Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Lonjakan Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Lonjakan Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Senin (24/3/2025) dipicu lonjakan saham sektor teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk 3 Hari Beruntun, Sudah Saatnya Cemas?

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 597,97 poin, atau sekitar 1,42 persen, menjadi 42.583,32. Indeks S&P 500 meningkat 100,01 poin, atau sekitar 1,76 persen, menjadi 5.767,57. Indeks komposit Nasdaq melonjak 404,54 poin, atau sekitar 2,27 persen, menjadi 18.188,59.

Saham perusahaan teknologi Nvidia dan Advanced Micro Devices masing-masing melambung 3 persen dan 7 persen, membuat indeks Philadelphia SE Semiconductor meningkat 3 persen.

Saham perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla meroket 12 persen, peningkatan harian tertinggi sejak awal November 2024, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tarif terhadap sektor otomotif berpeluang tidak diberlakukan untuk beberapa negara.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, 10 sektor mengalami penguatan dengan indeks sektor kebutuhan non primer konsumen melambung 4,07 persen berkat meroketnya saham Tesla. Indeks sektor layanan komunikasi melonjak 2,1 persen.

Data terbaru menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat pada Maret, dengan mencuatnya kekhawatiran tarif impor dan pemangkasan belanja pemerintah membebani sentimen. Para investor selanjutnya menantikan data inflasi AS yang dirilis pekan ini.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2025 turun 0,2 persen menjadi US$3.015,6 per ons. Indeks dolar AS naik 0,2 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,1 persen, seiring merosotnya saham sektor F&B.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 8,78 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 8.638,01. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 8,78 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 22.852,66.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 26,9 poin, atau sekitar 0,2 persen, menjadi 13.323,3. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 20,62 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 8.022,33.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,45 persen terhadap dolar AS menjadi 1,2973 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,16 persen menjadi 1,1958 euro per pound.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Trump Bakal Beri Kelonggaran Tarif, Wall Street Menanjak di Akhir Pekan Lalu

Equityworld Futures | Trump Bakal Beri Kelonggaran Tarif, Wall Street Menanjak di Akhir Pekan Lalu

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS), atau Wall Street, ditutup lebih tinggi pada perdagangan yang berakhir Jumat sore waktu setempat (Sabtu pagi WIB).

Equityworld Futures | Begini Penerawangan Harga Emas Hari Ini, Pilih Jual atau Beli?

Indeks-indeks saham bangkit dari posisi terendahnya setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan adanya kemungkinan fleksibilitas terkait kebijakan tarif.
Meski demikian, Trump menegaskan kembali batas waktu 2 April untuk penerapan tarif timbal balik.

Indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan sebesar 0,08 persen, ditutup pada level 5.667,56.
Indeks pasar luas ini berhasil mengakhiri penurunan empat minggu berturut-turut yang disebabkan oleh kekacauan kebijakan perdagangan, kekhawatiran akan resesi, serta pergeseran saham teknologi berkapitalisasi besar.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite naik 0,52 persen dan ditutup pada level 17.784,05.

Indeks Dow Jones Industrial Average juga mengalami kenaikan, bertambah 32,03 poin atau 0,08 persen, dan ditutup pada level 41.985,35.

Meski pasar saham berakhir di zona hijau, investor tetap merasa gelisah terkait potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS menjelang penerapan tarif timbal balik pada 2 April 2025.

Trump menyatakan bahwa tarif tersebut ditujukan kepada negara mana pun yang mengenakan bea atas impor AS.

Namun, Trump berusaha meredakan kekhawatiran investor pada hari Jumat dengan membuka kemungkinan adanya fleksibilitas dalam rencana tarif tersebut.
Sayangnya, ia tidak menyebutkan kemungkinan pengecualian tarif, seperti yang diterapkan untuk produsen mobil pada awal Maret lalu.
Tarif yang akan diberlakukan diperkirakan akan lebih sempit cakupannya dan mungkin akan mengecualikan beberapa bea khusus industri.

