Equityworld Futures | Wall Street Goyah: Proyeksi Suku Bunga The Fed Goyang Pasar Saham AS

Equityworld Futures | Wall Street Goyah: Proyeksi Suku Bunga The Fed Goyang Pasar Saham AS

Equityworld Futures | Wall Street kembali lesu dengan indeks Nasdaq dan Dow ditutup melemh dan indeks S&P 500 tidak mengalami kemajuan ke arah mana pun karena laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan meredakan kekhawatiran tentang ekonomi tetapi juga memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dapat memperlambat pemotongan suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun US$5.058,64 dan Perak Merosot ke US$82,87 pada Kamis (12/2) Pagi

Rabu (11/2/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 66,74 poin, atau 0,13% menjadi 50.121,40, indeks S&P 500 turun 0,34 poin menjadi 6.941,47 dan Nasdaq Composite melemah 36,01 poin, atau 0,16% ke 23.066,47.

Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Wall Street kembali lesu dengan indeks Nasdaq dan Dow ditutup melemh dan indeks S&P 500 tidak mengalami kemajuan ke arah mana pun karena laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan meredakan kekhawatiran tentang ekonomi tetapi juga memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dapat memperlambat pemotongan suku bunga.

Rabu (11/2/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 66,74 poin, atau 0,13% menjadi 50.121,40, indeks S&P 500 turun 0,34 poin menjadi 6.941,47 dan Nasdaq Composite melemah 36,01 poin, atau 0,16% ke 23.066,47.

Saham dengan penurunan persentase terbesar di Dow adalah International Business Machines. Sedangkan saham dengan kenaikan terbesar adalah Caterpillar, yang naik 4,4% setelah Argus Research secara tajam menaikkan target harga saham tersebut menjadi US$ 820 dari US$ 625.

Di antara 11 sektor industri utama S&P 500, delapan sektor mengalami kenaikan. Jasa keuangan dan jasa komunikasi sama-sama turun lebih dari 1%, dengan sektor energi memimpin kenaikan dengan reli 2,6% diikuti oleh sektor barang konsumsi defensif, yang naik 1,4%.

Sektor teknologi menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan saham chip melonjak tajam dan saham perangkat lunak anjlok, mengakhiri kenaikan selama tiga sesi setelah aksi jual besar-besaran pekan lalu yang dipicu oleh kekhawatiran akan disrupsi yang didorong oleh AI.

Tiga indeks utama Wall Street memulai sesi dengan catatan yang kuat, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencapai level tertinggi dalam lebih dari seminggu setelah laporan penggajian yang dipantau ketat menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS yang jauh lebih cepat dari perkiraan pada bulan Januari, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%.

Namun, kenaikan mereda karena para pedagang mengurangi taruhan untuk pemotongan suku bunga. Meskipun para pedagang masih mengharapkan setidaknya satu pemotongan 25 basis poin pada bulan Juni, probabilitas bahwa suku bunga akan tetap stabil pada bulan itu meningkat menjadi 41% dari 24,8%, menurut data terbaru dari alat FedWatch CME Group.

Julia Hermann, ahli strategi pasar global di New York Life Investments, mengatakan bahwa investor mencerna perubahan pada taruhan penurunan suku bunga “dengan cukup baik” karena mereka menafsirkan laporan pekerjaan yang kuat sebagai kabar baik bagi perekonomian.

“Ini adalah kabar yang membangun karena perekonomian tidak sangat membutuhkan penurunan suku bunga karena pasar kerja telah menunjukkan beberapa tanda kehidupan baru,” katanya.

“Intinya adalah titik keseimbangan antara perekrutan yang cukup kuat untuk menunjukkan kepada kita bahwa perekonomian tangguh tetapi tidak terlalu kuat sehingga menggagalkan ekspektasi untuk pelonggaran kebijakan Fed di masa mendatang.”

Investor selanjutnya akan mengalihkan perhatian mereka ke laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Januari, yang akan dirilis pada hari Jumat.

