Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Jelang Ganti Tahun, Bakal Naik?

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Jelang Ganti Tahun, Bakal Naik?

Equityworld Futures | Volume perdagangan yang rendah selama minggu terakhir 2024 diperkirakan akan menjaga harga emas tetap berada dalam kisaran sempit, menurut sejumlah analis pasar.

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Naik Tipis di Atas $2.600 di Tengah Perdagangan yang Sepi

Dikutip dari Kitco, Senin (29/12/2024), dengan pasar keuangan tutup pada pertengahan pekan, tepatnya pada 1 Januari 2025, sebagian besar pelaku pasar lebih memilih merayakan Tahun Baru daripada memantau perkembangan di pasar keuangan.

Prediksi Pergerakan Harga Emas

Kecuali ada kejutan besar, banyak analis memprediksi harga emas akan tetap berada dalam tarik-ulur antara meningkatnya imbal hasil obligasi dan permintaan safe haven akibat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang terus meningkat.

Pada minggu kemarin, harga emas tertahan di level USD 2.650 per ons, meskipun pasar berhasil bertahan di tengah tekanan besar dari kenaikan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun yang mencapai 4,64%, tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Harga emas berjangka terakhir tercatat di USD 2.618,30 per ons, turun 0,57% dalam sehari dan turun 0,18% sepanjang pekan ini.
Ketegangan Geopolitik Dorong Permintaan Safe Haven

James Hyerczyk, analis pasar di FX Empire, mencatat bahwa ketahanan emas pekan lalu didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik.

“Investor terus memantau konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah,” ungkapnya. Serangan Israel terhadap target Houthi di Yaman dan serangan drone Rusia di Ukraina telah memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Hyerczyk menambahkan bahwa komentar kontroversial Presiden terpilih Donald Trump di media sosial, termasuk niat untuk menganeksasi Kanada, Terusan Panama, dan Greenland, turut meningkatkan ketidakpastian geopolitik.

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi Kamis (26/12): Dow Catat Kenaikan 5 Hari Beruntun

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi Kamis (26/12): Dow Catat Kenaikan 5 Hari Beruntun

Equityworld Futures | Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup sedikit lebih tinggi pada Kamis (26/12). Memperpanjang tren kemenangan menjadi lima sesi berturut-turut meskipun volume perdagangan ringan dan kenaikan imbal hasil obligasi AS membebani saham teknologi megacap utama.

Equityworld Futures | Harga Emas Melambung Setelah Libur Natal 2024, Apa Saja Sentimennya?

Sementara, Nasdaq Composite dan S&P 500 berakhir sedikit di zona negatif, masing-masing turun tipis dan menghentikan tren kenaikan mereka.

Nasdaq mengakhiri rangkaian empat sesi penutupan lebih tinggi, sementara S&P 500 menghentikan kemenangan selama tiga sesi.

Melansir Reuters, Indeks S&P 500 turun 2,45 poin (0,04%) menjadi 6.037,59 dan Nasdaq Composite melemah 10,77 poin (0,05%) ke 20.020,36. Sementara, Dow Jones Industrial Average naik 28,77 poin (0,07%) menjadi 43.325,80.

Enam dari tujuh saham megacap mengalami penurunan, dipimpin oleh Tesla yang turun 1,8%.

Satu-satunya pengecualian adalah Apple, yang naik 0,3% dan semakin mendekati status sebagai perusahaan pertama di dunia dengan nilai pasar mencapai US$4 triliun.

Investor bereaksi terhadap imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang naik, termasuk yield obligasi 10 tahun yang mencapai level tertinggi sejak awal Mei di 4,64% pada sesi sebelumnya.

Namun, pelelangan obligasi tujuh tahun yang kuat di sore hari membantu menurunkan yield, dengan obligasi 10 tahun berada di 4,58% pada akhir perdagangan.

Kenaikan imbal hasil biasanya berdampak negatif pada saham pertumbuhan, karena biaya pinjaman untuk ekspansi meningkat.