Kekhawatiran investor semakin meningkat akibat melemahnya data sentimen konsumen.
Namun, Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan sedikit harapan dengan menyatakan bahwa dampak negatif dari tarif Trump kemungkinan akan berlangsung singkat.
Minggu ini, investor akan memantau data keyakinan konsumen yang dijadwalkan dirilis pada hari Selasa, diikuti oleh angka klaim pengangguran mingguan awal pada hari Kamis.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Pantau Data Ekonomi AS

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Pantau Data Ekonomi AS

Equityworld Futures | Indeks utama saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup melemah pada perdagangan Kamis (20/3). Pelemahan itu terjadi di tengah dolar AS menguat seiring investor menimbang data ekonomi yang solid dengan pernyataan waspada dari para pemimpin bank sentral dunia terkait perdagangan.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tertahan Tensi Geopolitik yang Memanas

Mengutip dari Reuters pada Jumat (21/3), rata-rata Dow Jones Industrial Average (.DJI) tercatat turun 11,31 poin atau 0,03 persen ke level 41.953,32. S&P 500 (.SPX) turun 12,40 poin atau 0,22 persen ke level 5.662,89, dan Nasdaq Composite (.IXIC) melemah 59,16 poin atau 0,33 persen ke level 17.691,63.

Data ekonomi AS menunjukkan klaim tunjangan pengangguran tetap stabil dan penjualan rumah tinggal meningkat secara tak terduga. Hal itu sedikit meredakan kekhawatiran akan pelemahan ekonomi, meski Federal Reserve sebelumnya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam pernyataannya pada Rabu 19 Maret 2025.

“Hari yang cukup aneh,” kata Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager di Dakota Wealth, Fairfield, Connecticut. “Terlalu banyak hal yang terjadi. Mungkin yang terbaik saat ini adalah menahan diri dulu.”

Imbal hasil obligasi pemerintah AS (U.S. Treasury) memangkas penurunan di awal perdagangan seiring pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat.

Imbal hasil obligasi acuan AS tenor 10 tahun turun 1,9 basis poin menjadi 4,237 persen, dari sebelumnya 4,256 persen pada penutupan Rabu 19 Maret 2025. Sementara imbal hasil obligasi 30 tahun turun 1 basis poin ke level 4,5565 persen dari 4,567 persen. Adapun imbal hasil obligasi tenor 2 tahun—yang biasanya sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Fed—turun 1,8 basis poin ke level 3,962 persen dari 3,979 persen di hari sebelumnya.

Harga minyak mentah mengalami kenaikan setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terkait Iran dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 1,64 persen dan ditutup pada level USD 68,26 per barel, sementara minyak Brent menguat 1,72 persen menjadi USD 72,00 per barel.

Sementara itu, harga emas mengalami koreksi tipis setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di awal sesi. Namun, prospek emas masih tetap positif seiring sinyal pemangkasan suku bunga dari The Fed serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang terus berlanjut.

Harga emas spot turun tipis 0,07 persen menjadi USD 3.044,90 per ons troi, sementara kontrak berjangka emas AS naik 0,15 persen menjadi USD 3.040,60 per ons troi.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Menguat usai The Fed Tahan Suku Bunga & Sinyalkan Dua Cut Rate Tahun Ini

Equityworld Futures | Wall Street Menguat usai The Fed Tahan Suku Bunga & Sinyalkan Dua Cut Rate Tahun Ini

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Rabu (19/3/2025) setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga seperti yang telah diperkirakan.

Equityworld Futures | Emas Tembus US$$3.051 Pasca Putusan Fed Tahan Bunga Acuan

Pasar masih mencermati bagaimana kebijakan tarif Presiden Donald Trump akan memengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Melansir Reuters, Kamis (20/3/2025), ketiga indeks Wall Street ditutup di zona hijjau, dengan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 383,32 poin (+0,92%) ke level 41.964,63. Adapun indeks S&P 500 menguat 60,63 poin (+1,08%) ke 5.675,29 dan Nasdaq melonjak 246,67 poin (+1,41%) ke 17.750,79.

The Fed mempertahankan target suku bunga Federal Fund Rate (FFR) di kisaran 4,25%-4,50% dan mengindikasikan kemungkinan dua kali pemangkasan sebesar 25 basis poin hingga akhir 2025.