Indeks semikonduktor Philadelphia naik 2,3%, sementara indeks perangkat lunak S&P 500 turun 2,6%. Raksasa perangkat lunak Microsoft kehilangan 2,2% dan menjadi beban terbesar bagi S&P 500, diikuti oleh Alphabet yang turun 2,4% dan sangat membebani indeks layanan komunikasi.

Perusahaan pialang yang sudah jatuh pada hari Selasa setelah perusahaan rintisan Altruist mengumumkan fitur perencanaan pajak berbasis AI, melanjutkan penurunan mereka pada hari Rabu dengan Charles Schwab dan Ameriprise Financial turun lebih dari 3% sementara LPL Financial kehilangan 6%.

Indeks perbankan S&P 500 yang sensitif terhadap suku bunga turun 2,6%. Saham Robinhood anjlok 8,9%, memimpin penurunan di indeks jasa keuangan, setelah perusahaan pialang ritel tersebut gagal memenuhi ekspektasi pendapatan kuartal keempat.

Saham Generac melonjak 17,9%, menjadikannya saham dengan kenaikan persentase terbesar di S&P 500, setelah hasil kuartal keempatnya.

Sedangkan saham Humana turun 3,3% setelah perusahaan asuransi kesehatan tersebut memperkirakan laba tahun 2026 di bawah perkiraan Wall Street.

Di sisi lain, saham Moderna turun 3,5% setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memutuskan untuk tidak meninjau permohonan perusahaan untuk persetujuan vaksin influenza.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Teknologi Bangkit Usai Aksi Jual Terkait AI

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Teknologi Bangkit Usai Aksi Jual Terkait AI

Equityworld Futures | Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat pada perdagangan di Senin (9/2). Penguatan dipimpin oleh saham teknologi yang mulai pulih usai aksi jual tajam pekan lalu akibat kekhawatiran seputar kecerdasan buatan (AI).

Equityworld Futures | Harga Emas Tiba-tiba Naik 2%, Ternyata Gara-gara Dolar

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,04% ke 50.135,87. S&P 500 menguat 0,47% ke 6.964,82. Sementara Nasdaq Composite melonjak 0,90% ke 23.238,67.

Pada perdagangan Senin, saham-saham teknologi kembali menemukan momentumnya setelah aksi jual besar-besaran pekan lalu yang dipicu sentimen terkait kecerdasan buatan (AI).

Sektor teknologi dalam S&P 500 ditutup naik 1,6 persen atau melanjutkan penguatan pada Jumat lalu setelah mengalami aksi jual tajam pekan lalu. Indeks S&P 500 Software Services naik 2,9 persen atau memulihkan sebagian kerugian untuk hari kedua setelah tujuh hari penurunan beruntun yang dipicu kekhawatiran bahwa AI dapat memperketat persaingan.

Adapun salah satu saham yang melonjak adalah Oracle, yang naik 9,6 persen setelah D.A. Davidson menaikkan rekomendasinya dari netral menjadi beli.

Chief Investment Officer Trust Advisory Services mengatakan sentimen positif untuk saham teknologi juga didorong oleh komentar CEO OpenAI, Sam Altman yang didukung Microsoft. Altman disebut mengatakan kepada karyawan bahwa chatbot AI milik perusahaannya, ChatGPT, kembali mencatat pertumbuhan bulanan di atas 10 persen.

“Pasar sebelumnya berada dalam kondisi sangat jenuh jual, sehingga sedikit kabar baik saja bisa berdampak besar,” kata Lerner.

Terkait ekspektasi pemangkasan suku bunga, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini akan terjadi pada Juni. Hal ini didasarkan alat FedWatch milik CME Group. Waktu tersebut berpotensi bertepatan dengan pengambilalihan jabatan Ketua The Fed oleh Kevin Warsh, yang dinominasikan Presiden AS Donald Trump.

Adapun jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 2,13 banding 1 di NYSE, di mana terdapat 789 saham yang mencapai harga tertinggi baru dan 99 saham yang mencapai harga terendah baru. Di Nasdaq, 2.887 saham naik dan 1.917 saham turun, dengan jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,51 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatatkan 63 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 20 rekor terendah baru, sementara Indeks Nasdaq Composite mencatatkan 165 rekor tertinggi baru dan 127 rekor terendah baru.

