauh mana perkiraan pemotongan suku bunga kebijakan utama The Fed tahun ini.
Rata-rata analis yakin perekonomian AS menambah 200.000 lapangan pekerjaan di bulan Februari, dan tingkat pengangguran tetap bertahan di angka 3,7 persen.

Equityworld Futures | Kekhawatiran Inflasi Berkurang, Wall Street Kompak Menguat

Equityworld Futures | Kekhawatiran Inflasi Berkurang, Wall Street Kompak Menguat

Equityworld Futures | Saham-saham AS berakhir lebih tinggi pada Kamis waktu setempat. Masing-masing dari tiga indeks utama mencatat level tertinggi sepanjang masa bulan ini. Sementara dua dari tiga indeks mencatat bulan Februari terbaik dalam hampir satu dekade.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Usai Rilis Data Inflasi AS

Melansir Xinhua, Jumat, 1 Maret 2024, indeks Dow Jones Industrial Average naik 47,37 poin, atau 0,12 persen, menjadi 38.996,39.

Lalu, indeks S&P 500 bertambah 26,51 poin, atau 0,52 persen, menjadi 5.096,27. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 144,18 poin, atau 0,90 persen, menjadi 16.091,92, mencatat rekor penutupan pertama dalam lebih dari dua tahun.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dalam zona hijau, dengan sektor teknologi dan layanan komunikasi memimpin kenaikan dengan masing-masing naik 1,30 persen dan 1,27 persen.

Sementara itu, sektor kesehatan dan bahan pokok konsumen memimpin pelemahan dengan masing-masing turun 0,68 persen dan 0,27 persen.

Indeks-indeks saham utama AS mengakhiri Februari dengan positif, dengan Nasdaq Composite yang berfokus pada teknologi menunjukkan kenaikan yang kuat.

S&P 500 mengalami kenaikan 5,2 persen untuk bulan ini, kinerja Februari terbaiknya sejak 2015. Dow Jones Industrial Average ditutup 2,1 persen lebih tinggi, menandai bulan Februari terbaiknya sejak 2021. Nasdaq Composite melonjak 6,1 persen, juga mencatatkan bulan Februari terkuat sejak 2015.

Inflasi AS stabil
Inflasi tetap stabil di Januari, sesuai dengan ekspektasi para ekonom. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), pengukur pilihan Fed, naik 0,3 persen dari Desember, sementara indeks inti (tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak) meningkat sedikit lebih tinggi pada 0,4 persen.

Angka inflasi ini yang sebagian besar sesuai dengan perkiraan, memberikan sedikit kejutan kepada para investor, memungkinkan tren kenaikan di pasar saham untuk terus berlanjut.

“Secara keseluruhan, laporan ini memenuhi ekspektasi, dan beberapa ketakutan terburuk di pasar tidak terpenuhi,” kata Kepala Ekonom Societe Generale, Stephen Gallagher.

“Data pagi ini adalah sebuah napas lega bagi para bulls, yang khawatir inflasi akan meningkat kembali dan menyebabkan the Fed menunda penurunan suku bunga untuk waktu yang lebih lama,” kata kepala investasi di Independent Advisor Alliance, Chris Zaccarelli.

Equityworld Futures | Wall Street Boncos di Tengah Harap-harap Cemas Investor Menanti Data Inflasi

Equityworld Futures | Wall Street Boncos di Tengah Harap-harap Cemas Investor Menanti Data Inflasi

Equityworld Futures | Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir lebih rendah pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve berpegang teguh pada keputusannya untuk menunda pemotongan suku bunga AS dalam waktu dekat.

Equityworld Futures | Harga Emas Datar pada Kamis (29/2) Pagi Jelang Rilis Data PCE

Melansir Xinhua, Kamis, 29 Februari 2024, Dow Jones Industrial Average turun 23,39 poin atau 0,06 persen menjadi 38.949,02. Sementara S&P 500 turun 8,42 poin atau 0,17 persen menjadi 5.069,76. Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 87,56 poin atau 0,55 persen menjadi 15.947,74.

Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan real estate dan keuangan memimpin kenaikan dengan masing-masing naik 1,28 persen dan 0,35 persen. Sementara itu, sektor jasa komunikasi dan teknologi memimpin penurunan dengan masing-masing turun 0,92 persen dan 0,55 persen.
Pada data yang dirilis pada Rabu waktu setempat, revisi pertama produk domestik bruto (PDB) AS kuartal IV-2023 menunjukkan perekonomian tumbuh pada tingkat yang sedikit lebih rendah daripada laju tahunan sebesar 3,3 persen yang dilaporkan pada awalnya. Tingkat pertumbuhan yang direvisi disesuaikan ke bawah menjadi 3,2 persen.

Inflasi relatif terkendali pada kuartal terakhir, meskipun direvisi sedikit lebih tinggi dari perkiraan yang dilaporkan sebelumnya. Untuk sinyal terbaru mengenai waktu potensi penurunan suku bunga, investor akan memantau dengan cermat rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti AS untuk Januari, yang dijadwalkan untuk dipublikasikan pada Kamis waktu setempat.