Dengan pasar yang semakin didominasi oleh saham teknologi megacap seperti Magnificent Seven, tekanan pada kinerja mereka dapat memengaruhi indeks acuan secara keseluruhan.

Saham teknologi megacap sempat melemah pada musim panas, saat investor mengalihkan modal ke sektor lain yang menawarkan nilai lebih.

Namun, sejak pemilu AS pada November, saham ini kembali menguat dan mengungguli versi equal-weighted dari S&P 500, menurut Adam Turnquist, Kepala Strategi Teknis di LPL Financial.

“Sebagai analis teknis, kita ingin melihat terobosan dalam hal absolut dan relatif, dan saham Mag 7 menunjukkan pola yang sangat konstruktif menuju akhir tahun,” katanya.

Asal tahu, ketiga indeks utama telah mencatat rekor tertinggi beberapa kali tahun ini, didukung harapan suku bunga yang lebih rendah dan potensi keuntungan dari kecerdasan buatan (AI).

Namun, pasar saham AS menghadapi perlambatan pada bulan Desember setelah reli yang dipicu oleh pemilu di November, di tengah kekhawatiran mengenai proyeksi The Fed tentang pemotongan suku bunga yang lebih sedikit pada 2025.

Turnquist menambahkan bahwa kenaikan pasar baru-baru ini sangat bergantung pada Magnificent Seven, sehingga diperlukan kontribusi dari sektor lain untuk mendukung kenaikan indeks lebih lanjut.

Data terbaru pada Kamis menunjukkan klaim tunjangan pengangguran baru di AS turun ke level terendah dalam sebulan terakhir, mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih kuat meski mulai mendingin.

Pasar memasuki periode yang secara musiman kuat, dikenal sebagai “Santa Claus rally”, di mana biasanya terdapat peningkatan akibat likuiditas rendah, tax-loss harvesting, dan investasi dari bonus akhir tahun.

Menurut Stock Trader’s Almanac, S&P 500 mencatat kenaikan rata-rata 1,3% dalam lima hari perdagangan terakhir Desember dan dua hari pertama Januari sejak 1969.

Saham terkait cryptocurrency turun setelah Bitcoin melemah 3,9%. Saham MicroStrategy, MARA Holdings, dan Coinbase Global masing-masing turun antara 1,9% hingga 4,8%.

Dari 11 sektor di S&P, beberapa yang melemah termasuk sektor konsumen discretionary, yang turun 0,6%, serta sektor energi, yang turun tipis 0,1% mengikuti pergerakan harga minyak mentah AS.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Meta, Nvidia, hingga Amazon Menguat, Wall Street Variatif Jelang Libur Natal

Equityworld Futures | Meta, Nvidia, hingga Amazon Menguat, Wall Street Variatif Jelang Libur Natal

Equityworld Futures | Indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (23/12) jelang libur Natal. Salah satunya karena saham perusahaan berkapitalisasi besar menguat.

Equityworld Futures | Jelang Libur Natal, Harga Emas Loyo

Mengutip Reuters, Selasa (24/12), Industri Dow Jones (.DJI) turun 66,69 poin, atau 0,16 persen menjadi 42.906,95, S&P 500 (.SPX) naik 43,22 poin atau 0,73 persen menjadi 5.974,07 dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 192,29 poin atau 0,98 persen menjadi 19.764,89.

Beberapa saham perusahaan dengan kapitalisasi besar seperti Meta (META.O), Nvidia (NVDA.O) dan Tesla (TSLA.O) semuanya ditutup menguat 2,3 persen dan 3,7 persen lebih tinggi. Sementara itu, Apple (AAPL.O), Amazon.com (AMZN.O) dan induk Google Alphabet (GOOGL.O) juga di wilayah positif.

Hal ini menjadikan Nasdaq Composite (.IXIC) dan Dow Jones Industrial Average (.DJI) mencatat kenaikan ketiga berturut-turut, dan kenaikan kedua dalam tiga sesi untuk S&P 500 (.SPX).