Volume perdagangan relatif rendah pada hari Senin dengan sekitar 17,78 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 20,66 miliar saham selama 20 sesi terakhir.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Didorong Saham-saham Produsen Semikonduktor

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Didorong Saham-saham Produsen Semikonduktor

Equityworld Futures | Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup perkasa pada perdagangan Jumat (6/2) dengan Dow Jones Industrial Average (.DJI) yang menembus level psikologis bersejarah 50.000.

Equityworld Futures | Bikin Deg-Degan, Ini Ramalan Terbaru Harga Emas Usai Drama Menegangkan

Pendorongnya adalah lonjakan saham Nvidia (NVDA.O) dan produsen chip lainnya, sementara saham Amazon (AMZN.O) jatuh setelah memperkirakan peningkatan pengeluaran yang tajam untuk infrastruktur Al.

Mengutip Reuters, Nasdaq (.IXIC) naik 2,18 persen menjadi 23.031,21 poin, sementara Dow naik 2,47 persen menjadi 50.115,67 poin, penutupan tertinggi sepanjang masa

Saham Amazon turun 5,6 persen setelah menyatakan rencana peningkatan Capital Expenditure lebih dari 50 persen tahun ini, yang semakin memperketat persaingan untuk mendominasi teknologi Al dan menyusul pengumuman serupa dari Alphabet (GOOGL.O), pada Rabu (11/2).

Namun demikian, saham-saham perusahaan chip melonjak seiring ekspektasi sektor tersebut akan diuntungkan dari peningkatan belanja pusat data AI oleh Amazon dan Alphabet.

Nvidia (NVDA.O), perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia, melesat 7,8 persen. Advanced Micro Devices (AMD.O) naik 8,3 persen dan Broadcom (AVGO.O) menguat 7,1 persen, sementara indeks semikonduktor PHLX (SOX) ditutup naik 5,7 persen.

Reli pada hari Jumat di S&P 500 dan Nasdaq terjadi setelah tiga sesi berturut-turut mengalami penurunan yang dipicu kekhawatiran terkait AI.

Sejumlah saham perangkat lunak tertekan sepanjang pekan ini akibat kekhawatiran bahwa AI dapat meningkatkan persaingan dan menekan margin, sementara investor juga mencermati valuasi yang sudah tinggi setelah lonjakan tajam saham-saham terkait AI dalam beberapa tahun terakhir.

“Perdagangan ini bergejolak, dan terkadang terjadi aksi jual besar-besaran, tetapi saya pikir ada cukup bukti bahwa ada permintaan nyata untuk produk Al, potensi nyata dengan apa yang dapat mereka lakukan, dan kebutuhan akan banyak pengeluaran untuk mencapainya,” kata Analis Strategi Investasi di Baird di Louisville, Kentucky, Ross Mayfield dikutip dari Reuters, Senin (9/2).

“Jadi, ketika terjadi aksi jual besar-besaran seperti ini, saya pikir akan ada titik terendah di mana sejumlah investor tertentu akan masuk dan mulai membeli saharn-saham tersebut,” imbuhnya.

Indeks 5&P 500 Software & Services (SPLRCIS) menguat 2,4 persen dan mengakhiri tujuh sesi penurunan beruntun, meskipun secara mingguan masih turun sekitar 8 persen, yang menjadi kinerja mingguan terburuk sejak Maret 2020.

Dow Jones mencatat kinerja lebih baik dibandingkan S&P 500 dan Nasdaq sepanjang pekan ini, mencerminkan langkah diversifikasi investor yang belakangan menjauh dari saham teknologi yang sebelumnya mendominasi Wall Street, dan beralih ke perusahaan yang belum menikmati kenaikan besar.

Sejalan dengan tren tersebut, indeks Russell 2000 (BUI) yang berisi saham berkapitalisasi kecil juga menguat sepanjang pekan.