Proyeksi ini tetap sama seperti tiga bulan lalu. Namun, bank sentral juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan inflasi yang lebih tinggi.

Ketidaksepakatan di antara para pembuat kebijakan mencerminkan ketidakpastian mengenai dampak kebijakan tarif Trump terhadap ekonomi. Selain itu, The Fed juga mengumumkan akan memperlambat laju penarikan likuiditas dari neraca keuangannya di tengah kebuntuan di Kongres AS terkait batas utang pemerintah.

Kepala tim solusi multi-aset Allspring Global Investments Matthias Scheiber mengatakan meningkatnya kekhawatiran soal tarif dan dampaknya terhadap ekonomi membuat The Fed mengambil pendekatan wait and see yang sudah diperkirakan sebelumnya.

“Pasar memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga ke sekitar 3,75% pada akhir 2025. Namun, keputusan akhir akan bergantung pada keseimbangan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Jika pertumbuhan melemah lebih jauh, pemangkasan suku bunga bisa lebih agresif dari yang diperkirakan. Menurut data LSEG, peluang pemangkasan suku bunga pertama sebesar 25 basis poin pada Juni kini mencapai 62,2%.

Reli saham berlanjut setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan masih terlalu dini untuk menilai dampak tarif terhadap inflasi, serta sulit menentukan seberapa besar kenaikan harga yang disebabkan oleh kebijakan tersebut.

“Pasar hanya menginginkan lebih sedikit ketidakpastian, dan Powell berhasil menjaga ekspektasi tetap stabil,” kata kepala ekonom Ameriprise Financial Russell Price.

Di Eropa, Uni Eropa berencana memperketat kuota impor baja mulai April dengan pemangkasan hingga 15%, guna mencegah banjir baja murah setelah AS menerapkan tarif baru.

Saham Boeing melonjak 6,84%, setelah perusahaan menyatakan bahwa tarif baru tidak akan berdampak signifikan dalam jangka pendek.

Sebelas sektor dalam indeks S&P 500 kompak menguat, dipimpin oleh sektor konsumsi yang naik hampir 2%.

Saham AS sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir akibat indikator ekonomi yang menunjukkan pelemahan serta kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan. Namun, reli dalam tiga dari empat sesi terakhir menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Volume transaksi di bursa AS tercatat 13,53 miliar saham, lebih rendah dibanding rata-rata 16,34 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Terkoreksi, Investor Menanti Keputusan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Terkoreksi, Investor Menanti Keputusan The Fed

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street terkoreksi pada perdagangan yang berakhir Selasa sore waktu setempat (Rabu pagi WIB).
Wall Street melemah karena rentetan aksi jual dalam beberapa waktu terakhir berlanjut setelah adanya tren kenaikan.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Cetak Rekor, Level US$3.100 Bukan Lagi Mimpi

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 260,32 poin atau 0,62 persen dan ditutup pada level 41.581,31.

Lalu, indeks S&P 500 turun 1,07 persen, berakhir pada 5.614,66.

Indeks pasar luas ini mengakhiri hari dengan penurunan 8,6 persen dari penutupan tertinggi yang dicapai pada Februari, sehingga mendekati wilayah koreksi.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite turun 1,71 persen dan menetap pada level 17.504,12.

Tesla, salah satu saham yang paling terpukul selama koreksi pasar baru-baru ini, turun lagi pada perdagangan Selasa.
Saham Tesla turun lebih dari 5 persen setelah RBC Capital Markets menurunkan target harganya pada nama kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Alasannya, terjadi peningkatan persaingan di bidang EV.

Sedikit catatan, saham Tesla telah turun lebih dari 36 persen selama sebulan terakhir.

Produsen kendaraan listrik itu bukan satu-satunya nama teknologi yang turun selama sesi tersebut.

Saham Palantir juga melemah 4 persen dan Nvidia turun lebih dari 3 persen.

Pelemahan ini terjadi setelah sesi perdagangan kedua berturut-turut yang menguntungkan di Wall Street.

Hal itu menandai titik balik setelah beberapa minggu yang sulit di Wall Street karena beberapa data ekonomi yang lemah dan kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kadang-kadang tidak berlaku membuat investor waspada terhadap kesehatan keuangan AS.