Selain itu, menurut perkiraan awal Departemen Perdagangan, defisit perdagangan barang AS melebar sebesar 2,6 persen menjadi USD90,2 miliar pada Januari. Rilis ini mendahului laporan indeks harga PCE Januari yang akan datang, yang berfungsi sebagai pengukur inflasi pilihan Federal Reserve.

“Sekarang setelah katalis pendapatan tersebut sudah tidak ada lagi, mungkin akan ada sedikit pelemahan karena sekarang pasar harus memperhatikan lintasan inflasi dan reaksi Federal Reserve, apakah itu dengan retorika atau kebijakan yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama,” kata Keith Buchanan, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta.

Pemangkasan suku bunga AS

Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan bank sentral AS kemungkinan akan memangkas suku bunga pinjaman acuannya pada akhir tahun ini, dan menambahkan ia masih memperkirakan tiga kali penurunan suku bunga pada 2024 adalah titik awal yang masuk akal.

“Perekonomian masih kuat, kami memperkirakan pertumbuhan positif dan inflasi akan terus turun. Jadi penurunan suku bunga sebanyak tiga kali adalah titik awal yang masuk akal jika Anda memikirkannya,” terang Williams.

Pernyataan Williams menggemakan sentimen yang diungkapkan oleh Gubernur Fed Michelle Bowman pada Selasa, yang menunjukkan mereka tidak ingin menurunkan suku bunga karena kekhawatiran inflasi yang sedang berlangsung.

FedWatch Tool dari CME Group sekarang menunjukkan peluang 52,8 persen untuk pemotongan setidaknya 25 basis poin pada Juni 2024.

Equityworld Futures | Investor Masih Menanti Inflasi PCE, Wall Street Dibuka Galau

Equityworld Futures | Investor Masih Menanti Inflasi PCE, Wall Street Dibuka Galau

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka cenderung bervariasi dengan mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (27/2/2024), dengan investor masih menantikan data penting yang dijadwalkan untuk dirilis pada pekan ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Hari Ini Tak Banyak Berubah, Sekarang Dipatok Segini

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dibuka turun tipis 0,08% ke posisi 39.037,328. Sedangkan S&P 500 naik tipis 0,09% ke 5.074,32 dan Nasdaq Composite menguat 0,26% menjadi 16.018,1.

Data dari Departemen Perdagangan AS yang dirilis pada hari ini menunjukkan bahwa pesanan barang tahan lama turun lebih besar dari perkiraan pada Januari lalu, dengan faktor utamanya adalah penurunan besar dalam permintaan transportasi.

Pesanan barang tahan lama anjlok 6,1% pada bulan lalu, lebih buruk dari penurunan 0,3% yang direvisi ke bawah pada Desember 2023 dan estimasi Dow Jones yang memperkirakan penurunan sebesar 5%.

Kategori ini mencakup beragam produk seperti pesawat terbang, peralatan, dan komputer. Transportasi adalah penyebab utama penurunan bulan lalu, yakni turun 16,2%.

Adapun pesanan baru tidak termasuk transportasi, turun 0,3%, sementara pesanan baru ex-pertahanan turun 7,3%.

Investor juga mengamati lebih banyak data ekonomi mengenai data harga perumahan yang sudah dirilis dan indeks keyakinan konsumen yang akan dirilis menyusul hari ini.

Data harga rumah di 20 pasar terbesar di AS membukukan kenaikan sedikit lebih tinggi dari perkiraan pada Desember 2023, berdasarkan indeks S&P CoreLogic Case-Shiller.

Kelompok ini melihat kenaikan harga secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 6,1%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 6% dari Dow Jones.

Dari kelompok tersebut, San Diego mengalami kenaikan terbesar, naik 8,8%, diikuti oleh Los Angeles dan Detroit, dengan masing-masing mengalami kenaikan 8,3%. Tujuh belas dari 20 pasar teratas mengalami keuntungan.

Hal ini terjadi sebelum pembacaan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang diawasi ketat pada Januari 2024 dan data pendapatan pribadi, di mana keduanya dijadwalkan untuk dirilis pada Kamis mendatang.

Investor akan mengamati rilis data ini untuk mendapatkan petunjuk masa depan mengenai kesehatan perekonomian dan wawasan mengenai jalur kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

“PCE berpotensi menjadi katalisator besar di kedua arah dam sejauh ini merupakan hal terbesar yang harus diperhatikan oleh pasar,” kata Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird, dikutip dari CNBC International.

Dari kabar emiten di AS, saham peritel Macy’s melesat lebih dari 4%, setelah mengumumkan akan menutup sekitar 150 tokonya yang mengalami kesulitan setelah melaporkan penurunan pendapatan pada kuartal sebelumnya.

Design a site like this with WordPress.com
Get started