Sebanyak sembilan dari 11 indeks sektor S&P 500 ditutup menguat, dipimpin oleh sektor teknologi informasi (SPLRCI) yang naik 4,1 persen, disusul sektor industri (SPLRCI) yang naik 2,84 persen. Indeks sektor energi S&P 500 (SPNY) mencetak rekor tertinggi baru, seiring dengan penguatan pada sektor industri dan kebutuhan pokok konsumen.

Secara mingguan, Dow Jones naik 2,5 persen, S&P 500 turun 0,1 persen, sementara Nasdaq melemah 1,9 persen.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Melemah pada Jumat (6/2) Pagi, Mengekor Penurunan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Melemah pada Jumat (6/2) Pagi, Mengekor Penurunan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia dibuka memerah pada perdagangan Jumat (6/2/2026). Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 258,33 poin atau 0,51% ke 53.558,11, Kospi turun 179,33 poin atau 3,47% e 4.984,02, ASX 200 turun 165,42 poin atau 1,86% ke 8.723,10, Straits Times turun 39,79 poin atau 0,78% ke 4.936,91, dan FTSE Mlaysia turun 6,25 poin atau 0,36% ke 1.724,23.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk Lagi, Saatnya Jual atau Beli?

Bursa Asia melemah, mengekor penurunan Wall Street yang dipicu oleh pelemahan saham teknologi AS dan mata uang kripto.

Saham Asia jatuh hingga 1,1% setelah indeks Wall Street melemah.

“Ini merupakan pekan yang sulit bagi investor yang memiliki eksposur besar pada bagian pasar yang memimpin kenaikan,” kata Mona Mahajan di Edward Jones seperti dikutip Bloomberg.

“Teknologi dan AI terlintas dalam pikiran, tetapi baru-baru ini kami melihat emas dan logam mulia mengalami penurunan harga, serta bitcoin dan aset kripto secara lebih luas.”

Saham-saham di Korea Selatan, yang merupakan barometer investasi kecerdasan buatan, turun hingga 5,1% pada Jumat, sebelum kemudian rebound sebagian.

“Para investor mempertanyakan komitmen mereka terhadap pilar-pilar yang telah menopang pasar selama enam bulan terakhir:AI, kripto dan logam mulia,” kata Tony Sycamore, analis pasar di IG Australia dalam sebuah catatan.

“Ini meningkatkan kemungkinan terjadinya penurunan yang lebih dalam.”

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Campuran, Investor Fokus pada Sektor Kesehatan dan Small-Cap

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Campuran, Investor Fokus pada Sektor Kesehatan dan Small-Cap

Equityworld Futures | Indeks S&P 500 mengalami kesulitan untuk menemukan arah, sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencatat kenaikan tipis pada Rabu (4/2/2026), terdorong oleh hasil kinerja kuat dari Eli Lilly dan Super Micro Computer, di tengah tekanan jual yang terjadi pada sektor software dan layanan cloud.

Equityworld Futures | Pesta Pora Lagi! Harga Emas Tahu-Tahu Sudah Tembus US$5.000

Indeks software dan layanan (.SPLRCIS), yang mencakup sejumlah perusahaan cloud dan software terkemuka, jatuh untuk sesi keenam berturut-turut, turun lebih dari 13% selama periode tersebut yang merupakan penurunan terpanjang sejak Maret 2020.

Tekanan ini mencerminkan kekhawatiran investor terkait bagaimana kemajuan cepat dalam kecerdasan buatan (AI) dapat mengubah model bisnis software tradisional.

Beberapa perusahaan besar terdampak, antara lain CrowdStrike (CRWD.O) turun 2,3%, sementara Intuit (INTU.O) dan Adobe (ADBE.O) masing-masing anjlok lebih dari 2%.

Nasdaq juga tertinggal, terutama setelah saham Advanced Micro Devices (AMD.O) merosot 12,2% menyusul perkiraan pendapatan kuartal pertama yang sedikit menurun. Indeks teknologi S&P 500 (.SPLRCT) turut mencatat penurunan.