Selain terus mengikuti pembaruan dari Gedung Putih, pelaku pasar dan investor akan mengalihkan perhatian ke pertemuan kebijakan bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed.

Para pedagang akan mengikuti pengumuman suku bunga pada Rabu sore dan konferensi pers berikutnya dengan Ketua Fed Jerome Powell. Dana berjangka Fed memperkirakan kemungkinan 99 persen bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | UBS Kerek Proyeksi Harga Emas Seiring Meningkatnya Perang Dagang

Equityworld Futures | UBS Kerek Proyeksi Harga Emas Seiring Meningkatnya Perang Dagang

Equityworld Futures | UBS Group AG menjadi bank terbaru yang mengerek proyeksi harga emas karena risiko perang dagang global yang berkepanjangan makin meningkat — skenario yang menurut para analis akan terus mendorong para investor membeli lebih banyak aset safe haven.

Equityworld Futures | Harga Emas Bertahan di Kisaran USD 3.000, Investor Menanti Pengumuman Bunga Fed

Menurut para analis termasuk Wayne Gordon dan Giovanni Staunovo, dalam catatannya, Senin (17/3/2025), emas batangan akan diperdagangkan sekitar US$3.200 per ons dalam empat kuartal berikutnya — revisi naik dari perkiraan bank sebelumnya sebesar US$3.000 — di mana konflik perdagangan yang meningkat membuktikan logam mulia berperan sebagai penyimpan nilai pada kondisi yang tidak pasti.

Bank ini menunjuk pada rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif resiprokal yang luas dan tarif tambahan khusus sektoral pada 2 April sebagai peristiwa risiko yang mengancam bisa memacu permintaan aset safe haven berkelanjutan di seluruh pasar.

Emas — yang menembus ambang batas psikologis utama US$3.000 per ons untuk pertama kalinya pada Jumat (14/3/2025) — juga akan diuntungkan dari prospek ekonomi AS yang memburuk, di mana para traders saat ini memperhitungkan pemotongan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve (The Fed) karena kekhawatiran adanya resesi meningkat.

“Dengan kata lain, kita melihat pergeseran dari ‘Trump put’ ke ‘Fed put’,” kata para analis. “Kami percaya bahwa mengalokasikan sekitar 5% dari portofolio seimbang dalam bentuk dolar AS ke emas adalah optimal dari sudut pandang diversifikasi jangka panjang.”

UBS bergabung dengan sejumlah bank lain yang dalam beberapa minggu terakhir menaikkan target harga mereka untuk logam mulia tersebut. Pekan lalu, Macquarie Group memperkirakan harga akan melonjak hingga US$3.500 per ons pada kuartal II-2025, sementara BNP Paribas SA mengerek proyeksinya untuk menunjukkan harga rata-rata jauh di atas US$3.000.

Arus masuk yang lebih kuat ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh emas batangan juga mulai terwujud, kata para analis UBS, seraya menambahkan bahwa permintaan berkelanjutan untuk instrumen investasi ini tetap menjadi persyaratan utama agar harga naik lebih tinggi lagi.

Para analis menyebut minat yang kuat dari bank-bank sentral juga akan terus bertindak sebagai dukungan struktural yang “krusial,” menunjukkan sinyal bahwa pembelian “bisa kembali mendekati level beberapa tahun terakhir — sekitar 1.000 metrik ton per tahun.”

Emas spot diperdagangkan meningkat 0,5% menjadi US$2.999,55 per ons pada pukul 11.03 pagi di London, setelah naik 2,6% pekan lalu. Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,2%. Harga perak sedikit berubah, sedangkan harga platinum dan paladium menguat.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Pekan Lalu, Kekhawatiran Investor Mereda

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat Pekan Lalu, Kekhawatiran Investor Mereda

Equityworld Futures | Pasar Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat pada penutupan perdagangan yang berakhir Jumat (14/3/2025) sore waktu setempat (Sabtu pagi WIB).

Equityworld Futures | Momen “Mematikan” di Depan Mata: Emas Akan Berakhir Pesta Apa Neraka?