Kepala investasi di Northlight Asset Management Chris Zaccarelli mencatat meskipun beberapa koreksi arah telah terjadi dalam beberapa hari terakhir karena ekspektasi suku bunga investor berubah, banyak tren yang sama masih berlaku termasuk menguatnya saham teknologi dan yang didukung teknologi.

“Hari ini kita benar-benar melihat gambaran kecil dari apa yang telah kita lihat sepanjang tahun, dan trennya kembali ke tempatnya meskipun apa yang telah kita lihat dalam beberapa minggu terakhir sedikit berubah-ubah,” kata Zaccarelli
Selain kenaikan indeks acuan utama, delapan dari 11 sektor S&P ditutup menguat pada hari Senin, dipimpin oleh sektor jasa komunikasi (.SPLRCL) yang naik 1,4 persen.

Saham Qualcomm (QCOM.O) juga naik 3,5 persen setelah juri memutuskan bahwa prosesor sentralnya memiliki lisensi yang sesuai berdasarkan perjanjian dengan Arm Holdings yang berbasis di Inggris.

Saat ini kondisi pasar dinilai memasuki periode yang secara historis kuat bagi saham AS sejak 1969. Lima hari perdagangan terakhir tahun 2024 ditambah dengan dua hari pertama tahun 2025 telah menghasilkan keuntungan S&P 500 rata-rata sebesar 1,3 persen, periode ini dikenal sebagai ‘Santa Claus Rally’ menurut Stock Trader’s Almanac.

Zaccarelli juga menilai Ia yakin kondisi saat ini tepat untuk reli karena keuntungan tahun ini yang memungkinkan investor akan mempertahankan posisi daripada menjual dan membukukan kerugian yang dapat mereka gunakan untuk tujuan pajak.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Rebound Didorong Komentar The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Rebound Didorong Komentar The Fed

Equityworld Futures | Harga emas rebound dari level terendah satu bulan pada perdagangan Kamis setelah Federal Reserve menurunkan suku bunga seperti yang diharapkan.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Terbatas Imbas Data AS Perkuat Langkah The Fed

Meskipun, terlontar sikap hawkish bank sentral terhadap penurunan suku bunga di masa depan yang mengaburkan prospek emas batangan.

Harga emas telah turun lebih dari dua persen semalam setelah pertemuan kebijakan Fed mengindikasikan penurunan suku bunga yang lebih sedikit pada 2025, karena inflasi yang tinggi tetap menjadi perhatian utama.

Melansir Investing.com, Jumat, 20 Desember 2024, pada pukul 09:15 WIB (14:15 GMT), emas spot naik 0,5 persen menjadi USD2.598,22, sementara emas berjangka yang akan jatuh tempo pada Februari turun 1,5 persen menjadi USD2.612,71 per ons.

Prospek emas meredup

The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu, tetapi mengisyaratkan langkah yang lebih lambat untuk pemotongan di masa depan.

Suku bunga yang lebih rendah menjadi pertanda baik bagi harga emas karena membuatnya lebih menarik dibandingkan dengan aset berimbal hasil bunga seperti obligasi.

Namun, emas berjangka turun tajam karena suku bunga diperkirakan akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama setelah pemangkasan pada Rabu.

Pelaku pasar juga telah mengesampingkan kemungkinan pemotongan pada bulan Januari dan sekarang memperkirakan hanya dua pemotongan lagi pada 2025, dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya yaitu empat pemotongan.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pengurangan lebih lanjut tergantung pada kemajuan dalam mengekang inflasi yang terus-menerus, yang mencerminkan penyesuaian para pembuat kebijakan terhadap potensi pergeseran ekonomi di bawah pemerintahan Donald Trump yang akan datang.

Sikap hawkish Federal Reserve ditujukan untuk mengekang inflasi, tetapi juga menandakan kepercayaan diri terhadap ketahanan ekonomi AS.

Sentimen risk-on ini dapat mengurangi permintaan untuk aset-aset safe haven, yang selanjutnya meredam prospek emas batangan.