Namun, kenaikan signifikan di saham Eli Lilly dan Super Micro Computer memberikan dukungan pada pasar.

Saham Super Micro Computer (SMCI.O) melonjak 16% setelah perusahaan meningkatkan proyeksi pendapatan tahunannya, didorong permintaan berkelanjutan untuk server yang dioptimalkan AI seiring perusahaan memperluas kapasitas pusat data.

Sementara itu, saham perusahaan farmasi Eli Lilly (LLY.N) naik 7% setelah memproyeksikan laba 2026 di atas ekspektasi Wall Street.

GE HealthCare juga memperkirakan laba fiskal tahunan melampaui estimasi, mendorong harga sahamnya naik 3,8%. Indeks kesehatan S&P 500 (.SPXHC) mencatat kenaikan tipis.

“Pendapatan yang kuat mendukung valuasi pasar, dan yang terlihat adalah pertumbuhan laba telah menyebar ke lebih banyak sektor, tidak hanya di teknologi,” ujar Sean Clark, Chief Investment Officer di Clark Capital.

Pada pukul 21:42 ET, Dow Jones Industrial Average naik 0,55% menjadi 49.513,23, S&P 500 naik 0,1% ke 6.924,78, dan Nasdaq Composite turun 0,14% ke 23.222.

Alphabet (GOOGL.O) naik 0,8% menjelang pengumuman hasil keuangan yang akan dirilis setelah pasar tutup, sementara Amazon (AMZN.O) turun tipis 0,3% sebelum laporan keuangannya pada Kamis.

Investor kini menantikan hasil dari “Magnificent Seven” untuk melihat apakah rencana belanja modal besar mereka menghasilkan laba yang sepadan dengan valuasi tinggi.

Lonjakan perdagangan AI juga mendorong investor beralih ke saham small-cap yang undervalued dan sektor pasar lain yang kurang diperhatikan.

Indeks small-cap S&P 600 (.SPCY) naik 1,2% sepanjang hari, sementara Russell 2000 berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1%, dibandingkan dengan penurunan tipis S&P 500.

“Kita melihat pergeseran kepemimpinan dari perusahaan teknologi besar dan growth ke sektor lain, seperti small-cap, yang kini mengambil peran utama. Saham teknologi dan growth besar sedikit mundur,” tambah Clark.

Beberapa saham lain mencatat kinerja lemah, seperti Uber yang turun 4,1% menyusul perkiraan laba kuartal pertama yang lebih rendah dari ekspektasi.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Serentak, Saham Teknologi Ditinggalkan

Equityworld Futures | Wall Street Anjlok Serentak, Saham Teknologi Ditinggalkan

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok serentak pada Selasa (3/2/2026), seiring aksi rotasi investor keluar dari saham teknologi menuju sektor-sektor yang dinilai lebih diuntungkan oleh perbaikan ekonomi.

Equityworld Futures | Akhirnya Harga Emas Terbang Lagi Usai Hancur Lebur, Tembus US$4.900

Dikutip dari CNBC internasional, indeks S&P 500 turun 0,84% dan berakhir di level 6.917,81. Dow Jones Industrial Average melemah 166,67 poin (0,34%) ke posisi 49.240,99. Padahal, indeks beranggotakan 30 saham tersebut sempat menguat hingga 0,5% dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) intraday di level 49.653,13.

Sementara itu, Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi mencatat penurunan paling dalam, yakni 1,43% ke level 23.255,19.

Tekanan terutama datang dari saham-saham teknologi. Mayoritas saham kelompok ‘Magnificent Seven’ yang telah merilis laporan keuangan bergerak di zona merah. Saham Microsoft dan Meta Platforms masing-masing turun lebih dari 2%, sedangkan Apple melemah tipis.

Nvidia juga tertekan, dengan penurunan hampir 3% yang memperpanjang koreksi saham unggulan sektor kecerdasan buatan (AI) tersebut sepanjang tahun ini.

Tekanan di sektor perangkat lunak bahkan lebih terasa. Saham ServiceNow dan Salesforce masing-masing anjlok mendekati 7%, melanjutkan tren pelemahan saham software sejak awal 2026.