Dilansir CNBC, penguatan ini memangkas sebagian koreksi tajam yang terjadi selama sepakan. Investor mendapatkan kelegaan dari berita utama terkait kebijakan tarif.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 674,62 poin atau 1,65 persen dan ditutup pada level 41.488,19.

Lalu, indek S&P 500 naik 2,13 persen dan ditutup pada level 5.638,94.

Kemudian, indeks Nasdaq Composite naik 2,61 persen dan ditutup pada level 17.754,09.

Sedikt catatan, akhir pekan lalu adalah hari terbaik di tahun 2025 untuk S&P 500 dan Nasdaq.
Saham teknologi besar yang terguncang awal minggu ini mengalami pemulihan tajam pada hari Jumat.

Sebagai contoh, saham Nvidia menanjak lebih dari 5 persen. Saham Tesla menguat hampir 4 persen, dan saham Meta Platforms terapresiasi hampir 3 persen. Sementara, saham Amazon dan Apple juga bangkit.
Saham menguat setelah tidak ada berita utama baru dari Gedung Putih terkait tarif. Ini sekaligus meredakan kekhawatiran seputar meningkatnya ketegangan untuk sementara waktu. Investor mungkin juga akan membeli saham setelah pasar saham anjlok pada Kamis.

Namun demikian, reli Jumat lalu tidak mampu menyelamatkan tiga indeks utama dari kerugian mingguan.

Indeks Dow turun sekitar 3,1 persen untuk minggu terburuknya sejak Maret 2023.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq keduanya turun lebih dari 2 persen dan membukukan kerugian minggu keempat berturut-turut.

Lebih lanjut, para investor bersiap menghadapi pertemuan kebijakan bank sentral AS Federal Reserve yang dijadwalkan minggu ini. Dalam hal ini, dana berjangka Fed memperkirakan kemungkinan 97 persen bahwa suku bunga akan tetap stabil.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas di AS Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa

Equityworld Futures | Harga Emas di AS Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa

Equityworld Futures | Untuk pertama kalinya harga emas d Amerika Serikat (AS) tembus ke level US$ 3.000/ons. Hal ini terjadi usai investor mengikuti mencari safe haven dari ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang tarif Presiden AS Donald Trump dan sejumlah mitra dagang utamanya.

Equityworld Futures | Momen “Mematikan” di Depan Mata: Emas Akan Berakhir Pesta Apa Neraka?

Harga emas spot mencapai titik tertinggi sepanjang masa di level US$ 3.004,86 pada awal sesi, sebelum akhirnya turun 0,1% menjadi US$ 2.986,26 pada pukul 02:01 siang waktu setempat karena aksi profit taking atau ambil untung. Sementara harga emas berjangka AS ditutup 0,3% lebih tinggi pada US$ 3.001,10.

“Investor yang terkepung yang mencari aset safe haven baru, karena Trump membuat pasar saham bergejolak,” kata pedagang logam independen, Tai Wong, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (16/3/2025).

Secara tradisional, emas dipandang sebagai tempat investasi yang aman selama terjadinya kekacauan geopolitik. Harga emas batangan telah naik hampir 14% sepanjang tahun ini, sebagian didorong oleh kekhawatiran atas dampak tarif Trump dan aksi jual di pasar modal.

“Para pengelola aset riil, terutama di Barat, membutuhkan pasar saham yang kuat dan ketakutan akan perlambatan ekonomi untuk kembali menggunakan emas – dan itu sedang terjadi sekarang,” kata Kepala Strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.

Emas juga didorong oleh permintaan bank sentral, dengan pembeli utama China membangun cadangan emas batangannya untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Februari. CEO GoldCore David Russell mengatakan, bank sentral terus melakukan akuisisi emas pada level tertinggi sebagai upaya untuk mendiversifikasi diri dari dolar AS yang semakin fluktuatif.

Ekspektasi pelonggaran moneter oleh Federal Reserve AS (the Fed) juga telah membantu emas dengan imbal hasil nol. Para pedagang emas juga memprediksi pemotongan suku bunga the Fed baru akan dilakukan pada bulan Juni.