Dengan pemangkasan yang lebih sedikit yang diharapkan pada 2025, dolar diperkirakan akan menguat lebih lanjut. Greenback melonjak ke level tertinggi lebih dari dua tahun pada Rabu.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Anjlok di Pagi Ini (19/12) Terseret Koreksi Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Anjlok di Pagi Ini (19/12) Terseret Koreksi Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan hari ini. Rabu (18/12), pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 0,64% ke 38.830,64. Sejalan, indeks Hang Seng anjlok 1,28% ke 19.610,1.

Equityworld Futures | Harga Emas Terjungkal ke Level Terendah Sebulan

Sedangkan, indeks Taiex ambles 1,63% ke 22.790,99. Indeks Kospi melemah 1,7% ke 2.442,26 dan indeks ASX 200 anjlok 1,81% ke 8.158,7.

Sementara itu, FTSE Straits Times melemah 0,38% ke 3.765,3 dan FTSE Malay melemah 0,15% ke 1.597,19.

Bursa Asia anjlok di pagi ini, mengikuti koreksi di Wall Street karena Federal Reserve memangkas suku bunga untuk pertemuan ketiga berturut-turut, sambil mengisyaratkan lebih sedikit pemotongan suku bunga di 2025.

Investor di Asia menantikan keputusan suku bunga oleh Bank of Jepang (BOJ) setelah pertemuan kebijakan dua hari. Bank sentral Jepang diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 0,25%.

Yen Jepang terlihat sedikit menguat pada Kamis pagi ke level 154,57 terhadap dolar AS.

Di sisi sebelumnya, Dow Jones Industrial Average anjlok 1.123,03 poin atau 2,58% menjadi 42.326,87 dan mencatatkan penurunan 10 hari pertamanya sejak 1974. Indeks S&P 500 secara umum turun 2,95% menjadi 5.872,16 dan Nasdaq Composite ambles 3,56% ke 19.392,69.

Aksi jual di Wall Street terjadi setelah The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran target 4,25%-4,5%.

Meskipun pemangkasan tersebut telah diantisipasi secara luas, The Fed mengindikasikan hanya akan ada dua pemangkasan suku bunga pada tahun 2025, lebih sedikit dari empat pemangkasan dalam perkiraan sebelumnya.

“Kami bergerak cukup cepat untuk sampai di sini, dan saya pikir ke depannya jelas kami bergerak lebih lambat,” kata Ketua The Fed Jerome Powell pada konferensi pers pascapertemuan.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Jelang Rilis Suku Bunga The Fed, Harga Emas Dunia Stabil

Equityworld Futures | Jelang Rilis Suku Bunga The Fed, Harga Emas Dunia Stabil

Equityworld Futures | Harga emas dunia terpantau stabil di tengah para pelaku pasar yang mencermati kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve atau The Fed.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Terkoreksi Jelang Rapat The Fed

Berdasarkan data Revinitiv harga emas dunia di pasar spot pada perdagangan Rabu (17/12/2024) pukul 6.10 WIB tercatat US$2.645,31 per troy ons, naik tipis 0,03% dari posisi penutupan sebelumnya.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan bertemu hari ini untuk pertemuan kebijakan terakhir tahun 2024. Pasar memperkirakan 98,2% kemungkinan penurunan suku bunga sebesar seperempat poin dalam pertemuan ini, tetapi hanya memperhitungkan peluang sekitar 14,7% untuk pemotongan lain pada Januari, menurut alat FedWatch dari CME.

Bank sentral lainnya seperti Bank of Japan, Bank of England, Riksbank, dan Norges Bank juga akan mengumumkan keputusan kebijakan mereka pada 19 Desember. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih lanjut jika inflasi mencapai target 2%.

Bank Nasional Swiss diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Maret dan kemudian menahan kebijakan suku bunga setidaknya hingga 2026, menurut mayoritas ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Emas cenderung bersinar dalam lingkungan suku bunga rendah dan selama krisis ekonomi atau geopolitik.

Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat pada Senin menjatuhkan sanksi baru kepada Korea Utara dan Rusia yang menargetkan aktivitas keuangan Pyongyang dan dukungan militer terhadap Moskow, menurut Departemen Keuangan AS.

Sementara itu, konsumen emas terbesar dunia, Cina, mencatat pertumbuhan penjualan ritel sebesar 3,0% pada November, turun dibandingkan kenaikan 4,8% pada Oktober.

Para trader juga mencermati rilis data utama minggu ini, termasuk PDB AS dan angka inflasi, yang dapat memengaruhi sentimen pasar lebih lanjut.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Kembali Bangkit, Nasdaq Cetak Rekor Baru, tapi Dow Jones Masih Terpuruk

Equityworld Futures | Wall Street Kembali Bangkit, Nasdaq Cetak Rekor Baru, tapi Dow Jones Masih Terpuruk

Equityworld Futures | Pasar saham AS mayoritas menguat pada Senin waktu AS atau Selasa (17/12/2024) pagi WIB. Nasdaq Composite mencatat rekor baru, didukung oleh lonjakan saham teknologi, saat investor menantikan rapat kebijakan Federal Reserve.

Equityworld Futures | Rapat The Fed Tinggal Hitungan Jam, Harga Emas Naik Tipis

Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi naik 1,24% menjadi 20.173,89, sementara S&P 500 bertambah 0,38% dan ditutup pada 6.074,08. Tapi, indeks Dow Jones Industrial Average melemah, turun 110,58 poin atau 0,25% ke level 43.717,48. Dow, yang terdiri dari 30 saham, mencatat penurunan selama delapan hari berturut-turut, menandai rentetan kerugian terpanjang sejak 2018.

Saham Apple, Alphabet (induk perusahaan Google), pembuat mobil listrik Tesla, dan produsen chip AI Broadcom semuanya melonjak ke rekor tertinggi baru. Broadcom, yang untuk pertama kalinya melampaui valuasi pasar $1 triliun pekan lalu, memimpin kenaikan Nasdaq dengan lonjakan 11%. Sektor teknologi dan barang konsumsi diskresioner dalam S&P 500 juga ditutup di level tertinggi sepanjang masa.

Namun, tidak semua saham mengikuti tren kenaikan ini. Nvidia, produsen chip kecerdasan buatan yang menjadi favorit pasar dalam dua tahun terakhir, melemah 1,7% dan masuk dalam fase koreksi, turun lebih dari 10% dari rekor tertingginya pada November.

Kenaikan saham ini terjadi saat The Fed bersiap memulai rapat kebijakan selama dua hari pada Selasa. Bank sentral ini diperkirakan secara luas akan memangkas suku bunga pinjaman acuan semalam sebesar seperempat poin pada akhir rapat pada Rabu. Fokus utama investor adalah panduan ke depan mengenai kebijakan masa depan setelah The Fed mulai melonggarkan kebijakan pada September, pertama kalinya dalam empat tahun.

Setiap Keputusan dan penjelasan hasil FOMC memang selalu menjadi sorotan. “Tapi, yang terakhir di 2024 ini mungkin yang paling menarik,” kata Jay Woods, kepala strategi global di Freedom Capital Markets, seperti dikutip CNBC.

Menurut dia, sejak pemangkasan pertama pada September, angka pengangguran telah stabil. Namun, angka inflasi sedikit bergerak ke arah sebaliknya. Faktanya, angka inflasi naik setiap bulan sejak pemangkasan dimulai. “Apakah ini hanya ‘sticky’ atau awal dari tren baru?” ujarnya

Pasar saham sebelumnya mengalami pekan yang lesu. Dow turun 1,8%. S&P 500 melemah 0,6% pekan lalu dan telah mundur dalam empat dari lima sesi terakhir sebelum Senin. Nasdaq unggul pekan lalu, mencatat kenaikan tipis sebesar 0,3%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Bursa Wall Street Dibayangi Kinerja Ekonomi AS dan Pertemuan The Fed Pekan Ini