CEO Ritholtz Wealth Management Josh Brown menilai, koreksi ini merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Kita biasanya melihat satu atau dua fase seperti ini setiap tahun. Penyebabnya bisa berbeda-beda, tetapi dampaknya sama, transaksi yang paling populer pada fase kenaikan sebelumnya tiba-tiba dihantam keras,” ujar Brown.

Saham Palantir sempat melonjak hampir 7% setelah perusahaan teknologi pertahanan itu membukukan kinerja keuangan kuartal IV yang kuat dan memberikan panduan positif. Bahkan, pada perdagangan pra-pasar Selasa, saham Palantir sempat melesat hingga 11%.

Namun, Brown menegaskan bahwa pergerakan pasar saat ini mencerminkan berkurangnya selera risiko terhadap aset-aset berbasis teknologi. “Ini menunjukkan bahwa risk appetite sedang keluar dari apa pun yang berhubungan dengan teknologi,” katanya.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Investor di Wall Street Bakal Cermati Data Pekerjaan AS Pekan Ini

Equityworld Futures | Investor di Wall Street Bakal Cermati Data Pekerjaan AS Pekan Ini

Equityworld Futures | Perhatian investor di wall street atau bursa saham Amerika Serikat (AS) akan fokus pada laporan pekerjaan pada Jumat pekan ini. Ekonom memprediksi ekonomi AS menambah 65.000 pekerjaan bulan lalu dan tingkat pengangguran diperkirakan tetap 4,4%.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Parah Lagi, Kebijakan CME Picu Gelombang Jual

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (3/2/2025), selain laporan pekerjaan AS yang akan bayangi wall street, investor akan menyoroti data sektor manufaktur dan jasa serta sentmen konsumen dari Universitas Michigan.

Dari sisi korporasi, pekan ini sejumlah perusahaan akan merilis laporan keuangan. Investor menanti laporan keuangan induk usaha Google yakni Alphabet dan Amazon. Kinerja keuangan perusahaan teknologi ini akan bersama perusahaan teknologi lainnya yakni Palatir dan Advanced Micro Device (AMD).

Selain itu, Walt Disney, PepsiCo, Eli Lily dan Novi Nordisk, Toyota dan Philip Morris juga akan merilis laporan keuangannya.

Calon Ketua The Fed

Selain itu, terkait reaksi pasar terhadap penunjukan calon ketua the Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump untuk memimpin bank sentral AS sebagian besar cukup tenang.

Dolar AS mempertahankan kenaikkan tetapi saham bergerak melemah seiring gelombang berita lain. Demikian harga emas anjlok, dan disebutkan analis sebagai koreksi yang diperlukan.

“Warsh memiliki rekam jejak yang kuat menjadi ketua the Federal Reserve, dengan latar belakang yang agak mirip dengan Ketua Powll,” tulis ekonom Deutsche Bank dalam catatan.

Jika dikonfirmasi oleh Senat, Warsh akan masuk ke dalam Fed yang terpecah mengenai arah suku bunga, dengan beberapa pejabat memberikan suara menentang keputusan kebijakan bank sentral pada beberapa pertemuan terakhirnya.

Meskipun Warsh baru-baru ini menyerukan suku bunga yang lebih rendah dan perombakan bank sentral, masa jabatannya sebelumnya sebagai gubernur menunjukkan preferensi untuk sikap yang lebih agresif terhadap kebijakan dengan fokus pada risiko inflasi tinggi.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Melonjak, Ikuti Kenaikan Wall Street AS

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Pasifik Melonjak, Ikuti Kenaikan Wall Street AS

Equityworld Futures | Sebagian besar bursa saham Asia-Pasifik naik pada hari Jumat, mengikuti kenaikan Wall Street Amerika Serikat (AS) karena kekhawatiran geopolitik mereda dan investor menantikan keputusan Bank Sentral Jepang.