“Ada sejumlah alasan bagus mengapa permintaan investasi kemungkinan akan tetap kuat. Meningkatnya risiko geopolitik dan geoekonomi, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, potensi penurunan suku bunga, dan ketidakpastian yang dirasakan pasar,” kata Juan Carlos Artigas, kepala penelitian global di World Gold Council.

Dalam sebuah catatan, Goldman Sachs mengatakan, ada risiko kenaikan emas pada skenario dasar akhir 2025 sebesar US$ 3.100 yang diprediksi bergerak di kisaran US$ 3.100 hingga US$ 3.300 karena ketidakpastian kebijakan AS dapat mendukung permintaan investor.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Wall Street Babak Belur Akibat Ancaman Tarif Trump

Equityworld Futures | Wall Street Babak Belur Akibat Ancaman Tarif Trump

Equityworld Futures | Indeks-indeks Wall Street babak belur pada Kamis (13/3/2025). Hal ini karena pasar masih tertekan oleh aksi jual selama tiga pekan terakhir. Ancaman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin membebani sentimen investor.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Cetak Rekor! Level US$ 3.000 Tinggal Hitungan Hari

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 anjlok 1,39% ke level 5.521,52, secara resmi memasuki wilayah koreksi setelah turun 10,1% dari rekor tertingginya. Dow Jones Industrial Average ambles 537,36 poin (1,3%) menjadi 40.813,57, mencatatkan penurunan selama empat hari berturut-turut.

Sementara itu, Nasdaq Composite jatuh 1,96% menjadi 17.303, dengan saham Tesla dan Apple turun signifikan.

Trump kembali menggemparkan pasar dengan unggahannya di Truth Social pada Kamis pagi, mengancam akan mengenakan tarif 200% terhadap semua produk alkohol dari Uni Eropa sebagai balasan atas tarif 50% yang dikenakan blok tersebut terhadap wiski.

“Ini akan sangat baik bagi bisnis anggur dan sampanye di AS,” tulis Trump sembari menegaskan tidak akan mengubah keputusan terkait serangkaian tarif yang dijadwalkan berlaku mulai 2 April.

Ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan AS yang tidak teratur telah mengguncang pasar sepanjang bulan ini. Investor khawatir kebijakan tersebut akan menekan kepercayaan perusahaan dan konsumen.

Pelemahan semakin parah minggu ini, dengan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 4,3% dan 4,9% dalam sepekan. Dow Jones juga melemah sekitar 4,7%, mencatatkan kinerja mingguan terburuk sejak Juni 2022.

Wilayah Koreksi

Nasdaq, yang sudah berada dalam wilayah koreksi sebelum sesi perdagangan Kamis, kini turun lebih dari 14% dari rekor tertingginya. Indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000, semakin mendekati zona bear market setelah anjlok sekitar 19% dari level tertingginya.

Dalam terminologi pasar, koreksi didefinisikan sebagai penurunan 10%, sementara bear market terjadi ketika pasar turun lebih dari 20%.

“Perang tarif ini semakin memanas sebelum ada tanda-tanda mereda. Hal ini hanya menambah ketidakpastian, yang jelas berdampak negatif bagi pasar saham,” ujar Manajer Portofolio di Argent Capital Management Jed Ellerbroek.

Di tengah volatilitas pasar, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan, pemerintahan Trump lebih fokus pada kesehatan ekonomi jangka panjang dibandingkan pergerakan jangka pendek. “Saya tidak khawatir dengan sedikit volatilitas dalam tiga pekan terakhir,” katanya dalam wawancara dengan CNBC.

Penurunan pasar terjadi meskipun ada tanda-tanda positif dari data inflasi AS. Indeks harga produsen (PPI) AS pada Februari tetap stabil, tidak mengalami kenaikan seperti yang diperkirakan sebelumnya. Data ini mengikuti laporan inflasi konsumen (CPI) yang juga lebih rendah dari perkiraan.