Equityworld Futures | Bursa Wall Street Dibayangi Kinerja Ekonomi AS dan Pertemuan The Fed Pekan Ini

Equityworld Futures | Wall Street ditutup stabil dan hampir tidak berubah pada Jumat (13/12). Namun indeks bursa Amerika Serikat (AS) ini sedikit melambat pada sesi sebelumnya, setelah rilis data ekonomi AS yang kurang memuaskan jelang pertemuan Bank Sentral AS atau The Fed pada pekan ini.

Equityworld Futures | Meramal Harga Emas Jelang Akhir Tahun

Akibatnya, indeks S&P 500 dan Dow turun secara mingguan, sementara Nasdaq berhasil mencetak kenaikan selama minggu ini. Dow Jones Industrial Average (.DJI) tercatat turun 86,06 poin atau 0,20% ke level 43.828,06. Sementara S&P 500 (.SPX) hampir tidak berubah, turun 0,16 poin atau 0,00% ke level 6.051,09.

Sebaliknya, Nasdaq Composite (.IXIC) naik 23,88 poin atau 0,12% ke posisi 19.926,72. S&P 500 dan Dow mencatat penurunan selama seminggu terakhir. Sementara Nasdaq naik empat kali berturut-turut.
S&P 500 mencatat delapan level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan 15 level terendah baru. Sedangkan Nasdaq Composite membukukan 75 level tertinggi baru dan 199 level terendah baru. Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 12,56 miliar saham, sedikit lebih rendah dari rata-rata 14,03 miliar saham per sesi selama 20 hari terakhir.

Selain itu, saham-saham AS terus mencetak rekor tertinggi sepanjang tahun ini. Hal tersebut didukung oleh meningkatnya minat investor terhadap saham-saham perusahaan teknologi besar yang memanfaatkan tren kecerdasan buatan (AI).

Sentimen Pasar atas Kemenangan Trump

Sentimen lain juga didorong oleh kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS sehingga pasar berharap kebijakan yang akan mendukung peningkatan keuntungan perusahaan. Di bursa AS, jumlah saham yang turun melebihi yang naik dengan rasio 2,23:1. Terdapat 100 level tertinggi baru dan 141 level terendah baru di bursa tersebut.

Seiring dengan hal itu, saham RH (RH.N) melonjak 16,95% setelah peritel perabot rumah tangga ini melaporkan kenaikan pendapatan bersih pada kuartal ketiga. Sebaliknya, saham D.R. Horton (DHI.N) turun 0,89% setelah J.P. Morgan sehingga menurunkan peringkat perusahaan pembangun rumah ini menjadi underweight.

Underweight adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi saham yang diprediksi akan mengalami penurunan di bawah rata-rata saham lain.

Sementara saham Broadcom (AVGO.O) naik 24% setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi Wall Street. Broadcom juga memprediksi positifnya permintaan untuk chip AI khusus dalam beberapa tahun kedepannya, mendorong kapitalisasi pasarnya melewati US$ 1 triliun untuk pertama kalinya.
Kemudian saham-saham cip menunjukkan pergerakan yang bervariasi, dengan Marvell Technology (MRVL.O), saingan Broadcom, naik 10,8%. Sementara pesaing di sektor AI, Nvidia (NVDA.O) turun 2,2%. Meskipun demikian, indeks saham semikonduktor (.SOX) mencatatkan kenaikan 3,2%.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Meramal Harga Emas Jelang Akhir Tahun

Equityworld Futures | Meramal Harga Emas Jelang Akhir Tahun

Equityworld Futures | Setelah menguji level resistensi di USD 2.700 pada awal pekan, harga emas kembali tertekan akibat inflasi yang terus bertahan tinggi, memengaruhi ekspektasi terhadap siklus pelonggaran Federal Reserve. Hal ini yang mempengaruhi harga emas.