Equityworld Futures | Lepas Kendali! Harga Emas Melonjak Ugal-Ugalan Tembus US$4.900

Dikutip dari Antara, Jumat (23/1/2026), indeks saham Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,09%. Sementara indeks saham Topix bertambah 0,27%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,7%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 0,74%.

Investor di kawasan ini juga akan mengawasi produsen chip Asia setelah saham Intel yang berbasis di California anjlok 13% dalam perdagangan setelah jam kerja di AS karena proyeksi pendapatan yang lemah untuk kuartal saat ini, meskipun membukukan pendapatan kuartal keempat yang melebihi ekspektasi pada hari Kamis.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di angka 26.917, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di angka 26.629,96.

Indeks S&P/ASX 200 Australia datar pada perdagangan awal.

Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di angka 0,75%, menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

HSBC mengatakan pihaknya memperkirakan kenaikan suku bunga Bank of Japan sebesar 25 basis poin berikutnya akan terjadi pada Juli 2026, tetapi memperingatkan bahwa depresiasi yen lebih lanjut dapat mempercepat waktu tersebut dan membuka pintu bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Bank sentral menyebut April sebagai alternatif yang memungkinkan untuk menaikan suku bunga.

Tingkat inflasi utama Jepang pada bulan Desember melambat tajam menjadi 2,1%, level terendah sejak Maret 2022. Tingkat inflasi intinya tercatat sebesar 2,4% secara tahunan, sesuai dengan perkiraan analis.

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Perusahaan

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Emas Cetak Rekor Baru, Krisis Greenland Bikin Pasar Lari

Equityworld Futures | Emas Cetak Rekor Baru, Krisis Greenland Bikin Pasar Lari

Equityworld Futures | Emas naik ke rekor baru saat krisis Greenland semakin memburuk dan pasar global kembali masuk mode “cari aman”. Ketegangan geopolitik dan perebutan kembali hubungan AS–Eropa membuat investor mengurangi risiko dan beralih ke aset haven seperti emas dan perak.

Equityworld Futures | Ketegangan Trump-Greenland Kerek Harga Emas Cetak Rekor Lagi

Presiden AS Donald Trump yang hadir di World Economic Forum (WEF) Davos terlihat tidak menunjukkan tanda mundur dari ambisinya mengambil alih Greenland. Situasi itu memicu peringatan dari pemimpin Greenland kepada warganya tentang kemungkinan ancaman militer, meskipun ia menilai skenario invasi tetap kecil.

Di pasar spot, emas sempat menyentuh rekor $4.849,73 per ons sebelum bergerak fluktuatif. Perak juga tetap tinggi, berada di sekitar $94, mendekati puncak sepanjang masa, menandakan kuatnya permintaan safe haven.

Tekanan geopolitik semakin meningkat setelah AS mengancam tarif terhadap delapan negara Eropa—termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris—yang menentang rencana Trump terkait Greenland. Ancaman ini menghidupkan lagi bayangan perang dagang yang dapat merusak pertumbuhan ekonomi global dan memperbesarnya.

Di Davos, pernyataan perang semakin tajam. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik taktik dagang Trump dan menekan Eropa perlunya lebih berdaulat agar tidak “tergantung” pada pihak lain. Pada saat yang sama, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut tatanan internasional berdasarkan aturan praktis sudah tidak berjalan seperti dulu.

Ketegangan yang cepat membesar ini memperlihatkan betapa cepatnya hubungan antara sekutu tradisional AS memburuk. Dampaknya terasa ke pasar: dolar cenderung melemah, sementara minat pada instrumen lindung nilai seperti emas meningkat.

Selain faktor geopolitik, pasar juga diguncang kekhawatiran soal kondisi fiskal negara-negara besar, yang dipicu oleh gejolak di pasar obligasi pemerintah Jepang. Situasi ini memperkuat “debasement trade”, yaitu investor strategi menghindari mata uang dan obligasi pemerintah, lalu memilih aset yang dianggap lebih “tahan” seperti emas.