Namun, beberapa analis menilai data inflasi yang lebih lemah ini belum cukup untuk memicu reli besar di pasar. Kekhawatiran atas kebijakan perdagangan Trump masih menjadi faktor utama yang menekan sentimen investor dan menimbulkan ketidakpastian terkait langkah selanjutnya dari The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga

Demo Ewf
Demo Equityworld

Equityworld Futures | Harga Emas Efeknya ke Mana-mana, Ada yang Bilang Begini

Equityworld Futures | Harga Emas Efeknya ke Mana-mana, Ada yang Bilang Begini

Equityworld Futures | PT United Tractors Tbk (UNTR) sampai dengan triwulan keempat tahun 2024, mencatat pendapatan bersih konsolidasian mencapai Rp 134,4 triliun atau naik sebesar 5% jika dibandingkan dengan tahun 2023.

Equityworld Futures | Terima kasih Amerika! Harga Emas Kembali Mengangkasa, Siap Cetak Rekor

Pendapatan bersih tersebut terutama berasal Rp 58 triliun dari segmen kontraktor penambangan, 8% lebih tinggi dari tahun 2023. Rp 37,3 triliun dari segmen mesin konstruksi, 2% lebih tinggi dari tahun 2023.

Kemudian Rp 26 triliun dari segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi, 15% lebih rendah dari tahun 2023. Rp 9,9 triliun dari segmen pertambangan emas dan mineral lainnya, 90% lebih tinggi dari tahun 2023.

Adapun laba bersih United Tractors (UNTR) turun 5% menjadi Rp 19,5 triliun, terutama disebabkan oleh laba kotor yang lebih rendah dari bisnis pertambangan batu bara termal dan metalurgi dan peningkatan beban bunga.

Dalam laporan perkembangan usaha UNTR dijelaskan bahwa pendapatan bersih dari bisnis emas dan mineral lainnya meningkat 90% menjadi Rp 9,9 triliun, terutama disebabkan oleh menguatnya harga jual emas. Sehingga harga emas ini efeknya ke mana-mana, termasuk ke UNTR yang turut menopang kinerjanya.

Manajemen UNTR mengungkapkan anak usaha perseroan yang bergerak di bidang pertambangan emas, PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR) mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 232 ribu ons, 32% lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.

PTAR mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Martabe mencatatkan penjualan setara emas sebesar 230 ribu ons atau naik 31% dari periode yang sama tahun 2023.

PT Sumbawa Jutaraya (SJR) mengoperasikan tambang emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. SJR mencatatkan 1,8 ribu ons penjualan setara emas karena baru saja memulai penjualan pada triwulan keempat tahun 2024.

Hati-hati

Sementara itu, Agincourt Resources (PTAR) mencatatkan pendapatan pada 2024 sebesar US$ 557,9 juta atau setara Rp 9,09 triliun (kurs Rp16.300 per dolar AS), melonjak 64% dibandingkan pendapatan pada 2023 sebesar US$ 340,0 juta (sekitar Rp 5,54 triliun). Dari sisi operasional, gold sales equivalent pada 2024 naik 19,7% menjadi 230.281 Oz dari 175.430 Oz pada 2023.

“Dengan kenaikan gold sales equivalent yang diiringi oleh kenaikan harga emas, perusahaan mencatatkan pendapatan 2024 naik 64% dari 2023,” kata Presiden Direktur PTAR Muliady Sutio saat acara buka bersama wartawan di Jakarta, Selasa (11/3/2025).

Sementara untuk produksi pada tahun 2025, perusahaan menargetkan dapat mencapai 240.000 ons emas. “Saat ini harga emas memang sedang tinggi, tetapi kita perlu hati-hati karena biasanya kalau kenaikan terlalu tinggi, koreksinya juga tinggi,” kata Muliady.

Ia mengatakan, Tambang Martabe yang mulai beroperasi sejak 2012 dikenal sebagai salah satu tambang emas dengan biaya operasional rendah serta standar keberlanjutan yang tinggi.

“Kami berkomitmen tidak hanya pada keunggulan operasional, tetapi juga pada prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Dengan menerapkan teknologi modern dan praktik terbaik di industri, PTAR berupaya memaksimalkan manfaat bagi pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sekitar dan lingkungan,” ujar Muliady.

Demo Ewf
Demo Equityworld

Design a site like this with WordPress.com
Get started