Equityworld Futures | Meramal Harga Emas Jelang Akhir Tahun

Dikutip dari Kitco, Senin (16/12/2024), logam mulia ini sempat mendapat dorongan awal pekan ini setelah berita bahwa bank sentral China kembali membeli emas.

Setelah enam bulan jeda, data dari People’s Bank of China menunjukkan pembelian lima ton emas pada November. Menurut para analis, hal ini menegaskan peran signifikan China dalam pasar emas dan menunjukkan permintaan yang sehat dari bank sentral menjelang 2025.

Namun, volatilitas jangka pendek tetap menghantui emas karena perhatian kini beralih ke pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pekan depan.

Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar telah sepenuhnya memperkirakan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin setelah pertemuan akhir Fed tahun ini.

Harga emas spot terakhir diperdagangkan di USD 2.656,90 per ounce, naik 0,88% sepanjang minggu.

Tekanan dari Inflasi Wholesale

Pasar emas mulai melemah pekan ini setelah laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Indeks Harga Produsen (PPI) utama naik 0,4% pada November, lebih tinggi dari angka 0,3% di bulan sebelumnya.

Selama 12 bulan terakhir, inflasi wholesale melonjak 3,0%, jauh di atas konsensus 2,5%. Kenaikan ini mengindikasikan ancaman terhadap harga konsumen masih tinggi, yang menurut beberapa ekonom dapat mencegah Federal Reserve untuk melonggarkan suku bunga lebih agresif.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Dolar AS

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun dari level tertinggi lebih dari dua minggu pada hari Kamis setelah rilis data harga produsen AS yang lebih tinggi.

Equityworld Futures | Harga emas dunia masih minim pergerakan pada perdagangan hari ini. Ke depan, seperti apakah prospek harga sang logam mulia?

Hal itu telah memicu kekhawatiran tentang penurunan suku bunga The Fed yang hawkish minggu depan, sehingga mendorong dolar

Melansir Investing.com, Jumat, 13 Desember 2024, pada pukul 10:20 WIB (15:20 GMT), emas spot turun 1,4 persen menjadi USD2,680.44 per ons, sementara emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 1,9 persen menjadi USD2,704.66 per ons.

Data PPI membebani

Emas melemah pada Kamis setelah harga produsen AS naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan November. Data itu melonjak 0,4 persen bulan lalu setelah kenaikan 0,3 persen yang direvisi naik pada bulan Oktober, lebih cepat dari kenaikan 0,2 persen yang diperkirakan.

Dalam 12 bulan hingga November, PPI melonjak 3,0 persen setelah naik 2,6 persen di bulan Oktober.

Data inflasi indeks harga konsumen yang dirilis pada hari Rabu, membuat para pedagang meningkatkan taruhan bahwa Fed akan memberikan penurunan suku bunga ketiga berturut-turut minggu depan untuk mendukung pasar tenaga kerja.
Meskipun pemangkasan minggu depan masih mungkin terjadi, rilis PPI menunjukkan bahwa pemangkasan lebih lanjut tahun depan mungkin akan lebih sulit untuk dilakukan, imbasnya, dolar menguat sebagai konsekuensinya.

Penguatan dolar telah membatasi kenaikan emas, karena para trader lebih menyukai greenback di tengah meningkatnya keraguan atas prospek jangka panjang inflasi dan suku bunga.

Meski demikian, logam mulia telah menikmati kenaikannya yang memecahkan rekor pada tahun 2024, melonjak 25 persen year-to-date didorong oleh kombinasi penurunan suku bunga Federal Reserve, peningkatan pembelian bank sentral, dan permintaan safe haven yang kuat di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Analis di ING memperkirakan faktor-faktor ini akan mempertahankan momentum kenaikan pada tahun 2025, mendorong harga emas ke level tertinggi baru.

Adapun, logam mulia lainnya juga lebih rendah, dengan platinum berjangka turun 1,1 persen menjadi USD940,40 per ons, sementara perak berjangka turun 4,3 persen menjadi USD31,540 per ons.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started