Seorang analis komoditas menilai reli emas saat ini banyak dipengaruhi oleh pertanyaan “kepercayaan”. Selama kepercayaan pada mata uang dan obligasi belum benar-benar runtuh, pasar masih bisa bertahan, namun jika kepercayaan itu pecah, dorongan kenaikan emas bisa lebih panjang dan lebih kuat.

Dari sisi permintaan, emas juga mendapat dukungan tambahan dari aksi bank sentral. Polandia dilaporkan menyiapkan rencana pembelian tambahan 150 ton, sementara bank sentral Bolivia kembali membeli cadangan devisa setelah aturan baru diberlakukan pada Desember 2025.

Pada perdagangan siang di Singapura, emas spot masih menguat sekitar 1,6% di kisaran $4.839,21 per ons. Indeks dolar cenderung stabil setelah melemah dalam dua sesi sebelumnya, menandakan pasar masih menimbang risiko geopolitik dan arah kebijakan ke depan.

5 poin penting :

  • Emas mencetak rekor baru karena krisis Greenland memicu arus “safe haven”.
  • Trump tidak menunjukkan tanda mundur di Davos; pemimpin Greenland sempat memperingatkan risiko militer (meski kecil).
  • Ancaman tarif AS ke delapan negara Eropa menghidupkan risiko perang dagang dan menekan sentimen global.
  • Gejolak obligasi pemerintah Jepang ikut mendorong “debasement trade” (hindari mata uang & bonds, pilih emas).
  • permintaan bank sentral menguat: Polandia rencana tambah 150 ton, Bolivia lanjut beli untuk cadangan devisa.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Source : News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Equityworld Futures | Wall Street Libur, Saham Eropa Tergelincir Usai Trump Ancam Tarif Baru 25 Persen

Equityworld Futures | Wall Street Libur, Saham Eropa Tergelincir Usai Trump Ancam Tarif Baru 25 Persen

Equityworld Futures | Ancaman tarif impor Amerika Serikat terhadap negara-negara Eropa kembali mengguncang pasar keuangan global. Bursa saham Eropa pada awal pekan ini bergerak melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan rencana pengenaan bea masuk terhadap delapan negara anggota NATO yang mendukung Greenland, kecuali tercapai kesepakatan dengan Washington.

Equityworld Futures | Harga Emas Berkilau, Cetak Rekor Tertinggi Baru

Sentimen tersebut membuat investor menjauh dari aset berisiko. Pada penutupan perdagangan Senin (19/1/2026), indeks Stoxx Europe 600 tergelincir 1,2 persen dan menjauh dari posisi tertinggi sepanjang masa yang sempat dicapai sebelumnya.
Tekanan paling besar terlihat pada saham-saham sektor otomotif dan barang mewah, yang sensitif terhadap dinamika perdagangan global.

Di bursa utama, pelemahan terjadi secara merata. Indeks CAC 40 Prancis turun 1,8 persen, DAX Jerman melemah 1,4 persen, dan FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,4 persen.

Di tengah tekanan tersebut, saham sektor telekomunikasi justru mampu mengungguli pasar, sementara saham-saham pertahanan memangkas sebagian kenaikan yang sebelumnya dipicu ketegangan geopolitik.

Ancaman tarif ini berawal dari pernyataan Trump pada Sabtu lalu yang mengumumkan pengenaan bea masuk 10 persen mulai 1 Februari terhadap barang dari negara-negara Eropa yang menyatakan dukungan kepada Greenland.
Tarif itu akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni, apabila tidak tercapai kesepakatan terkait pembelian Greenland secara “lengkap dan menyeluruh”.

Menurut kepala strategi investasi ING, Vincent Juvyns, dampak ekonomi dari kebijakan tersebut masih bisa diserap jika dilihat semata-mata dari sisi tarif.

“Jika dilihat murni dari sisi tarif, dampak ekonominya masih bisa diserap,” ujarnya, dikutip dari Bloomberg.

Namun, ia mengingatkan risiko yang lebih luas. “Namun kemungkinan terjadinya perpecahan di dunia Barat akan membawa konsekuensi yang sulit diukur skalanya,” lanjutnya.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started